Anda di halaman 1dari 9

RIASRI NURWIRETNO 209000053

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian: Analisis Kepribadian

Disusun oleh : Riasri Nurwiretno (209000053)

Dosen: Widyaningtias

Program Studi Psikologi Fakultas Falsafah dan Peradaban

Universitas Paramadina
Tahun 2011

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 I. Data Pribadi Observee Nama Anak keTempat, tgl lahir Pendidikan Hobi : : : : :

II.

Keluhan 2.1 Riwayat Keluhan Observee pada beberapa waktu belakangan ini seringkali mengirim pesan singkat kepada saya, isinya berupa pertanyaan-pertanyaan seputar problematika kehidupan. Pertanyaannya menunjukkan adanya kebimbangan/ keraguan serta masih tampak adanya kecenderungan mencari identitas diri. Suatu ketika ia pernah mengirimi saya pesan sebagai berikut: saya pesan 1 pil semangat, 2 kapsul penghilang kecemasan, 1 tablet kebahagiaan Sejak dulu Observee memendam apa yang sebenernya diinginkan, ia hanya menjalankan apa yang ada dihadapannya dan baru menyadarinya kembali sekarang. Setelah 2,5 tahun menjalani masa kuliah dan hampir mendekati masa skripsi, Observee justru mulai menyadari apa yang sebenarnya diinginkan. Ia saat ini berstatus sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil, sedangkan dirinya sendiri menolak dan merasa tidak cocok dengan jurusan tersebut. Bahkan sampai dititik dimana dia sudah hampir menyerah dengan bidang yang sekarang ditekuninya. Apa yang dijalaninya saat ini bukanlah yang sesungguhnya ia inginkan, ia sudah memendam keinginannya sendiri untuk masuk ke jurusan Manajemen.

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 2.2 Keluhan saat ini Beberapa keluhan yang Observee rasakan yakni ketika mulai menyadari apa yang sebenarnya diinginkan, hal itulah yang menjadikan adanya kebingungan dalam menentukan prioritas. Selain itu, ia juga dianggap membangkang oleh Bapak tirinya. Gw seperti kehilangan tujuan akhir yang jelas, Sri. Do you know? Im Loser!, tutur Observee. Berikut ini pesan singkat yang dikirimkannya beberapa waktu lalu:
Gw merasa bermasalah dengan rasa penerimaan

terhadap berbagai hal, gw terlalu meng-under estimate, gw labil parah, gw gak focus! Gw juga bawaannya takut, deg-degan, gak tenang dan negative feeling. Seperti semua permasalahan lagi terfokus di diri gue.

Kini, setelah Observee mencoba melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan menerima realita yang ada, justru muncul kecemasankecemasan dalam dirinya. Ditengah kecemasan dan kebingungannya itu ia juga dihadapkan pada tanggung jawabnya sebagai anak laki-laki pertama untuk segera bekerja.

III.

Gejala Berikut ini gejala-gejala pada Observee: Pola tidur tidak teratur Tidak nafsu makan Mengalami kecemasan yang berlebihan Kebingungan akan prioritas dan tujuan hidup Feeling Loser

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 IV. Hasil Observasi 4.1 Perilaku Observee Observee datang menggunakan jaket hitam, celana jeans hitam serta sandal biru. Ia berjalan kearah tempat saya berada dengan perlahan, dan memasukkan kedua tangannya di saku samping jaket. Kemudian, ia segera mengambil tempat duduk di depan saya dengan posisi tangan masih sama seperti saat dia berjalan tadi. Saat ini ia sedang menderita influenza, tidak beberapa lama ia segera sibuk dengan tissue disekelilingnya. Setelah memesan minuman teh hangat, pandangannya kembali pada saya, namun kali ini ia menyandarkan tubuhnya ke belakang, meletakkan kepalanya ke sisi kayu di belakangnya. Selama berbincang sesekali Observee membungkuk, mencondongkan badannya ke depan supaya dapat mendengar apa yang saya bicarakan, dengan kondisi tangan tetap di dalam saku. Setiap kali menenggak teh manis, ia kembali duduk dengan membungkuk, tangannya masih tersimpan di dalam saku dan posisi kepalanya miring ke kanan. 4.2 Gejala Psikologis Beberapa gejala yang saya temukan selama observasi adalah: 1. Observee diam selama beberapa saat setiap akan menjawab pertanyaan 2. Pada awalnya, saat menjawab pertanyaan hanya menjawab seadanya secara singkat, seperti: Baik, Yaa gitu dan dengan menunjukkan ekspresi wajah yang datar. 3. Seringkali terdiam, namun sesekali tiba-tiba Observee tertawa sendiri menertawakan kehidupannya. 4. Mood disaster, selama bercerita perasaannya fluktuatif mengikuti alur ceritanya. 5. Suka menyendiri, ia menghindar jika mendapati sesuatu yang tidak menyenangkan

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 V. Hasil Wawancara 5.1 Raport/Pendekatan kepada Observee Wawancara dilakukan di salah satu tempat makan di daerah pejaten. Mulanya saya meminta untuk bertemu, kemudian Observee mengiyakan dan berusaha meluangkan waktu untuk bertemu. Saya sudah kenal sebelumnya dengan Observee, beberapa bulan ini ia memang sering bercerita, bertanya dan berdiskusi dengan saya. Hingga pada saat bertemu, saya mulai dengan obrolan seputar keluarganya, mengenai kabar ibunya, adiknya dan bapak tirinya. Kemudian baru saya menanyakan kabarnya, apa yang sedang dia rasakan akhirakhir ini, sampai akhirnya dia menceritakan sendiri segala keluhan yang dia rasakan saat ini, bahkan kenangan-kenangannya di masa lalu juga dipaparkan, beberapa faktor penyebab masalahnya, kebingungan akan prioritas hidup, dll. 5.2 Antoanamnesa (wawancara Observee) Observee memiliki satu orang adik perempuan dari Ayah yang berbeda, Ibunya menikah lagi dengan laki-laki yang usianya lebih muda dan memiliki perbedaan usia yang cukup dekat yakni hanya selisih sekitar 15 tahun dari Observee. Dapat dikatakan bahwa hubungan antara keduanya tidak berjalan cukup baik, Observee mengatakan bahwa dirinya jarang berbincang dengan Ayahnya. Hal tersebut dapat dirasakannya ketika masa SMA, Observee merasa terlalu diberi kebebasan dalam memilih jurusan di Perguruan Tinggi dan malahan tidak mendapat arahan yang cukup jelas dari orangtuanya. Akhirnya karena saat di SMA ia masuk ke dalam kelas IPA, maka ia memilih jurusan Teknik Sipil, padahal sesungguhnya ia menginginkan dapat belajar di bidang Manajemen. Observee juga mengaku bahwa selama ini ia cukup egosentris dan selfcentered serta membuat target tujuan yang terlalu tinggi, saat ini Observee justru berusaha menurunkan target tujuan tersebut. Disamping itu, Observee merasa kurang aktivitas sehingga terkadang kecemasan-kecemasan dalam dirinya kembali muncul, seperti ketakutan tidak
Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 dapat aktif bekerja di masa tua. Cara coping stress nya adalah menyendiri dan menghindar dari segala sesuatu yang tidak disukainya, Ia menyatakan bahwa seringkali saat Ayah-Ibunya marah tidak ada perlawanan apapun darinya, ia memilih pergi dan menyendiri di TM Bookstore, salah satu took buku dekat rumahnya. Observee tidak cukup dekat dengan Ayah tirinya, bahkan dapat dikatakan tidak akur. Sebelumnya ia juga cenderung tidak percaya kepada teman. Beberapa kenangan masa lalunya pun ikut tersingkap dari cerita-ceritanya. Dari ceritanya ia mengatakan pernah ditinggalkan oleh sang Ibu, kala itu umurnya sekitar tiga tahun. Observee punya obsesi yang besar untuk terus maju. Saat ini ia sudah mencari dan mencoba mendaftar di perguruan tinggi jurusan Manajemen di salah satu Universitas Swasta di jakarta. 5.3 Alloanamnesa (wawancara kerabat Observee) 5.3.1 Data Pribadi Keluarga Observee Nama :

Hubungan dengan Observee : Ibu Observee

5.3.2 Hasil wawancara kerabat Observee Ketika ditanya mengenai kondisi anaknya, Ibunya sudah mengetahui hal tersebut. Ibu Tini sendiri kali ini hanya membebaskan anaknya memilih. Terserah dia aja deh mbak, apa aja yang menurut dia baik ya jalanin aja lah. Daripada kayak orang stres gitu tiap hari aku juga jadi ikut-ikutan stres, udah ribet ngurus warung harus ngurus kayak gitu juga, tuturnya. Ibu Tini juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini Observee sering tampak seperti orang kebingungan dan cenderung diam di rumah. Tapi emang dari dulu dia maunya manajemen sih mbak, ya mau gimana ya waktu itu kan dapat beasiswa gitu, tambahnya.

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053

VI.

Analisis Kepribadian Bagi Adler, manusia dilahirkan dengan tubuh lemah dan inferior sebuah kondisi yang mengarah kepada perasaan-perasaan inferioritas dan ketergantungan pada orang lain (kepedulian sosial) sangat inheren dalam manusia dan menjadi standar tertinggi kesehatan psikologis (dalam Santoso, 2008) Berdasarkan pada pemaparan diatas, terdapat beberapa hal yang dapat dikaitkan dengan teori psikologi individu oleh Alfred Adler. Observee pada mulanya mencoba bangkit dari keadaan inferioritas di lingkungannya, ia bercerita bahwa saat sekolah ia seringkali merasa direndahkan, sejak itulah ia tidak pernah ingin ada orang lain yang lebih unggul darinya. Hal ini menunjukkan adanya suatu perjuangan menuju keberhasilan atau keunggulan (striving for success or superiority). Namun, dalam pencapaian tersebut terdapat satu faktor ketidakpedulian terhadap social yang tidak berkembang dengan baik. Observee berjuang untuk menuju keunggulan pribadi dan ia justru menetapkan target tujuan yang terlalu tinggi akan dirinya. Kemudian saat ini, Observee justru merasa kehilangan akan tujuan yang jelas dalam dirinya. Selain menetapkan tujuan yang tinggi, Observee juga memiliki kecenderungan hidup dalam dirinya sendiri. Hal ini terlihat dari kurangnya interaksi, ketidakpercayaan terhadap teman, serta kebiasaannya untuk menyendiri ketika dihadapkan pada suatu masalah. Pemikiran bahwa dirinyalah yang selalu benar juga menggambarkan gaya hidup yang kaku atau dogmatis. Ketiga hal tersebut menandakan adanya kecenderungan neurotic dalam dirinya. Dilihat dari faktor-faktor luar yang mempengaruhi perilakunya seperti kelemahan yang dibesar-besarkan. Menurut Adler (dalam Schuctack& Howard, 2008), mereka merasakan rasa takut yang sudah mengalahkan hasrat mereka untuk mencapai keberhasilan. Faktor lainnya yakni gaya hidup manja, mereka dicirikan dengan kepengecutan ekstrem, terlalu sensitive, tidak sabar, dan memiliki emosi yang
Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 berlebih-lebihan khususnya rasa cemas (Adler dalam Santoso, 2008). Hal ini terkait pada pernyataan Observee mengenai dirinya ketika mengatakan Im Loser. Faktor luar ketiga yaitu gaya hidup tertolak, anak-anak yang merasa tidak diinginkan dan tidak dicintai. Mereka tidak mempercayai oranglain dan tidak sanggup bekerja sama demi kesejahteraan bersama (Adler dalam Santoso, 2008). Kemudian, dari kenangan-kenangan masa lalu Observee diketahui bahwa ia tidak mendapatkan cukup kasih sayang saat kecil. Sebab saat berusia tiga tahun ia ditinggal ibunya dan hidup bersama neneknya. Hingga ketika tumbuh besar, ia tumbuh sebagai pribadi yang tidak mudah percaya pada oranglain, bahkan sulit memiliki seorang teman dekat yang bisa dipercayanya. Berdasarkan aplikasi dari psikologi individu yang salah satu implementasinya adalah konstelasi keluarga, kita dapat melihat karakteristik dari hipotesis Adler mengenai urutan kelahiran. Menurut Adler (dalam Santoso,2008) suka sekali memiliki perasaan yang luas terhadap kekuasaan dan keunggulan, rasa cemas yang tinggi, dan kecenderungan menjadi terlalu protektif. Anak sulung menjadi satu-satunya anak untuk beberapa waktu, dan kemudian mengalami pembuangan traumatis adiknya lahir. Peristiwa ini secara dramatis mengubah situasi dan pandangan si anak mengenai dunia. Observee merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Terdapat beberapa hipotesis yang dapat dibenarkan dari hipotesis yang dikemukakan oleh Adler dalam menjelaskan karakteristik anak sulung. Seperti rasa cemas berlebihan yang dialami Observee akhir-akhir ini, kecenderungan terlalu protektif- dalam pertemanan misalnya. Namun, perasaaan traumatis tidak hanya dirasakannya ketika memiliki adik, perasaaan tersebut sudah dirasakannya sejak usianya tiga tahun, ketika ibunya memutuskan untuk meninggalkannya bersama nenek di kampung.

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian

RIASRI NURWIRETNO 209000053 DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Yudi (Pntj). 2008. Theories of Personality. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Schuctack, M.W & Howard S.Friedman. 2008. The Personality Reader 2nd Edition. USA: Pearson

Tugas Akhir Psikologi Kepribadian