Anda di halaman 1dari 41

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

I.

JUDUL

: PENGENALAN JENIS-JENIS KARBOHIDRAT

II. TANGGAL

: Selasa, 11 oktober 2011

III. TUJUAN

: 1. Dapat melakukan prinsip-prinsip dasar dalam reaksi pengenalan karbohidrat 2. Dapat melakukan pengujian adanya monosakarida dan disakarida 3. Dapat melakukan pengujian adanya gula pereduksi 4. dapat melakukan hidrolisis polisakarida dan disakarida 5. Dapat menguji hasil hidrolisis disakarida dan polisakarida

IV. KAJIAN TEORI : Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton dengan rumus empirik (CH2O)n, dapat diubah menjadi aldehida dan keton dengan cara hidrolisis, disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa serta pati. Pada jaringan hewan, karbohidrat berbentuk glukosa dan glikogen. Fungsi karbohidrat yaitu, untuk sumber energi, pemanis pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, penawar racun, baik untuk yang terkena konstipasi (sembelit), dan masih banyak lagi manfaat-manfaat yang lainnya. Pada umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalam pelarut organik tetapi larut dalam air (kecuali beberapa polisakarida). Karbohidrat dibagi dalam tiga golongan yaitu : 1. Monosakarida; adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi, dapat dibedakan berdasarkan banyaknya atom C pada

[1]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

molekulnya, dan gugus aldehid atau keton yang dikandung berubah menjadi aldosa dan ketosa. Monosakarida merupakan gula sederhana yang memiliki satu atom karbon asimetrik, contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan ribosa. 2. Oligosakarida; adalah karbohidrat yang tersusun dari dua sampai sepuluh molekul monosakarida yang digabungkan oleh ikatan kovalen. Biasanya dikenal dengan disakarida, contoh : maltosa, laktosa, dan sukrosa. 3. Polisakarida; adalah karbohidrat yang mengandung lebih dari sepuluh monosakarida yang berikatan. Bila dihidrolisis dapat menghasilkan lebih dari 6 molekul monosakarida, contoh : glikogen dan amilum (pati) merupakan polimer glukosa. Berfungsi untuk penyimpanan karbohidrat. Ada beberapa metode uji kualitatif karbohidrat : 1. Uji Molish Pereaksi Molish adalah -naftol dalam alcohol 95%. Reaksi ini sangat efektif untuk uji senyawa-senyawa yang dapat di dehidrasi oleh asam sulfat pekat menjadi senyawa furfural atau furfural yang tersubtitusi. Seperti hidroksimetilfurfural. Warna merah ungu yang terasa disebabkan oleh kondensasi furfural atatu turunannya dengan -naftol. Selain dari furfural dapat terkondensasi dengan bermacam-macam senyawa fenol atu amin memberikan turunan yang berwarna. Uji molish adala uji umum untuk karbohidrat walaupun hasilnya bukan merupakan reaksi yang spesifik untuk karbohidrat. Hasil yang negated merupakan petunjuk yang jelas tidak adanya karbohidrat dalam sample. 2. Uji Seliwanoff Uji Seliwanoff merupakan uji spesifik untuk karbohidrat golongan ketosa. Uji ini didasrkan atas terjadinya perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulenat dan 4-hidroksimetil furfural, yang selanjutnya terjadi kondensasi 4-hidroksimetil furfural dengan resorsonol (1,3-dihydroksibenzen0 yang dihidrolisa menjadi glukosa dan fruktosa

[2]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

memberi reaksi positif dengan uji Seliwanoff. Glukosa dan karbohidrat lain dalam jumlah banyak dapat juga memberi warna yang sama. 3. Uji Barfoed Pereaksi Barfoed merupakan larutan tembaga asetat dalam air yang ditambahkan asam asetat atau asam laktat. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan cara mengontrol kondisi percobaan, seperti pH dan waktu pemanasan. Senyawa Cu2+ tidak membentuk Cu(OH)2 dalam suasana asam. Jadi Cu2O terbentuk lebih cepat oleh monosakarida dari pada oleh disakarida. 4. Uji Benedict Uji Benedict berdasarkan pada reduksi dari Cu+2 menjadi Cu+ oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau ketom bebas. Pereaksi Benedict mengandung CuSO4, Na2CO3 dan Na-sitrat. Pada proses reduksi dalam dalam ssuasana basa biasanya di tambah zat pengompleks, seperti sitrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3 dalam larutan natrium bikarbonat. Larutan tembaga alkalis dapat di reduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid bebas atau monoketo bebas. Disakarida seperti maltosa dan laktisa dapat mereduksi larutan Benedict karena mempunyai gugus keto bebas. Uji Benedict dapat pula dipakai untuk memperkirakan konsentrasi karbohidrat bebas karena berbagai konsentrasi karbohidrat akan membetikan intensitas warna yang berlainan. 5. Reaksi Pati dengan Iodium Pati jika direaksikan dengan Iodium akan menghasilkan senyawa kompleks yang berwarna biru/ungu. Iodine akan berada di bagian tengah polimer amilosa yang berbentuk heliks. Akan tetapi struktur atatu ikatan antara iodium dengan pati belum diketahui dengan

[3]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

pasti. Intensitas warna biru yang terjadi tergantung para panjang unit polimer amilosa. Dextrin dengan iodium akan menghasilkan warna merah anggur.

V. ALAT DAN BAHAN Alat : 1. Tabung reaksi dan rak 2. Pipet tetes 3. Gelas ukur 4. Bekker glass 5. Pembakar spirtus 6. Kaki tiga dan kasa Bahan : 1. Larutan 2% glukosa 2. Sukrosa 2% 3. Amilum 0,4 mg/L 4. Laktosa 2% 5. Reagen-reagen : Molish Benedict Fehling A dan B Barfoed Seliwanof Tollens 6. Amoniak encer 7. Asam sulfat pekat

[4]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

8. HCl 6 M 9. NaOH 3M

VI. ALUR KERJA 1. Tes Molish

3 tetes Glukosa

3 tetes Amilum

3 tetes sukrosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi -ditambah 5 tetes pereaksi molish [5] -memasukkan 7-10 tetes asam sulfat pekat kedalam dasar tabung dengan pipet tetes sedemikian rupa hingga asam sulfat pekat membentuk lapisan yang terpisah dari lapisan awal

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Glukosa + Molish = larutan merah bata Setelah di + H2SO4 1) 2) larutan merah bata endapan hitam, terbentuk cincin ungu (+)

Amilum + Molish = larutan merah bata (+) Setelah di + H2SO4 larutan merah bata endapan hitam, cincin ungu (++)

Sukrosa + Molish = larutan merah bata (++)Setelah di + H2SO4 larutan merah bata endapan hitam, terbentuk cincin ungu (+++)

2. Tes Seliwanof

3 tetes amilum

3 tetes laktosa

3 tetes glukosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi

[6]

-ditambah 5 tetes reagen seliwanof -campuran dikocok dan dipanaskan diatas penangas air -menghitung waktu yang diperlukan untuk terjadinya perubahan warna

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

1)reagen seliwanof+amilum = tak berwarna Dipanaskan selama 13 menit tidak ada perubahan

2)reagen seliwanof+laktosa = tak berwarna Dipanaskan selama 13 menit tidak ada perubahan

3) reagen seliwanof + glukosa = tak berwarna Dipanaskan selama 13 menit tidak ada perubahan

3. Tes Barfoed

[7]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

5 tetes amilum

5 tetes laktosa

5 tetes glukosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi -ditambah 5 mL reagen Barfoed -dipanaskan diatas penangas air -jika terjadi endapan merah bata selama 2 menit maka didalam cuplikan terdapat monosakarida -Disakarida dengan persamaan 10 menit juga akan menunjukkan tes positif dengan reaksi ini

Barfoed + amilum = larutan biru (++) Setelah dipanaskan, Cuplikan amilum (12 menit) terdapat endapan merah bata

Barfoed + glukosa = larutan biru (++) Cuplikan glukosa (6 menit) ada endapan merah bata

Barfoed + laktosa = larutan biru (++) Cuplikan laktosa (12 menit)endapan merah bata

[8]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

4. Tes Tollens

3 tetes sukrosa

3 tetes amilum

3 tetes laktosa

3 tetes glukosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi -ditambah 5 tetes reagen tollens (untuk membuat reagen tollens dengan mencampur 1 ml AgNO3 (larutan A) dan 1 ml larutan NaOH (larutan B)kedalam tabung reaksi dan ditambah larutan ammonia encer tetes demi tetes sampai endapan larut) -jika tidak terjadi endapan perak dapat dicoba dengan memanaskan campuran -terbentuknya cermin perak menunjukkan positif adanya gugus aldehid

Sukrosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna setelah dipanaskan, sukrosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan ( 2 menit)

amilum + tollens = larutan jernih, tak berwarna setelah dipanaskan, amilum = tidak terbentuk cermin perak

laktosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna setelah dipanaskan, laktosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan ( 1 menit)

glukosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna setelah dipanaskan, glukosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan (2 menit)

[9]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

5. Tes Fehling 2 tetes sukrosa 2 tetes amilum 2 tetes laktosa 2 tetes glukosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi -ditambah 2ml reagen fehling -campuran dikocok dan dipanaskan diatas penangas air selama 3-4menit -jika terjadi endapan merah bata maka campuran mengandung gula pereduksi

Fehling + sukrosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (++) 4 menit = endapan (+) lapisan atas biru

Fehling + amilum = Biru (+++) jernih 1 menit = biru (+++) jernih 4 menit = biru (+++) jernih

Fehling + laktosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (+++) 4 menit = Endapan (++) lapisan atas biru

Fehling +glukosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (++) 4 menit = endapan (+++) lapisan atas biru

[ 10 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

6. Tes Benedict

5 tetes sukrosa

5 tetes amilum

5 tetes laktosa

5 tetes glukosa

-dimasukkan dalam tabung reaksi -ditambah 5 tetes reagen benedict -dipanaskan diatas penangas air selama 2 menit -jika terjadi endapan merah bata maka campuran mengandung gula pereduksi

Sukrosa + benedict = larutan biru (+) Dalam waktu 36 detik Sukrosa = kuning ++

Amilum + benedict = larutan biru (+) Dalam waktu 36 detik Amilum = biru

Laktosa + benedict = larutan biru (+) Dalam waktu 36 detik [ 11 ] Laktosa = kuning +

glukosa + benedict = Larutan biru (+) Dalam waktu 36 detik Glukosa= kuning +++

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

7. Hidrolisis Sukrosa

0,5 mL sukrosa
Dilarutkan dalam 6 mL air Dimasukkan dalam tabung yang diberi label 1, 2 dan 3 dengan volume yang sama

Tabung 1
-ditambah 1mL HCl 3M -dipanaskan diatas penangas air -didinginkan pada sushu kamar dan ditambah NaOH 1,5 mL -dibagi menjadi 2 larutan

Tabung 2
-ditambah 1mL air -dipanaskan diatas penangas air

Tabung 3

-ditambah 1mL air -dibiarkan pada sushu kamar ditambah air 1,5 mL -dibagi menjadi 2 larutan

[ -didinginkan pada 12 ]
sushu kamar dan ditambah NaOH 1,5 mL dan 1,5 ml air -dibagi menjadi 2 larutan

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

1A

1B

2A

2B

3A

3B
+ 2mL Seliwanof Dipanaskan dalam penangas selama 5 menit

+ 5mL Benedict Dipanaska n dalam penangas selama 5 menit

+ 2mL Seliwanof Dipanaskan dalam penangas selama 5 menit

+ 5mL Benedict Dipanaskan dlm penangas selama 5 menit

+ 2mL Seliwanof Dipanaskan dalam penangas selama 5 menit

+ 5mL Benedict Dipanaska n dalam penangas selama 5mnt

1A = larutan biru (+) Setelah dipanaskan IA= larutan biru kehijauan (++)

1B= larutan tak berwarna Tabung 1B tetap, tidak berwarna

2A= larutan biru (++) Setelah dipanaskan 2A= larutan biru (++)

2B= larutan tak berwarna Tabung 2B tetap, tidak berwarna

3A= larutan biru (+)

3 B = larutan tak berwarna Setelah dipanaskan 3 A = larutan biru kehijauan (+) Tabung 3B tetap, tidak berwarna

8. Hidrolisis pati 2 mL larutan Pati -ditambah 2 ml HCl 3M -dipanaskan diatas pengangas air -didinginkan pada suhu kamar dan ditambah 3ml larutan 3M NaOH -dilakukan tes iodine -ditambah 5mL reagen Benedict 2 mL larutan Pati 2 mL larutan Pati -ditambah 2 ml air -dibiarkan pada suhu kamar - ditambah 3ml air Dilakukan tes iodine -ditambah 5mL reagen Benedict

-ditambah 2 ml air -dipanaskan diatas pengangas air - ditambah 3ml air Dilakukan tes iodine -ditambah 5mL reagen [ 13 ] Benedict

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Setelah dipanaskan Tabung I = tak berwarna Setelah ditambah NaOH, Tabung I = tak berwarna Setelah ditambah air, Dilakukan uji iodine, Tabung I = tak berwarna Setelah ditambah benedict, Tabung I = larutan biru (+++)

Setelah dipanaskan Tabung II = tak berwarna Setelah ditambah air, Tabung II = tak berwarna Dilakukan uji iodine, Tabung II = ungu (++) Setelah ditambah benedict, Tabung II = larutan biru (+)

Setelah dipanaskan Tabung III = tak berwarna Setelah ditambah air, Tabung III = tak berwarna Dilakukan uji iodine, Tabung III= ungu (+) Setelah ditambah benedict, Tabung III= larutan biru (+)

VII. NO.

DATA PENGAMATAN PROSEDUR PERCOBAAN HASIL PENGAMATAN DUGAAN/REAKSI KESIMPULAN PERCOBAAN

[ 14 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

1.

Tes Molish 2-5 tetes cuplikan 1) Sukrosa + (sukrosa,glukosa,amilum) Molish = + 5 tetes pereaksi Molish larutan merah +7 tetes H2SO4 pekat ke bata (++) dalam dasar tabung 2)Glukosa + Didiamkan selama 2 Molish = larutan menit merah bata Diencerkan dengan 5mL 3)Amilum + air Molish = larutan merah bata (+) Setelah di + H2SO4 1) larutan merah bata endapan hitam, terbentuk cincin ungu (+++) 2) larutan merah bata endapan hitam, terbentuk cincin ungu (+) 3)larutan merah bata endapan hitam, cincin ungu (++)

Culipkan (sukrosa, glukosa, amilum) terbentuk cincin ungu yang menandakan terdapat karbohidrat.

2.

Tes Seliwanof 5 tetes reagen seliwanof dimasukkan dalam tabung reaksi + 2-5 tetes cuplikan (amilum,laktosa,glukosa) Dikocok,dipanaskan diatas penangas

1)reagen seliwanof+amilu m = tak berwarna 2)reagen seliwanof + laktosa = tak berwarna 3) reagen seliwanof +

Karena setelah 2 menit tidak terjadi perubahan warna maka tes dinyatakan

[ 15 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Hitung waktu untuk terjadi perubahan warna

glukosa = tak berwarna Dipanaskan selama 13 menit tidak ada perubahan Barfoed = larutan biru (+++) Barfoed + amilum = larutan biru (++) Barfoed + glukosa = larutan biru (++) Barfoed + laktosa = larutan biru (++) Setelah dipanaskan, Cuplikan amilum (12 menit) Cuplikan glukosa (6 menit) ada endapan merah bata Cuplikan laktosa (12 menit)

negatiF

3.

Tes Barfoed 5 mL pereaksi +5 tetes cuplikan (amilum,glukosa,laktosa) Dipanaskan diatas penangas

Cuplikan glukosa dipanaskan kurang dari 10 menit, ini menunjukkan bahwa glukosa adalah disakarida

4.

Tes Tollens 2-5 tetes cuplikan (sukrosa, amilum, laktosa, glukosa) Dimasukkan tabung reaksi Di + 5 tetes reagen tollens Di + amoniak encer sampai endapan larut

Sukrosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna amilum + tollens = larutan jernih, tak berwarna laktosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna

Setelah dipanaskan pada amilum + tollens tidak terbentuk cermin perak menandakan tidak adanya

[ 16 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Dipanaskan glukosa + tollens = larutan jernih, tak berwarna setelah dipanaskan, sukrosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan ( 2 menit) amilum = tidak terbentuk cermin perak laktosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan ( 1 menit) glukosa = terbentuk cermin perak warna hitam kecoklatan (2 menit) 5. Tes Fehling 2 tetes cuplikan (amilum, laktosa, sukrosa,glukosa) + 2-3 mL larutan Fehling Dikocok Dipanaskan diatas penangas air selama 3-4 menit Fehling A = Biru (++) jernih Fehling B = tidak berwarna Fehling A + B = biru (++++) jernih Dipanaskan Fehling + amilum =

gugus aldehid (gula pereduksi)

Sedangkan pada sukrosa, glukosa, laktosa yang ditambah tollens terbentuk cermin perak, ini menandakan adanya gugus aldehid ( adanya gugus pereduksi)

Amilum menunjukkan tes negative (-) Sukrosa, glukosa, laktosa menunjukkan tes positif (+)

[ 17 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Biru (+++) jernih 1 menit = biru (+++) jernih 4 menit = biru (+++) jernih Fehling +glukosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (++) 4 menit = endapan (+++) lapisan atas biru Fehling + laktosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (+++) 4 menit = Endapan (++) lapisan atas biru Fehling + sukrosa = biru (+++) jernih 1 menit = coklat (++) 4 menit = endapan (+) lapisan atas biru 6. Tes Benedict 5 tetes cuplikan (amilum,laktosa,sukrosa, glukosa) + 5 tetes larutan Benedict Campuran dikocok dipanaskan diatas Amilum + benedict = larutan biru (+) Laktosa + benedict = larutan biru (+) Sukrosa + benedict = larutan biru (+) glukosa + benedict

Hal ini menunjukkan sukrosa, glukosa, laktosa tergolong gula pereduksi

Telah terjadi reaksi oksidasi pada glukosa (monosakarida) dan laktosa

[ 18 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

penangas selama 2 menit

7.

Hidrolisis sukrosa Larutkan 0,5mL sukrosa kedalam 6 mL air Masukkan tabung reaksi Tabung 1 + 1mL HCl 3M Panaskan Dinginkan + NaOH 1,5Ml Tabung 2 1 mL air Panaskan Dinginkan + 1,5 mL air Tabung 3 + 1 mL air Diamkan pada suhu kamar +1,5 mL air Setiap tabung dibagi

= Larutan biru (+) Dalam waktu 36 detik Amilum = biru Laktosa = kuning + Sukrosa = kuning ++ Glukosa= kuning +++ Terdapat endapan merah bata pada glukosa dan laktosa Sukrosa + air = larutan tidak berwarna

(disakarida)

Tabung IA dan IB = sukrosa terhidrolisis sempurna Tabung IIA dan IIB = sukrosa terhidrolisis sebagian Tabung IIIA dan IIIB = sukrosa tak terhidrolisis

[ 19 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

menjadi 2 bagian yang sama I A = 5 mL benedict IIA = 5 mL benedict IIIA = 5 mL benedict I B = 5 mL seliwanof II B = 5 mL seliwanof III B = 5 mL seliwanof

I A = larutan biru (+) II A = larutan biru (++) III A = larutan biru (+) I B = larutan tak berwarna II B = larutan tak berwarna III B = larutan tak berwarna Setelah dipanaskan I A = larutan biru kehijauan (++) II A = larutan biru (++) III A = larutan biru kehijauan (+) Tabung IB, IIB, IIIB tetap, tidak berwarna

[ 20 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

8.

Hidrolisis Pati Siapkan 3 tabung reaksi Tabung I + 2 mL larutan pati Dipanaskan di dalam penangas Didinginkan + 3 mL NaOH 3 M Tabung II + 2 mL larutan pati Dipanaskan diatas penangas Didinginkan + air 3 mL Tabung III + 2 mL larutan pati Dibiarkan suhu kamar + 3 mL air

Larutan pati = tak berwarna Setelah dipanaskan Tabung I = tak berwarna Tabung II = tak berwarna Tabung III = tak berwarna Setelah ditambah NaOH, Tabung I = tak berwarna

Tabung I = amilum terhidrolisis karena adanya perubahan Ph Tabung II = amilum terhidrolisis sebagian Tabung III = amilum tak terhidrolisis

Setelah ditambah air, Tabung II = tak berwarna Tabung II = tak Pada ketiga tabung berwarna dilakukan uji iodine + 5 mL pereaksi Benedict Tabung III = tak berwarna Dilakukan uji iodine, Tabung I = tak berwarna Tabung II = ungu (++) Tabung III= ungu (+) Setelah ditambah benedict,

[ 21 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Tabung I = larutan biru (+++) Tabung II = larutan biru (+) Tabung III= larutan biru (+)

VIII. PEMBAHASAN

1. Tes Molish Tes molish didasarkan pada reaksi antara -naftol dengan furfural/hidroksimetil furfural untuk mengindentifikasi adanya karbohidrat secara umum. Reaksi dapat ditujukan sebagai berikut :

[ 22 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

C6H12O6

H2O

3 H2O + HO
C H2 C H

hidroksimetil furfural

OH

HO C H2 C H

O
+

HO C H2
alfa-naftol

H2 C

HO2S OH
senyawa kompleks warna ungu

SO2H

Penambahan asam sulfat (H2SO4) dimaksudkan untuk menghidrolisis polisakarida (amilum) dan menghasilkan furfural. Karena asam kuat (H2SO4) menyebabkan terjadinya hidrolisis beberapa polisakarida dan asam kuat dapat berekasi dengan larutan yang mengandung monosakarida (sukrosa dan glukosa) menghasilkan furfural atau turunannya. Ketika sukrosa ditambah pereaksi Molish, sukrosa akan terhidrolisis oleh H2SO4 pekat muncul endapan merah hingga akhirnya ungu kehitaman. Warna ungu kehitaman menunjukkan bahwa cuplikan tersebut adalah karbohidrat ( tes + ). Sukrosa merupakan disakarida dari glukosa dan fruktosa

[ 23 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

CH2OH O

OH OH OH CH2OH O

CH2OH O CH2OH OH O OH CH2OH OH

H2O + H2SO4
OH OH OH OH OH

OH

Sukrosa

Glukosa

Fruktosa

Ketika glukosa ditambah pereaksi Molish, campuran glukosa dan pereaksi molish (naftol) dan direaksikan dengan H2SO4 pekat akan menghasilkan hidroksimetil furfural sehingga terbentuk warna merah endapan pertama kali, akhirnya menjadi ungu kehitaman. Warna ungu kehitaman membuktikan bahwa glukosa merupakan karbohidrat berbentuk monosakarida ( tes positif ) Ketika amilum ditambah pereaksi Molish, campuran amilum dan pereaksi molish (naftol) dan direaksikan dengan H2SO4 pekat akan terhidrolisis sehingga muncul merah dan akhirnya menjadi ungu kehitaman. Warna ungu kehitaman membuktikan bahwa amilum merupakan karbohidrat, berbentuk polisakarida (tes positif ).

[ 24 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

CH2OH O OH

CH2OH O

OH OH OH

H2SO4, H2O nOH OH OH OH

n Amilum n-Glukosa

Sukrosa, glukosa, dan amilum menunjukkan tes + dengan penambahan pereaksi molish yang mengidentifikasi bahwa ketiganya adalah karbohidrat. Dengan penambahan H2SO4 pekat akan menghidrolisis karbohidrat dari bentuk polisakarida/disakarida menjadi monosakarida. 2. Tes Seliwanof Pereaksi seliwanof mengandung resorsinol dalam HCl 6M, seperti ditunjukkan pada reaksi berikut :
OH HO HO C H2 C H O O O

+
OH

hidroksimetil furfural resorsinol

CH2OH

Pada percobaan, tidak muncul warna kuning jernih yang semestinya terjadi selama lebih dari 10 menit, hal ini disebabkan karena reaksi kondensasi resorsinol dengan

[ 25 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

furfural/hidroksimetil furfural tidak maksimal sehingga perubahan warna tidak terjadi. Jika perubahan warna memerlukan waktu diatas 10 menit, dinyatakan negatif. Dalam percobaan ini, cuplikan ditambah dengan pereaksi seliwanof dihasilkan tidak terjadi perubahan warna pada larutan dengan pemanasan dilakukan selama 13 menit. Hal ini menunjukkan bahwa pada tes ini cuplikan dinyatakan negatif. 3. Tes Barfoed Pereaksi Barfoed digunakan untuk identifikasi monosakarida, setelah pemanasan diperoleh endapan merah bata ( tes positif monosakarida) dengan reaksi sebagai berikut :
CH2OH O OH CH2OH CH2OH OH O C H OH

H2O
OH OH

OH OH OH

Cu(CH3COO)2 CH3COOH
OH OH

COO-

Cu2O endapan merahbata

OH OH

D-glukopiranosa

Penambahan pereaksi Barfoed pada amilum, setelah dipanaskan 2 menit larutan biru, tidak terjadi endapan. Bahkan setelah dipanaskan lagi 10 menit, larutan tetap biru dan tidak ada endapan. Berarti amilum bukan monosakarida. Penambahan pereaksi Barfoed pada glukosa, setelah dipanaskan 2 menit larutan biru, terdapat endapan merah bata. Hal ini menunjukkan bahwa glukosa merupakan monosakarida. Penambahan pereaksi Barfoed pada laktosa, setelah dipanaskan 2 menit larutan biru, tidak terjadi endapan merah bata. Dipanaskan lagi lebih dari 10 menit (tepatnya 12 menit) terbentuk sedikit endapan merah bata. Hal tersebut menunjukkan bahwa laktosa bukan sakarida yang tunggal (bukan monosakarida), tetapi disakarida (2 sakarida).

[ 26 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

4. Tes Tollens Tes dengan pereaksi Tollens didasarkan pada mudahnya gugus aldehid dioksidasi menjadi asam karboksilat. Terbentuknya cermin perak menunjukkan tes positif adanya gugus aldehid (gula pereaksi pada karbohidrat) dengan reaksi sebagai berikut :

CH2OH O OH

CH2OH CH2OH OH O C H OH

H2O
OH OH

OH OH OH

[Ag(NH3)2]+ OHOH OH

CO2-

Ag cermin perak

OH OH

D-glukopiranosa

asam-D-glukonat

Ketika sukrosa ditambahkan pereaksi tollens menujukkan tes positif, terbentuk cermin perak sedikit sekali. Seharusnya sukrosa tidak dapat mereduksi pereaksi tollens karena tidak mempunyai gugus aldehid dengan karbon anomer. Hal ini disaebabkan sebelum mereduksi pereaksi tollens, sukrosa terhidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa. Glukosa inilah yang mengandung gugus aldehid sehingga dapat mereduksi larutan tollens membentuk cermin perak (Ag). Ketika amilum ditambah pereaksi tollens menunjukkan tes negative, karena amilum mempunyai hemiasetal pada satu ujung dari molekulnya, tetapi ujung ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan dan tidak mengarah ke reaksi yang di amati. Akibatnya, amilum tidak dapat mereduksi pereaksi tollens dan amilum dikatakan bukan gula pereduksi. Ketika laktosa dan glukosa ditambahkan pereaksi tollens menunjukkan tes positif, Karen laktosa dan glukosa mempunyai atom C anomer yang merupakan bagian dari gugus hemiasetal. Akibatnya, laktosa dan glukosa berada dalam kesetimbangan pada larutan dengan

[ 27 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

aldehid rantai terbuka, sehingga laktosa dan glukosa dapat mereduksi pereaksi tollens membentuk cermin perak. Laktosa dan glukosa adalah gula pereduksi. 5. Tes Fehling Karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid dapat mereduksi larutan fehling menghasilkan endapan merah bata dengan reaksi sebagai berikut :

O C R H

+ 2 Cu2+ (tartarat) + 5 OHR

+ Cu2O
O- endapan

+ 3 H2 O

merah bata
CH2OH O OH + 2 Cu
2+

CH2OH

OH
(tartarat) + 5 OH
-

OH OH OH

OH OH OH

CO2- + Cu O 2

+ 3 H2O

endapan merah bata

D-glukopiranosa

asam-D-glukonat

Ketika amilum ditambah Pereaksi Fehling menunjukkan tes negatif, tidak terbentuk endapan merah bata. Hal ini disebabkan amilum mempunyai hemiasetat pada satu ujung dari tiap molekulnya, tetapi ujung ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan dan tidak mengarah pada reaksi yang diamati. Akibatnya amilum tidak dapat mereduksi larutan Fehling dan Amilum tergolong gula non reduksi. Ketika sukrosa ditambah Pereaksi Fehling menunjukkan tes positif, terbentuk sedikit sekali endapan merah bata. Seharusnya sukrosa tidak dapat mereduksi larutan Fehling karena tidak mempunyai gugus aldehide dengan C anomer. Hal ini disebabkan sebelum mereduksi

[ 28 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

larutan Fehling sukrosa terhidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa. Glukosa inilah yang mengandung gugus aldehide sehingga dapat mereduksi larutan Fehling membentuk endapan. Ketika laktosa ditambah Pereksi Fehling menunjukkan tes positif, terbentuk endapan merah bata. Hal ini dikarenakan Laktosa dan glukosa mempunyaikarbon anomerik yang merupakan bagian dari suatu gugus hemiasetal. Laktosa dan glukosa berada dalam kesetimbangan pada larutan dengan aldehide rantai terbuka, sehingga dapat mereduksi larutan Fehling menjadi merah bata.Laktosa dan glukosa adalah Gula pereduksi. 6. Tes Benedict Pereaksi Benedict mengandung atom Cu yang terikat sebagai kompleks dan dapat mengoksidasi gula pereduksi dengan reaksi sebagai berikut :
O C R H O

2 Cu2+ (sitrat)
R

C OH

+ Cu2O endapan merah bata

CH2OH O OH + 2 Cu2+ (sitrat)

CH2OH OH COOH

OH OH OH

OH OH OH

+ Cu2O endapan merah bata

D-glukopiranosa

asam-D-glukonat

Ketika amilum dan sukrosa ditambah larutan Benedict, menunjukkan tes negatif, tidak terbentuk endapan merah bata, Larutan untuk cuplikan amilum tetap berwarna biru muda sedangkan untuk sukrosa berwarna biru kehijauan. Hal ini disebabkan amilum dan sukrosa mempunyai bentuk hemiasetal dengan karbon anomerik pada salah satu ujung dari tiap

[ 29 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

molekulnya, tetapi ujung ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan dan tidak mengarah pada reaksi yang diamati. Akibatnya amilum( polisakarida ) dan sukrosa ( disakarida ) tidak dapat mereduksi larutan Benedict dan keduanya tergolong gula non pereduksi. Ketika laktosa dan Glukosa dan Larutan Benedict menunjukkan tes positif, terbentuk endapan merah bata , larutan untuk laktosa tetap berwarna biru muda sedangkan untuklukosa larutannya tidak berwarna. Hal ini disebabkan karena keduanya mengandung suatu gugus hemiasetal dengan karbon anomerik bebas, sehingga didalam air gugus ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk aldehide rantai terbuka. Akibatnya glukosa dan laktosa dapat mereduksi pereaksi Benedict membentuk endapan merah bata Cu2O dan tergolong gula pereduksi. 7. Hidrolisis Pati Reaksi hidrolisis sukrosa melibatkan air sebagai pereaksi. Penambahan asam mengakibatkan Reaksi hidrolisis sukrosa dapat terjadi. Uji terhadap hasil hirolisis sukrosa dilakukan dengan tes Benedict dan Selliwanof. Pada penambahan pereaksi Benedict dihasilkan endapan Cu2O brwarna merah muda, sedangkan lautannya berwarna biru. Untuk penambahan pereaksi selliwanof dihasilkan perubahan warna larutan dari kuning muda menjadi oranye. Hal ini menunjukkan bahwa hasil hidrolisis sukrosa adalah suatu krbohidrat dengan sifat gula pereduksi dalam bentuk monosakarida karena penyusun sukrosa adalah glukosa dan fruktosa maka yang memenuhi sifat tersebut adalah glukosa. Reaksi sebagai berikut :
H2 O H
+

Sukrosa

Glukosa

Fruktosa

8. Hidrolisis Pati Hidrolisis pati melibatkan air sebagai pereduksi. Untuk mengamati berlangsungnya reaksi hidrolisis dapat dilakukan dengan tes iodine.

[ 30 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Campuran pati dan iodine memberikan warna biru tua. Hal ini dikarenakan terbentuknya kompleks iodine-pati. Mekanisme pembentukan kompleks yang berwarna ini tidak diketahui, namun ada pemikiran bahwa molekul-molekul iodine tertahan dipermukaan -amilosa. Uji terhadap hasil hidrolisis pati dilakukan dengan menambahkan pereaksi Benedict yang menghasilkan larutan berwarna biru tua atau biru keunguan yang lama-kelamaan berubah membentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna biru tua sedangkan lapisan bawah terbentuk seperti endapan biru kehitaman. Reaksi sebagai berikut :
H2 O H+ H2 O H
+

Pati

Maltosa

D-Glukosa

IX. JAWABAN PERTANYAAN 1. Reagen Molisch Terdiri atas Alfa-naftol berfungsi sebagai indicator warna untuk memudahkan saja, sedangkan H2SO4 berfungsi untuk menghidrolisis glukosa (heksosa) fufural atau arabinosa (pentosa) karbohidrat. Rumus -naftol hidroksimetil

furufural. Reaksi Molisch ini positif untuk semua

O O

OH

f urfural

[ 31 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

HO

OH HO

O
O

HO
HO OH

glucose
Reagen Selliwanof

hydroxymethyl f urf ural

Reaksi selliwanof adalah suatu reaksi untuk mengidentifikasi adanya gugus keton pada suatu sakarida. Reagen selliwanof terdiri atas 0,5% resorsinol dan 5 N HCl . Rumus Resorsinol

HO

OH

Reagen Barfoed Terdiri atas senyawa tembaga asetat. Reagen Barfoed merupakan asam lemah dan hanya direduksi oleh monosakarida. Reagen Benedict Terdiri atas : 1. CuSO4 2. Na-sitrat 3. Na2CO3 : menyediakan Cu2+ : mencegah terjadinya endapan Cu(OH)2 atau CuCO3 : sebagai alkali yang mengubah gugus karbonil bebas dari gula menjadi bentuk enol yang reaktif. Reagen Tollens

[ 32 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Terdiri atas 1 ml AgNO3 1% , 1 ml NaOH 2 M, dan NH4OH encer Reagen Fehling Terdiri atas fehling A dan Fehling B 2. Percobaan Molisch Prinsip : kondensasi dari hidroksi metal furfural (heksosa) atau furfural (pentosa) dengan alfa-naftol membentuk suatu cincin berwarna ungu. Percobaan Seliwanof Reaksi selliwanof adalah suatu reaksi untuk mengidentifikasi adanya gugus keton pada suatu sakarida. Reaksi positif apabila terbentuk warna merah. HCl akan mengubah heksosa menjadi hidroksi metal furfural yang kemudian akan bereaksi dengan resorsinol membentuk kompleks yang berwarna merah.

Percobaan Barfoed Adalah uji untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan. Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+. Pemanasan yang lama akan menghidrolisa disakarida menghasilkan reaksi positif palsu. Percobaan Benedict Prinsip reaksi ini didasarkan pada terbentuknya endapan merah bata, maka cuplikan mengandung gula pereduksi. Dengan prinsip berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ yang mengendap sebagai Cu2O berwarna merah bata. Percobaan Tollens

[ 33 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Prinsip reaksi ini didasarkan pada terbentuknya cermin perak (Ag) dan mengoksidasi gugus aldehid menjadi gugus karboksilat. Akan tetapi, pada fruktosa yang mengandung gugus ketosa dapat teroksidasi karena dalam larutan basa fruktosa berada dalam kesetimbangan dengan dua aldehida diasteromik serta penggunaan suatu zat antara tautomerik enadiol. Percobaan Fehling Pinsip reaksi ini didasarkan pada ion Cu2+ yang dapat mengoksidasi gugus aldehid, tetapi tidak dapat mereduksi gugus keton. 3. Glukosa dapat teroksidasi dengan pereaksi Tollens yaitu membentuk cermin perak dan dengan Fehling membentuk endapan merah bata karena glukosa terhidrolisis dengan adanya pemanasan sahingga rantai siklik dari glukosa (struktur Haworth) yang tidak mengandung gugus aldosa terurai (desiklikisasi) menjadi struktur Fischer (rantai terbuka) yang mengandung gugus aldosa. Olehkarena itu, glukosa menghasilkan uji positif terhadap reagen Tollens dan Fehling.
CHO H
CH2OH O

OH H OH OH CH 2OH

HO H

OH OH OH OH

Fischer dari glukosa

Struktur Haworth glukosa

4. a) Sukrosa

glukosa + fruktosa

[ 34 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

CH 2OH O

glukosa
CH 2OH O

OH OH OH O OH

H2O
OH OH CH2 OH O OH CH2 OH OH O OH CH2 OH OH OH CH2 OH OH

sukrosa

f ruktosa

Laktosa

glukosa + galaktosa
CH 2OH OH CH2 OH O OH OH O OH

CH 2OH OH OH O O

OH

H 2O
OH

OH

galaktosa
CH2 OH O OH

OH OH

laktosa

OH OH

glukosa

Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict , maka sukrosa tidak mempunyai sifat dapat mereduksi ion-ion Cu2+ jika struktur Haworth terurai (membentuk rantai terbuka), Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa mengandung dua monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic sedemikian rupa sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan alpha hidroksi keton. Pada sukrosa, walaupun tersusun oleh glukosa dan

[ 35 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

fruktosa, namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat, sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka, hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi benedict. Sehingga sukrosa juga tidak bersifat pereduksi.

b) Hal ini terjadi karena sukrosa (disakarida) mempunyai sifat yang lemah dalam mereduksi ion-ion Cu2+ dalam larutan tembaga (II) asetat, sehingga dalam uji barfoed sukrosa (disakarida) mengalami perubahan yang lambat dibandingkan glukosa (monosakarida).

XI. KESIMPULAN

1. Tes molish digunakan untuk menguji karbohidrat secara umum. Pada tes Molish ketiga cuplikan(amilum,sukrosa,glukosa) menghasilkan cincin warna ungu. Hal ini menunjukkan bahwa tes positif. Ada karbohidrat di dalam amilum, sukrosa, dan glukosa 2. Tes seliwanof didapatkan tes negatif. Karena perubahan warna pada cuplikan (amilum,sukrosa,glukosa) setelah dilakukan pemanasan selama 13 menit tidak terjadi. Karena waktu yang dibutuhkan melebihi 10 menit, maka tes dinyatakan negatif. 3. Tes barfoed digunakan secara umum untuk mengidentifikasi monosakarida dan disakarida. Tes barfoed ditunjukkan dengan adanya endapan merah bata (Cu2O) setelah pemanasan. Terdapat endapan merah bata pada pemanasan glukosa kurang dari 10 menit. Hal ini menandakan bahwa glukosa adalah disakarida 4. Tes tollens digunakan untuk mengidentifikasi bahwa gugus aldehid pada karbohidrat mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat. Tes positif ditunjukkan dengan adanya cermin perak (Ag) setelah pemanasan campuran. Setelah dipanaskan pada amilum + tollens tidak terbentuk cermin perak menandakan tidak adanya gugus aldehid (gula pereduksi). Tes positif ditunjukkan dengan adanya cermin perak (Ag) setelah

[ 36 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

pemanasan pada cuplikan sukrosa, glukosa, dan laktosa. Dalam ketiga cuplikan terdapat gugus aldehid (gugus pereduksi). 5. Tes Fehling digunakan untuk mengidentifikasi adanya gula pereduksi pada karbohidrat. Amilum menunjukkan tes negative (-). Sukrosa, glukosa, laktosa menunjukkan tes positif (+). Hal ini berarti pada sukrosa, glukosa, laktosa terdapat gula pereduksi. 6. Tes benedict didapat endapan merah bata (Cu2O) setelah pemanasan glukosa dan laktosa. Hal ini menandakan telah terjadi reaksi oksidasi pada glukosa (monosakarida) dan laktosa (disakarida) 7. Untuk menghidrolisis sukrosa digunakan tes benedict atau tes seliwanof. Sehingga dihasilkan dua monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa. 8. Tes iodine digunakan untuk mengidentifikasi reaksi hidrolisis pada pati. Campuran larutan pati dengan iodine memberikan warna biru tua pekat / biru keunguan pada larutan. Pada amilum yang telah ditambah asam,basa dan dilakukan pemanasan terjadi hidrolisis sempurna karena adanya perubahan pH. Pada amilum yang ditambah air dan dilakukan pemanasan terjadi hidrolisis amilum sebagian. Sedangkan pada sukrosa yang hanya ditambah air dan tidak dilakukan pemanasan tidak terjadi hidrolisis amilum. XII. DAFTAR PUSTAKA Fessenden, Ralph. J dan Joan S. Fessenden.1982.Kimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga.Jakarta:Erlangga Hidajati, Nurul dkk.2011.Penuntun Praktikum Kimia Organik 2.Surabaya:Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Fakultas MIPA, Unesa. Lehninger, Albert L,.1995.Dasar-Dasar Biokimia Jilid I.Jakarta:Erlangga

[ 37 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

LAMPIRAN

Tes Molish : Sukrosa, Glukosa dan Amilum

Tes Seliwanof

[ 38 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Tes Barfoed : Amilum, Glukosa dan Laktosa

Tes Tollens : Amilum , Laktosa, Glukosa dan Sukrosa

[ 39 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Tes Fehling : Amilum, Sukrosa, Laktosa, dan Glukosa

Tes Benedict : Amilum, Glukosa, Sukrosa, dan Laktosa

Hidrolisis Sukrosa

[ 40 ]

Laporan Resmi Praktikum Kimia Organik III Pengenalan Jenis Pengenalan Jenis-Jenis Karbohidrat

Hidrolisis Pati

[ 41 ]