Anda di halaman 1dari 5

2. ASPAL FINISHER (Asphalt Paver).

Finisher adalah alat yang digunakan untuk menghamparkan aspal olahan dari mesin pengolah aspal dan meratakan lapisannya. Alat yang rodanya crawler track ini dilengkapi dengan hopper yang tidak beralas, dibawah hopper terdapat pisau selebar hoppernya. Proses penghamparan dimulai dengan memasukkan as pal ke hopper, aspal langsung turun ke permukaan site dan disisir oleh pisau. Untuk mendapatkan kerataan yang diinginkan diatur oleh pisau tadi. Ketinggian hamparan aspal dapat mencapai sampai dengan 14 cm dalam keadaan belum dipadatkan. Produksi alat ini dapat mencapai 50 ton/jam dengan lapisan 5 cm dan kecepatan 1 - 1,5 meter /menit. dengan kecepatan tersebut, mesin cukup dijalankan dengan kekuatan 9 HP. Konstruksi alat ini cukup besar, sehingga untuk mengangkut ke site harus menggunakan trailer. Beton aspal yang dihasilkan oleh Barber Green Finisher, yang digunakan pada konstruksi besar harus memenuhi persyaratan yang cukup ketat, antara lain : a. Mempunyai stabilitas yang cukup tinggi. b. Mempunyai kekuatan gilas dan rata untuk dilewati kendaraan. c. Mempunyai sambungan memanjang dan melintang yang baik, sehingga tidak mengganggu stabilitas kendaraan yang melewatinya.

3. UNJUK KERJA FINISHER. Dalam pembangunan jalan raya, peran kerja Finisher sangat besar terutama pada pekerjaan perkerasan dan pelapisan ulang. Finisher juga dapat mengantisipa si segala macam jenis aspal. Peran finisher ini dapat dilihat dari beberapa contoh pekerjaan berikut ini. a. Pembangunan Jalan Baru : Pada pembangunan jalan baru finisher aspal akan mencampur material pada permukaan yang baru dibuat. Jalan baru biasa kondisinya baik, karena kerikil, batuan yang dipakai masih tinggi stabilitasnya. Bagi finisher pekerjaan ini ti dak rumit, karena sub-grade dibuat dengan baik, lereng tidak curam, base telah disiapkan dengan material yang baik juga. Bila permukaan base tidak beraturan akibat penghamparan pertama masih da pat diperbaiki pada hamparan kedua bersamaan dengan pemadatannya. b. Pelapisan Ulang Jalan Raya : Pelapisan ulang berarti pemberian lapisan bituminous yang sudah lama dan ja lan dalam keadaan tidak memenuhi syarat konstruksi jalan. Pelapisan ulang selain dilakukan pada jalan yang rusak, juga dilakukan untuk maksud memperpanjang usia jalan membuat lapisan anti slip. Karena finisher berjalan di atas permukaan, maka pada pekerjaan pelapisan ulang harus diper hatikan traksi crawler traktor tersebut. c. Menyelaraskan Perkerasan : Pada pekerjaan sambungan lapisan pada lapisan lama, penggunaan sedikit

overlap akan mencegah pengurangan tebal. Saat penyelarasan lapisan dilaku kan, tebal overlapping harus cukup sehingga pemadatan ulang dari roller akan membuat lapisan baru turun hanya sampai level lapisan lama, karena akan terjadi pertemuan dan sobekan di bawah screed. 4. PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI FINISHER. ======================================================= Lebar Penghamparan Uraian Satuan 2,50 8,50 4,24 8,50 Mekanis Otomatis ----------------------------------------------------------------------------------------------Perkiraan umur pakai tahun 8 8 Perkiraan jam pakai jam/tahun 700 700 Kapasitas mesin HP 9 188 67 138 Nilai beli alat US $ 20.000 150.000 850.000 165.000 ========================================================

E 02. ASPHALT FINISHER (ASPHALT PAVING MACHINE) Data spesifikasi alat: - Kapasitas hopper : Cp = 10 ton - Tenaga penggerak : Pw = 72,40 HP - Kapasitas lebar penghamparan : b = 3,15 meter - Kapasitas tebal penghamparan : t = 0,25 m (max.) - Kecepatan menghampar : v = 5,00 m/menit Faktor efisiensi kerja : Fa = 0,83 (diambil kondisi kerja yang paling baik) 2. a. Kapasitas produksi / jam (berdasarkan luas hamparan) = Q1 Q1 = v x b x Fa x 60 = 5,00 x 3,15 x 0,83 x 60 Q1 = 784,35 (m2) Koefisien alat / m2 = E 02 = 1 : Q1 = 1 : 784,35 E 02 = 0,0013 (Jam) 2. b. Kapasitas produksi / jam (berdasarkan volume hamparan kondisi padat) = Q2 Q2 = v x b x Fa x 60 x t tebal hamparan t = 0,05 m (asumsi) = 5,00 x 3,15 x 0,83 x 60 x 0,05 Q2 = 39,22 (m3) Koefisien alat / m3 = E 02 = 1 : Q2 = 1 : 784,35 E 02 = 0,0255 (Jam)

Penghamparan campuran beraspal


Penghamparan campuran beraspal dilakukan dengan alat penghampar mekanis bermesin (finisher). Secara garis besar pemeriksaan yang dilakukan pada saat penghamparan adalah : a) Pemeriksaan kesiapan alat penghampar

Roda atau rantai baja (tracks) terpasang dengan baik. Tekanan roda yang kurang atau pemasangan rantai baja yang kurang kencang dapat mengganggu pergerakan finisher dan berakibat hasil penghamparan tidak merata. Roda pendorong (push roller) harus bersih dan dapat berputar dengan baik sehingga truk dan alat penghampar dapat bergerak beriringan. Penampung (hopper), sayap-sayap (wing hopper), penyalur (conveyor), pintu masukan penampung (flow gates), dan ulir pembagi (augers/screw) harus dapat bekerja dengan baik untuk menjaga kontinuitas aliran campuran beraspal. Kontinuitas aliran campuran beraspal yang terlalu sedikit atau berlebih dapat mempengaruhi tekstur dan keseragaman campuran. Pelat sepatu (screed) harus dipanaskan pada awal operasi, untuk mencegah hasil penghamparan yang tampak kasar dan bertekstur terbuka. Tinggi jatuh pemadat tumbuk dan pemilihan frekuensi penumbuk getar akan mempengaruhi tekstur permukaan yang diperoleh.

b) Pemeriksaan campuran beraspal secara visual Beberapa indikasi dari penyimpangan campuran beraspal dapat dilihat secara visual dan diperiksa sebelum dilakukan penghamparan, yaitu :

Berasap biru; asap biru yang keluar dari campuran berasapal di atas truk pengangkut atau terlihat pada pemasok (hopper) alat penghampar mengindikasikan terjadinya kelebihan panas (overheating). Campuran beraspal tampak kaku; tampak visual campuran beraspal yang kaku mengindikasikan campuran tersebut telah dingin. Permukaan campuran beraspal di atas bak truk tampak rata; pada umumnya permukaan campuran beraspal di atas bak truk membentuk bukit. Jika permukaan tersebut terlihat rata, maka kemungkinan campuran beraspal kelebihan aspal atau kadar air. Campuran beraspal tampak kering / berwarna coklat; campuran yang mengandung terlalu sedikit aspal biasanya tampak kering dan berwarna kecoklatan. Campuran beraspal beruap; campuran beraspal masih mengandung kadar air. Kelebihan kadar air juga akan menyebabkan campuran beraspal terlihat seperti kelebihan aspal. Segregasi; segregasi mungkin terjadi akibat kesalahan penanganan. Terkontaminasi; campuran beraspal dapat terkontaminasi solar yang disemprotkan pada dasar bak truk. Campuran beraspal juga dapat terkontaminasi plastik atau lainnya.

c) Pelaksanaan penghamparan

Jika diperlukan pengaturan screed (perubahan ketebalan), maka harus dilakukan secara bertahap. Jika diperlukan penambahan lebar penghamparan, maka pada bagian pelebaran tersebut harus terjangkau ulir pembagi untuk menghindari terjadinya segregasi. Pekerjaan manual dengan penebaran hanya boleh dilakukan jika penghamparan dengan alat finisher sulit atau tidak bisa dilakukan dengan baik. Penebaran dengan tangan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya segregasi. Selama pelaksanaan penghamparan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Temperatur campuran beraspal harus diperiksa pertama kali di atas truk, kemudian di periksa kembali setelah penghamparan sebelum pemadatan. Tekstur permukaan harus seragam dan baik. Tekstur yang kurang baik dapat disebabkan oleh campuran beraspal terlalu dingin, jika terjadi pada awal penghamparan kemungkinan pelat screed tidak dipanaskan. Kerataan permukaan harus sesuai. Penghamparan yang tidak menerus dapat menyebabkan permukaan tidak rata pada sambungan. Gradasi yang tidak sesuai, perubahan kecepatan penghamparan, dan dorongan dari truk saat pengisian juga dapat menyebabkan permukaan tidak rata. Kemiringan melintang dan memanjang harus diperhatikan terlebih pada daerah tikungan Sambungan melintang dan memanjang harus dibuat tegak lurus. Metoda yang dilakukan dapat berupa pemotongan sambungan sebelum dimulainya penghamparan, atau dengan menaruh balok atau kertas pada bagian sambungan.

Asphalt Finishers Alat ini berfungsi untuk menghamparkan processed dari maxing plant untuk mendapat lapisan yang merata. Asphal finishers mempunyai roda kelabang (crawler track) dan roda ban. Untuk menumpang processed material, pada asphal finisherts terdapat pulsa seperti hopper tetapi tidak mempunyai atas sehingga pulsa murah pavements yang dituangkan dari pulsa elektrik langsung ke bawah. Dibahagian belakang terdapat pisau selebar hopper diatur sedemikian rupa sehingga tingginya dari permukaan antara 0-14 cm (belum padat) menurut diinginkan. Pada saat asphal finisher berjalan pulsa murah yang terdapat dalam hopper tertahan dan hanya setinggi pisau saja yang lolos merupakan hasil terakhir dari pekerjaan asphal fisnishers. Dalam pekerjaan harus pula diperhatikan temperatur terutama sekali pada waktu penggilasan dan pada waktu penghamparan asphal karena dapat berpengaruh pada hasil yang akan dicapai untuk asphal ATB berat jenis bahan 2,27 ton/ m3. Produk asphal finisher mencapai 50 t/jam dengan tebal lapisan 5cm kecepatan 1-1,5 m/menit dengan lambatnya kecepatan diangkut dengan trailer. Ada dua jenis Asphalt finisher yang umum dipakai pekerjaan struktur jalan raya yaitu : 1.Asphalt finisher menggunakan roda kelabang (crawler track finisher) 2.Asphal finisher yang menggunakan roda ban 3. Tempat dan Wilayah Kerja pulsa Berat Agar rencana kerja dan teratur harus dipelajari dengan teliti keadaan lapangan atau wilayah dari empat proyek tersebut dilaksanakan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah : 1.Jalan-jalan dan pengangkutan yang ada Ada 3 (tiga) kemungkinan untuk mengangkut alat-alat berat kelokasi kerja yaitu : a.Lokasi kerja terjangkau oleh sarana jalan ada

b.Lokasi kerja dilalui oleh jalan kereta api c.Daerah itu belum memiliki sama sekali maupun jelur kereta api terdekat yang mampu menjangkau lokasi kerja. 2.Keadaan flora dilokasi kerja Pada dasarnya yang tumbuh dilokasi kerja perlu diteliti, apakah hutan belukar, semak-semak, rawahrawah, pohon-pohon besar akarnya kuat dan lain sebagainnya, sehingga dapat ditentukan pulsa apa saja yang perlu dipakai dan berapa lama pelaksanaannya dan beberapa besar biayanya. 3.Macam pulsa murah dan perubahan pulsa murah Pada dasarnya perpindahan tanah dan pembukaan lokasi merupakan suatu pekerjaan untuk meratakan suatu daerah, maka sebaiknya penggalian sama dengan penimbunan. Kebanyakan tanah akan bertambah volumenya + 30% kalau di gali dan tanah berkurang + 10 % kalau sudah didapat ditempat lain. Faktor ini sangatlah penting, selain itu juga ada suatu hal yang dapat diabaikan saja yaitu sifat-sifat tanah tersebut kering, keras atau lunak, lengket atau tidak dan lain sebagainya. Sifat-sifat tersebut akan mempengaruhi kerja pulsa yang dipakai dan lamanya pekerjaan yang harus dikerjakan. Tanah banyak mengandung humus disingkirkan atau dipindahkan untuk menutupi tempat lain ditimbun agar daerah tersebut dapat ditanami. 4.Indonesia yang menghambat pekerjaan adalah hujan, sehingga hari kerja menjadi pendek. Kalau hujan lebat maka tanah akan menjadi becek alat-alat tidak dapat bekerja dengan baik, untuk itu perlu adanya drainase sebagai satu alternatif pengeringan, sebaliknya pada musim panas akan timbul banyak debu. Selanjutnya panas dingin berlebihan juga akan mengurangi efisiensi mesin-mesin yang akan digunakan. 5.Ketinggian duri muka laut Disini yang akan berpengaruhi adalah kemampuan dari mesin akan dipakai karena tekanan udara yang rendah pada ketinggian besar, berdasarkan pengalaman tenaga diesel hilang karena semakin tingginya keadaan lokasi dan permukaan laut adalah 3 % untuk kenaikan tiap 1000 ft. 6.Kemiringan, jarak dan keadaan jalan Keadaan jalan akan berpengaruh terhadap daya angkut pulsa berat dipakai. Bila jalan baik, kapasitas kapasitas angkut dapat lebih besar dan pulsa bergerak lebih cepat. Kemiringan dan jarak harus diukur dengan teliti, karena hal itu akan menentukan waktu yang diperlukan untuk mengangkut material. Kecerobohan dalam menentukan kemiringan, jarak dan kondisi jalan akan menentukan jumlah pulsa murah yang dapat diangkut, dan menaikan ongkos atau biaya operasi. 7.Waktu Pekerjaan pemindahan tanah harus dikerjakan dalam waktu telah ditetapkan. Oleh karena itu kapasitas harian yang telah ditemukan harus dipenuhi. Disini dituntut pengetahuan yang cukup untuk memperkirakan kemampuan alat-alat berat dipakai, sehingga jumlah cukup untuk memenuhi kapasitas harian tersebut. 8.Ongkos-ongkos Operasi Ongkos Tetap: Asuransi, Depresi, Pajak dan bunga Ongkos operasi : Upah pengemudi, pemeliharaan dan lain lains