Anda di halaman 1dari 13

Makalah Interaksi Belajar Mengajar

Disusun Oleh: Muhammad Yusuf Atmaja D0210-600

JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

2011/2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan menyelesaikan makalah ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Interaksi Belajar Mengajar sebagai tugas semester 3. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Sragen, 31 Oktrober 2011 Penyusun

i DAFTAR ISI 1. Halaman Judul 2. Kata Pengantar 3. Daftar Isi 4. BAB I PENDAHULUAN 1. 1 2. Latar Belakang Rumusan masalah 1 3 i ii iii 1

5. BAB II PEMBAHASAN 1. 3 2. 3. 4. Metode Demonstrasi dan Eksperimen Metode Demonstrasi Metode Eksperimen Gabungan Metode Demonstrasi dan Eksperimen 9 9

3 5 7

6. BAB II PENUTUP Kesimpulan 7. Daftar Pustaka 10

BAB I ii PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar, pada lingkungan belajar tertentu untuk sasaran tertentu. Tiga tujuan belajar (Syaodih, E. 2008) adalah : 1. Mempelajari ketrampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran secara spesifik. 2. Mengembangkan kemampuan konseptual umum, mampu menerapkan konsep yang sama atau berkaitan dengan bidang lain 3. Mengembangkan kemampuan dan sikap pribadi yang secara mudah dapat digunakan dalam segala tindakan kita Untuk mencapai tujuan tersebut, maka belajar harus efektif, yaitu menyenangkan dan bermakna. Karena itu perlu dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran, modelmodel pembelajaran dan metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta didik secara optimal sehingga seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya, masyarakatnya dan bangsanya (memenuhi tujuan Pendidikan Nasional). Dari berbagai macam metode mengajar yang ada, perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu

metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain.

2. RUMUSAN MASALAH Untuk mencapai tujuan tersebut, maka belajar harus efektif, yaitu menyenangkan dan bermakna. Karena itu perlu dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran, modelmodel pembelajaran dan metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta 1 didik secara optimal sehingga seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya, masyarakatnya dan bangsanya (memenuhi tujuan Pendidikan Nasional). Dari berbagai macam metode mengajar yang ada, perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain.

2 BAB II PEMBAHASAN

1. METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunakan peragaan yang ditujukan pada siswa dengan tujuan agar semua siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperolehnya dan dapat belajar mengalami suatu proses dan menganalisa proses tersebut.

2. METODE DEMONSTRASI
Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau instrumen tertentu kepada siswa. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains dan teknologi, misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa yang terjadi jika suatu balon berisi air bakar dengan api dsb. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi : 1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas. 2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.

3. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. 4. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat membangkitkan minat siswa. 5. Guru harus dapat memperagakan demonstrasi dengan sebaik-baiknya, karena itu guru perlu mengulang-ulang peragaan di rumah dan memeriksa semua alat yang akan dipakai sebelumnya sehingga sewaktu mendemonstrasikan di depan kelas semuanya 3 berjalan dengan baik.

Kelebihan metode demonstrasi adalah:


1. Perhatian anak didik dapat dipusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh

guru dapat di amati.


2. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan, jadi

proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
3. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar. 4. Dapat menambah pengalaman anak didik. 5. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan. 6. Dapat mengurangi kesalah pahaman karena pengajaran lebih jelas dan kongkrit. 7. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna

ikut serta berperan secara langsung.

Kelemahan metode demonstrasi adalah:


1. Memerlukan waktu yang cukup banyak 2. Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien 3. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli alat-alatnya 4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit 5. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.

Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:

a. Perencanaan Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah : 1. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang

diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir. 2. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di 4

laksanakan. 3. 4. -

Memperhitungkan waktu yang di butuhkan. Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah : Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang

baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas 5. Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik

b. Pelaksanaannya: Hal-hal yang di lakukan adalah : 1. 2. 3. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar

mencapai sasaran 4. Memperhatikan kedaan siswa, apakah semuanya mengikuti demonstrasi

dengan baik 5. 6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif Menghindari ketegangan

Evaluasi : dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut, baik di sekolah ataupun di rumah.

3. METODE EKSPERIMEN

Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. Metode Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi. Perbedaan metode demonstrasi dengan metode eksperiman adalah siapa yang melakukannya. Pada metode demonstrasi yang melakukan kegiatan terutama adalah guru, 5 tetapi pada metode eksperimen yang melakukan kegiatan terutama adalah siswa. Kedua metode ini seringkali digabungkan bersama-sama, yaitu setelah guru mengadakan demonstrasi di depan kelas, maka setelah itu giliran siswa sendiri yang melakukan demonstrasi tersebut. Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen: 1. Persiapkan terlebih dahulu alat-alat yang di butuhkan 2. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen 3. Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya 4. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn kebenaranya 5. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis.

Kelebihan Metode Eksperimen: 1. Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan 2. Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik

Kekurangannya Metode Eksperimen:


1. Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini 2. Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.

Langkah-langkah metode eksperimen: 1. Menerangkan Metode Eksperimen 2. Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat 3. Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catatdan variebel-variebel apa yang harus di control 4. Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses 6 kegiatan, dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murit.

4. GABUNGAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN Metode Demonstrasi dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila: 1. Untuk memberikan latihan keterampilan tertetu pada siswa. 2. Untuk memudahkan penjelasan yang di berikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil dan melakukannya. 3. Untuk membantu siswa dalam memahami sesuatu proses secara cermat dan teliti.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Metode Demonstrasi dan Eksperimen 1. Lakukan Metode Demonstrasi dan Eksperimen dalam hal-hal yang bersifat

praktis dan urgent dalam masarakat 2. Arahkan pendemonstrasian dan eksperimen agar murid-murid

mendapatkan pengertian yang jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis 3. 4. Usahakan agar semua anak dapat mengikuti demonstrasi dan eksperimen Berilah pengertian sejelas-jelasmya landasan teori dari apa yang hendak di

demonstrasikan maupun di eksperimenkan

Kelebihan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ini adalah: 1. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang di Demonstrasikan atau di Eksperienkan

2. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat 3. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen 4. Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil kesimpulan karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang di adakan atau eksperimen.

Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah: 1. Persiapan dan pelaksanaannya memakan waktu lama 2. Metode ini tidak efektif apabila tidak di tunjang dengan peralatan yang lengkap 7 sesuai dengan kebutuhan 3. Sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya

Metode demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa Metode Eksperimen adalah suatu metode di mana murid melakukan pekerjaan akademis dalam mata pelajaran tertentu dengan menyaksikan peragaan-peragaan tersebut. Hasil yang maksimal akan diperoleh kalau kedua metode ini digabungkan bersamasama, hanya saja guru harus tetap memperhatikan kekurangan dan kelebihan metode ini dan juga bahwa metode ini bukan metode yang sempurna, karena metode ini hanya tepat jika digunakan untuk materi-materi tertentu saja, sedangkan untuk materi yang lainnya harus menggunakan metode pembelajaran yang lain agar hasilnya dapat efektif.

BAB III 8 KESIMPULAN

1. Perlu dicoba oleh guru untuk menerapkan hanya satu metode, yaitu hanya

metode demonstrasi atau hanya metode eksperimen lalu membandingkan hasilnya jika digunakan gabungan metode demonstrasi dan eksperimen, sehingga bisa menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi guru. 2. Hasil akhir dari metode ini perlu dirumuskan lebih mendetil lagi sehingga setiap variabel dapat terukur dan dapat dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya. 3. Keberhasilan metode demonstrasi dan eksperimen dengan pelajaran yang diberikan tergantung dari kreativitas guru dan juga pemahaman guru untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk percobaan sederhana. Untuk ini, guru dituntut untuk lebih banyak belajar dan mencoba mengembangkan ide-ide baru yang dapat merangsang minat siswa untuk belajar. 4. Karena metode ini tidak bisa diterapkan untuk semua materi , maka guru dituntut untuk mengerti dan menerapkan berbagai metode pembelajaran sehingga potensi dan kemampuan peserta didik dapat digali dan ditingkatkan secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA 9

Hurrahman,

F.

2008.

Metode

demonstrasi

dan

eksperimen.

Dari

http://udhiexz.wordpress.com Arifani, I.N. 2008. Metode demonstrasi dan eksperimen. Dari http://irfanna.blogspot.com Suhirman, S.Ag. 2008. Model-model pembelajaran. Dari http://mitrapulsa.com Yosuke, T. 2008. Metode pembelajaran. Dari http://yastaki56.spaces.live.com Tobing, M. 2008. Peranan metode dalam strategi belajar mengajar. Dari http://202.152.33.84/

10