Anda di halaman 1dari 12

Ada apa dengan Sifat Sholat Nabi Ada apa dengan Sifat Sholat Nabi (1)

Subject: Ada apa dengan Sifat Sholat Nabi (1) ??? Seri Buku-buku sholat (1) Prakate: Segala puji hanya bagi Allah Rabbul Alamin,shalawat serta salam Allah semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang paling mulia, penutup para nabi-nabiNya, juga kepada segenap keluarga,shahabat dan ikhwan-nya yang berpegang teguh dengan sunnahnya dan berpedoman kepada petunjuknya hingga hari pembalasan. Risalah ini anggap saja sebagai resensi,atau informasi tambahan yang mungkin berfaedah bagi kaum muslimin dalam menelaah buku-buku yang menjadi kebutuhan mereka,seperti dalam sholat.Sebagaimana pernah ditanyakan oleh salah satu member di mailist yang kita cintai ini.Adapun rencananya berseri, Insya Allah,akan tetapi kadang rencana manusia sering luput, oleh karena itu buru-buru pasang kata maaf bila serialnya lambat atau malah lenyap,atau tak lolos seleksi oleh admin (karena tulisannya jelek).Besar harapan ada yang mau menyisihkan waktu untuk mengoreksi atas kesalahan tulisan,maklumlah cuma sekedar meneruskan info.Dan tak lupa kami haturkan syukron bagi moderator atas kerjasamanya, Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan. Kali yang pertama adalah buku dari pakar Ilmu hadits, pembela panji-panji sunnah Al Imam Al Muhaddits Al Albaani rahimahullahu :Shifat sholat nabi.

Selamat membaca Karang tengah@06/10/2003 Agung Priadi alias abuismail Apriadi27@yahoo.com ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

A.Buku-buku karangan Al Imam Al Allamah al Muhaddits Al Albaani rahimahullahu Sebagai Imam panutan kaum muslimin dizaman ini,maka tak pelak lagi beliaulah yang pantas didepankan untuk ditelaah dalam hal keilmuan dan khidmatnya terhadap

sunnah sebagai sumbangsih beliau yang nyata dalam karya dan dakwah,dan inilah diantara karya-karya beliau[#1] (berkaitan dengan sholat):

1) Shifatu sholaati an-Nabi Shalallahu alaihi wa sallam min at Takbiir ila asSalaam Kannaka Taraaha (=sifat sholat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dari takbir sampai salam seolah-olah kamu melihatnya) Adapun kitab induknya (masih dalam bentuk manuskrip -belum dicetak- berisi takrij yang terperinci) yakni Shifat Sholatin Nabiyyi Shalallahu alaihi wa sallam Al Ashli aw Al Kabiir,dan mulakhosnya (ringkasannya) adalah Talkhiis shifat Shalat an Nabiyyi Shalallahu alaihi wa sallam (=Ringkasan sifat shalat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam) Termasuk juga yang masih berkaitan dengan kitab tsb adalah bantahan atas Syaikh Tuwaijiri:Kitab Ar Raddu 'ala Risalah asy Syaikh at Tuwaijiri fi Buhuts min Shifat asSholat.

Syaikh Al Albaani rahimahullahu berkata: "Tatkala aku tidak menemukan sebuah kitab yang lengkap dalam bab ini (shalat),maka aku melihat merupakan kewajiban atas diriku untuk menyusunnya demi kepentingan saudara-saudaraku kaum muslimin,yaitu bagi mereka yang mana perhatiannya dalam beribadah selalu tercurahkan kepada "Al Iqtidha" (meneladani) Nabi mereka Shalallahu alaihi wa sallam ,dari takbir hingga salam.Dengan demkian ,mudah bagi mereka mendapati diantara orang-orang yang benar-benar mencintai Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam ,untuk mewujudkan perintah beliau dalam sebuah hadits:"Shalatlah sebagaimana kamu melihat shalatku" (HR Bukhari & Muslim dan lainya) Itulah yang melatarbelakangiku,sehingga bersungguh-sungguh (dalam masalah ini),dan terus menelusuri hadits-hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam,yang berhubungan langsung dengan apa yang menjadi tujuan dan maksudku,dari berbagai kitab-kitab hadits.Maka hasilnya adalah munculnya kitab yang berada dihadapan anda." (Lih. Mukaddimah "Shifat sholat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam,hal 40)

KITAB FENOMENAL Fenomenal, itulah singkat kata yang menggambarkan tentang kitab ini. Dan didalam mukaddimahnya ada pembahasan yang sangat berkesan (khususnya bagi saya) tentang pandangan para imam dunia kaum muslimin seperti Imam Abu Hanifah,Imam Malik,Imam AsSyaf'I dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullahu

untuk mengikuti sunnah dan meninggalkan yang menyalahi sunnah,dan meninggalkan sebagian pendapat para imam demi mengikuti sunnah.Sungguh Syaikh rahimahullahu telah mengumpulkan pembahasan tersebut sehingga menjadi terang keterangan tentang pedoman para imam dengan manhaj mereka yang lurus untuk tetap menomorsatukan sebaik-baiknya petunjuk yakni petunjuk Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam,membebaskan diri agar tidak ta'ashub mazhabiah yang menjadi penyakit kronis umat dan memperingatkannya akan hal itu.Walhamdulillah. Bacalah, amat sangat bermanfaat .

Dan ternyata kitab ini laris manis,sampai-sampai Al Ustadz Zuhair Asy Syawizy,sohibul Al Maktab Al Islamy ngedumel:"Bahkan para pencuri lebih banyak lagi mencetaknya."Terbitan Al Maktab Al Islamy sendiri telah lebih dari 10 kali cetak (tepatnya 14x,spt yang dilansir dalam mukaddimah cet Maktabah Al Maarif), sebelum akhirnya mandat tsb dicabut (tidak mau bekerja sama lagi ,menarik semua kitab-kitab) oleh Syaikh rahimahullahu karena beberapa sebab [#2].Bagitu juga dengan cetakan Maktabah Al Maarif sebagai edisi revisi bernasib sama laris manis ,adapun juga edisi Indonesia tak kurang laris-laris juga[#3].

Berkata Syaikh Masyhur Hasan Salman:....Oleh karena itu beliau menjadi rujukan bagi siapa saja dari berbagai mazhab dan kelompok.Misalnya ,kitab beliau yang tiada duanya yang telah dicetak sebanyak 20 kali sampai sekarang :Shifat Sholat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam ,....."(al Ashalah,makalah Syaikh Masyhur Hasan 23/36, lih :Syaikh Al Albaani dalam kenangan :81)

Catatan kaki: [#1] Daftar kitab-kitab yang ditulis oleh beliau rahimahullahu dapat dilihat pada buku Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany dalam kenangan , penulis Umar Abu Bakar, penerbit At Tibyaan; penerjemah Ustadz Abu Ihsan, Bab VIII ;apa kata mereka ttg Syaikh Al Albaani? [#1]Juga dapat dilihat dalam buku yang disusun oleh Al Ustadz Mubarok Bamuallim hafidzhahullah: Biografi Syaikh Al Albani hal 176, penerbit Pustaka Imam Syafii. Dalam mengomentari karya tulis peninggalan Imam Al Albaani ,al Allamah Rabi' bin Hadi al Madhali berkata:"Hasil usaha dan jerih payahnya yang disumbangkan kepada Islam,telah membuktikan kepemimpinan dan keimamannya,ia telah memberi saham dalam jumlah besar yang diwujudkan dalam bentuk khidmah kepada sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam.Kitab-kitab besar dalam jumlah besar telah diwariskannya kepada ummat ini,sesuatu yang sulit bagi seseorang di zaman ini untuk menyamainya kecuali para salafus sholih."(Lih.AdzDzabbul Ahmad) [#2] Dalam mukkadimah cetakan baru ke-2 Maktabah Al Maarif (1417H1996M),mulai hal 3 dan seterusnya diuraikan sebab-sebab mengapa syaikh

rahimahullahu tidak mau lagi bekerja sama dengan Al Maktab Al Islamy ,diantaranya:-hilangnya tambahan penting karena kelemahan dan kebodohan pengawasan proses percetakan,menunjukkan ketidakseriusan;spt hilangnya lafadz do'a iftitah sejak cet 10.Secara ringkasnya: Satu:Pihak penerbit (Al Maktab Al Islamy) melakukan tambahan-tambahan mengada-ngada Dua:Permasalahan hak cipta,rasa iri sehingga berentetlah penerbit Al Maktab Al Islamy membuat jelek kitab-kitab Syaikh : seperti Adabuz Zifaf (karena ada penerbit lain yakni Al MaktaBAH Al IslamiYAH milik Nizham Sakjaha-yang dijinkan untuk mencetaknya) dengan membuang seluruh muqoddimah yang penting,menjadi kerugian bagi pembacanya.Juga dalam kitab Shahihul Kalimatut Thoyyib (penerbit lain :Maktabah Al Maarif),maka Al Maktab Al Islamy mencetaknya juga dengan membuang muqaddimah bahkan menggantinya dengan kata-kata palsu dan dusta yang tentu tanpa izin penulisnya (Syaikh Rahimahullahu) Tiga: Mengubah-ubah tahun cetakan kitab dan muqaddimah yang telah dibuat penulisnya. Empat:melakukan pembuangan dan penambahan seolah-olah dia (yakni pemilik Al Maktab Al Islamy) sendirilah pengarangnya.,memberikan catatan kaki tanpa faedah semata-mata hanya bisnis dan hawa nafsu saja. Ke-5 kedzalimannya (Al Maktab Al Islamy) ttg hak cipta ,tidak memiliki amanah ilmiah mengubah muqaddimah,juga dalam takrij, serta menambahkan tambahan dengan kebodohan dalam terbitan barunya yang sangat jelek spt : Shahihul Jami. Dalam mukaddimah Jilbab Maratis Sholihah (al Maktabah Al Islamiyah-milik Nizham Sakjaha) Syaikh rahimahullahu mengatakan: Dulu ,saya pernah memberikan hak mencetak untuk cetakan ke-2 kepada pemilik Al Maktab Al Islamy -Zuhair Asy Syawisy.Yang bersangkutan telah mencetaknya beberapa kali dengan mesin offset.Saya menemukan cet 6 ,disitu saya temukan baris pertama hal 49,telah hilang.Saya tidak tahu jika ia tetap mencetaknya,sekalipun saya telah mengingatkannya untuk tidak mencetak ulang buku saya,baik berupa catatan baru maupun sekedar mengkopi yang lama.Karena setelah hijjrah ke Amman,saya mengetahui bahwa ia telah melanggar amanah,baik yang bersifat ilmiah,materi maupun hak saya sebagai sahabat saya tidak mengatakan hak sebagai Syaikh,sebagaimana yang dia (Zuhair Asy Syawisy ) katakan terhadap saya- , Saya telah merinci penjelasan mengenai perilaku kedua orang itu (yakni pembajak buku,dan Zuheir Asy Syawisy- merubah-rubah format demi isi perut), dalam mukaddimah cetakan baru dari kitab :At Tankil cet baru Maktabah Al Maarif,ia melakukan banyak dan banyak sekali perilaku-perilaku semacam ini yang dipaparkan dalam mukadimah-mukadimah buku-buku berikut ini: -Shahih kalimatut Thoyyib cet baru Maktabah Al Maarif,-Mukhtashar Shahih Muslim tulisan Al Mundziri cet baru Al Maktabah Al Islamiyah ,-Al Muktashar Shahih Bukhari jilid 2 Dar Ibnul Qayyim

Dengan demikian WARNING juga bagi pembaca di Indonesia atas peringatan Syaikh terhadap terbitan Al Maktab Al Islamy (Zuhair Asy Syawisy) ,khususnya untuk bukubuku karangan Syaikh rahimahullahu.

[#3] Terbitan edisi Indonesia adalah: 1. Dengan master terbitan Al Maktab Al Islamy Penerbit Gema Risalah Press judulnya Sifat Shalat Nabi,cover warna biru gelap. 270+ x hal,ukuran 21 cm,harga Rp.9.000 (2 tahun lalu),master kitab aslinya terbitan Al Maktab Al Islamy cet 8.Tak kurang sejak tahun 1985-1996 Penerbit Gema Risalah Press telah 16 kali naik cetak!!, Ada juga penerbit lain (kurang terkenal) dengan master terbitan Al Maktab Al Islamy cet 7,saya melihatnya di Gramedia Blok M, selain itu ada juga cetakan sebesar buku saku (sekitar thn 93) saya tidak ingat lagi dan jarang dipasaran.Untuk penerbit Pustaka Firdaus (2002) belum dapat bahan diuraikan rinci 2. Dengan master terbitan Maktabah Al Maarif cetakan ke-2 (yang saya punya) edisi revisi (al Jadidah) 1996M-1417H, 225 halaman: Edisi Indonesia penerbit Media Hidayah, 256 halaman,21 cm harga dipasaran Rp.12.500.Kata pengantar sudah sampai edisi tiga,namun cetakan saya kurang paham dengan arti rangkaian angka 6 sampai 15 (?). Catatan: Sebanyak 8 halaman mulai 27-34 tidak diterjemahkan, berisi tentang mukaddimah cetekan 10 dan mukaddimah cetakan 5 , padahal isinya berkaitan erat dengan tanggapan syaikh terhadap beberapa masalah. Sebagai tambahan Informasi juga, ada kesalahan yang cukup menggangu, yakni terjemahan pada catatan kaki no.92: ..Lafazh yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas berbunyi:"Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam shalat 2 rakaat TANPA membaca Al Fatihah pada rakaat tersebut."HR.Ahmad,..dan seterusnya. Seharusnya: "Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam shalat 2 rakaat tidaklah membaca didalam kedua rakaat itu kecuali Fatihatul Kitab" (dalam kitab aslinya hal 107: Anna Rasulallahu Shalallahu alaihi wa sallam sholla rak'ataini lam yaqra' fihima illa bifatihatil kitab).

Bersambung (2) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Agung Priadi alias abuismail ; email: Apriadi27@yahoo.com Karang tengah@06/10/2003 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Syaikh Muqbil berkata: Sebelumnya aku pernah ditanya apakah penshahihan dan pendhaifan dari Syaikh Al Albaani dapat diterima??Aku menjawab:Tidak ada halangan bagi siapa saja menerima penshahihan dan pendhaifan hadits dari beliau, karena beliau adalah orang yang tsiqat, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,maka periksalah dengan teliti."(QS 49:6) Mafhum dari ayat ini adalah :apabila seorang tsiqah datang kepada kita dengan membawa berita hendaklah kita menerima beritanya.ini bukan termasuk taklid seperti yang dijelaskan oleh AshShan'ani dalam kitab Irsyadun naqqad ilaa taisiril ijtihad. (Asy Syaibaani II/554)

Seri Buku-buku sholat (1)

TOKOH-TOKOH Yang terlibat Maksud dari tokoh disini, adalah yang dibicarakan Syaikh dalam kitabnya sebagai hiwar,atau tanggapan atas komentar kritikan mereka dalam kitab Shifat Sholat Nabi.Sepertinya manhaj penulisan syeikh adalah menuangkan hal tersebut di bagian mukoddimah cetakan,selain menerangkan adanya informasi lain seperti adanya perbaikan-perbaikan.atau penambahan-penambahan lain dari cetakan sebelumnya.Tokoh tsb: 1. Syaikh Hamud Ibnu Abdillah At Tuwaiziri Al Hanbali An Najdi seorang ulama ahlussunnah dari Hijaz (Saudi),dalam cetakan ke-5 dibahas sekitar 13 permasalahan ,secara gamblang telah diuraikan dalam cetakan tersebut jawaban-jawabannya.Dan secara khusus ditulis kitab bantahan Kitab Ar Raddu 'ala Risalah asy Syaikh at Tuwaijiri fi Buhuts min Shifat asSholat.

2. Zuheir Asy Syawisy,pemilik Al Maktab Al Islamy (dilansir pada cetakan revisi terbitan Maktabah Al Maarif) berkaitan peringatan Syaikh terhadap kesalahan dan kecurangannya, semoga (dia) mau bertobat kepada Allah dari kezaliman terhadap seseorang yang ia anggap sebagai gurunya (lih. Catatan kaki no #2, postingan awal) 3. Seorang pengikut mazhab Hanafi dan orang yang fanatik terhadapnya (tidak disebutkan secara ekspilisit), berkenaan dengan masalah : bersedekap dengan meletakkan tangan kiri dan tangan kanan pada dada. 4. Syeikh Abdullah Ghumari[#4] dgn risalahnya Al Qaulul Muqni fir Raddi Ala Al Albaani Al Mubatdi (lihat judulnya saja kelihatan siapa dia-ap).Syaikh Rahimahullahu mengatakan: Risalahnya yang telah ditulis isinya penuh dengan makian dan balas dendam secara bathil.Selayaknya risalah itu dia beri judul Al Qaulul Muqdzi karena didalamya penuh dengan caci,maki,umpatan,celaan,dan berbagai pemberian gelar secara dusta dan bohong.Hal itu telah saya (Syaikh Al Albaani rahimahullahu) kemukakan sebagiannya pada mukaddimah kitab Al Haditsu Adhoifah juz 3 hlm.8-44 a. Ghumari menolak kebenaran menyebut nama sahabat dengan Nabi dalam kalimat-kalimat shalawat yang diucapkan orang dlam khutbah atau dalam pendahuluan-pendahuluan penulisan buku.Sikapnya ini SEJALAN dengan sikap Syiah,sekalipun dia sendiri tidak menjadi golongan mereka. b. Anggapannya membolehkan tambahan lafaz sayyidina pada shalawat Ibrahim,padahal menyalahi ajaran Nabi Shalallahu alaihi wa sallam seperti yang tersebut dalam kitab ini (shifat sholat Nabi) c. Gelap mata dan menyatakan bahwa saya (Syaikh Al Albaani) sebagai orang yang dangkal pikiran dan lemah dalam mengambil istimbat.Dan al Ghumari pura-pura bodoh seperti yang sudah menjadi kebiasaannya dalam menolak kebenaran dan ketidak mampuannya dalam mentakhrij hadits. d. Perbuatan lainnya yang merupakan kebusukan dan tipu daya muslihatnya kepada para pembaca adalah pernyataannya pada halaman 15,..dan seterusnya. (dapat dilhat dalam mukaddimah,seru & menarik) Sebagai contoh: Kesombongan dan penolakan al Ghumari terhadap kebenaran dan oleh ahli hadits KUALITAS orang semacam ini TAK DIAKUI- ,adalah ketika menolak alasan-alasan saya (Syaikh Al Albaani) yang menguatkan perkataan Ibnu Masud yang merupakan tauqif dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam , karena berdasarkan riwayat Aisyah,beliau telah mengajarkan kepada para shahabat bacaan tasyahud shalat dengan kalimat Assalamu alan Nabiyyi Kalimat tersebut dinisbatkan pada dua sumber kitab yang masih ditulis tangan YANG TIDAK PERNAH DILIHAT oleh al Ghumari,sehingga ia membuat pernyataan: Ucapannya ini menunjukkan bahwa dia (Syaikh al Albaani) orang yang sangat bodoh.Sungguh aneh dia menyebut riwayat Aisyah diriwayatkan oleh Siraj dan

Mukhallas.Semoga Allah membersihkan kebodohan dari diri Al Albaani,sebab riwayat tersebut sebenarnya diriwayatkan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan Mushannaf AbdurrRazaq. Komentar saya (Syaikh Al Albaani):Pembaca yang budiman harap memperhatikan betapa celanya si PENDENDAM ini.Bagaimana ia menuduh diriku sebagai orang bodoh hanya karena saya menampilkan 2 sumber kitab yang tidak diketahuinya.Selanjutnya ,dia memberikan sanggahan begitu kasar terhadap jawaban yang seharusnya dia terima dengan baik dan yang seharusnya ia tunduk pada kebenaran bersama saya (syaikh Al Albaani) atau ia memberi jawaban secara ilmiah KALAU MEMANG DIA MAMPU.Akan tetapi ,sayang sekali ternyata dia terjerumus dalam kebodohan sehingga namanya menjadi tercoreng moreng.Maka hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. (Mukaddimah hal 21,Maktabah Al Maarif) 5. Dilansir juga nama : Ahmad bin Masud asSiyabi ,seorang pengikut Syiah Ibadiyah -yang terkenal sebagai golongan yang menyimpang dari Sunnah Shalallahu alaihi wa sallam-, menulis risalah :Risalah fi rafI wadh Dahmmi fish Shalati.Dia menganggap hadits-hadits ttg mengangkat tangan dan bersedekap dalam shalat semuanya lemah atau palsu (hal 140),padahal ia tahu dari Kitab Nailul Author karya Imam Syaukani,bahwa hadits-hadits tsb adalah mutawatir dan sebagian diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.Akan tetapi ia melakukan perbuatan busuk dalam mengkritik dan menukil hadits.

Khatimah Syaikh Masyhur Salman berkata: Sebagaimana beliau (syaikh Al Albaani) selalu membahas masalah-masalah fiqh dalam halaqah dan pelajaran beliau.Beliau telah menulis sejumlah buku dalam babbab fiqh yang sarat pelajaran,sangat dibutuhkan umat dan membuat gembira para penuntut ilmu.Beliau mengumpulkan pendapat-pendapat ulama,menyebutkan dalildalil dan menshahihkan serta memilih pendapat yang kuat,menimbang dan meneliti tuntas furu-furu bab tersebut,sehingga nyaris menutup ide bagi orang-orang yang datang kemudian untuk menulis[#6] dalam bab yang sama.(al Ashalah,makalah Syaikh Masyhur Hasan 23/36, lih :Syaikh Al Albaani dalam kenangan :81)

Dan Allah-lah yang Maha Mengetahui ---------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan kaki:

[#4] Tentang Al Ghumari,..?selain di mukaddimah shifat shalat nabi seperti diuraikan diatas,sanggah-menyanggah juga terjadi dalam kitab yang lain Syaikh Al Albaani Rahimahullahu menyebutkan kitab :Bidayatus Suul Fi Tafdhiil ar Rasuul,karangan Syaikh Izzudin bin Abdis Salam, yang ditahqiq dan ditakhrij beliau (lih no urut 17 daftar buku-buku syaikh Al Albaani pada #1, postingan awal) ,yang didalamnya dijelaskan beberapa kebodohan Syaikh Ghumari tentang ilmu hadits dan ketidak mampuannya dalam mentakrij hadits dan menjelaskan derajat sah tidaknya suatu hadits,serta sikapnya yang membeo kepada imam Turmudzi dalam menghasankan suatu hadits dikarenakan kelemahannya dalam melakukan tahqiq dan tindakannya yang salah dalam mengesahkan hadits-hadits yang dhaif. Selain itu dalam kitab beliau yang lain yakni At Tawasul anwauhu wa ahkamuhu ,edisi indonesia diterbitkan oleh Al Kautsar :Tawasul & Tabarruk (digabung dgn Dr.Ali bin Nafi) telah membantah Al Ghumari dalam masalah tawasul (sepertinya yang dimaksud adalah kitab al Ghumari yang penuh cela: Irgham Al Mubtadi Al Ghaby bi Jawaz al Tawashul bin Al Nabi Al Radd alaa Albaani Al Waby): bahwa Al Ghumari pura-pura lupa (hal 97) ini adalah kebiasaannya- atau membuktikan kontradiksi sehingga membantah pendapat Al Ghumari sendiri (hal 98),kelalaian atau pura-pura lupa terhadap ilmu mustholah hadits dalam menilai hadits (109), dan fanatisme-nya yang melahirkan kejaiban (hal 114-115). Selain itu Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al Halabi al Atsari dalam kitab beliau:Ilmu Ushul Bida Dirasatun Takmiliyyah Muhimmatun fii Ushulil Fiqh terbit Daru Ar Royah cet 1 1992M-1413M telah menyebut nama Al Ghumari dalam beberapa tempat dalam membantah kerancuan dan kontradiksi pengertian bidah Al Ghumari (hal 33-36,cat kaki no.2 hal 102,114,cat kaki no.3 hal 215,cat kaki no.1 hal 243) edisi Indonesia yang beredar diterbitkan pustaka Al Kautsar :Membedah akar Bidah (hal 13-15,cat kaki no.4 hal 57,hal 65,cat kaki no.2 hal 131,cat kaki no.2 hal 149),beberapa contoh : Diantara kebatilan paling menakjudkan adalah yang didalihkan Al Ghumari dalam kitabnya Al Itqan Ash-Shanah:Bahwa ulama sepakat tentang pembagian bidah kepada bidah terpuji dan bidah tercela.Dan tidak ada yang menyatakan ganjil tentang kesepakatan ini kecuali (Imam) Asy Syatibi. (syaikh Ali berkata-ap) Demikianlah ia mengatakan.Ini adalah perkataan yang cukup sebagai pemaparan tentang tertolak dan kebatilan pendapatnya sendiri. Al Ghumari seorang AHLI BIDAH,menulis kitab yang diberi nama Husnu At Tafahhum wad darki Li Masalah At Tarki yang didalamnya dia menyebutkan pembicaraan yang tidak benar karena mencampuradukkan masalah-masalah ushuliyah (pokok) dengan pencampuran yang buruk dan terasa rendah oleh tholabul ilmu pemula,saya (Syaikh Ali bin Hasan) telah menyusun buku khusus dengan judul Dafusy Syakki fi Tahqiiqi Masalatil At Tarki (sebagai komentar dan mencermati pendapat dalam kitab tsb).

[#6] Ternyata ada juga yang telah menulis dan diterbitkan di Yordania, 1993 sebuah kitab:Shahih Shifat sholat Nabi (??) maksudnya hendak menyaingi kitab shifat sholat nabi, sehingga penulisnya yakni Hasan bin Ali asSaqqaf dan dia bersama Al Ghumari merupakan orang terdepan dalam mendendam terhadap syaikh Al Albaani dan dakwahnya- mengatakan dengan bangganya :Sehingga dengan rahmat dan karunia Allah,walhamdulillah- buku atau kitab ini akan tampil sebagai buku yang (paling) istimewa dibidangnya.Kitab ini tanpil MELEBIHI kitab-kitab lain yang sejenis,BAHKAN mengungguli kitab-kitab yang semisalnya dengan menyingkap kesalahan-kesalahan dan kekeliruan kitab-kitab lain tersebut.Pantaslah jika kitab ini bagaikan subuh yang datang untuk menerangi. Contoh keganjilan buku ini (dan ini salah satu contoh saja): pada bab niat. Setelah muter-muter menyatakan niat itu di hati tanpa dilafalkan, tapi dilafalkan dihati (mengambil dalil dari tukang syair untuk tayin: menentukan macam sholat,qashdu bermaksud niat,menyatakan jenis fardhu?),lalu balik lagi dengan mengatakan:melafalkan niat shalat ketika takbiratul ihram itu SUNAT.Ketika Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam mengatakan:Sesungguhnya segala amal itu bergantung kepada niat.Beliau tidak mengatakan,Jahr-kan atau keraskan niat tsb.Beliau juga tidak mengatakan:Rahasiakan atau sir-kan bacaan niat itu.Dengan demikian,orang yang yang berniat dengan hatinya ,yakni menghadirkan niat ketika takbiratul ihram dengan hatinya dan tidak mengucapkan dengan lidahnya,maka shalatnya sah.Sementara itu,orang yang melafalkan (mengucapkan) dengannya Sah pula sholatnya BAHKAN mengikuti SUNNAH (??).Hal itu berbeda dengan orang yang bependapat bahwa mengucapkan atau melafalkan niat itu adalah bidah yang tercela.-demikianlah yang ia katakan- , dan dijelaskan dalam catatan kakinya: Menurut sebagian umat Islam,melafalkan niat itu haram atau bidah karena nabi juga tidak melafalkannya berdasarkan riwayat hadits tersebut.Tampaknya mereka keliru atau salah,sebab kalaupun Nabi tidak mengucapkan niat (At tarku=meninggalkan),itu tidak menunjukkan haramnya pelafalan niat.Sebagaimana hal itu ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh.juga seperti yang dijelaskan oleh Al Imam Al Muhaddits Sayyid Abdullah bin Shiddiq dalam risalahnya :Husnu Al Tafahhum wa Al Dark li masalatit Tark. **(a)Perhatikan siapakah yang disebut sebagian umat Islam yang salah itu???(b) Dan kaidah comotan dari Imam Muhaddits Sayyid ini bertabrakan dengan kaidah yang masyhur Asal setiap ibadah adalah haram,kecuali yang diperintahkan.(c) Dan siapakah yang disebut dengan gelar mentereng :al Imam Sayyid itu ,..tak pelak lagi itulah Al Ghumary!!!! Mereka berdua setali tiga uang. Syaikh Ali bin Hasan menyebutkan KAIDAH Al Ghumary seorang Ahli Bidah tsb dalam Ilmu Ushul Bida (hal 114) sebagai penyelewengan dan kekacauan pemikiran dan dicontohkan kekacauan berikutnya akibat kaidahnya tersebut: spt dianggap baik perayaan maulid Nabi Shalallahu alaihi wa sallam ,mengantar jenazah dengan zikir, menghidupkan malam nifsu Syaban,dll.Tapi akhirnya sebelum dan sesudahnya dia membantah dirinya sendiri.(lih. Ilmu Ushul bida 114, dan lih keterangan ttg Al Ghumary sebelumnya diatas)

Muhammad bin Husain Al Jizani dalam kaidah ke-3 dalam memahami bidah,mengatakan: Jika Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu ibadah yang ada,padahal faktor dan sebab yang menuntut adanya pelaksanaan itu ada dan faktor penghalangnya tidak ada ,maka melaksanakan ibadah tersebut adalah bidah;contohnya Melafazkan niat tatkala akan memulai sholat. Untuk meluaskan ttg kaidah meninggalkan silahkan baca kitab Ilmu ushul bida,al ithisham, dan kaidah memahami bidah (lihat juga postingan siapa penggagas lafaz niat?)

Buku (asSaqqaf) ini pernah ditanyakan kepada Ustadz Abdul Hakim oleh seorang ikhwan,jawab beliau:Jangan baca buku ini !!! Untuk orang ini baca saja :penyelewengan Aliran pemikiran AsSaqqafiyyah oleh Abu Abdillah al Waqifi,2001 berisi ttg pemikiran orang ini dan muridnya yakni Al Ghari yang disimpulkan bahwa tulisan al-Ghari adalah semata-mata refleksi pemikiran dan metodologi gurunya as-Saqqaf.Manakala pemikiran dan metodologi as-Saqqaf adalah manifestasi gabungan pemikiran dan metodologi ar-Rafidah (Syiah), al-Muktazilah, al-Qadyaniyyah, Anti Hadith dan (membebek pada) Orientalis.Bahkan cara pengkhianatan as-Saqqaf hampir sama dengan cara kaum Yahudi memesongkan ajaran para Anbia Dan masih ditunggu buku terbitan dari pengarang yang sama dengan judul: ALKHALAFIYYAH AS-SAQQAFIYYAH sebuah manifestasi pengkhianatan agama

Selesai --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Agung Priadi alias abuismail ; email: Apriadi27@yahoo.com Karang tengah@06/10/2003 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Syaikh Muqbil berkata: Sebelumnya aku pernah ditanya apakah penshahihan dan pendhaifan dari Syaikh Al Albaani dapat diterima??Aku menjawab:Tidak ada halangan bagi siapa saja menerima penshahihan dan pendhaifan hadits dari beliau, karena beliau adalah orang yang tsiqat, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,maka periksalah dengan teliti."(QS 49:6) Mafhum dari ayat ini adalah :apabila seorang tsiqah datang kepada kita dengan membawa berita hendaklah kita menerima beritanya.ini bukan termasuk taklid seperti yang dijelaskan oleh AshShan'ani dalam kitab Irsyadun naqqad ilaa taisiril ijtihad. (Asy Syaibaani II/554)