Anda di halaman 1dari 14

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !

akarLa 1lmur 2011 | 1



Makalah Biotekhnologi Farmasi"








D8U8UN OLEH :
Widya Aprilani
0704015247
Kelas 7-C


BAB I

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 2

!AHULUA

A. Latar Belakang
PemanIaatan protein mikroorganisme dalam bentuk Protein Sel Tunggal (PST)
telah dikembangkan sejak tahun 1910 di Berlin. PST dari Khamir telah yang dikenal
dengan sebutan 'Iood yeast telah diproduksi selama perang Dunia I dan II. Dalam
perang dunia II Iood yeast digunakan di Jerman, Jepang dan Rusia dalam bentuk
tepung, pasta, sirup atau dikeringkan. 'Food Yeast disamping merupakan sumber
protein juga sumber zat gizi yang lain seperti lemak, vitamin dan mineral.
PemanIaatan mikroorganisme sehingga mengahasilkan makanan berprotein tinggi
secara komersial dimulai sejak Perang Dunia I di Jerman dengan memproduksi khamir
torula. Operasi utama dalam produksi protein sel tunggal adalah Iermentasi yang
bertujuan mengoptimalkan konversi substrat menjadi massa microbial.
Kecemasan akan kekurangan pangan dan malnutrisi di dunia pada tahun 1970-an
telah meningkatkan perhatian pada sel tunggal. Sebagian besar dari bobot kering sel dari
hampir semua spesies memiliki kandungan protein yang tinggi. Oleh karena itu, bobot
kering sel tunggal memiliki nilai gizi yang tinggi.
B. #:2:8an Ma8alah
1. Apa pengertian dari Protein Sel Tunggal ?
2. Apa saja sumber dari Protein Sel Tunggal ?
3. Apa tekhnologi dari sumber Protein Sel Tunggal ?
C. T::an !en:li8an
1. Dapat menjelaskan pengertian Protein Sel Tunggal ?
2. Dapat mengetahui sumber Protei Sel Tunggal ?
3. Data menjelaskan tekhnologi dari sumber Protein Sel Tunggal?
BAB II
!MBAHASA

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 3


A. !engertian !rotein Sel T:nggal

Protein Sel Tunggal merupakan istilah yang digunakan untuk protein kasar murni yang
berasal dari mikroorganisme bersel satu atau banyak yang sederhana, seperti bakteri, khamir,
jamur, ganggang dan protozoa. PST dapat berupa isolat protein sel atau semua komponen sel.

Produksi PST mempunyai keuntungan dibandingkan produksi protein nabati atau hewani
karena hal-hal sebagai berikut :
1. Produksi protein lebih cepat dan eIisien dibandingkan produksi protein nabati atau
hewani.
2. Nilai gizi PST lebih tinggi dibandingkan protein nabati karena komposisi asam amino
lebih lengkap.
3. Produksi PST tidak memerlukan tempat yang luas dibandingkan produksi protein nabati
atau hewani.
4. Produksi PST tidak dipengaruhi kondisi luar karena kondisi Iermentasi dapat diatur
5. Proses produksi PST Ileksibel karena dapat digunakan berrbagai substrat dan
mikroorganisme

Produksi dan penggunaan PST juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut :
1. Kandungan asam nukleat tinggi. Kandungan asam nukleat dalam tubuh manusia akan
diubah menjadi asam urat sebagai produk akhir. Kandungan asam urat yang terlalu
tinggi dalam tubuh manusia dapat merangsang gejala penyakit tulang (encok).
2. Dinding sel mikroorganisme kadang-kadang mengandung komponen yang tidak
dapat dicerna dan bersiIat racun atau menyebabkan alergi. Beberapa mikoorganisme
juga memproduksi toksin yang berbahaya, misalnya aIlatoksin oleh beberapa kapang.
3. Mikroorganisme mungkin mengadsorbsi komponen beracun atau karsinogenik yang
terdapat di dalam substrat, misalnya hidrokarbon rantai ganjil dan bercabang,
komponen aromatik polisiklik dan sebagainya.
4. Fluktuasi harga dan persediaan substrat yang tidak tetap. Biaya penyediaan subtrat
meliputi 40 50 dari total biaya produksi PST.

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 4

Proses Iermentasi dapat meningkatkan kandungan energi dan protein, menurunkan
kandungan sianida dan kandungan serat kasar, serta meningkatkan daya cerna bahan makanan
berkualitas rendah. Mikroba yang digunakan dalam proses Iermentasi dapat menghasilkan enzim
yang akan mendegradasi senyawa-senyawa kompleks menjadi lebih sederhana dan mensintesis
protein yang merupakan proses pengkayaan protein bahan (Darmawan, 2006).
Protein Sel Tunggal bakteri atau Iungi sebagai produk bernutrisi merupakan salah satu
cara pemanIaatan langsung limbah lignoselulosa. Protein sel tunggal adalah istilah yang
digunakan untuk protein kasar atau murni yang berasal dari mikroorganisme.

B. S:2-er !rotein Sel T:nggal
Istilah protein sel tunggal atau single cell protein (SCP) mengacu pada sel
mikroorganisme yang dikeringkan seperti ganggang, kapang, bakteri, yang ditumbuhkan dalam
sistem biakan berskala besar dan terutama digunakan sebagai sumber protein dalam pangan.
Namun demikian di dalam sel mikroba terdapat juga karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan
lain-lain. Protein mikroba ini diharapkan dapat menggantikan protein dari hewan maupun
tumbuhan yang diperlukan semakin banyak sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan
pangan dari kedelai, daging, ikan dan sebagainya.

Apabila mikroorganisme digunakan sebagai sumber makanan, maka mikroorganisme
digunakan sebagai protein sel tunggal (PST). Mikroorganisme dapat memanIaatkan substrat
(media tempat organisme hidup dan mendapatkan makanan) seperti selulosa, ,etanol, dan minyak
bumi. Mikroorganisme untuk pembuatan protein sel tunggal selain mempunyai waktu pergantian
generasi (keturunan) yang lebih singkat, juga mempunyai kadar protein yang tinggi ( 80) bila
dibandingkan dengan protein kedelai (45) dan protein ragi (50).

S:-8trat dan Mikroorgani82e dala2 prod:k8i !ST
Substrat yang dapat digumakan dalam produksiPST bervariasi, diantaranya adalah :
1. Molases dari pabrik gula atau hidrolisa pati

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 3

2. Cairan sulIit dari pabrik kertas
3. Hidrolisat asam dari kayu
4. Limbah pertanian (kulit buah, limbah tanaman pertanian, limbah industri pangan)
5. Metana
6. Metanol dan etanol sebagai sumber kkarbon bagi khamir
7. ParaIin atau alkana
8. Minyak bumi
9. Gas pembakaran sebagai sumber CO2 bagi ganggang.
Pertimbangan pemilihan substrat adalah kandungan nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme,
jumlah substrat secara kuantitatiI dan kontinyu ketersediannya serta harga substrat.
Mikroorganisme yang biasa digunakan dalam memproduksi PST adalah bakteri, kapang,
khamir dan ganggang. Masing-masing mikroorganisme mermpunyai kelebihan dan kelemahan
jika digunakan dalam produksi PST.
Bakteri penggunaanya dalam produksi PST sangat terbatas karena mempunyai
kelemahan sebagai berikut :
1. Penerimaan bakteri sebagai pangan oleh konsumen sangat rendah
2. Ukuran sel bakteri sangat kecil sehingga sukar dipanen
3. Kandungan asam nukleat bakteri lebih tinggi dibanding mikroorganisme yang lain.
Keuntungan penggunaan bakteri dalam produksi PST adalah : bakteri dapat tumbuh pada
berbagai substrat, waktu regenerasi cepat dan kandungan protein kasarnya lebih tinggi dibanding
mikroorganisme yang lain.
Penggunaan kapang dan khamir untuk produksi PST secara umum mempunyai
keuntungan dibandingkan dengan bakteri dan ganggang karena siIat-siIatnya sebagai berikut :
1. Penerimaan produksi PST dari kapang dan khamir oleh konsumen lebih baik.
2. Kandungan asam nukleat lebih rendah
3. Ukuran sel kapang dan khamir lebih besar sehingga lebih mudah dipanen dan
konsesntrasinya lebih tinggi
4. Dapat tumbuh pada substrat dengan pH rendah
Kelemahan penggunaan kapang dan khamir disbanding bakteri adalah : kandungan protein kasar
lebih rendah setrta waktu regenarasi yang lebih lama disbanding bakteri.

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 6

Penggunaan ganging untuk produksi PST sangat terbatas karena mempunyai kelemahan
sebagai berikut :
1. Memerlukan suhu yanh hangat dan banyak sinar matahari serta membutuhkan CO2
2. Dinding selnya tidak dapat dicerna.
Sedangkan kelebihan produksi PST dari ganggang disbanding bakteri adalah : penerimaan
produksi PST oleh konsumen lebih baik, kandungan asam nukleat lebih rendah dan ukuran sel
gangganglebih besar sehingga lebih mudah dipanen.
Berbagai contoh mikroorganisme dan substrat dalam produksi PST dapat dilihat pada table 3.
Tabel 3. Berbagai Jenis Mikroorganisme dan Substrat dalam Produksi PST

Mikroorganisme Substrat


Kha2ir
Saccharomyces cerevisiae Molases,
(pemecah heksosa) Hidrolisat biji-bijian

:yveromyces fragiis Whey
(pemecah laktosa)

Candyda ipoytica Petrolium alkana, minyak bumi

C. :tiis Cairan sulIit
(pemecah pentosa dan heksosa)

Geotrich:m candid:m Karbohidrat dan komponen lain

Kapang

spergi:s f:migat:s Limbah

Trichoderma viride Limbah, kertas, kayu

F:sari:m sp Biji-bijian

Bakteri

ydrogenomonas sp H2 dan CO2

Ce:omonas sp Selulosa

Methyophi:s methyotroph:s Metanol sumber karbon dan
Amonia sumber Nitrogen
ctinomyces sp Serat, limbah

Thermomonaspora f:sca pulp kayu

Ganggang

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 7


Scenedesm:s ac:t:s air, gas pembakaran sebagai
Sumber CO2
Spir:ina maxima


Karakteristik yang penting dalam seleksi mikroorganisme dalam produksi PST adalah :
kecepatan dan kemampuan tumbuh, mudah dalam pemeliharaan kultur, membutuhkan media
yang sederhana, serta kandungan protein kasar dan kualitas gizi yang lain dalam
mikroorganisme.

C. Aplika8i tekhnologi 8:2-er protein 8el t:nggal
Fermentasi mempunyai pengertian aplikasi metabolisme mikroba untuk
mengubahbahan baku menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, seperti asam-asam
organik,protein sel tunggal, antibiotika dan biopolimer. Fermentasi merupakan proses
yang relatiI murah yang pada hakekatnya telah lama dilakukan oleh nenek moyang kita
secaratradisional dengan produk-produknya yang sudah biasa dimakan orang sampai
sekarang,seperti tempe, oncom, tape, dan lain-lain.

Proses Iermentasi dengan teknologi yang sesuai dapat menghasilkan produk
protein. Protein mikroba sebagai sumber pangan untuk manusia mulai dikembangkan pada awal
tahun 1900.Fermentasi mempunyai pengertian aplikasi metabolisme mikroba untuk
mengubahbahan baku menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, seperti asam-asam
organik,protein sel tunggal, antibiotika dan biopolimer. Protein mikroba ini kemudian
dikenal dengan sebutan Single Cell Protein (SCP) atau Protein Sel Tunggal.


Gbr. Diagram :m:m proses/tahapan prod:si SCP
Aplika8i prod:k8i !ST 8angat -anyak dan -ervaria8i. Berik:t ini di8aikan contoh
aplika8i prod:k8i !ST.

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 8

1. !ST dari Kar-ohidrat
Sumber karbohidrat yang sering digunakan dalam produksi PST adalah molasses, cairan
sulIit dari pabrik kertas, whey susu dan pati. Mikrobia yang digunakan adalah : Saccharomyces
cerevisiae. Substrat yang digunakan berupa campuran :
1. Molases
2. Nitrogen dalam bentuk garam ammonium, urea, kecambah malt,
3. Garam anorganik (IosIat)
4. Iaktor Pertumbuhan (dalam bentuk ekstrak sayuran atau vitamin)
Kondisi Iermentasi : pH diatur 4,3- 4,5 dengan suhu 30 C. Selama pertumbuhan khamir
dilakukan aerasi dengan kecepaytan tinggi untuk mencegah Iermentasi alcohol. Molases
ditambahkan secara bertahap sampai konsentrasi gula dipertahankan 0,5 1,5.
Setelah 4 5 kali siklus pertumbuhan, khamir disentriIus dalam bentuk krim dan dipres
dalam penyaring untuik menghilangkan cairannya. Kumpulan khamir dibentuk butiran dengan
penambahan minyak nabati dan dikeringkan pada suhu rendah sampai kadar air kurang dari 8 .
Hasil produksi PST ini mempunyai siIat :
1. Menghasilkan yield yang tinggi (mencapai 56,7 g BK khamir per 100 g
glukosa)
2. warna muda dan aroma segar
3. Stabil dalam penyimpanan
4. Mempunyai siIat genetic sel khamir yang stabil.
2. !rod:k8i !ST dari Alkana
Alkana dapat dikatabolisme oleh sejumlah khamirserta beberapa genus kapang dan
bakteri. Spesies-spesies khamir yang dapat digunakan untuk memproduksi pST dari alkana
adalah :
1. Candida tropicais
2. Candida oeophia
3. Saccharomycopsis ipoytica
Kelemahan penggunaan alkana ialah siIatnya yang tidak mudah larut dalam air. Selama
pertumbuhan dalam bioreaktor sistem impelller atau sistem 'airliIt terbentuk banyak butiran
alkana yang berukuran 1-100m yang tetap tersuspensi. Sel-sel yang tumbuh pada alkana kaya
akan lipiddan mungkin lipid ini memegang peranan dalam transIer alkana melalui membran sel.

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 9

Dalam proses produksi skala besar telah digunakan 2 macam produk petrolium sebagai
bahan baku, yaitu :
1. Minyak diesel atau minyak bakar, mengandung 10-25 alkana (C15-C30)
2. Alkana C10-C13 atau C13-C17 yang diperoleh dari minyak diesel.
Proses ini didasarkan pada satuan proses 'batch sebesar 4000 ton/tahun. Kedalam larutan
nutrient ditammbahkan garam-garam (ton per 4000 ton PST per tahun) : PO4(208), K (72),
Mg2 (8), Mn2 ((2), Zn2 (4,08), Fe2 (1,6), dan gas NH3 (560). Gas amoniak berIungsi
sebagai sumber Nitogen dan pengatur pH.
Amonia dan udara disterilkan dengan menggunakan penyaring~alkana dan garam-garam
disterilkan dengan uap. Fermentasi dilakukan dengan kondisi yang konstan dalam bioreaktor
yang beroperasi paling sedikit 300 jam pada suhu 30C. Proses ini memerlukan 2,2 kg
oksigen/kg biomassa~ Panas yang terbentuk (6000 Kkal/kg biomassa) harus dipindahkan dengan
kecepatan 4,4 x 10 6 kcal/jam. Pemanenan hasil mencakup pemekatan sampai 15 bahan padat
menggunakan separator, diikuti dengan penguapan sampai 25 bahan padat kemudian dilakukan
pengeringan semprot.
3. !rod:k8i !ST dari Metana
Metana dapat diperoleh dalam bentuk gas murni. Bakteria yuang mengoksidasi metana
digolongkan sebagai metilotropik obligat. Bakteri ini hanya tumbuh pada substrat dengan satu
atom karbon (metana, metanol, metilamin, Iormaldehida atau Iormiat). Spesies bakteri tersebut
adalah :
1. Methyomonas methanica
2. Methyococc:s caps:at:s
3. Methyovibrio soehngenii
4. Methanomonas margaritae
Dengan menggunakan Methyococc:s caps:at:s akan dihasilkan 0,4 g berat kering sel/lt.
Dengan 'yield 1,00 1,03 gram berat kering/gram metana.
4. !rod:k8i !ST dari Metanol
Jenis-jenis mikroorganisme yang dapat digunakan untuk produksi PST dari metanol
adalah :
1. Bakteri (rthrobacter, Baci:s, yphomicrobi:m, ebsiea, Micrococc:s,
Protaminobacter, Pse:domonas, Rhodopse:domonas, Streptomyces, Jibrio)

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 10

2. Kha2ir Candida boidini, Candida parapsiosis, ansen:a henricii, Tor:opsis
memodendra, Pichia hapophia, Tor:opsis gabrata, T. moischiana)
3. Kapang Giocadi:m deinq:escens, Paeociomyces varioti, Trichoderma ignor:m).
Sistem produksi PST dari metanol dikembangkan perusahaan kimia jerman 'Farbwerke
Hoechst yang menggunakan 'Loop Iermenter Tubular kapasitas 40 meter kubik~ produktivitas
PST sebesar 3-5 gram/lt/jam. Diperoleh pada suhu 38-40C, pH 6,8 (melalui penambahan NH)
dengan konsentrasi metanol dalam keadaan 'steady state 0,005 dan laju dilusi 0,3 jam.
Kebutuhan oksigen adalah 1,6 kg / kg biomassa. Dan energi spesiIik transIer oksigen 2 kg
oksigen / kwh Komposisi medium yang digunakan adalah :
H3PO4 (0,17), Na2SO4 (0,017), K2SO4 (0,11), MgSO4.7H2O (0,017), FE(so4)2).H2O
(0,007) daan CaCO3 (0,01).
5. !rod:k8i !ST dari Li2-ah
Air limbah industri yang berasal dari proses pengolahan selulosa, kopi, pati, pengolahan
makanan dan pabrik kertas dapat digunakan untuk memproduksi PST. Mikroorganisme yang
dapat digunakan adalah : Candida :tiis, C. tropicais, Chaetoni:m ce:oytic:m dan
Paeciomyces varioti.
Proses kontinyu menggunakan Paeciomyces varioti.dengan laju diIusi 0,2 jam dan
medium yang mengandung 32 gram gula pereduksi/ lt sebanyak 55 gula dikonversi menjadi
biomassa. Hasil yang diperoleh adalah 2,7-2,8 kg / meter kubik.
Proses kontinyu menggunakan limbah air yang berasal dari pabrik pengolahan makanan
telah dilaporkan mampu memproduksi 1 1,5 ton sel kering Candida :tiis per hari. Banyaknya
limbah yang digunakan adalah 120 150 meter kubik. Suhu 33 C, pH 4 dan Iermentasi
berlangsung kontinyu periode waktu paling lama 3,5 bulan.
6. !rod:k Makanan Lain
a. #oti
Roti adalah sejenis makanan. Bahan dasar utama roti adalah tepung dan air yang
diIermentasikan oleh ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun kemajuan
teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega,
ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa

roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 11

tertentu. Roti termasuk makanan pokok di banyak negara Barat. Roti adalah bahan dasar pizza
dan lapisan luar roti lapis.
-. Sa:erkra:t
Sauerkraut adalah sayuran yang diasamkan agar dapat awet disimpan. Pada
pembuatannya, sayuran diiris-iris, kemudian dicampur dengan garam, lalu ditekan dalam tempat
penyimpanan untuk mengeluarkan udara. Selanjutnya dilakukan penambahan bakteri asam
laktat. Aktivitas bakteri ini menurunkan pH menjadi 5,0. Kondisi pH ini dapat mencegah
mikroorgnisme lain tumbuh. Selain itu, aktivitas bakteri dapat menimbulkan cita rasa unik akibat
akumulasi zat organic yang dibentuk bakteri.
c. !engawetan Zait:n dan Ti2:n
Zaitun dan timun dapat diawetkan dengan menyimpannya dalam larutan garam yang
ditambah bakteri asam laktat. Dalam kondisi anaerob, bakteri tumbuh dengan subur dan
menurunkan pH hingga 4,0. dengan pH rendah ini aktivitas mikroorganisme lain dapat dicegah
sehingga makanan dapat lebih awet.
d. !engolahan Kopi dan Cokelat
Buah kopi dan cokelat diselubungi oleh getah yang harus dibuang sebelum diproses lebih
lanjut. Kedua jenis buah tadi ditimbun bersama-sama mikroorganisme, seperti jamur dan bakteri,
yang dapat tumbuh secara alami. Kedua mikroba tadi mampu meIermentasi getah dan sekaligus
mencegah buah kopi dan cokelat berkecambah dengan cara membunuh embrionya pada suhu
50C.
e. !e2-:atan Bir
Bir dibuat dari biji-biji sereal, misalnya gandum. Pembuatan bir melibatkan proses penumbukan
dan Iermentasi digunakan khamir.




roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 12

BAB III
KSIM!ULA
1. Protein Sel Tunggal merupakan istilah yang digunakan untuk protein kasar murni yang
berasal dari mikroorganisme bersel satu atau banyak yang sederhana, seperti bakteri,
khamir, jamur, ganggang dan protozoa. PST dapat berupa isolat protein sel atau semua
komponen sel.
2. Sumber Protein Sel Tunggal merupakan mikroorganisme digunakan sebagai sumber
makanan, maka mikroorganisme dapat digunakan sebagai protein sel tunggal (PST).
Mikroorganisme dapat memanIaatkan substrat (media tempat organisme hidup dan
mendapatkan makanan) seperti selulosa, ,etanol, dan minyak bumi. Mikroorganisme
untuk pembuatan protein sel tunggal selain mempunyai waktu pergantian generasi
(keturunan) yang lebih singkat, juga mempunyai kadar protein yang tinggi ( 80) bila
dibandingkan dengan protein kedelai (45) dan protein ragi (50). Mikroorganisme
yang biasa digunakan dalam memproduksi PST adalah bakteri, kapang, khamir dan
ganggang. Masing-masing mikroorganisme mermpunyai kelebihan dan kelemahan jika
digunakan dalam produksi PST.
3. Tekhnologi yang digunakan dalam memproduksi protein sel tunggal menjadi bahan
pangan yang dibuthkan manusia ialah salah satunya proses Iermentasi, dimana Iermentasi
mempunyai pengertian aplikasi metabolisme mikroba untuk mengubahbahan baku
menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, seperti asam-asam organik,protein sel tunggal,
antibiotika dan biopolimer. Fermentasi merupakan proses yang relatiI murah yang pada
hakekatnya telah lama dilakukan oleh nenek moyang kita secaratradisional dengan
produk-produknya yang sudah biasa dimakan orang sampai sekarang,seperti tempe,
oncom, tape, dan lain-lain.







roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 13

4. Adapun Hasil dari biotekhnologi Sumber Protein Sel Tunggal adalah sebagai berikut :

Mikroorgani82e Bahan da8ar !rod:k/ha8il
cetobacter xyin:m
Monasc:s p:rp:re:s
garic:s bispor:s
Lentin:s edodes
Jovariea vovacea
Ragi
Saccharomyces cerevisea
Endomyopsis sp.
spergi:s wentii
Rhi:op:s oigospor:s
Air kelapa
Nasi merah
Jerami, serbuk kayu, kertas bekas.
idem
idem
Beras ketan, singkong
idem
idem
Kedelai
idem

Nata de coco
Angkak
Produksi jamur
Produksi jamur
Produksi jamur
Fermentasi
Fermetasi
Fermentasi
Kecap
Tempe



















roLeln Sel 1unggal 8loLekhnologl larmasl uPAMkA !akarLa 1lmur 2011 | 14

AFTA# !USTAKA

http://sasukedakhlan.wordpress.com/2008/08/07/bioteknologi-bahan-pangan/
http://tedbio.multiply.com/journal/item/31/Bioteknologi
http://www.scribd.com/doc/32877663/Bioteknologi
http://ptp2007.Iiles.wordpress.com/2008/03/Iermentasi.pdI
http://www.scribd.com/doc/31601626/PROTEIN-SEL-TUNGGAL
http://www.iptek.net.id/ind/?mnu8&chjsti&id323

Iile:///D:/Dokumen/biotek/biotek-kesehatanIiles/proses20vaksin.jpg

http://www.biokita.co.cc/bidang20kesehatan.htm#BIOTEX

http://russamsimartomidjojocentre.blogspot.com/bioteknologilingkungan.htm

http://adengslamet.wordpress.com/2010/09/12/mengenal-aplikasi-bioteknologi-peluang-dan-
ancamannya-dalam-kehidupan-manusia/