Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK JALAN RAYA

PEMERIKSAAN J-01
PENETRASI BAHAN-BAHAN BITUMEN



KELOMPOK 3

Harya Candrasa Koostanto (0906630286)
Hendriawan Kurniadi (0906630292)
Ismail Suni (0906630310)
Juanda Guardy ArieI (0906630323)
Kharismalsyah Maulana A (0906630342)
Murni Gusti Dayanti (0906630424)

Tanggal praktikum : 15 Oktober 2011
Asisten praktikum : Indra Pandu Prasetyo
Tanggal disetujui :
Nilai :
ParaI asisten :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2011
PENETRASI BAHAN-BAHAN BITUMEN

%ujuan Percobaan
Pemeriksaan ini dimaksud untuk menentukan penetrasi keras atau lembek (solid atau
semi solid) dengan memasukkan jarum penetrasi ukuran tertentu, dengan beban dan
waktu tertentu ke dalam bitumen pada suhu tertentu, dengan beban dan waktu tertentu
ke dalam bitumen pada suhu tertentu.

Peralatan Percobaan
1. Alat penetrasi yang dapat menggerakkan pemegang jarum turun naik tanpa
gesekan dan dapat mengukur penetrasi sampai 0,1 mm.
2. Pemegang jarum seberat (47,5 0,05) gram yang dapat dilepas dengan mudah
dari alat penetrasi untuk peneraan.
3. Pemberat dari (50 0,05) gram dan (100 0,05) gram masing-masing
dipergunakan untuk pengukuran penetrasi dengan beban 100 gram dan 200 gram.
4. Jarum penetrasi dibuat dari stainless stell mutu 400 C atau HRC 54 sampai 60
dengan bentuk dan ukuran menurut gambar 3, ujung jarum harus berbentuk
kerucut terpancung.
5. Cawan contoh terbuat dari logam keras atau gelas berbentuk silinder dengan
dasar rata. Ukuran cawan untuk pengukuran penetrasi sebagai berikut:
Penetrasi Kapasitas Diameter Dalam
200 90 ml 55 ml 35 ml
200 - 350 175 ml 70 ml 55 ml
6. Bak perendam (waterbath)
Terdiri dari bejana dengan isi tidak kurang dari 10 liter dan dapat menahan suhu
tertentu dengan ketelitian 0,1 C. Bejana dilengkapi dengan pelat dasar
berlubang-lubang, terletak 50 mm di atas dasar bejana dan tidak kurang dari 100
mm di bawah permukaan air bejana.
7. Tempat air untuk benda uji ditempatkan di bawah alat penetrasi. Tempat tersebut
mempunyai isi tidak kurang dari 350 ml dan tinggi yang cukup untuk merendam
benda uji tanpa bergerak.


8. Pengukur waktu
Untuk pengukur penetrasi dengan tangan diperlukan stopwatch dengan skala
pembagian terkecil 0,1 detik atau kurang dan kesalahan alat tersebut tidak boleh
melebihi 0,1 detik.
9. Termometer, sesuai gambar 4.

enda Uji
Panaskan contoh perlahan-lahan dan aduklah sehingga cukup cair untuk dapat
dituangkan. Pemanasan contoh untuk ter tidak boleh melebihi dari 60 C di atas
perkiraan titik lembek, dan untuk bitumen tidak boleh lebih dari 90 C di atas perkiraan
titik lembek.

Waktu pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit. Aduklah perlahan-lahan agar udara
tidak masuk ke dalam contoh. Setelah contoh cair merata tuangkan ke dalam tempat
contoh dan diamkan hingga dingin. Tinggi contoh dalam tempat tersebut tidak kurang
dari angka penetrasi ditambah 10 mm, buatlah dua benda uji (duplo).
Tutuplah benda uji agar bebas dari debu dan diamkan pada suhu ruang selama 1 sampai
1,5 jam untuk benda uji kecil, dan 1,5 sampai 2 jam untuk benda uji besar.

D Prosedur Percobaan
Untuk benda uji sebelum kehilangan berat:
1. Letakkan benda uji dalam tempat air yang kecil dan masukkan tempat air tersebut
ke dalam bak perendam yang telah berada pada suhu yang telah ditetapkan.
Diamkan dalam bak tersebut selama 1 1,5 jam untuk benda uji kecil dan 1,5 2
jam untuk benda uji besar.
2. Periksalah pemegang jarum agar jarum dapat di pasang dengan baik dan
bersihkan jarum penetrasi dengan toluene atau pelarut lain kemudian keringkan
jarum tersebut dengan lap bersih dan pasanglah jarum pada pemegang jarum.
3. Letakkan pemberat 50 gram di atas jarum untuk memperoleh beban sebesar (100
0,1) gram.
4. Pindahkan tempat air dari bak perendam ke bawah alat penetrasi.
5. Turunkan jarum perlahan-lahan sehingga jarum tersebut menyentuh permukaan
benda uji. Kemudian aturlah angka 0 di arloji penetrometer, sehingga jarum
penunjuk berimpit dengannya.
6. Lepaslah pemegang jarum dan serentak jalankan stopwatch selama jangka waktu
(5 0,1) detik.
7. Putarlah arloji penetrometer dan bacalah angka penetrasi yang berimpit dengan
jarum penunjuk. Bulatkan hingga angka 0,1 mm terdekat.
8. Lepaskan jarum dari pemegang jarum dan siapkan alat penetrasi untuk pekerjaan
berikutnya.
9. Lakukan pekerjaan 1-7 di atas tidak kurang dari 3 kali untuk benda uji yang sama
dengan ketentuan setiap titik pemeriksaan berjarak satu sama lainnya dari dari
tepi dinding lebih dari 1 cm.

Untuk benda uji setalah kehilangan berat:
1. Lakukan pemeriksaan penurunan berat minyak dan aspal sesuai dengan tata cara
PA-0304-76 standart Bina Marga.
2. Lakukan langkah-langkah seperti pada pemeriksaan sebelum kehilangan berat.

atatan
1. Termometer untuk bak perendam harus ditera teratur dan sesuai dengan gambar
4.
2. Bitumen dengan penetrasi kurang dari 150 dapat diuji dengan alat-alat dan cara
pemeriksaan ini sedangkan bitumen dengan penetrasi antara 350 dan 500 perlu
dilakukan uji menggunakan alat-alat lain.
3. Apabila pembacaan stopwatch lebih dari (5 0,1) detik, hasil tersebut tidak
berlaku (diabaikan).



Pengolahan Data Percobaan
Penetrasi ke- Hasil penetrasi (0,1 mm)
1 80
2 72,5
3 79
4 79
5 75
Rata-rata 77,1





nalisis
Analisa Praktikum
Aspal yang akan dipenetrasi dimasukkan ke dalam air yang suhunya dikontrol 25
C, hal ini dilakukan agar suhu aspal juga 25 C. Suhu 25 C ini adalah suhu
standart pada uji penetrasi aspal , suhu akan mempengaruhi siIat aspal dan hasil
test penetrasi sehingga dibuat standart suhu agar tiap kali dilakukan penetrasi
aspal digunakan suhu yang sama.

Membersihkan jarum yang akan mempenetrasi aspal, materi asing yang
menempel pada jarum akan mempengaruhi dimensi dan berat jarum sehingga
menimbulkan deviasi pada hasil penetrasi.

Jarum dipasang pada pemegang jarum, dan meletakkan pemberat 50 gram di atas
jarum agar memperoleh beban 100 gram, beban sebesar ini juga merupakan
beban standart pada test penetrasi.

Memasang aspal pada alat penetrasi, dan meletakkan jarum tepat pada permukaan
aspal. Mengatur skala agar menunjukkan angka 0, dan melepas jarum selama
lima detik. Lima detik juga merupakan standart untuk test penetrasi. Hasil
penetrasi ditunjukkan pada skala. Sebelum melakukan penetrasi selanjutnya,
jarum dibersihkan dahulu dari aspal yang menempel, dan menggeser aspal agar
titik yang dipenetrasi jaraknya tidak kurang dari satu cm dari titik lain yang sudah
dipenetrasi dan pinggir aspal. Mengulangi penetrasi hingga didapatkan lima data
penetrasi.

Analisa Hasil
Dari hasil penetrasi, didapatkan nilai penetrasi rata-rata sebesar 77,1. Dari sini
dapat diketahui bahwa aspal yang di test pada test penetrasi ini adalah aspal pen
60/70, dimana penetrasi minimal adalah 60, dan maksimal adalah 79. Dari lima
data yang ada, dapat terlihat bahwa ada satu data yang tidak berada pada range
60-79, yaitu data pertama, sebesar 80. Tetapi keempat sisanya berada dalam range
60-79. Terlihat ada sedikit deviasi pada data pertama yang disebabkan oleh
Iaktor-Iaktor yang akan dipaparkan dalam analisa kesalahan.
Analisa Kesalahan
Faktor-Iaktor yang menyebabkan deviasi dalam praktikum ini adalah:
1. Kurang akuratnya durasi dari pelepasan jarum penetrasi.
2. Kurang akuratnya pembacaan skala penetrometer.
3. Friksi pada alat penetrometer yang tentu saja tidak dapat dieliminasi
sepenuhnya.
4. Suhu dari aspal yang naik selama penetrasi.

H Kesimpulan
Aspal yang di test pada test penetrasi ini adalah aspal pen 60/70.

Referensi
Modul praktikum teknik jalan raya.
SNI 06-2456-1991