Anda di halaman 1dari 76

Tumbuhan Paku Homospora

Dari hasil pengamatan dan penelitian diketahui bahwa ternyata tumbuhan ini ada yang mempunyai spora berumah satu dan berukuran sama besar yang dinamakan paku homospora/isospora. Contoh jenis paku ini adalah suplir (Adiantum cuneatum). Amati tumbuhan paku suplir! Batangnya menjalar di dalam tanah yang berupa rizoma, kemudian tumbuhan daun muda yang menggulung seperti spiral. Pada permukaan bawah daun fertil (sporofil) terdapat bintik-bintik coklat yang sering disebut sorus. Sorus ini merupakan kumpulan sporangium, di dalam tiap sporangium terdapat sel induk spora yang akan membelah secara mitosis yang akan menghasilkan sejumlah spora yang bentuk dan ukurannya sama. Bila spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalium. Pada permukaan bawah gametofit dewasa akan terbentuk anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan arkegonium. Jika terjadi fertilisasi terbentuk zigot. Zigot berkembang menjadi tumbuhan suplir baru (sporofit).

2)

Tumbuhan Paku Heterospora

Ada pula tumbuhan paku yang mempunyai protalium tidak sama besar dan berumah dua, pemisahan jenis kelamin ini terjadi pada pembentukan spora dan ukurannya pun berbeda, sehingga tumbuhan paku ini disebut dengan paku heterospora. Spora yang berukuran besar mengandung banyak makanan cadangan dinamakan makrospora/megaspora. Adapun spora yang kecil dinamakan mikrospora, dihasilkan dari mikrosporangium. Contohnya paku semanggi (Marsilea), paku rane (Selaginella). Perlu Anda ketahui mikrospora akan tumbuh menjadi mikroprotalium, sedangkan makrospora akan tumbuh menjadi makroprotalium. Selanjutnya, mikroprotalium membentuk mikroogametofit yang akan menghasilkan anteridium dan akan menghasilkan sperma. Sebaliknya makroprotalium membentuk makrogametofit yang akan menghasilkan arkegonium dan akan menghasilkan ovum. Jika terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum, maka akan menghasilkan tumbuhan paku. Dan tumbuhan paku ini akan berkembang menghasilkan spora, demikian seterusnya.

3)

Tumbuhan Paku Peralihan

Selain paku homospora dan heterospora, ada pula jenis paku yang sporangiumnya menghasilkan spora sama besar, tetapi berbeda jenis kelaminnya, sehingga disebut dengan tumbuhan paku peralihan. Tumbuhan paku ini dianggap sebagai bentuk peralihan antara paku homospora dan heterospora, misalnya paku tapal kuda (Equisetum debile). Apabila spora jatuh ke tanah sebagian akan tumbuh menjadi protalium jantan dan sebagian tumbuh menjadi protalium betina. Dari ketiga jenis paku ini coba Anda pelajari dan diskusikan dengan teman Anda mengenai daur hidupnya dan perbedaannya! Berdasarkan daur hidup tersebut, fase manakah yang berumur panjang?

Gambar 7.24 Skema daur hidup tumbuhan paku homospora

Gambar 7.25 Skema daur hidup tumbuhan paku heterospora

Gambar 7.26 Skema daur hidup tumbuhan paku peralihan Berdasarkan sifat sporanya, jenis tumbuhan paku dapat dibedakan seperti yang telah Anda pelajari di depan. Akan tetapi pembagian ini tidak mencerminkan jauh dekatnya hubungan kekerabatannya. Dalam taksonomi, termasuk tumbuhan paku yang sudah punah dimasukkan dalam pembagian dalam beberapa divisio, yaitu sebagai berikut. 1) Psilophyta (Paku Telanjang)

Jenis paku ini sebagian besar telah punah, tumbuhan ini belum berdaun dan berakar, batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabangcabang menggarpu dengan sporangium pada ujung cabang-cabangnya. Sporofil menghasilkan satu jenis spora (homospora). Untuk memperoleh makanan gametofit paku ini bersimbiosis dengan jamur, karena tidak mempunyai klorofil. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka tumbuhan paku dinamakan paku telanjang, misalnya Rhynia major dan Psilotum.

2)

Lycopodiophyta (Paku Kawat/Paku Rambut)

Tumbuhan paku ini mempunyai ciri-ciri bentuk daun kecil-kecil, tidak bertangkai, batang seperti kawat dan akarnya bercabang-cabang, selalu bertulang satu. Pada beberapa jenis, daunnya mempunyai lidah-lidah (ligula), daunnya yang amat banyak tersusun rapat menurut garis spiral. Sporangium terdapat pada ketiak daun dan berkumpul membentuk seperti kerucut yang disebut strobilus, misalnya Lycopodium elavatum, Selaginela sp. Jika Anda menemukan paku kawat amatilah sesuai dengan ciri-ciri yang sudah Anda ketahui!

Gambar 7.27 Selaginela sp. 3) Equisetophyta (Paku Ekor Kuda)

Tumbuhan ini sampai sekarang masih hidup, umumnya berupa herba yang menyukai tempattempat lembap, biasanya hidup di dataran tinggi. Paku ekor kuda mempunyai daun-daun kecil seperti selaput dan tersusun seperti karang, daunnya terdapat di setiap buku, melingkar, dan berbentuk sisik. Adapun batangnya mirip dengan daun cemara, berongga, berbuku-buku, dan

tumbuh tegak. Sporofil selalu berbeda dengan daun biasa, sporofil ini berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium pada sisi bawahnya. Semua sporofil tersusun dan merupakan suatu badan berbentuk gada/kerucut pada ujung batang/cabang. Protaliumnya berwarna hijau dan berkembang di luar spora. Agar lebih jelas, carilah paku ekor kuda. Setelah Anda dapatkan, amati sporofil, protalium, ciri-ciri daun dan batangnya! Bandingkan dengan Gambar 7.28 ini!

Gambar 7.28 Equisetum sp. 4) Pterophyta (Paku Sejati)

Pernahkah Anda melihat suplir (Adiantum cuneatum), paku tiang (Alsophila galuca), ekor merak (Adiantum farleyense), paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum)? Tumbuhan ini sering digunakan untuk tanaman hias, dapat juga dimanfaatkan untuk sayur, misalnya semanggi (Marsilea crenata), bahkan ada yang digunakan untuk bahan obat-obatan, misalnya Dryyopteris filix-mas. Bagaimana ciri-ciri tumbuhan ini? Dalam bahasa sehari-hari, paku sejati dikenal sebagai tumbuhan paku/pakis yang sebenarnya atau paku sejati, mempunyai daun-daun besar (makrofil), bertangkai, mempunyai banyak tulang, pada waktu masih muda daun itu tergulung pada ujungnya, dan pada sisi bawah mempunyai banyak sporangium. Paku ini banyak tumbuh di tempat-tempat yang teduh/lembap, sehingga di tempat yang terbuka dapat mengalami kerusakan akibat penyinaran matahari.

Gambar 7.29 Paku sejati

Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita lihat tumbuhan paku digunakan sebagai tanaman hias di rumah-rumah. Ada yang ditanam di dalam pot, dan ada yang ditempelkan di pohon, misalnya suplir (Adiantum cuneatum), dan paku tiang (Alsophila galuca) dapat pula digunakan untuk tiang bangunan, ekor merak (Adiantum farleyense), paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), dan sarang burung (Asplenium nidus). Ada pula yang dimanfaatkan untuk sayuran, misalnya semanggi (Marsilea crenata), untuk obat-obatan, misalnya Dryyopteris filix-mas, Lycopodium clavatum, bahkan ada yang digunakan untuk pupuk hijau, yaitu Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae, yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara. Ada yang memanfaatkan untuk alat penggosok dan pembersih, yaitu pada epidermis paku ekor kuda karena berstruktur kasar dan mengandung silikon dioksida. Bahkan pada zaman dahulu fosil tumbuhan paku ini membentuk batu bara yang dapat digunakan untuk bahan bakar.

Related Posts SliderRelated Posts

Ciri ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pernahkah Anda melihat tanaman suplir atau semanggi? Tanaman ini merupakan contoh dari tumbuhan paku. Tumbuhan ini terdapat di manamana (kosmopolitan) dan bentuknya berupa rerumputan, habitatnya menyukai tempat yang basah atau ... READ MORE

Ciri ciri Tumbuhan Biji (Spermatophyta) Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, sperma berarti biji dan phyta berarti tumbuhan. Setelah mempelajari tumbuhan yang memiliki spora meliputi Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta, selanjutnya Anda akan mempelajari tentang tumbuhan ... READ MORE

Jenis Bakteri Berdasarkan Tempat Hidupnya Pengklasifikasian bakteri masih belum memuaskan karena kurangnya diferensiasi morfologi sehingga tidak mudah untuk mengklasifikasikan bakteri. Tidak mengherankan jika dijumpai cara penggolongan bakteri berdasarkan sifat fisiologi yang melahirkan nama-nama bakteri nitrogen, ... READ MORE

Struktur dan Fungsi Organ Daun pada Tumbuhan Daun adalah organ utama tumbuhan yang berperan menghasilkan karbohidrat melalui proses fotosintesis. Amati Gambar 2.11. Ada berapa jenis jaringan penyusun daun? Apakah kaitan antara fotosintesis dan jaringan penyusun daun? Gambar 2.11 ... READ MORE Ciri ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Ciri ciri Tumbuhan Biji (Spermatophyta) Jenis Bakteri Berdasarkan Tempat Hidupnya Struktur dan Fungsi Organ Daun pada Tumbuhan Related posts:
1. 2. 3. 4.

Ciri ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Ciri ciri Tumbuhan Biji (Spermatophyta) Jenis Bakteri Berdasarkan Tempat Hidupnya Struktur dan Fungsi Organ Daun pada Tumbuhan

Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, sperma berarti biji dan phyta berarti tumbuhan. Setelah mempelajari tumbuhan yang memiliki spora meliputi Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta, selanjutnya Anda akan mempelajari tentang tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Lihatlah beraneka ragam tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan Anda, seperti rumput, mangga, jagung, anggrek, mawar, dan sebagainya.

Ciri-Ciri Spermatophyta

Coba amatilah struktur tubuh, bentuk bunga, buah, daun, batang, dan akar dari berbagai tumbuhan yang ada di sekitar Anda! Dari sekian banyak tumbuhan yang ada di muka bumi ini, ternyata tumbuhan yang paling banyak jenisnya adalah tumbuhan biji, sekitar 250.000 species lebih telah diketahui jenisnya. Tempat hidupnya tersebar sangat luas, mulai dari daerah pantai sampai ke daerah pegunungan, bahkan sampai ke kutub. Seperti yang Anda lihat dalam kehidupan sehari-hari bentuk tubuh Spermatophyta bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil. Demikian juga perawakannya ada yang berbentuk pohon, misalnya jati, kelapa, ada yang berbentuk perdu, contoh mawar dan matahari, ada yang berbentuk semak misalnya arbei dan ada pula yang berbentuk herba, misalnya sayur-sayuran Tempat hidupnya sebagian di darat, tetapi ada yang hidup di air, coba berikan contohnya! Spermatophyta merupakan organisme fotoautrotop, yaitu mempunyai klorofil untuk berfotosintesis dapat menghasilkan makanan sendiri.

Perkembangbiakan Spermatophyta
Ingatlah kembali cara terbentuknya buah dan biji! Biji dan buah dapat terbentuk setelah terjadinya peristiwa penyerbukan bunga, yaitu menempelnya serbuk sari pada kepala putik, kemudian terjadilah pembuahan, yaitu penyatuan sel telur yang terdapat di dalam kantung lembaga pada bakal biji dengan inti yang berasal dari serbuk sari. Selanjutnya, setelah terbentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio yang mengalami fertilisasi dan akan terus berkembang menjadi buah biji.

Jenis-Jenis Tumbuhan Biji (Spermatophyta)


Bagaimana kita dapat mengetahui suatu tumbuhan dikelompokkan dalam tumbuhan berbiji? Ciri khas dari tumbuhan ini adalah berkembangbiaknya dengan menggunakan biji dan menghasilkan bunga (anthophyta). Menurut para ahli, berdasarkan letak bijinya, tumbuhan ini dibedakan menjadi dua kelas, yaitu Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Ingatlah kembali pelajaran di SMP/MTs! Bagaimana kita dapat mengetahui perbedaan dari kedua jenis tumbuhan berbiji tersebut?

1)

Tumbuhan biji terbuka Gymnospermae

Istilah Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, gymnos berarti terbuka/telanjang dan spermae yang berarti biji. Dari hasil pengamatan Anda melinjo sebagai salah satu contoh Gymnospermae, terlihat bijinya tidak dalam keadaan tertutup oleh daging buah (karpel) sehingga tampak dari luar sejak masih bakal biji hingga menjadi biji. Contoh yang lain yaitu pakis haji, pinus, damar, cemara. Jika Anda mengamati bunganya berbentuk strobilus (karangan bunga berbentuk kerucut) dan tak memiliki perhiasan bunga. Sistem pembuahannya tunggal, batangnya lurus dan sedikit percabangan/ranting, dan perakaran tunggang. Pada kenyataannya tumbuhan Gymnospermae berwujud pohon, hanya beberapa saja yang berwujud semak. Tahukah Anda dari contoh paku biji merupakan tumbuhan pertama di antara Gymnospermae, walaupun sekarang sudah punah beberapa keturunannya seperti pakis dan melinjo masih ada

sampai sekarang. Tumbuhan berbiji inilah yang mengungkapkan garis keturunan purba dengan kenyataan bahwa mikrospora mencapai bakal biji. Tumbuhan biji terbuka ini dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu kelompok melinjo (Gnetinae), kelompok pinus (Coniferinae), kelompok pakis haji (Cycadinae). Untuk mempermudah cara mempelajarinya, lakukan kegiatan dengan pengamatan dari ketiga kelompok tumbuhan tersebut bandingkan hasil pengamatan Anda dengan uraian berikut ini!

a)

Kelompok Melinjo (Gnetinae)

Batang pohon melinjo tampak tegak dan bercabang-cabang, mempunyai daun lebar dengan tulang daun menyirip. Apa manfaat melinjo? Melinjo (Gnetum gnemon) banyak digunakan untuk bahan makanan, yaitu daun muda, bunga, biji melinjo dapat disayur, bijinya untuk dibuat emping, dan batangnya untuk bahan-bahan industri, yaitu kulit kayunya dipakai sebagai jala atau bahan kertas. b) Kelompok Pinus (Coniferinae)

Pernahkan Anda melihat pohon pinus? Pohon ini mempunyai batang yang lurus dan tegak serta bercabang-cabang, daunnya berbentuk jarum atau bersisik kecil-kecil. Mempunyai strobilus, dianggap sebagai bunga yang belum sejati. Strobilus ini ada dua macam yaitu strobilus jantan, berupa sisik yang menghasilkan sel kelamin jantan dan strobilus betina yang menghasilkan bakal biji. Pinus ini merupakan tumbuhan yang selalu hijau (evergreen). Pinus antara lain dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga, seperti cemara dan damar (Agathis alba).

Gambar 7.30 Kelompok melinjo

Gambar 7.31 Pohon pinus c) Kelompok Pakis Haji (Cycadinae)

Ciri pakis haji mirip dengan tumbuhan paku, yaitu mempunyai daun muda yang menggulung. Daunnya berbentuk pita dan tulang daunnya menyirip. Sistem perakarannya berbeda dengan yang lain, yaitu berakar serabut. Mempunyai strobilus jantan yang halus dan lebih kecil, sedangkan strobilus betina lebih besar dan berkayu. Misalnya, pakis haji (Cycas rumphii), sering digunakan untuk tanaman hias. Berdasarkan pengamatan Anda terhadap ketiga kelas tumbuhan Gymnospermae, apa perbedaan dari ketiga kelas tersebut dan apa peranan tumbuhan ini bagi kehidupan manusia?

Gambar 7.32 Pakis haji

2)

Tumbuhan biji tertutup Angiospermae

Berdasarkan asal katanya Angiospermeae berasal dari kata angeion yang berarti botol dan sperma yang berarti biji. Kelompok anggota ini berkebalikan dari Gymnospermae, yaitu menghasilkan biji dengan keadaan terlindung oleh daun buahnya memiliki alat perkawinan yang berupa bunga (Antophyta). Kelompok tumbuhan ini banyak ditemukan di mana-mana karena mampu beradaptasi segala lingkungan. Ingatlah kembali pelajaran IPA di SMP/MTs! Berdasarkan jumlah keping bijinya, Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan biji berkeping satu (Monocotyleonae)

misalnya padi, jagung, anggrek, kelapa, nanas, pisang, dan lain-lain. Dan tumbuhan biji berkeping dua (Dicotyledonae) misalnya mangga, kacang tanah, terung, dan ketela pohon.

a)

Tumbuhan Monokotil

Contoh tumbuhan monokotil adalah jagung. Pada saat berkecambah, biji jagung tampak tidak terbelah, bijinya tertutup, pada keadaan berkecambah bijinya menunjukkan jumlah keping lembaga atau daun lembaganya hanya ada satu. Sistem perakarannya serabut karena tampak pada saat berkecambah sudah memiliki akar samping yang tumbuh pada bagian pangkal batang. Akar yang berkecambah mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan digantikan oleh tumbuhnya akar-akar samping yang banyak berbentuk serabut memiliki ukuran sama besar. Batangnya berbuku-buku dan ruas sudah mulai tampak jelas, batang yang tumbuh di atas tanah umumnya tidak bercabang akibat tunas tidak tumbuh dengan baik. Akar dan batangnya tidak dapat membesar karena tidak mempunyai kambium, sedangkan bentuk daunnya sejajar atau melengkung yang berukuran panjang seperti pita/pedang. Pada perhiasan bunganya sulit dibedakan bentuk dan warnanya antara mahkota dan kelopak bunganya, serta jumlah bagianbagian bunganya berkelipatan tiga.

Gambar 7.33 Beberapa contoh tumbuhan monokotil Beberapa famili dari tumbuhan monokotil antara lain: (1) Palmae : kelapa dan kurma (2) Gramineae : rumput, padi, gandum, bambu (2) Orchidaceae : keluarga bunga anggrek (4) Liliaceae : bawang merah dan putih, lili.

b)

Tumbuhan Dikotil

Dari hasil pengamatan pada Kegiatan Kelompok 5 Anda dapat mengetahui pada saat biji kacang tanah berkecambah memiliki dua keping lembaga atau dua daun lembaga, yaitu bijinya terbelah menjadi dua bagian. Sistem perakarannya tunggang, yaitu akar kecambahnya mengalami pertumbuhan terus hingga tumbuhan menjadi besar dan bagian pangkalnya memiliki ukuran yang lebih besar daripada ujungnya. Batangnya bercabang-cabang karena tunas berkembang dengan baik, mempunyai kambium sehingga akar dan batangnya dapat membesar. Bentuk daunnya menjari/menyirip yang berukuran pendek dibandingkan panjangnya, sedangkan bagianbagian bunganya sudah dapat dibedakan, yaitu mahkota bunga tampak berwarna indah sedangkan kelopak bunga tampak berwarna hijau. Jumlah bagian-bagian bunganya kelipatan 4 atau 5.

Gambar 7.34 Beberapa contoh tumbuhan dikotil Beberapa famili tumbuhan dikotil antara lain : (1) Leguminosae : kembang merak, flamboyan, kacang tanah, (polong-polongan) jengkol, petai, buncis, asam (2) Solanaceae : kentang, tomat, cabai, terung, tembakau (3) Compositae : bunga matahari, selada, dahlia (4) Labiatae : nilam, dilem, lavender, kumis kucing (5) Umbelliferae : jinten, ketumbar, adas (5) Malvaceae : kembang sepatu, kapas (7) Cetaceae : kaktus (8) Rosaceae : mawar, apel, arbei (9) Magnoliaceae : cempaka putih, cempaka ambon (10) Cruciferae : kubis, sawi, lobak (11) Rutaceae : jeruk (12) Euphorbiaceae : ketela, karet Setelah Anda mempelajari tumbuhan berbiji (Spermatophyta) coba Anda amati tentang ciri-ciri famili/suku dari masing-masing tumbuhan monokotil dan dikotil dengan mengamati dari masingmasing tumbuhan seperti yang dicontohkan di atas! Apakah masing-masing suku tersebut ada yang memiliki persamaan dengan ciri-ciri yang Anda amati? Bagaimana dengan perbedaannya, terdapat pada bagian mana saja? Pikirkan! Sekarang Anda sudah bisa membuat taksonomi tumbuhan, cobalah Anda mengklasifikasikan tanaman padi, kacang tanah, bunga mawar, mangga sampai ke tingkat famili/suku!

Peranan Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Beberapa manfaat tumbuhan berbiji bagi kehidupan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia sebagai berikut. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Kayu dapat digunakan untuk bahan bangunan dan perabotan. Pohon-pohon sebagai penyimpan air, sumber oksigen, dan peneduh. Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin dan protein. Padi, jagung, gandum, sagu sebagai makanan pokok. Kapas dan rami sebagai bahan pakaian/sandang. Macam-macam bunga untuk keindahan dan bahan kosmetik. Mahkota dewa, kumis kucing, mengkudu, ada untuk bahan obat-obatan.

Related Posts SliderRelated Posts

Ciri-ciri Jamur

Ciri Morfologi Jamur Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi tidak memiliki daun dan akar yang sejati, juga tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak dapat melakukan fotosintesis. Untuk itulah jamur digolongkan atau ... READ MORE

Ciri Ciri Ciliata dan Sporozoa Ciri-Ciri Ciliata dan Sporozoa Berdasarkan alat geraknya protozoa ada berbentuk bulu getar (cilia), kaki semu (pseudopodia), dan cambuk (flagela), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Dengan dasar inilah Protozoa ... READ MORE Ciri-ciri Jamur

Ciri Ciri Ciliata dan Sporozoa

September 7th, 2011 | Add a Comment Pengklasifikasian bakteri masih belum memuaskan karena kurangnya diferensiasi morfologi sehingga tidak mudah untuk mengklasifikasikan bakteri. Tidak mengherankan jika dijumpai cara penggolongan bakteri berdasarkan sifat fisiologi yang melahirkan nama-nama bakteri nitrogen, bakteri belerang, dan sebagainya. Salah satu klasifikasi yang dianut dalam taksonomi adalah penggolongan berdasarkan tempat hidupnya yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu sebagai berikut.

Eubacteria
Eubacteria merupakan bakteri pada umumnya, yaitu bakteri yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang telah kita pelajari di depan. Berikut ini beberapa jenis contoh Eubacteria.

Ordo Eubacteriales
Ciri-ciri dari ordo ini adalah sel-selnya berbentuk bulat atau batang yang lurus dan terpisahpisah. Kadang-kadang membentuk koloni berupa rantai. Alat geraknya berupa flagel yang peritrik atau tidak bergerak. Bangsa ini meliputi berbagai famili, antara lain sebagai berikut.

1)

Azetobacteraceae

Ciri-cirinya adalah sel-selnya berbentuk jorong atau batang yang mirip dengan sel-sel khamir. Dia hidup bebas di dalam tanah dan merupakan penambat nitrogen. Contohnya, Azetobacter chroococcum, Azetobacter indicus, dan Azetobacter agilis. Famili Azetobacteraceae ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, misalnya karena dia penambat nitrogen di udara, maka bakteri ini menambat gas (N2) yang ada dalam udara untuk dijadikan senyawa-senyawa yang diperlukan oleh tanaman dengan cara bersimbiosis dengan tumbuhan. Caranya bakteri menyediakan nitrat yang dibutuhkan tumbuhan dan tumbuhan menyediakan bahan makanan yang diperlukan bakteri. Dengan demikian, tumbuhan akan menjadi lebih subur karena tidak semua nitrogen dapat disediakan di dalam tanah. Bakteri-bakteri penambat N2 udara ada yang hidup bebas di dalam tanah, misalnya Azetobacter chroococcum.

2)

Rhizobiaceae

Ciri-ciri dari famili bakteri ini adalah sel-selnya berbentuk batang, kadang-kadang bercabang, seringkali bersimbiosis dengan Leguminosae dan membentuk bintil-bintil pada akarnya, serta dapat menambat nitrogen. Beberapa contoh simbiosis antara bakteri dengan tumbuhan, antara lain:

a) Rhizobium leguminosarum, membentuk bintil-bintil pada akar tanaman kacang-kacangan; b) Rhizobium japonicum, pada kedelai; c) Rhizobium phaseoli, bersimbiosis dengan anggota-anggota marga Phaseoulus. Ketiga bakteri tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sama seperti pada Azetobacter. Tetapi ada juga bakteri dari famili ini yang bersifat merugikan, yaitu Agrobacterium tumefaciens yang menimbulkan pembengkakan pada akar pohon-pohonan.

Gambar 4.11 (1) Rhizobium

Gambar 4.11b Agrobacterium tumefaciens

3)

Enterobacteriaceae

Bakteri golongan ini seringkali terdapat dalam saluran pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Bakteri ini hidup bebas dan juga bersifat patogen, menimbulkan fermentasi anaerobik pada glukosa, kadang-kadang laktosa. Contohnya sebagai berikut. a) Escherichia coli, terdapat dalam usus manusia dan vertebrata lainnya.

Apa peranan dari bakteri ini? Bakteri ini sangat berguna sekali bagi kehidupan manusia karena dapat membusukkan makanan dari sisa pencernaan, dapat membentuk vitamin K pada saat terjadi pembekuan darah, serta dapat menghasilan vitamin B12. Cobalah pikirkan apabila bakteri ini tidak ada di dalam tubuh kita! Apa yang akan terjadi di dalam tubuh kita? b) Salmonella typhosa, Salmonella paratyphi, bakteri ini bersifat patogen yang menyebabkan penyakit tipus dan paratipus. c) Shigella dysenteriae, bakteri ini merupakan penyebab penyakit disentri.

4)

Micrococcaceae

Sel-sel bakteri ini berbentuk seperti peluru, terdapat dalam koloni tetrade, kubus dengan masa tidak beraturan. Contohnya: a) Sarcinalutea, Sarcina aurantiaca. b) Micrococcus denitrificans, menimbulkan proses denitrifikasi. c) Staphylococcus aureus, bersifat patogen, yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit.

5)

Neisseriaceae

Ciri-ciri dari famili bakteri ini adalah sel-selnya berbentuk peluru, seringkali berpasangan. Contoh dari bakteri ini adalah sebagai berikut. a) Neisseria gonnorrhoeae,(Micrococcus gonnorrhoe) penyebab penyakit kelamin kencing nanah yang dikenal dengan nama raja singa. b) Neisseria meningitis, penyebab penyakit meningitis. c) Veillonella parvula, dalam mulut dan saluran pencernaan makanan manusia dan hewan.

6)

Lactobacillaceae

Ciri-ciri bakteri ini berbentuk peluru/batang yang dapat menimbulkan fermentasi asam laktat. Contohnya : a) Lactobacillus caucasicus, dengan khamir dapat dibuat yoghurt. b) Streptococcus pyogenes, dapat menimbulkan nanah dan keracunan darah bila menginfeksi tubuh manusia. c) Diplococcus pneumoniae, menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru).

7)

Bacillaceae

Sel-sel dari bakteri ini berbentuk batang, dapat menghasilkan endospora dalam keadaan lingkungan yang jelek. Contohnya: a) Bacillus subtilis, bakteri penghasil basitrains; b) Bacillus anthracis, penyebab penyakit antraks; c) Bacillus polymixa, penghasil polimiksin;

d) Closteridium pasteurianum, bakteri anaerob yang dapat menambat nitrogen. Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit antraks? Antraks biasa ditularkan pada manusia karena disebabkan pengeksposan pekerjaan kepada hewan yang sakit atau hasil ternak seperti kulit dan daging atau memakan daging hewan yang tertular antraks. Selain itu, penularan dapat terjadi apabila seseorang menghirup spora dari produk hewan yang sakit, misalnya kulit/bulu yang dikeringkan. Penyakit antraks termasuk penyakit menular. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pertama kali penyakit ini menyerang hewan ternak sejenis herbivora, seperti sapi, kambing, dan lain-lain. Infeksi penyakit terjadi melalui luka pada kulit, pernapasan, dan usus pencernaan. Manusia dapat tertular penyakit ini dengan perantara daging hewan yang dimakannya apabila hewan itu terserang penyakit antraks. Bakteri ini berkembang biak dengan membentuk spora dan dapat bertahan hidup di dalam tanah selama 70 tahun dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia, karena spora tersebut dapat diterbangkan oleh angin atau aliran air yang kemudian dapat mencemari apa saja. Jenis penyakit antraks ada empat, yaitu sebagai berikut. (1) Antraks otak, terbawa darah yang masuk ke otak dengan gejalanya berupa sakit kepala dan kejang otak. (2) Antraks kulit, masa inkubasinya berlangsung sekitar 2-5 hari. Gejalanya ditandai dengan rasa gatal pada kulit. Selanjutnya, kulit akan melepuh dan jika pecah akan terbentuk keropeng hitam di tengahnya, kulit di sekitarnya akan membengkak dan terasa nyeri, serta terjadi bentuk borok. (3) Antraks usus, ditandai dengan rasa mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang melilit, dan akhirnya bisa muntah darah. (4) Antraks paru-paru, tanda-tandanya adalah batuk dan sesak napas. Karena berbahayanya penyakit antraks ini, maka perlu upaya pencegahan menularnya penyakit ini. Hewan yang terserang antraks biasanya langsung mati. Untuk mencegah penyebarannya, hewan itu harus segera dibakar atau dikubur dan jangan sampai dilukai karena bila dilukai bakteri ini akan menyebar. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin antraks pada hewan ternak.

Ordo Actinomycetes
Sel-sel Actinomycetes memanjang mirip hifa cendawan, cenderung membentuk percabangan. Ada beberapa famili, yaitu: 1) Mycobacteriaceae, sel-selnya tidak membentuk miselium. Contoh: Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tuberculosis/TBC. M. lepra, penyebab penyakit kusta. 2) Actinomycetaceae, membentuk miselium dan spora terbentuk dalam fragmen-fragmen miselium.

3) Streptomycetaceae, membentuk miselium dan miselium vegetatif tidak terbagi-bagi. Contoh: Streptomyces aureofaciens, menghasilkan aureomisin. S. grisens, menghasilkan streptomisin.

Archaebacteria
Bakteri ini sangat berbeda dengan bakteri pada umumnya, karena beberapa di antaranya memiliki sifat-sifat yang dapat memungkinkan menjadi salah satu penyebab bentuk-bentuk kehidupan pertama di bumi ini. Untuk itulah dinamakan Archaebacteria (bahasa Yunani archaio berarti kuno).

Gambar 4.12 Bakteri Arhaebacteria Bakteri ini menyerupai bakteri lainnya. Ciri-cirinya antara lain prokariota, (ingatlah kembali ciriciri prokariot, yaitu tidak mempunyai nukleus, memiliki dinding sel, tetapi tidak terbuat dari peptidoglikan). Alat pembuat proteinnya, yaitu RNA mirip yang terdapat pada eukariota yang diracuni oleh toksin difteria sehingga RNA dan ribosom sangat berbeda, jadi RNA-nya sangat berbeda dengan bakteri umumnya. Para peneliti sudah menemukan beberapa jenis Archaebacteria, di antaranya seperti berikut. Metanobacteria, merupakan kelompok bakteri yang luas penyebarannya. Bakteri ini bersifat hemoautotrof, yaitu proses metabolismenya menghasilkan metana dari reaksi karbon dioksida dan hidrogen. Reaksinya adalah: 4H2 hidrogen + CO2 > CH4 + air 2H2O.

karbon dioksida

metana

Bakteri ini juga tidak memerlukan oksigen (anaerob), dapat bertahan hidup, dan diduga telah ada di dalam bumi sejak awal. Sekarang ini mereka hidup di tepi rawa, payau metana, atau gas rawa.

Mereka juga bisa hidup di rumen sapi yang ada di lambung sapi karena terdapat hidrogen dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh mikroorganisme lain yang hidup di sapi. Jenis methanogenik yang hidup di laut mendapatkan makanan bakteri dari bahan organisme yang tenggelam di dasar laut. Ada juga beberapa jenis ini yang bersimbiosis dengan air panas pada suhu 110C. Bakteri ini dapat bertahan hidup pada suhu yang tinggi karena struktur selnya yang meliputi DNA, protein dan membrannya telah beradaptasi. Suhu optimumnya untuk tumbuh dengan baik, yaitu 98C dan akan mati di bawah 84C.
1. Jenis Archaebacteria Halobacterium habitatnya di Laut Mati dan Great Salt Lake (berkadar garam tinggi), yang habitatnya sangat asin sekali. Beberapa jenis bakteri ini mempunyai klorofil ungu yang disebut bakteri orhodopsin, sehingga mampu melakukan fotosintesis. 2. Jenis Archaebacteria Thermoplasma (kelompok thermoasidofil) yang ditemukan dalam air asam dari mata air belerang yang panas. Bakteri ini dapat mengoksidasi sulfur. Banyak ditemukan di lubang vulkanik, kawah vulkanik dan mata air bersulfat seperti di Yellow Stone, Amerika. Para peneliti sudah berusaha meneliti secara lebih mendalam terhadap semua jenis Archaebacteria dengan membiakkannya di laboratorium, tetapi ternyata bakteri ini sangat sukar dikembangbiakkan. Dengan demikian sangat susah untuk mengetahui lebih mendalam bakteri ini. Oleh sebab itu, dapat dikatakan jenis bakteri ini sangat berbeda dengan bakteri lain, yaitu merupakan bakteri sejati tetapi bersifat eukariota.

Gambar 4.13 Tempat ditemukannya Archaebacteria Tabel 4.1 Perbedaan Eubacteria dan Archaebacteria
Ciri-Ciri Persamaan 1. Jumlah sel Unisel Unisel Eubacteria Archaebacteria

2. Dinding sel

Ada

Ada Tidak ada Tidak aktif Prokariotik

3. Organel sel (mitokondria, lisosom, retikulum Tidak ada endoplasma) Tidak aktif 4. Gerak Prokariotik 5. Inti

Perbedaan 1. Cara hidup Heterotrof dan autotrof Heterotrof

2. Zat penyusun dinding sel Selulosa (peptidoglikan)/ asam amino dan asam glutamat
Tipe nutrisi 1. Klorofil Absortif dan asimilasi ada

Selulosa dan lipid

Absortif tidak ada

2. Contoh - Azotobacter - Rhizobium - Enterobacter - Micrococcus - Sarcina - Neisseria - Lactobaccilus - Bacilus - Mycobacterium tuberculosis - Actinomycetes bovis - dan sebagainya

- Metanobacterium (kelompok metanogen) - Halobacterium (kelompok halofil) - Thermoplasma (kelompok thermoasidofil)

Related Posts SliderRelated Posts

Ruang Lingkup Bakteri Perhatikan Gambar 4.1 berikut! Kita harus bersyukur kepada Tuhan manusia diberi pengetahuan mengenai antraks, meski pengetahuan ini masih terbatas. Pengetahuan tentang antraks tidak terlepas dari jasa peneliti di masa lalu ... READ MORE Peranan Bakteri Dalam Kehidupan Manusia Tahukah Anda dalam kehidupan manusia bakteri ada yang menguntungkan namun ada pula yang merugikan. Bakteri yang menguntungkan, yaitu bakteri yang sering digunakan dalam industri atau proses dalam pengubahan suatu zat. ... READ MORE Ruang Lingkup Bakteri

Peranan Bakteri Dalam KeKlasifikasi ilmiah


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Ada usul agar halaman atau bagian halaman ini digabungkan dengan halaman Tata nama biologi (diskusikan)

Klasifikasi biologi

Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.

Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis). Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:

Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit). Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).

Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sistem Klasifikasi Domain 2 Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977) o 2.1 Kingdom Eubacteria o 2.2 Kingdom Archaebacteria o 2.3 Kingdom Protista o 2.4 Kingdom Fungi (Jamur) o 2.5 Kingdom Plantae (Tumbuhan) o 2.6 Kingdom Animalia (Hewan) 3 Sistem Klasifikasi 6 Kingdom 4 Sejarah Klasifikasi 5 Pranala luar

[sunting] Sistem Klasifikasi Domain


Belakangan, sistem Kingdom sempat dianggap basi, sehingga dibentuk sistem baru yang menambah urutan dan memiliki lebih sedikit jenis, yaitu Domain. Ada tiga jenis Domain, yaitu:
1. Archaea (dari Archaebacteria) 2. Bacteria (dari Eubacteria) 3. Eukarya (termasuk fungi, hewan, tumbuhan, dan protista)

[sunting] Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977)


Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :
1. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa. 2. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.

Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).

Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik. Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup. Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom:

[sunting] Kingdom Eubacteria


Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.

[sunting] Kingdom Archaebacteria


Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker. Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem.

[sunting] Kingdom Protista


Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan). Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya, yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk, contoh Euglena, Volvox, Noctiluca, Trypanosoma, dan Trichomonas), Cilliata/Infusiora (rambut getar, contoh Paramaecium),

Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu, contoh Amoeba), dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak, contoh Plasmodium).

[sunting] Kingdom Fungi (Jamur)


Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Beberapa kelompok kelas antara lain: a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya Physarum policephalius. b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopus oryzae, mucor mue)

[sunting] Kingdom Plantae (Tumbuhan)


Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

[sunting] Kingdom Animalia (Hewan)


Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

[sunting] Sistem Klasifikasi 6 Kingdom


Pada tahun 2004, seorang ilmuwan, Thomas Cavalier-Smith mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi k Kingdom juga, namun dengan memisahkan Eukaryota dari Protista yang bersifat autotrof menjadi Kingdom baru, yaitu Chromista. 6 Kingdom menurut Klasifikasi Cavalier-Smith, yaitu:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Bacteria Protozoa Chromista Fungi Plantae Animalia

Walaupun sekarang Indonesia sedang berusaha mengadaptasikan klasifikasi Domain, namun klasifikasi menurut ketentuan terakhir (yang terbaru) adalah klasifikasi Cavalier-Smith ini.

[sunting] Sejarah Klasifikasi


Linnaeu Haecke s, 1735 l, 1866 (2 (3 Kingdo Kingdo m) m) (Belum ada klasifikas i mikroba) Chatton, 1925 (2 Empire) Woese Copelan Whittak et al, Cavalierd, 1938 er, Woese et 1990 Smith, (4 1969 (5 al, 1977 (6 (3 2004 (6 Kingdo Kingdo Kingdom) Domai Kingdom) m) m) n) Bacteria (Gabungan Bacteri Archaebacte a ria dan Eubacteria)

Prokaryota

Monera

Monera

Eubacteria

Prokaryota (idem/klasifik Monera Protista asi yg sama (idem) dgn yang di atas)

Monera (idem)

Archaebacte Archae Bacteria ria a (idem)

-- Eukaryota Protoctis mulai dari Protista Protista ta sini -Protista Protista (idem) (idem) Vegetabil Plantae Eukaryota ia Vegetabil Plantae ia (idem) (idem) Animalia Animali a Plantae Fungi Plantae Fungi Plantae

-Eukary a mulai Protozoa dari sini -Chromista Eukary Fungi a Plantae Animalia

Animalia Animalia Animalia

hidupan Manusia

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


Follow @scorvgirl Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem

klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarng dengan Carolus Linnaeus. Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi. Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah : 1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki 2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain 3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup 4. Emberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain : 1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam 2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup 3. Klasifikasi memudahkan komunikasi PROSES KLASIFIKASI Para biologiawan masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi ilmiah. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup. 1. Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi. 2. Pengelompokan, setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson. 3. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup.

TINGKATAN TAKSON Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson) telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature. Urutan takson antara lain : Kingdom Divisio Clasis Order Familia Genus Species Tingkatan Dalam Bahasa Indonesia Dunia/Kerajaan Divisio/Filum Kelas Ordo Suku Marga Jenis 1. KINGDOM. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia 2. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.

3. KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio 4. ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales. 5. FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea. 6. GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya. 7. SPECIES (JENIS). Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur) TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE Banyak makhluk hidup mempunyai nama local. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode yang sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species) Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut : 1. Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum) 2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama penunjuk jenis digunakan huruf kecil 3. Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan 4. Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya) 5. Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung. 6. Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, nama tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species 7. Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.

Selasa, 02 Oktober 2007


Klasifikasi Makhluk Hidup
Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup)jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut,

dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan).

Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut TAKSONOMI. Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapapun, tergantung Dasar Klasifikasi yang digunakan. Contoh dasar klasifikasi dalam biologi : a. Berdasarkan kemampuan membuat makanan, makhluk hidup digolongkan menjadi : 1. Organisme Autotrof, organisme yang mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis, contoh : tumbuhan 2. Organisme Heterotrof, organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri, contoh : hewan dan manusia b. 1. 2. 3. Berdasarkan habitatnya tumbuhan dikelompokkan menjadi : Tumbuhan Hidrofit, tumbuhan yang hidup di air, contoh : teratai Tumbuhan Higrofit, tumbuhan yang hidup di tanah lembap, contoh : lumut Tumbuhan Xerofit, tumbuhan yang hidup di tanah kering, contoh : kaktus

c. Berdasarkan makanannya, hewan digolongkan menjadi : 1. Hewan Herbivora, hewan yang memakan tumbuhan, contoh : sapi 2. Hewan Carnivora, hewan yang memakan daging, contoh : harimau 3. Hewan Omnivora, hewan yang memakan tumbuhan dan daging, contoh : tikus Klasifikasi makhluk hidup dilakukan oleh : 1. Aristoteles, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan 2. Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah, Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :

KINGDOM DIVISIO / PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit

3. Robert H. Whittaker, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu 1. 2. 3. 4. 5. Kingdom Kingdom Kingdom Kingdom Kingdom Monera Protista Fungi Plantae Animalia

Tingkatan takson untuk Kingdom Monera adalah KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES Tingkatan takson untuk Kingdom Protista adalah KINGDOM PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES

Tingkatan takson untuk Kingdom Fungi adalah KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES Tingkatan takson untuk Kingdom Plantae adalah KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES Tingkatan takson untuk Kingdom Animalia adalah KINGDOM PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES Ciri-ciri pada sistem 5 kingdom : 1. Kingdom Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler 2. Kingdom Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler 3. Kingdom Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler 4. Kingdom Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler 5. Kingdom Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler Untuk memahami secara lebih detail tentang perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik silakan klik : http://biology.about.com/library/weekly/aa031600a.htm Tata Nama Ilmiah : 1. Menggunakan bahasa ilmiah (Latin) 2. Terdiri dari 2 kata, kata pertama menunjukkan genus, kata kedua menunjukkan spesies 3. Huruf depan kata pertama menggunakan huruf kapital, huruf depan kata kedua menggunakan huruf bukan kapital

4. Penulisan secara manual harus diberi garis bawah, penulisan dengan komputer harus diberi garis bawah atau cetak miring atau cetak tebal Contoh organisme 1. Kingdom Monera : - Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit radang paru-paru - Salmonella typhosa, penyebab penyakit typus - Eschericia coli, bakteri pembusuk dalam usus besar - Oscilatoria sp 2. Kingdom Protista : - Spirogyra sp - Fucus sp - Diatomae sp - Gracilaria sp - Amoeba sp - Euglena viridis - Plasmodium malariae - Paramecium sp 3. Kingdom Fungi : - Rhizopus sp - Penicilium sp - Auricularia polytricha - Volvariella volvacea 4. Kingdom Plantae : - Marchantia polymorpha - Adiantum cuneatum - Gnetum gnemon - Oryza sativa - Arachis hypogea 5. Kingdom Animalia : - Planaria sp - Ascaris lumbricoides - Holothuria scabra - Bufo americanus - Chelonia mydas - Macrofus rufus - Felis tigris

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


Para ilmuwan memperkirakan ada lebih dari 500 juta bentuk kehidupan di bumi. Bentuk kehidupan itu memiliki wujud yang berbeda-beda. Akan tetapi kamu tetap bisa mengelompokkan antara hewan dan tumbuhan. Bagaimana caranya? Hal itu karena kamu dapat melihat persamaan dan

perbedaannya. Akan tetapi bagaimana cara mengelompokkan hewan yang mirip satu sama lain dan jumlahnya ribuan, bahkan jutaan. Misalnya kucing mirip dengan macan, tetapi kurang mirip dengan kuda, dan tentu saja sangat berbeda dengan katak. Untuk mempermudah pekerjaan pengelompokan itu, ilmuwan membagi makhluk hidup dalam kelompok-kelompok takson.

Pendahuluan
Di dunia terdapat tidak kurang dari 500 juta macam organism. Organism tersebut memilik ciriciri yang beraneka ragam. Begitu beragamnya organism ini sehingga diperlukan suatu system untuk mengenal dan mempelajarinya. Beberapa ahli biologi mencoba menciptakan suatu system untuk mengenal dan mempelajarinya. Beberapa ahli biologi mencoba menciptakan suatu system untuk mempermudah mengenal dan mempelajari organism melalui suatu cara pengklasifikasian. Pengklasifikasian merupakan proses pengelompokan berdasarkan ciri tertentu. Organism yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikumpulkan sebagai satu kelompok. Ciri-ciri kelompok telah mewakili sifat-sifat individu. Sebagai contoh, kambing, sapi, dan kerbau merupakan kelompok hewan memamah biak (ruminansia). Dengan meningkatnya peradaban manusia, terutama pengetahuan tentang manfaat makhluk hidup sebagai obat dan bahan pangan, maka keperluan akan nama makhluk hidup semakin besar. Maka mulai diperlukan suatu penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pemikiran yang rasional. Misalnya penggolongan berdasarkan persamaan ciri, cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, dan sebagainya. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

A.Tujuan dan Manfaat Klasifikasi


Klasifikasi yang dilakukan oleh para ahli biologi bertujuan untuk: 1.Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal 2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya 3. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup 4. Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya Klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan manusia, yaitu: 1. Pengelompokan memudahkan kita mempelajari organism yang beraneka ragam. 2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, harimau memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan kucing daripada dengan komodo, karena harimau dan kucing memiliki banyak persamaan ciri-ciri, misalnya: harimau dan kucing sama-sama menyusui, bertulang belakang, berkaki empat, karnivor, dan berambut. Sedangkan komodo bertelur, berkaki empat, kulit bersisik, dan melata.

A.Dasar-Dasar Klasifikasi
Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain. Di samping memiliki perbedaan, beberapa makhluk hidup memiliki satu atau lebih persamaan. 1. Berdasarkan Persamaan Kita dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaannya. Menurut kalian, berdasarkan ciri-cirinya, kuda dan sapi dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup apa? Dengan mengamati cirri-cirinya, kita dapat memasukkan kuda dan sapi dalam kelompok hewan. Karena memiliki tulang belakang, keduanya merupakan kelompok hewan bertulang belakang. Atau, dapat pula dikelompokkan sebagai hewan yang menyusui atau mamalia, karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan sapi juga dapat dimasukkan dalam kelompok hewan tetrapoda, karena sama-sama berkaki empat (tetra = empat,podos = kaki). 2. Berdasarkan Perbedaan Meskipun kuda dan sapi merupakan satu kelompok, yaitu hewan mamalia, kita dapat pula memisahkan keduanya sebagai kelompok yang berbeda berdasarkan perbedaan cirinya. Misalnya dengan melihat jumlah jari di setiap kaki. Kuda memiliki tiga jari di setiap kaki, sehingga masuk dalam kelompok hewan mamalia berjari ganjil atauPeri sodact yl a. Sedangkan sapi memiliki empat jari di setiap kakinya, sehingga masuk dalam kelompok mamalia berjari genap atauArti odact yl a, demikian pula kambing dan kerbau. 3. Berdasarkan Manfaat Pengelompokan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hamper setiap orang melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengelompokkan mawar, melati, cemara, dan bugenvil ke dalam kelompok tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela dikelompokkan ke dalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang panjang, dan kacang merah dikelompokkan ke dalam tanaman kacang. Kambing, sapi, kerbau, dan kelinci dikelompokkan ke dalam hewan ternak. Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa saja, asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Misalnya bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel, dan sawi dimasukkan dalam satu kelompok tanaman sayursayuran. Dasar pengelompokan itu adalah bahwa tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai sayuran, sedangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam memanfaatkan tanamantanaman tersebut sebagai sayur-sayuran. 4. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi Klasifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan terutama ciri-ciri morfologi dan anatomi. Morfologi adalah ciri-ciri yang tampak di bagian luar tubuh makhluk hidup, sedangkan anatomi adalah ciri-ciri yang ada di bagian dalam tubuh makhluk hidup.

Pada tumbuh-tumbuhan, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi dapat berupa ciriciri morfologi, misalnya warna bunga, bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk daun, dan lain-lain. Selain itu, dapat pula menggunakan ciriciri anatomi, misalnya ada- tidaknya berkas pengangkut, ada-tidaknya cambium, dan ada-tidaknya sel trakea. Ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi hewan, misalnya ada-tidaknya tulang belakang, bentuk alat gerak, jumlah sayap (pada serangga), ruas-ruas pada tubuh, jumlah kaki, dan lainlain. 5. Berdasarkan Ciri Biokimia Dalam perkembangannya, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam klasifikasi tidak hanya ciri-ciri morfologi dan anatomi, tetapi juga ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis protein, jenis-jenis enzim, adatidaknya membrane organela sel. DNA atau asam nukleat juga digunakan untuk menetukan hubungan kekerabatan makhluk hidup. Misalnya ntuk menentukan ayah seorang bayi, dapat dibandingkan DNAnya. Meskipun ciri wajah dan tubuh tidak mirip, jika DNA-nya mirip, dapat dipastikan orang tersebut merupakan ayah si bayi.

A.Macam-macam Klasifikasi
Pengklasifikasian makhluk hidup dilakukan dengan alas an-alasan tertentu. Ada banyak alas an yang digunakan para ahli sebagai dasar system klasifikasi. Dari berbagai alas an yang pernah digunakan para ahli, system klasifikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok system saja, yaitu system alami, system buatan, dan system filogenetik. 1. Klasifikasi Sistem Alami Klasifikasi system alami dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani pada tahun 350 SM. Aristoteles membagi makhluk hidup menjadi 2 kingdom, yaitu hewan dan tumbuhan. Aristoteles. Membagi hewan menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya. Sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya. Sebagai contoh, kingdom tumbuhan dibagi menjadi 3 divisi, yaitu herba, semak, dan pohon. Karena kurang teliti, klasifikasi menurut system ini memiliki banyak kesalahan, meskipun demikian telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun. 2. Klasifikasi Sistem Buatan Klasifikasi system buatan diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778). Ia adalah seorang ahli ilmu pengetahuan alam dari Swedia yang namanya dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus. Karya penting Linnaeus adalah menyusun system klasifikasi yang lebih mudah dipahami daripada system sebelumnya. System yang disusun Linnaeus merupakan system klasifikasi buatan. Maksudnya, kategori organism didasarkan pada sejumlah kecil sifat-sifat morfologi tanpa memandang kesamaan struktur yang mungkin memperlihatkan kekerabatan. Klasifikasi system buatan ini antara lain mengelompokkan tumbuhan atas dasar warna bunga, massa bunga, bentuk daun, jumlah benang sari,

putik, dan lain-lain. System klasifikasi tumbuhan yang dikemukakan oleh Linnaeus juga disebut system seksual karena Linnaeus memusatkan perhatiannya pada alat reproduksi tumbuhan. Karya Linnaeus yang sangat penting adalah penamaan jenis dengan menggunakan dua nama atau disebut binomial nomenklatur. Sebelum Linnaeus, orang memberi nama tumbuhan dengan nama tunggal yang diikuti dengan sederetan kata nama atau kata sifat sebagai penjelasannya. Sebagai contoh; tomat diberi nama Solanum pomiferum fructo rotundo striato artinya tumbuhan yang berbuah lebat, buahnya bulat dan lunak. Nama demikian, tentunya tidak praktis dan tidak mudah diingat. Kemudian Linnaeus menetapkan suatu nama tumbuhan dengan dua kata saja. Kata pertama untuk genus dan kata kedua untuk penunjuk spesies. Pendapat Linnaeus ini dikemukakan dalam bukunya yang berjudul Species Plantarum yang diterbitkan tahun 1753. 3. Klasifikasi Sistem Filogenetik Pada masa Linnaeus, pendapat umum menyatakan bahawa semua spesies berasal dari hasil penciptaan khusus. Kemudian, masing-masing melanjutkan sifat aslinya sebagai spesies yang tetap dan tidak berubah. Mereka menduga bahwa pada awal dibentuknya makhluk hidup, telah diciptakan makhluk hidup yang sama seperti makhluk hidup yang ada sekarang, misalnya pisang, ayam, padi, dan jagung. Kemudian, makhluk hidup tersebut tetap hidup dan berkembang sampai sekarang. Hal ini menyebabkan mereka tidak mengetahui bahwa terdapat kekerabatan antarjenis organism. Pada tahun-tahun sesudah Charles Darwin menerbitkan publikasinya The Origin of Specis (On the origin of Species by Means of Natural Selection) pada tahun 1859, doktrin evolusi berangsurangsur berubah dari doktrin penciptaan khusus ke doktrin yang menyatakan bahwa antarorganisme terdapat kekerabatan. Bertolak dari teori evolusi Darwin, muncullah system klasifikasi modern berdasarkan filogeni, yaitu kalsifikasi yang disusun dengan melihat keturunan dan hubungan kekerabatan. Filogeni adalah sejarah evolusi suatu kelompok organism. Klasifikasi yang berdasar proses filogeni disebut klasifikasi system filogenetik. System ini didasarkan pada jauh dekatnya kekerabatan antarorganisme atau kelompok organism. Organism-organisme yang berkerabat dekat memiliki persamaan ciri yang lebih banyak jika dibandingkan dengan organism yang berkerabat jauh. Ciri-ciri yang digunakan dalam pengklasifikasian adalah ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku. Klasifikasi yang didasarkan pada hubungan filogenetik mengalami berbagai perkembangan. Klasifikasi ini diakui dan dipakai secara internasional. Ada beberapa system klasifikasi yang pernah diperkenalkan oleh para ahli taksonomi yaitu sebagai berikut. a. System Dua Kingdom

(2) KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document This is a private document.

Info and Rating


danqerz

Share & Embed Related Documents


PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

p.

8.

p.

p.

p.

9.

p.

p.

p.

10.

p.

p.

p.

11.

p.

p.

p.

12.

p.

p.

p.

13.

p.

p.

p.

14.

p.

p.

p.

15.

p.

p.

p.

16.

p.

p.

p.

17.

p.

p.

p.

More from this user


PreviousNext 1.

14 p.

9 p.

293 p.

2.

2 p.

18 p.

14 p.

3.

11 p.

3 p.

6 p.

4.

5 p.

12 p.

22 p.

5.

10 p.

7 p.

136 p.

6.

13 p.

5 p.

37 p.

7.

2 p.

20 p.

4 p.

8.

7 p.

10 p.

8 p.

Recent Readcasters

Add a Comment

Submit share: Characters: 400

Sof Astlh Alfiandi-ibleft a comment


follow me yaww: http://twitter.com/#!/SofiCoyotee 03 / 17 / 2011 Reply Report

Sof Astlh Alfiandi-ibleft a comment


add me on Facebook: http://www.facebook.com/FaizalLoveYou 03 / 17 / 2011

Reply Report

cmukzleft a comment
zz 01 / 31 / 2011 Reply Report

Iin Marlinleft a comment


BGS 06 / 29 / 2010 Reply Report

This document has made it onto the Rising list!


03 / 27 / 2010 Upload a Document

Search Documents

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog

Partners Scribd 101 Web Stuff Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright Privacy

Copyright 2011 Scribd Inc. Language: English scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. Kelas 7: Klasifikasi Makhluk Hidup Written by Kosasih Iskandarsjah Friday, 27 June 2008

Terdapat tiga macam sistem dalam mengklasifikasikan mahluk hidup: Sistem Klasifikasi Alamiah (oleh Theophrastus (370SM-285SM), salah satu murid Aristoteles), Sistem Klasifikasi Buatan (diantaranya yang diciptakan oleh ilmuwan Swedia - Carolus Linnaeus (1707-1778)) dan Sistem Klasifikasi Filogenetik (diciptakan oleh Charles Darwin, yang menerbitkan buku tentang teori evolusi).

Pohon filogenetik

Carolus Linneaus (Bapak Taksonomi) Kode YouTube: opWd01DuW28 Pohon Filogenetik Kode YouTube: NmMlk9312yw Filogenetik: Mengintegrasikan Analisa Evolusional dan Struktural Kode YouTube: Y4iX2Ifjw8c

Last Updated ( Saturday, 28 June 2008 )

< Prev [ Back ] Avibase: Database Burung Bugbios: Database Serangga Date of History: Indonesia Edu2000 Main Site
Private Messages no new

Next >

Fishbase: Database Ikan Forum Penulis Kota Malang Tanaman Obat Indonesia Tumbuhan Indonesia

Administrator

Statistics
Members: 175 News: 216 Web Links: 5 Visitors: 1742390

Klasifikasi Hewan Kerajaan/Kingdom Animalia Pembagian Jenis/Macam atau Kategori Binatang Terbagi Menjadi 10 Filum/Phylum
Sun, 12/11/2006 - 11:04am godam64

Hewan atau animal yang kita kenal selama ini dapat dibagi manjadi sepuluh macam filum / phylum yaitu protozoa, porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, echinodermata, arthropoda dan chordata. 1. Phylum / Filum Protozoa atau Protosoa Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa dapat hidup di air atau di dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lain sebagai parasit. Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Contohnya : amuba / amoeba. 2. Phylum / Filum Porifera Porifera adalah binatang atau hewan berpori karena tubuhnya berpori-pori mirip spon dengan bintang karakter terkenal spongebob squarepants hidup di air dengan memakan makanan dari air yang disaring oleh organ tubuhnya. Contohnya : bunga karang, spons, grantia. 3. Phylum / Filum Coelenterata atau Coelentrata

Coelenterata adalah hewan berongga bersel banyak yang memiliki tentakel contohnya seperti ubur-ubur dan polip. Simetris tubuh coelenterata adalah simetris bilateral hidup di laut. Contohnya yaitu hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur. 4. Phylum / Filum Platyhelminthes Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia. Contohnya antara lain seperti planaria, cacing pita, cacing hati, polikladida. 5. Phylum / Filum Nemathelminthes Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah. Contoh cacing gilik : cacing askaris, cacing akarm cacing tambang, cacing filaria. 6. Phylum / Filum Annelida atau Anelida Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit. Contohnya yakni cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, lintah / leeches. 7. Phylum / Filum Mollusca atau Molusca / Moluska Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Contoh molluska : kerang, nautilus, gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton. 8. Phylum / Filum Echinodermata atau Ecinodermata Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang / tripang / ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut. 9. Phylum / Filum Arthropoda atau Atropoda Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa. 10. Phylum / Filum Chordata

Chordata adalah hewan yang memiliki notokorda atau chorde yaitu tali sumbu tubuh syaraf belakang dengan rangka. Ukuran chordata beragam ada yang besar dan ada yang kecil dengan otak yang terlindung tengkorak untuk berfikir. Contoh chordata adalah manusia, cacing acorn, ikan lancet, ikan paus pembunuh, katak, burung puyuh, kalkun, lemur, beruk, macan, kucing, dan lain sebagainya.