P. 1
PRESENTASI PRANATA PEMBANGUNAN

PRESENTASI PRANATA PEMBANGUNAN

|Views: 200|Likes:
Dipublikasikan oleh Fajar Faiz Amar

More info:

Published by: Fajar Faiz Amar on Nov 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

PENGELOLAAN PERUMAHAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN

TINJAUAN TERHADAP ASPEK KEPRANATAAN PEMBANGUNAN
Disusun Oleh HARIYANTI

hariyanti/ujipublikmp3m

1

DAFTAR ISI
Bagian 1
 Pranata Pembangunan Bidang Perumahan & Permukiman

Bagian 2
 Pranata Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup

Bagian 3
 Pranata Pembangunan Bidang Pemerintahan

Bagian 4
 Tugas Pokok dan Fungsi Kementrian Negara Perumahan Rakyat

Bagian 5
 Kesimpulan
hariyanti/ujipublikmp3m 2

PENDAHULUAN
Mengenal tentang Peraturan Perundang-undangan dan ciri-cirinya yaitu :  Dikeluarkan oleh Pemerintah dengan persetujuan Badan Perwakilan Rakyat ( Pusat atau Daerah )  Dikeluarkan oleh Pejabat pemerintahan / Tata Usaha Negara baik Pusat maupun Daerah  Bersifat Mengatur  Mengikat secara umum  Menyangkut Kepentingan Umum  Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang ataupun Badan Hukum  Tertulis  Cenderung Abstrak  Final
hariyanti/ujipublikmp3m 3

ASAS-ASAS dalam KEPRANATAAN
 LEX SPESIALIS DEROGAT LEGI GENERALIS Peraturan, Ketetapan yang dikeluarkan oleh LEMBAGA/INSTANSI yang lebih tinggi hirarkinya menjadi dijadikan acuan dasar oleh Peraturan, Ketetapan yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang lebuh rendah Contoh : UU --- PP --- KEPPRES --- INPRES --- PERDA --- Dst.  LEX POSTERIORI DEROGAT LEGI PRIORI Berdasarkan WAKTU ditetapkannya suatu peraturan atau perundangundangan, maka Peraturan. Ketetapan (yang secara waktu) BARU mengkalah-kan Peraturan yang LAMA Contoh : peraturan tentang perihal yang sama dan dibuat oleh instansi yang sama yang ditetapkan pada Tahun 2005 dinyatakan tidak berlaku oleh peraturan yang dibuat pada Tahun 2007)  LEX SUPERIORI DEROGAT LEGI INFERIORI Merujuk pada Hirarki Kewenangan dan Pemegang Kekuasaan (SUBYEK Pengelola), maka misal Peraturan, Ketetapan yang dibuat oleh Pejabat Pemerintah Daerah Tk I meng-kalah- kan Peraturan, Ketatapan yang dibuat oleh Pejabat Pemerintah Daerah Tk II, dan demikian seterusnya. Contoh : Presiden --- Menteri --- Gubernur --- Bupati / Walikota --- Dst.

hariyanti/ujipublikmp3m

4

KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Pranata Pembangunan Bidang PERUMAHAN PERMUKIMAN & PRASARANA WILAYAH PENGELOLAAN PERUMAHAN PENGELO PINGGIRAN LAAN METROPOLITAN BERKELANJUTAN Pranata Pembangunan Bidang LINGKUNGAN HIDUP Pranata Pembangunan Bidang PEMERINTAHAN hariyanti/ujipublikmp3m 5 .SPATIAL LAW MODEL PENGELOLAAN --.PRANATA PEMBANGUNAN PERUMAHAN --.PEMERINTAH DAERAH (& BPA) BERKELANJUTAN --.KEMENTRIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT PINGGIRAN METROPOLITAN --.PENDEKATAN ALUR KETERKAITAN PHYSICAL PLANNING --.

Bagian 1 Pranata Pembangunan Bidang Perumahan dan Permukiman hariyanti/ujipublikmp3m 6 .

Tujuan Pembangunan Perumahan dan Permukiman diantaranya :  Memenuhi kebutuhan rumah sebagai salah satu kebutuhan manusia  Mewujudkan Perumahan dan Permukiman yang layak dalam lingkungan yang sehat. hariyanti/ujipublikmp3m 7 . kebersamaan dan kekeluargaan. kepercayaan pada diri sendiri. merata. 403/KPTS/M /2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat dan UU RI No 16 Tahun 1995 Tentang Rusun. UU RI No 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman yaitu :  Pembangunan Perumahan dan Permukiman berlandaskan pada azas manfaat. adil. aman serasi dan teratur yang telah diatur secara teknis melalui KEPMEN KIMPRASWIL No. keterjangkauan dan kelestarian lingkungan hidup.1992 DASAR HUKUM PEMBANGUNAN PERUMAHAN Azas dan Tujuan Pembangunan Perumahan dan Permukiman seperti tercantum dalam Pasal 3 dan Pasal 4.

Budaya dan bidang-bidang lain. termasuk realisasi dan operasionalisasi pengembangan satu juta rumah pertahun di seluruh wilayah Indonesia ( UU RI No 16 Tahun 1995 Tentang RUSUN dan UU RI No 28 tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung beserta Peraturan Pemerintahnya). Soaial. Memberi arah pada pertumbuhan wilayah dan persebaran penduduk yang rasional. hariyanti/ujipublikmp3m 8 .  Menunjang Pembangunan di bidang Ekonomi.

mandiri dan produktif (Aca Sugandhy .sustainable city.KONSEP PEMBANGUNAN PERUMAHAN  Dalam Pembangunan sektor Perumahan dan Permukiman pemerintah menyadari bahwa RUMAH merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping sandang dan pangan.4 juta di tahun 2020. ( Eko Budihardjo. ( Eko Budihardjo. 2005) hariyanti/ujipublikmp3m 9 .  Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Perumahan dan Permukiman diarahkan agar setiap orang atau keluarga di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau pada lingkungan yang sehat.habitable –-. aman.2005)  Untuk pemenuhan kebutuhan rumah dengan lingkungan yang sehat harus secara konsepsional ditempuh melalui peningkatan KUALITAS LINGKUNGAN sehingga tercipta pembangunan perkotaan yang secara ekologis berkelanjutan dpl : liveable –-.1993)  Kebijakan pemerintah memperkirakan pada akhir tahun 2020 diharapkan kesenjangan pemenuhan kebutuhan rumah dapat menurunkan rumah tinggal di permukiman kumuh dari 14 juta di tahun 2003 menjadi 1. harmonis dan berkelanjutan dalam upaya terbentuknya masyarakat yang berjati diri.

pasal 1. sosial dan budaya. ayat 4)  SARANA LINGKUNGAN adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi. (Bab I. ayat 5) hariyanti/ujipublikmp3m 10 . baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. pasal 1.1992 DASAR ACUAN UU RI No 4/1992 Tentang Perumahan & Permukiman  PERUMAHAN adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (Bab I. ayat 2)  PERMUKIMAN adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. ayat 3)  PRASARANA LINGKUNGAN adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfubgsi sebagaimana mestinya. (Bab I. pasal 1. (Bab I. pasal 1.

ekologis dan administratif. Pasal 18. ayat 1)  Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sebuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Perkotaan dan Rencana Tata Ruang Wilayah Bukan Perkotaan ( Bab IV. Pasal 7. ayat 2)  Pemenuhan kebutuhan permukiman diwujudkan melalui pembangunan kawasan permukiman skala besar yang terencana secara menyeluruh dan terpadu dengan pelaksanaan yang bertahap. b) melakukan pemantauan lingkungan yang terkena dampak berdasarkan rencana pemantauan lingkungan (RPL) c) melakukan pengelolaan lingkungan berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan (RKL) (Bab III. Pasal 7. (Bab IV. ayat 1) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud diatur dengan Peraturan Pemerintah (Bab III.1992  Setiap orang atau badan yang membangun rumah atau perumahan wajib : a) mengikuti persyaratan teknis. ayat 4) hariyanti/ujipublikmp3m 11 . Pasal 18.

Bidang Pekerjaan Umum.2000 PP No 25/2000 Tentang Pembangunan Perkotaan dan Permukiman Bidang Penataan Ruang seperti :  Penetapan Tata Ruang Nasional berdasarkan Tata Ruang Kabupaten/Kota dan Provinsi.  Pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan Otoda yang meliputi : Pemberian Pedoman. Penetapan Standard Pengembangan Konstruksi Bangunan Sipil dan Arsitektur. seperti :  Penetapan Standard Sarana dan Prasarana Kawasan Terbangun dan sistim Manajemen Konstruksi. Bidang Permukiman seperti :  Penetapan Pedoman Perencanaan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman. Bimbingan. Penetapan Pedoman Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman. seperti :  Penetapan Pedoman Pengendalian Sumber Daya Alam dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Bidang Lainnya mencakup :  Penetapan Pedoman untuk menentukan Standard minimal dalam bidang yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota. Bidang Lingkungan Hidup.  Penetapan kriteria penentuan dan perubahan Fungsi Ruang Kawasan/Lahan dalam rangka Penyusunan Tata Ruang. Arahan dan Supervisi. Penetapan Standar Pemberian Izin hariyanti/ujipublikmp3m 12 . Pelatihan.

Pembinaan dan Pengawasan. Metropolitan (termasuk Megapolitan)  Peran serta Masyarakat. Program dan Pelaksanaan Pembangunan Kawasan Perkotaan. Kawasan Perkotaan Baru. hariyanti/ujipublikmp3m 13 . Kriteria dan Klasifikasi.  Perencanaan tata Ruang Kawasan Perkotaan.2003 Rancangan PP 3 Menteri (RPP : Rancangan Peraturan Pemerintah) Depdagri – Dep Kimpraswil (PU) – SekKab/SekNeg RI : Tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan Substansi yang akan diatur dalam RPP antara lain mencakup pengaturan Pokok-Pokok mengenai :  Ketentuan Umum. Pengendalian Kawasan Perkotaan. Kelembagaan dan Pembiayaan  Kawasan Perkotaan Kecil – Sedang – Besar .

2003 Kepmen KimPrasWil No. 17/KPTS/M/2003 Tentang Penetapan Jenis Usaha dan Atau Kegiatan Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah yang wajib dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) : JALAN RAYA Kota Besar Metropolitan Kota Sedang Pedesaan PERUMAHAN & PERMUKIMAN Kota Metropolitan Kota Besar Kota Sedang. Kecil SKALA / BESARAN Panjang 1 km s/d 5 km atau luas 2 ha s/d 25 ha Panjang 3 km s/d 10 km atau luas 5 ha s/d 10 ha Panjang 5 km s/d 30 km LUAS 2 ha s/d 25 ha 2 ha s/d 50 ha 2 ha s/d 100 ha hariyanti/ujipublikmp3m 14 .

pelayanan jasa pemerintahan. termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan.000. hariyanti/ujipublikmp3m 15 . pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. sumber daya manusia dan sumber daya buatan. Kawasan Lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.  KAWASAN PEDESAAN adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian.  KAWASAN METROPOLITAN adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan disekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1. pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.000 (satu juta) jiwa. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam.2007 UU RI No 26/2007 Tentang Penataan Ruang Pengertian KAWASAN  KAWASAN adalah yang wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya.  KAWASAN PERKOTAAN adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan.

koordinasi penyelenggaraan penataan ruang lintas sektor.( Bab II. pengaturan. Pasal 3)  Dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang. f) kebersamaan dan kemitraan. Pemerintah (Pusat) berwenang menyusun dan menetapkan Pedoman Bidang Penataan Ruang ( Bab IV. pelaksanaan penataan ruang nasional dan c. c) keberlanjutan. b) keterpaduan dalam penggunaan SDA dan SDB (B: buatan) dengan perhatikan SDM. (Pasal 9 ayat 2) hariyanti/ujipublikmp3m 16 . keselarasan. nyaman. dan keseimbangan. c) perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan lingkungan akibat pemanfaatan ruang ( Bab II.2007  Dalam rangka NKRI. dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan ketahanan nasional dengan mewujudkan : a) harmonisasi antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. pembinaan. e) keterbukaan. dan lintas pemangku kepentingan. dan i) akuntabilitas. h) kepastian hukum dan keadilan. Pasal 2)  Penyelenggaraan Penataan Ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman. lintas wilayah. penataan ruang diselenggarakan berdasarkan azas : a) keterpaduan. Pasal 8 ayat 5)  Penyelenggaraan penataan ruang dilaksanakan oleh seorang Menteri (Pasal 9 ayat 1)  Tugas dan tanggung jawab Menteri dalam penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup : a. b. g) pelindungan kepentingan umum. produktif. d) keberdaya gunaan dan keberhasil gunaan. b) keserasian. dan pengawasan penataan ruang.

c) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (Pasal 25. dan strategi penataan ruang wilyah kabupaten. c) rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung kabupaten dan kawasan budaya kabupaten. jangka menengah lima tahunan dan. b) rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistim perkotaan di wilayahnya yang terkait dengan kawasan pedesaan dan sistim jaringan prasarana wilayah kabupaten. ayat 2) hariyanti/ujipublikmp3m 17 . d) penetapab kawasan strategis kabupaten.(Pasal 26. b) Pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang tata ruang. ayat 1)  Rencana rinci Tata Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (3) huruf c ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten (Pasal 27. kebijakan.2007  Penyusunan RTRW Kabupaten mengacu pada : a) RTRW Nasional dan RTRW Provinsi. ketentuan perizinan. ayat 1)  RTRW Kabupaten memuat : a) tujuan. ketentuan insentif dan disinsentif. f) ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi. e) arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi program utama. dan tata cara penyusunan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan menteri (Pasal 27. pedoman. ayat 1)  Ketentuan mengenai muatan. serta arahan sanksi.

26. angkutan umum. RTH Publik dan RTH privat Pasal 29 : Proporsi RTH pada wilayah kota paling sedikit 30 % dari luas wilayah kota. Rencana penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) b). kegiatan sektor informal. (ayat 2) Proporsi RTH Publik pada wilayah kota paling sedikit 20 % dari luas wilayah kota (ayat 3) Distribusi RTH Publik disesuaikan dengan sebaran penduduk dan hirarki Pelayanan dengan memperhatikan rencana struktur dan pola ruang (Pasal 30) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyediaan dan pemanfaatan RTH dan RTNH diatur dengan peraturan Menteri. Rencana penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) c). (Pasal 31) hariyanti/ujipublikmp3m 18 .Ketentuan perencanaan tata ruang wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. Rencana penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki. dengan ketentuan selain rincian dalam pasal 26 ayat (1) ditambahkan : a). dan ruang evakuasi bencana yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi wilayah kota sebagai pusat pelayanan sosial ekonomi dan pusat pertumbuhan wilayah. dan pasal 27 berlaku mutatis mutandis untuk perencanaan tata ruang wilayah kota.

budaya ekonomi. maksud dan tujuan lebih terinci dan terarah Diindikasi kawasan Pinggiran Metropolitan adalah merupakan bagian (satu bagian) dengan kawasan Metropolitan Diketengahkannya Rencana penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Rencana penyedian dan pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Seiring dengan benyaknya kejadian BENCANA ALAM di Indonesia maka Rencana penyediaan dan pemanfaatan disesuaikan seperti : perlunya penyediaan RUANG EVAKUASI BENCANA Penambahan. pertahanan dan keamanan. ditambahkan : ruang untuk kegiatan pelestarian lingkungan (ditetapkan kawasan hutan paling sedikit 30 % dari luas daerah aliran sungai). hariyanti/ujipublikmp3m 19 . perluasan dan pengembangan mengenai istilah kawasan RTRW mencakup RUANG DIDALAM BUMI Selain peruntukan ruang sosial.EVALUASI UU RI 26/2007 TENTANG PENATAAN RUANG KAITANNYA DENGAN PENGELOLAAN PERUMAHAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN       Asas.

kebersamaan dan kekeluargaan. adil dan merata. keterjangkauan dan kelestarian lingkungan hidup Tujuan ( lebih kearah kuantitatif ) : pemenuhan kebutuhan rumah.EVALUASI UU NO 4/1992 TENTANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Asas : manfaat. serasi dan teratur. mewujudkan perumahan dan permukiman yang layak dalam lingkungan yang sehat. menunjang pembangunan di bidang ekonomi – sosial – budaya – dan bidang bidang lain. aman. memberi arah pada pertumbuhan wilayah dan penyebaran penduduk yang rasional. Pembangunan perumahan wajib mengacu pada :  Persyaratan EKOLOGIS  Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dan Rencana peng-Kelola-an Lingkungan (RKL)  Terpadu  Sesuai dengan RTRW  Kasiba dan Lisiba hariyanti/ujipublikmp3m 20 . kepercayaan pada diri sendiri.

Bagian 2 Pranata Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup hariyanti/ujipublikmp3m 21 .

2000 PP No 27 TAHUN 1999 TENTANG ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP diikuti dengan : KEPUTUSAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP  Kep Men LH No 4 tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Perumahan Terpadu  Kep Men LH No 86 tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan UKL dan UPL hariyanti/ujipublikmp3m 22 .1999 -.

2000 Kep Men LH No 86 tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan UKL dan UPL  Dalam penerapannya pedoman umum ini harus dilengkapi dengan berbagai materi teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup yang spesifil antara lain:  Kegiatan Pembangunan Perumahan  Peraturan dan Persyaratan  Sosialisasi dan Konsultasi  Proses Pengadaan tanah dan  Pelaksanaan UKL dan UPL  Penjabaran UKL dan UPL  Rekayasa Lingkungkan Hidup  Audit Lingkungan. hariyanti/ujipublikmp3m 23 .

8 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN NHIDUP Pasal 1 Ruang Lingkup Peraturan Menteri ini meliputi PEDOMAN :  Penyusunan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup  Penyusunan Analisis Dampak Lingkungan Hidup  Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup  Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup  Ringkasan Eksekutif hariyanti/ujipublikmp3m 24 .2006 PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP No.

11 Tahun 2006 Tentang Jenis Rencana Usaha dan atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDLH No 16 Pembangunan Kawasan Permukiman untuk pemindahan penduduk Luas Lahan 2000 ha wajib dilengkapi dengan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup karena alasan ilmiah khusus :  Berpotensi menimbulkan dampak yang disebabkan oleh : a) Pembebasan lahan. b) tingkat kebutuhan air. hariyanti/ujipublikmp3m 25 . tingkat kepadatan bangunan per hektar dan lain-lain. kapasitas resapan air tanah.2006 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. c) daya dukung lahan seperti daya dukung tanah.

Bagian 3 Pranata Pembangunan Bidang Pemerintahan hariyanti/ujipublikmp3m 26 .

Pertanian. Dalam hal ini bahwa Pemerintah Daerah Tk II memiliki kedekatan dan hubungan langsung dengan masyarakatnya ( ayat 1 )  Bidang Pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi : Pekerjaan Umum. Kesehatan. Perhubungan. LINGKUNGAN HIDUP.1999 UU NO 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH PASAL 11 ( TENTANG OTONOMI DAERAH )  Bahwa titik berat OTONOMI DAERAH diletakkan pada daerah Tk II guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat termasuk dalam pelaksanaan pembangunan sehingga segala aspirasi masyarakat diharapkan dapat terpenuhi. Industri dan Perdagangan. Pendidikan dan Kebudayaan. Pertanahan. Koperasi dan Tanaga kerja (ayat 2) hariyanti/ujipublikmp3m 27 . Penanaman modal .

2000 Peraturan Pemerintah No 25 Tahun 2000 Tentang KEWENANGAN PEMERINTAH DAN KEWENANGAN PROPINSI SEBAGAI DAERAH OTONOM Kewenangan Pemerintah khususnya yang berkaitan dengan Pembangunan Perkotaan dapat disebutkan beberapa diantaranya adalah :  Bidang Penataan Ruang seperti Penetapan tata Ruang Nasional berdasarkan Tata Ruang Kabupaten/Kota dan Propinsi  Bidang Permukiman. seperti : Penetapan Standart Prasarana dan Sarana Kawasan terbangun dan Sistem Manajemen Konstruksi. Penetapan Pedoman Pengawasan danm Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman  Bidang Pekerjaan Umum. seperti : Penetapan Pedoman Pengendalaian Sumber Daya Alam dan Pelestarian Fungsi Lingkungan hariyanti/ujipublikmp3m 28 . Penetapan Standart Pengembangan Konstruksi Bangunan Sipil dan Arsitektur. 2. Penetapan Pedoman Perencanaan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman.  Bidang Lingkungan Hidup . seperti : 1.

 Pengaturan mengenai Penataan Ruang dan Penyediaan Fasilitas Pelayanan Umum di kawasan perkotaan yang merupakan bagian dari dua atau lebih daerah yang berbatasan langsung dapat dikelola bersama oleh oleh daerah terkait. Pemda mengikut sertakan masyarakat.  Semua ketetapan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Daerah (PerDa) dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah ( PP ) hariyanti/ujipublikmp3m 29 . 196  Dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas Pelayanan Publik.2004 UU RI No 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah Bab X. Pasal 195. Sinergi dan saling menguntungkan. Pasal 199 :  Bahwa kewenangan Pengelolaan Kawasan Perkotaan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten dalam perencanaan – pelaksanaan – pengelolaan Pembangunan Kawasan Perkotaan. PEMDA dapat mengadakan Kerjasama dengan daerah lain serta dengan Pihak Ketiga.

1999) hariyanti/ujipublikmp3m 30 . otonomi daerah dan kepala daerah memasuki abad XXI. Mustari. sementara Perilaku Aparat Pemerintah Daerah Tk I mengganggap seolah-olah daerah Tk I saja yang otonom.EVALUASI TERHADAP PRANATA PEMBANGUNAN BIDANG PEMERINTAHAN  Terjadi perubahan Paradigma Pemerintahan : Top Down --. gagasan. rencana dan implementasi pembangunan maupun kebijakan yang dikeluarkan.Bottom Up : Menurut UU 32/2004 ini PEMDA (Kabupaten Kota) memiliki lebih banyak kewenangan dalam menyelenggarakan pemerintahan di tingkat lokal. dilaksanakan oleh daerah  Dalam pelaksanaannya UU tersebut belum dapat terwujud. dan diberikan kewenangan melaksanakan semua tahapan siklus Pengelaolaan Penyelenggaraan Pembangunan Perkotaan di daerahnya. Dalam menjalankan pembangunan kota baik berupa inisiatif. karena kebiasan dan tindakan atau perilaku kepala daerah Tk II dan Aparatnya yang menganggap sebagai bawahan Gubernur Kepala Daerah Tk I dan aparatnya. sedangkan Daerah Tk II hanyalah sebagai Wilayah Administrasi dari Provinsi Daerah Tk I ( Pide.

Bagian 4 Tugas Pokok dan Fungsi Kementrian Negara Perumahan Rakyat hariyanti/ujipublikmp3m 31 .

Menteri Negara Perumahan Rakyat selaku instansi yang membidangi kegiatan pembangunan perumahan formal khususnya perumahan tidak bersusun. Perencanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun. (Pasal 28)  Bahwa instansi yang membidangi rencana usaha / kegiatan melakukan pembinaan teknis pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Pemantauan Pengelolaan Lingkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun. Atas dasar itu dipandang perlu dibuat Pedoman Umum Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun. bertanggung jawab atas Pembinaan Teknis Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup dalam penyelenggaraan kegiatan pembangunan perumahan tidak bersusun. Pedoman Umum ini mencakup penerapan berbagai aspek pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dalam kegiatan pembangunan perumahan tidak bersusun sbb. 3). Koordinasi Kegiatan Pengelolaan Lingkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun. 27/1999 tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup menyatakan bahwa pada kegiatan tersebut harus dikelola dengan baik guna mewujudkan pembangunan yang berwawasan Lingkungan Hidup. 2). 4). Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun. hariyanti/ujipublikmp3m 32 .  Merujuk pada PP tersebut.1999 Sesuai PP No. :     1).

hariyanti/ujipublikmp3m 33 . Untuk itu diperlukan diterbitkannya suatu PEDOMAN yang dapat dipakai sebagai acuan dalam melakukan bimbingan dan pembinaan teknis kegiatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Perumahan tidak bersusun yang sifatnya lebih rinci dan spesifik lengkap dengan materi-materi teknis Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.2006  Deputy bidang Perumahan Formal pada Kantor Kementrian Negara Perumahan Rakyat selaku instansi yang membidangi Kegiatan Pembangunan Perumahan Formal khususnya Perumahan Tidak Bersusun BERTANGGUNG JAWAB atas PEMBINAAN TEKNIS Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup dalam penyelenggaraan kegiatan pembangunan perumahan tidak bersusun. Dengan kata lain. terdapat pedoman-pedoman lain yang dibuat oleh instansi yang terkait dengan pengelolaan Lingkungan Hidup.  Pedoman Umum ini merupakan SATU dari BERBAGAI Pedoman penyelenggaraan kegiatan pembangunan Perumahan Tidak Bersusun ditinjau dari aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup.

pelaksanaan konstruksi.2006 Kepmen Perumahan Rakyat Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. pengoperasian dan penghunian perumahan. sehingga sehingga pemahaman dan kesadaran para petugas dari berbagai pihak serta masyarakat yang terkait dengan Pengelolaan dan Pemantauan lingkungan hidup perlu dikembangkan secara berkesinambungan hariyanti/ujipublikmp3m 34 . maka daya dukung dan daya tampung lingkungan perlu dipertimbangkan mulai dari tahap : perencanaan.  Dalam mewujudkan pembangunan Perumahan dan Permukiman YANG BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN.../PERMEN /M/2006 Tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Perumahan tidak bersusun...

BAGIAN 5 KESIMPULAN hariyanti/ujipublikmp3m 35 .

yaitu dari paradigma Manajemen Perubahan --. antara lain :  Masalah di Indonesia yang sudah sangat terkenal adalah bukan karena RULE OF LAW melainkan LAW OF THE RULER  Seringnya penentu kebijakan melakukan perubahan peraturan yang terkadang belum sempat diterapkan. telah dirubah kembali.KESIMPULAN Dalam bidang Kepranataan Pembangunan khususnya di bidang Perumahan dan Permukiman. perubahan peraturan sebaiknya memperhatikan kebutuhan stake holder (Kompartemen LH – DPP REI. telah terjadi perubahan paradigma yang berkaitan dengan kepranataan Tata Ruang. eksplorasi terhadap Studi Pustaka ditemui beberapa kendala.menjadi Manajemen Pertumbuhan (yang dikhawatirkan kemudian berubah menjadi Manajemen Konflik) ( Eko Budiharjo. 2006)  Dalam disiplin ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota. 2005 ) hariyanti/ujipublikmp3m 36 . ini tentunya menyulitkan pelaku pembangunan dalam membuat perencanaan Jangka Panjang.

 Konsep Pembangunan Berkelanjutan diketengahkan sebagai hasil debat antara pendukung pembangunan dan pendukung lingkungan hal ini diindikasi karena perbedaan cara pandang masing-masing. dan oleh karenanya harus ada BATASAN bagi PERTUMBUHAN (Arief Budimanta. Perbedaan ini mempengaruhi bagaimana manusia perlu melihat bahwa Sumber Daya Alam itu TERBATAS. juga ke-anekaragam-an sumber daya alam dan keanekaragaman hayati serta keanekaragaman kemampuan ekonomi (PAD) maka sepertinya Pembangunan Berkelanjutan perlu diupayakan penyusunan kepranataan pembangunan yang sesuai dengan ketiga karakter tersebut pada suatu daerah ( --------. Meskipun demikian pada negara sedang berkembang konsep tersebut berkembang mencakup sasaran-sasaran Sosial Budaya (Edward B. Barbier.PRINSIP BERKELANJUTAN ) hariyanti/ujipublikmp3m 37 . dalam Wicaksono Sarosa. 2002) Bertitik tolak pada ke-anekaragam-an sosial dan budaya di Indonesia. 2005)  Konsep Pembangunan Berkelanjutan kemudian diusulkan sebagai upaya untuk mengkombinasikan kebutuhan (mendesak) akan pembangunan (Ekonomi) dan pentingnya menjaga lingkungan (ekologis).

Demikian pula pada skala horizontal (antar propinsi – antar kabupaten atau kabupaten dengan kota). seyogya nya kalimat yang bersifat ABSTRAK (tidak terukur) sudah dapat diturunkan menjadi KONKRIT(terukur) karena hal ini dibutuhkan sebagai arahan menuju implementatif pelaksanaan. meskipun masih banyak ditemui pada tataran hirarki KepPres dan KepMen dan atau PerDa. agar tidak terjadi Konflik kepentingan. Perbedaan skala kewenangan berskala VERTIKAL ( Pemerinyah Pusat – Pemerintah Daerah Tk I – Pemerintah Daerah Tk II ) perlu dipertegas dan dikondisikan batas kewenangannya. Isue diperlukannya Koordinasi diantaranya sepertinya masing-masing Saat ini semua berpikir siapa menunggu siapa hariyanti/ujipublikmp3m 38 .KELUARAN DAN SARAN Pada dasarnya Penetapan Peraturan per Undang-Undang-an di Indonesia disadari sudah cukup baik dan memadai ditinjau dari sisi kebutuhan bagi kepentingan umum. Tapi begitulah mungkin perbedaan pertimbangan aspek kajian hukum yang nampaknya berbeda dengan aspek Teknik-teknis.

Pengelolaan dan Pemantauan LIngkungan Hidup Perumahan Tidak Bersusun.  PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KHUSUS (Pinggiran Metropolitan) YANG BERKELANJUTAN hariyanti/ujipublikmp3m 39 . Untuk itu mengkaji sistim Kepranataan Pembangunan di bidang Pembangunan Perumahan dan Permukiman di kawasan khusus (dalam hal ini Pinggiran Metropolitan) yang berkelanjutan maka diperlukan suatu penyusunan sistim kepranataan semisal tentang :  ACUAN NORMATIF TATACARA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KHUSUS (Pinggiran Metropolitan) YANG BERKELANJUTAN.PRANATA PEMBANGUNAN DI BIDANG PENGELOLAAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN Instansi yang membidangi kegiatan penyelenggaraan Pembangunan Perumahan tidak bersusun wajib untuk melakukan BIMBINGAN dan PEMBINAAN TEKNIS PELAKSANAAN PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP. termasuk penyusunan Pedoman Umum.

 KETENTUAN UMUM TENTANG PEMBINAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN  PANDUAN PENYUSUNAN VISI.LANJUTAN  ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KHUSUS (Pinggiran Metropolitan) YANG BERKELANJUTAN  TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KHUSUS (Pinggiran Metropolitan) YANG BERKELANJUTAN  TIM PELAKSANA PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KHUSUS (Pinggiran Metropolitan) YANG BERKELANJUTAN. PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN hariyanti/ujipublikmp3m 40 . KEBIJAKAN. MISI.

PEMANTAUAN DAN KOORDINASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN  PEDOMAN PENYUSUNAN UKL DAN UPL PADA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN PINGGIRAN METROPOLITAN YANG BERKELANJUTAN  dll hariyanti/ujipublikmp3m 41 . PEDOMAN PERENCANAAN. PELAKSANAAN.

TERIMAKASIH hariyanti/ujipublikmp3m 42 .

3/./.7.$0/.3 & /.3 /..3&5.7 49.3!7..08.3 49. %039..5/03..9.8.!02.3 3:3.3.$0/.3 !#& !#& 49.3..70974549.3&5.5.0974549...3 &!  # 49.:0.:. !0304.3 49.-/03. $.08.39.39.3 !0/08.3 !0309.3 0.3038&8..33:3.3!072:2.

328.$# !.3.

9.::./2.8.8.

3./.328. !.

8./ 2.9.::.8.

!./ .328.3.

/ 2 &$ .8.

8./. .

8. ./ .

39./ . .7.

:5:-252  .

.350749..203/:30089...0.8.../.5...  8..3848.380:7.388902.39.8. 5020739.3502:8..3848.350749.38:8:3.3:9.3/03.2 8:2-07/..31:38 :9.8 80-:.8.9. 5020739.38:8:3.32025:3.3 50749..7.3203.3.33/:3.9.3 :7...2/03.9025.31:38.7.8..304342  $!# % .95072:2..3.9.5%.39073907.73.2.3:9..3.3..3 5490388:2-07/..5 !03079....8/03.3/03.... 5079..3 57.8.8... .9..2/.38:2-07/.....9..8.3 50.0..9.5#5..3.:58:2-07 /.35079.3202 0907..3..9.350749.9 5072:2. .../.2.38:2-07/./..32021:38:9.3.503/:/:80.:.: -://.9.-:.8..3/:3.-:.. -:..3907/7.31:38:9.8...3 .3-07/7803/7.... %!6'5.9.8.3.3 50..38:2-07/.3 507/08. ..3.:39:/-://.9.9..31:3843..3-://.3 9072.2.9025...3 50.8.304342  $%# ! %. 080:7:.32025:3.3/:5..3/897-:850.30..33:3.5..3 /909.8.380-...3.38../..3  $!$ .2.3..9.73.3/:-:3.8:50304.380-..3.7.3:2..3/03./.743/8/..350749./.3 39/03.3:8.3/.9::9.3$  $./.3/909.3...8/..../.3.2.2.3/809..7.30./.3/03.33.31:38 ...

:5:-252  .

8503003.8...3$/.3 0 0907-:..339.8.31./.3:39:20::/..- !..39.:5 . /.# 503./.3::2/.89..8.7.320::/.3 1 0-078.3.3  !.  .2.843.9.7.9 -0703.3-079::.9:7.3 574/:91 /.3/.2503:3.33:3..3 080..3.843.3#:./.7.:3..3:9.31:387:.309..7..7.3 /..30802-...3 - 50.9. 3:3.9.5..30.37:.72438. 09075..7.3. .3..:39.8 . 3.3/.3.27.8./:. !:8.3 /  0-07/.843.8 . 5073/:3./2.-03907/.2.3$ .3 .30.3/.8.3503..3.9.3503.27.3:2:2  05./03.7.9  !03003.  !03003..9 .3!03..3/.3 80-.3/8003.9  %:.37:.0807..2503003.3 0297.33:3.3 .3507.3050393.8/.8.3 503.9.- !.3.320309.7.91907.3!03.30-07.2.3 !020739.  .9.3/...3  503/:3.3.3!0/42.3 ..3 $ -:.3 .37:.../:.3:3.8502.9.0.3408047...8.3-070.3503.9.3503.3 -07.2.3503.-' !..09075.3/.339.3#:...8.3-07/.53:3.8.8.7.3:9.9  203.3/...33..8:3.3 502-3.37:.3503...39.-.3.8..3 203:8:3/.37:.8. .3-:..3.9..8.3 /.39..33. 447/3.37:./.9.3.3 3. 503..8  ./.37:..3/.9502..39..7.-9.303907 !.37:.8:/5.3.7.3503..9.3 .3 7:.3 :8.880947 39.25.8.9..9.3:050393.3.3 .3 /..3.3  ...3 /03.2/. 0-07.503003.

:5:-252  .

../.38892.9  /.7.8..3 50/42.9:7 /03.3.903203.503:8:3.7:.-:5.9..703..38..!0/42.3.3 0-.5.9./2.%.-:5.3 /.3/..903 ... .38 !.-:5.343.9:7.73.3/.8.-:5.3  . #03..5.3.9 .3.3 50303/.31.39.3.3.903 / 50309.3..8.9  #%#. .8..3:3.8.908 ..3507. 703..3205:9.903202:.8.07.8 09039:.3 1 09039:.8.843. #%#.3./.31.80-.3897..38 ...3. ./2.9.7./..903.8.-.7:.3502..3-07809039:..3.3 :2:2507..903 !.903..25.3 50/08...9/03.3-078 3/.3 /8380391 8079.3.3.7.3.3..3 703..3509:3:50...9:7.3-:/.903 0 .2:9..37:.9..903.3507.3.9.903.73.3 7:.3-/..3 #%#!74.8://..9.!02-..320303.-:5.8.8.3.3/.2.2:. 54.9.20303.37:.3907.903 /.  .. .8.9..35073..2..33/:3. 9::.3..3897.7.3.9  09039:.#:./909.-:5...-:5.3/.3.  !03:8:3..!.3/03...3502.9:7. !.7.73.3/.-:5.3 /.85747.3.39.:3..3 80-.3 205:9889250749.3...9  :7:1.39.-:5.8:/5.-:5.357.3..3#%#.9..07.9 .9  #03..897:9:77:.3380391/.-:5.3203907 !.2.90503.7:...-:5.3.2.: 5.903 .3 09039:.. .9.

:5:-252  .

9!.3/..3:9.9.7:..3 .3.7.309039:.7 !0.9  897-:8#%!:-/808:..8.3703...3#%57.897:9:7/.5030/..8.3.3502.3..90380-.380-.2-.3.3/.3202507...: #% . .9.380..3502..9. ...5. #%!:-/.37:.35.7:.73.3.303907  !.49.7:.3..357.9..8:/ /..31....8.3502.38094731472.31:38.../.49.37.3503/:/:/.31..3.3:2:2 0.3/-:9:..3#% /.25. #03.-07. #03...31.09039:.3507. . /. 49.3/.25.3/.-:5..950.380/9  /.8.7.30-.80-.350703.3.9.8.3.3#:.  ...31.3 !..8..9:7/03.3.354..3.3 9.3:920303.3/8:39:50703.39./.3/.35:8.5../2.:2:9..2.49.  .3/03.7.8...5030/.3  .3.9:7..3.: #% .3%07-:. !745478#%5.3...3502.9   /9...5030/.3 0.04342/.3/03.380/9  /.373.3#:.49.8.3.9  !745478#%!:-5.7:.5030/.49.8-03.3#%/.:.9..7:.8.95079:2-:.. #03. /03.9.43./.9..38...3.  /..3 50..3:39:203. 09039:.7.3%07-:.39.982:9.5:8.3848.

:5:-252  .

'&$&&#.

.8/.. -:/...3 #:.30974549.3 /. 3/.350089...3.33./.350302-.8.: #% /.3 -.3-03.30974549.8.43.0.3:39:0..5030/.8.3!37.3848.3.. 5079.7..#03.207:5.8.#03..39.3.3.5.3502..31.3805079 507:3.39::.2-...3 .380/9 /. %%!%#& % ! !#&!#%# ! % #&%       8.37:.3502.30.: #% $073/03.3 0903./.7../.7:.07.3 %07-:.5030/..3 :9.3#&'&$ !03.8 2.3.9.33:3.3 /03.3/.3#%#203.3/.3/.3/.89.5030/.3.9:-.3502.3/808:. 2.3#03.9.31.3907.3 /909.7.04342 /9.2-.3..:5#&& $0.2.3 .3 8.38:3.. .9.3/3/4308.9.3507:39:..3 507:.8..3 7:....8://.35.3%07-:.31.320303..3.30-9073.8.3#:..7....5030/.3.

:5:-252  .

'&$&& .

/.5.:./..91  50203:.3#03.3/:5 %::.37.:./.33:3.  !078.3.3 -/.9 .3907.3.39.7..39. .-203.31.9:7 202-07 .37:2. /.3 3:3.35072:2.3 #! /.:..30-:9:.503 04.30089.3/-/.!02.3.35030-.5079:2-:.7. 203:3.8/.33:3..3:3..380.7.3 5.3  $  #03. 20::/./03.3503/:/:.8 2.. .//..304342 848.7.3507:2./7803/7 0907.2. -:/.3/.843. 0-078..3207..3.8-..399..9.3502-.3 0-0.3-/.7..7..3 807.3#%#  ././.3.3 #  %075.3./:  $08:..3:3.300:.9 .3/.23:3. %%!#&!#& 8./.:5.3.9.3.38-.2.7..3 .3/.3 0507.3 !02-.3507:2.

:5:-252  .

.3 !7.39.3:3.33:3.3 /.3.3/:5 .9..!02-.7.

:5:-252  .

.

.

3!0.39.3 !./:  050349.3!03:8:3.15.5 !&%&$%#&&!  050349.  ##!6'! '!'!!&& !! #!!! # 12.7.3 %075.:3 9039.8..3&! .3!07:2..3 !0/42.:3 9039.3.3&/.3/:.

:5:-252  .

5.3  !07.9:7.51..9.5..385081.3:2:23.3  !0.3/:5  :/93:3.7.7:8 /03.5 #164.8.8..7.39.3&/.5#  .33.7.3-07-.8/.3:3.3!02-.3..3  0.3 3:3.9079038!0304./. 7 5!6.3!078.3/:5.3:3..39.5#3.5.3  $48.5.2.8.250307.3&!  !03.3 .9.2:./.3/.3&/...3!07:2.50/42..7.3....-.8  !74808!03.3&!  #0.5/03.39.3438:9.

:5:-252  .

8.33:5!07.3039073205:9!   !03:8:3.25.3:3.7.3.88..33:3..380:91 .:.!0304.:.3/:5  !03:8:3.39.33.!02.8.3.3/:5  #3.33:3.33.88. #%'%! !'%!%!!!# 4 %& %% ! !&$&$$!&&! !.307.39.3/:5  #03. #:.9:7.3/:5  #03.3.3:3..25..

:5:-252  .

350709.3.3.3.8.8..3/:5. !02-0-.3..9./::3 . .8.-/03.5.3805079/. !07..3:3.3.3.3 .3.905.340 ..9..3/.3. /.7 .&8.:8:8  075490382032-:.5/03..:3  %039.0303.3.3 4 !02-.93.3.703.3/:5 4 %.3-.5.3:3.3038#03.25.9:7..3:3.:0.3 .89.3:39:5023/.79.  93.8.3!072:2..39.3 503/:/: :.90-:9:..3 .3/80-.7.32../.-.3039070.3:3.- /03.7/.25.8708.. . .3 .9./::39.33.5/03./..8.3.7.

:5:-252  .

7..!02-.39..3!020739.3 .9.3 !7.3..3 /.3:3.

:5:-252  .

3 !07:-:3. ..3.3:3.3/.3.3.7.8..3.8:/.3&2:2 080.3 4507.7. .3 !03//.3.07. !020739./.9907503: .7.-:5.3 0-:/.324/.39.9.9.%2020/0.9 /.3-.38:3/03.3/..857.3/.3 502-.903/.3 !079...3.3..3 :-:3.82.07.9 %  #/09...350..5.205:9 !007...49.9  .2033.93.8.3 !03.7. && %&%%!#%# !$  %% %  #  ....3907.250.99072.80./. /.3.07.8/.7.99-07.3. & &! !079..3.9..340 /.2...3.35.8.3 !07/.8.32..3.3%..-/..3!020739.2.8.3803..5..9  /.07.%:3..07.5 2.3 3/:897/.

:5:-252  .

:8:83.  /.-:5.-07/.39.#:.843.4%.3!02-.3#:.3 !0749.3/./..3:3.3!020739.7.3.9.3-07./.3!020739..3.9/80-:9.5.3/03..7.3.5.3-0-07.#:.3805079!0309.903.9:7.9..3 !#%!# !$$ # %   003.3 %. !07.:3 %039.9.39..3!03.8.5.9.3.

3.3/.3.3 /.5.3$8902.8./..3/.33:3.3!007.3 $:2-07.5..3 805079  !0309.79!7.3!072:2.3 !07:2.3:3.3$5/.3  /.3!02-.3:3/.3/.3/:5 805079!0309.3!0302-.7.3.5..343897:8.32!0303/.3&2:2 805079!0309.3.3!0/42.3.3 .7..49.3/.3 $.5./.3/.3!0303/..3!07:2.3907-.020343897:8 !0309.79!0302-..3!0703.3!03..3!072:2..8.2/.5..8.378909:7  /.3!0/42..3!072:2.7.7.3..3   !0309.39..3:3.3 $9.3!0089.3$9.3!0/42.3:383:3.3!74538  /..

:5:-252  .

 &&#4.

./.3-07-.3.390780-:9/909.3:3.39. %039.5..203:98079.3!0749..3&2:2/..8.3018038/..5.9/04.3!0304. .3 !02/..320.3 50.38:3/.3 07.07.9.- !.350792-.3!0749.250703.9 !.  $02:.8!0..3 !/./03.38079.8...   03.2.. /03...3203:39:3..3!.3.3 !020739.3:3.8.32.8.3-0750/42.7.3-.9203. !07.8.9.:0-/.3!02-.09.-!020739.320303. !! .8 !0.07..3/.3#:.3 .07..07..7/:..89..9  !03.5.2.3.30109.3..  .3.4040/.3!020739.907.7.903 /.-:5..!03..9:7.350749.3..9:7.:!07.3!020739.35..8.3 /.3/.8./.3!:-  $307/.3. -078.3 50304.9.07..0909.3.3...5.9:7.9.8./03.003..38./.3.3.8.!07.3!030/..3203./ 9.3.3207:5.49.

:5:-252  .

/2./507:-...7.3!.3%4543 49942&5 03:7:9&&.'&$ %#!!#%!& !#%  %07.!020739.

7./  .8/.-.3..3:3.9.3502-. 202.38.7.5804.38:8 !030.3/.340/.7!74. .3.93../.3!02-.  .-.7.-:5. /.  .003.!07..9907::/ .%/.35020739.2203./.3 .2203003..32502039..8.32.3. 4.8:.7.8.3  703.3802:.3 /0:.8..93.393/.3:3.07.90349.3!0749.3..80-.07.3/.3:-073:705..:5.%8.349..3//....3..07.8502-.3003.3 /... 2020- -.33..3203.9 4./.3.07..07..3494342 80/.% 203.3.3.3.250.3 ..07.:507. 3! .07..580-.91 .3..3/93.5.39.-07:5.5.3!03003.3:3.%/.3.7..3.3.:05.-.07.9!020739. 0-.703.3/-07..4.8./.320.%.3.% !/0 :89.07..9.07.7./.7.305.7..:5:30-./23897..35. 802039....7 494342/.38 .3.8..&&90780-:9-0:2/.5..

:5:-252  .

 !07:2.30.3 %:..8!44/.39.7.7..3#..9 ..3:38 020397.

:5:-252  .

5 .3:.517  #..389.2525.:.38.7.2...5...3202-/.9:12363.1.574/.51745.##!6 .5 5..3  .55.3.3703.2. &:..:8.:.. 55.412.5 525.5.9:/..5/9.15.47....5/.5/..25.

3&2:23203.9.33:3...3!0304.3.3/:5!07:2.:.507:2.7.8.!07:2.80.3#.3502-.3502-.3%/.3/.3/.-078:8:38--          !0703.33:3..8.3507:/-:.39.3 3:3.39/..3 %/.3%/.30.3/:5 /../.:.320..:.980..3!02..3/.9..3/:5!07:2.3903850.33:3...3507:2.31472.-.078:8:3 !02.350304.39.3/.3.:.3 3:3.3.8.39/.39.33:3.9..3/:5!07:2.2503003.3!02.20.3502-.3/:5!07:2.39.078:8:3 ..3/:5  07::5.3:3.-078:8:3 -079.:550307...:...: 389..3 502-3.078:8:3  !0/42.3:3.3202-/..3507:2.38.3507:2.:.33:3.9 !0/42.3!0304..9..0.9. -078:8:3 9..39/.!!90780-:9 039070.3%038!0304..39.5. :8:83..3:3..39..8/.79:/5...8 !02-3.7.078:8:3 447/3.3!0304...3!0304.3:3.3%/...3-07-.3%/.85050304.3&2:2!0304.9.33:3.078:8:3 !0.7.3/:5/.3/.3502.30.3502.3/:5!07:2.

:5:-252  .

:8:83.93.5.33:3.:.8!%$ !0304.850!0304..9.3..3$%&/.0-73.33.3%/.3&2:23207:5.3:3.33:3.7..3!0304.38.3 50/42.3947020397.9/03.980.39.3/:5!07:2.3507:2.33:3.3 907/.7#!0/42..3!02.3!07:2.3%/.-078:8:3.7.2503003 .5/03.3.3!07:2.30.3 9/.39038 0.3502-3.30.078:8:3 /93.. 078:8:3#%&.3#.9.3/..3/:5  03.9/5.38.9..3.5.9079038!0304.940 389.  05:9-/./.9.3/:5  !0/42..5.3!02.3/.:..39..3 503003.../.:.. !07:2.3/-:..39/.3 !02-..3472.350304...7.950/42.9.3907.7.39.8:.:..3!07:2.3/:5 .30.3/907-9.-078:8:3 &39:9: /507:.3/.:389.:..33:3.3202-/.3/.3 2..3:3.!07:2.30.7..907 2.3-2-3..33:3.9:! ..3502-.3/:5/.3/.3!02.220. 80-.3:3.38508103.9..3/.3502-.39.3472.381.:/..

:5:-252  .

!07:2..3039070. 05203!07:2.9 05:9:8.3#.3#.9 4 ..7...

!#.

.

/.39.3.5.509:.3:3..-07083..8 /.2.7-07-.3/.3 50.33:3.3/.:.7.220::/.3 3:3.9/03.3 !0/42.35.2....25:33:3.2-:3.32:.3/.9.803...3  803./::3/.39.7.502.3502-.3907.39/.3 43897:8 5034507.3/...-078:8:3  .3.3!072:2.3!02.8079./..7. %039.3 .380..3507: /50792-.3/.9.308.8.7.7.8...3.3 #&%#$&  2.550703.3!02.8.3!07:2..3 !0304./.79.3/:5507: /02-.3503:3.3507:2.:..3/:5!07:2.3&2:2!0304..3..3/.39.

:5:-252  .

 $!& .39.7.

:5:-252  .

.3507:-.3. /902:-0-07.9.3.2202-:.3 90.3.703.39.3 08547.990703.3.$!& .3!072:2.97..7.7.9/907.3.04/07 425.5..350.3.39./.3  .3.9:/..3.. #:.:502-.03/. .9:7.3/../ 507:-.3..349..9..907.8907.3/.3:3./2../.8.3 507:-.3057.3507.8.02-.3 %#&#  $0733./.3:8:83.0203!07:-.380-.3 203.9.3 907.3-07:-..5$9:/!:89.9....3057..7.7.3 !07:2...3!02-./.0203!079:2-:.9./7:-..3/.3-0:28025..3%./.35.503039:0-.0203431  4:/.30-:9:.#& 20.3.3.3. 90.74    .2-/.-:./3/4308.38:/.790203 !! #    .3.389.3 .3:3.:.75.3.!.9:7. 203.203:9. 202507..3../2. 3 9039:3.3 .5..2/8532:!0703../-/.3507./ .3 .9 50703.3/03..320..3-07.302:/..

:5:-252  .

9:/. 8050793.3070. /.$:2-07.30.80/. 43805!02-.3070.302:/..2.3:3.3 0448 085:3/02...25:.3/:8:.7..3070.!#%&& 701:/2.3...7.907 90780-:95.503/::3502-.3:9.2 /.3/.32.0.9..  !#$!#&% .3808:.8.3 203/08.0 .30...7.3:3.3503/::33:3.2.507:20.8:..3. :/..3848.3 502-.7:-.3 .7.7..8.3/0903.3 8.7...304342 ! 2.3-:/...:58.3 057.203..507-0/.3-0702-.3:3.703.29:%#%$ /.3:9.5./03.7-07 /.748.7.3$48. .2..3 4380590780-:9-0702-.3:3..7.33202503.3203. .340.3.39..3.7/ .5.:39:20342-3.3:9..302.3/3/.3:8.3507:/:5.2..3 .39.2 .3:3./.7.!02-.380-./.07.0 . /3/4308..    43805!02-.30-:9:.2 .3 502-.30.9.  :.30.83 2.83  !07-0/..3:3.7.8 /0-.7:8.3:3.8..309.   079994.%$-.3503:8:3./.39...98079.380-..3..8.9 -.8434$..703.35.2..3/.30. :5.30./.3 4342 /.38:2-07/.3503933./..7.

:5:-252  .

3-0781.3.78:/.447/3.003.39.850%03 9038 !07-0/.703../902: 5.5.3203./.33..% !020739.9.9$%# 9/. 3..203:3:8..79/./.3::2 .8.73.% 507: /50790.:.3:2:2 2085:32..39.83 2.9:7.30503/.3-078.705!708/././ #% 907::7 .3/43/8..3-.8/.7./03.5-09:.3!07.3/-:9:.3..39.850.2./ 431050393.9 !020739.:!07.93802:.3 ./8.8.-:5./.  8:0/507:.3-.83 $.38.3/ 3/4308.33.8050793.9 /9:7:3.'#% !02073.349.5..8-.::5-.3 80-. .8003.3.907. .3.:/./...35:.3./.39.3202.-07-0/.903.3  %. 804.2.7.3203::2502039.47439.9.3.25.-07578.907::7 8:/.3 &3/./.3.%!!&%! !.7.../93.7 574538 .050393.33.8/.5.9.!0309.2:33507-0/.-:5.3.7.3.. !:8.9..5.350792-.07.788 0-:9:.5.37.3 02. .9.07.3507&3/.7.8.9.9150...903/03./.3..

:5:-252  .

..3:8:8 /.3!02-.3503003.3 .7.30974549.3/.3!07:2.!#%!&! !#& !#&#&% 389.:..9.3 !07:2.3!02-.3.9:503:8:3.3%/.7.3-070.33:3.9039.3:3.3!02.9.39/.30.9..3:3.3!072:2.38:..3:3.3 0974549.39.3202-/.3/ -/.:.39.-078:8:3.3/. /507:.8.38. 078:8:3 &39:9:203.38028.3  & #%%%#!# !&!#&!#&!$ &$&$ !37.3!0/42.3/.8892057.3.38892057.2.3 #&% ..3!37..3!%& &&! 9072..3/:5!07:2..30974549.8:503:8:3.3:9.32.3&2:2  !0304.3!02-.3 !%$!$! /.3 #&%  ! &&!#!& !#&!#&!$&$&$ !37.-:39:20..3/.

:5:-252  .

30974549.30974549.3  #&% %%&&& %%! !& !#&!#&!$!# %# ! %#&% !&!&$&'$ $  !# # % !&!#& !#&!$!#%# ! % #&% .30974549.3  #&% % #$ !&!#& !#&!$&$&$ !37.&%      #$$%%#% #$ !&!#&!#&! $&$&$ !37.7.39.3  #&% %!$ !&!#& !#&!$&$&$ !37.

:5:-252  .

 !  !# !$ !%&  #$ !&!#& !#&!$!#%# ! % #&%  ! !&$&&&! ! !#!&!#& !#&!$!#%# ! % #&%  / .7.39.

:5:-252  .

%#$ .7.39.

:5:-252  .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->