Anda di halaman 1dari 19

BUNGA DAN BUAH

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Ilmu Tanaman

Disusun oleh: Kelompok 7 Dylis Hartanto (150510100196) Indra Permana (150510100205) Fitri Utami Hasan (150510100207) Fathi Habibatur Rahman (150510100217) Ujang Rohimat (150510100218)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN 2010

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

BAB I PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG Bunga (flos) adalah ranting atau dahan berdaun yang letaknya berdesak-desakan yang seluruhnya atau sebagian telah berubah bentuk dan fungsi serta warnanya jadi menarik. Pada bunga berlangsung proses penyerbukan dan pembuahan yang akan menhasilkan buah dan biji Bagian-bagian bunga terdiri atas tangkai bunga (pedunculus), dasar bunga (receptaculum), perhiasan bunga

(perianthium), dan alat kelamin bunga (sporophylla). Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dibagi menjadi bunga sempurna (flos completus), dan bunga tidak lengkap (flos incompletus). Berdasarkan jumlah bunga pada satu tangkai, bunga dibagi menjadi bunga tunggal (flos simplex) dan bunga majemuk (flos compositus). Buah (fructus) adalah ovarium yang telah matang (yang didahului atau tidak didahului proses amphimixis) yang tumbuh berkembang dan berubah strukturnya menjadi mengeras, mengulit dan mendaging; atau ovarium yang telah matang dan atau beserta bagian-bagian lain dari bunga (yang didahului atau tidak didahului proses amphimixis) yang tumbuh dan berkembang dan berubah strukturnya menjadi mengeras dan mendaging. Fungsi buah adalah memungkinkan terjadinya penyebaran biji atau penyebaran keturunan (propagasi). Buah dibagi menjadi dua golongan yaitu buah sejati (fructus nudus) dan buah semu (fructus spurius). Buah sejati dibagi menjadi dua macam yaitu buah kering (fructus siccus) dan buah mendaging (fructus carnosus). Buah semu dibagi menjadi tiga macam, yaitu buah semu tunggal (fructus simplex), buah semu berganda (fructus multiplex), dan buah semu majemuk (fructus compositus).

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

II.

TUJUAN Memahami dan menjelaskan definisi bunga dan buah, fungsi bunga dan buah, bagian-bagian bunga dan buah, macam-macam bunga dan buah, serta proses pollinasi dan proses fertilisasi dalam kaitannya dengan produksi tanaman.

III.

RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Definisi bunga dan buah Fungsi bunga dan buah Bagian-bagian bunga dan buah Macam-macam bunga dan buah Proses polinasi dan fertilisasai

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

BAB II

I.

Definisi bunga dan buah a. Bunga Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.

b. Buah Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan

perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati. II. Fungsi bunga dan buah a. Fungsi Bunga Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji. Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.

b. Fungsi Buah Memungkinkan terjadinya penyebaran Biji atau penyebaran keturunan (Propagasi). Secara langsung : Vivivari

Secara tidak langsung : Melalui angin Melalui air : anemo-chori : Hydro-chori

Melalui binatang : zoo-chori Melalui manusia : secara vegetatif

III.

Bagian-bagian bunga dan buah Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga). Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 5

apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

Kelopak bunga atau calyx; Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan; Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari; Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Bagian-bagian bunga sempurna 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx)
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 6

Struktur Buah Apabila bakal buah berkembang menjadi buah, dinding ovarium menjadi perikarpium. Pada bunga dinding ovarium menjadi perikarpium. Pada bunga dinding ovarium terdiri dari sel sel parenkim, jaringan pembuluh, dan lapisan epidermis dalam dan luar. Selama pemasakan, perikarpium bertambah jumlah selnya. Jaringan dasar secara relative tetap homogen dan paerenkim terdiferensiasi menjadi parenkim dan jaringan sklerenkim. Perikarpium mungkin terdiferensiasi menjadi 3 bagian yangh secara morfologi berbeda yaitu eksokarpium, mesokarpium dan endokarpium. Masing masing merupaka lapisan terluar, bagian tengah dan lapisan terdalam. Kadang kadang eksokarpium dan endokarpium merupakan epidermis luar dan dalam dinding ovarium. Dinding ovarium menyelubungi ovarium dimana biji dihasilkan. Jaringan pembuluh bervariasi untuk setiap jenis buah dan terdapat pada perikarpium. Struktur perikarpium menunjukkan variasi yang luas untuk setiap jenis atau tipe buah. Ada 2 macam tipe perikarpium, yaitu parenkematik, pada buah berdaging dan sklerenkimatik pada buah kering IV. Macam-macam bunga dan buah a. Macam-macam bunga Berdasarkan bagian-bagian pada bunga a. Flos completus (bunga lengkap/bunga sempurna) bunga yang memiliki seluruh bagian-bagian bunga yaitu calyx, corolla, andrecium, gynoecium, receptaculum dan pedunculus. b. Flos incompletus (bunga tidak lengkap) Bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih dari bagian bunga. Flos incompletus terdiri dari: flos nudus (bunga telanjang) yaitu bunga yang tidak memiliki perianthium. Misalnya: bunga Pinus merkusii flos unsexualis (bunga berjenis kelamin satu) terdiri dari: - flos masculus (bunga jantan )bila dalam satu bunga terdapat stamen saja. misal: bunga jantan Zea mays.
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 7

- flos femineus (bunga betina )bila dalam satu bunga hanya terdapat pistilum saja, misal: bunga betina Zea mays (tongkol). flos bisexuais (flos hermaphroditus/bunga banci/bunga berjenis kelamin dua)bunga yang memiliki stamen dan pistilum. Misal:bunga Solamun melongena Flos sterilius (flos asexualis/bunga mandul) bunga yang tidak memiliki stamen dan pistilum. Misal:bagian pinggir dari karangan bunga Helianthus annus (bunga matahari). b. Macam-macam buah Buah-buah itu sedemikian beragam, sehingga sukarlah rasanya untuk menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup semua macam buah yang telah dikenal orang. Belum lagi adanya kekeliruan-kekeliruan yang

mempertukarkan pengertian biji dan buah (misal: 'biji' jagung, yang sesungguhnya adalah buah secara botani). Baik buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas tiga tipe dasar buah, yakni

buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.

buah ganda, yakni jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Contohnya adalah sirsak (Annona).

buah majemuk, yakni jika buah terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Contohnya adalah nanas (Ananas), bunga matahari (Helianthus).

Buah kering Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging. Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe keras.

Buah padi (caryopsis) Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini. Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.

Buah kurung (achenium) Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.

Buah keras (nux) Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis). Beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah inijika masak menjauh dari pohon induknya. Buah bersayap (samara) semacam ini contohnya adalah buah meranti (Shorea) dan kerabatnya dari suku Dipterocarpaceae.
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 9

Buah kering yang memecah (dehiscens) Umumnya berisi lebih dari satu biji, sehingga memecahnya buah nampaknya terkait dengan upaya untuk memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat. Misalnya adalah :

Buah berbelah (schizocarpium) Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.

Buah lobak Buah lobak (siliqua) tersusun dari dua daun buah dengan satu ruangan yang tersekat oleh sekat semu. Buah terpecah menurut kedua kampuhnya ketika masak, namun ujungnya masih berlekatan. Biji sebentar masih melekat pada sekat semu, yang sebetulnya adalah tembuni, sebelum pada akhirnya terlepas. Contohnya adalah jenis-jenis Cruciferae.

Buah berdaging Buah-buah tunggal berdaging pada umumnya tidak memecah (membuka) ketika masak. Salah satu perkecualiannya adalah pala (Myristica). Beberapa bentuk buah berdaging, di antaranya: Buah mentimun Buah mentimun (pepo) serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun (Cucurbita) dan kerabatnya. Buah ganda Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 10

tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:

buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa). buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia). buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona). buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).

V.

Proses polinasi dan fertilisasai a. Polinasi

Polinasi atau penyerbukan dapat diartikan ialah proses jatuhnya serbuk sari dari anther (benang sari) ke stigma (kepala putik) yang dapat dibantu oleh angin atau polinator. Proses polinasi yang sempurna dapat menghasilkan buah yang sempurna bisa dikatakan perkembangan fruit set buah nya berjalan dengan baik. Tipe polinasi atau penyerbukan ada dua. Dua diantaranya ialah:

Penyerbukan sendiri Penyerbukan sendiri ialah penyerbukan dengan satu kultivar yang sama.

Penyerbukan silang Penyerbukan silang ialah penyerbukan dengan kultivar yang berbeda.

Polinasi sangat penting pada saat reproduksi biji-biji tanaman. Pada bagian bunga betina pada bunga angiospermae biasa disebut stigma. Sedangkan pada bagian bunga betina pada bunga Gymnospermae biasa disebut micropyle. Polinasi sangat penting pada dunia hortikultura karena semua tanaman buahnya tidak akan berkembang jika sel telur tidak diserbuki. Proses polinasi dapat dibantu oleh polinator seperti agen yang membawa serbuk sari dari anther (benang sari) ke kepala putik. Metode polinasi yang dikategorikan menurut tipe polinator ialah: Entomophily : polinasi melalui serangga Zoophily : polinasi melalui hewan misalnya burung, kelelawar

Anemophily : polinasi melalui angin. Hidrophily : polinasi melalui air


Kelompok 7 | Bunga dan Buah 11

b.

Fertilisasi Pembuahan atau fertilisasi (singami) adalah peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus atau sel-sel bernukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau peleburan nukleus. Biasanya melibatkan penggabungan sitoplasma (plasmogami) dan penyatuan bahan nukleus (kariogami). Dengan meiosis, zigot itu membentuk ciri fundamental dari kebanyakan siklus seksual eukariota, dan pada dasarnya gamet-gamet yang melebur adalah haploid. Bilamana keduanya motil seperti pada tumbuhan, maka fertilisasi itu disebut isogami, bilamana berbeda dalam ukuran tetapi serupa dalam bentuk maka disebut anisogami, bila satu tidak motil (dan biasanya lebih besar) dinamakan oogami. Hal ini merupakan cara khas pada beberapa tumbuhan, hewan, dan sebagian besar jamur. Pada sebagian gimnofita dan semua antofita, gametnya tidak berflagel, dan polen tube terlibat dalam proses fertilisasi.

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

12

BAB III

I.

PERTANYAAN-PERTANYAAN 1. Sebutkan dan jelaskan penggolongan bunga berdasarkan bagian-bagiannya dan berikan masing-masing satu contoh tanamannya! 2. Sebutkan dan jelaskan 5 macam tipe bunga yang termasuk bunga majemuk(flos compositus)! 3. Penyerbukan (pollinasi) dapat terjadi dengan beberapa cara. Jelaskan caracara tersebut! 4. Apa yang dimaksud dengan penyerbukan silang? Sebutkan dan jelaskan dua macam penyebab terjadinya penyerbukan silang! 5. Jelaskan bagaimana terjadinya penyebaran biji atau penyebaran keturunan (propagasi) disertai contoh-contohnya! 6. Apa yang dimaksud dengan buah sejati (fructus nudus) dan buah semu (fructus spurius)? Berikan masing-masing 2 contohnya! 7. Apa yang dimaksud dengan buah pomum? Berikan dua contoh yang termasuk buah pomum! 8. Apa yang dimaksud dengan buah hesperidium? Berikan dua contoh yang termasuk buah hesperidium ini!

II.

JAWABAN

1. Penggolongan bunga berdasarkan bagian-bagiannya satu contoh tanamannya a) Flos completus (bunga lengkap) yaitu bunga yang memiliki seluruh bagianbagian yaitu calyx,corolla,andrecium,gynoecium,reseptaculum dan pedunculus. Contohnya bunga kembang sepatu

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

13

b) Flos inclompletus(bunga tidak lengkap) yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih dari bagian bunga. Incompletus terdiri dari: Flos nudus(bunga telanjang)yaitu bunga yang tidak memiliki perianthium,contohnya: bunga Pinus merkusii Flos unsexualis(bunga berjenis kelamin satu),terdiri dari: Flos masculus(bunga jantan) yaitu bila dalam satu bunga terdapat stamen saja, contohnya>> bunga jantan zea mays Flos femineus(bunga betina) yaitu bila dalam satu bunga terdapat pistilum saja,contohnya>> bunga betina zea may Flos bisexualis(bunga berjenis kelamin dua) yaitu bunga yang memiliki stamen dan pistilum,contohnya>> Solamun melongena Flos sterilius(bunga mandul) yaitu bunga yang tidak memiliki stamen dan pistilium,contohnya>> Helianthus annus

2. 5 macam tipe bunga yang termasuk bunga majemuk(flos compositus)!

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

14

1) Racemus (botrys=tandan) anak bunganya bertangkai dan duduk pada tangkai bersama,contohnya: Kembang merak (Caesalpiniapulcherrima)

2) Spica (bulir) seperti raccemus tetapi tiap anak bunga tidak bertangkai,contohnya: Jarong(Stachytarpheta jamaisensis)

3) Amentum (untai) seperti spicca tetapi penduculus communis hanya mendukung bunga unisexualis saja.bunga jantan akan terus luruh dan bunga betina menjadi buah,contohnya: Sirih (Piper betle)

4) Spadix (tongkol) seperti spicca tetapi memiliki pedunculus communis yang besar,tebal,dan sering lunak berdaging,contohnya: Jagung (Zea mays)

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

15

5) Umbella (bunga payung) penduculus communis mengeluarkan cabangcabang yang sama pajangnya dari ujung-ujungnya,contohnya: Daun kaki kuda (Centella asiatica)

3. Penyerbukan (pollinasi) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu Anemofili : penyerbukan dengan perantara angin Hidrofili: penyerbukan dengan perantara air Zoidiofili: penyerbukan dengan perantara bintang

4. Penyerbukan silang adalah penyerbukan dengan pollen berasal dari tanaman lain tetapi yang sejenis. Dua macam penyebab terjadinya penyerbukan silang : Dichogami: pada suatu bunga anthera dan pistilum waktu masaknya tidak bersamaan. Herkogami: bila pada suatu bunga sempurna letak anthera dan pistilumnya berjauhan dengan satu sama lain,sehingga tidak memungkinkan terjadi penyerbukan sendiri. 5. Penyebaran biji atau penyebaran keturunan dapat dilakukan secara: Secara langsung yaitu Vivivari
Kelompok 7 | Bunga dan Buah 16

Secara tidak langsung: Melalui angin yaitu anemo-chori Melaui air yaitu hydro-chori Melalui binatang yaitu zoo-chori Melalui manusia 6. a. Buah sejati (fructus nudus) adalah buah yang semata-mata atau sebagian besar terbentuk dari ovarium. Dibagi menjadi dua,yaitu: Fructus siccus( buah kering): yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering. Contohnya : kacang tanah, buah padi Fructus carnosus(buah mendaging): yang dinding buahnya tebal berdaging. Contohnya: buah pepaya (Carica papaya L),mentimun

b. Buah semu (spurius) adalah buah yang terjadi/ terbentuk selain dari ovarium ,juga dari bagian-bagian lain dari bunga. Dibagi menjadi tiga,yaitu: Buah semu tunggal(simplex):yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah.Contohnya: jambu monyet (Anacardium occidentale), jambu air (Eugenia aquaea) Buah semu berganda(multiplex): buah semu yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas dan tumbuh menjadi buah, tetapi disertai pula oleh bagian-bagian bunga lainnya. Contohnya: buah arbei (Fragaria vesca), cempaka (Michelia champaca) Buah semu majemuk(composites): buah semu yang berasal dari bunga majemuk yang seluruhnya hanya tampak sebagai satu buah. Tangkai bunga menebal, tenda bunga berlekatan dan menjadi kulit buah. Contohnya: buah nangka (Artocarpus integra),sirsak(Anona reticulate) 7. Apa yang dimaksud dengan buah pomum? Berikan dua contoh yang termasuk buah pomum! Jawab: Buah pomum adalah buah yang epicarpiumnya tipis agak mengulit,berwarna: kuning,jingga,merah jambu. Mesocarpiumnya mendaging dapat dimakan dan persen cairannya tergantung pada jenis buahnya. Endocarpiumnya mengulit/mengeras membentuk rumah-rumah / ruang-ruang didalamnya terdapat biji. Contohnya: Apel (Pyrus malus), peer (Pyrus communis)

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

17

8. Hesperidium (buah jeruk) adalah buah yang : - Exocarpiumnya tipis, kaku, berwarna hijau, kuning, merah, jingga, mengandung alat sekresi yang berbau khas jeruk flavedo - Mesocarpiumnya tebal tidak berbau, tidak berasa, bersifat menyerap cairan, berupa sponsa berwarna putih seperti kapas Albedo - Endocarpiumnya bersekat-sekat dalam tiap ruang ada gelembung-gelembung (alveoli) berisikan cairan manis dan larutan asam ascorbic emergensia. Contoh Jeruk (Citrus spp) dan lemon (Limonia acidissima auct.non L.)

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

18

BAB IV

I.

KESIMPULAN

Kelompok 7 | Bunga dan Buah

19