Anda di halaman 1dari 16

Dikerjakan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sosiologi Pertanian

Oleh, Aldy Isklandar 150510100200 Fitri Utami Hasan 150510100207 Rangga Jiwa Wibawa 150510100213 Fathi Habibatur Rahman 150510100217 Agro E 2010

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN 2010 - 2011


SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

TEORI TEORI SOSIAL MODERN

A. Pengertian Sosiologi Sosiologi terdiri dari dua suku kata, yaitu socius yang artinya teman dan logos (Yunani) yang artinya ilmu. Secara harfiah, sosilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat, perilaku, serta perkembangan suatu masyarakat di mana sosiologi ini merupakan cabang Ilmu Sosial. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain. Hal tersebut dijadikan salah satu titik tolak lahirnya ilmu sosiologi. Sosiologi sebagai cabang ilmu, pertama kali dicetuskan oleh August Comte. Hal tersebut yang mendasari August Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Beliau lebih menitikberatkan kepada positivistik dan kuantitatif yang menganggap bahwa sifat, perilaku, dan perkembangan suatu masyarakat itu sama, karena Beliau hanya memandang manusia secara general. Namun, seiring berkembangnya zaman, pemikiran mengenai sosiologi pun ikut berkembang. Para ahli sosiologi mulai berpikir dan meneliti suatu masyarakat dengan lebih spesifik. Dan ternyata, sifat, perilaku, serta perkembangan suatu masyarakat itu tidaklah bersifat sama. Selain itu, pandangannya pun lebih ke arah kualitatif.

B. Sosiologi Modern Pemikiran akan sosiologi modern ini, lebih ditekankan kepada segi positivistik. Dimana dalam hal ini, segi positivistik itu sendiri lebih cenderung dititikberatkan dalam aspek kuantitaif. Dari anggapan tersebut, dapat diuraikan bahwa pemikiran sosiologi modern ini memusatkan perhatiannya pada pencarian fakta dan penyebab dari gejala-gejala sosial dengan kurang memperhatiakn prilaku subyektif individu. Sosiologi Modern lebih mengarah pada positivisme. Positivisme memilikin beberapa ciriciri, yaitu a. Membahas segala sesuatu berdasarkan apa yang sebenarnya dan dapat dirasakan oleh panca indra. b. Membahas melalui pengalaman dan kebenarannya bisa dibuktikan secara ilmiah.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

c. d.

Fakta yang ada tidak berkaitan dengan nilai. Objek memiliki nilai dan manfaat

C. Kelahiran sosiologi modern Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

D. Teori Sosiologi Modern Dalam sosiologi modern terdapat banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para tokoh 1. Teori fungsional a. Talcott Parsons (Teori Sistem Umum) Talcott Parons berasumsi bahwa dalam semua sistem sosiallterdapat empat fungsi penting yaitu :ai 1) Adaptation (adaptasi) yang tak lain adalah sebuahssistem yang mana harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat, sistem harus menyesuaikan dengan lingkungannya.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

2) Goal

attainment

(pencapaian tujuan)

yakni

sebuah

sistem

harus

mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya. 3) Integration (integrasi) yaitu sebuah sistem harus mengatur antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. . Sistem juga harus mengatur antar hubungan fungsi lain (A,G,L).lai 4) Latency (pemeliharaan pola) yaitu sistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki, baik motivasi individu maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi.

b.

Robet K Merton (Fungsionalisme & strukturalstruktural sebaga teori) Menurut Merton, fungsi adalah konsekwensi teramati yang menimbulkan adaptasi atau penyesuaian dari sistem tertentu. Dalam konteks ini, Merton , menawarkan konsep disfungsi dan nonfungsi. Disfungsi terjadi jika struktur, individu, pranata, dsb tidak berfungsi positif tapi negatif. Sedangkan nonfungsi terjadi jika struktur, individu, pranata, dsb tidak berjalan sebagaimana fungsinya dalam masyarakat. masyarakat. Kemudian Merton mengusulkan konsep keseimbangan bersih net balancing untuk melihat perimbangan fungsi dan fungsi. Merton juga mengajukan konsep

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

fungsi manifest nyata, dan fungsi latent tersembunyi. Fungsi manifest adalah fungsi yang diharapkan, sedangkan fungsi latent adalah fungsi yang tersembunyi atau tidak diharapkan.

2.

Teori konflik a. Ralf Dahrendoff Ralf Dahrendoff berasumsi bahwa masyarakat atau sistem sosial dlm keadaan dinamis dan memiliki potensi konflik serta disintegrasi. Keteraturan dalam masyarakat terjadi karena adanya paksaan koersi (Tiap posisi sosial memiliki otoritas tersendiri yang bukan ditentukan oleh individu , melainkan oleh posisi yg disandang tsb individu, individu koersi). Dalam pandangan Dahrendorf, otoritas tersebut membawa 2 bentuk kepentingan, , yaitu kepentingan tersembunyi & kepentingan nyata.

Kepentingan tersembunyi adalah harapan peran

yang tidak disadari.

Kepentingan nyata merupakan kepentingan tersembunyi yang telah disadari. Tiga tipe kelompok sosial sosial: 1) Kelompok Semu (quasi group) adalah kumpulan beberapa individu yang memegang posisi dan kepentingan yang sama.sama. 2) Kelompok Kepentingan adalah kelompok bentukan dari quasi group yang telah memiliki struktur, bentuk organisasi, tujuan perorangan, dan anggota yang jelas.jelas. 3) Kelompok Komflik adalah kelompok yang terlibat secara formal dengan konflik antar kelompok dalam sistem sosial tertentu.tertentu.

b.

Randall Collins Randall berasumsi bahwa konflik adalah proses sentral dalam kehidupan masyarakat. Struktur sosial adalah esensi pola interaksi. Individu dalam struktur terus menerus menciptakan ulang organisasi sosialnya. Kajian Collins terfokus pada stratifikasi sosial. Tiga pendekatan konflik dalam stratifikasi sosial sosial: 1) Tiap orang hidup dalam kondisi sunyektif yang dibangunnya sendiri 2) Adanya kekuasaan orang lain untuk mempengaruhi atau mengontrol pengalaman subyektif dari individu individu.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

3) Adanya kecenderungan dari individu untuk mengontrol orang yang berbeda atau menentang subyektifitas individu tersebut yang disebut konflik individuindividu

3.

Teori InteraksionismeiSimbolik G Erving Goffman mengemukakan pendapatnya mengenai dramaturgi. Dramaturgi adalah pandangan tentang kehidupan sosial sebagai serentetan pertunjukan drama dalam sebuah pentas. Ia juga mengemukakan bahwa dalam interaksi, terkadang orang menampilkan kondisi ideal (+) didepan umum dan menyembunyikan keburukan dengan alasan alasan: a. Aktor ingin mengubur kebiasaan buruk masa lalu yang bertentangan dg prestasi masa kini kini. b. Aktor ingin menyembunyikan kesalahan yang telah dilakukan dan menyiapkan tindakan untuk memperbaiki kesalahannya tersebut tersebut. c. Aktor memberikan gambaran hasil akhir yang baik dan menyembunyikan

proses yang terlibat dan menghasilkannya menghasilkannya. d. Aktor merasa perlu menyembunyikan keterlibatan tindakan kotor dalam upaya menghasilkan pertunjukan pertunjukan. e. f. Aktor mungkin menyelipkan standar lain dalam melakukan sesuatu sesuatu. Aktor mungkin menyembunyikan penghinaan atasnya atau setuju dihina asalkan kegiatannya dapat terus berjalan. bAktor juga terkadang melakukan mistifikasi dengan membuat jarak antara diri mereka dengan penonton untuk menjaga kredibilitasnya

4.

Teori strukturalismespertukaran a. George C. Homans George C. Homans mengemukakan masalah unsur utama dari pertukaran sosial yang tak lain adalah cost (biaya), reward (imbalan), profit (keuntungan). Cost adalah perilaku seseorang yang dianggap sebagai biaya Entah mengharapkan imbalan atau tidak. Sedangkan reward adalah imbalan terhadap cost. Dari reward yang didapat seseorang bisa saja mendapatkan kenutungan yang lebih besar dari cost yang dikeluarkan. Keuntungan tersebut disebut profit. Namun tidak semua reward yang didapat manghasilkan keuntungan bagi seseorang yang mengeluarkan reward. Sebab dalam pertukaran sosial seseorang tidak

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

terlalu mengutamakan profit yang banyak. Seseorang hanya menginginkan reward atas cost yang dia keluarkan. Contoh : seorang anak menolong Ibu yang mengalami kesulitan dalam membawa barang belanjaan. Kemudian sebagai ucapan terima kasih Ibu tersebut memberi uang seribu rupiah kepada anak yang menolongnya. Perbuatan menolong aak tersebut adalah cost dan Ibu tersebut menerima reward. Sebagai umpan balik maka si anak mendapatkan reward uang seribu rupiah walaupun mungkin anak ersebut menolong dengan ketulusan. Hubungan timbal balik diatas akan merujuk pada kuantitas dan nilai. Kuantitas adalah intensitas atau frekuensi yang dimana suatu perilaku dinyatakan dalam suatu jangka waktu tertentu atau sejumlah perilaku yang terjadi. Sedangkan nilai adalah tingkat dimana sesuatu suatu perilaku tertentu didukung atau dihukum. Nilai dan kuantitas adalah sebuah persamaan yang tidak saling berhubungan antar satu sama lain. George Homans menerangkan bahwa hubungan pertukaran sosial yang dilakukan manusia dapat dijelaskan melalui 6 proposional dasar. Proposisi yang dimaksud adalah 1) Proposisi sukses 2) Proposisi stimulus 3) Proposisi nilai 4) Proposisi kelebihan-kekurangan 5) Proposisi deprivasi dan satiasi 6) Proposisi rasional

b.

Peter W. Blau Konsep teori dari peter m blau,berkiblat daripada Max webber.Blau cenderung mengembangkan konsep-konsep dar Max weber,contohnya penggunaan

batasan kekuasaan oleh max weber,yakni kemampuan individu memaksakan kehendak ataupun keinginan akan ke suatu kelompok reaksi ataupun individu ataupun

lainya,meskipun

menimbulkan

perlawanan

tantangan.Dalam konsep Max weber ini , Blau mencoba meneliti dan

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

mengembangkan reaksi dari pemaksaan kehendak ini,ataupaun yang lebih dikenal dengan social exchange(pertukaran sosial). Kemudian blau menggambarakan proses transaksi kepentinga dan social menjadi 4 fase, yakni: 1) Dilema, yakni proses dimana ada model-model pertukaran timbal balik ganjaran ekstrinstik dimensi hubungan timbal balik di sini tidak terlalu besar,dengan serupa,sehingga kata lain tidak pada menuntut respon adanya penerima imbalan stimulus yang itu

bergantung

sendiri.Contohnya,adanya donasi kepada korban merapi,tentunya di satu pihak ada yang menerimanya ,di satu pihak lebih baik tidak menerima bantuan asalkan dapat kembali ke rumah mereka masing-masing. 2) Diferensiasi, yakni proses pertukaran sosial di mana dalam kepentingan penyadia jasa,ataupun imbal balik ada persaingan yang mucul untuk mendapatkan anggota kelompok sebesar-besarnya dan juga

otoritas.Contohnya

yakni pada masa pemilu dimana calon wakil

rakyat,berebut suara untuk mendapatkan posisi kekuasaan. 3) Dinamika, yakni proses setelah diferensiasiasi,dapat diartika proses dimana pengambilan kekuasaan yang dominan(otoritas),dapat

menguntungkan anggota kelompok,dapat juga terjadi penghisapan di mana tiap anggota harus tunduk pada keputusan yang ada. 4) Dialektika, yakni proses dalam pertukaran sosial dimana mencerminkan adanya pembenaran tindakan yang salah,yang sebelumnya menimbulkan respon kontradiksi di antara anggotanya,misalnya pencabutan kebijakan yang menekan kaum minoritas. 5. Fenomenologi Edmund Husserl mengemukakan fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, phainomai, yang berarti menampak dan phainomenon merujuk pada yang menampak. Istilah feomenologi diperkenalkan oleh Johann Heinrickh Lambert. Pelopor fenomenologi adalah Husserl. Berikut adalah komponen konseptual dalam fenomenologi transendental Husserl: a. Kesengajaan (Intentionality)

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

Kesengajaan (intentionality) adalah orientasi pikiran terhadap suatu objek (sesuatu) yang menurut Husserl, objek atau sesuatu tersebut bisa nyata atau tidak nyata. Objek nyata seperti sebongkah kayu yang dibentuk dengan tujuan tertentu dan kita namakan dengan kursi. Objek yang tidak nyata misalnya konsep tentang tanggung jawab, kesabaran, dan konsep lain yang abstrak atau tidak real. Husserl menyatakan bahwa kesengajaan sangat terkait dengan kesadaran atau pengalaman seseorang dimana kesengajaan atau pengalaman tersebut dipengaruhi oleh faktor kesenangan (minat), penilaian awal, dan harapan terhadap objek. Misalnya minat terhadap bola akam menentukan kesengajaan untuk menonton pertandingan sepak bola. b. Noema dan Noesis Noema atau noesis merupakan turunan dari kesengajaan atau intentionality. Intentionality adalah maksud memahami sesuatu, dimana setiap pengalaman individu memiliki sisi obyektif dan subyektif. Jika akan memahami, maka kedua sisi itu harus dikemukakan. Sisi obyektif fenomena (noema) artinya sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan, dipikirkan, atau sekalipun sesuatu yang masih akan dipikirkan (ide). Sedangkan sisi subyektif (noesis) adalah tindakan yang dimaksud (intended act) seperti merasa, mendengar, memikirkan, dan menilai ide. Terdapat kaitan yang erat antara noema dan noesis meskipun keduanya sangat berbeda makna. Noema akan membawa pemikiran kita kepada noesis. Tidak akan ada noesis jika kita tidak mengawalinya dengan noema. Begini mudahnya. Kita tidak akan tau tentang bagaimana rasanya menikmati buah durian (noesis karena ada aspek merasakan, sebagai sesuatu atau objek yang abstrak) jika kita sendiri belum mengetahui seperti apa wujud durian (noema karena berkaitan dengan wujud, sebagai sesuatu atau objek yang nyata). c. Intuisi Intuisi yang masuk dalam unit analisis Husserl ini dipengaruhi oleh intuisi menurut Descrates yakni kemampuan membedaka yang murni dan yang diperhatikan dari the light of reason alone (semata-mata alasannya). Intuisilah yang membimbing manusia mendapatkan pengetahuan. Bagi Husserl, intuisilah yang menghubungkan noema dan noesis. Inilah sebabnya fenomenologi Husserl dinamakan fenomenologi transendental, karena terjadi dalam diri individu secara mental (transenden).
SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

d.

Intersubjektivitas Makna intersubjektif ini dijabarkan oleh Schutz. Bahwa makna intersubjektif ini berawal dari konsep sosial dan konsep tindakan. Konsep sosial didefinisikan sebagai hubungan antara dua atau lebih orang dan konsep tindakan didefinisikan sebagai perilaku yang membentuk makna subjektif. Akan tetapi, makna subjektif tersebut bukan berada di dunia privat individu melainkan dimaknai secara sama dan bersama dengan individu lain. Oleh karenanya, sebuah makna subjektif dikatakan intersubjektif karena memiliki aspek kesamaan dan kebersamaan (common and shared).

6.

Strukturalisme Strukturalisme begitu berpengaruh pada pemikiran di kalangan ilmuwan ssosial di tahun 1960-an, terutama di Perancis. Era strukturalisme ini muncul setelah era eksistensialisme yang marak setelah Perang Dunia II. Strukturalisme melakukan beberapa kritik terhadap eksistensialisme dan juga pemikiran fenomenologi. Strukturalisme dianggap menghancurkan posisi manusia sebagai peran utama dalam memandang dan membentuk dunia. Strukturalisme berkembang pesat di Perancis dengan tokoh-tokoh utama selain Claude Levi-Strauss, yaitu Micheal Foucault, J. Lacan, dan R. Barthes. Aliran ini muncul ketika filsafat eksistensialisme mulai pudar. Masyarakat yang semakin kaya dan dikendalikan oleh berbagai bentuk struktur ilmiah-tekno-ekonomis mapan dan terkomputerisasi memudarkan aliran humanisme romantis eksistensialis yang berkisar pada subyek otonom, daya cipta peorangan, penciptaan makna, dan pilihan proyek masa depan serta dunia bersama sebagai tempat tinggal yang manusiawi. Usaha eksistensialisme untuk mengubah dan memperbaiki keadaan tersebut tidak berdaya dihadapan kenyataan-kenyataan struktur yang makin kuat yang

mengutamakan kemantapan dan keseimbangan struktural daripada dinamika kreatif dari si subyek. Dengan diilhami oleh Marx dan Freud, para strukturalis menyangsikan istilah-istilah kaya kunci eksistensialis seperti ,"manusia",

"kesadaran intensional", "subyek", "kebebasan", "otonomi" dan menggantinya dengan istilah-istilah mereka, yaitu: "ketidaksadaran",

"struktur","diskursus","penanda" dan "petanda".turalisme

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

E. Tokoh Sosiologi Modern 1. August Comtee

August comtee adalah seorang sosilog terkemuka pada pertengahan abad 19 berkebangsaan Perancis. Beliau dijuluki sebagai bapak sosiologi. Hal ini dikarenakan August comtee lah yang pertama kali menggagas sosiologi dengan menitikberatkannya pada filosofi posivistisme. Menurutnya teori haruslah diamati dan didasarkan pada fakta yang terjadi demikian pula fakta, harus memperhatikan teori-teori yang ada. Comtee menyebutkan bahwa ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masingmasing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya yang disebut dengan hukum tiga fase tersebut. Tiga tahapan itu adalah : a. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia. b. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. c. Tahap positif ; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah,

yaitu pengaplikasian pikiran, pemikiran dan logika kepada pemahaman dunia.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

Hal yang melatarbelakangi pemikiran Comtee ini adalah ketika beliau melihat kondisi permasalahan masyarakat Perancis pada saat pasca- revolusi Perancis. Dimana pada saat itu, Comtee melihat bahwa ada perbedaan yang mencolok antara agama yang berkembang pada saat itu dengan konstitusi pemerintahan monarki yang dianut di Perancis. Penekanannya terhadap ilmu fisika sosial mengacu pada ilmu pengetahuan masyarakat yang positif serta penekanannya terhadap aspek kuantitatif, sebagai dasar pengambilan kepurusan merupakan suatu pondasi bagi paham positifisme yang modern. Dimana dengan teori inilah Comtee mencoba membantu menjelaskan gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat pada saat itu.

2.

Herbet Spencer

Herbet Spencer adalah seorang filusuf inggris dan seorang pemikir teori liberal klasik terkemuka. Beliau merupakan salah satu pengantul aliran positifisme yang digagas oleh August Comtee, karena berawal dari rintisan Comtee tersebut spencer mulai meneliti mengenai kajian objek sosiologi. Menurutnya kajian objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri. Paradigmanya yang mengarah kepada sistem evolusi melahirkan sebuah teori evolusi masyarakat pada tahun 1879, dimana didalamnya beliau menerapkan kesamaan fungsi dengan teori evolusi karya Charles Darwin. Spencer meyakini bahwa masyarakat mengalami evolusi dari masyarakat primitif menuju masyarakat industri dan acap kali Spencer menganalisis masyarakat ke dalam sistem evolusi, sehingga beliau dikenal sebagai Darwinisme Sosial.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

Herbet Spencer memperkenalkan pendekatan analogi anorganik yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagianbagian yang salin berkaitan satu sama lain.

3.

Karl Marx

Karl Heinrich Marx adalah seorang filusuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Analisis nya terhadap sejarah terutama yang berkaitan dengan pertentangan kelas, sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka bukunya yang berjudul Manifesto Komunis bahwa sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah tentang pertentangan kelas. Dari pemikiran tersebutlah, Marx menyumbangkan analisis pemikirannya dalam dunia sosiologi. Marx memperkenalkan sebuah teori matrealisme dialektis, yang menganggap bahwa konflik antar kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.

4. Emilie Durkheim

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

David Emilie Durkheim dikenal sebagai salah satu pencetus sosiologi modern berkebangsaan Prancis. Sebagai eksistensinya dalam dunia sosiologi, beliau membangun fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa, serta menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial yang berjudul Lannee Sociologique. Perhatian Durkheim dalam dunia sosiologi lebih ditekankan kepada cara masyarakat dalam mempertahankan integritas sereta koherensinya di masa modern, ketika halhal seperti latar belakang keagamaan dan kesaamaan etnik mulai menyusut. Untuk mempelajari kehidupan sosial yang terjadi dikalangan masyarakat modern Durkheim lebih memusatkan perhatia penelitiannya terhadap fakta-fakta sosial. Maka dari itu Durkheim menciptakan salah satu pendekatan ilmiah pertama terhadap fenomena sosial, yang lebih dikenal dengan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial dimana dalam hal ini menjelaskan keberadaan dan sifat bagianbagian dalam masyarakat dengan mengacu kepada fungsi yang mereka lakukan dalam mempertahankan kesehatan dan keseimbangan masyarakat.

5. Max Weber

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

Maximilian Weber adalah seorang ahli ekonomi politik serta sosiologi berkebangsaan Jerman. Beliau juga dianggap sebagai salah satu pendiri ilmu sosiologi dan administrasi Negara modern. Karya utamnanya memiliki keterkaitan tersendiri dengan rasionalisasi dalam sosiologi agama dan pemerintahan. Ketertariakanya dalam dunia sosilogi agama, mengantarkannya ke dalam penelitianpenelitian yang lebih dititikberatkan dalam hubungan stratifikasi sosial dengan pemikiran agama yang sedang berkembang pada saait itu. Hal ini lah yang

membuatnya memperkenalkan pendekatan teori veresthen (pemahaman), yang berupaya menelusuri niali, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menuntun perilaku manusia.

F. Kesimpulan Pada awal munculnya sosiologi, paradigma sosiologi lebih sebagai ilmu pengetahuan, yang memandang manusia secara general (menganggap manusia itu sama) dan menekankan aspek kuantitatif. Hal itu mendasari munculnya sosiologi modern. Pemikiran akan sosiologi modern ini, lebih ditekankan kepada segi positivistik. Dari anggapan tersebut, dapat diuraikan bahwa pemikiran sosiologi para tokoh sosiologi modern ini memusatkan perhatiannya pada pencarian fakta dan penyebab dari gejalagejala sosial dengan kurang memperhatiakn prilaku subyektif individu.

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN

DAFTAR PUSTAKA

Hand Out Teori Sosiologi Modern oleh Chabib Musthofa


http://www.averroespress.net/press-corner/katalog-buku/326-teori-interaksionisme-simbolikperspektif-sosiologi-modern.html

www.wikipedia.com

SOSIOLOGI PERTANIAN | TEORI TEORI SOSIAL MODERN