Anda di halaman 1dari 13

Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat Dengan Pola Hidup

Sehat
Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan kesehatan tubuh
dan jiwa kita karena sehat itu nikmat dan juga ada pepatah yang mengatakan bahwa
seseorang tidak akan menghargai kesehatannya sendiri di saat ia masih sehat. Begitu
pentingnya kesehatan sehingga ada orang yang rela membayar milyaran rupiah untuk
kesehatan dirinya di saat dia sakit.
Tips berikut ini adalah contoh kegiatan yang dapat kita jalani dalam keseharian kita di dunia.
Kegiatan atau aktivitas tersebut masuk ke dalam penerapan pola hidup sehat, yaitu :
1. Menghindar / Berhenti Dari Kebiasaan Jelek
Kegiatan bodoh yang bagi sebagian orang disangka / dianggap jelek adalah seperti
merokok, minum minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang / narkotika / zat additiI
lainnya yang menyebabkan kecanduan.
Bayangkan saja jika sudah terkena salah satu kebiasaan itu maka seseorang bisa
mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang candu tersebut, untuk biaya berobat di
masa depan, membuang banyak waktu untuk membeli dan mengkonsumsi barang-barang
haram tersebut.
2. Makan Makanan Yang Sehat Dan Sesuai Aturan
Makanan enak belum tentu sehat. Banyak makanan serta minuman yang berbahaya
dan tidak sehat apabila dikonsumsi. Contohnya seperti penggunaan Iormalin sebagai
pengawet makanan dan minuman yang seharusnya digonakan untuk mengawetkan mayat /
jenazah / bangkai.
Kalau jajan jangan sembarangan. Belilah makanan dan minuman di tempat yang dapat
terjamin kebersihan / higienitas makanan minuman tersebut. Hati-hati dan selalu waspada
terhadap apa pun yang akan kita masukkan ke dalam mulut kita karena bisa saja minuman
atau makanan yang kita beli dan siap disantap tersebut telah dicampur dengan zat beracun
yang berbahaya seperti obat tidur, racun serangga, racun tikus, pengewet bukan untuk
makanan dan minuman, dan lain sebagainya. Lihat pula kebersihan tempat serta pengolahan
dan pemilihan bahan baku makanan / minuman.
Makan makanan dan minuman yang bergizi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas
serta usia kita. Makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang adalah kebiasaan
yang baik. Jangan pernah lupa dengan empat sehat lima sempurna yang sering kita dengar
dari dulu kala. Makan dengan asupan gizi seimbang karena apa yang kita makan akan
merepresentasikan diri kita di masa yang akan datang.
3. Menjaga Kebersihan Diri Sendiri Dan Lingkungan Sekitar Kita
Kebersihan diri sendiri perlu diperhatikan dan dijaga dengan baik karena terkait /
berkaitan erat dengan penampilan kita di masyarakat umum. kerapihan dan kebersihan badan
seperti rambut, kuku, wajah, mata, telinga, kulit, mulut, gigi, tangan, kaki, dll dapat memberi
eIek pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hindari bertukar peralatan mandi, bersolek,
kesehatan, pakaian pribadi dengan orang lain karena mungkin dapat menularkan penyakit
yang berbahaya.
Bayangkan saja kalau ada orang sakit gigi bisa menyebabkan dia tidak masuk kantor berhari-
hari karena rasa sakitnya yang tidak tertahankan. Orang yang memiliki penampilan serta gaya
yang jorok akan dijauhi dari pergaulan sehari-hari dan akan sulit mendapat teman, pacar,
jodoh, pekerjaan, kepercayaan dan lain-lain.
Jaga kebersihan lingkungan dari sampah dan gangguan penyakit lingkungan karena
lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Sampah yang menimbun dan
membusuk mampu mengeluarkan bau yang tidak sedap / enak, pemandangan yang kumuh /
kotor, bunyi lalat yang beterbangan, suara sumpah-serapah orang yang berada disekitarnya,
dan lain sebagainya.
Polusi seperti limbah sampah dan wc rumah tangga, limbah pabrik, polusi suara, dan polusi
lainnya perlu diselesaikan dengan sigap dan terkoordinir dengan baik antar anggota
masyarakat di suatu lingkungan agar menghasilkan hasil lingungan bersih dan nyaman yang
baik

. Berolahraga Dan memeriksakan Kesehatan Ke Dokter Secara Teratur
Berolah raga secara teratur dapat memacu jantung, pernaIasan dan peredaran darah
menjadi lebih baik. Biasakan berolah raga setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti
berjalan kaki, senam, Iitnes, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti main
badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola basket, dan lain sebagainya.
Selain olah raga ada lagi yang tidak kalah pentingnya dengan olahraga yaitu periksa
kesehatan berkala secara teratur ke dokter. Guna pemeriksaan kesehatan terprogram adalah
agar penyakit atau kelainan yang timbul dapat terdeteksi dengan lebih cepat sehingga
pengobatan pun tidak akan memakan banyak biaya, waktu dan tenaga.
5. Hindari Stress Dengan Cara Yang Sehat Dan Halal
Untuk menghindari stress diperlukan strategi untuk masing-masing individu. Carilah
cara yang terbaik untuk menghilangkan stress dengan cara anda sendiri yang mudah, dapat
dilakukan di mana-mana, murah meriah, sehat, halal, dan enak dilakukan. Contoh aktivitas
penghilangan stres adalah seperti mendengarkan musik yang menurut pribadi enak didengar
dan ngilangin beban pikiran yang ada, main video game, main musik musik, olah raga,
ngobrol ama temen sobat karib, curhat, maen kartu non judi, pacaran sehat, makan, jalan-
jalan ke mall, nyanyi, berkebun, mancing, teriak di tempat sepi, tidur, dan lain sebagainya.
Intinya dalam hidup anda adalah nyantai aja dengan semua problema yang ada. Buat apa
susah (stres), susah itu tak ada gunanya. Emosi anda jangan sampai menjadi jahat dan
menguasai diri anda, karena emosi yang tidak terkendali dan terkadang menjadi dendam,
sakit hati, dan lain sebagainya yang terlihat bodoh bagi orang lain. Ada masalah / problem
yang bisa bikin anda depresi cuek aja lah, kayak nggak ada kerjaan laen saja.
Tidur yang cukup, dekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan
kepercayaan masing-masing asal tidak jahat, serta melaksanakan program pola hidup sehat
dapat mencegah stress.


BHINEKA TUNCCAL IKA DALAM NKRI

8angsa lndonesla adalah sebuah bangsa yang Lerdlrl darl banyaknya dan berbedabedanya
suku bangsa agama budaya bahasa adaL waLak geografl dan lalnlalnnya yang mencermlnkan
perbedaan

Memang bukan perkara gampang unLuk blsa menyatukan perbedaan namun [uga bukan hal yang
musLahll unLuk dllakukan hal lnl Lelah dlbukLlkan oleh seluruh 8angsa lndonesla dengan bangga darl
Sabang sampal Merauke kepada seluruh dunla pada 17 AgusLus 1943 dengan dlbacakannya
8CkLAMASl lnuCnLSlA

Sudah Lerlalu banyak alb mencoreng clLaclLa luhur darl bangsa lnl dalam Lu[uannya mencapal
masyarakaL yang berkeadllan dan berkemakmuran dengan Llngglnya angka krlmlnallLas penuhnya
pen[ara oleh para korupLor (padahal baru sedlklL yang LerLangkap) lepasnya sebaglan wllayah nk8l
semakln banyaknya pengangguran Lerorlsme benLrok anLar warga dengan banyaknya daerah lngln
memlsahkan dlrl dalam berpemerlnLahaan (lsLllah kerennya pemekaran wllayah) dan lalnlalnnya

klLa blas memberslhkan kesalahankesalahan LersebuL agar blsa kemball lagl pada [alan yang benar
sesual harapan ara endlrl 8angsa dan embela 1anah Alr saaL lLu
Semuanya lLu kemball pada klLa sebagal bangsa balk lLu klLa sebagal rakyaL ter|eb|h |ag| bag| para
pem|mp|nnya ?alLu unLuk se|a|u meng|ngat pada se[arah berd|r|nya Negara lnl dan merenungl
maksud dan Lu[uan se[arah LersebuL

1ldak hanya sebenLar klLa memper[uangkan berdlrlnya negara kesaLuan 8epubllk lndonesla dan
[uga Lldak semudah memballk Lelapak Langan klLa memperolehnya buLuh rlbuan bahkan [uLaan
nyawa unLuk menebusnya saaL lLu Lldak hanya dengan daLang duduk dlam lalu Landa Langan
sebuah kelnglnan dan clLaclLa luhur dlperoleh Lldak [uga hanya dengan memberl kaos baglbagl
uang [an[l lnl [an[l lLu sebuah kLML8uLkAAn dldapaLkan

Akankah klLa merusak negara lnl hanya dalam hlLungan Lahun sa[a sedangkan dahulu
memper[uangkan kemerdekaan LersebuL memerlukan berabadabad dengan korban dan
penderlLaan yang beglLu banyak
Sebuah penderlLaan yang luar blasa darl 8akyaL dan ara emlmpln 8angsa lnl pada saaL lLu pada
saaL per[uangan lLu karena klLa Lldak mengalaml dan merasakan wakLuwakLu lLu bangsa klLa
semua menderlLa dan sebagal sebuah bangsa mereka dlrendahkan [lwa dan marLabaLnya


Sebuah kebanggaan memang harus dlbayar mahal dan klLa 8angsa lndonesla harus selalu slap dan
rela unLuk kemball meneruskan per[uangan bangsa lnl agar dapaL dlakul sebagal negara ?ang
8erdaulaL enuh Lerhadap rakyaL dan wllayahnya Lanpa campur Langan plhak aslng Lanpa
keLakuLan aLas lsu PAM lngaLkan mereka Lerhadap Llngkah laku pendahulunya dl negerl lnl
dllecehkan negaranegara laln dalam hal baLas wllayahnya dlbudakan" lagl secara modern Lenaga
ker[anya dan lalnlalnnya yang selama lnl klLa sedang mengalamlnya kemball sebagal benLuk
pen[a[ahan gaya baru

!angan sampal bangsa lnl Lerceral beral hanya karena lsu PAM yg gencar dlgemborkan kaum
kaplLalls dalam usahanya kemball menguasal kekayaan 1anah Alr klLa

Marllah klLa saaL lnl 8akyaL lndonesla menaLa kemball LaLa cara klLa sebagl bangsa dalam bernegara
berpemerlnLahan bermasyarakaL berpollLlk dan lalnlalnya yang menyangkuL kepenLlngan
bersama agar LeLap Lerpellharanya nLCA8A kLSA1uAn 8Lu8Llk lnuCnLSlA dalam ke8PlnLkA
1unCCAL lkAan sebagal wadah dan pemersaLu 8angsa lndonesla agar dapaL mencapal clLaclLa
bersama yang luhur yalLu mencapal MasyarakaL ?ang Adll uan Makmur dalam kebanggaan sebaga|
bangsa yang berdau|at penuh atas nas|bnya send|r|


Profil STIKes Indramayu
osLed by sLlkes lndramayu
Sekolah S1lkes lndramayu
lndramayu
Teknologi saat ini berkembang sangat pesat, khususnya Teknologi InIormasi yang
sangat erat kaitannya dengan Komputer. Pengembangan Teknologi InIormasi ini menandakan
tingkat kemampuan SDM dari suatu Negara, Wilayah, dan Daerah. Dalam ruang lingkup
yang lebih kecil lagi, perkembangan Teknologi InIormasi merupakan indikasi dari tingkat
SDM individu serta kelompok dalam suatu perusahaan, instansi maupun lembaga yang
bergerak di bidang usaha dan pendidikan.
Salah satu kendala dalam suatu perusahaan, instansi maupun lembaga yang memiliki
kompleksitas kerja yang tinggi serta kapasitas kerja yang besar. Tentu dalam rangka
memenuhi target dan kebutuhan perusahaan, eIektivitas dan eIisiensi kerja manajemen yang
menuntut semua karyawan bekerja optimal sangatlah diperlukan. Khususnya bagi suatu
lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dalam mempromosikan dan pengolahan data
sesuai dengan manajemen serta kurikulum yang diberlakukan, maka dibutuhkan media
Teknologi InIormasi yang biasa disebut dengan nama Management InIormation System
(MIS) dan Website.
STIKES YASINDA adalah STIKES YASINDA Tinggi Ilmu Kesehatan yang memiliki
standar dan kualitas yang bagus, baik dari segi pembelajaran maupun Iasilitasnya. Di sini
kami menawarkan MIS`S Website Integrated yang berIungsi sebagai penunjang kegiatan
manajemen dan media inIormasi tanpa batas bagi pihak STIKES YASINDA, mahasiswa,
orang tua mahasiswa dan masyarakat umum yang diharapkan akan lebih mengenal STIKES
YASINDA beserta kelebihan-kelebihannya dibidang kegiatan belajar mengajar, Iasilitas dan
kegiatan sehingga menarik minat untuk dapat masuk dan kuliah di STIKES YASINDA
Penggabungan dari kedua Teknologi InIormasi antara MIS dan Website tersebut sangatlah
penting dalam mengintegrasikan data-data yang dimilki STIKES YASINDA, tetapi akan
dipisahkan antara data yang akan diperlihatkan secara luas dan umum dengan data yang
hanya khusus diketahui oleh pihak STIKES YASINDA saja.
Dengan adanya sistem ini diharapkan semua inIormasi yang dibutuhkan oleh pihak yang
bersangkutan akan tersedia secara Real Time dan Up to Date, serta mempermudah semua
kegiatan yang ada di STIKES YASINDA itu sendiri.
Sejarah STIKes
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indramayu yang berdiri sejak tahun 2002, sebagai
lembaga pendidikan tinggi yang membina program studi Ilmu Kesehatan dengan 3 (tiga)
program studi yaitu Ilmu Keperawatan (S1), Ilmu Kesehatan Masyarakat (S1) dan Ilmu
Kebidanan (D-III), juga diharapkan dapat melaksanakan harapannya menjadi lembaga
pendidikan tinggi yang kuat, dinamis, unggul dan menghasilkan lulusan yang memiliki
integritas tinggi dalam menghadapi era global dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam upaya untuk mendukung harapan tersebut di atas, maka Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKes) Indramayu berupaya untuk membangun lembaga pendidikan tinggi ini
yang memiliki pengakuan oleh berbagai pihak antara lain pemerintah, masyarakat dan
perusahaan pengguna lulusan. Untuk mewujudkan harapan tersebut Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKes) Indramayu melakukan upaya-upaya ke arah tersebut diantaranya
mengajukan akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Visi dan Misi
A. Visi
'Wahana Pendidikan Tinggi Untuk Menghasilkan Ners, Sarjana Kesehatan Masyarakat Dan
Ahli Madya Kebidanan Yang ProIesional, Religius Dan Mampu Bersaing Dalam Era
Globalisasi Pada Tahun 2010
B. Misi
Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Ners dan Kesehatan Masyarakat serta
Diploma III Kebidanan yang mandiri, bermartabat dan unggul.
Melaksanakan penelitian di Bidang Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Kebidanan
sesuai dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat
dan lingkungannya dalam rangka penerapan IPTEK di bidang Keperawatan, Kesehatan
Masyarakat dan Kebidanan.
TU1UAN
Menghasilkan tenaga Ners, Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan yang :
Mampu melakukan pengkajian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan.
Mampu beradaptasi dengan lingkungan dunia kerja.
Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Keperawatan, Kesehatan
Masyarakat dan Kebidanan.
Mampu melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud penerapan
ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan
Kebidanan.
Mampu memberikan pelayanan Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan yang
cepat dan benar.
Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidangnya.
Program Studi
Program Studi STIKes Indramayu :
1. Sajana Kebidanan
2. Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat
3. Diploma III Keperawatan
. Diploma III Kebidanan


9rogram Stud| DI9, III keb|danan S1Ikes Indramayu
dadrogram SLudl (S) ulploma lll kebldanan
!urusan
lakulLas
erguruan 1lnggl Sekolah 1lnggl llmu kesehaLan lndramayu
8ulan dan 1ahun enyelenggaraan november 2004
1S erLama kall
nomor Sk endlrlan 4227/u/1/2004
(erpan[angan l[ln Sk no 1132/u/1/2008)
1anggal Sk 27 CkLober 2004
nomor Sk erpan[angan 2339/u/1/klv/2009
1anggal Sk erpan[angan 19 !unl 2009
e[abaL enandaLanganan Sk ulrekLoraL !enderal endldlkan 1lnggl

V|s| 9rogram Stud|
Menghasllkan ahll madya kebldanan yang profeslonal unggul dan rellglus serLa mampu bersalng dl
era globallsasl pada Lahun 2010

,|s| 9rogram Stud|
1 Menguasal dasardasar llmlah sehlngga mampu berplklr berslkap dan berLlndak sebagal llmuwan
2 Memlllkl slfaL Lerbuka Langgap Lerhadap perubahan dan kema[uan llmu dan Leknologl khususnya
dl bldang kebldanan dan Lerhadap masalahmasalah yang dlhadapl masyarakaL pada umumnya
3 Mampu merencanakan mengelola dan mengevaluasl upayaupaya kesehaLan sesual slLuasl dan
kondlsl daerah seLempaL dengan memanfaaLkan sumber daya yang ada unLuk kenlngkaLkan
kesehaLan masyarakaL
4 Mampu menglkuLl perkembangan pengeLahuan dan menlngkaLkan serLa mengembangkan dlrl
dalam kesehaLan masyarakaL dengan berpedoman pada pendldlkan seumur hldup
3 Mampu berkomunlkasl secara lnLernaslonal serLa penguasaan Leknologl dalam upaya menghadapl
era globallsasl
6 Memlllkl kompeLensl profeslonal dalam bldang kebldanan sesual dengan kode eLlk dan sLandar
kompeLesl yang dlLeLapkan oleh organlsasl profesl serLa unggul dan slap ker[a


1u[uan 9rogram Stud|
Menghasllkan ahll madya kebldanan yang profeslonal unggul dan rellglus serLa mampu bersalng dl
era globallsasl pada Lahun 2010 9rogram Stud| DI9, III keb|danan S1Ikes Indramayu


PROFIL ORGANISASI IBI
Sejarah Ikatan Bidan Indonesia
Dalam sejarah Bidan Indonesia menyebutkan bahwa tanggal 2 Juni 1951 dipandang sebagai
hari jadi IBI. Pengukuhan hari lahirnya IBI tersebut didasarkan atas hasil konIerensi bidan
pertama yang diselenggarakan di Jakarta 2 Juni 1951, yang merupakan prakarsa bidan-bidan
senior yang berdomisili di Jakarta.
KonIerensi bidan pertama tersebut telah berhasil meletakkan landasan yang kuat serta arah
yang benar bagi perjuangan bidan selanjutnya, yaitu mendirikan sebuah orBanisasi proIesi
bernama Ikatan Bidan Indonesia (IBI), berbentuk kesatuan, bersiIat Nasional, berazaskan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 195. Pada konIerensi IBI tersebut juga dirumuskan
tujuan IBI, yaitu:
1. Menggatang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada
umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa.
2. Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam proIesi kebidanan, khususnya
dalam pelayanan KIA serta kesejahteraan keluarga.
3. Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
. Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat.
Dengan landasan dan arah tersebut, dari tahun ke tahun IBI terus berkembang dengan hasil-
hasil perjuangannya yang semakin nyata dan telah dapat dirasakan manIaatnya baik oleh
masyarakat maupun pemerintah sendiri.
Adapun tokoh-tokoh yang tercatat sebagai pemrakarsa konIerensi tersebut adalah: Ibu SeIo
Soemardjan, Ibu Fatimah, Ibu Sri Mulyani, Ibu Sa(ikun, Ibu Sukaesih, Ibu Ipah don Ibu S.
Marguna, yang selanjutnya memproklamirkan IBI sebagai satu-satunya organisasi resmi bagi
para bidan Indonesia. Dan hasil-hasil terpenting dari konIerensi pertama bidan seluruh
Indonesia tahun 1951 tersebut adalah:
1. Sepakat membentuk organisasi Ikatan Bidan Indonesia, sebagai satu-satunya organisasi
yang merupakan wadah persatuan Et kesatuan bidan Indonesia.
2. Pengurus Besar IBI berkedudukan di Jakarta.
3. Di daerah-daerah dibentuk cabang dan ranting. Dengan demikian organisasi/perkumpulan
yang bersiIat lokal yang ada sebelum konIerensi ini semuanya membaurkan diri dan
selanjutnya bidanbidan yang berada di daerah-daerah menjadi anggota cabang-cabang dan
ranting dari IBI.
. Musyawarah menetapkan Pengurus Besar IBI dengan susunan sebagai berikut: Ketua I :
Ibu Fatimah Muin
Ketua II : Ibu Sukarno
Penutis I : Ibu Selo Soemardjan
Penulis II : Ibu Rupingatun
Bendahara : Ibu Salikun


Tiga tahun setelah konIerensi, tepatnya pada tanggal 15 Oktober 195, IBI diakui sah sebagai
organisasi yang berbadan hukum dan tertera dalam Lembaga Negara nomor: J.A.5/927
(Departemen Dalam Negeri), dan pada tahun 1956 IBI diterima sebagai anggota ICM
(International ConIederation oI Midwives). Hingga saat ini IBI tetap mempertahankan
keanggotaan ini, dengan cara senantiasa berpartisipasi dalam kegiatan ICM yang
dilaksanakan di berbagai negara baik pertemuan-pertemuan, tokakarya, pertemuan regional
maupun kongres tingkat dunia dengan antara tain menyajikan pengalaman dan kegiatan IBI.
IBI yang seluruh anggotanya terdiri dari wanita telah tergabung dengan Kongres Wanita
Indonesia (KOWANI) pada tahun 1951 hingga saat ini IBI tetap aktiI mendukung program-
program KOWANI bersama organisasi wanita lainnya dalam meningkatkan derajat kaum
wanita Indonesia.

Selain itu sesuai dengan Undang-Undang RI No.8 tahun 1985, tentang organisasi
kemasyarakatan maka IBI dengan nomor 133 terdaItar sebagai salah satu Lembaga Sosial
Masyarakat di Indonesia. Begitu juga dalam Komisi Nasional Kedudukan Wanita di
Indonesia (KNKWI) atau National Commission on the Status oI Women (NCSW) IBI
merupakan salah satu anggota pendukungnya.

Pada kongres IBI yang kedelapan yang berlangsung di Bandung pada tahun 1982, terjadi
perubahan nama Pengurus Besar IBI diganti menjadi Pengurus Pusat IBI, karena IBI telah
memiliki 29 cabang yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Selain itu kongres juga
mengukuhkan anggora pengurus Yayasan Buah Delima yang didirikan pada tanggal 27 Juli
1982. Yayasan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota IBI, melalui pelaksanaan
berbagai kegiatan.

Pada tahun 1985, untuk pertama kalinya IBI melangsungkan Kongres di luar pulau Jawa,
yaitu di Kota Medan (Sumatera Utara) dan dalam kongres ini juga didahului dengan
pertemuan ICM Regional Meeting Western PaciIic yang dihadiri oleh anggota ICM dari
Jepang, Australia, New Zealand Philiphina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia.
Bulan September 2000 dilaksanakan ICM Asia PaciIic Regional Meeting di Denpasar Bali.
Pada tahun 1986 IBI secara organisatoris mendukung pelaksanaan pelayanan Keluarga
Berencana oleh Bidan Praktek Swasta metalui BKKBN.

Gerak dan langkah Ikatan Bidan Indonesia di semua tingkatan dapat dikatakan semakin maju
dan berkembang dengan baik. Sampai dengan tahun 1998 IBI telah memiliki 27 Pengurus
Daerah, 318 Cabang IBI (di tingkat Kabupaten/Kodya) dan 1.23 Ranting IBI (di tingkat
Kecamatan) dengan jumlah anggota sebanyak 66.57 orang. Jumlah anggota ini meningkat
dengan pesat setelah dilaksanakannya kebijakan pemerintah tentang Crash Program
Pendidikan Bidan dalam kurun waktu medio Pelita IV s/d medio Pelita VI 1989 s/d 1997.
SE1ARAH PENDIDIKAN BIDAN
Tahun 1851 Pendidikan Bidan bagi wanita pribumi tidak berlangsung lama
Tahun 1902 Pendidikan Bidan bagi wanaita pribumi di buka kembali
Tahun 1938 1939Di Sekolah BIdan Budi kemuliaan di Jakartadan Mardi Waluyo Semarang
dibuka Pendidikan 'Direct Entry ' untuk Bidan, lulusan MULO / HBS Selama 3 Tahun. Para
siswa boleh menempuh ujian Bidan setelah mendapat sertiIikat Aspirant mantra juru rawat (
Perawatan Umum )
Tahun 1950 Pendidikan Bidan, SMP 3 tahun
Tahun 195 Dibuka Sekolah guru bidan
Tahun 1975 198 Sekolah Bidan di tutup, IBI
terus berjuang agar Sekolah Sekolah Bidan dibuka kembali Tahun Dibuka Program
Pendidikan Bidan Swadaya
Tahun 1989 Crash Program Pendidikan Bidan A, SPK / Pengatur Rawat 1 tahun dan
Penempatan Bidan di Desa
Tahun 1993 Program Pendidikan Bidan B, Akper 1tahun hanya 2 angkatan
Tahun 1993 Program Pendidikan Bidan C, SMP 3 tahun di 11 Provinsi, Pada Kongres VIII
IBI di Surabaya, IBI mengeluarkan rekomendasi ; agar dasar pendidikan bidan SMU dan hal
ini terus di perjuangkan.
Tahun 199 Program Bidan PTT
Tahun 1996 Dibuka DIII Kebidanan
Tahun 2000 Dibuka Program D IV Bidan Pendidik
Tahun 2006 Dibuka S2 Kebidanan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
Tahun 2008 Dibuka SI Kebidanan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

SUMPAH ATAU 1AN1I BIDAN

Para lulusan pendidikan bidan diberikan ijazah Bidan sebagai tanda lulus dan lulus dan
diwajibkan mengucapkan sumpah atau janji Bidan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
LaIal sumpah atau janji Bidan adalah sabagai berikut :
Saya bersumpah atau berjanji bahwa saya :
1. Akan mengabdikan ilmu saya dengan jujur dan adil sejalan dengan proIesi kebidanan
2. Akan mengabdikan diri saya dalam pelayan kebidanan dan kesehatan tanpa membedakan
agama, pangkat, suku, dan bangsa
3. Akan menghormati kehidupan manusia sejak pembuahan
. Akan membela hak dan menghargai tradisi budaya dan spiritual pasien yang saya layani
5. Tidak akan menceritakan kepada siapapun dan menjaga segala rahasia yang berhubungan
dengan tugas saya kecuali jika diminta pengadilan untuk keperluan kaesaksian.
6. Akan menghormati, membina kerjasama,keutuhan dan aaaaaakesaetia kawanan dengan
teman sejawat
7. Akan menjaga martabat dan mengormati keluhuran proIesi dengan terus menerus
mengembangkan ilmu kabidanan
Sumpah / Janji ini saya ikrarkan Dengan sungguh sungguh dengan mempertaruhkan
kehormatan saya sebagai bidan. Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kekuatan kepada
saya