Anda di halaman 1dari 2

Fertilitas, Infertilitas, dan Sterilitas

Fertilitas Fertilitas adalah kemampuan untuk menghasilkan. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun di mana pada saat tersehut merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi. Pria ini tidak memiliki abnormalitas organ-organ reproduktif dan memiliki jumlah sperma 90 sampai 300 juta per mililiter, dengan paling tidak 75% bentuk sperma normal dan sperma motilitas aktif. Pada wanita fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun di mana kesehatan fisik dan mental dalam keadaan tinggi. Wanita ini tidak memiliki kelainan organ-organ reproduktif atau siklus menstruasi serta menghasilkan ovum secara teratur. Infertilitas Infertilitas pada uterus adalah kemungkinan ketidakmampuan untuk menghasilkan. Ketidakmampuan untuk mengandung dan memelihara anak menjadi suatu tragedi pada dewasa yang sehat. Bagi individual ini, memelihara anak, penyusui, mengasuh adalah harapan yang normal bagi seksualitas dewasa, pemenuhan pribadi, dan tanggung jawab keluarga. Pengetahuan terbaru tentang infertilitas telah meningkat dengan pesat sebagai basil dari penelitian yang ekstensif. Normalnya, 65% pasangan dapat hamil dalam 6 bulan dan 80% dalam 1 tahun. Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengandung setelah paling tidak 1 tahun dalam hubungan yang normal dan tidak menggunakan kontrasepsi apa pun. Fertilitas disebabkan oleh banyak faktor. Masalah-masalah infertilitas total atau sebagian pada pria adalah 40% sampai 50%, faktor pada wanita antara 40% sampai 50%, dan faktor yang tidak diketahui sekitar 10% sampai 20% dari kasus yang ditemui. Faktor-faktor pada pria termasuk frekuensi koitus, masalah insersi penis, abnormalitas anatomi dari sistem reproduktif, defisiensi nutrisi berat, gangguan psikologis, dan kebiasaan sosial seperti penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan. Faktor-faktor wanita termasuk setiap hal yang mengganggu perkembangan ovum yang sehat, lewat ke dalam tuba uterus, fertilisasi, implantasi pada uterus, dan pertumbuhan serta kelahiran normal bayi. Faktor-faktor lain yang terlibat adalah setiap hal yang mengganggu penyimpanan sperma dalam vagina atau sperma lewat melalui vagina, serviks, uterus, dan tuba ke ovum. Faktor-faktor ini dapat perkembangan, vaginal-serviksal, uterus, tuba, ovarium, atau umum. Faktor-faktor umum termasuk defisiensi nutrisi serius, gangguan endokrin, masalah-masalah psikologis, masalah koitus, keadaan penyakit kronik, reaksi immunologis tcrhadap sperma, dan kehiasaan sosial seperti penyalahgunaan obat dan alkohol. Dengan banyaknya penyebab infertilitas, merupakan hal yang penting bagi pasangan yang menginginkan untuk memelihara anak menjalani pemeriksaan diagnostik yang ekstensif. Riwayat diambil dengan sangat cermat dan berhati-hati, dan pemeriksaan fisik secara lengkap dilakukan pada kedua pasangan. Semen dianalisa pada awal proses diagnostik, dan pasien wanita diminta untuk melakukan pencatatan suhu basal serta evaluasi mukosa serviks. Berbagal pemeriksaan lainnya dilakukan untuk mencoba mengidentifikasi penyebab pasangan infertilitas, dan dianjurkan terapi yang sesuai. Karena rumitnya diagnosis dan pengobatan infertilitas, maka

infertilitas menjadi sub-spesialis dari obstetri dan ginekologi. Pasangan dapat dirujuk pada dokter seternpat atau pada klinik infertilitas yang dapat ditemukan pada pusat pelayanan kesehatan. Sterilitas Meskipun telah banyak langkah yang dibuat dalam pengobatan infertilitas, pada 5% sampai 10% pasangan yang secara medic sehat dapat ditemukan steril tanpa penyebab. Mereka dikatakan steril. Sterilitas adalah ketidakamampuan untuk mengandung yang absolut. Iradiasi dan pengangkatan secara operasi dari organ- organ reproduksi menyebabkan sterilitas, seperti ligasi vas deferen pada pria dan tuba uterus pada wanita. Akhir-akhir ini, ligasi hukan suatu prosedur yang dipertimbangkan reversibel, walaupun rekonstruksi plastik mungkin dapat dicobakan. Sterlitas hanya merujuk pada kehamilan, hukan pada pembentukan hormon atau respons seksual. Sebagai contoh, pada vasektomi vas deferen diikat dekat testis. Hal ini menghalangi sperma tetapi tidak mengganggu pergerakan sekresi lain sepanjang jalur seminal juga tidak mengurangi kadar hormon dalam darah. Pada ligasi tuba-tuba uterus di ikat. Hal ini menghambat jalannya ovum atau sperma tetapi tidak mengganggu pembentukan estrogen dan progesteron, yang berlanjut untuk memasuki aliran darah. Sebagai hasil, karakteristik sek sekunder tetap dipertahankan, dan siklus menstruasi berlanjut tanpa mengalami gangguan. Pustaka
Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas Oleh Persis Hamilton