Anda di halaman 1dari 4

Sabtu, 01 Mei 2010

KELAINAN KUKU
A. Pengertian Sekitar 50% kelainan bentuk kuku disebabkan oleh infeksi jamur hasil terakhir dari berbagai penyebab, termasuk trauma, psoriasis, lichen planus, dan kanker sementara. Obat-obatan, infeksi dan penyakit dapat menyebabkan perubahan warna kuku (chromonychia). Contohnya, infeksi dengan bakteri pseudomonas dapat menyebabkan perubahan warna kuning kehijauan. Perubahan kuku mungkin bersifat tidak spesifik, atau merupakan ciri khas dari proses yang spesifik. Perubahan kuku mungkin terjadi tanpa menyertai kelainan apa-apa, tetapi kuku menjadi abnormal pada beberapa kelainan.

B. Tanda dan Gejala Sindrom kuku kuning Perubahan menjadi kuning pada kuku juga bisa disebabkan penyakit pernapasan seperti bronkitis kronis atau bentuk pembengkakan di tangan (lymphedema). Ciri kelainan ini adalah kuku menebal, pertumbuhan melambat, dan hasilnya adalah perubahan warna kuku. Kuku yang terkena penyakit ini mungkin kehilangan kutikel dan tumbuh terpisah dari kulit. Meskipun ini merupakan tanda penyakit pernapasan, mungkin saja kuku kuning Anda tak ada hubungannya dengan penyakit pernapasan. Kuku kuning mungkin juga merupakan hasil dari segala penyakit yang menyebabkan pertumbuhan kuku jadi melambat. Kuku berlubang Lekukan-lekukan kecil di kuku merupakan gejala umum pada orang dengan psoriasis, penyakit kulit yang menyebabkan terjadinya potongan-potongan kulit bersisik. Lubang-lubang ini juga bisa merupakan akibat luka pada kuku. Lubanglubang kuku itu juga menyebabkan kuku jadi remuk. Lekukan yang menyebabkan kuku kelihatan berlubang-lubang itu terkait dengan kondisi yang dapat merusak kutikel kuku seperti dermatitis kronis di jari atau alopecia aerata, penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut. Kuku cembung Ini terjadi ketika ujung jari membesar dan kuku jadi berbentuk cembung ke arah ujung jari. Kondisi ini terjadi sebagai hasil rendahnya kadar oksigen di dalam

darah dan bisa merupakan tanda adanya penyakit paru-paru. Kuku cembung juga bisa berarti penyakit perut inflammatory bowel disease, bisa juga berarti penyakit hati. Kuku sendok Kuku berbentuk sendok ini merupakan kuku lembek yang kelihatan cekung. Lekukan dalam cekung ini biasanya cukup besar untuk menampung setetes cairan. Kuku sendok bisa merupakan tanda kekurangan zat besi atau anemia. Terry's nail Dikenal sebagai kelainan bernama Terry's nail. Kuku berwarna buram tetapi ujungnya memiliki warna gelap. Kadang kondisi ini disebabkan oleh penuaan. Bisa juga merupakan tanda penyakit serius seperti gagal jantung kongestif, diabetes, penyakit hati, kurang gizi. Beau's lines Ini adalah lekukan dalam yang melintang di kuku. Ini dapat muncul ketika pertumbuhan di daerah di bawah kutikel diganggu oleh luka atau penyakit serius. Penyakit yang ditandai dengan Beau's lines adalah diabetes tak terkontrol, penyakit peredaran darah seperti penyakit arteri periferal, penyakit yang terkait demam tinggi, disebabkan oleh pneumonia, cacar atau gondongan, kurang gizi. Kuku terpisah dari jari Kondisi ini dinamai onycholysis. Cirinya kuku menjadi longgar dan dapat dipisahkan dengan jari. Ini bisa merupakan tanda penyakit infeksi, tiroid, reaksi obat, reaksi terhadap pengeras kuku atau kuku palsu dari akrilik, psoriasis

C. Implementasi Gunting kuku sesegera mungkin jika sudah panjang, lalu dirapikan dengan kikir khusus untuk kuku. Jangan dipotong kalau masih pendek. Menjaga agar tangan tetap kering, Untuk pekerjaan yang banyak berhubungan dengan air, pasien dianjurkan Pada pasien dengan tangan dingin, dianjurkan untuk memberikan vasodilator. Menganjurkan penggunaan antibiotika topikal pada siang hari dan anti jamur topikal pada malam hari.Bila lebih parah dianjurkan memberikan eritromisin per oral, karena mereka selalu menemukan stafilokok patologik yang sensitif terhadap antibiotik ini pada keadaan ini. Norton menganjurkan untuk mencoba memberikan ketokonasol oral bila terapi antijamur topikal tidak memberikan hasil yang baik. Pasien dianjurkan untuk memotong sebanyak mungkin kuku yang lepas dan memberi sulfasetamid 15% dalam alkohol 50% atau preparat steroid topikal yang mengandung antibiotik dan nistatin pada dasar kuku dua atau tiga kali sehari, atau menggunakan mikonasol hidrokonison him. Timol 4% dalam khloroform dianjurkan untuk mencegah infeksi dan maserasi lebih lanjut dari dasar kuku, tetapi sering pula diberikan timol 2%, selama pasien

dapat mentolerir, dan biasanya efektif D. Pengobatan Jika penampilan kuku tidak membaik dengan pengobatan pada penyakit yang ada, merawat tangan dapat mengaburkan kerusakan dengan menghias dan mengkilatkan 1. Jeruk Nipis Air jeruk nipis, ternyata bisa dugunakan untuk membuat kuku jadi bening dan bersih. Caranya juga mudah, yaitu cukup dengan mengoleskan jeruk nipis pada kuku selama beberapa menit. Kemudian dibilas hingga bersih. 2. Belimbing wuluh Kadang, kuku terlihat hitam karena di dalam atau disela-selanya terdapat kotoran, entah itu tanah atau sisa makanan yang tertinggal. Dengan menggosokkan belimbing wuluh, maka kotoran yang membandel disela-sela kuku itu, akan hilang. Kalau nggak percaya, coba saja dech. 3. Kalau bawang putih, bisa digunakan untuk menguatkan kuku yang mudah patah. Caranya juga mudah, cukup dengan menggosokkan bawang pada permukaan kuku, setelah beberapa saat, lalu dibersihkan dengan air hangat. 4. Nah yang kuku kakinya berbau, bisa coba campuran parutan kunyit dan minyak kelapa, lalu diteteskan pada kuku yang diinginkan. Setelah itu di lap hingga bersih dengan handuk hangat. 5. Yang terpenting, gunting kuku sesegera mungkin jika sudah panjang, lalu dirapikan dengan kikir khusus untuk kuku. Jangan dipotong kalau masih pendek. I. Penggolongan Obat Jamur Sistemik Obat jamur untuk infeksi jamur sistemik: 1. Amfoterisin B. Obat ini dapat menghambat aktivitas Histoplasma capsulatum, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis, beberapa spesies Candida, Torulopsis glabrata, Rhodotorula, Blastomyces dermatitis, Paracoc braziliensis, beberapa strain Aspergillus, Sporotrichum schenckii, Microsporum audiouini dan spesies Trichophyton. 2. Flusitosin. Obat ini efektif untuk pengobatan Kriptokokosis, Kandidosis, Kromomikosis, Torulopsis dan Aspergilosis. 3. Ketokonazol dan Triazol. Sebagai turunan Imidazol, Ketokonazol mempunyai aktivitas anti jamur baik sistemik maupun nonsistemik, Efektif terhadap Candida, Coccioides immitis, Cryptococcus neoformans, H.capsulatum, B.dermatitidis, Aspergillus dan Sporothrix. 4. Kalium Iodida adalah obat terpilih untuk Cutaneous lymphatic sporotrichosis. Infeksi jamur (mikosis) sistemik jarang dijumpai, tetapi berbahaya dan sifatnya kronis. Amfoterisin B merupakan obat jamur yang efektif untuk infeksi sistemik yang berat. Dikarenakan toksisitasnya, obat ini harus diberikan dengan infus di rumah

sakit oleh tenaga medis yang kompeten. Amfoterisin B berikatan kuat dengan sterol yang terdapat pada membran sel jamur. Ikatan ini akan menyebabkan membran sel bocor sehingga terjadi kehilangan bahan intrasel dan mengakibatkan kerusakan yang tetap pada sel. Disamping Amfoterisin B, Ketokonazol adalah suatu obat jamur untuk infeksi sistemik yang berspektrum luas.