Anda di halaman 1dari 12

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERAYAAN NATAL BERSAMA NASIONAL DI JAKARTA CONVENTION CENTER TANGGAL 27 DESEMBER 2010

Saudara-saudara umat Kristiani di seluruh penjuru tanah air yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang saya hormati, Selamat malam,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Malam ini, merupakan malam yang sangat istimewa bagi Saudara-saudara, umat Kristiani. Atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, umat Kristiani dapat kembali merayakan Natal Bersama Tingkat Nasional, yang kali ini dipusatkan di Jakarta.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan selamat dan salam bahagia kepada umat Kristiani di seluruh penjuru tanah air. Berbahagialah di Hari Natal, yang penuh damai dan cinta kasih. Semoga damai menyertai Saudara-saudara.

Saya berharap perayaan Natal tahun ini makin membawa kesentosaan dan kesejahteraan kepada umat Kristiani dan juga bangsa Indonesia dalam menyongsong hari esok yang lebih baik.

Saudara-saudara, "Terang yang Sesungguhnya Sedang Datang ke Dunia", adalah tema besar pada perayaan Natal kali ini. Tema ini diangkat dari kitab suci yang Saudara-saudara imani. Tema yang menggugah pikiran dan dapat menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk berbuat kebajikan di dunia. Kebajikan dalam berperilaku, beragama, berbangsa, dan bernegara.

Kebajikan akan mendorong Saudara-saudara dan umat manusia di muka bumi ini untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat. Kehidupan yang harmonis dalam kesetaraan, kedamaian, dan persaudaraan di antara sesama umat manusia, serta kehidupan yang bermartabat dan beradab.

Tema ini juga mengingatkan kita semua akan nilai-nilai universal ajaran agama. Setiap agama sangat mencintai kehidupan yang aman, tentram, dan damai. Kehidupan yang jauh dari kekerasan, kebencian, dan fitnah. Kehidupan yang diwarnai oleh insan berbudi luhur, berakhlak mulia, penuh toleransi, dan saling mengasihi. Tentu Saudara-saudara umat Kristiani akan senantiasa ingat dengan the golden rule ini, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Mari kita praktekkan golden rule dalam kehidupan kita bersama. Sebagai bangsa yang religius, kita harus menjadikan ajaran agama sebagai motivasi dan inspirasi dalam memperkokoh kerukunan umat beragama.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Perayaaan Natal kali ini, diselenggarakan di akhir tahun, di tengah bangsa Indonesia kembali menghadapi cobaan dan ujian alam. Saudara-saudara kita di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, diterjang bencana banjir bandang. Saudara-saudara kita di Mentawai, dilanda gempa bumi dan tsunami. Saudara-saudara kita di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, baru ditimpa letusan Gunung Merapi. Dan di Probolinggo, Gunung Bromo baru saja reda dari letusan. Kita semua turut merasakan kesusahan yang sedang menimpa saudara-saudara kita itu.

Sebagai sebuah bangsa yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi, kita harus memberikan rasa simpati dan empati, serta uluran tangan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Kita semua berharap dan berdoa, semoga saudara-saudara kita tetap tabah dalam menerima musibah ini. Kita semua harus tetap tegar menghadapi bencana yang tidak pernah kita duga. Kita yakin dan percaya, Tuhan tidak akan menguji umatnya melebihi batas kemampuannya. Kita juga yakin dan percaya, dibalik musibah selalu ada berkah, dan setiap ujian dan cobaan akan membuat bangsa kita menjadi lebih baik dan lebih kokoh.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Di sisi lain, kita patut bersyukur bahwa perayaaan Natal tahun ini berlangsung dalam suasana tenang, aman, dan damai. Suasana seperti ini dapat kita bangun dan hadirkan, atas dasar saling percaya dan saling menghormati. Kita telah makin mampu menjamin solidaritas dan toleransi di antara sesama pemeluk agama dalam kehidupan yang makin harmonis.

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki tahun 2011. Kita harus bersiap diri untuk melanjutkan pembangunan bangsa, menuju masa depan yang lebih baik. Kita tahu, pembangunan bangsa adalah sebuah proses panjang yang harus kita jalani bersama.

Pengalaman menunjukkan, di samping tidak sedikit hasil yang telah kita capai, namun perjalanan kita tidak pernah sepi dari tantangan dan permasalahan. Menghadapi ini semua, kita harus tetap kuat dan tegar, seraya terus bersatu dan bekerja keras. Kita harus tetap optimis, di tahun-tahun mendatang kita dapat mencapai hasil yang lebih banyak.

Pemerintah berusaha sekuat tenaga mencari terobosan dan cara baru, guna makin mempercepat kesejahteraan rakyat atau prosperity, penguatan demokrasi, dan penegakan keadilan atau justice. Inilah saatnya kita bangkit bersama membangun negeri, karena kita memiliki potensi dan peluang untuk menjadi emerging nation dalam waktu yang tidak terlalu lama. Oleh karena itu, sebagai modal sosial yang sangat penting, marilah terus kita perkokoh kerukunan kehidupan dengan penuh toleransi, saling menghargai, serta saling menghormati dan mengasihi. Saudara-saudara yang saya muliakan,

Dengan cara itu, kita dapat membangun sebuah bangsa yang besar, bangsa yang memiliki peradaban unggul dan maju, bangsa yang mulia dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Inilah esensi dari kehidupan bangsa kita yang bermartabat, yang kita arahkan pada peningkatan keberadaban bangsa. Esensi ini sejalan pula dengan subtema pada perayaan Natal kali ini, "Memperkokoh Kebersamaan dan Kesatuan sebagai Bangsa yang Bermartabat".

Kemajemukan bangsa kita harus menjadi kekuatan. Kemajemukan harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur, yang diimbangi oleh perbuatan-perbuatan yang positif. Keragaman yang kita miliki, harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Pemerintah terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama. Pemerintah juga terus menjaga agar tidak ada pihak lain yang menyakiti saudaranya karena berbeda agama, paham politik, dan identitas sosial lainnya. Kebebasan dan kerukunan beragama bukanlah semata-mata tekstual konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Lebih dari itu semua, masyarakat harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai toleransi.

Pemerintah juga terus mendorong terpeliharanya kehidupan antar-umat beragama yang harmonis. Pemerintah tidak hanya mendorong antar umat beragama di tanah air, untuk berdialog dan bertatap muka dalam berbagai aktivitas. Akan tetapi, dunia internasional juga sangat mengharapkan peran negara kita dalam mengembangkan demokrasi dan harmoni antar peradaban.

Di sinilah pentingnya dialog antar-peradaban, dialog antar-umat beragama, dan dialog antar-umat manusia sejagad. Kepercayaan internasional itu, merupakan bukti dan harapan nyata bahwa kita semua harus mengedepankan cinta kasih, serta berperan aktif dalam kerukunan hidup intra dan antar umat beragama di seluruh lapisan masyarakat.

Saya yakin, dengan makin tumbuhnya kesadaran akan perbedaan, keragaman dan toleransi, kita telah memiliki modal sosial utama dalam menatap masa depan dengan penuh harapan dan optimisme. Mari kita letakkan kepentingan bangsa kita di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. Mari kita hormati konstitusi dan tatanan kehidupan bernegara yang demokratis, melalui perilaku nyata dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Saudara-saudara,

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak segenap umat beragama untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Melalui perayaan Natal, saya mengajak umat Kristiani untuk memperbaharui semangat pengharapan di hati masing-masing, mampu merefleksikan rasa kasih dalam kehidupan, serta mampu membangun semangat juang yang tinggi.

Perayaan Natal hendaknya juga kita sikapi sebagai memotivasi pembaharuan iman, cinta kasih, kesetiakawanan, dan solidaritas sebagai cerminan kepatuhan. Semangat ini hendaknya dapat diabdikan, tidak hanya untuk umat Kristiani saja, akan tetapi lebih jauh untuk bangsa dan negara, serta umat manusia di muka bumi ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Umat Kristiani di seluruh tanah air yang berbahagia,

Demikianlah harapan, pesan, dan ajakan saya pada hari yang mulia ini. Semoga Saudara-saudara umat Kristiani di seluruh pelosok tanah air menjadikan tema kali ini sebagai renungan, sekaligus sebagai spirit untuk maju. Jadikanlah kasih Tuhan sebagai penerang hati sanubari dan umat manusia di muka bumi, melalui karya-karya nyata yang terbaik.

Jadikanlah ajaran agama sebagai pedoman bagi kita untuk selalu bersikap optimis dan berpikir positif, dan bukan bersikap pesimis dan berpikir negatif. Hanya dengan cara itulah, terang akan menghampiri bumi, dan terang itu akan benar-benar datang untuk kita semua.

Selamat Natal dan selamat menyongsong Tahun Baru 2011.

Sekian, Terima kasih,

Shalom.

PERAYAAN NATAL

1. Tangiang na hohom 2. Marende BE. No. 597b : 1 2 Baritahon di Dolok Ref. Baritahon di dolok di rura di sude inganan, baritahon di dolok naung tubu Kristus i. Di na lulululu au, arian borngin i, rade do Ho Tuhanku, patudu dalan i. Ref. Baritahon di dolok Di na pinabangkitMu au gabe naposoM, patau ma au Tuhanku marhobas dijoloM. Ref. Baritahon di dolok 3. Votum~Introitus~Tangiang U : Tasomba ma Debata Ama, mula ni nasa na adong, mula ni dungdang, mula ni Tondi, mula ni eme na marlundu, mula ni jolma na sungsang. I ma Debata Ama, mula ni nasa na asong, na hos di ari, na juang di langit. Na manatap sian ginjang ni langit, na manonggor tu toru ni langit. Mula ni hatuaon, i ma Jahowa Debata Ama. H : Husomba jala hupuji hami ma goarMu, Ale Tuhan. Hasangapon ma di Ho, Amen. U : Tasomba ma AnakNa Jesus Kristus, mula ni na lenggam, mula ni na denggan. I ma Jesus Kristus na gabe mual hangoluan, silumallan na tio. Na manarehon pangurupion, tu jolma na tading di ruruson, na mian di rura rurus. Mula ni jagar mula ni uhum, sipatiar na rundut, sipatio na litok, i ma anak ni Debata, Tuhan Jesus Kristus. H : Husomba jala hupuji hami ma goarMu, Ale Tuhan. Hasangapon ma di Ho, Amen. U : Tasomba ma Tondi Parbadia. Tondi pangurupi, Tondi pangajari. Tondi na basa, Tondi na bisuk. Na so matangkang dihata, na so matahut dibohi. Na songon bulu di holbung na so haliapliapan, songon hapur di tangan na so halipurpuron. I ma Tondi Parbadia na mian ditonga ni huria. H : Husomba jala hupuji hami ma goarMu, Ale Tuhan. Hasangapon ma di Ho, Amen.

U : Naung dapotan hangoluan na salelenglelengna do angka na manghaporseai Ibana, jala dao do rimas ni Debata di sude angka na mangulahon hataNa. H : Songon angka na manghaporseai Debata hita, taulahon ma sude siulaon, nang di hata, manang dipambahenan marhitehite goar ni Tuhan Jesus Kristus, huhut mandok mauliate tu Debata Ama marhitehite Ibana. U : Asa ndada be angka paisolat manang panginsua hamu; angka dongan saharajaon, raphon angka na badia do, jala dongan sabagas ni Debata. H : Ai sada do Tuhan, sada do haporseaon, sada do Debata, Ama ni sasude, sigomgomi saluhut, sitorusi saluhut, jala siingani saluhut. U : Antong pinuji ma Debata, Ama ni Tuhanta Jesus Kristus, naung umpasupasuhon tu hita ragam ni pasupasu partondion sian banua ginjang, dibagasan Kristus. Haleluya! H : Mangendehon Haleluya, Haleluya, Haleluya! U : Martangiang ma hita! Ale Amanami, Ama ni Jesus Kristus Tuhannami na tubu di huta Betlehem! Na hundul di habangsa ni habadiaonMu. Sitiop tungkot ni Harajaon, na jongjong di halang ulu. Ale Ulubalang na gogo, sai manatap manonggor ma Ho tu bangsonami gabe huria. Na padimundimun marhitehite asi ni roha, na manogunogu marhitehite lambas ni roha. Ale Debata na margogo Raja ni raja, jalo ma somba dohot doding ni dodingnami. Ai Ho do Debata na mambungka di bona, jala na manutup diujung, Ho do bona dohot ujung na, jalo ma tangiangnami, na husombahonhami marhite AnakMu Tuhan Jesus Kristus, Tuhannami. Amen. 4. Marende BE. No. 48 : 5, 7 Ria ma hita sasude Dibahen i las situtu do rohangkon nuaeng, Hujangkon Jesus i tutu, :,:ai sonang au dibaen:,: Ringgas ma hita sasude mamuji Debata; Gogo ma taendehon be :,:Amen, Haleluya:,: 5. Ngolu na marlaok dosa. L1 : Dimulana i, denggan do sude. Ndang adong na hurang. Debata do na manompa hita tumiru rupaNa. Alai, dung mangolu jolma i, tubu ma roha na roa di ngoluna. Lam mandao ma jolma i sian Debata.

L2 : Landit porhot songoon gota ni hapea, hansit ngotngot naung sangap gabe marlea ; songon i do nang hita, nungga ditompa Debata hita tumiru rupaNa alai gabe marlea do hita ala sai ta datdati mangulahon angka dosa jala sega ma rupa ni Debata naung adong hian di hita. H : Mangendehon BE. No. 182:1 tu joloM o Debatangku BL. 24 Tu joloM o Debatangku sai use do rohangkon. / Sai pasiat tangianghu dohot iluilungkon. L3 : Ndang tarbahen be turak, ai nungga sor gok tagan, Ndang tarbahen be mulak, ai nungga sor sun mardalan. Nungga dibagasan dosa be hita ala naung tarlalap do hita diangka ulaon na jat, hinorhon ni i sega ma parrsaoran ni jolma tu Debata. L4 : Tung mansai las do rohanta molo sangap ni roha soggop tu hita alai jotjotan do hita marlosok ni roha do hita mamuji Debata marhitehite parmingguon dinalaho marsaor dohot dongan sahaporseaon. H : Mangendehon BE. No. 182:2 tu joloM o Debatangku BL. 24 Husolsoli do rohangku na gok dosa i tongtong. / Ai godang araringku na hubahen ambolong. L5 : Saluhut na do hita mardosa maradophon Debata. Ndang adong be disi na lilis, ndang adong na longa, nunga sude i sirsir nunga sude i hona. Di pargoluan siapari sai tapangke do angka tingkitta mangulahon angka na jat jala tahaporseai do angka gogo ni portibion jala sai tarpodom do hita dihaportibion, molo sahit na renge gabe tatundalhon do Debata jala mangido hamamalum ni sahit sian angka ruparupa ni portibion. L6 : Hamoraan, hagabeon dohot hasangapon i do na pinarsinta ni halak Batak, Toho tutu na mora do luhut halak batak ala tung mansai godang do angka HOTEL ni batak. Hotel ima; hoson, teal dohot late, i do hinorhon ni dosa saluhutna i. H : Mangendehon BE. No. 182:4 tu joloM o Debatangku BL. 24 Ala nii tungki rohangku jongjong di adopanMi. / Sai asi rohaM Tuhanhu, sesa nasa dosangki. 6. Hasesaan ni dosa (panortor ro ma tu jolo ni langgatan, sian pudi ni ruas sahat tu adopan ni uluan, huhut ma manortor sahat tu na manudung bohi marhite ulos na ditiop na) U : Hujou jala husomba hami ma Ho, ale Tuhan Debatanami. Debata ni ruhut, Debata ni uhum. Dibagasan dosa do hami tubu, jala magodang hami dibagasan hasalaan. Ale Tuhan Debata, mula ni asi, mula ni basa. Sesa ma dosanami, na jongjong di jolo ni langgatanMu. Na mangido songon galagala sitelluk, telluk mardaguldagul. Na sala na hutuhuk, nanget huapulapul. Asi ma rohaM.

H : Sesa ma dosanami. Asa ias ngolunami songon itak, jala bontar songon hapas. U : Hujou jala husomba hami ma Ho, ale Tuhan Debatanami. Mula ni denggan, mula ni uli, asa denggan jala uli ngolu ni huriaM. Sesa ma dosanami, asa sombu uasnami sian aek hangoluan, na pinaradeM tu hami marhitehite sampuran ni holongMu. Marhitehite asi ni rohaM, sai tambortambori ma tano na limbi, jala sihorsihori bulu na manipi, asa mabaor sudena asi, jala por sude pasupasu na uli songon udan nene. Asi ma rohaM. H : Sesa ma dosanami. Asa ias ngolunami songon itak, jala bontar songon hapas. U : Hujou jala husomba hami ma Ho, ale Tuhan Debatanami. Tatap ma huriaM na tinorjo ni pordangMu, na nilonggi ni lilingMu. Sai sesa ma dosanami, asa salpu sude hasalaannami, songon parsalpu ni na holom, di na ro sibalik hunik. Sai paombun ma rimasmu, songon panorop ni ombun di buhabuha ijuk. Asa lambok huhilalahami, jala martumbur haporseaonnami. Ale Tuhan Debata, asi ma rohaM. H : Sesa ma dosanami. Asa ias ngolunami songon itak, jala bontar songon hapas. (Koor / musik mangendehon ende hasesaan ni dosa) U : Songonon do hata ni Debata: Buhaanna ma disi mata ni halak na mapitung, jala marbinege bahenonna pinggol ni angka na nengel. Dapotan hilas dohot las ni roha do nasida, maporus ma angka arsak dohot hoihoi. Ndang be male nasida, ndang be mauas, ndang be ditinggang las ni ari nasida. Jadi apusan ni Debata ma nasa iluilu sian mata nasida, ndang adong be hamatean nang arsak ni roha; nang anggukangguk, nang na hansit, ndang adong be disi, ai nunga salpu sudenai. (jongjong ma panortor, jala marembas ma di na laho mulak, songon tanda naung di sesa Debata saluhut dosa. Jala Koor / musik mangendehon ende pujipujian) 7. Marende BE. No. 595 : 1, 3 Ai ise Posoposo on Ai ise posoposo i peak dipanggagatan? Aha binaritahon ni suruan tu parmahan? Kristus Tuhanta i, Raja na baru sorang i Tasomba Tuhan i, Anak ni Debatanta Na mora nang na pogos pe ro be ma tujoloNa Taboan peleanta be tu Jesus i Rajanta Marsuraksurak be mamuji Tuhan Debata

Marlas ni roha be marende tu Tuhanta. 8. Gabe daging Hata i (Barita Natal) U : Didok angka parhapistaran sian Purba do, didia do Raja na imbaru tubu i? ai didok panurirang do: ia ho huta Betlehem, apala tung na ummetmet ho ditongatonga ni angka huta na diluat Judea, ai ho do huta haroroan ni Raja i, na marmahan Israel bangsongki! Dungi borhat ma angka parhapistaran sian Purba dung diida nasida bintangna ditano habinsaran.Borhat do nasida tu huta Betlehem laho marsomba tu Raja naimbaru tubu. H : Marende BE. No. 608 : 1 O Betlehem na metmet i O Betlehem na metmet i boasa modom ho, Humirdophirdop bintang i hohom marnida ho. Alai ro sian ho do panondang na tongtong Napinarsinta na sailaon sorang diborngin on. U : Jadi adong ma marbornin diladang na disini, angka parmahan mangingani pinahan nasida. Jadi didapothon sada surusuruan ma nasida, jala marsinondang ma sangap ni Debata humaliang nasida, didok surusuruan i ma: Unang mabiar hamu, ai naung tubu do dihamu saborngin on, dihuta ni si Daud, Sipalua i, ima Kristus Tuhan i. Antong, dibagasan sadari on, taungkap ma rohanta, asa tubu Kristus, jala maringanan dibagasan rohanta. H : Marende BE. No. 608 : 3 O Betlehem na metmet i O Anak na badia i, ro Ho tu hami be Bongoti daging tondi i, parbadiai sude. Barita na ummuli, hutangi hami be Sorang ma Ho dingolungki, Ale Immanuel. 9. Pagalak Lilin (Candle Light) ...... hohom ...... H : Marende BE. No. 54 : 2, 3 Sonang ni bornginna i jongjong Denggan ni bornginna i, uju ro Jesus i! Tuparmahan di Betlehem i, dipaboa na di Surgo i;

Nunga ro sipangolu, Jesus, Tuhanta i. Godang ni tua disi di na ro Jesus i! Tung malua pardosa muse, sian hamagoanna sude, Ala ro Sipangolu, Jesus, Tuhanta i! U : Nunga sahat Barita na uli tu tongatonganta. Nunga saor be panondang bolon dohot hita. Molo dilehon Debata tu hita sada silehonlehon na arga dibagasan ngolunta, ima Jesus Kristus Anak haholonganNa i, aha ma naung talehon songon sada pelean na arga tu Debata? Borua : On ma alusnami, pataridahon ngolu songon sada huria hami, ima huria na marKoinonia, rap jongjong, rap hundul dohot dongan sahaporseaon. Asa tarida naung dipasada Debata hami dibagasan pandidion na badia. U : Molo dilehon parhapistaran sian Purba, ima sere, haminjon dohot angka na angur, aha ma naung talehon tu Jesus Kristus na baru tubu i? Baoa : On ma alusnami, pataridahon ngolu songon sada huria hami, ima huria na marDiakonia, mangurupi dongan na dibagasan sitaonon, asa unang be adong arsak ni roha, asa mariaia sude jolma dibagasan holong ni Debata. U : Dina ro surusuruan mandapothon angka parmahan na adong disi, jala dibaritahon surusuruan i do naung tubu Jesus Kristus dihuta Betlehem, laho do nasida lao marsomba. Molo dibagasan sadari on sahat barita na uli tu tongatonganta, aha ma alusta di si? H : On ma alusnami, songon parmahan na dihuta Betlehem, na ingkon lao do hami mamaritahon Barita na uli tu saluhut bangso, asa sude mananda Jesus Kristus do Raja na sinuru ni Debata Ama laho padengganhon hita tu Debata. Jala disima tarida songon sada huria hami, ima huria na marturia. U : Antong, tapahohom ma satongkin, jala tarimangima padan naung tapasahat tu Debata. Pinuji ma Ho ale Debata, naung mangalehon silehonlehon na arga di hami, ima Jesus Kristus na gabe Raja dibagasan ngolu nami. H : Amen! 10. Tangiang Pangondianon 11. Marende BE. No. 615 : 1 Tarbege Sursuruan Marende Tarbege surusuruan, marende mansai uli

Angka dolok dohot rura, gok do saringarna i. Sangap ma, sangap ma di Tuhan Sangap ma, sangap ma di Tuhan Las roham ale parmahan, nunga tubu Kristus i Rap marende ma hamuna, pasangaphon Raja i Sangap ma, sangap ma di Tuhan Sangap ma, sangap ma di Tuhan 12. Jamita/Renungan Natal 13. Marende BE. No. 52 : 1 3 Hatuaon do Pelean Hatuaon do, las ni roha do, hatutubu ni Jesus i! :,:Mago do jolma ro ma Tuhanta, las be, las be ma rohanta i:,: Hatuaon do, las ni roha do, hatutubu ni Jesus i! :,:Domu do hita tu Debatanta, las be, las be ma rohanta i:,: Hatuaon do, las ni roha do, hatutubu ni Jesus i! :,:Las ma rohanta mida Tuhanta, las be, las be ma rohanta i:,: 14. Pangauhonothon U : Debata do na paborhathon hita tu sude ulaonta, ala ni i, unang mabiar hita, sai didongani Debata do hita dibagasan ngolunta, marhitehite Jesus Kristus naung tubu dibagasan rohanta. H : Togutogu ma hami, asa tarbahen nami jongjong lao mangadopi pargulmiton ni ngolunami na marragam. Unang paloas ganggu rohanami, arahon hami tu adopanMu, asa unang mandao hami sian dalan hasintonganMu. U : Ale Debata, Ho do pamuhai, jala Ho do paujunghonsa. Lehon hagogoon tu hami, asa unang tarlalap hami diparlalapan, asa rade rohanami manjanghon Ho manang sadihari pe Ho ro laho mangalap hami.

H : Hupasahat hami ma ngolu, daging nang tondinami tu Ho, asa unang marisuang hatutubu ni Anak haholonganMu. Lehon tu hami habisukon, asa margogo hami laho pararthon Barita na uli tu saluhut bangso, asa unang marisuang ngolunami. U : Ale Tuhan, tangihon pangidoan nami, asa marhitehite i, lam marbungaran harajaonMu ditongatonga ni huriaM, songon i nang ditongatonga ni bangso nami. H : Marende BE. No. 691 : 6 Hupasahat ma tu Jesus Mauliate ma rohangku, ala au hinonghopMi, Pujionku ma goarMu, Salelenglelengna i. Hupasahat ma tu Jesus, saluhutna diringki Hupasahat ma tu Jesus, saluhutna ngolungki. 15. Tangiang Pelean, Tangiang Ale Amanami 16. Pasupasu + Amen Label: natal