Dengan berpedoman kepada Visi dan Misi Departemen Hukum dan HAM dalam mewujudkan tujuan dan sasaran

pembangunan nasional, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM memiliki : Visi : Menjadikan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Berkualitas Misi : 1. Menyelenggarakan Pengembangan di Bidang Kepemimpinan dan Manajemen 2. Menyelenggarakan Pengembangan di Bidang Teknis 3. Menyelenggarakan Pengembangan di Bidang Fungsional dan Hak Asasi Manusia 4. Menyelenggarakan Kerjasama Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM 5. Memberikan dukungan Penyelenggaraan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM

Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Ham
Visi: Masyarakat memperoleh kepastian hukum. Misi: Melindungi Hak Asasi Manusia.

Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas Pokok Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia. Fungsi 1. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia; 2. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya; 3. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya; 4. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya; dan 5. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Kewenangan

Penetapan kebijakan sistem informasi nasional dibidangnya 6. untuk Departemen Kehakiman Republik Indonesia diangkat Prof. Pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan nasional 7. seperti:  Pengaturan dan pembinaan terhadap bidang persyaratan. perubahan nama. . Pengesahan dan persetujuan Badan Hukum dibidangnya 8. penasehat hukum. rehabilitasi dan penyidik pegawai negeri sipil Penerapan perlindungan.benda sitaan negara dan barang rampasan negara.    Sejarah o Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1945 tentang Pembentukan DepartemenDepartemen di Republik Indonesia. garasi.Dalam pelaksanaan fungsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. SUPOMO sebagai Menteri Kehakiman Republik Indonesia pertama kemudian pada tanggal 1 Oktober 1945 Departemen Kehakiman diperluas :  o Kejaksaan berdasarkan Maklumat Pemerintah tahun 1945 tanggal 1 0ktober 1945.DR. pemajuan. amesti. Penetapan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro 2. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI menyelenggarakan kewenangan : 1. pendaftaran jaminan fidusia. Penyusunan rencana nasional secara makro dibidangnya 3. Pengesahan di bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual o Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. abolisi. MR. penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia. peradilan. keimigrasian dan kenotariatan Pengaturan dan pembinaan terhadap bidang tahanan. Pengumuman Pemerintah tanggal 19 Agustus 1945 tentang Pembentukan Kabinet I. harta peninggalan. kepailitan ketatanegaraan dalam bidangnya dan kewarganegaraan Peraturan dan pembinaan di bidang daktoloskopi. Pengaturan penetapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara di bidangnya 5. Penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga professional/ahli serta persyaratan jabatan dibidangnya 4.

berlaku tanggal 31 Oktaber 1964. Peradilan Militer. Undang-Undang Pedoman 19 tahun 1964. Peradilan Tata Usaha Negara Pada lingkungan Peradilan Umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 1965. dilaksanakan oleh :  Peradilan Umum. Lembaran Negara nomor 107 tahun 1964 tentang Ketentuan Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman. Pada tanggal 5 Juli 1959 keluar DEKRIT Presiden untuk kembali ke Undangundang Dasar 1945. . Kemudian dibentuk Lembaga Pembinaan Hukum Nasional (LPHN) ber-dasarkan Keputusan Presiden Nomor 194 tahun 1961 kedudukan LPHN dipindahkan dari Perdana Menteri ke Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Pengadilan Negeri. Lembaran Negara Nomor 70 tahun 1965 menegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman dalam lingkungan Peradilan Umum dilaksanakan oleh :    Mahkamah Agung.D. o Mahkamah Islam Tinggi dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia dan masuk ke Departemen Agama Republik Indonesia berdasarkan penetapan pemerintah tahun 1946 Nomor 5/S. maka dikeluarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman dan mulai berlaku tanggal 17 Desember 1970 yang menegaskan Kekuasaan Kehakiman adalah Kekuasaan yang Merdeka. maka Peradilan Negara Republik Indonesia menjalankan dan melaksanakan hukum yang mempunyai fungsi PENGAYOMAN. Pengadilan Tinggi. Peradilan Agama. yang dilaksanakan dalam lingkungan :     o o Peradilan Umum.D. Lembaran Negara Nomor 107 tahun 1964 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan. Jawatan Topograpi berdasarkan Penetapan pemerintah tahun 1945 Nomor 1/S. o Undang-Undang Nomor 19 tahun 1964. o Jawatan Topograpi dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia dan masuk ke Departemen Pertahanan berdasarkan Penetapan Pemerintah tahun 1946 nomor 8/S.D.

Inspektorat Jenderal.07.S. Berdasarkan Surat Persetujuan Menteri Negara pendayaan Aparatur Negara Nomor 24/M. Fungsi. Setelah Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2000 sampai dengan 14 Agustus 2000. Direktorat Jenderal.07. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1974 tentang PokokPokok Organisasi Departemen.4/3/7 tahun 1975 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehakiman Republik Indonesia o Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 23 September 1985 Nomor M. Peradilan Militer. diatur tentang :   Kedudukan Tugas Pokok dan Fungsi Departemen. Tugas.10 tahun 2000 tanggal 5 April 2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia.05-PR.PAN/I/2000 dikeluarkan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia Nomor M. Lampiran 3. Susunan 0rganisasi Departemen: Tugas dan Fungsi Sekretariat Jenderal. Pada Pasal 2 Hari Kehakiman disebut dengan HARI DHARMA KARYADHIKA. Staf Ahli dan unit-unit Vertikal di Daerah. Keluarnya Undang-Undang Nomor 35 tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman bahwa pada menegaskan untuk di lingkungan Peradilan Umum dikeluarkan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan masa transisi paling lama 5(lima) tahun (lebih kurang tahun 2003 sudah selesai).O3-PR. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.I Akibat Reformasi.01. dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 136 tahun 1999 tentang Kedudukan.   o Peradilan Agama. Presiden Republik o o o . Untuk susunan 0rganisasi Departemen Kehakiman Republik Indonesia diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 tahun 1974.10 Tahun 1984 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dep. Kehakiman R.06 tahun 1985 tentang penetapan Tanggal 30 Oktober Sebagai hari Kehakiman Republik Indonesia.06-UM. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor J. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 355/m tahun 1999 tentang Pengangkatan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia. Sistem Holding Compani ke Sistem Integrated di lingkungan Departemen Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Persetujuan MENPAN Nomor B 477/I/MENPAN/7/ 84 Tanggal 6 Juli 1984 KEPPRES RI Nomor 124/M Tahun 1984 dan KEPMENKEH RI Nomor M. Peradilan Tata Usaha Negara.

DR YUSRIL IHZA MAHENDRA . ABDURRAHMAN WAHID merampingkan Kabinet Kesatuan dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/m 2000 tentang pengangkatan Menteri Kehakiman dan hak Asasi Manusia Prof.Indonesia KH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful