Anda di halaman 1dari 30

BAB 2 KONSEP DASAR DAN PERILAKU BIAYA dosen Rudy Suryanto

Pendahuluan
Perkembangan proses pembebanan biaya telah menjadi salah satu pengembangan utama akuntansi manajemen selama tahun-tahun terakhir ini. Sasarannya adalah meningkatkan keakuratan pembebanan, informasi biaya produksi yang lebih berkualitas sehingga dapat digunakan untuk membuat keputusan menjadi lebih baik.

Definisi
Biaya (cost) adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan dalam upaya mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau pada masa yang akan datang. beban (Expenses) adalah biaya yang kadaluwarsa atau biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Dalam setiap periode, beban dikurangkan dari pendapatan untuk mengetahui besarnya laba rugi perusahaan. A

Pentingnya manajemen biaya


Agar perusahaan selalu diakui keberadaannya, perusahaan akan berusaha memperoleh pendapatan melebihi beban, atau dengan kata lain harga harus melebihi biaya. Penurunan harga dapat meningkatkan nilai pelanggan dengan berkurangnya pengorbanan pelanggan, dan kemampuan menurunkan harga akan berhubungan dengan kemampuan mengurangi biaya. Oleh karena itu, para manajer perlu mengetahui pembebanan biaya dan berbagai kecenderungan pada biaya (perilaku biaya).

Objek Biaya & Aktivitas


Sistem Akuntansi manajemen digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya kepada entititas yang disebut dengan objek biaya Objek biaya adalah suatu entitas (seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas dan sebagainya) tempat biaya diukur dan dibebankan. Saat ini aktivitas merupakan objek biaya yang penting. Aktivitas didefinisikan sebagai salah satu unit dasar dari pekerjaan yang dilakukan dalam sebuah organisasi.

Keakuratan Pembebanan
Tujuan keakuratan pembebanan adalah untuk mengukur dan membebankan biaya terhadap sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk

Klasifikasi Biaya berdasarkan Ketelusuran (traceability)


Hubungan antara biaya dan objek biaya perlu untuk diketahui (hubungan langsung maupun hubungan tidak langsung), untuk meningkatkan keakuratan pembebanan biaya. Berdasarkan ketelusuran biaya bisa diklasifikasikan : Biaya langsung Biaya yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke objek biaya Biaya tidak langsung Biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke objek biaya

Metode Penelusuran
Penelusuran adalah pembebanan yang aktual dari biaya ke objek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati pada konsumsi sumber daya oleh objek biaya. Penelusuran dibagi menjadi 2 yaitu: Penelusuran langsung: suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan secara fisik dengan suatu objek. Penelusuran penggerak: penggunaan penggerak untuk membebankan biaya ke objek biaya. 1). Penggerak sumber daya: mengukur permintaan sumber daya oleh aktivitas, dan digunakan untuk membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. 2). Penggerak aktivitas: mengukur permintaan aktivitas oleh objek biaya dan digunakan untuk membebankan biaya aktivitas ke objek biaya. Pembebanan biaya tidak langsung disebut alokasi.

Contoh Penelusuran
Aktivitas Pemeliharaan perlengkapan Penelusuran langsung:
Biaya suku cadang Biaya peralatan

Penelusuran Penggerak sumber daya


Penggunaan tenaga listrik dengan melihat jam mesin

Penelusuran Penggerak aktivitas


Jumlah jam kerja pemeliharaan

Metode Penelusuran

Output Organisasi
Output organisasi dibagi menjadi dua yaitu: Produk berwujud: barang yang dihasilkan dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan tenaga kerja dan input modal Jasa: adalah aktivitas yang dilakukan untuk seorang pelanggan

Perbedaan Produk dan Jasa


ASPEK Ketidakberwujudan SIFAT TUJUAN Jasa tidak dapat disimpan Tidak ada perlindungan hak paten Tidak dapat menampilkan atau mengkomunikasikan jasa Harga sulit ditetapkan Manfaat jasa cepat kadaluarsa Jasa seringkali berulang untuk satu pelanggan Pelanggan terlibat langsung dalam produksi jasa Produksi massal jasa yang tersentralisasi sulit dilakukan DAMPAK PADA AKUNTANSI MANAJEMEN Tidak ada persediaan Kode etik yang ketat

Perishability

Memerlukan standar dan konsistensi mutu yang tinggi Biaya diperhitungan sesuai dengan jenis pelanggan Menuntut pengukuran dan pengendalian mutu untuk mempertahankan konsistensi Pengukuran produktivitas dan mutu serta pengendalian harus terus menerus Manajemen mutu total adalah penting

Inseparibility

Heterogenitas

Variasi yang luas pada produk jasa dimungkinkan

Klasifikasi Biaya bds Fungsi/Lap Keu


Biaya Produksi: biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa Biaya non produksi: biaya yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan pelanggan, administrasi umum

Klasifikasi bds Fungsi

Klasifikasi Perilaku Biaya Berdasarkan Penggerak Aktivitas


Perilaku biaya menggambarkan bagaimana biaya output aktivitas berubah berkenaan dengan perubahan output aktivitas. Aktivitas tingkat unit: aktivitas yang dilakukan ketika suatu unit diproduksi Aktivitas tingkat batch: aktivitas yang dilakukan ketika sekelompok barang diproduksi Aktivitas tingkat produk: aktivitas yang dilakukan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan Aktivitas tingkat fasilitas: aktifitas yang menopang proses manufaktur secara umum.

Klasifikasi Biaya bds Perilaku


Perilaku biaya bisa dikategorikan menjadi tiga macam yaitu: Biaya Tetap Biaya yang secara total tidak berubah dalam rentang relevan ketika tingkat output aktivitasnya berubah Biaya Variabel Biaya yang secara totalnya berubah secara proporsional ketika terjadi prubahan pada tingkat output aktivitas. Biaya Campuran Biaya yang mengandung komponen tetap maupun variabel.

Klasifikasi By Tetap
Biaya tetap komited : meruapak jenis biaya tetap yang tidak mudah dihilangkan atau dikurangkan oleh manajemen, karena pada umumnya biaya ini timbul dari pendirian perusahaan atau kepemilikan peralatan. Mis biaya depresiasi, biaya pajak bumi bangunan, Biaya tetap diskresionari : merupakan jenis biaya tetap yang dapat dihilangkan atau dikurangkan, karena umunya biaya ini timbul dari kebijakan manajemen dalam penyusunan anggaran mis biaya promosi, biaya rist dan pengembangan

Klasifikasi By Variable
Biaya variabel enjiner : merupakan biaya yang mempunyai hubungan fisik dengan volume kegiatan perusahaan. Mis. biaya bahan baku Biaya variabel diskresionari: biaya yang bersifat variabel karena kebijakan manajemen mis. biaya komisi penjualan

Klasifikasi Biaya berdasarkan Pertanggungjawaban


1. Biaya Terkendali (Controllable cost) Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh suatu tempat biaya dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh adalah biaya iklan untuk menjual produk, merupakan tanggungjawab bagian penjualan atau manajer penjualan, dan biaya iklan ini adalah biaya terkendali bagi departemen penjualan. 2. Biaya Tidak Terkendali (Uncontrolable Cost) Adalah biaya yang tidak bisa dibebankan tanggungjawab pengeluarannya oleh seorang manajer pusat biaya. Biaya penyusutan mesin misalnya, tidak bisa dipengaruhi dan bukan tanggungjawab manajer pusat biaya dimana penyusutan dibebankan. Dan jumlah biaya penyusutan tersebut adalah hasil keputusan tingkat tertinggi, dan bukan tanggungjawab manajer pusat biaya.

F. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Hubungan dengan Obyek Biaya yang dibebani


1. Direct cost Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan dimana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek biaya yang dibebani. Bagian penjualan mengeluarkan biaya iklan dan promosi untuk kegiatan penjualan. Biaya iklan dan promosi tersebut adalah biaya langsung departemen penjualan. Karena biaya iklan dan promosi tersebut secara mudah bisa ditelusuri dan dihubungkan dengan departemen penjualan. 2. Indirect cost Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek yang dibebani atau dibiayai. Misalnya bagian penjualan dibebani biaya pajak bumi dan bangunan atas gedung yang digunakan oleh beberapa departemen. Maka pajak bumi dan bangunan adalah biaya tidak langsung bagi bagian penjualan.

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Fungsi Operasi Non Produksi


Biaya distribusi Pengertian sempit yaitu biaya untuk menyebarkan (memasarkan) barang pada konsumen atau sering disebut biaya pemasaran (marketing expense)Pengertian luas yaitu biaya yang dikeluarkan dari mulai barang selesai dibuat sampai ke tangan konsumen, dimana yang termasuk jenis biaya ini meliputi biaya penjualan, biaya pengiriman, sdvertensi, gaji salesman dan sebagainya. Biaya administrasi (Administrative Expense), kelompok biaya administrasi pada umumnya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan umum. Yang termasuk biaya ini antara lain, biaya-biaya untuk mengelola administrasi perusahaan termasuk gaji direktur, biaya bagian akuntansi, penyusutan alat-alat kantor dan sebagainya. Biaya riset dan pengembangan Researh and Development Cost Seluruh biaya untuk penyeledikan dan pengembangan yang berkenaan dengan produk baru atau penemuan-penemuan lainnya dimasukkan dalam jenis biaya ini. Biaya- biaya keuangan (Financial Cost) Adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan pengeluaran saham, obligasi dan surat-surat berharga lainnya, termasuk penyebaran (penjualan) dari surat-surat berharga tersebut.

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (1)


Historical Cost, adalah biaya yang telah terjadi dimasa lalu. Dalam akuntansi keuangan istilah cost hampir semuanya mepunyai arti historical cost atau biaya sesungguhnya. Dengan kata lain cost adalah nilai yang diukur dengan uang untuk memperoleh barang dan jasa, pada akuntansi keuangan, cost ini adalah hasil dari transaksi pertukaran yang sesungguhnya terjadi antara pihak perusahaan dengan pihak lain. Future Cost, Adalah biaya yang dipertimbangkan akan dikeluarkan dimasa yang akan datang. Akuntansi manajemen sangat berkepentingan dengan biaya masa yang akan datang (future cost), karena biaya ini penting hubungannya (relevan) dengan fungsifungsi manajemen, planning, organizing dan controlling. Biaya masa lalu bagi manajemen hanya merupakan petunjuk apa yang telah terjadi, tanpa bisa berbuat sesuatu untuk merubah/mengendalikan, tetapi biaya masa yang akan datang bisa dikendalikan oleh manajemen karena belum terlanjur dikeluarkan.

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (2)


Sunk cost, adalah biaya akibat keputusan masa lalu yang akibatnya harus dibukukan sekarang. Penyusutan aktiva tetap merupakan contoh yang umum digunakan, sebab biaya penyusutan mesin adalah biaya yang dibebankan tiap periode berjalan akibat keputusan pembelian yang dibuat masa lalu. Dalam pengambilan keputusan manajemen tidak bisa mempengaruhi biaya tenggelam, karena sudah terjadi dan tinggal membebankan. Out of Pocket Cost, adalah biaya tunai, contoh perusahaan membayar gaji karyawan sebesar Rp.15.000.000,- gaji ini akan segera dicatat dan diakui sebagai biaya gaji dengan mengeluarkan kas atau terutang. Bagi manajemen mendeteksi biaya tunai adalah sangat penting, sebab manajemen bisa mempengaruhi jumlah yang harus dikeluarkan.

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (3)


Relevant Cost adalah biaya yang relevan untuk dipertimbangkan dalam suatu proses pengambilan keputusan tertentu. Sebaliknya irrelevant cost merupakan biaya tidak tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam suatu pengambilan keputusan tertentu. Tujuan utama pemisahan biaya antara biaya relevan dan tidak relevan adalah untuk menunjukkan pada manajemen bahwa tidak semua jenis biaya patut dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh PT Jaya mempertimbangkan untuk mengganti mesin lamanya dengan mesin baru. Mesin lama harga perolehan Rp.80.000.000,- dan nilai buku Rp.20.000.000,-. Harga mesin bari Rp100.000.000,- yang bisa menghemat biaya tenaga kerja sebesar Rp. 112.000.000,- selama umur ekonomis mesin. Mesin lama tidak mempunyai nilai jual. Berikut ini contoh perhitungan yang benar dan yang salah kaitannya dalam pengambilan keputusan.

Contoh Perhitungan Pergantian Mesin


Perhitungan Benar (A) Penghematan biaya Rp.112.000.000,Dikurangi: 100.000.000,- Harga beli mesin baru - Nilai buku aktiva lama Penghematan bersih Rp 12.000.000,Perhitungan Salah (B) Rp.112.000.000,100.000.000,20.000.000,-

Rp (8.000.000,-)

Pada perhitungan A harga mesin baru merupakan contoh informasi biaya relevan, sedangkan pada perhitungan B nilai buku aktiva merupakan contoh informasi yang tidak relevan.

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (4)


Biaya Kesempatan (Opportunity Cost) Seorang manajer ingin mengganti mesin lamanya dengan mesin yang lebih canggih. Mesin baru tersebut akan memberi hasil Rp.50.000.000,- pertahun sedang mesin lama yang diganti hanya memberi hasil Rp.20.000.000,-. Manajer perusahaan mengajukan proposal Biaya Differensial (Differential Costs) Merupakan tambahan total biaya akibat adanya tambahan penjualan sejumlah unit tertentu. Apabila tambahan total biaya (differential cost) lebih rendah dari tambahan penghasilan maka akan timbul tambahan laba. Tambahan penghasilan disebut differential revenue dan tambahan laba disebut differential income.

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (5)


Avoidable and Unavoidable Cost Konsep biaya bisa dihindarkan (avoidable cost) dan biaya tidak bisa dihindarkan (unavoidable cost) biasanya digunakan dalam pengambilan keputusan penggantian aktiva tetap. Sebagai contoh apabila sebuah perusahaan merencanakan untuk mengganti alat angkut yang ada dengan alat angkut yang baru. Alat angkut yang lama apabila masih digunakan akan memerlukan biaya reparasi sebesar Rp. 500.000,- apabila alat angkut tersebut diganti biaya reparasi tersebut bisa dihindarkan, dan biaya reparasi dalam contoh inilah yang disebut biaya bisa dihindarkan (avoidable cost). Sebaliknya, baik mengganti alat angkut maupun menggunakan yang lama, perusahaan tetap harus pajak kendaraan. Berarti biaya pajak kendaraan tersebut tidak bisa dihindarkan (unavoidable cost).

Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan (6)


Biaya modal sendiri adalah suatu konsep yang pada dasarnya adalah sama dengan biaya kesempatan, yaitu kesempatan memperoleh hasil dari modal sendiri akibat modal sendiri tersebut harus digunakan untuk operasi. Sebagai contoh, misalnya seorang pengusaha mempunyai uang sebesar Rp.10.000.000,- apabila didepositokan akan memperoleh 15% per tahun atau sebesar Rp.1.500.000,- tetapi karena modal tersebut digunakan sendiri tidak didepositokan, maka pengusaha tersebut tidak jadi memperoleh hasil deposito sebesar Rp. 1.500.000,-. Jumlah sebesar Rp. 1.500.000,- inilah yang disebut imputed cost.

Biaya Campuran
Perilaku Biaya Campuran Biaya campuran terjadi karena: aktivitas secara simultan memiliki sumber daya yang berkaitan dengan sumber daya yang diperoleh sebelumnya dan sumber daya yang diperoleh ketika dibutuhkan.