Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRA PRAKTIKUM VI JARINGAN KOMPUTER

DNS SERVER

Disusun Oleh : Kelompok 10

1) Rismanda Dewanti 2) I Putu Eka Suparwita 3) Andy Bastian Fauzi 4) I Md Andi Pramartha 5) Septian Bagus Wibisono

(0808605001) (0808605008) (0808605020) (0808605021) (0808605035)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat yang diberikan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tulisan ini tepat pada waktunya. Pada kenyataannya kami mengalami banyak hambatan dalam

menyelesaikan tulisan ini. Tetapi semua itu telah menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas segala dukungan dan dorongan yang diberikan. Kami berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sehingga dapat dipergunakan di kehidupan sehari hari. Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam tulisan ini. Akhir kata, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini. Semoga laporan yang kami susun ini ada manfaatnya.

Jimbaran, 16 November 2010

Penulis

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii DAFTAR ISI...........................................................................................................iii DAFTAR GAMBAR...............................................................................................iv BAB I.......................................................................................................................1 PENDAHULUAN....................................................................................................1 1.1 Latar Belakang...............................................................................................1 1.2 Tujuan ...........................................................................................................1 1.3 Manfaat .........................................................................................................1 BAB II......................................................................................................................2 LANDASAN TEORI...............................................................................................2 2.1 Sejarah DNS..................................................................................................2 2.2 Pengertian dan Manfaat DNS........................................................................2 2.3 Konsep DNS..................................................................................................3 2.4 Tujuan DNS Server .......................................................................................4 2.5 Cara Kerja DNS ............................................................................................5 2.6 Struktur DNS.................................................................................................6 2.7 Konfigurasi DNS Server ...............................................................................8 BAB III...................................................................................................................11 PENUTUP..............................................................................................................11 3.1 Kesimpulan..................................................................................................11 3.2 Saran............................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12

iii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Cara Kerja DNS (Linux Network Fundamental) Gambar 2.2 Struktur DNS (http://teknik-informatika.com/tag/struktur-dns/)

iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Semakin berkembangannya teknologi komputer semakin meningkat pula kebutuhan yang harus dapat dilakukan oleh komputer. Namun komputer tentu memiliki kelemahan dalam meningkatkan kemampuannya, yaitu komputer hanya dapat membaca angka. Semua input akan dikonversikan ke angka biner dan kemudian diterjemahkan. Sebaliknya, manusia (user) sangat sulit mengingat angka angka yang begitu banyak, seperti angka pada alamat IP. Misalkan saja ada dua pilihan mengingat alamat IP 167.205.21.82 atau alamat web www.google.com, maka lebih mudah mengingat alamat web-nya saja. Maka dari itu diperlukan suatu perangkat untuk mengkonversikan angka ke nama dan begitu sebaliknya dari nama ke angka. Dalam hal ini muncul Domain Name System (DNS) yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address sehingga tidak perlu lagi menghapal alamat IP yang banyak. 1.2 Tujuan Tujuan praktikum adalah agar praktikan : 1. 2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan DNS server Mampu menggunakan DNS server

1.3 Manfaat Manfaat yang diharapkan setelah mengikuti praktikum, praktikan memiliki pengertian yang baik mengenai DNS server dan memiliki kemampuan untuk menggunakannya.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Sejarah DNS Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di internet file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di-copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka harus meng-copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan. Akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di-desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size dan performace yang baik. Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983. Spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP misalkan 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address. 2.2 Pengertian dan Manfaat DNS Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS

3 biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti: 1. DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama komputer). 2. Konsisten. IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah. 3. Simpel, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari, baik di Internet maupun Intranet Manfaat DNS adalah sebagai berikut : a. Mempercepat akses Mempercepat akses kesuatu alamat IP tertentu sesuai dengan lokasi DNS server dan akses yang kita miliki. Secara teori bila kita menggunakan sebuah akses Internet Speedy (provider Telkom Indonesia) tentunya akan lebih cepat menterjemaahkan request bila server DNS nya ada di server nya Speedy. b. Melakukan management Pengawasan akses Dengan adanya DNS kita bisa mengatur pengawasan dan pembatasan akses dari suatu koneksi Internet. Hal ini perlu dilakukan agar suatu situs (domain) tidak bisa diakses karena alasan tertentu. Tidak semua server DNS menyediakan fasilitas ini secara terbuka ke public. Salah satu yang menyediakan fasilitas ini secara terbuka adalah Open DNS (www.OpenDNS.com), melalui control panel yang disediakan kita bisa melakukan pemblokan suatu alamat situs atau memblog suatu kriteria situs (misal Situs Porno). Open DNS ini sering dipakai oleh para administratur IT di suatu perusahaan, ISP, sekolah dan hotspot area untuk memblokir situs-situs porno. 2.3 Konsep DNS DNS (Domain Name System) adalah suatu sistem yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer

4 yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host. DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon, DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175 Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain inaddr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.inaddr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. 2.4 Tujuan DNS Server DNSatau domainnameserverintinyaadalahberisi databasepenerjemahan namadomaininternetmenjadialamatIP.DimanatujuanadanyaDNSiniadalah untuk mempermudah user/orang dalam membuka alamat internet (yaitu IP misalnya 202.162.36.164) menjadi nama yang mudah/umum dikenal (misal : unud.ac.id). Penamaanyangmudah bukanberartibebastakterbatas,tetapiadaaturan sepertiklasifikasi.Misalnyadomaininternasional(TopDomain)dikenalCOM, ORG, NET dan EDU. Untuk mempermudah dalam pengelompokan di suatu negara dikenal Country Domain, misalnya ID untuk Indonesia, MY untuk MalaysiadanSGuntukSingapura.

5 2.5CaraKerjaDNS Model kerja DNS digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.1 Cara Kerja DNS (Sumber : Linux Network Fundamental) Bagian resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab setiap pertanyaan tentang domain. Untuk menjawab pertanyaan, resolverdapatmencarijawabannyadenganmemeriksaisicachedanmeneruskan pertanyaankeserverDNSataubertanyalangsungkeserverDNS.Cacheadalah bagian yang menyimpan pertanyaanpertanyaan tentang domain yang pernah diajukansebelumnya.Setiapaplikasiinternetyanginginmenghubungihostlain pastiakanberinteraksidenganserverDNSmelaluiresolver. Jika server DNS tidak memiliki jawaban dari pertanyaan domain (name server bukan authoritative name server dari domain yang ditanyakan), maka server DNS akan meneruskan pertanyaan tersebut ke name server yang dianggapnyalebihtahu.Prosespengalihankenameserver(NS)lain(prosesname resolution) ini merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh alamatlengkapsebuahhost. Sebagaicontohjikaada user yanginginmenghubungipandu.ee.ugm.ac.id,

6 maka mulamula NS akan menghubungi root server.Karena root server tidak memiliki informasi untuk host pandu.ee.ugm.ac.id, maka root server akan memberikanreferensikepadaNSuntukmenghubungi authoritativenameserver terdekatyaitu nameserver untukdomainid.Dari nameserver domainid,NS kembalimemperolehreferensiuntukmenghubunginameserverdomainac.Proses ini terus berlangsung hingga NS memperoleh informasi lengkap tentang host pandu.ee.ugm.ac.id.Setiaprequestdomainakandisimpandidalam cache untuk jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses name resolution. Sebagaicontohjikasebelumnyaada user yangmerequest informasiuntuk pandu.ee.ugm.ac.id, maka untuk user yang merequest fileserver.lapi.ugm.ac.id akandiarahkanke nameserver yangmemilikikorelasiterdekatdengandomain yang pernah direquest yang tersimpan di dalam cache, yaitu name server ugm.ac.id. 2.6 Struktur DNS Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. top-level domain atau domain tingkat Label paling kanan menyatakan atas/tinggi (misalkan, alamat

www.bestcyber.blogspot.com memiliki top-level domain com). Label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Di mana "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: blogspot.com merupakan subdomain dari domain com, dan bestcyber.blogspot.com dapat membentuk subdomain dari domain blogspot.com . Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit. Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis

7 untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.bestcyber.blogspot.com memiliki nama host "www".

Gambar 2.2 Struktur DNS (Sumber : http://teknik-informatika.com/tag/struktur-dns/) Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: 1. Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (.). 2. Top-Level-Domains Top Level Domain Name adalah serangkaian huruf dibelakang domain name. Kalau kita melihat sebuah alamat website seperti http://www.kelompok1.com, maka .com adalah Top Level Domain Name. Top Level Domain ini untuk memudahkan meng-identifikasi bahwa nama sebuah website itu apakah berbentuk komersial atau organisasi atau pelayanan network dll. Namun demikian banyak juga yang tidak sesuai dengan Top Level Domain-nya, biasanya karena sudah dipakai orang lain. Sehingga ada website berisi usaha komersial namun Top Level Domain-nya .net . Top-Level-Domain dapat berisi second-level-domains dan hosts.

8 Contoh dari Top-Level-Domains : - com : Organisasi Komersial - edu : Institusi Pendidikan atau Universitas - org - net - mil : Organisasi Non-Profit : Networks (backbone internet) : Organisasi pemerintahan militer

- gov : Organisasi pemerintah non militer - num : no telepon - arpa : reserve DNS - xx : dua huruf untuk kode negara (misal : id untuk Indonesia, sg untuk Singapura) 3. Second-Level-Domains Second Level Domain Name (SLD) adalah nama domain yang didaftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah http://www.kelompok10.com, maka kelompok10 adalah Second Level Domain atau SLD. Second level domain name inilah yang sangat penting memilihnya agar mudah diingat dan mencerminkan apa isi didalamnya. Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com. 2.7 Konfigurasi DNS Server Berikut ini merupakan langkah langkah melakukan setting pada konfigurasi DNS server : 1. MelakukaninstallasiDNSServer(jikasudahadapadamesinandamaka tahapaninilangsungdilewati) 2. MelakukansetingpadakonfigurasiDNS fileberadadi/etc/named.conf
# is the definition of the root name servers. The second one defines

9
# localhost while the third defines the reverse lookup for localhost. zone . in { type hint; file root.hint; }; zone localhost in { type master; file localhost.zone; }; zone 0.0.127.in-addr.arpa in { type master; file 127.0.0.zone; }; # Include the meta include file generated by createNamedConfInclude. This # includes all files as configured in NAMED_CONF_INCLUDE_FILES from # /etc/sysconfig/named //konfigurasi di bawah ini yang kita masukkan pada file tersebut yang mendefinisikan domain yang kita buat zone jaringanlokal.net { type master; file /var/lib/named/db.jaringanlokal.net; }; zone 0.0.10.in-addr.arpa {...-> 3 byte pertama dari ip server dibalik type master; file /var/lib/named/db.10.0.0; };

3.

Membuatfilemasterpadazonedomaindanzonareversed ZonaDomain fileberadadi/var/lib/named/db.jaringanterdistribusi.net


$TTL 86400 @ IN SOA jaringanlokal.net. root.jaringanlokal.net. ( 20090331 ;Serial 604800 ;Refresh 86400 ;Retry 2419200 ;Expire 604800) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS ns.jaringanterdistribusi.net. @ IN A 10.0.0.20 //menunjukkan IP DNS

ZonaReversedDomain fileberadadi/var/lib/named/db.10.0.0

10
$TTL 86400 @ IN SOA jaringanterdistribusi.net. root.jaringanterdistribusi.net. ( 20090331 ;Serial 604800 ;Refresh 86400 ;Retry 2419200 ;Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; IN NS ns.jaringanterdistribusi.net. 20 IN PTR www.jaringanlokal.net. // 20 adalah byte IP terakhir pada mesin anda

4.

MelakukansetingpadafileDNS fileiniberadadi/etc/resolv.conf
domain search nameserver www.jaringanlokal.net jaringanlokal.net 10.0.0.20

5.

RestartServiceDNS
# service named restart

6.

Melakukan test domain (bisa menggunakan perintah host ataupun nslookup)


danoe:/ # host jaringanlokal.net jaringanlokal.net has address 10.0.0.20 danoe:/ # nslookup jaringanlokal.net Server: 10.0.0.20 Address: 10.0.0.20#53 Name: jaringanlokal.net Address: 10.0.0.20

7.

Setingkomputerclient Pada komputer client yang mengakses maka DNS diarahkan ke alamat DNSyangdibuatpadakasusinialamatDNSadalah10.0.0.20danpada browserharusdipastikanbahwakoneksiyangdigunakanadalahdirectly connectedtoInternetatautanpamenggunakanproxy.

8.

Padawebbrowserketikhttp://jaringanlokal.net

BABIII PENUTUP
3.1Kesimpulan Kesimpulanyangdapatdiambildarilaporandiatasadalahsebagaiberikut: 1. DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. 2. Tujuan adanya DNS ini adalah untuk mempermudah user/orang dalam membukaalamatinternetmenjadinamayangmudah/umumdikenal. 3. Ada8langkahuntukmensettingsuatukonfigurasiDNSserver. 4. DNSmemiliki3bagianyaitu rootleveldomain,topleveldomain, dan secondleveldomain.

3.2Saran Saranyangdapatkamiberikankepadapembacaadalahsebagaiberikut: 1. PelajaridanmengertilahdenganbaikcarakonfigurasiDNSserver sehinggadapatmeminimalisasikesalahan. 2. SebelummengkonfigurasiDNSsebaiknyamengertiterlebihdahulu mengenaistrukturDNSitusendiri.

11

DAFTARPUSTAKA

MembuatDNSServerpadaJaringanLokal (http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/ ) ; terakhir diaksespada16November2010 BabIIISettingsDNSServer (http://smkn2sekayu.sch.id/bse/Modul %20Produktif/TKJ/Jaringan/setting_dns_server.pdf) DNS(DomainNameSystem) (http://linux.or.id/node/2783);terakhirdiaksespada17November2010 StrukturDNS (http://teknik-informatika.com/tag/struktur-dns/) ; terakhir diakses pada 17 November2010 Pengantar Nama Domain ; oleh Budi Rahardjo (http://www.cert.or.id/~budi/courses/ec5010/05-NICE-Domreg.ppt) Linux Netwok Fundamental ; oleh Cokorda Paramartha

12