Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PROBABILITY SAMPLING

Mata Kuliah : STATISTIKA

Kelompok 1 :

1. 2. 3. 4.

Etika Feminina Devi Aristi Lilik Qomariyah Silvi Agustina

055544056 065544073 0755440 085544029

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

PRODI S1 TATA BUSANA 2011


KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya Makalah yang berjudul PROBABILITY SAMPLING ini bisa terselesaikan tanpa ada halangan suatu apapun. Sholawat serta semoga terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, yang telah memberikan petunjuk kepada kita dengan agama islam. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika. Selain itu juga untuk menambah wawasan bagi mahasiswa khususnya dan bagi masyarakat umumnya tentang pentingnya populasi dan sampel untuk menyusun proposal atau skripsi. Ucapan terima kasih kami sampaikan dosen mata kuliah Statistika , dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini, walaupun masih jauh dari sempurna. Semoga Allah SWT memberikan ganjaran atas kebaikan yang telah diberikan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.

Surabaya, 03 November 2011

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Populasi adalah keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Populasi ini sering juga disebut Universe. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati. Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut "Populasi Infinit" atau tak terbatas, dan populasi yang jumlahnya diketahui. Berbagai alasan yang masuk akal mengapa peneliti tidak melakukan sensus antara lain adalah (a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti; (b) keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian; (c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadi kekeliruan. (Uma Sekaran, 1992); (d) demikian pula jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk. Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut "statistik" yaitu X untuk harga rata-rata hitung dan S atau SD untuk simpangan baku. Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut :

1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. 2. Lebih cepat dan lebih mudah. 3. Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam. 4. Dapat ditangani lebih teliti. Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk mendapat sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu : 1. Probability Sampling (Random Sample) yang meliputi Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling), Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling), Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling), Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling), Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling). 2. Non Probability Sampling (Non Random Sample)

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pengertian dari populasi dan sampel ?
2. Bagaimana pengertian dari teknik pengambilan sampling ? 3. Bagaimana pengertian probability sampling? 4. Bagaimana macam macam probability sampling?

C. Tujuan Dari rumusan masalah yang di paparkan di atas dapat di buat tujuan sebagai berikut :

1. Dapat mengetahui pengertian dari populasi dan sampel 2. Dapat mengetahui pengertian dari teknik sampling
3. Dapat mengetahui pengertian probability sampling 4. Dapat mengetahui macam macam probability sampling

BAB II PEMBAHASAN

A. Populasi Adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya(Dr. riduwan, M.B.A. dan Prof. Dr. Akdon, M.pd. : 2010:237).sedangkan menurut Nazir (2004) mengatakan populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya. Jadi populasi adalah keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Populasi ini sering juga disebut Universe. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati. Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut "Populasi Infinit" atau tak terbatas, dan populasi yang jumlahnya diketahui

Ada dua jenis populasi yaitu 1. Populasi terbatas adalah mempunyai sumber data yang jelas batasnya, secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya. Contoh : sejumlah 200 siswa SD Isola II kota Bandung mendapat BOS

2. Populasi tak terbatas adalah sumber datanya tidak dapat ditentukan batasan batasannya sehingga relative tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah. Contoh : meneliti berapa liter pasang surut air laut pada bulan purnama dan lain sebagainya.

Menurut sifatnya populasi dapat digolongkan menjadi dua 1. Populasi homogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. 2. Populasi heterogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang berbeda(bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas batasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif

B. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut "statistik" yaitu X untuk harga rata-rata hitung dan S atau SD untuk simpangan baku. Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut : 1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. 2. Lebih cepat dan lebih mudah. 3. Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam. 4. Dapat ditangani lebih teliti. Pengambilan sampel kadang-kadang merupakan satu-satunya jalan yang harus dipilih, (tidak mungkin untuk mempelajari seluruh populasi) misalnya:

a. Meneliti air sungai b. Mencicipi rasa makanan didapur c. Mencicipi duku yang hendak dibeli

C. Teknik Sampling 1. Tujuan pengambilan sampel Agar sampel yang diambil dari populasinya "representatif" (mewakili), sehingga dapat diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. Menurut Arikunto(2003) sampel adalah bagian dari populasi ( sebagian atau wakil populasi yang diteliti).Menurut sugiono (2004) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi. Jadi Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel menurut Nasution (2003) bahwa mutu penelitian tidak selalu ditentukan oleh besarnya sampel, akan tetapi oleh kokohnya dasar-dasar teorinya, oleh desain penelitiannya, serta mutu pelaksanaan, dan pengolahannya Teknik penarikan sampel atau teknik sampling adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. Ada dua macam teknik pengambilan sampling dalam penelitian yang umum dilakukan yaitu: 1) Probability sampling 2) Nonprobability sampling
Simple random Sampling Proportionate stratified random sampling Systematic random sampling Area sampling (sampling daerah atau kluster)

Probability Sampling Teknik Sampling Non Probability sampling

Sampling Sistematis Sampling kuota Sampling aksidental Purposif Sampling Snowball Sampling

1). Probability sampling Probability sampling adalah teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan cara random, bisa pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif. Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut:
a.

Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan.

b. Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel, dapat diperkirakan. c. Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.

2. Penyimpangan (Error) Dari hasil pengukuran terhadap unit-unit dalam sampel diperoleh nilai-nilai statistik. Nilai statistik ini tidak akan persis sama dengan nilai parameternya. Perbedaan inilah yang disebut sebagai Penyimpangan (Sampling Error)

yang tergolong teknik probability sampling yaitu: 1) Simple Random Sampling Simple Random Sampling adalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut. Apabila anggota populasi di anggap homogen atau sejenis. Contoh: Jumlah pegawai Diknas kota Bandung yang masuk Diklatpim II

Populasi sejenis dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: populasi sejenis sampel Representatif Diambil secara acak (random)

Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Jadi disini proses memilih sejumlah sampel n dari populasi N yang dilakukan secara random. Ada 2 cara yang dikenal yaitu: a. Bila jumlah populasi sedikit, bisa dilakukan dengan cara mengundi "Cointoss".
b. Tetapi bila populasinya besar, perlu digunakan label "Random

Numbers" yang prosedurnya adalah sebagai berikut: a) Misalnya populasi berjumlah 300 (N=300). b) tentukan nomor setiap unit populasi (dari 1 s/d 300 = 3 digit/kolom).

c) tentukan besar sampel yang akan diambil. (Misalnya 75 atau 25 %) d) tentukan skema penggunaan label random numbers. (misalnya dimulai dari 3 kolom pertama dan baris pertama) dengan menggunakan tabel random numbers, tentukan unit mana yang terpilih, sebesar sampel yang dibutuhkan, yaitu dengan mengurutkan angka-angka dalam 3 kolom pertama, dari atas ke bawah, setiap nomor 300, merupakan nomor sampel yang diambil (100, 175, 243, 101), bila ada nomor 300, tidak diambil sebagai sampel (N = 300). Jika pada lembar pertama jumlah sampel belum mencukupi, lanjutkan kelembaran berikutnya, dan seterusnya. Jika ada nomor yang serupa dijumpai, di ambil hanya satu, karena setiap orangnhanya mempunyai 1 nomor identifikasi. Keuntungan : - Prosedur estimasi m udah dan sederhana Kerugian : - Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi. - Sampel mungkin tersebar pada daerah yang luas, sehingga biaya transportasi besar. 2) Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling) Proses pengambilan sampel, setiap urutan ke .K" dari titik awal yang dipilih secara random, dimana: K= N (Jumlah anggota populasi) n (jumlah anggota sam pel) Misalnya, setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit, diambil sebagai sampel (pasien No. 3,6,9,15) dan seterusnya. Cara ini dipergunakan :

a.

Bila ada sedikit Stratifikasi Pada populasi. Keuntungan : Kerugian : Perencanan dan penggunaanya mudah. Sampel tersebar di daerah populasi. Membutuhkan daftar populasi.

3) Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling) Populasi dibagi strata-strata, (sub populasi), kemudian pengambilan sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling, maupun secara systematic random sampling. Misalnya kita meneliti keadaan gizi anak sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Madya Medan ( 4-6 tahun). Karena kondisi Taman Kanak-kanak di Medan sangat berbeda (heterogen) maka buatlah kriteria yang tertentu yang dapat mengelompokkan sekolah Taman Kanak-kanak ke dalam 3 kelompok (A = baik, B = sedang, C = kurang). Misalnya untuk Taman Kanak-Kanak dengan kondisi A ada : 20 buah dari 100 Taman Kanak-Kanak yang ada di Kota Madya Medan, kondisi B = 50 buah C = 30 buah. Jika berdasarkan perhitungan besar sampel, kita ingin mengambil sebanyak 25 buah (25%), maka ambilah 25% dari masing-masing sub populasi tersebut di atas. . 100 TK (populasi)

Sub populasi 20 kelompok A 25%


50 Kelompok B 25% 30 Kelompok C

5 TK

12-13 TK

7-8 TK

Cara pengambilan sampel 5 Kelompok A, 12-13 Kelompok B, dan 7 . 8 Kelompok C , adalah secara random karena sub populasi sudah homogen. Keuntungan : -Taksiran mengenai karakteristik populasi lebih tepat. Kerugian : - Daftar populasi setiap strata diperlukan

- Jika daerah geografisnya luas, biaya transportasi tinggi

4) Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling) Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat, bai bertingkat dua maupun lebih. Misalnya: provinsi Lingkungan KK. kabupaten Kecamatan desa

Misalnya kita ingin meneliti Berat badan dan Tinggi badan murid SMA. Sesuai kondisi dan perhitungan, maka jumlah sampel yang akan diambil 2000.
(Indonesia)

27 Propinsi

Propinsi SUMUT Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Hamparan Perak Ada 3 SMA ( 2000)

Cara ini dipergunakan bila :

a. Populasinya cukup homogen

b. Jumlah populasi sangat besar c. Populasi menempati daerah yang sangat luas d. Biaya penelitian kecil Keuntungan: Kerugian: - Biaya transportasi kurang - Prosedur estimasi sulit - Prosedur pengambilan sampel memerlukan perencanaan yang lebih Cermat. 5) Area Sampling (Kluster Sampling) Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). Tiap item (individu) di dalam kelompok yang terpilih akan diambil sebagai sampel. Cara ini dipakai : bila populasi dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang dipelajari ada dalam setiap kelompok. Misalnya ingin meneliti gambaran karakteristik (umur, suku, pendidikan dan pekerjaan) orang tua mahasiswa FK USU. Mahasiswa FK dibagi dalam 6 tingkat (I s/d VI). Pilih secara random salah satu tingkat (misal tingkat II). Maka orang tua sem ua mahasiswa yang berada pada tingkat II diambil sebagai sampel (Cluster). Keuntungan : - Tidak memerlukan daftar populasi. - Biaya transportasi kurang Kerugian : - Prosudur estimasi sulit.

Contoh ke dua : Peneliti akan melihat pelaksanaan MBS SD se Indonesia. Karena wilayah cukup luas terdiri dari 33 provinsi dan masingmasing berbeda kondisinya, maka peneliti mengambil sampel dari SD tingkat

provinsi, SD tingkat provinsi dari SD tingkat Kabupaten atau Kota, SD tingkat Kabupaten atau Kota terdiri dari SD tingkat Kecamatan, SD tingkat Kecamatan terdiri dari SD tingkat Kelurahan atau Desa yang akan melaksanakan MBS.

SD tingkat propinsi
SD Tingkat kabupaten Kota

SD tingkat kecamatan SD tinkat kelurahan/desa yang melaksanakan MBS

BAB III PENUTUP Dalam melakukan suatu penelitian, umumnya kita mempunyai biaya, waktu dan man power yang terbatas. Karena itu kita tidak dapat meneliti semua unit dari populasi, cukup hanya sebagian saja (sampel). Dalam hal ini kita perlu lebih dahulu menetapkan sifat dari populasi, apakah homogen atau heterogen. Berdasarkan ini kita dapat mengambil salah satu cara tersebut di atas, juga dengan memperhatikan tujuan penelitian. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk cara pengambilan sampel, sampel akan menggambarkan karakteristik dari populasinya

A. KESIMPULAN Populasi adalah keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Dalam melakukan peneli1ian pada sesuatu populasi yang besar, kita tidak perlu

meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanyamengambil sebagian saja

(sampel). Dan teknik pengambilan sampel bertujuan Agar sampel yang diambil dari populasinya "representatif" (mewakili), sehingga dapat diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. Untuk mendapatkan suatu sampel yang "representatif. perlu diperhatikan cara-cara yang disebut dalam "Probability Sample".

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

Riduwan dan Akdon. RUMUS dan DATA dalam analisis statistika, Alfabeta, Bandung, 2009. www. library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-rozaini.pdf .