Anda di halaman 1dari 29

Mengelola Persediaan Pada SC

Pendahuluan
• Nilai uang yang tersimpan dalam bentuk persediaan relatif besar,
bisa melebih 25 % dari total asset
• Persediaan terjadi dalam berbagi bentuk dan dalam semua fungsi di
dalam sebuah SC
• Perlu pengelolaan persediaan dalam SC sehingga dapat
meminimasi biaya di sepanjang SC

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Contoh persediaan dalam SC industri biskuit :


• Persediaan produk biskuit yang siap jual di supermarket /retailer dan di
gudang distributor
• Persediaan bahan baku biskuit di pabrik
• Persediaan kaleng wadah biskuit di pabrik kaleng dan di gudang pabrik
biskuit
• Persediaan kaleng setengah jadi dan bahan baku kaleng di gudang pabrik
kaleng
• Persediaan bahan baku aluminium dan lembaran aluminium jadi di gudang
pabrik aluminium
• Persediaan bahan baku untuk membuat gula, terigu, dan garam serta
produk jadi gula, terigu, dan garam pabriknya masing-masing
• dll

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Mengapa Timbul Persediaan :


• Persediaan ada yang direncanakan dan ada yang akibat ketidakpastian
permintaan
• Persediaan yang direncanakan misalnya memproduksi lebih awal atau lebih
banyak untuk dijual pada periode tertentu
• Persediaan karena ketidakpastian permintaan adalah selisih antara jumlah
yang diproduksi dan jumlah yang terjual karena kesalahan peramalan atau
kesalahan dalam distribusi SC.
• Selain ketidakpastian dari arah permintaan, ketidakpastian juga terjadi dari
arah supplier (supply bahan baku), serta ketidakpastian dalam operasi
internal perusahaan.
• Adanya jarak yang relatif jauh antara fasilitas produksi dan distribusi
dengan lokasi pemsaran.
• Pencapaian skala ekonomi

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Alat Ukur Persediaan :


• Tingkat perputaran persediaan (inventory turn over rate)
Misalkan rata-rata nilai persediaan Rp. 3 M, dan dalam setahun nilai
persediaan yang terjual adalah Rp. 30 M, maka inventory turn over
rate adalah 30 M/ 3 M = 10 kali dalam setahun
• Inventory days of supply
Jumlah hari yang dapat disupply oleh inventory. Misalkan nilai
inventory yang terjual selama setahun (300 hari) adalah Rp. 30 M.
Berarti nilai inventory yang terjual adalah Rp. 0,1 M/hari. Bila rata-
rata inventory yang tersimpan adalah Rp. 3 M, maka inventory
tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan selama 30 hari.
• Fill Rate
Prosentase jumlah permintaan yang dapat dipenuhi dari inventory
(stock).

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Klasifikasi Persediaan :
• Berdasarkan bentuk : RM, WIP, FP.
• Berdasarkan fungsi :
- pipeline/transit inventory
- cycle stock
- safety stock
- anticipation stock
• Berdasarkan ketergantungan dengan komponen lain : BOM

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC
Model Persediaan Untuk Permintaan Relatif Stabil/Konstan :
Model EOQ
2SD 2 SD
Q= =
h iC
Contoh Pabrik Biskuit yang membutuhkan bahan baku terigu 1 ton per hari untuk
produksi selama 365 hari dalam setahun. Setiap melakukan order pembelian
terigu, perusahaan harus mengeluarkan biaya Rp.0,25 juta. Harga terigu per ton
adalah Rp. 5 juta, dan biaya simpan adalah 25% dari harga terigu.Tentukan
ukuran pemesanan ekonomis (EOQ)
Jawab
2 × 0,25 juta × 365ton / tahun
Q= = 12ton
1.25 juta / ton / tahun
Biaya Total Pabrik Biskuit :
S (D/Q) + h (Q/2) = Rp 0.25 juta (365/12)+1.25 juta (12/2) = Rp.15 Juta

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC
Model Persediaan Untuk Permintaan Relatif Stabil/Konstan :
Model EOQ
Bila biaya set up dan biaya simpan pemasok (pabrik terigu) sama dengan biaya
pada pabrik biskuit, maka jumlah pemesanan optimal antara pabrik dan supllier
akan sama yaitu 12 ton. Tetapi bila biaya set up dan biaya simpan pada supplier
berbeda, maka jumlah pemesanan optimal pada supplier juga akan berbeda.
Contoh :
Setiap kali melakukan produksi, pabrik terigu harus mengeluarkan biaya set up
sebesar Rp.1 Juta. Ongkos simpan pada pemasok adalah 1,1 juta per ton per
tahun, maka untuk memenuhi permintaan pabrik biskuit sebesar 12 ton, biaya
total pemasok adalah
Biaya Total Pemasok :
S(D/Q)+h(Q/2) = Rp. 1 Juta (365/12) + Rp. 1,1 Juta (12/2) = Rp. 37,02 Juta
Sehingga biaya supply chain untuk pabrik biskuit dan terigu adalah
Rp. 15,10 juta + Rp. 37,02 juta = Rp. 52,12 juta.

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Model Persediaan Untuk Permintaan Relatif Stabil/Konstan :


Model EOQ dengan koordinasi
Bila dilakukan koordinasi antara pabrik biskuit dan pabrik terigu, maka akan
didapatkan jumlah pemesanan ekonomis secara keseluruhan (total biaya pada
pabrik biskuit dan pabrik terigu akan lebih rendah).

2( S b + S t ) D
Q ( system ) =
( hb + ht )
2 ( 0 , 25 + 1) × 365
Q ( system ) = = 20 ton
(1, 25 + 1,1)
Biaya Total Pabrik Biskuit :
S(D/Q)+h(Q/2) = Rp. 0,25 juta (365/20) + 1,25 juta (20/2) = Rp.17,06 juta
Biaya Total Pabrik Terigu :
S(D/Q)+h(Q/2) = Rp. 1 Juta (365/20) + Rp. 1,1 Juta (20/2) = Rp. 29,25 juta
Biaya Total Sistem = Rp. 17,06 juta + Rp. 29,25 juta =Rp. 46,31 juta

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Tanpa Koordinasi Dengan Koordinasi

Ukuran Pesanan Ekonomis 12 ton 20 ton

Total Ongkos Pembeli Rp. 15,10 juta Rp. 17,06 juta

Total Ongkos Pemasok Rp. 37,02 juta Rp. 29,25 juta

Total Ongkos Sistem Rp. 52,12 juta Rp. 46,31 juta

Terdapat selisih ongkos total ntara EOQ tanpa koordinasi Vs EOQ dengan
koordinasi sebesar Rp. 6,19 juta.

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Mengakomodasi Ketidakpastian :
Dalam model EOQ di atas, demand diasumsikan bersifat deterministik
dan konstan (stasioner) dan tanpa memperhitungkan waktu pengiriman
pesanan (lead time/delivery time) yang juga bersifat determisnitik
maupun probabilistik
Dalam kenyataan, demand bersifat tidak deterministik dan tidak
stasioner serta diperlukan waktu untuk mengirimkan/memproduksi
pesanan/order.
Karena adanya ketidakpastian demand dan lead time, maka titik
pemesanan kembali (Reorder Point) harus memperhitungkan kedua hal
tersebut di atas, dan harus mempersiapkan stock pengaman (safety
stock) untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan stock
sebelum pesanan datang
ROP = permintaan rata-rata selama lead time + safety stock
ROP = d x l + safety stock

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Menentukan safety stock (SS) :

SS = Z x Sdl
Sdl = standar deviasi permintaan selama lead time

Prosentase luas area 5 %


= probabilitas terjadi
kekurangan 5 %

Distribusi Normal Z = 1,645

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Menentukan Standar Deviasi Selama Lead Time (Sdl) :


Sdl = d 2 × sl + l × sd
2 2

Bervariasi

Sdl = sd l Sdl = d 2 × sl + l × sd
2 2

SS ditentukan oleh SS ditentukan oleh interaksi


ketidakpastian demand ketidakpastian demand dan
ketidakpastian lead time
Demand

Sdl = 0 Sdl = d × sl

Tidak diperlukan SS SS ditentukan oleh


ketidakpastian lead time

Konstan

Konstan Lead Time Bervariasi

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Menentukan Standar Deviasi Selama Lead Time (Sdl) :

Contoh:
Misalkan waktu pengiriman dari pabrik terigu berdistribusi
normal dengan rata-rata 5 hari dan standar deviasi 0,5 hari dan
demand tepung terigu per hari juga berdistribusi normal
dengan rata-rata 1 ton dan standar deviasi 0,1 ton. Tentukan
berapa besar ROP untuk service level 95 % (probabilitas tidak
terjadi kekurangan 95%, probabilitas terjadi stock out 5 %).
2
Sdl = 1 × 0,5 + 5 × 0,1 = 0,548ton
2 2

SS = Z(SL) x Sdl = 1,645 x 0,548 ton = 0,9 ton


ROP = 5 + 0,9 ton = 5,9 ton

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Distribusi Kesalahan Ramalan :


Akurasi permalan sangat menentukan SS. Bila akurasi permalan
dilakukan dengan MAD, dengan kesalahan permalan berdistribusi
normal, maka SS dapat dihitung dengan mudah karena standar
deviasi kesalahan ramalan Se = 1,25 MAD

SS = Z x Se = Z x 1,25 MAD

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Ketidakpastian lead time dan demand


Ketidakpastian dan standar deviasi lead time tergantung
kepada satndar deviasi masing-masing komponen lead time
yaitu :
- waktu pemesanan
- waktu pemrosesan pesanan
- waktu pengiriman

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Ketidakpastian lead time dan demand

0.4
0.3 0.3
0.2 0.2
0.6 0.4
0.4
0.1
0.1

1 2 14 15 16 17 18 4 5 6
a b c
Waktu pesan Waktu pemrosesan pesanan Waktu pengiriman

0,26 0,25

0,178
0,152

0,072
0,058
0,018 0,012

19 19 19 19 19 19 19 19

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Ketidakpastian lead time dan demand


Rata-rata lead time = jumlah rata-rata semua komponen
Total variansi = jumlah variansi dari semua komponen
Standar Deviasi = akar variansi

sl = sa + sb + sc
2 2 2

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Model Persediaan Untuk Produk Dengan Permintaan Musiman

Co = biaya kelebihan stock per unit (overstock cost)


Cu = biaya kekurangan stock per unit (understock cost)
C = harga beli
P = harga jual normal
S = harga jual diskon

Ekspektasi keuntungan (Profit) :


P(Q) = Cu Min{Q,D} – Co max{0, (D-Q)}

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Model Persediaan Untuk Produk Dengan Permintaan Musiman

P = harga jual normal

C = harga beli
retail

Q = d + Z(SL*) x Sd S = harga jual diskon

SL* = Cu/(Cu+Co)

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Model Persediaan Untuk Produk Dengan Permintaan Musiman


Contoh :
Demand jeans berdisribusi normal dengan rata-rata 1000 unit dan
standar deviasi 300. Harga beli adalah 17,5 dan harga jual normal
adalah 35. Harga jual diskon adalah 10. Tentukan Q optimal untuk
memaksimalkan profit :

Q = d + Z(SL*) x sd
d = 1000, sd = 300
SL* = Cu/(Cu+Co) =17,5 /(17,5+7,5) = 70 %
Untuk SL 70 %, didapatkan Z = 0,524
Q = 1000 + 0,524 x 300 = 1157 unit

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Simulasi Keuntungan
Hasil simulasi untuk 5000 kali replikasi dengan Q = 1000 ; 1100 ; 1157; 1200 ;
1300

D = max (0, round(NORMINV(rand(),1000,300),0))

Keuntungan
Parameter Demand Q=1000 Q=1100 Q=1157 Q=1200 Q=1300
Rata-rata 999,6 14438.1 14794.9 14858.5 14845.9 14614.4
Standar Deviasi 305,5 4522.8 5352.6 5784.6 6085.4 6660.1
Koefisien Variansi 0,306 0,313 0,362 0,389 0.410 0.456
Minimum 0 -7500 -8250 -8678 -9000 -9750
Maksimum 2249 17500 19250 20248 21000 22750

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Simulasi Keuntungan
Hasil simulasi untuk 5000 kali replikasi dengan Q = 1000 ; 1100 ; 1157; 1200 ;
1300

Profit Rata-Rata Q = 14858


Q = 14845
Q = 14794

Q = 14616
Q = 14437

Q = 1000 Q = 1100 Q = 1157 Q = 1200 Q = 1300 Q

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Koordinasi Dengan Pemasok

v c
Pabrik Retailer

Biaya produksi per unit di pabrik adalah v, kelebihan 1 unit dalam SC akan mengakibatkan kerugian v-s,
dan penjualan per unit akan mengahsilkan keuntungan dalam SC sebesar p – v.
Misalkan biaya produksi adalah 15 per unit, maka Cu = 35 – 15 = 20 dan Co = 15 – 10 = 5. Sehingga SL =
20/(20+5) = 20/25 = 0.8
Q = 1000 + Z (0,8) X 300 = 1253 unit

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Koordinasi Dengan Pemasok

Tanpa Koordinasi Dengan Koordinasi Perubahan

SL* 70% 80 % 10 %
Q 1157 1253 96
Ekspektasi keuntungan retail 14858 14758 -101
Ekspektasi keuntungan pabrik 2893 3133 240
Ekspektasi keuntungan total SC 17751 17890 139

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Mendeteksi Kesalahan Persediaan Dengan Mendeteksi Respon Awal

ramalan
ramalan

realisasi realisasi

tanpa deteksi respon awal Dengan deteksi respon awal

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Mendeteksi Kesalahan Persediaan Dengan Mendeteksi Respon Awal


Contoh ZARA

Produksi dihentikan bila


respon awal menunjukkan
pasar kurang agresif

ekspektasi awal
Ukuran batch kecil

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Vendor Managed Inventory (VMI)

Informasi POS dan data


persediaan secara real
time

Barilla Spa
Cortese

Membuat keputusan
pengiriman

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

Beberapa Hambatan Dalam manajemen Persediaan


1. Tidak ada metrik kinerja yang jelas
2. Status pesanan tidak akurat
3. Sistem informasi tidak handal
4. Kebijakan persediaan terlalu sederhana dan mengabaikan ketidakpastian
5. Biaya-biaya persediaan tidak ditaksir dengan benar
6. Keputusan Supply Chain yang tidak terintegrasi

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Mengelola Persediaan Pada SC

STUDI KASUS :
Perubahan Jaringan dan Sistem Persediaan CD-RW di Hewlett-Packard

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer