8ab IX Sistem dan Prosedur Penjualan

Sistem penjualan dibagi ke dalam beberapa sistem yaitu: 9.1. Sistem Penjualan Tunai pada Taka Eceran 9.2. Sistem Penjualan Kredit
9.1. SISTEM PENJUALAN TUNAl PADA TOKO ECERAN

Pada sistem ini, apabila pembeli sudah memilih barang yang akan dibeli, pembeli diharuskan membayar ke bagian kassa. Selain itu barang yang dibeli dibawa langsung oleh pembeli. Oleh karena itu tidak perlu ada prosedur pengiriman barang pada taka penjual. 9.1.1. Informasi yang pada umumnya dibutuhkan meliputi: Dewasa ini masih banyak taka pengecer yang masih menggunakan akuntansi persediaan secara periodik/pisik. Artinya perusahaan tidak akan mencatat mutasi tiap jenis barang setiap saat. Pada taka-taka tersebut, maka informasi yang paling penting untuk diketahui manajemen sehubungan dengan penjualan tunai adalah: (1) Jumlah penerimaan kas dari penjualan tunai setiap hari. (2) Jumlah kas yang disetorkan ke bank setiap hari. Di samping taka-taka yang masih mengoperasikan akuntansi persediaan secara periodik, sekarang sudah mulai banyak taka-taka eceran yang mengoperasikan akuntansi persediaan secara perpetual. Dalam sistem ini mutasi setiap jenis barang setiap saat selalu dicatat. Keadaan ini terutama disebabkan bantuan sistem komputerisasi untuk penjualan eceran yang disebut Paint Of Sale (POS). Dalam sistem ini setiap mesin kas register yang dirancang khusus, dihubungkan dengan komputer induk. Pada saat kasir menerima pembayaran dari pembeli, kasir juga akan memasukkan data kode barang yang dijual. Kas register yang sudah dihubungkan dengan komputer induk akan memutahirkan data persediaan per jenis barang. Apabila tidak dibantu sistem komputer, hampir mustahil taka pengecer mengoperasikan metode perpetual mengingat jenis barang dagangan pada taka eceran bisa mencapai ribuan jenis. Pada taka demikian maka informasi yang dibutuhkan manajemen lebih luas yaitu: (1) Jumlah penerimaan kas dari penjualan tunai tiap hari. (2) Jumlah kas yang disetor ke bank tiap hari. (3) Jumlah penjualan tiap jenis barang setiap periode tertentu.

9.1.2. Organisasi Fungsi-fungsi yang ada pada kebanyakan toko pengecer adalah: (1) Pramuniaga (2) Kassa (3) Penyerahan barang Pada toko-toko swalayan jumlah tenaga pramuniaga bisa sangat sedikit, karenanya fungsi yang ada biasanya: (1) Kassa (2) Petugas yang membantu mengemas barang 9.1.3. Catatan Akuntansi Catatan akuntansi yang dipakai meliputi: (1) Buku Jurnal Penerimaan Kas (Gb. 9-1) (2) Rekening Buku Besar yaitu rekening Kas, dan Penjualan (Gb. 9-2) Pada toko eceran yang sudah mengopersaikan POS, terdapat pula (3) Buku pembantu persediaan untuk setiap jenis barang (Gb. 9-3) Buku Jurnal Penerimaan Kas dapat dirancang sebagai berikut:

TGL.

KETERANGAN

REF

KAS (Debit)

PENJLN (Kredit)

LAIN-LAIN (Kredit) . Nama Rek. JUMLAH

Gb. 9-1 Jurnal Penerimaan Kas

2

Rekening Buku Besar dapat dirancang sebagai berikut:

,TOK9,~A

"

.JL Saletnba Teugah .. Jakarta"Hsat
."

~l

~,

...... ' '

"

41 KQDE ~KENlNG: NAMAJlEKENING:
,

.'
'

-'
,

~ ~~' '>

,

','

,

,,
'

"

'",,::, ,:': d
,

, ....... SALDO

-:~,

TGL.

KETERANGAN

REF

DEBIT

KREDIT

Gb. 9-2 Rekening Buku Besar Rekening Buku Besar dapat dirancang sebagai berikut :

Tq,li9ANAND.,
JL~
>

.JaImrta PuSat
' ,

Te{lph:41

:'

'.
,

.

,
'

,,'

,.$"'~

,

"

~ t«',~l~'

,

'> ~ ,

,
"
"

,'~

~

"

"

"
"

{,

KODE REKENING:
NAMA REKENlNGt'

.-

"

«,"

~ SISA

;''1:

TGL. KW

DIBELI HRG JML KW

DUVAL HRG JML KW

HRG

JML

Gb. 9-3 Kartu Persediaan
3

4. alat penghitung pada kas register saldonya dinolkan. (b) Pada setiap saat tertentu (dua. di dalam mesin masih terdapat pita lain yang utuh yang mencetak penerimaan-penerimaan kas suatu hari. Jenis barang otomatis akan dikenali oleh sistem. Pada toko yang sudah mengoperasikan POS bukti kas masuk tidak perlu dibuat. tiga. Oeh karena itu rancangan Faktur penjualan tunai dalarn toko pengecer yang mengoperasikan pos seperti pada gambar 9-5: 4 . atau satu hari). tiga. Bukti Transaksi Bukti transaksi yang digunakan meliputi: (1) Faktur penjualan tunai. Jadi setiap bukti kas masuk dilarnpiri faktur/nota penjualan tunai. bukti ini perlu dibuat sebagai dasar untuk mencatat transaksi penjualan tunai ke buku jumal penerimaan kas.9. Mekanisme pengawasan dan penggunaan kas register pada umumnya sebagai berikut: (a) Pada saat toko mau buka. maka dalarn merancang Faktur penjualan tunai sangat perlu untuk memasukkan kolom "Nomor Kode Barang". (4) Bukti setor bank. Mesin kas register selalu dilengkapi dengan pita penjumlahan. karena setiap kali petugas Kassa memasukkan data (kode) persediaan yang terjual maka data persediaan otomatis dimutahirkan. kemudian dibuatkan bukti kas masuk. FakturlNota Penjualan Tunai dapat dirancang seperti pada gambar 9-4: Pada toko eceran yang sudah mengoperasikan POS. Jumlah uang yang diarnbil harus sarna dengan jumlah yang tertera dalarn pita. Mesin kemudian dikunci dan kuncinya dipegang pejabat lain (biasanya pengawas). faktur penjualan tuani dikumpulkan. atau empat) jam sekali. atau mungkin bahkan setiap hari. (3) Pita Kas Register. Setiap kali terjadi penjualan selalu dibuatkan faktur (atau nota) penjualan tunai. Selain pita yang biasanya diserahkan kepada pembeli setelah pembeli membayar.1. maka secara periodik yaitu setiap (dua. Oleh karena itu agar lebih praktis. Adalah tidak praktis untukmembukukan setiap fakturpenjualan tunai ke jurnal penerimaan kas mengingat dalarn dua jam saja mungkin terjadi transaksi penjualan tunai puluhan sarnpai ratusan kali. Atas dasar faktur inilah bagian Kassa akan menerima sejumlah uang dari pembeli. empat) jam. Pada toko yang belum mengoperasikan POS. mesin dibuka pita kas register dan uang diarnbil oleh pejabat tertentu. karena kode inilah yang akan dimasukkan ke komputer bukan jenis barangnya. (2) Bukti Kas Masuk.

JENIS BARANG KUANTITAS HARGA JUMLAH TERBILANO: PRAMUNIAGA Gb. .. ...-''/ ~..... ..J.~'-> <'~'~:'.. ft..FAKTUR No.' ~' .a. " {'." ::. 9-4 Faktur Penjualan Tunai . .}:: '_'::.. .\JA. 9-5 Faktur Penjualan Tunai 5 .. . '. . .... " ".:: . -c • . . JENIS BARANG NOMOR KODE BARANG KUANTITAS PRAMUNIAGA Gb.". .'~~m: ' -:-' . ' .) HARGA JUMLAH No.::'::..'" ra.

'>'" w .'.. PUsat SLIP PENYETORAN Disetor untuk: Nomor Rekening Nomor-nomor Cek/BG CEK BIL YET GIRO (BG) TUNAl TERBILANG: Disetor oleh: Gb.. . '" .ba TeDgah . . JUMLAH LEMBAR JUMLAH RUPIAH TERBILANG: Disetujui oleh: Gb.'."<" ' .ItAs MASUK ~ .. 9-7 Bukti Setor Bank 6 TOKoAiiOO>A Nama Pemilik Rek....'~.' .. JUMLAH Diterima Petugas Bank: . .. BUHTI. ..t:' ': ': " ~ " ~ ""' ". Namun demikian rancangan bukti setor bank yang dibuat oleh bank-bank pada umumnya dapat tampak sebagai berikut: Dibukukan oleh: ll. : . .:. ' ' ~: ." . sId .. SaIemb8: tlmgah 41 Jakarta.:t" " -.. " " T~. 9-6 Bukti Kas Masuk Bukti Setor Bank biasanya disediakan oleh bank di mana perusahaan akan menyimpan uangnya.~ " .'0.' ".Jakarta Pusat <. T()KO ANANDA JL . ~ 41 " " -: " " .Bukti Kas Masuk dapat dirancang sebagai berikut: . NOMOR-NOMOR FAKTUR yang dilampirkan .~ < SaJem.

1. dan akuntansi hendaknya dipisahkan. 9. Jumlah kas yang diterima harus sarna dengan pita kas register Penerimaan kas suatu hari sebaiknya disetor ke bank hari itu juga. 9-8 Bagan Alir Arus Dokumen Dalam Sistem Penjualan 7 . atau dengan memberi cap lunas.6. Sistem Pengendalian Interen Aspek sistem pengendalian interen dalarn sistem penjualan tunai pada toko pengecer meliputi: (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Fungsi pramuniaga.1. Kunci kas register harus dipegang petugas selain kassa Petugas yang melakukan rekonsiliasi laporan bank tidak merangkap sebagai kasir. Bagan Alir Arus Dokumen 1i"AC'ClA. Penjualan Tunai diotorisasi oleh bagian Kassa setelah menerima pembayaran. Setoran ke bank harus dalam jumlah dan bentuk yang utuh (intact). ~f' '" PEMBELI MEMILIH BARANG MEMBUAT NOTA DAN MEMINDAH BARANG KEPAD PETUGAS PENYERAHAN MELALUI PEMBELI PEMBELI MEMILIH BARANG SECARA BERKALA Gb. penyerahan barang.9. Bagian Kassa sebaiknya memiliki daftar harga barang untuk mengecek kebenaran harga satuan dari barang yang dijual. Pramuniaga dilarang membawa tas ke tempat kerja. atau selarnbatlarnbatnya satu hari berikutnya.5. dengan cara menempel pita kas register. kassa.

5. penyerahan barang.2. 9.2. 9-9 Bagan Air Arus Dokumen Dalam Sistem Penjua1an Tunai (lanjutan) 9.2. kasir.1.Untuk menggambarkan bagan alir arus dokumen.1.3. Prosedur Prosedur Prosedur Prosedur Prosedur pesanan penjualan persetujuan kredit pengiriman barang pembuatan faktur akuntansi penjualan kredit 8 . 9. Misalkan terdapat asumsi sebagai berikut: (1) TOKO ANANDA yang beralamat di J1.1. * Tidak diposting ke Buku Pembantu karena diasumsikan bahwa perusahaan menggunakan metode pencatatan persediaan dengan metode pisik Gb. Salemba Tengah No.41. (2) Toko mempunyai petugas pramuniaga.1. SISTEM PENJUALAN KREDIT 9.2. 9. Jakarta Pusat. dibuat asumsi yang menggambarkan kondisi yang terjadi pada suatu perusahaan. adalah toko yang selalu menjual barang secara eceran.1. (3) Toko menyelenggarakan akuntansi persediaan secara pisik. dan akuntansi.2.2.2.2.1. Prosedur yang Membentuk Sistem Pada umumnya sistem penjualan kredit terdiri dari prosedur-prosedur: 9.1. 9.4.

Pada umumnyakonsumen menginginkan barang dapat sampai padanya secepat-cepatnya. rute pengiriman.1. surat pesanan pelanggan. alat transportasi yang digunakan. (2) Menentukan tanggal pengiriman. Prosedur persetujuan kredit Pada perusahaan yang menjual barang secara kredit.2.9. Pesanan dari pelanggan mungkin diterima dalam bentuk pesan per telepon. maka informasi mengenai pesanan pelanggan harus dipindahkan ke formulir tertentu yang disebut "Surat Pesanan Penjualan". Prosedur pesanan penjualan Informasi yang pada umumnya dibutuhkan meliputi: (1) Pesanan-pesanan yang belum dapat dipenuhi (2) Kesanggupan untuk mengirim barang di waktu tertentu Organisasi Pada perusahaan yang masih relatifkecil. Bagian pembuatan pembeli. Informasi yang dibutuhkan manajemen meliputi: (1) Jumlah penjualan kredit yang diberikan (2) Jumlah permintaan kredit yang tidak dapat dipenuhi (3) Jumlah Kredit yang menunggak Organisasi Pada perusahaan yang masih kecil fungsi persetujuan kredit dapat dilaksanakan oleh Kepala Bagian KeuanganJ Akuntansi. 9 . Oleh karenannyafungsi pesananJ order penjualan akan menentukan pengiriman barang dari gudang terdekat dengan pelanggan. Pada perusahaan yang relatifbesar fungsi pesananJorder penjualan dan fungsi pembuatan faktur dapat dilaksanakan oleh bagian-bagian tersediri. faktur bertugas membuat dan mengirimkan faktur kepada 9. atau berawal dari kunjungan langsung pelanggan ke perusahaan. dan dengan biaya serendah-rendahnya (apabila ongkos angkut menjadi tanggungan pembeli). Keliru di dalam kebijakan pemberian kredit dapat berakibat adanya piutang yang tidak dapat ditagih dalam jumlah besar. dan lain-lain. maka persetujuan kredit menjadi sangat penting.2. Pada perusahaan yang sudah besar mungkin harus dibentuk bagian tersendiri. Dengan cara apapun pesanan diterima. fungsi pesanan penjualan dan fungsi pembuatan faktur biasanya dirangkap oleh pegawai tertentu di Bagian Pemasaran.1.1. Misalkan pesanan diterima melalui telepon maka penerima pesan harus menuliskan pada formulir surat pesanan penjualan selengkaplengkapnya apa yang dikatakan calon pelanggan. Bagian pesananJorder penjualan umumnya bertugas: (1) Mengeditlmelengkapi pesanan pelanggan. serta rute yang tersingkat pula. dari gudang mana barang harus dikirim.2.

'" " " ". . Dengan mempelajari kartu piutang tersebut dapat diketahui kredibilitas pelanggan yang bersangkutan. Lenteng Agung No~12 lllkarta Semtan " ...8 -: (maksUnum kredit Rp2.500. JL. :.000 ~ .''! .. < NAMA RE~: REF ' 'KOOE REKENING: 1131.'.. " " .000 0 800. . ~.oor REF F-03-93 BKM-01-93 F-05-93 DEBIT 1.' ' :c ':' _. Ilustrasi berikut diharapkan dapat menggambarkan kredibilitas dua pelanggan.'.400.400.600. KOOE UKENlNG: 1131. 200 rim KREDIT SALDO 1. 200 rim Pelunasan KREDIT SALDO 700. " " " ".. . 12 >' .2 NAMA ItEKENING: Plutaug pada ." .000 1. " " ~\ . : ~ " ..4..600..000 Gb. TGL 02-1-93 14-1-93 15-2-93 KETERANGAN HVS 70. Pelanggan 1 " PI' KALPATARU JL Unteng Agung No..000 F-02-93 BKM-05-93 F-05-93 BKM-09-93 700. "(. "Jakarta Se~ " ~ >'i. " .000 - PI' KALfATAIUJ .100 rim Pelunasan HVS 80." ~~~ " .000 800.400.000 1.~' r.. 9-10 Kartu Piutang Untuk Penyelidikan Kredibilitas Langganan 10 .ooo. 100 rim Pelunasan HVS 80.'.000 - 1.000 '.: ' . '." .' TGL 02-1-93 14-1-93 15-1-93 27-1-93 Pelanggan 2 KETERANGAN HVS 70..1 ' . ~um~IW5~ooo~) DEBIT 700.000 1... c ' .. .~' ').600. " ' :.. " : Plutang~~ " " " ~ ¥ .Tugas pemberi otorisasi kredit pada umumnya adalah: Untuk pemberian kredit kepada pelanggan lama biasanya diadakan penelaahan status kredit dengan melihat kartu pembantu piutang langganan yang hendak membeli secara kredit.

Prosedur pengiriman barang Informasi yang pada umumnya ingin diketahui manajemen (l) Rute pengiriman (2) Pada suatu saat barang yang dikirim sudah sampai di mana Organisasi Pada perusahaan yang masih kecil. fungsi ini dirangkap oleh bagian pesanan penjualan. Pada perusahaan besar fungsi ini dapat ditangani petugas tersendiri. (1) Selidiki reputasi perusahaan. ditunjukkan B selalu membayar melewati batas jangka kredit. Bahkan pembelian terakhir sudah lewat waktu selama 16 hari dan belum membayar. Tugas bagian pengiriman adalah mengupayakan dengan biaya serendah mungkin.3. Pada perusahaan yang besar sebaiknya ditangani bagian tersendiri. 9. Bila ditolak begitu saja jelas sangat merugikan. sebaiknya tidak usah diberi dulu.2. (2) Mintalah kepada calon pelanggan untuk menunjuk orang yang dapat memberi referensi. kadang fungsi ini dirangkap oleh bagian gudang.4. Berikut adalah pedoman umum pemberian kredit bagi calon pelanggan. karena calon pelanggan ini mungkin akan menjadi pelanggan utama dikemudian hari.2.Misalkan saat diadakan penyelidikan kredibilitas adalah tanggal 31-3-1993. Oleh karena itu seandainya B ingin membeli secara kredit lagi. maka dapat dikatakan tidak ada masalah. 9. Akan lebih baik bila orang yang ditunjuk untuk memberi referensi adalah pelanggan lama perusahaan. Hal ini tampak pada kenyataan bahwa A tidak pernah melebihi batas jangka kredit yaitu 30 hari sejak tanggal penjualan. Sebaliknya kredibilitas B tidak baik. Hal ini juga berlaku pada perusahaan besar yang mengoperasikan prosedur pra penagihan lengkap. (4) Apabila dipandang kredibilitasnya cukup baik. untuk tahap pertama berikan batas kredit yang tidak terlalu tinggi.1.1. atau reputasi manajemennya. Dalam hal ini bila A akan membeli lagi secara kredit. (3) Dapatkan referensi dari pelanggan lama. bahkan A selalu memanfaatkan peri ode potongan. 11 . dari dua kartu piutang di atas dapat disimpulkan bah wa kredibilitas A baik sekali. Prosedur Pembuatan Faktur Informasi yang pada umumnya ingin diketahui manajemen (1) Pengiriman barang yang belum dibuat fakturnya pengiriman secepat mungkin dan Organisasi Pada perusahaan yang masih kecil. mengenai kredibilitas calon pelanggan. Sementara itu bagaimanakah prosedur pemberian kredit bagi calon pelanggan? Untuk mengandalkan catatan kredit jelas perusahaan tidak punya.

9-10) Rekening pembantu persediaan untuk setiap jenis barang (Gb. Potongan tunai Penjualan. maka buku-buku yang dipakai adalah: Bukujurnal penjualan (Gb.2.2.2. Retur dan Potongan Penjualan.3. 9-11) Rekening buku besar Piutang Dagang. Pembelian.2.2. bila jenis barang yang diperdagangkan banyak dan nilai satuannya relatifkecil.2. Catatan: 12 . Biaya Angkut Penjualan.1.2. Penjualan. Persediaan. 9. bukti transaksi. Jenis barang pada toko kelontong dapat mencapai ribuan jenis.2. dan nilai barang relatif tinggi. semen tara nilai satuannya relatif kecil. Penjualan.2. Retur dan Potongan Penjualan.2. Retur dan Potongan Pembelian.2.2. Hal ini akan diuraikan lebih lanjut dalam catatan akuntansi.2.1. Potongan Tunai Penjualan. dan Biaya Angkut Pembelian (Gb. Aspek infirmasi untuk manajemen.2. maka biasanya digunakan metode periodiklpisik.1. Perusahaan yang mengoperasikan metode perpetual misalnya dealer mobil. 9.1. 9-13) Bila perusahaan menyelenggarakan akuntansi persediaan secara periodikl pisik. Potongan Tunai Pembelian. Bentuk Jurnal Penjualan dapat dirancang sebagai berikut: 9.2.4. 9.2. Prosedur Akuntansi dalam Penjualan Kredit Termasuk dalah prosedur ini adalah bagaimana transaksi penjualan kredit dicatat.2.1.3.9-12) Rekening pembantu Piutang pada tiap-tiap langganan (Gb. dan bukti transaksi yang digunakan Kelima prosedur di atas membentuk sistem penjualan kredit.2.2. Selanjutnya akan dibahas catatan akuntansi.2.2. dealer jam tang an mewah.2 Catatan Akuntansi Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan kredit berhubungan dengan metode akuntansi persediaan. yaitu metode perpetual atau metode periodiklpisik. 9. 9-10) Pada umumnya metode perpetual dipilih bila jenis persediaan relatif sedikit. 9.Tugas bagian ini adalah membuat faktur dan mengirimkan secepatnya kepada pembeli. 9-12) Rekening pembantu Piutang pada tiap pelanggan (Gb.2. 9.2. 9. dan bagan alir arus dokumen dalam prosedur penjualan kredit.5. dan organisasi sudah cukup j e1asdiuraikan di atas. 9. Bila perusahaan menyelenggarakan akuntansi persediaan secara perpetual. 9. 9. dan sebagainya.2.1.2. Perusahaan yang biasanya menggunakan metode pisik adalah toko-toko kelontong. dan Harga Pokok Penjualan (Gb. 9-11) Rekening buku besar Piutang Dagang.2. Sementara itu.1.1. maka catatan akuntansi yang digunakan: Buku jurnal penjualan (Gb.

nomor dan tanggal pesanan yang dibuat pelanggan. Bukti TransaksiIFormulir yang Digunakan Pesanan Penjualan.2. Meskipun demikian dalarn praktek kadang ada juga perintah pengiriman barang yang berisi pula data mengenai harga satuan. 9-11 Jurnal Penjualan 9.2 .3. 9.2.1.2. Hal: JURNAL PENJUALAN REF PIUTANG DAGANG Debit PENJUALAN Kredit UTANGPPN Kredit TGL. Perintah Pengiriman Barang. harga satuan.JI.3.. Dokumen ini dibuat dalarn beberapa rangkap. Informasi pada dokumen ini sama dengan informasi pada surat pesanan penjualan. dan jumlah harga keseluruhan.3. 13 . Ilustrasi dibuat secara berturutturut agar pembaca dapat melihat bahwa terdapat cukup banyak persamaan diantaraketiganya. jenis barang yang dipesan. Faktur (penjualan). Informasi pada dokumen ini harnpir sarna dengan informasi pada surat pesanan penjualan kecuali harga satuan dan jumlah harga. KETERANGAN Gb. meskipun terdapat pula perbedaannya. yang dapat berfungsi pula sebagai 1embar otorisasi penjualan kredit. 12 Jakarta ~tan PT KALPATARU . LeBteng Agung No.3. kuantitas. Informasi pada dokumen ini pada umumnya terdiri identitas perusahaan penjual. nomor dan tanggal pesanan penjualan. identitas pembeli. Oleh karen a itu terdapat kombinasi faktur dan pesanan penjualan. 9.2. Berikut adalah contoh ketiga dokumen tersebut di atas. 9.3.

9-12 Surat Pesanan Penjualan PT KALPATARU Lenteng Agung No.PT RALPATARU JL Lenteng Agung No. JENIS BARANG NOMORKODE BARANG KUANTAS HARGA NOJUr : Tanggal: Tennin : JUMLAH Gb.n. 12 Jakarta Selatan 'PESANAN PENJUALAN No. Nomor : Tanggal! SURAT PERINTAB PENGIRIMAN Kepada No. JENIS BARANG NOM OR KODE BARANG Alat angkut: KUANTITAS Gb. 12 Jakarta Selatan . 9-13 Surat Perintah Pengiriman 14 .

(2) Pejabat yang rnernberi persetujuan penjualan kredit hams dipisah dari bagian penjualan. Kadang-kadang bahkan surat perintah pengirirnan barang rnenggunakan formulir yang sarna. rnengingat bagian penjualan sering dihadapkan pada target penjualan sejurnlah tertentu. 15 . 12 Jakarta Selatan FAKTUR. (4) Faktur (penjualan) hams diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Oleh karena itu dalarn praktek sering hanya dibuat satu formulir saja.PTKALPATAR. tetapi rnutasi persediaan juga dicatat di bagian akuntansi yaitu di kartu persediaan. Alasannya. bila bagian penjualan jugarnernberi persetujuan kredit.U JI. Otorisasi dan Prosedur Pencatatan (3) Penjualan kredit hams diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. rnaka adakernungkinan kurang hati-hati dalarn pernberian kredit.4. rnaka ada kernungkinan rnenerirna barang 1000 ton dicatat hanya 800 ton. Bila petugas yang rnenyirnpan barang rnerangkap sebagai petugas pernbukuan formal. Aspek Pengendalian Interen pada Sistem Penjualan Organisasi (1) Bagian/petugas penyirnpanan barang hams dipisahkan dengan bagian/petugas pencatatan. Mernang bagian gudang juga rnencatat rnutasi barang di dalarn kartu gudang. 9-14 Faktur (penjualan) Dari ketiga garnbar di atas surat pesanan penjualan nyaris sarna. (5) Pernbukuan hanya dilakukan bila bukti-bukti sudah lengkap dan benar. dengan catatan harga satuan bukan hal yang bersifat rahasia. 9. Lenteng Agung No. Kepada: No.2. JENIS BARANG NOMORKODE BARANG KUANTAS HARGA Nomor : TanggaJ:: Termin: JUMLAH Gb.

dengan fungsinya masing-masing sebagai berikut: BAGIAN Penjualan Kabag Keuangan FUNGSI Menerima dan mengedit pesanan pelanggan Menyetujui/menolak penjualan kredit pada tiap pelanggan dianggap perusahaan masih relatif kecil.5. Perusahaan (model) tersebut dapat perusahaan besar. (8) Seeara periodik dilakukan pengiriman surat pernyataan piutang. menengah. Bagan Alir Arus Dokumen Dalam Sistem Penjualan Kredit Bagan alir arus dokumen sesungguhnya menggambarkan prosedur yang harus dilaksanakan dalam suatu sistem tertentu.Praktik Sehat (6) Surat pesanan penjualanlfaktur sebaiknya dibuat bernomor urut tereetak. atau keeil. Karena merupakan prosedur. Keuangan) Menyimpan barang dan mengirim barang (dianggap bahwa perusahaan masih relatifkecil. 9. memposting ke rekening buku besar Meneatat transaksi ke rekening dan Gudang dan Pengiriman Penagihan Akuntansi: Jurnal dan buku besar Kartu piutang dan 16 . Asumsi Mengenai Bagian/Petugas Terkait Untuk menggambarkan bagan alir arus dokumen. maka harus ada perusahaan/organisasi hipotetis yang dijadikan model. atau dengan uraian. bahkan pada perusahaan yang jenis usaha.2. Untuk menggambarkan prosedur dalam sistem penjualan (kredit) ini pertama kali akan diasumsikan bagian/petugas yang terlibat. dan dijelaskan daftar kegiatan yang dilakukan oleh setiap bagianlpetugas terkait. Perlu diingat bahwa bagan alir arus dokumen pada suatu perusahaan dapat berbeda dengan perusahaan lainnya. sehingga bagian gudang dan pengiriman barang masih dirangkap) Membuat dan mengirim faktur kepada pelanggan Meneatat transaksi pada jurnal penjualan. Berikut adalah asumsi-asumsi sehubungan dengan penjualan kredit. (1) Perusahaan menjual barang seeara kredit (2) Akuntansi persediaan dilakukan dengan metode perpetual (3) Perusahaan mempunyai bagian-bagian (yang berhubungan dengan transaksi penjualan kredit). sehingga persetujuan penjualan kredit masih dirangkap oleh Kabag. selain dapat digambarkan dalam bagan alir juga dapat dinyatakan seeara narasi. Prosedur. dan skala usahanya hampir sarna. (7) Seeara periodik dilakukan peneoeokan antara saldo rekening piutang dengan saldosaldo rekening pembantu piutang. maka harus ada bagian-bagian atau petugas-petugas yang telibat. Bagi mereka yang sudah terlatih. bagan alir arus dokumen sangat membantu dalam memahami prosedur yang berlaku. kemudian digambarkan bagan alir arus dokumen.

dan ke kartu persediaan untuk setiap jenis barang Bagan Alir Arus Dokumen Dalam Transaksi Penjualan Kredit PESANAN PENJUALAN KABAO KREDIT GUDANG DITEMPEL PADAPEMBUNGKUS BARANG DIMINTAKANTAND TANGAN DARI PEMBELI 2 BILA PESANAN PENJUALAN DISETUJUI MENGIRIM BARANG Gb.Kartu Persediaan pembantu piutang masing-masing pelanggan.9-15 Bagan Alir Arus Dokumen dalam Sistem Penjualan Kredit 17 .

9-16 Bagan Alir Arus Dokumen dalam Sistem Penjualan Kredit (lanjutan) Daftar Kegiatan Pada BagianIPetugas Terkait Bagian Penjualan (1) Menerima pesanan dari calon pembeli. lembar kedua dilampiri Pesanan Penjualan dikirim ke bagian akuntas~. dan lembar ketiga ke bagian penagihan. pembeli dirnintamenanda tangani PesananPenjualan lembar pertama bila sudah menerima barang. (3) Mengarsipkan Pesanan Penjualan lembar kedua. (2) Barang dikirimkan kepada pembeli. Bagian GudangIPengiriman (1) Atas dasar Pesanan Penjualan yang diterimadari bagian penjualan. (3) Mengirim Pesanan Penjualan lembarpertama dan kedua ke bagian GudangIPengiriman. dan menempelkan lembar kedua pesanan Penjualan pada bungkusan barang. Keuangan. bagian ini membuat Faktur rangkap dua. 18 . kemudian membuat Pesanan Penjualan rangkap empat.FAKTUR . (4) Mengarsipkan Pesanan Penjualan lembar keempat. (2) Memintakan persetujuan penjualan kredit kepada Kabag. mengedit pesanan. Lembar pertama dikirim kepada pembeli. yang sudah ditandatangani penerima barang (pembeli). Bagian Penagihan (1) Atas dasar tembusan Pesanan Penjualan. bagian ini membungkus barang. "" . 4 FAKTUR 2 UNTUK PEMBELI Gb. .

(3) Bukti-bukti kemudian diarsip. pemegang kartu piutang dan persediaan membukukan ke kartu masing-masing. (3) Bagian penagihan mengisi perkalian kuantitas yang sesungguhnya dikirim dengan harga satuan. Misalkan dipesan 100 ton tetapi barang hanya ada 80 ton. Dokumen yang dibuat lang sung diberi nama FAKTUR. Prosedur ini dipilih bila sering terjadi pesanan tidak dapat dipenuhi sepenuhnya. maupun faktur itu sendiri. dengan menggunakan perusahaan angkutan Trisula. dan melengkapi kelengkapan lainnya seperti pajak. Dikirim barang yang dipesan oleh PT Rimba Cemara. Pada metode ini satu set faktur dapat digunakan untuk merekam data penjualan beberapa jenis barang. maupun sebagai faktur. dan tanda tangan serta cap resmi pada faktur tersebut. PT Kalpataru yang beralamat di J1. 30 Surabaya. Lenteng Agung No. agar PT Kalpataru mengirim 2. Satria No.Bagian Akuntansi (1) Atas dasar bukti transaksi berupa Pesanan Penjualan dan Faktur. Ilustrasi berikut menggambarkan metode ini. 12 Jakarta. dan harga satuan. maka 2-2-93 19 . (2) Atas dasar dokumen yang sarna. Penggabungan demikian disebut kombinasi surat order dan faktur. (2) Bagian pengiriman mengisi kuantitas barang yang sesungguhnya dipesan. Berikut adalah sebagian dari transaksi penjualan barang. jumlah. KOMBINASI PROSEDUR PESANAN PENJUALAN DAN PEMBUATAN FAKTUR Bentuk dan isi surat pesanan penjualan dan faktur (penjualan) sebagai mana diilustrasikan di atas hampir sarna. Oleh karena itu sering kali kedua formulir ini digabung. yang dapat dibagi dalam 3 metode utama yaitu: (A) Prosedur order dan prosedur penagihan terpisah (separate order and billing procedure) (B) Prosedur pengiriman satuan (unit shipping procedure) (C) Prosedur pra penagihan lengkap (complete pre billing procedure) (A) Prosedur order dan prosedur penagihan billing procedure) terpisah (separate order and Pada prosedur ini pengisian dokumen dilakukan tiga tahap: (1) Bagian pesanan penjualan mengisi jenis.500 pak kertas HVS 70 mg dan 3000 pak kertas buram. Biasanya barang yang ada dikirim dulu. baru kemudian sisanya dikirim belakangan (back order). karena stock digudang tinggal sedikit. artinya satu macam dokumen berfungsi baik sebagai surat pesanan penjualan. dan secara periodik membukukan ke rekening buku besar. adalah distributor kertas untuk daerah pemasaran Jawa dan Bali. pemegang buku jumal membukukan ke dalam jumal penjualan. meskipun ada yang berfungsi sebagai lembar otorisasi kredit. Tanggal 1-2-93 Transaksi Diterima pesanan dari PT Rimba Cemara yang beralamat di J1.

DI30 n. Harga hvs Rp7 . harga satuan (bila harga satuan sudah ditetapkan atau harga berdasar daftar harga resmi).00 per pak. dan mengisi data siapa yang memesan. petugas pesanan pembelian segera mengambil satu set faktur.500 TERBILANG Jakarta. PT Rimba Segara Nomor : FIle1 Tanggal : 111193' Termin : 3115.000. dan kertas buram yang dikirim barn 2. 1-2-93 Kepala Bagian Pemasaran Buntarangin Gb.000 4. Sabia 30 Surabaya No. dan kertas buram Rp4.kertas hvs 70 mg yang dikirim hanya 2.00 per pak. DI BAGIAN PESANAN PENJUALAN Begitu perusahaan mendapat pesanan.000 KUANTITAS DIKIRIM HARGA JUMLAH 1 2 HVS70MG KERTAS BURAM 7. JENIS BARANG KUANTITAS DIPESAN 2. PT KALPATARU JL Lenteng Agung NQ. Pesanan Penjualan dalam metode Prosedur Pesanan dan Pembuatan Faktur Terpisah 20 . jenis serta banyaknya barang yang dipesan.500 pak.500 3. 9-17 Ilustrasi Pengisian Faktur di Bag.300 pak.500. 12 Jakarta Selatan FAKTUR Kepada. Data barang dikirim serta jumlah masih dikosongkan.

sehingga formulir lengkap dan berfungsi sebagai faktur.500 3. Pengiriman Barang dalam metode Prosedur Pesanan dan Pembuatan Faktur Terpisah Setelah bagian pengiriman mengisi data mengenai jumlah barang yang benar-benar dapat dikirim.IZ Jakarta Selatan FAKTUR Kepada: PT Rimba Segara JLSatriaJO Surabaya No.500 PT KALPATARU Nomor : FI101 Taugal:1I2I93 Tennin : 3/15.DI BAGIAN PENGIRIMAN Karena stok barang di gudang tidak mencukupi maka hanya dapat dikirim sebagian.000 KUANTITAS DIKIRIM 2. 21 . dan dilengkapi dengan hal-hallain seperti cap perusahaan. dan kertas buram hanya dikirim 2.300 rim. 1-2-93 Kepala Bagian Pemasaran Buntarangin Gb. selanjutnya formulir dikirim ke bagian pembuatan faktur. JENIS BARANG KUANTITAS DIPESAN 2. untuk dilengkapi informasinya. dan tanda tangan pejabat yang berwenang.500 TERBILANG Jakarta. Dl30 ) HARGA JUMLAH 1 2 HVS 70MG KERTAS BURAM 7. Bagian ini kemudian mengisikan kolom kuantitas dikirim pada formulir tersebut sebagai tamp at pada halaman berikut. 9-18 Ilustrasi Pengisian Faktur di Bag. Kertas HVS 70 mg hanya dikirim 2.000 4.500 rim.300 2. JL Lenteng Agung No.

250. 9-18 Ilustrasi Pengisian Faktur di Bag.000 KUANTITAS DIKIRIM 2.350.000 4.500 Nomor Tanggal : 112193 Termin : 3115.500 3. Faktur dalam metode Prosedur Pesanan dan Pembuatan Faktur Terpisah 22 . nl30 : F/IOl HARGA JUMLAH 1 2 HVS70MG KERTAS BURAM PPN 10% 7.735.000 27. Lenteng Agung No.500 16.100.000 2. 12 Jakarta Selatan FAKTUR Kepada: PT Rimba Segara JI. 1-2-93 Kepala Bagian Pemasaran Buntarangin Gb.DI BAGIAN FAKTUR Bagian ini melengkapi faktur sehingga lengkap sebagai berikut: PT KALPATAltU JI.300 2.000 JUMLAH mRBILANG : Tiga puluh juta delapan puluh lima ribu rupiah Jakarta. JENIS BARANG KUANTITAS DIPESAN 2.000 11. Satria 30 Surabaya No.000 30.085.

Data yang diisikan di sisni mulai darijenis barang yang dipesan. Dengan demikian jumlah yang dapat dikirim dapat dipastikan sejak di bagian pesanan penjualan. Apabila perusahaan sudah memiliki sistem komunikasi yang baik. Bila metode ini dipakai maka tidak perlu ada bagianJpegawai yang khusus menangani faktur. (2) Kadang justru pelanggan yang menghendaki agar untuk setiap jenis barang yang dibelinya harus dibuat satu set faktur tersendiri. Satria No.CATATAN: Menurut hemat penulis metode ini hanya dioperasikan pada perusahaan yang mempunyai gudang terpisah cukup jauh dari kantor. 30 Surabaya. maka bagian pesanan akan menghubungi terlebih dahulu (lew at interkom. Catatan: Perlu diingat bahwa kebijakan untuk menerbitkan satu set faktur untuk setiap jenis barang dapat saja terjadi meskipun perusahaan tidak mengkombinasikan prosedur pesanan penjualan dan pembuatan faktur. karena tanggal pengiriman barang berbeda-beda. agar PT Kalpatarn mengirim 2. harga satuan. (C) Prosedur pra penagihan lengkap (complete pre hilling procedure) Prosedur ini digunakan bila setiap pesanan pelanggan yang masuk selalu dapat dipenuhi. untuk memastikan kuantitas yang dapat dikirim. PT Kalpatarn yang beralamat di J1. Kebijakan ini juga dapat diterapkan pada metode kombinasi yang lain yang akan dibahas kemudian. (B) Prosedur pengiriman satuan (unit shipping procedure) Prosedur ini sarna dengan prosedur di atas. dan perusahaan belum mempunyai sistem komunikasi atau sistem informasi. Jadi bila pelanggan memesan tiga jenis barang maka harns dibuatkan tiga set faktur. maka faktur tinggal ditanda tangani pejabat yang berwenang. (1) Dikehendaki oleh manajemen bahwa setiap jenis barang dibuat satu set faktur. kuantitas. Apalagi bila perusahaan telah memiliki sistemkomputerisasi persediaan. serta sistem penyimpanan barang yang baik. 12 Jakarta. Berikut adalah sebagian dari transaksi penjualan barang. Bila kondisi ini ada maka faktur dapat dibuat mendekati lengkap di bagian pesanan penjualan. HT. serta pajaknya bila ada. sudah dapat diketahui stok barang yang ada. Tanggal 1-2-93 Transaksi Diterima pesanan dari PI Rimba Cemara yang beralamat di J1. sehingga tidak akan terjadi back order. dan sistem penyimpanan yang baik. Lenteng Agung No. atau telepon) bagian gudang. hanya bedanya pada prosedur ini dikehendaki satu set faktur untuk setiap jenis barang. dan jumlah harga.500 pak kertas HVS 70 mg. Mengapa dikehendaki satu set faktur untuk setiap jenis barang? Berikut adalah alasan-alasannya. dan 3000 pak kertas buram. Ilustrasi berikut menggambarkan metode ini. adalah distributor kertas untuk daerah pemasaran Jawa dan Bali. maka bagian pesanan penjualan tinggal memanggil kode barang tertentu. Karena nyaris lengkap. 23 . maka pada saat bagian pesanan penjualan menerima pesanan.

Satria 30 Surabaya No.500. Pesanan Penjualan dalam metode Prosedur Pra Penagihan Lengkap 24 .000 13.500 HARGA JUMLAH 1 2 HVS70MG KERTAS BURAM PPN 10% 7. JENIS BARANG KUANTITAS DIPESAN 2. maka segera dibuatkan satu set faktur sebagai berikut: 11.2. dan kertas buram Rp4.00 per pak.000 34.500.00 per pak.100.500 17. 9-20 Ilustrasi Pengisian Faktur di Bag.000 4.2-93 Dikirim semua barang yang dipesan oleh PT Rimba Cemara.500 3.100.000. 1-2-93 Kepala Bagian Pemasaran Buntarangin Gb. Harga hvs Rp7.000 31.000.500. LeJlteng Agog No. DJ BAGJAN PESANAN PENJUALAN Begitu bagian pesanan mendapatkan pesanan dari pelanggan.300 2. dengan menggunakan perusahaan angkutan Trisula. DI30 FAKTUR Kepada: PT Rimba Segara J1.000 KUANTITAS DIKIRIM 2.000 3.000 JUMLAH TERBILANG : Tiga puluh empat juta seratus ribu rupiah Jakarta.lZ Jakarta Selatan PT KALPATARU Nomor : FIlOt Tanggal:lI2I93 Tennin : 3IlS.

Perusahaan "D" menganut sistem penjualan lang sung (direct marketing). misalnya kombinasi mengenai distribusi penjualan berdasar produk sekaligus daerah pemasaran. dan seterusnya. Jenis produk Jenis kelompok produk Daerah pemasaran Tenaga pemasar Pelanggan utama Kombinasi (B) Metode Distribusi Apabila manajemen menginginkan informasi mengenai distribusi penjualan. 3. maka manajemen ingin tahu jumlah penjualan kepada masing-masing pelanggan utama tersebut. 1. Perusahaan "B" memiliki berpuluh-puluhjenis produk tetapi misalnya dapat dikelompokkan ke dalam 4 kelompok produk. dapat menggunakan metode-metode berikut: 1. Perancangan media distribusi yang dilakukan secara manual atau tulis tangan. distribusi penjualan dapat dilakukan atas dasar: 1. Kadang-kadang diinginkan kombinasi. 5. 2. tetapi dipasarkan di beberapa daerah. 6. (katakanlah dua sampai tigajenis) maka dapat digunakan jurnal berkolom. Dengan merancang media distribusi sejak awal maka pekerjaan pendistribusian dapat dilakukan bersama-sama dengan pekerjaan pembukuan lainnya. Perusahaan "C" memiliki satu jenis produk. Dengan demikian laporan mengenai distribusi penjualan dapat segera disampaikan kepada pihak manajemen. maka manajemen ingin mengetahui total penjualan untuk masingmasing daerah pemasaran. 2. (A) Dasar Distribusi Berdasar uraian di atas. maka media untuk merinci dan meringkas informasi hams dirancang sejak awal. maka manajemen mungkin ingi mengetahui berapa penju~an yang dilakukan oleh masing-masing tenaga pemasar. untuk kemudian dijadikan bahan untuk membuat laporan khusus untuk manajemen (laporan interen). Misalkan Perusahaan "A" memiliki 5 macam produk utama. Buku jurnal yang digunakan dalam hal ini adalah buku jurnal penjualan yang dirancang khusus. 4. Jurnal Berkolom (collumnar journal) Daftar Berkolom (collumnar spreadsheet) Summary Strip Rekening Tunggal (unit account) Jurnal Berkolom (collumnar journal) Apabilajenis klasifikasi tidak banyak. 4. 3.DISTRIBUSI PENJUALAN Distribusi penjualan adalah prosedur untuk merinci dan meringkas informasi dalam faktur (penjualan) ke dalam klasifikasi tertentu. Rancangan formulir jurnal penjualan mengikuti rancangan 25 . maka manajemen ingin mengetahui total penjualan untuk setiap jenis produk. melalui beberapa tenaga pemasar. Perusahaan "E" mempunyai 4 pelanggan utama. Maka manajemen ingin informasi penjualan tiap kelompok produk.

' . Format buku jumal tersebut dapat dirancang sebagai berikut: PT KALPATARU JI. KETERANGAN REF PIUTANG DAGANG (Debit) UTANG PPN (Kredit) PENJUALAN Area 1 (Kredit) PENJUALAN Area 2 (Kredit) - Gb. dan jenis klasifikasi. nomor faktur. " '. maka dibutuhkan minimum 81embar daftar berkolom (40:5).. manajemen menghendaki laporan penjualan per jenis produk. . " " . rekening didebit. . .9-21 Jumal Penjualan (yang berfungsi sebagai media distribusi) Catatan: Metode jumal berkolom dapat digunakan bila jenis klasifikasi antara dua sampai tiga.jumal pada umumnya yaitu terdiri dari kolom tanggal. karena ukuran kertas standar tentunya tidak akan mencukupi. Pada umumnya tiap lembar dapat menampung lima jenis klasifikasi. keterangan. Daftar Berkolom (collumnar spreadsheet) Bila jenis klasifikasi lebih dari tiga maka dapat digunakan metode daftar berkolom.. '. :"$0. 12 JaImI1a Selatan " >. referensi. Rancangan daftar berkolom untuk tiap lembamya adalah: tanggal. .. No. Bila jenis klasifikasi lebih dari tiga maka tidak praktis menggunakan metode ini. . Misalkan PT Kalpataru memiliki 20 jenis produk. Karena rekening yang dikredit adalah rekening penjualan." y JURNAL PENJUALAN '. maka kolom penjualan (kredit) dipecah menjadi katakanlah dua klasifikasi. 2.:"'1IIm ' ' " . dan rekening yang di kredit. Rancangan daftar berkolom dapat dibuat sebagai berikut: 26 . Dengan demikian bila suatu perusahaan mempunyai 40 jenis klasifikasi. Lenteug Agung No.

9-22 Daftar Berkolom Jakarta Selatan PTKALPATAltU JL Lenteng Agnng No. 9-23 Daftar Berkolom (lanjutan) PT KALPATARU JL Lenteng Agung No. 12 DISTltIBUSI PENJUALAN TGL NOMOR FAKTUR PRODUK 6 PRODUK 7 PRODUK 8 PRODUK 9 Hal: PRODUK 10 Gb.PTKALPATAltU JL Lenteng Agung No. 9-24 Daftar Berkolom (lanjutan) 27 . 12 Jakarta Selatan DISTRlBUSI PENJUALAN TGL NOMOR FAKTUR PRODUK 1 PRODUK 2 PRODUK 3 PRODUK 4 Hal: PRODUK 5 Gb. 12 Hal: DISTRlBUSI PENJUALAN Jakarta Selatan TGL NOMOR FAKTUR PRODUK 11 PRODUK 12 PROD UK 13 PRODUK 14 PROD UK 15 Gb.

. : ' '~ " ' ._'.~:"'HaIt "~. h'. Summary Strip Metode summary strip pada hakekatnya sarna dengan metode daftar berkolom versi kedua.. -- PRODUK 19 PRODUK 20 Gb.:' -.. .. .JL Lenteng Agung No. 9-26 Summary Strip 28 . \. Bila dalarn daftar berkolomjenis klasifikasi dusajikan horisontal maka dalarn summary strip jenis klasifikasi disajikan vertikal. ~ t . U . yaitu bila penjualan untuk tiap jenis produk terjadi untuk setiap hari.PEN.JUALAN TGL NOMOR FAKTUR PRODUK 16 PRODUK 17 PRODUK 18 ' .PT KALPATARU JL Lenteng Agung No. hal ini disesuaikan dengan format summary strip sebagai berikut: PT KALPATABU Jakarta Selatan .Jakarta Selatan DlSTRIBUSI. 9-25 Daftar Berkolom (lanjutan) 3.. 12 DISTlUBUSI PENJUALAN Til: Produk Produk 1 Produk 2 Produk 3 Produk4 Produk 5 Produk 6 Jumlah Jml Gb.

Pada bisnis eceran misalnya. Dewasa ini dengan bantuan komputer pekerjaan demikian dapat dikerjakan secara relatif mudah. Kas register yang sudah dihubungkan dengan komputer induk akan memutahirkan data persediaan per jenis barang.000 s/d 300.Tgl.Tgl Jml TgJ Jml Tgl Jml TIL.000 jenis). PT KALPATARU JI. sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan akan tampak seperti gambar di halaman berikut. Pembuatan distribusi secara manual hanya mungkin dilakukan bilajenis klasifikasi katakanlah antara dua sampai tiga puluh. Dalam sistem ini mutasi setiap jenis barang setiap saat selalu dicatat. atau ribuan. sudah dioperasikan komputerisasi untuk penjualan eceran yang disebut Point Of Sale (PaS). Lenteng Agung~.'. Dalam sistem ini setiap mesin kas register yang dirancang khusus. . ~Selatall DISTRIBUSI " " 12 / ' ' PENJUALAN " Tgl Produk Produk 1 Produk 2 Produk 3 Produk4 Produk 5 Produk 6 Jumlah Jrnl Jml . maka distribusi penjualan secara manual tidak mungkin dilaksanakan. . Pada saat kasir menerima pembayaran dari pembeli. Bilajenis klasifikasi ratusan. kasir juga akan memasukkan data kode barang yang dijual.9-27 Summary Strip (yang dipasang saling tindih) Menggambarkan Penjualan Tiap Jenis Produk Dalam Satu Minggu Distribusi Penjualan Dengan Komputer Metode-metode yang diuraikan di atas adalah metode distribusi penjualan yang dilakukan secara manual (tulis tangan). Jml Total Gb. ~. Jml . . (toko serba ada yang cukup besar mempunyai jenis produk 50. Cara menumpuknya biasanya dengan menggunakan karton yang agakkaku. dihubungkan dengan komputer induk.Cara penyajian summary strip adalah dengan cara menumpuk lembar kedua diselipkan di bawah lembar pertama. . 29 .

2. Sebutkankondisi-kondisi yang mengharuskan penggunaan masing-masing metode. Sebutkan metode-metode pengkombinasian terse but 2. Dijual satu buah sepeda motor merk Dahana dengan harga Rp3. saudara dapat membuat asumsi-asumsi tertentu. adalah perusahaan pembuat generator listrik.00 per buah.00per buah. Dijual satu buah sepeda motor merk Dawala dengan harga Rp3 . misalkan perusahaan mempunyai tiga macam produk.00 per buah. 9-4 Bukti-bukti transaksi apa saja yang diperlukan dalam sistem dan prosedur penjualan tunai dan kredit? 9-5 Dalam sistem penjualan kredit terdapat dua prosedur pokok yaitu prosedur pesanan penjualan (order procedure) dan prosedur pembuatan faktur/penagihan (billing procedure).00 Dijual dua buah sepeda motor merk Astrajingga dengan harga Rp3. 15 20.300. 55 Jakarta. Berikut adalah transaksi dalam bulan Januari 1993. TGL 3. Untuk itu harus dirancang suatu sistem distribusi penjualan tertentu agar bagian akuntansi dapat menjawab pertanyaan manajemen dengan cepat. Gajah Mada 153 Jakarta.000. 29.000. Dijual satu buah sepedamotormerkDawala dengan harga Rp3.000. Selanjutnya isikan data berikut ke dalam rancangan saudara tersebut.100. Cempaka Putih No. dalam sistem penjualan tunai. menjual tiga jenis produk yaitu sepeda motor bebek merk Astrajingga. 9-3 Sebutkan unit organisasi yang terkait dalam sistem penjualan kredit dan juga sistem penjualan tun ai. yaitu 30 .00per buah. 1. Dawala.000.300. 9-6 Manajemen seringkali membutuhkan berbagai informasi sehubungan dengan penjualan yang telah terjadi seperti berapa nilai penjualan periode tertentu untuk masing-masing produk. Perusahaan memiliki empat daerah pemasaran utama. TRANSAKSI Dijual dua buah sepeda motor merk Astrajingga dengan harga Rp3.200.000. yang dapat dikombinasikan. dan Dahana.200.000.00 per buah. PT Akasia Raya yang beralamat di n. Diminta: 1. Dijual satu buah sepeda motor merk Dahana dengan harga Rp3. Beberapa metode distribusi penjualan diantaranya adalah metode jurnal berkolom. 9-7 PT Gajah Jaya yang beralamat di J1. 8. berapa nilai penjualan periode tertentu untuk tiap-tiap daerah pemasaran dsb. 25. Rancanglah jurnal yang bersangkutan yang sekaligus dapat berfungsi sebagai alat distribusi penjualan.100.SOAL-SOAL BAB IX 9-1 Sebutkan prosedur-prosedur 9-2 Sebutkan prosedur-prosedur dalam sistem penjualan kredit.

Diminta: 1. GJ25R. GJ90. Sehubungan dengan pemasaran produk. Perusahaan memiliki lima jenis produk yaitu generator tipe GJ45. buatlah ilustrasi penggunaan media dan metode distribusi.D KI. Jateng. GJ50R. 2. Bila perusahaan menyelenggarakan distribusi penjualan secara manual. ada masing -masing daerah pemasaran tesebut perusahaan memiliki satu agen utama. maupun untuk kantor pusat? Berdasar jawaban butir 1 di atas. metode apa yang menurut saudara cocok untuk agen utama. Jabar. 31 . dan GJlOZ. dan Jatim. manajemen menginginkan informasi jumlah penjualan tiap jenis produk pada tiap daerah pemasaran untuk setiap bulannya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.