Anda di halaman 1dari 2

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius.

Yogyakarta.
Fauziannor, Syarif. 2009. Eutrofikasi.
Aori. 2009. Eutrofikasi di Perairan.
Singgih. 2010. Eutrofikasi Perairan.
Margano. 2010. Ekosistem Perairan Danau.
Apridayanti, Eka. 2008. Evaluasi Pengelolaan Lingkungan Perairan Waduk Lahor Kabupaten
Malang Jawa Timur

Samino, S., Catur, R., Dwi, S., dan Rudina, A.R. 2004. Monitoring Dinamika
Komunitas Fitoplankton dan Zooplankton di Waduk Sutami Malang.
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Brawijaya. Malang

SarieI, E. S. 1986. Konservasi Tanah dan Air. Pustaka Buana. Bandung

Biotrop dan Proyek Brantas Indonesia. 1980. !enelitian !erikanan Waduk,
Konsep !engelolaan !erairan Waduk untuk !erikanan. erjasama
Biotrop dan Proyek Brantas Indonesia

Dirjen Pengairan. 1983. !royek Induk !engembangan Wilayah Sungai Brantas.
Dirjen Pengairan. Badan Pelaksana Proyek Induk Pengembangan
Wilayah Sungai Brantas. Malang

Wiadnya, D. G., Sutini L., dan Lelono T.F. 1993. Manafemen Sumberdaya
!erairan Dengan Kasus !erikanan Tangkap di Jawa Timur. Fakultas
Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang

Eutrofikasi didefinisikan sebagai pengayaan (enrichment) air dengan nutrien atau unsur hara
berupa bahan anorganik yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan
produktivitas primer perairan. Nutrient yang dimaksud adalah nitrogen dan fosfor. Eutrofikasi
diklasifikasikan menjadi dua yaitu artificial atau cultural eutrophication dan natural eutrophication.
Eutrofikasi diklasifikasikan sebagai artificial (cultural eutrophication) apabila peningkatan unsur hara di
perairan disebabkan oleh aktivitas manusia dan diklasifikasikan sebagai natural eutrophication jika
peningkatan unsur hara di perairan disebabkan oleh aktivitas alam (Effendi, 2003).
Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan terhadap danau besar dan kecil, di antara
nutrient yang berperan penting bagi tanaman (karbon, nitrogen, dan fosfor) ternyata fosfor merupakan
elemen kunci dalam proses eutrofikasi. Suatu perairan dikatakan eutrofik jika konsentrasi total fosfor
berada dalam rentang 35-100 g/L. Sebuah percobaan berskala besar yang pernah dilakukan pada
tahun 1968 terhadap Danau Erie (ELA Lake 226) di Amerika Serikat membuktikan bahwa danau yang
hanya ditambahkan karbon dan nitrogen tidak mengalami fenomena algal bloom selama delapan
tahun pengamatan. Sebaliknya, bagian danau lainnya yang ditambahkan fosfor (dalam bentuk
senyawa fosfat) di samping karbon dan nitrogen terbukti nyata mengalami algal bloom (Aori, 2009).