Anda di halaman 1dari 2

Macam Macam Termometer Termometer Laboratorium Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol.

Jika cairan bertambah pan as maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termo meter sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor. Termometer Klinis Termometer ini khusus digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan bisanya diisi den gan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran ti dak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35C sampai 42C. Termometer Ruangan Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda . Skala termometer ini antara -50C sampai 50C Termometer Digital Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer di gital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaian nya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk ang ka yang langsung bisa dibaca. Termokopel Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketik a terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda Termokopel Sensor temperature dibuat dari pasangan kawat termokopel tembaga konstan dengan koefisien seebeck 40 microvolt/celcius derajat. Pengukuran relative antara dua buah titik junction. Dengan demikian untuk dapat mengukur temperature objek secara mutlak, temperature salh satu junction harus terukur yang selanjutnya disebut sebagai temperature referensi. Temperatur referensi diukur dengan IC sensor temperature LM35. Secara elektronik temperature objek diperoleh dari selisih temperature objek dengan temperature referensi ditambah dengan temperature referensi itu sendiri. Temperatur yang diindera dengan sensor yang menghasilkan sinyal analog dirubah menjadi pulsa dengan frekuensi yang sebanding. Jumlah pulsa yang terjadi pada interval waktu tertentu direkam dengan fasilitas printing calculator. Keluaran alat berupa angka cacahan yang terekam pada kertas yang merupakan nilai yang sebanding dengan rata-rata temperature selama sepuluh menit (atau tergantung waktu yang dibutuhkan). Termometer gas volume konstan Termometer ini menggunakan tekanan pada volume konstan sebagai sifat metrik. Ji ka volume gas dibuat konstan, maka tekanannya bergantung pada temperatur Oleh karena itu, jika temperatur naik, tekanan pada gas akan meningkat. Perubaha n nilai tekanan tersebut berlangsung secara linier sehingga dapat dijadikan seb agai alat pengukur temperatur. pV = T, (persamaan keadaan gas ideal) Untuk kalibrasi menggunakan pengukuran tekanan gas pada 2 suhu. Pada dasarnya terdiri dari :

Bohlam C dari kaca, porselen mengkilap, menyatu kuarsa, platina atau platinum-ir idium (tergantung pada rentang suhu di atas yang akan digunakan) dan dihubungkan oleh sebuah tabung kapiler ke sebuah alat pengukur tekanan merkuri seperti mano meter terbuka Reservoir air raksa R gunanya untuk menjaga titik acuan E tidak berubah Termometer merkuri Cara Kerja : Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubaha n volume. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu m enurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. Termometer tahanan: Thermometer ini merupakan salah satu dari termometer elektronik yang menggunakan termistor. Termistor ini terdiri dari kawat halus platina kerangka mika, tabung Termometer ini bekerja berdasarkan sifat termometrik yaitu perubahan tahanan lis trik bahan logam bila suhu berubah Memiliki ketelitian 0,001 C. Termometer bimetal Salah satu pemanfaatan sifat termometrik pemuaian panjang logam adalah pada term ometer bimetal. Dalam termometer bimetal, digunakan keping bimetal yang tipis dan berbentuk spir al. Prinsipnya, apabila suhu berubah menjadi tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keoefisien muainya lebih tinggi, sedangkan jika suhu menjadi rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keofisien muainya lebi h rendah. Range : -650c 4300c Ketelitian : 0.50c 120c Pyrometer Pyrometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda yang sangat panas Instrumen pyrometer tidak menyentuh benda panas sehingga pyrometer dapat dipergu nakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira 500oC sampai 3000oC ) ya ng dapat membakar habis termometer jenis lainnya.