Anda di halaman 1dari 8

PENGALAMAN MORAL

DISUSUN OLEH :

Nama NIM

: :

Houtsma Simon Tomboy 095214015

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

BAB 1
1.1

PENDAHULUAN

Latar belakang .
Moral adalah baik sebagai manusia. Pengalaman merupakan suatu tindakan atau kejadian yang dialami oleh manusia. Pengalaman moral dapat saya simpulkan menjadi suatu kejadian yang berkaitan dengan keadaan ataupun tindakan yang telah dialami berkaitan dengan menjadi manusia yang baik.

1.2

Permasalahan.
Dalam kehidupan sehari-hari menjadi baik merupakan hal yangsulit apabila tidak dilakukan secara terus menerus dan tidak menjadi suatu kebiasaan. Kurangnya peran mahasiswa sebagaipribadi yang mengkritisi permasalah atau hal-hal yang terjadi di masyarakat menjadikan kebaikan menjadi halt yang sulit terealisasikan di masyarakat.

1.3

Tujuan .
Pembuatan makalah ini untuk merefleksikan pengalan moral yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari saya bila ditinjau dari baik dan buruk.

BAB II
2.1 Pengalaman moral.

PEMBAHASAN

Kebaikan yang dimaksud dalam ajaran moral adalah kebaikan ditinjau secara menyeluruh, melaui : a. b. c. Tujuan perbuatan. Cara yang ditempuh. Keadaan sekitar juga harus baik.

2.2

Nilai moral .
Ada bermacam-macam nilai Nilai moral sebagai nilai paling tinggi Berkaitan dengan tanggung jawab. Berkaitan tuntutan hati nurani. Mewajibkan secara mutlak . Perlu diterapkan pada nilai-nilai (umum).

1.Norma pada umumnya a. Kaidah pertimbangan penilaian. b. Mengandung saksi dan pahala. 2.Jenis-jens norma perilaku a. Norma khusus : norma teksnis dan permainan, bersifat sementara untuk mencapai tujuan tertentu . b. Norma umum : norma sopan santun, norma hukum dan norma moral. 3.Kekhususan norma moral a. Mulai berlakunya tidak dapt dipastikan. b. Belum tentu dapat dipaksakan dan dituntut pelanggarnya. c. Menentukan baik-buruknya perilaku dai sudut etis. d. Sebagai norma tertinggi. e. Tidak dapt dicabut walau semakin sedikit orang yang menghayatinya.

f. Bisa bentuk positif atau negatif. 4. Sifat-sifat khas norma moral. a. Kemutlakan norma moral . Pandangan dan praktek etis yang berbeda-beda dalam pelbagai kebudayaan dapat menimbulkan relativisme moral. Akan tetapi relativisme ini tidak taham uji karena beberapa konsekuensi berikut: b. c. 5. 6. Tidak mengakui perbedaan mutu etis antara berbagai kebudayaan Tolak ukur penilaian etis bagi perilaku siatu masyarakat hanya berdasarkan kaidah-kaidah moral (budaya, kebiasaan) masyarakat itu. Tidak mungkin terjadi kemajuan dalam bidang moral Objektivitas norma moral . Ada sifat subjektivitas norma moral. Nilai dan norma moral tidak ditentukan oelh selera pribadi. Dapat dilakukan diskusi / dialog mengenai norma-norma moral. Objektivitas norma moral tidak menghapus kebebasan. Universalitas norma moral. Kalau absolut maka harus universal, berlakuu selalu dan dimana-mana. Mendapat tantangan dari etika situasi. Etika situasi dalam bentuk ekstrim tidak tahan uji. Kaitan norma dan nilai. Norma sebagai ekspresi nilai. Norma sebagai pelindung nilai. Noram hanya pula arti karena ada nilai dibelakangnya. Norma dapat juga menyembunyikan atau mengaburkan nilai. Pola pelaksanaan norma.

Imperatif hipotesis. Bersyarat, untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pengalaman. Tidak bersyarat. Berlaku utuk segala keadaan. Tidak berdasarkan pengalaman.

Imperatif kategoris.

Tolak ukur perbuatan moral adalah : 1. a. Kaidah dasar moral. Kaidah sikap baik . Sebagai landasan dari semua norma moral : Harus membuat yang baik dan mencegah yang buruk. Selalu bersikap baik terhadap siapa dan apa saja. Berbuat baik = memandang seseorang / sesuatu tidak hanya sejauh berguna bagi saya. Pelaksanaannya tergantung apa yang baik dalam situasi konkret. Menghadapi dilema : Harus memilih yang ada kelebihan maksimal dari akibat baik dibanding akibat-akibat buruk (meminimalkan akibat-akibat buruk). b. Kaidah keadilan. 7. Kaitan dengan sikap baik : Mengandaikan kaidah sikap baik Perlu berbuat baik secara adil Keadilan menjamin pelkasanaan kebaikan dengan benar

Pengertian keadilan .

Sederhana : Memberi kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Lebih dasar : Memberi perlakuan yang sama terhadap orang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan : Keadilan (seperti halnya sikap baik) bermaksud membahagiakan orang lain.

Perbedaan dalam kemampuan dan kebutuhan orang membenarkan perlakuan yang berbeda. Perumusan lebih rinci : Memberi perlakuan yang sama terhadap orang lain berarti : Memberi sumbangan yang relatif sama terhadap kebahagiaan mereka, diukur pada kebutuhan mereka Menuntut dari mereka pengorbanan yang relatif sama, diukur pada kemampuan mereka. Kesimpulan : Kesamaan sumbangan kearah kebahagiaan orang lain dan kesamaan beban yang harus dipikul kepada mereka tidak dimaksudkan dalam arti sama rata. Kaidah keadilan mengandung arti : Memberi perlakuan yang sama kepada semua orang dalam pembahagiaan dari pada yang baik dan yang buruk, dalam pemberian bantuan, tugas-tugas dan fungsi sosial, dengan mmeperhatikan kebutuhan dan kemampuan mereka. Perbandingan antara kedua kaidah dasar Kaidah sikap baik berlaku untk apasaja yang ada : kaidah keadilan hanya berlaku untuk manusia (makhluk berakal budi). menerapkan yang satu tidak boleh melanggar yang lain. Keduanya hanya berlaku prima facie. Kedua-duanya berdiri sendiri. c. Kaidah hormat terhadap diri sendiri Maksudnya atau pengertiannya Berdasarkan pada faham bahwa manusia adalah pesona Wajib untuk mmeperlakukan diri sendiri sebagai sesuatu yang bernilai pada dirinya sendiri. Dua arah : a. b. Kesimpulan : Tidak membiarkan diri diperlakukan tidak baik. Tidak membiarkan diri terlantar.

Kewajiban terhadap orang lain (kaidah sikap baik dan keadilan) mesti dibarengi oleh perhatian yang wajar terhadap diri sendiri. Dalam berbuat baik dan adil kepada orang lain, kita tidak membuang diri kita sendiri. Dasar dari kaidah dasar Ketiga kewajiban dasar terdahulu adalah sebagai jaminan pelaksanaan dari dua nilai paling tinggi dan fundamental, yaitu nilai dari apa saja yang ada dan nilai tak terhingga dari setiap makhluk berakal budi. Oleh karena itu : Melaksanakan kewajiban itu merupakan tuntutan kodrat. Tidak melaksanakan kewajiban = ingkar terhadap kodratnya. 2. Kedua nilai tadi berasal dari sumbernya yang paling dasar. Maka kaidah ketuhanan adalah dasar dari kaidah dasar yang sebenarnya. Teori Teologis Baik atau buruknya suatu tindakan berdasarkan akibat yang dihasilkan oleh tindakan tersebut. a. Teori Hedonisme Baik atau buruknya tindakan tersebut hanyalah yang membawa keuntungan dan kesenanangan pribadi. b. Teori Eudemonisme (eudaimonia = kebahagiaan) Ajarannya : yang baik bagi manusia adalah yang mmebuat dia bahagia Menurut Aristoteles : Kebahagiaan dicapai dalam melakukan sesuatu , yakni dengan mengembangkan secara optimal segala potensi yang ada pada kita Tindakan itu (tiga bentuk hidup) ialah : a. b. c. c. Hidup mencari nikmat Hidup berpolitik Hidup berfilsafat

Utilitarisme ( Utilitas = berguna)

Ajarannya : yang baik adalah yang membawa manfaat bagi orang banyak Sebagai referensi diatas, saya menuliskan pengalaman saya.

Tindakan moral

Sejak kecil saya dibiasakan untuk mengutamakan orang lain yang lebih membutuhkan daripada saya. Setiap kali saya naik kendaraan umum, dlam hal ini naik bus, bus dalam kondisi penuh dan kebetulan saya mendapat tempat duduk. Tiap kali ada wanita atau ibu-ibu secara otomatis saya akan memberikan tempat duduk saya kepada wanita atau ibu-ibu tersebut. Hal ini tidak saya lakukan secara instant, karena saya harus merelakan kenyamanan saya untuk orang lain. Pertama kali saya mempersilahkan orang lain menempati bangku saya, yang saya rasakan adalah malu dan terlihat canggung, namun ketika saya melakukannya se tiap bis penuh dan saya mempersilahkan orang lain menempati bangku saya, perilaku ini menjadi suatu kebiasaan bagi saya dan saya akan merasa malu apabila saya duduk sedangkan ada orang lain (dalam kasus ini orang tua ataupun wanita) yang berdiri. Tindakan saya ini dapat saya analisis merupakan pengalaman moral dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana. Tindakan ini dipicu oleh ajaran-ajaran serta nasehat dari orangtua dan lingkungan sehingga saya berperilakau baik apabila melihat dan membandingkan dengan sutau sikap dapat dnyatakan baik atau buruk dari tinjauan diatas.

2.3

Kesimpulan
Tindakan baik dapat dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.

Orang bermoral adalah orang yang melakukan ajaran/ nasehat untuk berbuat baik, ini bisa dilakukan dengan hal-hal kecil serta sederhana di sekitar kita. Tindakan besar selalu dimulai dari tindakan kecil.