Anda di halaman 1dari 47

Salam KJK . . .

MARI . . .
MEMBIASAKAN STANDAR YANG BENAR
BUKAN MEMBENARKAN STANDAR YANG BIASA

Pekerjaan Kode Pekerjaan Level

: Kepala Cabang/Manager :
J 65 90 0 1 1 11 VI 01

: Sertifikat VI KELOMPOK KOMPETENSI UMUM

NO
1. 2. 3.

Kode Unit
KJK.SP01.002.01 KJK.SP01.003.01 KJK.SP01.006.01 KJK.SP01.007.01

Judul Unit Kompetensi


Melakukan Prinsip-prinsip Pengelolaan Organisasi & Manajemen Koperasi Jasa Keuangan Melakukan Prinsip-prinsip Pengelolaan Organisasi & Manajemen Koperasi Jasa Keuangan Syariah Menyusun Perencanaan Strategis Memberikan Motivasi

4.

KELOMPOK KOMPETENSI INTI


NO
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kode Unit
KJK.SP02.013.01 KJK.SP02.014.01 KJK.SP02.026.01 KJK.SP02.027.01 KJK.SP02.028.01 KJK.SP02.029.01 Melaksanakan Pengendalian Intern

Judul Unit Kompetensi

Melakukan Kontrak Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan Menilai Tingkat Kesehatan Menganalisis Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Mengamankan Asset dan Infrastruktur Melakukan Kemitraan

KELOMPOK KOMPETENSI KHUSUS


NO
1. 2.

Kode Unit
KJK.SP03.006.01 KJK.SP03.007.01 Melakukan Negosiasi Menyajikan Presentasi

Judul Unit Kompetensi

STANDAR KOMPETENSI Melakukan Kontrak Pinjaman/ Pembiayaan dan Pengikatan Agunan Koperasi Jasa Keuangan
Merencanakan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan

ELEMEN KOMPETENSI

Melaksanakan Kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan

Melaporkan hasil melakukan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan

Koperasi Jasa Keuangan (KJK) adalah lembaga keuangan mikro yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi yaitu antara lain melaksanakan tugas pokoknya menghimpun dana, mengelola dan menyalurkan dana dari oleh dan untuk anggota. Berdasarkan kegiatan usahanya tersebut di atas, terutama penyaluran pinjaman sangat erat berkaitan dengan masalah yuridis, yakni perikatan utang piutang. Jika KJK ingin mempunyai kedudukan hukum yang kuat, maka perjanjian pinjaman dan perikatan agunan harus diperjanjikan secara tegas dan tertulis

Fungsi Perjanjian pinjaman


Merupakan Pactum de Contrahendo, yaitu sebagai

perjanjian pokok yang merupakan sesuatu yang menentukan batal atau tidak batalnya perjanjian lain yang mengikutinya (accessoir) seperti perjanjian pengikatan agunan. Sebagai alat bukti mengenai batasan-batasan hak dan kewajiban di antara KJK dan peminjam. Sebagai alat melakukan monitoring, pembinaan dan pengawasan pinjaman.

Modul yang mempunyai keterkaitan adalah


Modul Melakukan Penilaian Kelayakan Usaha Menghitung kebutuhan pinjaman/pembiayaan Aspek keuangan dapat diketahui dari data laporan keuangan, realisasi dan rencana usaha yang dibuat. Dari nota analisa pinjaman dapat diambil kesimpulan apakah permohonan pinjaman / nasabah layak untuk dapat disetujui atau tidak (Character, Capital, Capacity, Clateral, Condition of economy) Menilai aspek agunan Agunan yang diserahkan oleh calon peminjam/nasabah harus dipastikan mudah dijual (marketable).

Merencanakan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan


1. Sarana Pendukung
Ruangan yang cukup nyaman. Meja dan Kursi cukup untuk para pihak melakukan

kegiatan kontrak dan pengikatan agunan. Surat Persetujuan Permohonan Pinjaman (SPPP). Peraturan atau perundang-undangan yang berlaku (seperti KUH Perdata). Formulir-formulir yang siap untuk ditandatangani oleh para pihak. Sarana lainnya seperti meterai, alat tulis, dll.

Merencanakan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan


Hal-hal lain yang perlu diperhatikan :
Dokumen kontrak dan persyaratan pinjaman disiapkan 2

(dua) rangkap serta disusun sesuai prosedur.


Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan atau

diluar dugaan seperti salah ketik, maka perlu diteliti kembali keakuratan dan keabsahannya. Pihak-pihak yang terkait dalam kontrak dan pengikatan diundang secara resmi seperti: manajer, kabag pinjaman, petugas pinjaman dan calon peminjam (perorangan : suami dan isteri, sedangkan perusahaan : direktur dan komisaris).

Merencanakan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan


Persiapan Dokumen Kontrak Pinjaman dan Pengikatan Agunan
Selain alasan adminisrasi dan alasan pembuktian di depan pengadilan,

ada juga kontrak-kontrak yang oleh undang-undang harus dibuat secara tertulis dengan konsekuensi hukum bahwa kontrak tersebut akan dianggap tidak ada ataupun batal demi hukum apabila dibuat secara lisan.(Contohnya, pasal 613 KUHPerdata dengan tegas mengatur bahwa dalam melakukan perjanjian pengalihan utang-piutang atas nama dan kebendaan tidak bertubuh lainnya, maka perjanjian pengalihan tersebut harus dibuat secara tertulis baik dalam bentuk akte notaris, ataupun di bawah tangan. Dengan pengertian lain, tidak ada pedjanjian pengalihan hak tagih piutang kepada orang lain (cessie) bila tidak dibuktikan dengan suatu perjanjian tertulis) Selain harus tertulis, ada juga perjanjian yang harus dibuat dalam bentuk akta otentik. Jika ketentuan tersebut tidak dipenuhi, perjanjian tersebut akan batal demi hukum (null and void). Contohnya, perjanjian pengalihan hak atas benda tidak bergerak

Jadual Pelaksanaan Kontrak Pinjaman/ Pembiayaan dan Pengikatan Agunan


Setelah persiapan pembuatan kontrak selesai maka : Syarat2- yang diperlukan harus dipenuhi jadual disusun, dengan mempertimbangkan tingkat kesibukan KJK dan ketersediaan waktu para pihak. para pihak dikonfirmasi telebih dahulu via telepon, kemudian setelah jadual definitive disusun, diinfromasikan kembali kepada mereka

Jadual pelaksanaan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan disusun.

PEMAHAMAN TENTANG ALAT BUKTI


Jika dilihat dari azas manfaatnya, kehadiran dan perlunya dokumen Kontrak Pinjaman adalah karena kebutuhan akan pentingnya alat bukti tertulis Pasal 1866 KUH Perdata jo Pasal 164 HIR menyatakan bahwa alat bukti dalam perkara perdata terdiri dari : a. bukti tulisan; b. bukti dengan saksi-saksi; c. persangkaan-persangkaan; d. Pengakuan e. sumpah.

Berbeda dengan hukum perdata, alat bukti yang sah dalam lapangan hukum pidana, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 184 KUHAP ialah : keterangan saksi; keterangan ahli; s u r a t; Petunjuk; keterangan terdakwa Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan.

Pemahaman tentang Akta Otentik


Akta Otentik merupakan alat bukti yang sempurna,

sebagaimana dimaksud dalam pasal 1870 KUH Perdata. Akta Otentik memberikan diantara para pihak termasuk para ahli warisnya atau orang yang mendapat hak dari para pihak itu suatu bukti yang sempurna tentang apa yang diperbuat/dinyatakan dalam akta ini. Hal ini berarti mempunyai kekuatan bukti sedemikian rupa karena dianggap melekatnya pada akta itu sendiri sehingga tidak perlu dibuktikan lagi dan bagi hakim itu merupakan Bukti Wajib/ Keharusan (verplicht bewijs) Dengan demikian barang siapa yang menyatakan bahwa akta otentik itu palsu, maka ia hrus membuktikan tentang kepalsuan akta itu. Oleh karena itulah maka akta otentik mempunyai kekuatan pembuktian, baik lahiriah, formil maupun materil (Uitwendige, formiele en materiele bewijskracht)

Pemahaman tentang Akta Otentik


Kekuatan pembuktian lahiriah artinya Akta otentik mempunyai kemampuan

untuk membuktikan dirinya sendiri sebagai akta otentik; mengingat sejak awal yaitu sejak adanya niat dari pihak (Pihak-pihak) yang berkepentingan untuk membuat atau melahirkan alat bukti, maka sejak saat mempersiapkan kehadirannya itu telah melalui proses sesuai dan memenuhi ketentuan pasal 1868 KUH Perdata Kemampuan atau kekuatan pembuktian lahiriah ini tidak ada pada akta/ surat dibawah tangan (Vide pasal 1875 KUH Perdata). Kekuatan pembuktian formil artinya : Dari akta otentik itu dibuktikan bahwa apa yang dinyatakan dan dicantumkan dalam akta itu adalah benar merupakan uraian kehendak pihak-pihak; itulah kehendak pihak-pihak yang dinyatakan dalam akta itu oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang dalam menjalankan jabatannya. Kekuatan Pembuktian Materiil, Artinya: Bahwa secara hukum (Yuridis) isi dari akta PPAT itu telah membuktikan keberadaannya sebagai tanda bukti terhadap dirinya (Termasuk ahli warisnya atau orang lain yang mendapat hak darinya

Pemahaman tentang Akta Dibawah tangan


Akta dibawah tangan bagi hakim hanyalah merupakan

Bukti bebas (Vrij Bewijs) Akta dibawah tangan ini baru mempunyai kekuatan bukti materiil setelah dibuktikan kekuatan formilnya. Sedang kekuatan pembuktian formilnya baru terjadi, bila pihak-pihak yang bersangkutan mengakui akan kebenaran isi dan cara pembuatan akta itu. Dengan demikian akta dibawah tangan ini berlainan dengan akta otentik, sebab bilamana satu akta dibawah tangan dinyatakan palsu, maka yang menggunakan akta dibawah tangan itu sebagai bukti haruslah membuktikan bahwa akta itu tidak palsu

Draft Dokumen Kontrak Pinjaman/ Pembiayaan dan Pengikatan Agunan (lanjutan)


Sahnya suatu perjanjian (pasal 1320 KUH perdata) :

Adanya kata sepakat Adanya kecakapan untuk membuat suatu perikatan Mengenai suatu hal tertentu Suatu Causa yang halal diperbolehkan

Model-Model Dokumen Kontrak dan Pengikatan. Kontrak secara singkat menggambarkan poin-poin penting dalam kontrak tersebut, seperti :

Nama dan alamat para pihak yang berkontrak Hak dan kewajiban dari KJK. Hak dan kewajiban dari peminjam/mitra pembiayaan. Tanda tangan para pihak yang berkontrak Tanggal penandatanganan dan keberlakukan kontrak

Melaksanakan Kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan

Draft dokumen kontrak dan pengikatan dijelaskan kepada para pihak Penandatangan dokumen kontrak dan pengikatan dilakukan oleh para pihak. Berkas dokumen kontrak dan pengikatan agunan diarsipkan. Hasil kontrak dan pengikatan agunan dievaluasi.

Penjelasan Draft Dokumen Kontrak Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan kepada Para Pihak
Dokumen kontrak pinjaman dan pengikatan agunan dibacakan agar dapat dimengerti oleh para pihak tentang isi dari kontrak pinjaman dan pengikatan agunan tersebut Diberikan kesempatan untuk para pihak mengerti pasal demi pasal dari isi perjanjian pinjaman dan penikatan agunan, untuk memastikan tidak ada lagi yang dipermasalahkan oleh para pihak Notaris (jika kontrak pinjaman secara notaril) atau manajer KJK (jika kontrak pinjaman dibawah tangan) untuk menanyakan kepada calon peminjam, apakah

masih ada hal-hal yang perlu ditanyakan

Terjadinya suatu kontrak secara hukum harus memenuhi unsur-unsur


Unsur Essenslaila

Unsur essensialia suatu kontrak adalah unsur yang sangat penting dan mutlak harus dipenuhi untuk dapat dikatakan telah ada atau telah lahimya suatu kontrak. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan dad apa-apa sebenamya yang mutlak harus jelas dalam suatu kontrak. Seperti dalam kontrak sewa-menyewa, hargra sewa dalam kontrak tersebut harus jelas. Begitu juga dengan kuasa dari suatu kontrak. Karena apabila hal tersebut tidak dipenuhi dalam suatu kontrak maka dapat membuat kontrak tersebut tidak pemah hadir.

Terjadinya suatu kontrak secara hukum harus memenuhi unsur-unsur


Unsur Naturalia

Unsur naturalia suatu kontrak adalah unsure pedanjian yang diatur dalam undangundang. Namun, kebedakuan kontrak dapat dikesampingkan oleh para pihak yang berkontrak. Contohnya, dalam guarante ogreement, keditur pada umumnya akan meminta untuk tidak diberlakukannya ketentuan pasal 1831, 1833 1837, 1847, 1849 KUH Perdata yang mengatur tentang kewajiban kreditur untuk tedebih dulu mengusahakan pemenuhan utang tersebut dad debitur sebelum melakukan penagihan kepada guarantor dad pedanjian kredit tersebut. Contoh lain, dalam pasal 1831 KUH Perdata, dengan tegas diatur hak isimewa dad seorang guarantor. Bila debitur utama (principal debitor) wanprestasi, kreditur tersebut hanya dapat menggugat guarantor, sebagai penjamin dalam hal telah lebih dahulu dibuktikan bahwa debitur utama tersebut tidak mempunyai harta maupun kemampuan lagi untuk menyelesaikan utangutangnya. Namun, pasal yang mengatur hak istimewa dad seorang penjamin tersebut temyata dapat dikesampingkan kebedakuannya berdasarkan hak yang diberikan oleh pasal 1832 KUH Perdata.

Terjadinya suatu kontrak secara hukum harus memenuhi unsur-unsur


Unsur Accidentallia

Unsure accedentalia adalah suatu kontrak mengambarkan kebebasan kontrak bagi para pihak, para pihak dalam hal ini dapat mempedanjikan hal-hal yang telah disepakati bersama dan menuangkannya dalam kontrak, walaupun hal-hal yang disepakati tersebut tidak diatur dalam undang-undang.

jumlah hutang (plafond) besarnya jasa/margin/bunga waktu pelunasan Cara/media penarikan pinjaman yang diberikan cara-cara pembayaran Mutasi keuangan peminjam dan pembukuan oleh KJK klausula opensbarheid(hilangnya kewenangan dan hak) barang agunan.

BEBERAPA CLAUSULA YANG BIASA DIBUAT DALAM SUATU KONTRAK


Affiirmative covenant (hal yang harus dilakukan oleh peminjam/mitra pembiayaan).
Peminjam/mitra pembiayaan dengan ini berjanji dan menyetujui serta mengikatkan diri untuk selama bedakunya pedanjian ini, peminjam/mitra pembiayaan wajib untuk: a. Menggunakan kredit tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan. b. Membentuk dan memelihara system pembukuan administrasi dan pengawasan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang umumnya diterima di Indonesia dan yang diterapkan secara terus menerus untuk mencerminkan secara wajar keadaan harta kekayaan, keuangan serta hasil usaha debitur. c. Mengaktifkan rekening dan transaksi di KJK. d. Segera memberitahukan kepada kreditor tentang semua perkara yang menyangkut peminjam/mitra pembiayaan, baik perkara perdata, pidana maupun kepailitan, maupun perkara dengan instansi pemerintah yang akan mempengaruhi usaha ataupun kekayaan peminjam/mitra pembiayaan, termasuk juga tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh peminjam/mitra pembiayaan. e. Memisahkan seluruh administrasi keuangan debitur dengan administrasi dan transaksi keuangan kolompok/group perusahaan peminjam/mitra pembiayaan.

f. Mengijinkan kreditur ataupun pihak yang ditunjuk oleh kreditor pada setiap waktu untuk memeriksa kegiatan.aktivitas perusahaan, pembukuan dan catatan-catatan yang dibuat oleh peminjam/mitra pembiayaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya dan seluruh biaya yang timbul akibat pemeriksaan tesebut menjadi beban peminjam/mitra pembiayaan. g. Memastikan setiap saat jumlah yang berutang di dalam perjanjian mempunyai kedudukan yang sama atau lebih tinggi daripada utang-utang debitur kepada pihak lain; h. Melaksanakan pengikatan atas agunan sesuai ketentuan yang bedaku dan syarat syarat yang ditetapkan oleh kreditor dan/ atau melakukan tindakan-tindakan yang dianggap pedu oleh kreditor dalam hubunganya dengan agunan dan/atau dokumen agunan; i. Membayar semua kewajiban-kewajiban pajak dan/atau pungutan-pungutan lain pada saat kewajiban tersebut harus dibayar, termasuk pajak dan/ atau pungutanpungutan lain atas pembayaran yang harus dilakukan oleh debitur kepada kreditur sehubungan dengan perjanjian ; j. Mempertahankan semua hak-hak serta ijin-ijin yang sekarang dipunyai debitur dan segera memohon ijin-ijin baru bilamana ijin-ijin tersebut dipedukan untuk menjalankan usaha debitur. k. Memberikan dengan segera, tepat dan lengkap dad waktu kewaktu segala keterangan yang diminta oleh kreditur yang berhubungan dengan pemberian kredit berdasarkan perjanjian.

Negative Covenant

(Hal-hal yang disepakati untuk tidak dilakukan debitur),

Selama peminjam/mitra pembiayaan masih terikat dalam perjanjian ini, peminjam/mitra pembiayaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang tercantum di bawah ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dad kreditur : a. Mengikat did sebagai penanggung/penjamin utang dan/atau menjaminkan harta kekayaan debitur kepada pihak lain; b. Mendapat pinjaman kredit dari pihak lain. c. Melakukan transaksi dengan seorang atau suatu pihak, termasuk tetapi tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya dengan cara yang berbeda atau di luar praktek-praktek dan kebiasaan-kebiasaan dagang yang ada dan melakukan pembelian lebih mahal dan/atau melakukan penjualan lebih murah dad harga pasar; d. Meminjamkan uang kepada pihak lain; e. Melakukan tindakan yang melangar suatu ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku;

f. Memohom pailit atau Penundaan Kewajiban g.

h.

i. j.

Pembayaran Utang terhadap debitur sendiri ; Mengubah kegiatan usaha dan/atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada ; Melakukan pembayaran utang sebelum jatuh tempo, kecuali dalam menjalankan kegiatan usaha sehad-had. Mengadakan penyertaan investasi pada perusahaan lain Mengalihkan kepada pihak lain sebagian atau seluruh hak dan kewajiban debitur yang timbul dad Perjanjian atau dokumen agunan.

Pengikatan Agunan
agunan pinjaman yang diserahkan harus

memiliki harga dan nilai misalnya sebidang tanah berikut bangunan memiliki nilai pasar Rp 500 jt. dan nilai menurut NJOP Rp 300 jt, maka penilaian bank terhadap agunan tersebut = 70% x Rp 300 jt = Rp 210 jt. KJK sebaiknya melakukan pengikatan terhadap agunan dalam jumlah tertentu, artinya jaminan tersebut mempunyai harga dan nilai yang dapat diklarifikasikan menurut harga pasar. perikatan agunan yang bersifat acesoir.

Pengikatan Agunan Sesuai UU


UU No. 4 tahun 1996 tentang hak tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan: Objek Hak tanggungan meliputi bangunan, tanaman dan hasil karya yang merupakan kesatuan dengan tanah, berupa Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Guna Usaha Objek Hak Tanggungan meliputi Rumah Susun dan Hak Pakai atas tanah negara Fiducia (UU Nomor 42 Tahun 1999, merupakan pengembangan dari lembaga gadai. Barang-barang yang diserahkan sebagai jaminan fiducia adalah benda/barang yang secara sosial ekonomi dapat menunjang kelancaran jalannya suatu usaha/perusahaan seperti kendaraan bermotor, stock barang dagangan, inventaris Gadai menurut Pasal 1150 KUH Perdata adalah suatu jaminan dalam hal pelaksanaan suatu prestasi yang akan diberikan oleh peminjamuntuk masa yang akan datang mengingat bahwa gadai memberikan kekuasaan kepada pemegang gadai untuk mengambil pelunasan dari barang gadai secara didahulukan. Cessie merupakan bentuk pengalihan piutang sesuai Pasal 613 KUH Perdata. Syarat-syarat cessie piutang sebagai Jaminan : Harus ada perjanjian pinjaman sebagai perjanjian pokok. Piutang atas nama dan piutang itu telah ada pada saat dijaminkan. harus dituangkan dalam suatu perjanjian pemberian jaminan yang dibuat dengan akta notaris, Tidak dibukukan sebagai harta KJK

Penandatangan Dokumen Kontrak Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan


Jika para pihak telah

sepakat bahwa isi perjanjian pinjaman maupun pengikatan agunan dapat diterima Penandatangan dilakukan pada tempat yang khusus disediakan pada dokumen kontrak pinjaman dan pengikatan agunan termasuk pada lampiranlampirannya (jika ada) serta membubuhi paraf yang dibutuhkan

Pengakhiran Kontrak dan Perikatan


Karena pembayaran Karena penawaran pembayaran tunai, ikuti dangan

penyimpanan atau penitipan. Karena pembaharuan utang (novasi) Karena perjumpaan utang atau kompensasi Karena percampuran utang Karena pembebasan utangnya Karena musnahnya barang yang terutang Kebatalan atau pembatalan

Wanprestasi
Berdasarkan Pasal 1233 KUH Perdata Alasan Wanprestasi :
Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya. Melakukan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana yang

dijanjikan. Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.

PENYALAHGUNAAN KEADAAN
Penyalahgunaan keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) yaitu adanya pihak yang mempunyai kelebihan dari

yang lain antara lain keadaan ekonomis, salah satu pihak dalam keadaan yg terjepit, hubungan antara atasan dan bawahan, adanya hubungan yang timpang dalam kewajiban timbal balik.

PENYALAHGUNAAN KEADAAN
Berdasarkan putusan MA No. 104/SIP/1982,

KUASA MENJUAL yang dibuat SECARA terpisah dengan PENGAKUAN HUTANG dengan maksud sebagai jaminan untuk melunasi hutang debitur kepada kreditur, merupakan perjanjian semu dan diklasifikasikan sebagai kehendak satu pihak,karena debitur dipihak yang lemah dan terpaksa menandatangani akta kuasa menjual tsb bersamaan dengan akta PENGAKUAN HUTANG.

Pengarsipan Berkas Dokumen Kontrak


Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan

Menyusun system pengarsipan dokumen pinjaman/pembiayaan


Mengelompokkan dokumen: arsip pinjaman dan dokumen legal. Disimpan pada lemari khusus, yakni lemari tahan api (kluis)

DOKUMEN DEBITOR
MERENCANAKAN KONTRAK PINJAMAN FAILING DOKUMEN

MELAKSANAKA N KONTRAK PINJAMAN

LAIN-LAIN
FC KTK, KSK, SURAT NIKAH DAFTAR STOK BARANG DAGANGAN INVOIVE/FACTUR

DOKUMEN AGUNAN SURAT KUASA PERJANJIAN PINJAMAN

SPPJ ; - PENAWARAN - RKAS - KSO (bila ada) (dokumen ainnya)


:

DOKUMEN KONTRAK DAN PENGIKATAN

Tanggal ....... Nomor ...........

Debitor atas nama : .................................................

7. FC KTP,KSK,Surat Nikah 6. Daftar Stok Barang Dagangan (agunan stok) 5. Invoice/faktur pembelian (agunan mesin2) 4. Dokumen Agunan (sertipikat,BPKB,Surat Ijin Pemakaian Kios,dll 3. Surat Kuasa menyerahkan/memindahkan hak atas barang yang dibiayai dan agunan yang diserahkan ke KJK 2. Surat Persetujuan Permohonan Pinjaman (SP3) 1. Perjanjian Pinjaman

Penjamin atas nama : ...............................................................

Melaporkan hasil melakukan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan


Secara umum yang mengelola dan bertanggung jawab terhadap dokumen kontrak pinjaman dan pengikatan agunan sampai dengan pengarsipan dan pelaporan adalah Kabag Pinjaman/Pembiayaan Setelah dilakukan pengarsipan hasil kontrak pinjaman dan pengikatan agunan sesuai prosedur yang berlaku pada KJK, Kabag Pinjaman/Pembiayaan melaporkan kepada Manajer Selanjutnya manajer melaporkan kepada pengurus atas hasil pelaksanaan melakukan kontrak pinjaman dan pengikatan agunan dengan menggunakan Form Laporan Evaluasi Form Laporan Hasil Kegiatan Secara Berkala

Syarat Laporan Yang Baik


Isi laporan harus terperinci dan jelas Harus mengandung data dan fakta serta informasi yang diperlukan Isi laporan jangan berbelit-belit

Kreteria Laporan Yang Efektif


Mudah dimengerti dan dipahami oleh penerima laporan Mampu menguraikan masalah serta analisanya secara jelas bagi pembaca laporan Mampu menyajikan permasalahan secara logis, konsisten dan sistematis Persuasif Yaitu mampu mendorong pembaca untuk memberikan perhatian dan mengambil keputusan sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang mempersiapkan laporan Meyakinkan Yaitu berdasar pada data dan informasi yang dapat diandalkan

CONTOH FORMAT LAPORAN EVALUASI


NO 3 Penyusunan draft dokumen pengikatan agunan Penyiapan sarana pendukung untuk pelaksanaan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan Penyusunan jadual pelaksanaan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan Pelaksanaan konformasi kepada para pihak tentang jaduan pelaksanaan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan Pemanggilan para pihak melalui undangan Penjelasan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan kepada para pihak Penanda tanganan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan oleh para pihak Penyimpanan dan pengamanan dokumen kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan Bekasi, April 2010 Mengetahui, KJK SEJAHTERA ADI JAYA PERMANA,SE.,MM. Pengurus ABD. RAZAK,SE Manager Sesuai prosedur Sesuai prosedur

4 5

Sesuai prosedur Belum dilakukan

6 7

Secara lisan Sesuai prosedur

8 9

Sesuai prosedur Disimpan di filling cabinet

CONTOH FORMAT LAPORAN SECARA BERKALA


NO NAMA PEMINJAM PERJANJIAN NOMOR 1 2 3 4 5 6 Yuswandi Sriana Sugeng Riyadi Jasirah Kaspon .. 01/PK/A/2/10 02/PI/CA/2/10 03/PK/A/3/10 04/PI/CA/3/10 05/PK/A/3/10 TANGGAL 12-02-2010 16-02-2010 06-03-2010 16-03-2010 26-03-2010 JUMLAH PLAFOND AGUNAN YANG DIIKAT BPKB SHM SHM BPKB SHM SHM PERSYARATAN LAINNYA

10000000 25000000 30000000 10000000 25000000

Daftar Gaji SIUP/TDP SIUP/TDP Daftar Gaji SIUP/TDP

. .. Bekasi, April 2010 Mengetahui, KJK SEJAHTERA

ADI JAYA PERMANA,SE.,MM. Pengurus

ABD. RAZAK,SE
Manager

STANDAR KOMPETENSI
ELEMEN KOMPETENSI
Merencanakan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan

KRETERIA UNJUK KERJA


1. Sarana pendukung untuk pelaksanaan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan disiapkan. 2. Jadual pelaksanaan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan disusun. 3. Draft dokumen kontrak dan pengikatan agunan dirumuskan. 4. Pelaksanaan kontrak dan pengikatan dikonfirmasikan kepada para pihak. 5. Para pihak diundang secara resmi. 1. Draft dokumen kontrak dan pengikatan dijelaskan kepada para pihak 2. Penandatangan dokumen kontrak dan pengikatan dilakukan oleh para pihak. 3. Berkas dokumen kontrak dan pengikatan agunan diarsipkan. 4. Hasil kontrak dan pengikatan agunan dievaluasi. 1. Format laporan disiapkan. 2. Laporan kegiatan melakukan kontrak pinjaman/ pembiayaan dan pengikatan agunan.

Melaksanakan Kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan

Melaporkan hasil melakukan kontrak pinjaman/pembiayaan dan pengikatan agunan

SEKIAN & TERIMA KASIH


M.ALI SADIKIN HP.081329986171 email : ali.sadikin11@yahoo.com