Anda di halaman 1dari 64

CASL RLPORT

/ /r(/or /or t /// /o//r


DISUSUN OLEH :
Alfira Ulfa 1102007017
Fitriyani Kuswanti 1102007125
PEMBIMBING
Dr. H. HUSODO D. A Sp.OT FICS
BAGIAN KEPANITERAAN KLINIK SMF BEDAH
RSU Dr. Slamet Garut
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
Identitas Pasien
Nama : Ny. 3
umur : 65 tahun
1enis Kelamin : Perempuan
Alamat : 3uka Mukti
Pekerjaan : 1idak bekerja
3uku : 3unda
Agama : lslam
No. CM : 01434164
1anggal masuk R3 : 12-3eptember- 2011
eIuhan Utama
Pasien merasa Nyeri dan tidak
dapat menggerakkan kaki kiri
#iwayat Penyakit Sekarang
Pasien seorang perempuan berusia 65 tahun dibawa ke
IGD RSU Dr. Slamet, Garut pada hari Minggu tanggal
13 September 2011 dengan keluhan nyeri dan sulit
menggerakkan kaki kirinya akibat terpeleset dari
tangga dan terjatuh dalam posisi duduk 2 bulan
SMRS. Pasien mengatakan bagian yang sulit
digerakkan adalah bagian tungkai, sedangkan jari-jari
kaki masih bisa digerakkan sedikit-sedikit. Keluhan
juga disertai rasa nyeri yang hebat terutama bila ia
berusaha menggerakkan kakinya tersebut
#iwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengaku terpeleset dari tangga dan terjatuh dalam posisi
duduk. Pada saat itu, ia sedang berjalan menuruni tangga
sehingga dia akhirnya terjatuh dan tidak bisa berdiri kembali.
Kemudian pasien mengeluh nyeri pada paha sebelah kiri ketika
pasien mencoba menggerakkan kaki kirinya tersebut. Tidak
berapa lama setelah terjatuh pasien menyadari bahwa paha
kirinya terlihat bengkak tepat diatas lutut. Pasien mengaku
setelah kejadian tersebut, Pasien tidak bisa berjalan dan susah
untuk menggerakkan kakinya. Benturan pada anggota badan lain
seperti dada, perut, dan kepala disangkal. Anggota gerak lain
seperti tangan kanan dan kaki kanan tidak ada nyeri dan bisa
digerakkan dengan baik.
Adanya penurunan kesadaran setelah kejadian disangkal.
Perdarahan telinga, hidung dan mulut disangkal. Mual dan
muntah disangkal, serta pasien tidak merasakan adanya
gangguan dalam BAK maupun BAB. Setelah kejadian tersebut
pasien langsung dibawa keluarganya ketukang urut.
Setelah sampai tukang urut luka pada kaki kanan pasien
diurut dan kemudian ditarik tungkai kaki kirinya kemudian
memasangkan gips ditungkai sebelah kiri.Menurut pasien ia
masih mampu mengangkat tungkai yang sakit tesebut.Setelah
menggunakan gips sekitar tiga minggu kaki pasien membengkak
dan terdapat tonjolan tulang,barulah pasien dibawa keluarga
kerumah sakit.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
W ipertensi disangkal
W Diabetes Melitus disangkal
W Penyakit Jantung disangkal
W Batuk lama disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA:
Tidak ada
Keadaan Umum:
Kesadaran : Compos mentis
Status Gizi : Cukup
Tekanan darah : 120 / 80 mmg
Respirasi : 24 x/menit
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 36,7 C
Gizi : Cukup
Kepala : Normocephal
Pemeriksaan Fisik
Kepala
- Mata
- idung
- Mulut
Leher
Thorax
Abdomen
Status GeneraIis
TIAK ITIM!KA
KI!AIA
kstremitas :
3uperior
Uekstra
3uperior
3inistra
lnferior
Uekstra
lnferior 3inistra
1onus otot Baik Baik Baik Lihat status
lokalis
0erakan Baik Baik Baik Aktif,terbatas
Ldema (-) (-) (-) (+)
Massa (-) (-) (-) (-)
STATUS LOALIS STATUS LOALIS
a/r Os a/r Os femur sinistra femur sinistra
Look :
- Kulit hiperemis (+)
- Ldema (+)
-Ueformitas (+)
-Angulasi (-)
-Luka(+)
-Tonjolan patahan tulang ()
pada daerah Iemur 1/3 distal
sinistra.
-Panjang kaki kanan : 89,5 om
- kaki kiri : 87 om
eel :
Nyeri tekan : (+)
3uhu kulit setempat : normal
Krepitasi : (+)
Pulsasi a. Poplitea : teraba lemah
Pulsasi a. Uorsalis pedis : teraba lemah
Capillary Refill 1ime : < 2 detik
a/r hip joint sinistra:
Fleksi Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
Ekstensi Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
Rotasi nterna Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
Rotasi Eksterna Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
Movement :
a/r a/r knee knee joint joint sinistra sinistra::
leksi Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
Lkstensi Aktif : nyeri (+), gerakan terbatas
Pasif : nyeri (+), gerakan terbatas
a/r a/r ankle ankle joint joint sinistra sinistra ::
Adduksi Aktif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pasif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Abduksi Aktif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pasif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pronasi Aktif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pasif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
3upinasi Aktif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pasif : nyeri (-), gerakan tidak terbatas
Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Penunjang :
Laboratorium tanggal Laboratorium tanggal 13 13 3eptember 2010 3eptember 2010
arah Rutin
Haemoglobin : 10,3 g/dL (13,0 ~ 18,0 g/dL)
Hematokrit : 33 %(40 ~ 52 %)
Lekosit : 9.500 /mm
3
(3.800 ~ 10.600 /mm
3
)
Trombosit : 161.000 /mm
3
(150.000 ~ 440.000
/mm
3
)
Eritrosit : 3,86 juta /mm
3
( 3.5 ~ 6.5 juta
/mm
3
)
Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Penunjang :
Laboratorium tanggal Laboratorium tanggal 13 13 3eptember 2010 3eptember 2010
imia linik
AST (SGOT) : 23 U/L (s/d 37 U/L)
ALT (SGPT) : 19 U/L (s/d 40 U/L)
Ureum : 20 mg/dL (15 ~ 50 mg/dL)
reatinin : 1.06 mg/dL (0.7 ~ 1.2
mg/dL)
Glukosa arah Sewaktu : 130 mg/dL (< 140 mg/dL)
#4ntgen Th4rak
Ualam batas normal
#4ntgen Os. Femur Sinistra
Kesan : diskontinuitas Iemur 1/3 distal sinistra oblique
displaced.
IAGNOSIS #A
Closed fraoture emur 1/3 distal
sinistra oblique displaoed
PNATALASANAAN PNATALASANAAN
PNATALASANAAN
Umum : Bed Rest
iet biasa
husus : Spalk
Skin Traksi
Beban : 4 kg
Rencana ORF
P#OGNOSA
Quo ad vitam : dubia at bonam
Quo ad functionam: dubia at bonam
F#ATU# F#ATU#
ULlNl3l ULlNl3l
raktur :
terputusnya kontinuitas struktur jaringan tulang atau
tulang rawan yang umumnya disebabkan trauma, baik
trauma langsung maupun tidak langsung.
raktur emur:
terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi
akibat trauma langsung,dan biasanya lebih banyak
dialami oleh laki-laki dewasa.
CL03LU RAC1uRL CL03LU RAC1uRL
raktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan
patah tulang dengan dunia luar.
Menurut Penyebab terjadinya
1. aktur 1raumatik
2. raktur atik atau 3tress
3. 1rauma berulang, kronis
4. raktur patologis
Menurut bentuk
l raktur Komplet
l raktur lnkomplet
l raktur Kominutif
l raktur Kompresi / Crush fraoture
LASIFIASI
Menurut hubungan dg jaringan ikat sekitarnya
(Klasifikasi Klinis) :
lraktur 3imple
lraktur 1erbuka : bone expose (oompound
fraoture)
lraktur Komplikasi
Berdasarkan garis patah/konfigurasi tulang dibagi menjadi :
1ransversal
0blik
Longitudinal
3piral
0omm|nureo
Berdasarkan hubungan antar fragmen fraktur :
a. uno|sp|aoe
b. l|sp|aoe
- Sh|freo S|oewa,s
- 4ngu|areo
- lorareo
- l|srraoreo
- Uverr|o|ng
- lmpaoreo
!"&&
1. Riwayat
Anamnesis
ll. Pemeriksaan isik
4. lnspeks| look
Ueformitas: angulasi,
rotasi,
pemendekan,
pemanjangan,
bengkak
B. Palpasi / Feel ( nyeri tekan (tenderness),Krepitasi)
-Status neurologis dan vaskuler , nyeri, eIusi, dan krepitasi
-Neurovaskularisasi bagian distal fraktur pulsasi arteri, warna kulit,
CTR
C. Gerakan / Movement
D.Pemeriksaan trauma di tempat lain :
kepala,
toraks,
abdomen,
pelvis
P#ISAAN PNUNANG P#ISAAN PNUNANG
1. Laboratorium
2. Radiologis
untuk lokasi fraktur harus menurut rule of two,
terdiri dari :
- 2 gambaran, AP dan lateral
- 2 sendi di proksimal dan distal fraktur
- 2 ekstremitas, yaitu ekstremitas yang oedera dan
yang tidak terkena oedera (pada anak)
- 2 kali, yaitu sebelum tindakan dan sesudah
tindakan.
PNATALASANAAN PNATALASANAAN
Prinsip 4R (ohairudin Rasjad) :
. leoogn|r|on
2. leouor|on
3. lerenr|on
4. lehab|||rar|on
Penatalaksanaan awal meliputi reposisi dan
imobilisasi fraktur dengan splint.
Penatalaksanaan definitif :
O gips
O Ulll arau UlFl.
Anat4mi
emur pada ujung bagian
atasnya memiliki caput, collum,
trochanter major dan trochanter
minor. Bagian caput merupakan lebih
kurang dua pertiga bola dan
berartikulasi dengan acetabulum dari
os coxae membentuk articulatio
coxae.
F#ATU# FU# F#ATU# FU#
Bagian collum, yang
menghubungkan kepala pada
batang Iemur, berjalan ke
bawah, belakang, lateral dan
membentuk sudut lebih kurang
125 derajat (pada wanita
sedikit lebih kecil) dengan
sumbu panjang batang Iemur.
Besarnya sudut ini perlu
diingat karena dapat dirubah
oleh penyakit.
Ujung bawah Iemur memiliki
condylus medialis dan lateralis, yang
di bagian posterior dipisahkan oleh
incisura intercondylaris. Permukaan
anterior condylus dihubungkan oleh
permukaan sendi untuk patella.
Kedua condylus ikut membentuk
articulatio genu.
'ASULARSAS AN PERSYARAFAN FEMUR 'ASULARSAS AN PERSYARAFAN FEMUR
Persyarafan pada femur berasal dari
Nervus Femoralis dan Nervus schiadica.
vaskularisasi pada femur brasal dari A.
Femoralis dan arteri-arteri yang berasal dari
Ligamentum Teres.
efinisi
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat
disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-
kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
raktur emur raktur emur
KlasiIikasi Iraktur Iemur
raktur collum Iemur
raktur trokanterik
raktur subtrochanter Iemur
garis patahnya berada 5 cm distal dari trochanter minor
KlasiIikasiielding & Magliato, yaitu :
tipe 1 : garis Iraktur satu level dengan trochanter minor
tipe 2 : garis patah berada 1 -2 inch di bawah dari batas atas trochanter
minor
Tipe 3 : garis patah berada 2 -3 inch di distal dari batas atas
trochanterminor
raktur batang Iemur (dewasa)
karena trauma langsung akibat kecelakaan lalu lintas dikota kota
besar atau jatuh dari ketinggian, patah pada daerah ini dapat
menimbulkan perdarahan yang cukup banyak, mengakibatkan
penderita jatuh dalam shock.
Dibagi menjadi :
WTertutup
WTerbuka
raktur batang Iemur (anak anak)
raktur supracondyler Iemur
raktur intercondyler Iemur
Biasanya Iraktur intercondular diikuti oleh Iraktur
supracondular, sehingga umumnya terjadi bentuk T Iraktur
atau Y Iraktur.
raktur condyler Iemur
Mekanisme traumanya biasa kombinasi dari gaya hiperabduksi
dan adduksi disertai dengan tekanan pada sumbu Iemur keatas.
anifestasi kIinik
Tanda dan gejalanya adalah :
Nyeri hebat di tempat Iraktur
Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
Rotasi luar dari kaki lebih pendek
Diikuti tanda gejala Iraktur secara umum :
Iungsi berubah, bengkak, kripitasi, sepsis pada
Iraktur terbuka, deIormitas
WAnamnesis :
pada penderita didapatkan riwayat trauma ataupun cedera
dengan keluhan bagian dari tungkai tidak dapat
digerakkan.
W Pemeriksaan Iisik :
WLook : Pembengkakan, memar dan deIormitas
(penonjolan yang abnormal, angulasi, rotasi,
pemendekan) mungkin terlihat jelas, tetapi hal yang
penting adalah apakah kulit itu utuh; kalau kulit robek
dan luka memiliki hubungan dengan Iraktur, cedera
terbuka
iagn4sis iagn4sis
Weel :
Terdapat nyeri tekan setempat, tetapi perlu juga memeriksa
bagian distal dari Iraktur untuk merasakan nadi dan untuk
menguji sensasi. Cedera pembuluh darah adalah keadaan
darurat yang memerlukan pembedahan
WMovement :
Krepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan, tetapi lebih
penting untuk menanyakan apakah pasien dapat
menggerakan sendi sendi dibagian distal cedera.
Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan dengan sinar x harus dilakukan dengan 2
proyeksi yaitu anterior posterior dan lateral, kekuatan
yang hebat sering menyebabkan cedera pada lebih dari
satu tingkat karena itu bila ada Iraktur pada kalkaneus
atau Iemur perlu juga diambil Ioto sinar x pada pelvis
dan tulang belakang.
WPerdarahan,
WInIeksi,
WNon-union,
WMalunion,
WTrauma arteri dan saraI jarang,
4mpIikasi 4mpIikasi
%Fl4ll l4l4 ll4K%ul
%Fl%u%ul
%Fl4ll l4l4 ll4K%ul
%Fl%u%ul
1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP 1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP
Terapi terdiri dari :
1. Manipulasi, memperbaiki posisi Iragmen
2. Pembebatan, pertahankan sampai menyatu
3. Gerakan sendi, harus dipertahankan
4. Weight-Bearing, membantu penyembuhan
1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP
RLUuK3l
1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP
RLUuK3l
Manuver Reduksi
tertutup :
1. Traksi pada garis tulang
2. Reposisi Iragmen dengan
membalikkan arah
kekuatan asal
3. Mendesak Iragmen ke
posisi reduksi
1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP
RLUuK3l
1LRAPl RAK1uR 1LR1u1uP
RLUuK3l
INDIKASI REDUKSI TERBUKA:
1. Bila reduksi tertutup gagal
2. Bila terdapat Iragmen artikular besar
yang perlu ditempatkan secara tepat
3. Bila terdapat Iraktur traksi yang
Iragmennya terpisah
T#ASI
1ujuan Pemasangan 1raksi :
a. Mempertahankan :
- Panjang ekstermitas
- Kesegarisan ( Alignment )
- Keseimbangan ( 3tability )
b. 0erakan pada sendi
o. Mengurangi rasa sakit
d. Mengurangi pembengkakan
erdasarkan Cara Pemakaiannya erdasarkan Cara Pemakaiannya
1. 1raksi Kulit
1ujuan menarik otot dari
jaringan sekitar fraktur
sehingga fragmen akan
kembali ke posisi
semula.
Beban 1/10 dari BB
(maks. 6-7 kg)
C0KTK000I
T0CTf0K
IKfK T0CTf0K
- WIf0HT 4-5 K0
2. 1raksi 3keletal
K-wire, 3teinmann pin atau Uenham pin.
Uipasang pada distal tuberositas tibia (trauma
sendi koksea, femur, lutut), pada tibia atau
kalkaneus ( fraktur kruris)
- 1raksi dengan tarikan langsung pada tulang
- Beban Lebih Besar
- Uigunakan untuk keperluan :
1. Reposisi
2. lmmobilisasi yang lama
Kawat kirschner (K-wire)
diameter 0,036 0,0625 inci.
TuIang -tuIang yang sering
digunakan untuk traksi skeIetaI:
W0leoranon
Wemur distal
W1ibia Proksimal
Wang dapat juga dipakai:
- Metakarpal
- Uistal radius dan ulna
- Uistal tibia dan fibula
- Caloaneus
4mpIikasi :
1. lnfeksi
ang terkenal dengan nama Pin 1raot lnfeotion
2. Uistraksi
a. arus waspada dengan mengukur/
membandingkan panjang tungkai
b. Bahaya distraksi F Uelayed union
F Non - union
3. Paralisa 3yaraf
ati-hati bila menggunakan beban berat
4. Patahnya pin/kawat
0unakan busur yang baik
O#IF
(Open #educti4n and InternaI Fixati4ns)
Prosedur medis yang terdiri dari :
O Upen reouor|on (open surger,)
O lnrerna| f|xar|on
Alat fiksasi berbahan stanless steel atau titanium :
O sorew (baut) dan lempengan (metal paltes),
O pins
O rods
O Kirsohner wires
O Kuntsoher nail dan interlooking nail (intramedular)
O#IF
(Open #educti4n and InternaI Fixati4ns)
KIvscLnev wIves
KuntscLev nuI!
dynumIc HIp Scvew
p!ute & Scvew
Intvumedu!!uvy nuI!
Iocked Intvumedu!!uvy
O#IF
lndikasi:
- Kegagalan penanganan reduksi tertutup,
- raktur yang tidak stabil,
- raktur intraartikuler yang mengalami pergeseran
- raktur yang mengalami pemendekan.
Resiko dan komplikasi :
O kolonisasi bakteri pada tulang, infeksi, kekakuan, dan
gerakan yang terbatas,
O non-union, malunion,
O kerusakan otot, saraf dan kelumpuhan, arthritis, tendonitis,
O nyeri kronik
O sindrom kompartemen, deformitas,
O kemungkinan operasi berikutnya untuk melepaskan
%r/ //