Anda di halaman 1dari 12

APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

Debrina Putri Widyasari1, Wulfram I. Ervianto2 dan Koesmargono3


1 2

Alumni Program Studi Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Telp 081328300420 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Telp 0274-487711, email: ervianto@mail.uajy.ac.id 3 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Telp 0274-487711, email: k_margono@mail.uajy.ac.id

Perkembangan teknologi yang sangat berkembang dewasa ini, menjadi dasar pemikiran dalam pelaksanaan penelitian ini. Perusahaan jasa konstruksi dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan jasa konstruksi mengenal dan menggunakan teknologi informasi/komputer sebagai sarana yang digunakan dalam pekerjaan. Dalam penggunaannya, tentu perusahaan jasa konstruksi akan mendapat manfaat ataupun kendala yang dirasakan. Data dalam penelitian ini didapat dari penyebaran kuisioner yang disebarkan kepada 30 responden yaitu kontraktor, yang kemudian dianalisis dan dibahas dengan menggunakan metode distribusi frekuensi. Penyebaran kuisioner dilakukan pada beberapa kota, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan teknologi informasi/komputer karena alasan fungsional sehingga pekerjaan keteknikan dapat diselesaikan secara efisien. Tetapi hanya sebagian kecil saja pengguna yang mempunyai skill dalam penggunaannya. Mengurangi waktu perencanaan, mempercepat pelayanan, mengurangi waktu terbuang merupakan manfaat terbesar yang dirasakan responden. Dengan kendala yaitu perkembangan yang pesat dari teknologi, kesenjangan pengetahuan dan kesadaran akan teknologi informasi/komputer dan keterbatasan anggaran. Administrasi umum dan design/drawing sebagai aplikasi terbesar dari responden. Sebagian besar responden sudah memiliki fasilitas email dan hanya beberapa yang mempunyai fasilitas e-commerce atau fasilitas perdagangan, pengadaan, dan transaksi usaha secara elektronik. Kata kunci : aplikasi, teknologi informasi, perusahaan jasa konstruksi.

1. PENDAHULUAN
Adanya komputer beserta teknologinya telah mampu mengubah perilaku sebagian besar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Pola kerja sebagian besar pemimpin dan pekerja pada perusahaan tidak ada pilihan selain menyesuaikan teknologi yang dipilih untuk digunakan. Peran teknologi informasi sebagai salah satu sistem komputerisasi tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan. Dari sekian banyak sektor kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh hadirnya teknologi informasi, organisasi atau institusi yang berorientasi pada bisnis merupakan sektor yang paling banyak mendapatkan manfaatnya. Perusahaan jasa konstruksi termasuk salah satu jenis bidang usaha yang terkena pengaruh dari kemajuan teknologi informasi. Bagi perusahaan konstruksi selain berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan untuk bersaing dengan para kompetitornya. Perusahaan-perusahaan jasa konstruksi dituntut untuk lebih proaktif agar selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sebuah

Wulfram I. Ervianto

pertanyaan yang harus terjawab, apakah dalam setiap perusahaan para karyawan yang bekerja cukup berkompeten dalam penggunaan teknologi informasi tersebut ? Bukan hanya masalah kompetensi dalam pengaplikasian teknologi informasi saja, tetapi bagaimana perusahaan tersebut menginvestasikan dan mengimplementasikan teknologi informasi dalam perusahaan tersebut. Keputusan untuk menggunakan teknologi informasi tentunya didasari oleh berbagai pertimbangan. Dalam memutuskan macam, kemampuan dan besarnya investasi teknologi informasi ini dibutuhkan informasi dari berbagai perusahaan yang telah mengaplikasikannya. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat tentunya berisiko terhadap penggunanya, karena selain harus mengubah cara berpikir (mindset) dalam mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri, perkembangan teknologi tersebut juga harus selalu dapat diantisipasi oleh perusahaan dengan cara mengadaptasikannya secepat mungkin. SAP, ETABS, Microsoft Project, merupakan contoh-contoh dari beberapa program aplikasi komputer yang digunakan yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan dalam proyek konstruksi. Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul beberapa pertanyaan mengenai pengaplikasian teknologi informasi dalam industri jasa konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (a) mengetahui sejauh mana perusahaan jasa konstruksi mengenal dan menggunakan teknologi informasi sebagai sarana yang digunakan dalam menjalankan usahanya, (b) mengetahui manfaat dan kendala dalam penggunaan teknologi informasi, (c) mendapatkan data dan fakta tentang aplikasi teknologi informasi.

2. TINJAUAN PUSTAKA
Teknologi informasi meliputi komponen-komponen perangkat keras (misalnya komputer, alat komunikasi) dan perangkat lunak (misalnya aplikasi, sistem operasi, database) yang harus tersedia untuk menghasilkan sistem informasi yang telah ditetapkan. Sedangkan teknologi informasi merupakan bagian dari sistem informasi. Sistem informasi adalah jenis-jenis informasi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan hal-hal yang berkaitan dengan (kecepatan proses pengolahan data menjadi informasi, tingkatan detail informasi, cara menampilkan informasi, volume dan transaksi informasi, penanggung jawab informasi, dan sebagainya) [4]. Pengertian dari kontraktor adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan dan syarat-syarat yang ditetapkan [3]. Kontraktor dapat berupa perusahaan perseorangan yang berbadan hukum atau sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pekerjaan. 2.1. Jenis Informasi dalam Proyek Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan [3]. Proyek konstruksi merupakan sekumpulan kegiatan yang cukup kompleks dan sarat dengan informasi. Pengelolaan data dan proses pengubahan data menjadi informasi secara akurat tidak dapat dianggap mudah dan disepelekan. Ketidakakuratan data dapat menyebabkan informasi yang dibentuk

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

menjadi tidak sempurna sehingga memungkinkan terjadinya kegagalan yang disebabkan karena ketidak tepatan dalam pengambilan keputusan. Dalam proyek konstruksi, jenis dan penggunaan informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Daftar informasi penting yang dibutuhkan antara lain adalah [1] : (a) cash flow dan pengendalian proyek, (b) dokumen disain termasuk di dalamnya gambar dan spesifikasi, (c) penjadwalan proyek dan estimasi biaya, (d) pengendalian kualitas, (e) kegitan di lapangan selama pelaksanaan pekerjaan (proses konstruksi), (f) aspek legal dan regulasi. 2.2. Tahap Kegiatan dalam Proyek Konstruksi Kegiatan konstruksi umumnya melalui suatu proses yang panjang dan hampir selalu dijumpai berbagai masalah yang harus diselesaikan. Salah satu kondisi yang selalu terjadi dalam kegiatan konstruksi adalah dijumpai serangkaian kegiatan yang berurutan dan berkaitan. Awal mula timbulnya sebuah proyek dimulai dari lahirnya suatu gagasan yang muncul dari suatu kebutuhan (need), pemikiran kemungkinan terlaksananya (feasibility study), keputusan untuk membangun dilanjutkan dengan melakukan penjelasan (penjabaran) yang lebih rinci tentang rumusan kebutuhan tersebut (briefing), penuangan dalam bentuk rancangan awal (preliminary design), pembuatan rancangan yang lebih rinci dan pasti (design development dan detail design), persiapan administrasi untuk pelaksanaan pembangunan dengan memilih calon pelaksana (procurement), kemudian pelaksanaan pemeliharaan dan persiapan penggunaan bangunan tersebut (maintenance, start-up, dan implementation). Kegiatan membangun berakhir pada saat bangunan tersebut mulai digunakan [3]. 2.3. Peran Teknologi Informasi dalam Manajemen Proyek Manajemen proyek adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) sampai terselesainya proyek untuk menjamin proyek dilaksanakan selesai tepat waktu, tepat biaya, tepat mutu [2]. Dalam proyek konstruksi, teknologi informasi mempunyai peran penting, misalnya untuk proses penjadualan, akuntansi, disain bangunan, analisis struktur, simulasi model, dan sebagainya. Dalam memanfatkan komputer ini dibutuhkan manajemen yang baik untuk pengelolaan basis data maupun informasi sehingga bila dibutuhkan data secara cepat untuk kepentingan evaluasi terhadap kegiatan yang telah atau sedang dikerjakan segera dapat diperoleh. Pada saat ini komputer jinjing menjadi kelengkapan standar Kepala Proyek dalam mengelola semua kegiatan di lapangan. Di sini diharuskan pimpinan proyek dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Manajemen proyek konstruksi didalamnya terdapat tiga kegiatan besar yang selalu terjadi, yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Dalam tiap tahap dari fungsi manajemen tersebut dibutuhkan informasi yang dapat merepresentasikan proses pada saat itu secara cepat dan tepat. Hal ini tentu saja diperlukan oleh pihak-pihak bertanggung jawab (pemilik proyek, konsultan, kontraktor) sebagai dasar untuk mengambil kebijakan dan keputusan. Jenis informasi yang dibutuhkan dari setiap pihak tentunya tidak sama, hal ini disesuaikan dengan pekerjaan dan tujuan masingmasing. 2.4. Penerapan komputer pada konstruksi

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Penerapan komputer membantu dalam banyak aspek yaitu aspek manajemen dan teknik konstruksi itu sendiri. Dalam aspek manajemen dan administrasi mencakup hal-hal sebagai berikut [5] : (a) akuntansi dan daftar gaji/upah, (b) rekayasa biaya, (c) perusahaan dan keuangan proyek, (d) perencanaan proyek dan penjadwalan, (e) manajemen material, (f) manajemen peralatan/perlengkapan, (g) manajemen sumber daya manusia, (h) administrasi, (i) pendidikan dan pelatihan. Dalam aspek teknik konstruksi memuat aplikasinya adalah sebagai berikut : (a) estimasi, (b) peralatan produksi, (c) simulasi pekerjaan, (d) jaminan kualitas, (e) pengukuran tanah, (f) analisis teknik dengan komputer, (g) desain dan gambar teknik dengan komputer.

3. DATA DAN ANALISIS DATA


Dalam usaha mendapatkan informasi akhir seperti dalam tujuan penelitian ini sebagai sumber data/responden dipilih penyedia jas dalam bidang usaha kontraktor. Responden dipilih secara acak dari beberapa kontraktor yang secara legal berada di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jakarta. Sebagai alat bantu dalam proses koleksi data digunakan instrumen kuisioner yang terdiri atas enam bagian, yaitu : (a) bagian profil perusahaan, (b) bagian perangkat dan lingkungan teknologi informasi/komputer, (c) bagian perangkat dan lingkungan teknologi informasi/komputer, (d) bagian perangkat dan lingkungan teknologi informasi/komputer, (e) bagian investasi teknologi informasi, (f) bagian produktivitas dan manfaat teknologi informasi/komputer, (g) bagian internet. 3.1. Bagian Profil Perusahaan Pada tabel 1 s/d 7 menunjukkan bahwa dominasi responden adalah sebagian besar perusahaan jasa konstruksi menekuni bidang Sipil dengan jenis proyek yang ditangani sebagian besar adalah gedung dan pabrik. Status kepemilikan modal perusahaan adalah modal dalam negeri (PMDN) dengan jumlah karyawan tetap antara 11 s/d 50 orang. Sebagian besar responden melaksanakan kegiatannya di wilayah di pulau Jawa dengan pendapatan per tahun sebesar 1 s/d 5 Milyar dengan jumlah proyek antara 1 s/d 10 proyek.
Tabel 1 : Bidang usaha responden sesuai dengan Daftar Registrasi Perusahaan
Sipil Arsitektur Elektrikal Mekanikal Lingkungan Frekuensi 30 20 13 12 9 Prosentase 100,00 66,67 43,33 40,00 30,00

Tabel 2 : Status kepemilikan perusahaan


Penanaman Modal Dalam Negeri Badan Usaha Milik Negara Penanaman Modal Asing Modal sendiri Frekuensi 20 7 1 1 Prosentase 66,67 23,33 3,33 3,33

Tabel 3 : Jumlah karyawan tetap


< 10 orang 11 s/d 50 orang 51 s/d 100 orang Frekuensi 6 13 5 Prosentase 20,00 43,33 16,67

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

101 s/d 200 orang > 200 orang

Frekuensi 1 4

Prosentase 3,33 13,33

Tabel 4 : Wilayah operasi perusahaan


Jawa Sumatra Sulawesi Bali, NTB & NTT Papua (Irian Jaya) Maluku Frekuensi 30 10 6 6 5 4 Prosentase 100,00 33,3 20,00 20,00 16,67 13,33

Tabel 5 : Pendapatan usaha per tahun


< 1 Milyar 1 s/d 5 Milyar 5 s/d 10 Milyar > 10 Milyar Frekuensi 6 9 3 6 Prosentase 20,00 30,00 10,00 20,00

Tabel 6 : Jumlah proyek per tahun


1-10 proyek 11-20 proyek 21-30 proyek >30 proyek Frekuensi 19 5 1 4 Prosentase 63,33 16,67 3,33 13,37

Tabel 7 : Jenis proyek


Gedung dan pabrik Perumahan dan pemukiman Jalan, jembatan, landasan & lokasi pengeboran Instalasi tata udara/AC & perlindungan kebakaran Bangunan pengolah air bersih & limbah Instalasi kelistriksn gedung & pabrik Bendung & bendungan Instalasi lift dan escalator Dermaga, penahan gelombang & tanah Instalasi kelistrikan pembangkit Jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan Jalan & jembatan kereta api Reklamasi & pengerukkan Pembukaan areal & pemukiman Pengupasan tanah/land clearing Proyek lain seperti bandara, dll Konstruksi tambang dan pembangkit Frekuensi 26 20 14 9 8 7 7 6 5 5 4 4 4 4 3 3 2 Prosentase 86,67 66,67 46,67 30,00 26,67 23,33 23,33 20,00 16,67 16,67 13,33 13,33 13,33 13,33 10,00 10,00 6,67

3.2. Bagian Perangkat dan Lingkungan teknologi informasi/Komputer Dalam menjalankan usahanya perusahaan jasa konstruksi menggunakan komputer dengan pertimbangan fungsional, jumlah komputer yang digunakan berkisar antara 1 s/d 10 buah yang tersambung secara jaringan maupun berdiri sendiri. Spesifikasi komputer yang digunakan adalah Pentium IV dengan sistem operasi berbasiskan Windows. Untuk komputer yang tersambung dengan jaringan sebagian besar responden menggunakan Windows NT.

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Tabel 8 : Sistem teknologi informasi


Jaringan Stand alone Frekuensi 17 16 Prosentase 56,57 53,33

Tabel 9 : Jenis perangkat keras yang dimiliki


Frekuensi Prosentase

PC/Komputer printer CD ROM/Writer Laptop scanner intranet/extranet server/mainframe plotter LAN/WAN PDA/Palm Top Teleconference Lainnya

30 29 29 28 23 14 13 13 12 6 6 1

100,00 96,97 96,97 93,33 76,67 46,67 43,33 43,33 40,00 20,00 20,00 3,33

Tabel 10 : Jumlah PC, Laptop, Palmtop yang dimiliki


1 s/d 10 buah 11 s/d 20 buah 21 s/d 50 buah 51-100 buah 101-200 buah >500 buah Frekuensi 12 7 6 2 0 2 Prosentase 40,00 23,33 20,00 6,67 0,00 6,67

Tabel 11 : Spesifikasi komputer yang dimiliki


Pentium IV Pentium III Celeron Pentium II AMD Pentium I Frekuensi 27 10 8 4 3 0 Prosentase 90,00 33,33 26,67 13,33 10,00 0,00

Tabel 12 : Sistem Operasi Komputer


Frekuensi Windows Sistem operasi lain Apple Mac Prosentase

29 1
0

96,67 3,33
0,00

Tabel 13 : Sistem Operasi Jaringan


Frekuensi Windows NT Linux Novell Netware Prosentase

19 5 1

63,33 16,67 3,33

Tabel 14 : Alasan Pemilihan Komputer


Frekuensi Fungsional Kehandalan Dukungan/layanan teknis Prosentase

29 23 20

96,67 76,67 66,67

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Frekuensi

Prosentase

Harga Performance Kompabilitas Popularitas merk Pertimbangan lain

19 13 8 6
0

63,33 43,33 26,67 20,00


0,00

3.3. Bagian Kompetensi Staf Selain perangkat keras dan lunak dibutuhkan operator sebagai eksekutor, dalam perusahaan jasa konstruksi sebagian karyawannya telah mengikuti pelatihan/pendidikan yang besarnya antara 11 s/d 20%. Sedangkan penggunaan komputer orang perorang lebih dari 81% telah dipenuhi.
Tabel 15 : Komposisi karyawan yang menggunakan komputer tersendiri
1 s/d 10% 11 s/d 20% 21 s/d 40% 41 s/d 50% 51 s/d 60% 61 s/d 80% 81 s/d 100% Frekuensi 5 7 4 4 0 2 8 Prosentase 16,67 23,33 13,33 13,33 0,00 6,67 26,67

Tabel 16 : Komposisi karyawan yang telah mengikuti pendidikan/pelatihan komputer


Frekuensi 1 s/d 10% 11 s/d 20% 21 s/d 40% 41 s/d 50% 51 s/d 60% 61 s/d 80% 81 s/d 100% Prosentase

8 9 1 3 4
2

26,67 30,00 3,33 10,00 13,33


6,67

10,00

3.4. Bagian Investasi teknologi informasi. Biaya yang dialokasikan untuk teknologi informasi ini sebesar 6 s/d 10% dari total biaya perusahaan yang difokuskan pada perangkat keras. Salah satu alasan kuat dalam melakukan alokasi biaya ini adalah dapat dicapainya tingkat efisiensi yang baik. Dalam kenyataannya pengembangan teknologi informasi ini mengalami hambatan teknologi berupa pesatnya perkembangan teknologi sedangkan hambatan dari sumberdaya manusia adalah terbatasnya pengetahuan tentang teknologi informasi dan yang terakhir aalah hambatan secara finansial.
Tabel 17 : Prosentase biaya teknologi informasi terhadap total pengeluaran investasi perusahaan
<5% 6 s/d 10% 11 s/d 20% 21 s/d 30% > 30% Frekuensi 8 13 6 0 3 Prosentase 26,67 43,33 20,00 0,00 10,00

Tabel 18 : Alokasi anggaran perusahaan dalam pengembangan teknologi informasi


Perangkat keras/hardware Frekuensi 27 Prosentase 90,00

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Perangkat lunak/software Pelatihan staf/karyawan Manajemen jaringan Operasi Lain-lain

Frekuensi 21 14 10 10 1

Prosentase 70,00 46,67 33,33 33,33 3,33

Tabel 19 : Alasan investasi dalam teknologi informasi


Pekerjaan teknik menjadi lebih efisien Melakukan lebih banyak pekerjaan administrasi Pengendalian dan pelaporan manajemen Tuntutan/kebutuhan untuk tetap berkompeten/berkompetensi Tuntutan/kebutuhan staf/karyawan Efisiensi Tuntutan/kebutuhan klien Kebutuhan untuk berkelanjutan atau berlangsungnya usaha Keputusan strategis dari manajemen perusahaan Eksploitasi dan inovasi teknologi baru & terkini Pertimbangan lain Frekuensi 27 22 22 21 20 20 17 15 11 10 1 Prosentase 90,00 73,33 73,33 70,00 66,67 66,67 56,67 50,00 36,67 33,33 3,33

Tabel 20 : Kendala/hambatan Investasi/implementasi karena faktor teknologi


Perkembangan pesat dari teknologi Masalah software/perangkat lunak Garansi keamanan Hardware/perangkat keras Kehandalan Masalah integrasi dan kompabilitas Kendala lain Frekuensi 18 12 11 8 8 5 2 Prosentase 60,00 40,00 36,67 26,67 26,67 16,67 6,67

Tabel 21 : Kendala/hambatan Investasi/implementasi karena faktor sumber daya manusia


Kesenjangan pengetahuan dan kesadaran akan teknologi informasi Pelatihan dan pendidikan yang kurang memadai Tim kerja/team work Manajemen yang buruk Kepemimpinan/leadership Kendala lainnya Frekuensi 20 18 3 2 1 Prosentase 66,67 60,00 10,00 6,67 3,33

Tabel 22 : Kendala/hambatan Investasi/implementasi karena faktor finansial


Keterbatasan anggaran Ekonomi biaya tinggi Keraguan investasi Frekuensi 13 9 7 Prosentase 43,33 30,00 23,33

3.5. Bagian Produktivitas dan Manfaat Teknologi Informasi/Komputer Manfaat teknologi informasi adalah dicapinya efisiensi dalam waktu perencanaan, dapat lebih banyak terlibat dalam berbagai pekerjaan dan untuk kepentingan progressing. Efektifitas dalam perusahaan dapat dicapai dalam hal pelayanan terhadap klien. Pada umumnya teknologi informasi ini lebih banyak digunakan untuk kepentingan administrasi umum.
Tabel 23 : Efisiensi penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan usaha
Frekuensi Prosentase

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Mengurangi waktu perencanaan Meningkatkan kemampuan dalam jumlah permintaan Mempercepat respon pada progres proyek Mempercepat respon terhadap permintaan klien Mengurangi paperwork Mengurangi biaya komunikasi Mempercepat proses penagihan Mengurangi waktu transaksi Menyempurnakan jadwal pengiriman Mengurangi biaya transaksi Mengurangi biaya pemasaran Mengurangi persyaratan administrasi untuk storage Mengurangi biaya teknologi informasi Efisiensi lain

Frekuensi 22 22 22 20 16 14 14 10 10 9 7 7 5 0

Prosentase 73,33 73,33 73,33 66,67 53,33 46,67 46,67 33,33 33,33 30,00 23,33 23,33 16,67 0,00

Tabel 24 : Efektifitas penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan usaha


Mempercepat pelayanan Meningkatkan fleksibilitas usaha Mempercepat respon terhadap penawaran supplier Pengendalian yang lebih baik dari arus kas atau cas flow Keuntungan bersaing secara strategis Lebih fokus terhadap kebutuhan klien Mempertahankan kapasitas bersaing Meningkatkan penjualan Meningkatkan jaringan international Mengurangi resiko usaha Kemampuan untuk memberikan penawaran harga kepada klien Memperkecil bottleneck dari proses informasi data Mengurangi lead times dari pelaporan keuangan Meningkatkan bidang usaha baru Mengurangi resiko dalam perintis bidang usaha baru Mengurangi resiko usaha Mempertahankan pasar Memperluas dan meningkatkan pasar Lainnya Frekuensi 23 19 16 16 14 13 12 12 12 11 10 10 10 9 7 7 5 5 0 Prosentase 76,67 63,33 53,33 53,33 46,67 43,33 40,00 40,00 40,00 36,67 33,33 33,33 33,33 30,00 23,33 23,33 16,67 16,67 0,00

Tabel 25 : Manfaat kinerja penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan usaha


Mengurangi waktu yang terbuang Kehandalan dan relevansi data yang lebih baik Mengamankan fleksibilitas usaha dimasa mendatang Menyempurnakan atau memperbarui metode transaksi Menyempurnakan peramalan dan pengendalian keuangan Meningkatkan integrasi dengan funsi-fungsi nilainya Meningkatkan pertukaran informasi dengan klien Mempermudah memperoleh informasi terkini Menyediakan ruang dan kapasitas pertumbuhan usaha Meningkatkan respon dari manajemen pada berbagai masalah Menyempurnakan informasi dan kontrol Identifikasi dan pengujian yang lebih efektif untuk supplier baru Menyempurnakan strategi untuk PR/Humas Keuntungan bersaing secara strategis Menyempurnakan targeting untuk PR/Humas Menyempurnakan saringan informasi Menyempurnakan akses eksternal terhadap informasi harga Frekuensi 19 17 16 15 14 13 13 12 11 10 9 9 8 8 7 7 7 Prosentase 63,33 56,67 53,33 50,00 46,67 43,33 43,33 40,00 36,67 33,33 30,00 30,00 26,67 26,67 23,33 23,33 23,33

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

Lainnya

Frekuensi 0

Prosentase 0

Tabel 26 : Penggunaan software aplikasi dalam perusahaan


Administrasi umum Design/drawing Engineering analysis Bill of quantities Schedulling/ resource planning Technical calculation Tender preparation & bidding Project management Costing/budgeting General/office supplies purchasing Invoicing/claims Web-browsing/email Document tracking & management Material control & purchase Specification writing Facilities management Book keeping Economic & risk analysis Frekuensi 29 27 21 19 18 17 16 16 15 14 14 14 13 11 9 9 8 8 Prosentase 96,67 90,00 70,00 63,33 60,00 56,67 53,33 53,33 50,00 46,67 46,67 46,67 43,33 36,67 30,00 30,00 26,67 26,67

3.6. Bagian Internet Tersedianya perangkat teknologi informasi di perusahaan jasa konstruksi lebih banyak digunakan untuk kepentingan e-mail, pembuatan situs/website perusahaan.
Tabel 27 : Penggunaan komputer
e-mail browsing lainnya Frekuensi 23 10 3 Prosentase 76,67 33,33 10,00

Tabel 28 : Kepemilikan website perusahaan


Ada situs/website perusahaan Tidak ada situs/website perusahaan Frekuensi 17 9 Prosentase 56,67 30,00

Tabel 29 : Pertimbangan pembuatan website


Akses untuk informasi perusahaan, pelayanan dan proyek Alat komunikasi dengan klien dan klien potensial Menyediakan layanan yang baik Alat PR/Humas untuk citra perusahaan Alat direct selling dan promosi Alat untuk sharing informasi Alasan pengadaan lain Frekuensi 16 14 12 11 10 10 0 Prosentase 53,33 46,67 40,00 36,67 33,33 33,33 0,00

Tabel 30 : Fasilitas untuk perdagangan, pengadaan dan transaksi usaha secara elektronik
Frekuensi tidak ada fasilitas e- commerce ada fasilitas e-commerce Prosentase

18 5

60,00 16,67

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

4. KESIMPULAN
Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Penggunaan teknologi informasi/komputer dalam perusahaan jasa konstruksi sebesar 96,67% karena pertimbangan feature/fungsional, sedangkan 90% dengan alasan pekerjaan teknik menjadi lebih efisien. Beberapa aplikasi software/perangkat lunak adalah sebagai berikut : (a) 96,67% memilih untuk administrasi umum, (b) 90% memilih design/drawing, (c) 70% memilih engineering analysis. 2. Manfaat-manfaat teknologi nformasi/komputer yang terjadi dalam proses kegiatan usaha perusahaan : (a) manfaat efisiensi sebesar 73,33% dalam hal mengurangi waktu perencanaan, (b) manfaat efektifitas sebesar 76,67% dalam hal mampu mempercepat pelayanan, (c) manfaat kinerja/performa sebesar 63,33% dalam hal mengurangi waktu yang terbuang. 3. Faktor yang menjadi kendala dalam proses investasi dan implementasi teknologi nformasi/komputer pada perusahaan : (a) faktor Teknologi sebesar 60% dalam hal perkembangan yang pesat dari teknologi merupakan kendala terbesar, (b) faktor SDM sebesar 66,67% dalam hal kesenjangan pengetahuan dan kesadaran akan teknologi nformasi/komputer sebagai kendala/hambatan tertinggi, (c) faktor Keuangan sebesar 43,33% dalam hal faktor keuangan disebabkan karena keterbatasan anggaran. 4. Data dan fakta tentang aplikasi dan manajemen informasi adalah sebagai berikut : (a) Staf/karyawan memiliki dan menggunakan komputer secara tersendiri dalam perusahaan sebesar 81 s/d 100%, (b) Staf/karyawan yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan komputer sebesar 11 s/d 20%, (c) Jenis penggunaan dari fasilitas internet yang dimiliki perusahaan sebesar 76,67% responden memilih email, dengan 56,67% responden mempunyai situs/website perusahaan, (d) Peruasahaan jasa konstruksi yang mempunyai pertimbangan bahwa dalam pengadaan dan pemilikan situs web adalah untuk akses informasi perusahaan, pelayanan dan proyek sebesar 53,33%, dan sebesar 60% responden tidak memiliki fasilitas e-commerce yaitu fasilitas perdagangan, pengadaan, dan transaksi usaha secara elektronik, (e) 53,33% perusahaan memilih pengadaan situs web digunakan sebagai akses untuk informasi perusahaan, pelayanan dan proyek, (f) Lingkungan teknologi nformasi/komputer pada perusahaan sebanyak 56,57% adalah stand alone. Dan 40% perangkat keras yang dimiliki perusahaan adalah PC/komputer, (g) Perusahaan yang mempunyai 1-10 komputer hanya 40%. Dalam 90% perusahaan menggunakan konfigurasi prosessor pentium IV, (h) Sistem operasi komputer 96,67% perusahaan menggunakan Windows, dan sistem operasi jaringan 63,33% perusahaan menggunakan Windows NT, (i) 43,33% perusahaan memilih sebesar 6-10% pengeluaran investasi perusahaannya digunakan untuk teknologi informasi/komputer. Anggaran perusahaan yang berhubungan dengan teknologi informasi/komputer sebesar 90% digunakan untuk pengeluaran biaya perangkat keras/hardware.

5. DAFTAR PUSTAKA
1. Au, T (1989) Project Management for Construction, New Jersey : Prentice Hall, Englewood Cliffs.

Jangan menulis apapun pada footer

Wulfram I. Ervianto

2. 3. 4. 5.

Barrie, D S (1987) Manajemen Konstruksi Profesional, Edisi Kedua, Jakarta : Erlangga. Ervianto, W I (2005) Manajemen Proyek Konstruksi, Edisi Revisi, Yogyakarta : Penerbit Andi. Indrajit, E R (2000) Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi, Jakarta : Penerbit Gramedia, Paulson, B C (1995) Computer Application in Construction, Mc Graw-Hill Int.Ed., New York : Civil Engineering Series, Mc Graw-Hill Inc.

Jangan menulis apapun pada footer