Anda di halaman 1dari 4

Bahan baku :

Polimer epoxy resin


Epoxy resin dideIinisikan sebagai molekul yang mengandung lebih dari satu epoxy
group. Epoxy group ini biasa disebut, oxirane atau ethoxyline group, yang strukturnya
ditunjukkan pada Gambar.



Resin ini memiliki karakteristik listrik yang bagus, daya penyusut yang rendah,
perekat yang bagus untuk banyak bahan logam, dan tahan terhadap kelembaban
udara serta tahan terhadap tekanan.

poxy-hardener
ardener mempunyai jenis yang cukup banyak, Zat yang biasa dipakai sebagai
hardener antara lain amines, polyamides, phenolic resins, anhydrides, isocyanates and
polymercaptans. Pemilihan resin dan hardener bergantung pada aplikasi, pemilihan
proses, dan siIat material yang diinginkan. Stoikiometri dari epoxy-hardener juga
berpengaruh pada material yang dihasilkan. Jenis amine dan phenolic, merupakan
hardener yang paling banyak digunakan untuk epoxy resin.

anopartikel SiO


Silikon dioksida (SiO2) atau biasa juga disebut silika pada umumnya ditemuka dialam
dalam batu pasir, pasir silica atau quartzite. Zat ini merupakan material dasa
pembuatan kaca dan keramik. Keberadaanya bisa dalam bentuk amorI , dan kristal.
Ada tiga bentuk kristal silika, yaitu quartz, tridymite, cristobalite, dan terdapat dua
kristal yang merupakan perpaduan dari bentuk kristal tadi.

Proses :
Metode sintesis yang dilakukan adalah metode 8imple mixing. Polimer epoxy-resin dan
epoxy-hardener dicampurkan dengan perbandingan massa 1:1. Kemudian nanopartikel SiO
2
dicampurkan kedalam campuran tersebut. Campuran ketiga bahan tersebut kemudian
dipanaskan di dalam oven bertemperatur 75
o
C selama 12 menit, lalu diaduk dengan mixer
Gbr. Struktur grup epoxy
hingga campuran menjadi homogen. Pemanasan dilakukan untuk menghilangkan pelarut
sehingga didapatkan polimer-nanokomposit dalam bentuk padatan. Pengerasan atau
polimerisasi terjadi karena pencampuran epoxy resin dan hardenernya membentuk ikat silang
(.ro88link) yang kuat. Diharapkan polimer-nanokomposit yang dihasilkan memiliki
karakterisasi sebagai material superkuat. Diagram alir proses sintesis nanokomposit
diperlihatkan pada Gambar.







Karakterisasi material yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan parameter-parameter
Iisis dari polimer-nanokomposit yang dibuat.

Ufi Tekan
Proses karakterisasi material nanokomposit ini dilakukan dengan menguji ketahan
material. kekuatan material semakin bertambah seiring dengan penambahan jumlah SiO2
pada campurannya. Namun, peningkatan ini hanya sampai nilai tertentu, dimana penambahan
lebih lanjut jumlah SiO2 justru menurunkan kekuatan material. Peningkatan kekuatan
mekanik material ini, terjadi akibat penambahan nanopartikel SiO2 pada epoxy resin.
Permukaan nanopartikel yang sangat luas berinteraksi dengan rantai polimer sehingga
mereduksi mobilitas rantai polimer. Interaksi ini meningkatkan kekuatan mekanik komposisit
tersebut jauh di atas kekuatan polimer itu sendiri. asil yang dapat dicapai adalah material
yang ringan dengan kekuatan tinggi. Semakin banyak jumlah SiO2 yang dimasukkan,
kekuatan dari material nanokomposit juga bertambah sampai titik kritisnya. Tetapi pada titik
tertentu, kekuatan polimer ini turun. Penurunan ini timbul karena kadar SiO2 pada polimer
sudah jenuh sehingga kristalinitasnya berkurang.
Diagram alir sintesis nanokomposit dengan metode 8imple mixing


Ufi FT-IR
Karakterisasi FT-IR berguna untuk menentukan jenis ikatan apa saja yang ada pada
material nanokomposit tersebut. Pada karakterisasi FT-IR yang sudah dilakukan didapat
bahwa material tanpa perlakuan memiliki enam jenis ikatan, yaitu O-, C-, C-C, CO,
NO2, dan C-O. Lalu pada material dengan penambahan SiO2, terdapat lima jenis ikatan yaitu
O-, CO, NO2 dan C-, serta ikatan baru yaitu SiO2. Perbedaan yang timbul antara
material tanpa perlakuan dan dengan perlakuan menunjukkan bahwa penambahan SiO2
memberikan perubahan pada jenis ikatan yang terjadi pada nanokomposit.






Implementasi :
Mobil balap F1 terbuat dari komposit serat karbon yang didispersi ke dalam resin.
Pencampuran yang sesuai menghasilkan kekuatan yang setara baja namun massa yang sekitar
enam kali lebih ringan dari baja. Penggunaan bahan komposit pun sangat luas, yaitu untuk
komponen kapal terbang, struktur kapal, helikopter, satelit, industri pertahanan, jembatan,
terowongan, kaki palsu, peralatan olah raga dan industri migas.
Struktur nano yang diperkuat dengan memanIaatkan materi keramik dan metalik
penting dipertimbangkan dalam membuat bahan super kuat generasi baru, tipe baru dari
Ierromagnets, serta semen kuat yang mudah dibentuk. Contoh materi dari struktur nano yaitu
nanokomposit Co/WC serta Fe/TiC.

-r. (a) Polimer tanpa penambahan nanopartikel,
(b) polimer dengan penambahan nanopartikel
-r . (a) Tanpa nanopartikel SiO2 , (b) Penambahan nanopartikel SiO2