Anda di halaman 1dari 7

PENYAKIT KOLIK PADA KUDA

Disusun Oleh :
Awita Rizky
Heri Purwanto ( 11820055 )
Muhammad Zaki M ( 11820054 )
Panji Ketawang ( 11820030 )




PROGAM S1 KEDOKTERAN HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS WI1AYA KUSUMA SURABAYA
2011

A. Pendahuluan

Kolik adalah suatu sindroma pada alat pencernaan yang ditandai rasa
nyeri di rongga perut yang akut dan subakut. Dapat juga sebagai istilah yang luas
yang umumnya berarti bahwa kuda memiliki sakit perut.Sistem pencernaan kuda
sangat unik karena perut mereka sangat kecil untuk ukuran mereka.Macam
macam kolik adalah kolik konstipasi, kolik spasmodic, kolik tympani, kolik
obstruksi, kolik lambung dan kolik trombo emboli.
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai
penyebab, gejala, pengendalian dan pengobatan kuda yang terserang kolik. Hal
tersebut tidak sepenuhnya diketahui oleh peternak kuda, sehingga menyebabkan
banyak kuda yang terserang kolik. Gaya hidup alami dari kuda telah berubah
drastis selama seratus tahun terakhir.Kuda dirancang oleh alam untuk tinggal di
padang rumput dan terus-menerus merumput sepanjang hari.Sebaliknya kita telah
membawa kuda kami di dari padang rumput dan menempatkan mereka di warung-
warung.Kami kemudian terus memberi mereka makan dalam jumlah yang sama
butir konsentrat yang mereka terima saat mereka bekerja atau tidak.Kami juga
menyediakan mereka dengan serpihan atau dua jerami.
Sebaiknya para peternak setidaknya dapat mencegah penyakit kolik pada
kuda.Untuk menghindari kolik pada kuda, kuda harus dibiarkan untuk
mengkonsumsi air yang cukup yang bersih dan segar.Mereka juga harus
diperbolehkan untuk mengunyah jerami sepanjang hari jika mereka akan
terhenti.Kuda yang menerima dua kali besar per hari juga harus diperbolehkan
jerami pada siang hari jika memungkinkan. Jika mungkin, yang terbaik adalah
bahwa kuda memiliki jumlah konsentrasi mereka terbagi menjadi empat atau lima
makanan kecil per hari.
Adapun alasan mengapa kami membahas masalah kolik karena penyakit
ini dapat menyebabkan penurunan kualitas pada kuda dan dilihat dari sisi
ekonomi akan merugikan peternak. .apabila peternak menemukan kuda yang
colicking, terlebih dahulu menangkap kuda itu dan membuatnya tetap
berjalan.Berjalan akan menjaga usus kuda bergerak dan menjaga dirinya dari
pencanaian.Kuda yang roll viscously dapat menyebabkan sendiri lebih banyak
masalah.Rolling akan menyebabkan usus kuda untuk memutar dan kusut.Banyak
kuda telah hilang nyali bengkok karena menyebabkan tekanan membangun dari
gas internal dan akhirnya sesuatu akan memberikan.
Kuda mudah menderita kolik karena kekhususan alat pencernaan kuda,
seperti Lambung kuda relative kecil, Pylorus kuda letaknya 'terjepit di antara
kolon dorsal dan ventral, Kolon dorsal dan ventral tergantung longgar pada
mesenterium yang panjang hingga mudah mengalami pemutaran atau perubahan
letak anatomis , Kuda memiliki saluran pencernaan yang panjang, sedang ukuran
rongga perut relative sempit , Kerongkongan yang panjang terletak miring dan
'terjepit, tidak memudahkan proses muntah , Kuda termasuk spesies mamalia
yang tidak tahan terhadap sensasi sakit, hingga memudahkan terjadinya kolik.
Pada umumnya ada dua pengobatan untuk kuda yang tidak memerlukan
pembedahan kolik.Kuda akan diberikan suntikan Banamine.Banamine
menyebabkan otot polos dalam perut untuk menenangkan dan tidak kontrak.Ini
akan mengurangi banyak rasa sakit yang kuda itu adalah perasaan.Kuda itu
biasanya disuntikkan dan berjalan sampai upaya tidak lagi untuk berbaring dan
roll.Prosedur ini, bagaimanapun, mungkin memakan waktu beberapa jam dan
banyak orang telah dikenal untuk berjalan kuda sepanjang malam.Metode kedua
adalah dengan menggunakan minyak mineral menuruni tenggorokan kuda dan
masuk ke usus.minyak ini akan menyebabkan sistem kuda untuk Ilush out semua
berkonsentrasi membangun yang menyebabkan kuda untuk kolik.Kuda ini juga
dapat disuntik dengan Banamine dan berjalan sampai menunjukkan tanda-tanda
tidak lagi kolik.
Ada tanda-tanda utama beberapa kolik .Kuda itu bisa roll terus
menerus.Dia akan bangun dan turun dan berguling-ulang.Dia juga akan melihat ke
belakang atau menendang di perutnya karena sakit. juga dapat mengakibatkan
demam.Extreme kasus kolik juga akan membuat pendiri kuda dan ia akan muncul
untuk menjadi duduk kembali kaki belakangnya.Dia akan mencoba untuk tidak
menempatkan setiap tekanan pada kaki depan karena mereka adalah panas dan
sakit.Kuda-kuda ini akan memerlukan perhatian medis segera.Kasus yang parah
dari kolik telah mengakibatkan kematian banyak kuda.

B. PEMBAHASAN

A. Penyakit Kolik

Kolik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya rasa sakit
di daerah perut, baik berasal dari alat pencernaan makananan maupun bukan, yang
ditandai dengan kegelisahan, kesakitan, dan secara langsung dengan gangguan
perbesaran darah dengann segala maniIestasi klinisnya (Subronto, 2003).
Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh pakan dan minum berlebihan, pada
waktu panas memakan makanan berjamur dan adanya investasi cacing gelang.
Usus terhalang atau terjepit dan menimbulkan rasa sakit, sementara kuda sangat
sensitiI (Jacoeb, 1994).
KlasiIikasi Kolik
Tergantung dari rasa sakit, jalannya penyakit, perubahan-perubahan
patoIisiologis dan cara-cara penanganan kolik, kolik dibedakan ke dalam berbagai
bentuk, sebagai berikut :
1. Berdasarkan asal penyebab rasa sakit, kolik dibedakan ke dalam kolik sejati,
kolik palsu dan kolik simtomatik (Subronto, 2003).
a. Kolik sejati asal penyebab rasa sakit terdapat di dalam alat-alat pencernaan
makanan, misalnya usus, lambung, hati dan sebagainya.
b. Kolik palsu penyebabnya terdapat dalam alat-alat diluar sistem pencernaan,
misalnya ginjal, rahim dan saluran kemih.
c. Kolik simtomatik merupakan kolik yang terjadi akibat gejala ikutan dari
penyakit lain, misalnya anemis inIeksiosa dan ingus tenang.
2. Berdasarkan patoIisiologisnya, kolik dibedakan ke dalam kolik konstipasi,
kolik spasmodic, kolik timpani, kolik obstruksi, kolik lambung dan kolik trombo
emboli (Subronto, 2003) .
a. Kolik konstipasi merupakan kolik yang ditandai dengan rasa sakit perut dengan
derajat sedang, anoreksia, depresi serta adanya konstipasi. Kebanyakan kasus
terjadi karena kurang bermutunya kualitas pakan, kurangnya jumlah air yang
diminum, kelelahan setelah pengangkutan, keadaan gigi yang kurang baik
sehingga pakan tidak dapat dikunyah dengan sempurna, setelah operasi, setelah
pengobatan cacing, dan pada anak kuda yang baru dilahirkan karena retensi
mukoneum. Pada kolik bentuk ini kebanyakan dijumpai timbunan makan atau
benda-benda lain dalam Ilexura pelvina (Subronto, 2003).
b. Kolik spasmodik adalah kolik akut, disertai dengan rasa mulas yang bisanya
berlangsung tidak lama, akan tetapi terjadi secara berulang kali. Rasa mulas
ditimbulkan oleh kenaikan peristaltik usus dan spamus hingga menyebabkan
tergencetnya syaraI. Kenaikan peristaltik akan menyebabkan terjadinya diare (
http://www.vet-indo.com, 2009 ).
c. Kolik timpani adalah kolik yang disertai timbunan gas yang berlebihan di
dalam kolon dan sekum. Pembebasan gas yang tertimbun terhalang oleh obstruksi
atau perubahan lain dari saluran pencernaan. Olah cepatnya pembentukan gas
proses kolik berlangsung secara akut, yang kadang-kandang terjadi secara
berulang dan mengakibatkan rasa sakit ( http://www.vet-indo.com, 2009 ).
d. Kolik obstruksi adalah kolik yang timbul sebagai akibat terhalangnya ingesta
di dalam usus, oleh adanya batu usus (enterolith, Iecalith, coprolith) atau
bangunan bola-bola serat kasar (phytobezoar). Timbunan serat kasar dapat pula
diakibatkan oleh karena perubahan anatomi usus seperti invaginasi, vovolus dan
strangulasi. Kolik obstruksi ditandai dengan adanya rasa sakit yang berlangsung
secara progresiI, terhentinya secara total pasasi tinja di dalam saluran pencernaan,
penurunan kondisi dan gejala autointoksikasi ( http://www.vet-indo.com, 2009 ).
e. Kolik lambung terjadi akibat meningkatnya volume lambung yang berlebihan.
Kolik ditandai dengan ketidaktenangan, anoreksia total, rasa sakit yang terjadi
mendadak atau sedikit demi sedikit dan muntah. Dalam keadaan lanjut kelesuan
dan shock akan terlihat dominan ( http://www.vet-indo.com, 2009 ).
I. Kolik trombo-emboli terjadi akibat gangguan aliran darah kedalam suatu
segmen usus, sebagai akibat terbentukanya simpul-simpul arteri oleh migrasi larva
cacing Strongylus vulgaris. Terbendungnya salurn darah oleh thrombus dan
embolus mengakibatkan terjadinya kolik spasmodic yang rekuren, sedangkan
atoni segmen usus mengakibatkan terjadinya kolik konstipasi ( http://www.vet-
indo.com, 2009 ).
3. Berdasarkan jalannya penyakit dikenal kolik-kolik yang berlangsung secara
subakut, akut dan rekuren (Subronto, 2003).
4. Berdasarkan cara penanganan kolik dikenal kolik sederhana atau kolik non-
operatiI, yang penanganannya cukup dengan pengobatan medisinal, dan kolik
opertiI, atau surgical colic, yang kesembuhannya diperlukan tindakan operasi
(Subronto, 2003).

















DaItar Pustaka

Subronto. 2008. Ilmu Penyakit Ternak I-a. Yogyakarta : Gajah Mada University
Press