Anda di halaman 1dari 1

Siaran Pers UPAYA MENCEGAH PENYUSUTAN RAHANG SETELAH PENCABUTAN GIGI MENGGUNAKAN Demineralized Freeze Dried Bone (DFDB),

Salemba, Agustus 2009 Kamis, 13 Agustus 2009, bertempat di Ruang Aula FKG UI, Gedung A Lt. 2, Salemba UI, dilaksanakan Sidang Promosi Doktor Fakultas Kedokteran Gigi atas nama Dr. Corputty Johan Edwin Michel, drg., Sp.BM, dengan judul disertasi Perilaku Sel Osteoblas Manusia (In-Vitro) dalam Proses Regenerasi Tulang terhadap Transplantasi Demineralized Freeze-Dried Bone (DFDB) untuk Preservasi Tulang Alveolar. Dr. Corputty dalam desertasinya menyampaikan fakta bahwa upaya mencegah penyusutan rahang pasca tanggalnya gigi, diperlukan sebuah bahan penggganti gigi yang ternyata dapat diproduksi di dalam negeri. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah bahan pengganti tulang demineralized freeze dried bone (DFDB) produksi Batan, Jakarta, Indonesia bersifat biokompatibel dan tidak sitotoksik serta berkemampuan meningkatkan proses deferensiasi dan mineralisasi sel osteoblas dalam proses regenerasi tulang. Ide awal penelitian ini bertujuan untuk menjaga ukuran rahang manusia dewasa pasca pencabutan gigi atau gigi tanggal. Pada saat gigi yang tanggal tersebut lepas, maka akan meninggalkan bekas luka pada rahang tempat gigi tertancap. Bekas luka pada rahang tersebut jika dibiarkan akan menciut dan mengakibatkan penurunan ukuran rahang. Hal ini akan mengakibatkan rahang menjadi kecil yang apabila dipasang gigi palsu akan bersifat longgar dan tidak tahan lama. Oleh karena itu para ahli kesehatan gigi mencari alternative untuk menjaga agar rahang tetap pada ukuran semula pasca pencabutan gigi atau gigi tanggal, yang dinamakan Prevervasi Tulang Alveolar. Prevervasi Tulang Alveolar merupakan suatu proses pengisian bahan pengganti (berupa kalsium yang berasal dari matriks tulang manusia) pada bekas luka cabut gigi di tulang rahang. Pengisian bahan pengganti ini biasanya disebut dengan transplantasi demineralized freeze dried bone (DFDB). Dengan transplantasi DFDB maka bekas luka pada tulang rahang tersebut tidak menciut dan tidak menyebabkan penurunan ukuran. Selain itu transpalantasi DFDB ini sekaligus merangsang perkembangan sel osteoblas sebagai sel pembentuk tulang baru Selama ini proses Prevervasi Tulang Alveolar, masih menggunakan bahan DFDB yang berasal dari luar negeri. Padahal di Indonesia melalui Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), DFDB telah dapat diproduksi, namun belum pernah dievaluasi dan diteliti kelayakannya. Oleh karena itu dr Corputty melakukan penelitian mengenai kelayakan sekaligus mengevaluasi perilaku sel osteoblas manusia dalam proses regenerasi tulang, bila ditransplantasikan dengan DFDB (BATAN, Jakarta, Indonesia) untuk tindakan preservasi tulang alveolar. Penelitian ini menggunakan metode kultur sel osteoblas manusia (MG63) dalam jumlah yang cukup, dibagi dalam tiga kelompok, kelompok 1 ditransplantasi dengan DFDB; kelompok 2 ditransplantasi dengan Deproteinized Porous Bovine Bone (DPBB) dan kelompok 3 tanpa graft tulang sebagai kontrol. Pada 24 jam kemudian dilakukan pemeriksaan proliferasi sel osteoblas dengan MTT assay; 5, 10, 14 dan 21 hari setelah transplantasi dilakukan pemeriksaan ekspresifosfatase alkali, konsentrasi osteokalsin dan deposisi kalsium pada ketiga kelompok penelitian. Selain itu dilaporkan 7 subyek yang dilakukan preservasi tulang alveolar menggunakan DFDB & DPBB. Keterangan lebih lanjut: Devie Rahmawati Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI 0811.11.03951