Anda di halaman 1dari 6

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

No. 62/12/35/Th.VII/1 Desembe2009

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TIMUR AGUSTUS 2009


Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Agustus 2009 mencapai 20,338 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 159,9 ribu orang dibanding dengan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2008 yang sebesar 20,178 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Jawa Timur pada Agustus 2009 mencapai 19,305 juta orang, bertambah sebesar 442,8 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan pada Agustus 2008 sebesar 18,882 juta orang. Jumlah penganggur pada Agustus 2009 mengalami penurunan sebesar 262,8 ribu orang atau 25,43 % dibandingkan dengan keadaan Agustus 2008, yaitu dari 1,296 juta orang pada Agustus 2008 menjadi 1,033 juta orang pada Agustus 2009. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Agustus 2009 mencapai 5,08 persen, mengalami penurunan 1,34 persen poin dibandingkan keadaan pada Agustus 2008 (6,42 persen). Peningkatan jumlah pekerja cukup signifikan terjadi di sektor Jasa (8,21 %), Transportasi (7,68 %) dan Perdagangan (4,17 %) pada Agustus 2009 dibandingkan Agustus 2008. Sedangkan jumlah pekerja yang mengalami penurunan terjadi pada sektor Industri (-1,10 %) dan lainnya (Pertambangan, Keuangan, Listrik, Gas dan Air) sebesar -2,74 %. Selama kurun waktu Agustus 2008 Agustus 2009, peningkatan jumlah pekerja perempuan lebih besar dibandingkan pekerja laki-laki yaitu 228,6 ribu orang, sedangkan pekerja laki-laki bertambah sebesar 194,2 ribu orang.

1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Angka Pengangguran


Krisis ekonomi global yang terjadi menjelang akhir tahun 2008, nampaknya tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kondisi ketenagakerjaan di Jawa Timur pada tahun berikutnya. Nampaknya pada situasi krisis ini justru setiap individu dewasa (usia produktif) berusaha untuk melakukan kegiatan ekonomi agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan pada Agustus 2009 diketahui bahwa pekerja di Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 442,8 ribu orang dibandingkan Agustus 2008. Sejalan dengan peningkatan jumlah pekerja tersebut, maka jumlah pengangguran mengalami penurunan sebesar 262,8 ribu orang (25,43 persen). Dengan demikian jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 159,9 ribu orang.
Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009

Penyerapan tenaga kerja selama Agustus 2008 Agustus 2009, pada pekerja perempuan lebih besar dibandingkan dengan pekerja laki-laki, yaitu masing-masing jumlah pekerja perempuan meningkat 228,6 ribu orang dan pekerja laki-laki meningkat sebesar 194,2 ribu orang. Dominasi peningkatan penduduk perempuan yang bekerja umumnya hanya sebagai pekerja keluarga. Oleh karena itu peningkatan jumlah tenaga kerja tidak selalu memberikan implikasi yang positif terhadap peningkatan pendapatan pekerja, karena penambahan jumlah tenaga kerja hanya terserap sebagai pekerja keluarga atau membantu kepala rumahtangga/suami dalam melakukan kegiatan ekonomi yang sifatnya informal. Indikator utama ketenagakerjaan yang sering digunakan sebagai indikasi keberhasilan dalam menangani masalah pengangguran adalah Tingkat pengangguran terbuka (TPT), yang merupakan perbandingan antara jumlah penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Agustus 2009 mencapai 5,08 persen atau mengalami penurunan 1,34 persen poin dibandingkan keadaan pada Agustus 2008 (6,42 persen). Dari sebaran
kabupaten/kota, terlihat bahwa penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka terjadi pada 33 kabupaten/kota, sedangkan di 5 kabupaten/kota lainnya yaitu Trenggalek, Tulungagung, Jombang dan Malang, serta Kota Blitar menunjukkan kenaikan TPT.
Tabel 1 Indikator Ketenagakerjaan Agustus 2007- Agustus 2009
Laki+Perempuan Kegiatan Utama
(1)

2007 Agustus
(2)

2008 Februari
(3)

2009 Agustus
(4)

Februari
(5)

Agustus
(6)

1. Bekerja 2. Penganggur 3. TPAK (%) 4. TPT (%)

18.751.421 1.366.503 68,99 6,79

18.861.360 1.255.885 69,69 6,24

18.882.277 1.296.313 69,32 6,42

19.123.221 1.193.552 69,36 5,87

19.305.056 1.033.512 69,25 5,08

Tabel 2 Indikator Ketenagakerjaan Agustus 2007- Agustus 2009


Laki-Laki Kegiatan Utama
(1)

2007 Agustus
(2)

2008 Februari
(3)

2009 Agustus
(4)

Februari
(5)

Agustus
(6)

1. Bekerja 2. Penganggur 3. TPAK (%) 4. TPT (%)

11.483.915 789.630 84,45 6,43

11.238.676 749.634 84,53 6,25

11.382.338 727.983 84,65 6,01

11.443.256 731.111 84,54 6,01

11.576.514 652.677 84,69 5,34

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009

Tabel 3 Indikator Ketenagakerjaan Agustus 2007- Agustus 2009


Perempuan Kegiatan Utama
(1)

2007 Agustus
(2)

2008 Februari
(3)

2009 Agustus
(4)

Februari
(5)

Agustus
(6)

1. Bekerja 2. Penganggur 3. TPAK (%) 4. TPT (%)

7.267.506 576.873 53,63 7,35

7.622.684 506.251 55,36 6,23

7.499.939 568.330 54,50 7,04

7.679.965 462.441 54,68 5,68

7.728.542 380.835 54,31 4,70

Perubahan jumlah angkatan kerja yang lebih rendah dibandingkan dengan perubahan jumlah penduduk usia kerja, menyebabkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) relatif stabil yaitu berkisar pada angka 69 yang berarti dari 100 penduduk usia kerja terdapat sekitar 69 orang masuk dalam kelompok angkatan kerja. Pada keadaan Agustus 2009, angka TPAK mencapai 69,25 sedangkan setahun sebelumnya pada Agustus 2008 angka TPAK sebesar 69,32.

2. Lapangan Pekerjaan Utama


Kondisi ekonomi global yang tertekan dan penuh ketidakpastian menyebabkan prakiraan keadaan ekonomi khususnya dalam jangka pendek menjadi jauh lebih sulit. Dari hasil proyeksi laju pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh berbagai lembaga internasional dan bank investasi tidak jauh berbeda dengan perkiraan pemerintah terkini yaitu antara 4,5% hingga 5,5% sepanjang Tahun 2009. Sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan yaitu konsumsi masyarakat dan investasi akan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi sepanjang Tahun 2009. Perlambatan pertumbuhan ekonomi hanya terjadi selama semester I/2009 dan bertahap pulih kembali memasuki semester II/2009. Pola pertumbuhan ini sesuai dengan perkiraan siklus global dan pola pengeluaran pemerintah. Sejalan dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan. Berdasarkan distribusi sektoral, jumlah tenaga kerja yang terserap pada Agustus 2009 masih didominasi oleh sektor pertanian (42,9 persen). Dibandingkan dengan Agustus 2008, ada 3 sektor yang mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja cukup tinggi, yaitu Jasa, Transportasi dan Perdagangan yaitu masing-masing 8,21 %, 7,68 % dan 4,17 %. Sementara sektor Industri, dan Lainnya (Pertambangan, Keuangan, Listrik, Gas dan Air) mengalami penurunan jumlah tenaga kerja. Nampaknya ketiga sektor tersebut yang paling besar terkena dampak krisis ekonomi global, sehingga akan mengalami perlambatan pertumbuhan jika tidak ada kebijakan khusus dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan pada ketiga sektor tersebut.
Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009

Tabel 4 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Agustus 2007 Agustus 2009 (Dalam Ribuan)
Lapangan Pekerjaan Utama
(1)

2007 Agustus
(2)

2008 Februari
(3)

2009 Agustus
(4)

Februari
(5)

Agustus
(6)

Pertanian Industri Konstruksi Perdagangan Transportasi Jasa Kemasyarakatan Lainnya TOTAL

8.391,65 2.458,40 955,07 3.718,38 865,65 2.023,63 338,62 18.751,42

8.359,23 2.419,20 838,92 3.634,79 892,01 2.303,01 414,17 18.861,36

8.242,33 2.412,28 965,77 3.775,81 923,01 2.169,34 393,74 18.882,28

8.567,24 2.421,35 790,40 3.884,86 845,72 2.240,04 373,57 19.123,22

8.287,92 2.385,68 974,00 3.933,11 993,93 2.347,46 382,94 19.305,06

3. Status Pekerjaan Utama


Berkurangnya pengangguran seperti yang terlihat pada Tabel 1, perlu dicermati secara lebih mendalam untuk melihat kualitas perbaikannya. Data ketenagakerjaan menunjukkan bahwa peningkatan tenaga kerja terjadi pada sektor informal, terutama yang dikategorikan sebagai berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja tidak tetap (pekerja bebas baik sektor pertanian maupun non pertanian). Di sisi lain, tenaga kerja yang berada di sektor formal khususnya yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap mengalami penurunan dalam kurun waktu satu tahun. Hal ini dapat diartikan bahwa penyerapan tenaga kerja terjadi lebih karena inisiatif pribadi para pencari kerja tersebut dan bukan karena keberhasilan program penciptaan lapangan kerja melalui investasi dan ekspansi usaha swasta. Jika melihat status pekerjaan berdasarkan klasifikasi formal dan informal, maka pada Agustus 2009 sekitar 73,12 persen tenaga kerja bekerja pada kegiatan informal. Sektor informal memang menawarkan peluang kerja yang lebih fleksibel dalam hal persyaratan namun lemah dalam hal jaminan keberlangsungan pekerjaan tersebut (job security). Pekerja sektor informal rentan terhadap gejolak ekonomi dan cenderung tidak menentu penghasilannya khususnya para pekerja bebas (pekerja tidak tetap) yang hanya bekerja sesekali saja dan berpindah-pindah majikan maupun jenis pekerjaannya. Pekerja sektor informal juga umumnya tidak dilindungi oleh fasilitas kesehatan, perlindungan kecelakaan, maupun jaminan pensiun.

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009

Tabel 5 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama Agustus 2007 - Agustus 2009 (Dalam Ribuan)
Status Pekerjaan Utama
(1)

2007 Agustus
(2)

2008 Februari
(3)

2009 Agustus
(4)

Februari
(5)

Agustus
(6)

Kegiatan Formal - Berusaha dibantu buruh tetap - Buruh / Karyawan Kegiatan Informal - Berusaha Sendiri - Berusaha dibantu buruh tidak tetap - Pekerja Bebas di Pertanian - Pekerja Bebas di Non Pertanian - Pekerja Tak Dibayar TOTAL 3.378,28 4.175,13 1.548,58 914,05 3.675,39 18.751,42 3.325,69 4.257,49 1.483,91 855,59 3.652,78 18.861,36 3.452,21 4.254,54 1.500,06 997,75 3.560,43 18.882,28 3.404,75 4.335,52 1.573,68 940,98 3.847,53 19.123,22 3.417,64 4.460,27 1.512,67 1.036,94 3.688,76 19.305,06 586,92 4.473,07 482,50 4.803,42 581,58 4.535,71 492,72 4.528,05 552,93 4.635,85

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009

BPS PROVINSI JAWA TIMUR


Informasi lebih lanjut hubungi: DJAMAL, SE, SOSIAL BIDANG STATISTIKM.Sc Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Telepon : 031-8439343 E-mail : bps3500@surabaya.wasantara.net.id Telopon: 031-8438873 E-mail: bps3500@surabaya.wasantara.net.id

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 34/12/35/Th.VII,1 Desember 2009