P. 1
Sastra Bandingan-Cerita Rakyat

Sastra Bandingan-Cerita Rakyat

|Views: 202|Likes:
Dipublikasikan oleh HarinaKVFashionshop

More info:

Published by: HarinaKVFashionshop on Nov 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2014

pdf

text

original

Legenda Kamandaka (Lutung Kasarung) Babad Goa Jatijajar Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah

Kerajaan Hindu yang besar dan cukup kuat, yaitu berpusat di kota Bogor. Kerajaan itu adalah Kerajaan “Pajajaran”, pada saat itu raja yang memerintah yaitu Prabu Siliwangi. Beliau sudah lanjut usia dan bermaksud mengangkat Putra Mahkotanya sebagai penggantinya. Prabu Siliwangi mempunyai tiga orang putra dan satu orang putri dari dua Permaisuri, dari permaisuri yang pertama mempunyai dua orang putra yaitu: Banyak Cotro dan Banyak Ngampar. Namun sewaktu Banyak Cotro dan Banyak Ngampar masih kecil ibunya telah meninggal. Maka Prabu Siliwangi akhirnya kawin lagi dengan permaisuri yang kedua, yaitu Kumudaningsih. Pada waktu Dewi Kumuudangingsih diambil menjadi Permaisuri oleh Prabu Siliwangi, ia mengadakan perjanjian, bahwa jika kelak ia mempunyai putra laki-laki, maka putranyalah yang harus meggantikan menjadi raja di Pajajaran. Dari perkawinannya dengan Dewi Kumudaningsih, Prabu Silliwangi mempunyai seorang putra dan seorang putri, yaitu: Banyak Blabur dan Dewi Pamungkas. Pada suatu hari Prabu Siliwangi memanggil Putra Mahkotanya, Banyak Cotro dan Banyak Blabur untuk menghadap, maksudnya ialah Prabu Siliwangi akan mengangkat putranya untuk menggantikan menjadi raja di Pajajaran karena beliau sudah lajut usia. Namun dari kedua Putra Mahkotanya belum ada yang mau diangkat menjadi raja di Pajajaran. Sebagai putra sulungnya Banyak Cokro mengajukan beberapa alasan, antara lain alasannya adalah: • Untuk memerintahkan Kerajaan dia belum siap, karena belum cukup ilmu. • Untuk memerintahkan Kerajaan seorang raja harus ada Permaisuri yang mendampinginya, sedangkan Banyak Cotro belum kawin. Banyak Cotro mengatakan bahwa dia baru kawin kalau sudah bertemu dengan seorang putri yang parasnya mirip dengan ibunya. Oleh sebab itu Banyak Cotro meminta ijin pergi dari Kerajaan Pajajaran untuk mencaari putri yang menjadi idamannya.. Kepergian Banyak Cotro dari Kerajaan Pajajaran melalui gunung Tangkuban Perahu, untuk menghadap seorang pendeta yang bertempat di sana. Pendeta itu ialah Ki Ajar Winarong, seorang Pendeta sakti dan tahu untuk mempersunting putri yang di idam-idamkannya dapat tercapai. Namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh Banyak Cotro, yaitu harus melepas dan menaggalkan semua pakaian kebesaran dari kerajaan dengan hanya memakai pakaian rakyat biasa. Dan ia harus menyamar dengan nama samaran “Raden Kamandaka” Setelah Raden Kamandaka berjalan berhari-hari dari Tangkuban Perahu ke arah Timur, maka sampailah Raden Kamandaka kewilayah Kadipaten Pasir Luhur.

1

Benarlah pada malam harinya Raden Kamandaka dengan diam-diam tanpa ijin patih Resonoto. Mendengar berita ini Adipatih Kandandoho merasa lega dan puas. Pada waktu Patih Reksonoto pergi mengikuti upacara menangkap ikan di kali Logawa. Dewi Ciptoroso inilah seorang putri yang mempunyai wajah mirip Ibu raden Kamandaka. maka Radenn Kamandaka akhirnya dijadikan anak angkat Patih Reksonoto merasa sangat bangga dan senang hatinya mempunyai Putra Angkat Raden Kamandaka yang gagah perkasa dan tampan. ia pun pergi menjumpai Dewi Ciptoroso yang sudah rindu menanti kedatangan Raden Kamandaka. maka Raden Kamandaka dapat meloloskan diri dari kepungan prajurit Pasir Luhur. Adapun yang memerintahkan Kadipaten Pasir Luhur adalah “Adi Pati Kanandoho”. betemu dengan Patih Kadipaten Pasir Luhur yaitu Patih Reksonoto. dan melaporkan kepada Adipatih Kandandoohho. Mendengar hal innii maka Patih Reksonoto pun dipanggil dan harus menyerahkan putra nya . Hal ini kemu kemudian dilaporkan oleh Adipatih Kandandoho. Pada kesempatan inilah Raden Kamandaka dapat bertemu dengan Dewi Ciptoroso dan mereka berdua saling jatuh cinta. Hal inii di dengar olehh prajurit. 2 . Pada upacara ini semua keluarga Kadipaten Pasir Luhur beserta para pembesar dan pejabatan pemerintah turut menangkap ikan di kali Logawa. Menanggapi laporan ini. Namun keberadaan Raden Kamandaka di Taman Kaputren Bersama Dewi Ciptoroso tidak berlangsung lama. Karena tiba-tiba prajurit pengawal Kaputren mengetahui bahwa di daalam taman adaa pencuri yang masuk. Beliau mempunyai beberapa orang Putri dan sudah bersuami kecuali yang paling bungsu yaitu Dewi Ciptoroso yang belum bersuami. maka Adipatih sangat marah dan memerintahkan praajuritnya untuk menangkap peencuri tersebut. Oleh Patih Reksonoto dan para prajurit yang mengejar. walaupun dalam hatinya sangatlah berat.Secara kebetulan Raden Kamandaka sampai Pasir Luhur. Karena Patih Reksonoto sudah tua tidak mempuunyai anak. Bahwa ia bernama Raden Kamandaka putra dari Patih Reksonoto. Sebelum Raden Kamandaka lolos daari Taman Kaputren. dilapoprkan bahwa Raden Kamandaka dikatakan sudah mati didalam sugai. maka Patih Reksonoto saangat mencintainya. Sehimgga dengan siasat daari Patih Reksonoto. ia sempat mengatakan identitasnya. maka Raden Kamandaka dapat lari daan selamat daaripengejaran para prajurit.. Atas permintaan dari Dewi Ciptoroso agar Raden Kamandaka pada malam harinya untuk dating menjumpai Dewi Ciptoroso di taman Kaputren Kadipaten Pasir Luhur tempat Dewi Ciptoroso berada. Nmun sebaliknya Dewi Ciptoroso yang setelah mendengar berita itu sangatlah muram dan sedih. Perintaah ini dilaksanakan oleh Patih Reksonoto. Karena kesaktian daan ilmu ketangkasan yang dimiliki oleh Raden Kamandaka. dan Putri inilah yng sedang dicari oeh Raden Kamandaka. tanpa diketahuinya Raden Kamandaka secara diam-diam telah mengikutinya dari belakang. Raden Kamandaka terjun masuk kedalam sungai dan menyelam mengikuti arus air sungai. Suatu kebiasaan dari Kadipaten Pasir Luhur bahwa setiap tahun mengadakan upacara menangkap ikan di kali Logawa.

tetapi asalkan ia harus dapat membunuh Raden Kamandaka. Larinya Raden Kamandaka terus dikejar oleh Silihwarni dan prajurit. Pada setiap penyabungan ayam Raden Kamandaka selalu menang dalam pertandingan. yang berarti ia dapat lolos dari bahaya. Silihwari berpakaian seperti raknyat biasa sedangkan Raden Kamandaka berpakaian sebagai botoh ayam. Untuk membuktikannya ia harus membawa darah dan hati Raden Kamandaka. Ia oleh ayahnya Prabu Siliwangi ditugaskan untuk mencari saudara kandungnya yang pergi sudah lama belum kembali. ia dibekali pusaka keris Kujang Pamungkas sebagai senjatanya. mendengar hal ini Adipatih Kandadoho menjadi marah dan murka. Pada saat itu tiba-tiba datanglah seorang pemuda tampan mengaku dirinya bernama”Silihwarni” yang akan mengabdikan diri kepada Pasir Luhur. Hal ini tersiar saampai kerajaan Pasir Luhur. Namun keduanya sudah tidak mengenal lagi. maka iapun istirahat sebentar disuatu tempat. Untuk mengatasi gangguan dalam perjalanan. Pada suatu tempat Raden Kamandaka dapat menangkap anjing pelacaknya dan kemudian tempat itu di berinya nama desa Karang Anjing. tempat penyabungan ayam. Nama itu sebenarnya adalah Banyak Ngampar Putra dari kejajaan Pajajaran. maka tempat itu dinamakan Bancran. maka Raden Kamandaka menjadi sangat terkenal sebagai botoh ayam. Setelah Silihwarni menerima perintah daari Adipatih. dan wajahnya pucat karena menahan kernduan kepada kekasihnya. Orang tersebut bernama Rekajaya. ia pun dapat lolos dari bahaya tersebut dan tempat ia dapat lolos itu dinamakan desa Brobosan. Raden Kamandaka menjadi penggemar adu ayam. Di desa ini Raden Kamandaka diangkat anak oleh Mbok Kektosuro.Sepanjang Raden Kamandaka menyelam mengikuti arus sungai bertemulah dengan seorang yang memancing di sungai. Raden Kamandaka terus lari kearah timur dan sampailah pada jalan buntu dan tempat ini ia memberi nama desa buntu. maka ia pun pergi kesana. Didalam Goa ini ia beristirahat dan bersembunyi dari kejaran Silihwarni. Ditempat inilah mereka bertemu. Pada akhirnya Raden Kamandaka sampailah disebuah Goa. pergilah ia dengan diikuti beberapa prajurit dan anjing pelacak menuju desa Karang Luas. Silihwarni yang 3 . dengan tanpa disadari oleh raden kamandaka tiba-tiba Silihwrni menikam pinggang Raden Kamandaka dengan keris Kujang Pamungkasnya. Karena lukanya semakin deras mengeluarkan darah. Namun karena ketangkasan Raden Kamandaka . Beliau memerintahkan prajuritnya untuk menagkap hidup atau mati Raden Kamandaka . Kebetulan Mbok Reksonoto mempunyai ayam jago yang bernama “Mercu”. Karena ia mendengar berita bahwa kakak kandungnya berada di Kadipaten Pasir Luhur. Dan dia juga menyamar dengan nama Silihwarni. Karena luka goresan keris itu tersebut darahpun keluar dengan deras. seorang janda miskin di desa tersebbut. Terjadilah persabungan ayan Raden Kamandaka dan Silihwarni. Sebenarnya Silihwarni adalah nama samaran. dan berpakaian seperti rakyat biasa. Raden Kamandaka daan Rekajaya kemudian berteman baik dan menetap di desa Panagih. yaitu adik kandung dari Raden Kamandaka. maka ia permohonannya di terima.

maka orang yang mendengar merupakan nama versi ke-2. Kemudian mereka berdua berpeluka dan saling memaafkan. Pada suatu hari Adipatih dan semua keluarganya berburu. Selama di Kadipaten lutung tersebut tidak mau dikasih makan. Ternyata makanan yang diterima oleh lutung tersebut hanyalah makanan dari Dewi Ciporoso. Dikatakan bahwa itu adalah hati dan darah Raden Kamandaka yang telah dibunuhnya. Yang akhirnya di tangkaplah lutung tersebut hidup-hidup. maka akhirnya anjing pelacaknya yang dipotong diambil darah dan hatinya. Setelah itu Silihwarnipun mengatakan identitasnya bahwa ia juga putra dari Kerajaan Pajajaran. Setelah mendengar tantagan Silihwarni. bahwa ia adalah putra dari kerajaan Pajajaran namanya Banyak Cotro. Setelah sampai di kadipaten para putri berebut ingin memelihara lutung tersebut. Raden Kamandaka pun menjawab ia mengatakan identitasnya.terus mengejar setelah sampai goa ia kehilangan jejak. yaitu supaya menetap di hutan Batur Agung. Namun ada beberapa syarat yang haarus dipenuhi oleh raja Pule Bahas. Maka keadaan Dewi kini menjadi sangat gembira dan bahagia. Salah satunya ialah dalam pertemuan pengantin nanti Lutung Kasarung harus turut mendampingi Dewi Ciporoso. Pada siang hari ia berubah menjadi lutung lagi. Raden Kamandaka kemudian bertapa di dalam goa dan mendapat petunjuk . yang selalu ditemani lutung kasarung. Namun karena Silihwarni harus membawa bukti hati dan darah Raden Kamandaka. untuk goa jatijajar tersebut. Dan permohonan itu pun dikabulkan. Alkisah pada suatu hari raden dari Nusa Kambangan Prabu Pule Bahas menyuruh Patihnya untuk meminang Putri Bungsu Kadipaten Pasir Luhur Dewi Ciptoroso dan mengancam apabila pinangannya ditolak ia akan menghancurkan Kadipaten Pasir Luhur. Oleh sebab itu akhirnya oleh Adipatih lutung tersebut disayembarakan yaitu jika ada salah seoraang dari putrinya dapat memberi makan dan diterima oleh lutung tersebut maka ia lah yang akan memelihara lutung tersebut. maka “Lutung Kasarung” itu menjadi peliharaan Dewi Ciptoroso. Pada malam hari lutung tersebut berubah wujud menjadi Raden Kamandaka. bernama Banyak Ngampar. Suatu kegemaran dari Adipatih Pasir Luhur adalah berburu. Demikian kata-kata ayang pengakuan antara Raden Kamandaka dan Silihwarni bahwa mereka adalah purta pajajaran. bahwa niatnya untuk mempersunting Dewi Ciptoroso akan tercapai kalau ia sudah mendapat pakaian “Lutung” dan ia disuruh supaya mendekat ke Kadipaten Pasir Luhur. sebelah Barat Daya dari batu Raden. dan mengatakan beredia membantu merawatnya jika lutung itu akan dipelihara di Kadipaten. 4 . tiba-tiba Rekajaya datang mengaku bahwa itu adalah lutung peliharaannya. tiba-tiba bertemulah dengan seekor lutung yang sangat besar dan jinak. Kemudian Silihwarnipun dari mulut goa tersebut berseru menantang Raden Kamandaka. Atas saran dan permintaan dari Lutung Kasarung pinangan Raja Pule Bahas agar supaya diterima saja. Sewaktu akan dibawa pulang . Sehingga hanya Dewi Ciptoroso yang tahu tentang hal tersebut.

dan langsung mengenkan pakaian kebesaran Kejajaan Pajajaran dan mengaku namanya Banyak Cotro. Pertarungan Raja Pule Bahas dengan Lutung Kasarung terjadi sangat seru. Sehingga setelah ia dinikahkan dengan Dewi Ciptoroso. Namun Lutung Kasarung telah siap berkelahi melawan Raja Pule Bahas. Raja Pule Bahas selalu diganggu oleh Lutung Kasarung yang selalu mendampingi Dewi Ciptoroso.Pada waktu pertemuan pengantin berlangsung. Kini Adipatih Pasir Luhur pun mengetahui hal yang sebenarnya adalah Raden Kamandaka dan Raden Kamandaka adalah Banyak Cotro dan Banyak Cotro adalah Lutung Kasarung putra mahkota dari kerajaan Pajajaran. akhirnya Raja Pule Bahas gugur dicekik dan digigit oleh Lutung Kasarung. Tatkala Raja Pule Bahas gugur maka Lutung Kasarung pun langsung menjelma menjadi Raden Kamandaka. Oleh sebab itu Raja Pule Bahas marah dan memukul Lutung Kasarung. Namun karena kesaktian dari Luung Kasarung. bahwa putra mahkota yang akan menggantikan menjadi raja tidak boleh cacat karena pusaka Kujang Pamungkas. Namun karena Raden Kamandaka sudah cacat pada waktu adu ayam dengan Silihwarni kena keris Kujang Pamungkas maka Raden Kamandaka tidak dapat menggantikan menjadi raja di Pajajaran. Dan akhirnya ia dikawinkan dengan Dewi Ciptoroso. Karena tradisi kerajaan Pajajaran. Sedangkan yang menjadi Raja di Pajajaran adalah Banyak Blabur 5 . Raden Kamandaka hanya dapat menjadi Adipatih di Pasir Luhur Menggantikan mertuanya.

Purbararang. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Tapi ia mau menurutinya. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri".Lutung Kasarung Versi Sunda Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah legenda masyarakat Sunda yang menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !". Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari. Airnya mengandung obat yang sangat harum. ujar Purbasari. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. Ketika sampai di hutan. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. "Tabahlah Tuan Putri. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius." gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. saatnya aku turun tahta. Di istana. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung Kasarung bersikap aneh. tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil. Dalam perjalanannya di Bumi. "Aku putri Sulung. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang." kata Prabu Tapa. seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki. Ia pun menasehati Purbasari. "Apa manfaatnya bagiku ?". Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Cobaan ini pasti akan berakhir. "Aku sudah terlalu tua. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Awalnya 6 . putri bungsunya sebagai pengganti. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. "Terima kasih paman". Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari. ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga bunga yang indah serta buahbuahan bersama teman-temannya. Purbararang tidak mau kehilangan muka. ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. airnya jernih sekali. pikir Purbasari. dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama. kata Purbararang. Pada saat malam bulan purnama. Tidak lama kemudian. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut.

Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.Purbasari tidak mau. Lutung Kasarung melonjaklonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. "Jadi monyet itu tunanganmu ?". Purbasari menjadi seorang ratu. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. lebih dari Indrajaya. 7 . kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita. "Baiklah aku kalah. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Purbararang tertawa terbahak-bahak. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. Ini tunanganku". didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum.

Banyakngampar. permaisuri 2. jelmaan Lutung Kasarung. tempat Ciptoroso dan Banyakcotro bertemu dan jatuh cinta) Lutung Kasarung (Sunda) Ada (Prabu Tapa Agung. Purbararang) Ada (Lutung Kasarung) Kerajaan (kerajaan yang dipimpin Prabu Tapa Agung) Ada (Tempat pengasingan Purbasari) Tidak ada Tidak ada Sungai Tidak ada Daftar Tabel Perbandingan Fungsi Pelaku Cerita Lutung Kasarung Versi Sunda dan Banyumas (Babad Goa Jati Jajar) No Fungsi Pelaku 1 Manusia yang menyamar menjadi lutung 2 Lutung menikah dengan seorang putri 3 Seorang pemuda yang mencari istri 4 Perjalanan menjadi seorang raja/penguasa 5 Seorang kakak yang iri dengan adiknya 6 Kakak adik yang Kamandaka (Banyumasan) Ada Ada Ada Ada Tidak ada Ada Lutung Kasarung (Sunda) Ada Ada Tidak ada Ada Ada Ada 8 . Silihwarni. Dewi Ciptoroso) Ada (Lutung Kasarung.Daftar Tokoh dan Latar Cerita Cerita Lutung Kasarung Versi Sunda dan Banyumas (Babad Goa Jati Jajar) No Unsur Pembanding 1 Tokoh Tokoh manusia laki-laki Tokoh manusia perempuan Tokoh hewan 2 Latar Kerajaan Hutan Gua Desa Kamandaka (Banyumasan) Ada (Kamandaka. “Mercu” seekor ayam sabungan) Ada (Kerajaan Pajajaran). Tidak ada Ada (tempat persembunyian Kamandaka yang akhirnya dinamai Gua Jatijajar) Ada (Desa Panagih. Banyakblabur) Ada (Permaisuri 1. tempat tinggal Kamandaka sewaktu diangkat menjadi anak oleh Ki Rekajaya) Sungai Logawa (Banyumas. Indrajaya) Ada (Purbasari.

informasi yang didapatkan seekor lutung berubah menjadi pemuda tampan ketika Purbasari ditantang untuk lomba “ketampanan calon suami” oleh Purbararang. kemudian dicelakai oleh kakanya ia bertemu dengan perempuan yang iri terhadap dirinya.7 bertarung Seorang putri dibuang ke hutan yang Tidak ada Ada Tabel Perbandingan Peristiwa Cerita Lutung Kasarung Versi Sunda dan Banyumas (Babad Goa Jati Jajar) No Peristiwa 1 Penyebab seorang pemuda menjadi Lutung Kamandaka (Banyumasan) Banyak Cotro menyamar menjadi Lulung Kasarung demi bertemu dan mendapatkan Dewi Ciptoroso Lutung Kasarung (Sunda) Tidak diketahui penyebabnya. Seorang putra raja bernama Seorang putri raja bernama Banyakcotro yang menyamar Pubasari yang dibuang ke menjadi pemuda biasa demi hutan karena dikutuk dan mendapatkan istri. yang dicintainya yaitu Dewi kemudian di hutan ia Ciptoroso. bertemu dengan seekor lutung 2 Latar belakang peristiwa 9 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->