P. 1
Makrosomia

Makrosomia

|Views: 763|Likes:
Dipublikasikan oleh Ferdy Sanjaya

More info:

Published by: Ferdy Sanjaya on Nov 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Laporan Kasus II : Neonatus Aterm, Makrosomia, Vigorous Baby

LAPORAN KASUS

I.

IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Agama Suku Alamat Nama Ayah Umur Pekerjaan Pendidikan Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan Bangsal Masuk RS : By. Ny. N : 2 hari (lahir tanggal 11 september 2011 pukul 21:05 WIB) : Islam : Jawa : Sendangguwo RT 007/ RW 003,Tembalang,Semarang : Tn. S : 29 tahun : Buruh : SLTP/sederajat : Ny. N : 29 tahun : Ibu Rumah Tangga : SD : Perinatologi : 11 September 2011

Jenis Kelamin : Perempuan

1

HPHT 22 November 2010. ANAMNESIS ( Alloanamnesis ) Alloanamnesis dengan Ibu pasien dilakukan pada tanggal 13 September 2011 pukul 15. Makrosomia. o Selama hamil. ibu menyangkal adanya mual dan muntah yang berlebihan.30 WIB di ruang Dewi Kunthi dan didukung dengan catatan medis. Ibu menyangkal riwayat trauma saat hamil. HPL 29 agustus 2011. Keluhan utama : Bayi berat lahir lebih Riwayat Penyakit Sekarang : • Sebelum masuk rumah sakit o Ibu G3P2A0. ibu memeriksakan kehamilannya ke bidan di Puskesmas terdekat secara rutin satu bulan sekali. o 7 jam sebelum melahirkan. • Setelah masuk rumah sakit 2 .Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. riwayat penyakit darah tinggi. riwayat demam atau sakit selama hamil maupun riwayat minum obat tanpa resep dokter dan jamujamuan. dimana dalam sehari frekuensi makan berkisar 4-6 kali dengan porsi yang lebih banyak dari sebelum hamil (dapat mencapai 2x porsi sebelum hamil). riwayat haid teratur. Ibu memeriksakan kandungannya ke bidan dan sudah diperkirakan bahwa berat lahir bayi lebih sehingga Ibu sudah diberitahu untuk melahirkan di Rumah Sakit. riwayat dipijat. Ibu segera ke RSUD Kota Semarang. Vigorous Baby II. o 11 hari sebelum melahirkan. Mendapatkan suntikan imunisasi TT sebanyak 2x. Ibu juga menambahkan bahwa selama hamil kali ini. Selama kehamilan. Ibu mengakui adanya perubahan pola makan dimana nafsu makan bertambah jauh melebihi sebelum hamil. Ibu merasakan perutnya mules dan kencang. lama haid 5-7 hari. Selama kehamilan. DATA DASAR 1. ibu hanya mengkonsumsi vitamin penambah darah dari Puskesmas. riwayat penyakit kencing manis. hamil 41 minggu 6 hari. 24 tahun. ibu sering mengidam makanan manis.

Dilakukan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan diulang keesokan harinya. bayi langsung menangis kencang. lingkar kepala 36 cm. warna jernih.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. Riwayat Penyakit Keluarga :  Riwayat Ibu menderita Diabetes Mellitus. Saat lahir. ibu dijadwalkan untuk mengikuti SC atas indikasi curiga bayi besar. hipotermi dan gagal nafas.  Riwayat Ibu menderita penyakit menular seksual selama kehamilan atau pada saat proses persalinan seperti gonorea. tidak tampak keple. trikomoniasis. dan peka rangsang. klamidia.  Riwayat Ayah menderita penyakit menular seksual sebelum dan selama istrinya hamil disangkal. lingkar dada 37 cm. tidak ada infark maupun hematom. panjang badan 56 cm. Makrosomia. 3 . • Setelah bayi lahir o Pasien dirawat di ruang Perinatologi untuk observasi lebih lanjut atas indikasi makrosomia. tanpa lilitan tali pusat. o o Bayi dapat minum dengan kuat. ketuban pecah. kandidiasis vaginalis disangkal. kulit kemerahan. o Lahir bayi laki-laki di RSUD Kota Semarang pada pukul 21:07 WIB dengan ditolong oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara sectio caesaria. Plasenta lahir secara manual. APGAR skor 9-10-10.  Riwayat Ibu dan anggota keluarga lain mengidap batuk-batuk lama lebih dari 3 minggu. menangis keras. penyakit jantung sebelum hamil disangkal. berat badan lahir 4100 gram. dan bayi diawasi dengan ketat untuk tanda-tanda hipoglikemi. hipertensi. Vigorous Baby o Sesampainya di RSUD Kota Semarang. asma. o 1 jam sebelum melahirkan. kotiledon lengkap. mendapat pengobatan paru selama 6 bulan dan membuat kencing berwarna merah selama masa kehamilan disangkal. tidak kuning.  Riwayat Ibu mengidap HbsAg (+) untuk jangka waktu lebih dari 6 bulan dan tetap positif disangkal.

Makrosomia. ditolong oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. lahir sc. tidak tampak keple. panjang badan 56 cm. oleh dokter di RS Rumani BBL 3100 gram. riwayat minum obat tanpa resep dokter dan jamu disangkal. aterm. kulit kemerahan. di RSUD oleh dokter. Kehamilan dan Persalinan Perempuan. Vigorous baby. oleh bidan. Lahir Sectio Caesaria. bayi langsung menangis kencang. aterm.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. lahir tahun 2003 perempuan. 2. Saat lahir. tidak kuning. Tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan. BBL 1800 gram lahir tahun 2009 laki-laki. preterm . lingkar kepala 36 cm.lahir spontan. riwayat perdarahan selama kehamilan disangkal. Mendapatkan suntikan TT 2x. Riwayat Persalinan : Bayi laki-laki lahir dari ibu G3P2A0 hamil 41 minggu 6 hari. dengan vakum a/i tidak kuat Usia Saat Ini 8 tahun 2 tahun 2 hari 1. Berat badan lahir 4100 gram. Vigorous Baby Riwayat Pemeliharaan Prenatal : Ibu memeriksakan kehamilan di Bidan Puskesmas secara teratur 1x tiap bulan selama kehamilan. lahir secara spontan. BBL 4100 gram. mengejan. Bayi berat lahir lebih. lahir tahun 2011 Riwayat Perkembangan dan Pertumbuhan Anak : • Pertumbuhan :    Berat badan lahir Panjang badan : Lingkar dada : : 56 cm 37 cm 4100 gram 4 . Apgar skor 9-10-10. dan peka rangsang. 3. Ibu mengkonsumsi vitamin penambah darah dari Puskesmas. TD tinggi. riwayat trauma selama kehamilan disangkal. lingkar dada 37 cm. Kesan : Neonatus aterm. No.

Riwayat Keluarga Berencana : Setelah melahirkan anak pertama pada tahun 2003.10 • Perkembangan : Perkembangan anak belum dapat dinilai dan dievaluasi. Riwayat Sosial Ekonomi : Ayah penderita bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tiap bulan ± Rp. Setelah itu ibu pasien tidak memakai KB sampai sekarang. Kesan: Sosial-Ekonomi Kurang Data Keluarga Perkawinan ke Umur saat menikah Konsanguinitas Keadaan kesehatan/ penyakit bila ada Data Perumahan : Ayah I 21 tahun Sehat Ibu I 21 tahun Sehat 5 .10 . Menanggung 3 orang anak. Ibu bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. kemudian diganti dengan penyuntikan 1 bulan sekali selama 7 tahun.000.600. ibu pasien sekaligus menjalani operasi sterilisasi.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. Vigorous Baby   Lingkar kepala : APGAR skor : 36 cm 9 . Makrosomia. Setelah melahirkan anak ketiga. ibu pasien mengikuti KB suntik setiap 3 bulan sekali. Biaya pengobatan ditanggung Jampersal. Riwayat Makan dan Minum Anak : Bayi sejak lahir diberikan susu (15 cc D5% + 15 cc air hangat + SGM1 1 sendok) Riwayat Imunisasi :    BCG Polio :(-) :(-) Hepatitis B : ( + ) Kesan : Anak sudah mendapat imunisasi dasar sesuai umur.00.

: 44 x/ menit. Vigorous Baby   Kepemilikan rumah : Rumah orang tua Keadaan rumah Sumber air bersih : Dinding rumah tembok. Makrosomia. terdapat jamban keluarga. kornea jernih. tidak mudah dicabut. usia 2 hari. 2. kamar mandi dalam rumah. pupil bulat. Hidung : bentuk normal. konjungtiva tidak anemis. nafas spontan adekuat. tidak ada laserasi. tidak ada discharge dari kedua telinga. 6 . dan tegangan cukup. cukup padat.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. berat badan 4100 gram. ventilasi baik. bibir tidak sianosis. tidak tampak ikterik. limbah buangan ke saluran atau selokan di depan rumah. isi. ubun.4 ° C (aksila) Status Internus Kepala : mesocephale.5 x 1. bayi besar. isokor. PEMERIKSAAN FISIK Tanggal 13 September 2011 pukul 14:30 WIB di ruang perinatologi Bayi laki-laki. rambut hitam terdistribusi merata. tidak ada sekret. Mulut Thorax: : tidak tampak labioschizis. bila dilipat membalik cepat seperti semula. tidak ada caput succadaneum. Kesan umum : compos mentis. : Sumur pompa. ukuran lingkar kepala 36 cm. refleks cahaya positif normal di kedua mata. : 36. Mata : sklera tidak ikterik. Tanda vital  Tekanan darah :  Nadi  Laju nafas  Suhu : 120 x/ menit. tangisan keras.5cm. aktif.ubun besar datar ukuran 1. tidak tampak palatoschizis.   Keadaan lingkungan : Jarak antara rumah berdekatan. bibir tidak kering. kulit kepala tidak ada kelainan. panjang badan 56 cm. Telinga : bentuk normal. tidak ada nafas cuping hidung. tidak ada cephal hematom.

Makrosomia. : batas jantung sulit dinilai. warna merah. : timpani. : lanugo rata. tidak ada murmur. : anus (+) : rajah tangan dan kaki sempurna. tali pusat tampak segar. : Deformitas Akral dingin Akral sianosis Ikterik Capillary refill Tonus Kulit Superior . Refleks Oral : : :(+) . tidak ikterik. : pemeriksaan stem fremitus tidak dilakukan : sulit dinilai./< 2 detik normotonus Auskultasi : bising usus positif normal. : supel. : ictus cordis tidak melebar. labia mayor menutup. Refleks Primitif 1./. tidak tampak pucat. tidak ada kelainan././< 2 detik normotonus Inferior ./.Refleks Hisap 7 . tidak tampak retraksi dada./. hepar tidak teraba. tidak ada suara tambahan.  Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi Genitalia Anorektal Anggota gerak Ekstremitas : cembung. : pulsasi ictus cordis tidak tampak.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. lien tidak teraba. Auskultasi : suara dasar vesikuler./. : perempuan. simetris dalam keadaan statis maupun dinamis./. Tulang Belakang : Tidak ada spina bifida. tidak ada gallop. Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler. Vigorous Baby  Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : normothoraks. tidak ada sklerema.

Refleks Moro Refleks Tonic Neck :(+) :(+) :(+) :(+) Refleks Palmar Grasp : ( + ) 5.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. Makrosomia. Vigorous Baby . 3.Refleks Menelan . Refleks Plantar Grasp : ( + ) Pemeriksaan Khusus : New Ballard Score Maturitas neuromuskuler Sikap tubuh Jendela siku-siku Rekoil lengan Poin 4 3 3 Maturitas fisik Kulit Lanugo Lipatan telapak kaki Poin 4 3 3 8 . 4.Refleks Rooting 2.

Neonatus aterm II.Faktor Genetik . Neonatus aterm dd/: . Vigorous Baby Sudut popliteal 3 Payudara Tanda Selempang 3 Bentuk telinga Tumit ke kuping 4 Genitalia (perempuan) Total 20 Total New Ballard Score = maturitas neuromuskular + maturitas fisik = 20 + 21 = 41 ( ± 41 minggu ) Kesan : Kelahiran aterm 41 minggu 3.Bayi Cukup Bulan II. DIAGNOSA SEMENTARA I.Bayi dari Ibu yang mengalami penambahan berat badan berlebih III.Bayi dari Ibu dengan Diabetes Mellitus tak terkontrol . Lahir Sectio Caesaria 9 . DIAGNOSIS BANDING I.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. Vigorous baby IV.Bayi Lebih Bulan . Makrosomia III. Vigorous baby IV. Makrosomia dd/: . Lahir Sectio Caesaria IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu ( 12 Maret 2011) 3 3 4 21 GDS = 70 mg / 100 ml  Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu ( 13 Maret 2011) GDS = 78 mg / 100 ml Kesan : dalam batas normal III.Bayi Kurang Bulan . Makrosomia.Perhitungan kehamilan yang kurang tepat .

USULAN   Ulang pemeriksaan GDS 6 jam setelah pemeriksaan GDS kedua Rawat gabung bila hasil pemeriksaan GDS ketiga dalam batas normal dan tidak tampak tanda-tanda hipoglikemi dalam 24 jam VIII.rawat tali pusat . ad bonam.Injeksi vaksin Hepatitis B 1 x 0. NASIHAT DI RUMAH 1. Ibu harus selalu membersihkan puting susu sebelum menyusui bayinya. PROGNOSIS • • • Quo ad vitam : ad bonam.evaluasi keadaan umum dan tanda-tanda vital Program : . TERAPI MEDIKAMENTOSA DAN DIETETIK  Terapi : . Menjelaskan kepada ibu pasien untuk selalu mencuci tangan sehabis membersihkan tinja anak. 2.periksa kadar glukosa darah tiap 6 jam selama 24 jam atau hingga kadar glukosa normal 2x berturut-turut VI. pastikan botol susu dan dot selalu dalam keadaan bersih dan harus selalu dicuci serta direbus sebelum digunakan. 3. ad bonam.5 cc ( IM )   Diet : ASI ad libitum ( 8 x 30 cc ) . Vigorous Baby V. Jaga kehangatan bayi. Beri ASI tiap 2-3 jam sekali dan berikan ASI eksklusif selama 6 bulan. ikutilah petunjuk yang terdapat dalam kemasan tentang cara membuat susu formula serta selalu mencuci tangan sebelum membuat susu. Quo ad sanationam : Quo ad fungsionam : VII. 4.Laporan Kasus II : Neonatus Aterm. Makrosomia.jaga kehangatan bayi . Jika ibu menggunakan botol susu. Bila menggunakan susu formula.Injeksi vitamin K1 1 x 1 mg ( IM ) . 10 .

Vigorous Baby 5. 7.Muntah berlebihan lebih dari 2-3 x/hari. Hindari asap rokok di sekitar bayi karena paru-paru bayi masih sangat rentan terhadap infeksi pernafasan. . 8. Karena itu setelah menyusui semdawakan bayi dengan cara meletakkan bayi tegak lurus di pundak dan tepuk punggungnya perlahan-lahan sampai ia mengeluarkan udara.Suhu tubuh ≥ 380C. Lakukan pemeriksaan kesehatan bayi secara rutin ke Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat untuk memeriksa perkembangan dan pertumbuhan badan serta pemberian imunisasi dasar pada bayi. 6. merintih. . .Laporan Kasus II : Neonatus Aterm.Menangis ( lebih sering atau berbeda dari biasanya ). . atau mengerang kesakitan.Kejang. .Mempunyai masalah bernafas. Ibu harus menemui dokter secepat mungkin jika bayinya : . Makrosomia.Mengeluarkan darah (walaupun sedikit) pada air kencing maupun beraknya. . Kebanyakan bayi cenderung menghisap udara yg berlebihan sewaktu menyusui.Mengalami gemetar pada kaki dan tangan. 11 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->