Anda di halaman 1dari 2

MYOMECTOMY Adalah pengangkatan myoma, terutama dari uterus. [Dorland] Laparoscopy myomectomy, walaupun mungkin tapi sulit dilakukan.

n. Efektif pada infertility dan menorrhagia. Eksisi laparoscopic harus dilakukan pada pasien yang mengalami pedunculated atau subserosal leiomyoma yang dapat menyebabkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang mengganggu. Dilakukan pada symptomatic patients yang ingin mempertahankan fertilitasnya atau ingin mempertahankan uterusnya. Kerugiannya adalah resiko future leiomyoma atau kembali terjadi leiomyoma.

Management untuk leiomyoma: - Dilatation and Curettage ( D & C) Dilatasi cervix dilakukan di bawah paracervical, apidural, spinal, atau genereal anesthesia. Prosedur: Pasien diminta untuk berkemih dan kemudian berbaring dengan posisi lithotomy Ahli bedah dan asistennya harus mengikuti surgical principles asepsis Dilakukan melalui pelvic examination selama anesthesia Right angle retractor diletakkan posterior untuk perlahan-lahan meretraksi bladder Speculum diletakkan untuk memperlihatkan cervix Anterior lip dari cervix dipegang dengan tenaculum, menghindari vascular supply pada posisi jam 3 dan jam 9 Kemudian cervix dan vagina dievaluasi a) Encervical curettage Fractional curettage dilakukan pada abnormal uterine bleeding atau terdapat neoplasia pada genital tract. Cervical canal harus dikuret sebelum dilatasi cervix dan kuret pada rongga endometrial dilakukan, untuk mencegah kontaminasi pada endometrial sample dengan sel-sel endocervical. b) Endometrial curettage Untuk diagnostic dan therapeutic. Indikasi: komplikasi pada kehamilan, incomplete dan missed abortion, post partum retention of product of conception, placental polyps.

Kontraindikasi: endometritis, salphingitis, pyometra, DUB (kecuali jika alasannya adalah hypovolemia). Harus dilakukan setelah pemberian antibiotic secara parenteral.