Anda di halaman 1dari 13

Letak Cyst di organ genitalia pria:

a. %estis: neoplasma testis


-. !rostat: hiperplasia nodular prostat


Kontrasepsi

Hormonal

a. Com-ined estrogen and progesterone
-. !rogesteron only
c. !rogesterone injecta-le
d. implant

a. com-ine estrogen and progesterone
merupakan kom-inasi hormonal yang terkandung pada o-at yang dikonsumsi.
Mekanisme aksi : mencegah ovulasi dengan supresi GnRH dan mencegah sekresi
dari FSH dan LH, karena progestin sendiri -erIungsi untuk mencegah ovulasi
dengan supresi LH dan estrogen mencegah ovulasio dengan menekan pelepasan
dari FSH. !rogesterone sendiri memiliki eIek yaitu :
O lender serviks menjadi pekat yang menyulitkan penetrasi sperma,
O kapasitasi sperma diham-at
O jika di-erikan se-elum konsepsi, perjalanan ovum di tu-a Ialoppi akan
diham-at
O pengham-atan melalui H! axis.
Keuntungan :
O mengurangi kehilangan darah menstruasi dan anemia
O mengurangi resiko ectopic pregnancy
O mengurangi dysmenorrheal
O mengurangi -er-agai penyakit payudara
eIek pada liver disease : mempercepat pekem-angan gall-ladder disease
-. !rogesterone only
contrasepsi -er-entuk pill, dikonsumsi setiap hari. Mekanisme aksi dari
progestional contraceptive ini tidak mengham-at ovulasi, tetapi le-ih pada
peri-ahan servikal mucus dan eIek pada endometrium.

O mekanisme aksi : lender serviks menjadi pekat yang menyulitkan
penetrasi sperma,
O pada endometrium.
keuntungan : side eIIect sedikit, tidak menye-a-kan hipertensi
kerugian : jika penggunaan le-ih dari 3 tahun, eIikasi akan -erkurang, peru-ahan
menstrual, -leeding makin -anyak.

c. !rogesteron injecta-le
Mekanisme aksi : inhi-it ovulasi
Keuntungan : eIektiI , tidak perlu digunakan setiap hari
Kekurangan : tidak dapat di 'remove, harus tahan terhadap side eIIect, amenorhe,
-erdarah tanpa se-a-.

d. Implant


KONTRASEPSI NON-HORMONAL
Intrauterine Devices (IUD)
IUD Merupakan kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim.
O M :
Di dalam uterine cavitynmengandung -enang--enang Ii-rin, phsgocitic cells, dan
proteolytic. Kemudian Copper`s IUD akan mengeluarkan/melepaskan sedikit metal
(logam), menghasilkan respons inIlamasi yang -esar.Semua IUD menstimulasi
Iormasi prostaglandin dalam uterus, konsisten dengan kontraksi otot polos dan
inIlamasi. %erjadi peru-ahan morIologi sel-sel di permukaan endometrium terutama
microvilli, serta inilah yang menye-a-kan jalan sperma terganggu, sehingga
mencegah Iertilisasi.
O enis-jenis IUD :
a. !rogestasert
Ko-polimer etilen vinil asetat -er-entuk % ini memiliki -atang vertikal
mengandung 38mg proesteron dan -arium sulIat dalam dasar silikon. lat ini
mengeluarkan progesteron sekitar 65 g/hari ke dalam ronga uterus selama 1
tahun. umlah ini tidak mempengaruhi kadar progesteron plasma. ! 36 mm dan
L 32 mm, dan terdapat -enang hitam atau -iru tua yang melekat ke pangkal
-atang. Untuk memasang harus digunakan teknik penarikan. !rogestasert
digunakan se-agai proteksi untuk 1 tahun.

-. Levonorgestrel
lat ini mngeluarkan levonorgestrel ke dalam uterus dengan kecepatan yang
relatiI konstan 20 g/hari, yang mengurangi eIek sistemik progeteron.
Levonorgestrel ini adalah polietilen -er-entuk % yang -atangnya ter-ungkus oleh
campuran polidimetilsiloksan/levonorgestrel. Campuran ini dilapisi oleh suatu
mem-ran permea-el yang mengatur kecepatan pem-e-asan hormon.
Levonorgestrel digunakan se-agai proteksi untuk 5 tahun.

c. Copper %380
lat ini ter-uat dari polietilen dan -arium sulIat. Batangnya di-alut oleh 314 mm
2

kawat tem-aga halus dan kedua lengan masing-masing mengandung 33 mm
2
gelang tem-aga, sehingga total tem-aga adalah 380 mm
2
. Dari pangkal -atang
menjulur dua helai -enang. !ada awalnya -enang--enang terse-ut -erwarna -iru,
tapi sekarang warnanya putih kekuningan. Copper %380 digunakan se-agai
proteksi untuk 10 tahun.

O Keunggulan :
- Resiko inIeksi panggul -erkat pemakaian -enang monoIilament dan teknik-
teknik -aru ang menjamin keamanaan pemasangannya
- jumlah kelainan ektopik (namun apa-ila terjai kehamilan, le-ih -esar
kemungkinannya kehamilan ektopik, terutama pada pemaki progestasert)
- EIektiI karena hanya sekai pasang dan waktu penggantian yang relatiI lama
- Mengurangi pengeluaran darah saat menstruasi
- Mengo-ati Menorraghia
- Berkurangnya darah saat menstruasi disertai dismenorrhea
- insiden inIesi panggul
- BermanIaat -agi wanita dengan Ii-roid uteri
O Kekurangan :
- !erIorasi uterus dan a-ortus
- Kram dan prdarahan uterus
- Menorrhagia
- InIeksi
- Kehamilan dengan IUD
- Kehamilan ktopik

O Indikasi :
- Wanita yang dikontraindikasikan untuk kontrasepsi oral dan Norplant

O Kontraindikasi :
- Hamil atau dicurigai hamil
- Riwaya kehamilan ektopik
- Kelainan uterus
- !enyakit radang panggul
- Endometritis
- !asien atau pasangannya memiliki -anyak pasangan seksual
- Vaginitis
- !erdarahan genital yang se-a-nya tidak diketahui
- lergi terhadap -ahan yang tekandung dalam IUD
- Kanker uterus atau vagina

Barrier Methods
a. _ Condom
Kondom ini merupakan kontrasepsi yang eIektiI dan angka kegagalannya pada
pasangan yang -erpengalaman dan -ermotivasi kuat dapat hanya 3 atau 4 per 100
pasangan pertahun pajanan. Umumnya dan terutama selama tahun pertama
pemakaian, angka kegagalan jauh le-ih tinggi.
O Keunggulan :
- pa-ila digunakan dengan -enar, kondom menghasilkan proteksi yang cukup
-esar, tetapi tidak mutlak terhadap -eragam penyakit menular seksual,
termasuk inIeksi HIV, gonorrhea, syphilis, herpes, chlamydia, dan
trichomoniasis.
- Kondom juga mungkin mengham-at dan menghilangkan kelainan pramaligna
di serviks. Karena Centers for Disease Control and Prevention
merekomendasikan kondom untuk pasangan yang -eresiko terinIeksi HIV,
termasuk mereka yang memiliki -anyak pasangan seksual.

O gar EIektiIitas kondom _ :
Gunakan setiap melakukan sexual intercourse
Harus digunakan se-elum penis -erhu-ungan dengan vagina
!enarikan penis ketika ereksi
Dasar kondom harus dipegang saat ditarik
Intravaginal spermisida atau pelumas spermisida harus digunakan pada
kondom

O !rosedur pengunaan :

-. Female Condom (Vaginal pouch)
Kondom ini adalah suatu sarung poliurethan dengan satu cincin poliurethan lentur
di kedua ujung.
O Keunggulan :
Kondom wanita tidak dapat ditem-us oleh imunodeIisiensi manusia,
sitomegalovirus, dan virus hepatitis B
ngka ke-ocorannya adalah 0,6
Kekurangan :
ngka kehamilan terjadi le-ih tinggi di-andingkan dengan kondom _

O !rosedur penggunaan :
Cincin ter-uka -erada diluar vagina dan cincin -agian dalam yang tertutup
diletakkan di -awah simphisis seperti diaIragma.

c. Spermicides
Kontrasepi ini dipasarkan dalam -entuk creams, jellies, suppositories, Iilms
(tissue), dan Ioam dalam wadah aerosol.
O Indikasi : wanita yang tidak dapat menerima kontrasepsi oral atau IUD.


O Keunggulan :
Dapat di-eli tanpa resep
BermanIaat -agi wanita yang memerlikan perlindungan temporer (ex : selama
minggu pertama setelah memulai kontrasepsi oral atau selagi menyusui)
Mem-erikan proteksi secara parsial terhadap -e-erapa penyakit menular
seksual, termasuk gonorrhea serta mungkin papilloma virus dan HIV

O M :
Bahan ini -ekerja dengan mem-entuk sawar (-arrier) Iisik terhadap penetrasi
sperma serta mematikan sperma secara kimiawi.
Bahan aktiI spermisida adalah nonoxynol-9 atau octoxynol-9.
O gar EIektivitas spermisida :
Spermisida harus diletakkan di vagina dan -erkontak dengan serviks sesaat
se-elum sexuak intercourse.
Durasi eIektivitas spermisida maximum -iasanya tidak le-ih dari 1 jam. Setelah tu
zat ini harus dimasukkan kem-ali se-elum hu-ungan kelamin dilanjutkan.
!encucian vagina harus dihindari paling sedikit 6 jam setelah sexual intercourse.
d. DiaIragma !lus Spermicide
DiaIragma vagina yang -erupa ku-ah karet srkular dengan garis tengah -ervariasi
yang diperkuat dengan cincin logam yang melingkar.
O gar EIektivitas DiaIragma !lus Spermicide :
Digunakan -ersama dengan jelly atau cream spermisida

O Keunggulan :
insiden penyakit menular seksual di-andingkan dengan pemakaian kondom

O Kekurangan :
%erjadi sedikit inIeksi saluran kemih

O !rosedur penggunaan :
Spermisida dioleskan dipermukaan superior, -aik di sepanjang lingkar tepi
maupun di -agian tengah diaIragma. lat kemudian dimasukkan ke dalam vagina
sehingga serviks, Iornix lateral, dan dinding anterior vagina dipisahkan secara
eIektiI dari -agian vagina lainnya dan penis. !ada saat yang sama, zat spermisida
yang diletakkan di -agian tengah akan tertahan oleh diaIragma pada serviks.
pa-ila ditempatkan dengan -enar, cincin superior akan terletak di Iornix
posterior dan cincin inIerior terletak dekat dengan -aian dala simphisis pu-is tepat
di -awah uretra.


e. Contraceptive Sponge
lat ini tidak lagi dipasarkan

I. Cervical Cap
lat Ileksi-el -er-entuk mangkuk yang ter-uat dari karet alami.
O !rosedur !enggunaan :
Dipasang melingkari pangkal serviks
lat ini dapat dipasang sendiri dan di-iarkan di tempatnya selama tidak le-ih
dari 48 jam.
Cervical Cap harus digunakan -ersamaan dengan spermisida saat dipasang

O Keunggulan :
EIektivitasnya setara dengan diaIragma

O Kekurangan :
- Harganya mahal
- Diperlukan pengepasan untuk menunjang ke-erhasilanya
- Kurang eIektiI dise-a-kan kesalahan pemasangan oleh pemakai
g. !eriodic (Rhythmic) -stinence
!antang seks selama dan sekitar waktu ovulasi dapat mencegah kehamilan,
sayangnya hal ini tidak selalu -enar.
vum manusia mungkin hanya dapat di-uahi selama 12 sampai 24 jam setelah
ovulasi. Namun, sperma motil pernah ditemukan dalam mukus serviks sampai 7
hari setelah koitus atau inseminasi -uatan, dan dalam tu-a Iallopii wanita yang
menjalani laparotomi sampai 85 jam setelah koitus. Namun, kecil
kemungkinannya sperma dapat mempertahankan kemampuannya mem-uahi
sampai selama itu.


h. Calendar Rhythm Method
vulasi paling sering terjadi sekitar 14 hari se-elum mulai menstruasi -erikutnya,
tetapi sayangnya tidak harus 14 hari setelah awal menstruasi -erakhir. Karena itu,
metode irama kalender tidak dapat diandalkan.


i. %emperature Rhythm Method
Metode ini mengandalkan sedikit peru-ahan suhu tu-uh -asal. !eningkatan
menetap 0,4F (0,2C) pada pagi hari tepat se-elum ovulasi.
O gar EIektivitas %emperature Rhythm Method :
Metode ini akan le-ih -erhasil apa-ila selama setiap daur haid, hu-ungan
kelamin dihindari sampai jauh setelah peningkatan suhu ovulasi
gar metode ini -enar--enar eIektiI maka wanita yang -ersangkutan harus
-enar--enar tidak -erhu-ungan kelamin sejak hari pertama haid sampai hari
ketiga setelah peningkatan suhu


j. Mucus Serviks Rhythm Method (Billing Method)
Bergantung pada kemampuan mengetahui 'kekeringan dan 'ke-asahan vagina
aki-at peru-ahan jumlah dan jenis mukus serviks yang ter-entuk pada waktu-
waktu yang -er-eda dalam daur haid.
!rosedur :
Hu-ungan kelamin harus dihindari sejak awal haid ingga 4 hari setelah diktahui
muncul mukus yang licin.

k. Symptothermal Method
Metode ini mengkom-inasikan %emperature Rhythm Method, Mucus Serviks
Rhythm Method, dan !erhitungan untuk memperkirakan waktu ovulasi.