DEFINISI WHO memperkirakan sebanyak lebih dari 90% wanita hamil yang mengkonsumsi obat yang diresepkan maupun

obat bebas, obat sosialisasi (misalnya alkohol atau tembakau) atau obat terlarang. 2-3% dari seluruh cacat bawaan disebabkan oleh obat-obatan. Obat berpindah dari ibu ke janin terutama melalui plasenta (ari-ari), yaitu melalui jalan yang sama yang dilalui oleh zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Di dalam plasenta, obat dan zat gizi di dalam darah ibu melewati selaput tipis yang memisahkan darah ibu dengan darah janin. Obat yang diminum oleh wanita hamil bisa mempengaruhi janin melalui beberapa cara:  Secara langsung bekerja pada janin, menyebabkan kerusakan, kelainan perkembangan atau kematian  Mempengaruhi fungsi plasenta, biasanya dengan cara mengkerutkan pembuluh darah dan mengurangi pertukaran oksigen dan zat gizi diantara janin dan ibu  Menyebabkan otot rahim berkontraksi sekuat tenaga, yang secara tidak langsung mencederai janin dengan mengurangi aliran darah ke janin. Pengaruh obat terhadap janin tergantung kepada tingkat perkembangan janin dan dosis serta kekuatan obat. Obat tertentu yang diminum pada awal kehamilan (sebelum hari ke 17 setelah pembuahan), bisa menyebabkan kematian janin atau tidak mempengaruhi janin sama sekali. Pada saat ini janin sangat kebal terhadap cacat bawaan. Pada hari ke 17-57 setelah pembuahan (dimana organ tubuh mulai terbentuk), janin sangat rentan terhadap terjadinya cacat bawaan. Obat yang sampai ke janin bisa menyebabkan keguguran, cacat bawaan yang terlihat jelas atau cacat yang baru tampak di kemudian hari. Obat yang diminum setelah organ tubuh janin terbentuk sempurna, memiliki peluang yang kecil untuk menyebabkan cacat bawaan yang nyata, tetapi bisa menyebabkan perubahan dalam pertumbuhan dan fungsi organ dan jaringan yang telah terbentuk secara normal.

OBAT ANTI-KANKER Jaringan janin tumbuh dengan kecepatan tinggi, karena itu sel-selnya yang membelah dengan cepat sangat rentan terhadap obat anti-kanker. Banyak obat anti-kanker yang bersifat teratogen, yaitu dapat menyebabkan cacat bawaan seperti: - IUGR (intra uterine growth retardation, hambatan pertumbuhan di dalam rahim) - Rahang bawah yang kurang berkembang - Celah langi-langit mulut - Kelainan tulang tengkorak - Kelainan tulang belakang - Kelainan telinga

- Clubfoot (kelainan bentuk kaki) - Keterbelakangan mental.

TALIDOMID Obat ini sudah tidak diberikan lagi kepada wanita hamil karena bisa menyebabkan cacat bawaan. Talidomid pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 di Eropa sebagai obat influenza dan obat penenang. Pada tahun 1962, talidomid yang diminum oleh wanita hamil pada saat organ tubuh janinnya sedang terbentuk, ternyata menyebabkan cacat bawaan berupa lengan dan tungkai yang terbentuk secara tidak sempurna, kelainan usus, jantung dan pembuluh darah.

PENGOBATAN KULIT Isotretinoin yang digunakan untuk mengobati jerawat yang berat, psoriasis dan kelainan kulit lainnya bisa menyebabkan cacat bawaan. Yang paling sering terjadi adalah kelainan jantung, telinga yang kecil dan hidrosefalus (kepala yang besar). Resiko terjadinya cacat bawaan adalah sebesar 25%. Etretinat juga bisa menyebabkan cacat bawaan. Obat ini disimpan di dalam lemak dibawah kulit dan dilepaskan secara perlahan, sehingga efeknya masih bertahan sampai 6 bulan atau lebih setelah pemakaian obat dihentikan. Karena itu seorang wanita yang memakai obat ini dan merencanakan untuk hamil, sebaiknya menunggu paling tidak selama 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan.

HORMON SEKSUAL Hormon androgenik yang digunakan untuk mengobati berbagai kelainan darah dan progestin sintetis yang diminum pada 12 minggu pertama setelah pembuahan, bisa menyebabkan terjadinya maskulinisasi pada kelamin janin perempuan.  Klitoris bisa membesar dan labia minora menutup. Efek tersebut tidak ditemukan pada pemakaian pil KB karena kandungan progestinnya hanya sedikit. Dietilstilbestrol (DES, suatu estrogen sintetis) bisa menyebabkan kanker pada anak perempuan yang ibunya memakai obat ini selama hamil. Anak perempuan ini di kemudian hari akan: - memiliki kelainan dalam rongga rahim - mengalami gangguan menstruasi - memiliki serviks (leher rahim) yang lemah sehingga bisa mengalami keguguran - memiliki resiko menderita kehamilan ektopik - memiliki bayi yang meninggal sesaat sebelum atau sesaat sesudah dilahirkan.

bisa mudah mengalami perdarahan karena obat ini menyebabkan kekurangan vitamin K yang diperlukan dalam proses pembekuan darah. Tetapi efek seperti ini belum ditemukan pada manusia. kepada penderita epilepsi diberikan obat anti-kejang dengan dosis yang paling kecil tetapi efektif dan dipantau secara ketat. setiap hari ibunya mengkonsumsi vitamin K atau jika segera setelah lahir diberikan suntikan vitamin K kepada bayinya. meskipun tidak memakai obat anti-kejang selam hamil. bisa menyebabkan terjadinya celah langit-langit mulut. maka kelak dia akan memiliki kelainan pada penisnya. Selama hamil. Carbamazepine diduga menyebabkan sejumlah cacat bawaan yang sifatnya ringan. mual dan muntah. Bayi yang dilahirkan juga bisa mengalami keterbelakangan mental. Resikonya semakin tinggi jika selama hamil sering terjadi kejang yang berat atau jika terjadi komplikasi kehamilan atau jka berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah (karena perawatan kesehatannya tidak memadai). Wanita yang menderita epilepsi. 2 obat anti-kejang yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah trimetadion (resiko sebesar 70%) dan asam valproat (resiko sebesar 1%). kelainan jantung.Jika ibu hamil yang memakai DES melahirkan anak laki-laki. memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan. tengkorak. OBAT ANTI-KEJANG Beberapa obat anti-kejang yang diminum oleh penderita epilepsi yang sedang hamil. bisa menyebabkan cacat bawaan pada hewan percobaan. tangan dan organ perut pada bayinya. MECLIZIN Meclizin yang sering digunakan untuk mengatasi mabok perjalanan. wajah. Efek ini bisa dicegah bila selama 1 bulan sebelum persalinan. Bayi baru lahir yang selam dalam kandungan terpapar oleh phenitoin dan phenobarbital. VAKSIN .

plag. bisa melewati plasenta dan menyebabkan kelenjar tiroid janin sangat membesar. difteri dan tifoid) diberikan kepada wanita hamil hanya jika dia memiliki resiko tinggi terinfeksi oleh salah satu mikroorganismenya.Vaksin yang terbuat dari virus yang hidup tidak diberikan kepada wanita hamil. Karena itu untuk mengobati diabetes pada wanita hamil lebih baik digunakan insulin. Propiltiourasil dan metimazol. hepatitis A dan B. Vaksin rubella (suatu vaksin dengan virus hidup) bisa menyebabkan infeksi pada plasenta dan janin. Vaksin virus hidup (misalnya campak. OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL Obat hipoglikemik oral digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. rabies. OBAT TIROID Yodium radioaktif yang diberikan kepada wanita hamil untuk mengobati hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif) bisa melewati plasenta dan menghancurkan kelenjar tiroid janin atau menyebabkan hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) yang berat. tetapi seringkali gagal mengatasi diabetes pada wanita hamil dan bisa menyebabkan bayi yang baru lahir memiliki kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia). influensa. polio. yang juga digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. jika diminum oleh wanita hamil bisa sampai ke janin dalam jumlah yang cukup signifikan. Dalam keadaan normal. Bayi yang lahir dari ibu pecandu narkotika bisa mengalami kecanduan sebelum dilahirkan dan menunjukkan gejala putus obat dalam waktu 6 jam .8 hari setelah dilahirkan. Penutupan yang . gondongan. hubungan tersebut menutup sesaat setelah bayi lahir. bisa memperlambat saat persalinan dan juga bisa menyebabkan tertutupnya hubungan antara aorta dan arteri pulmoner sebelum lahir. tetanus. Mengkonsumsi aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya dalam dosis tinggi selama hamil. cacar air dan demam kuning) dan vaksin lainnya (misalnya kolera. NARKOTIKA & OBAT ANTI PERADANGAN NON-STEROID Narkotika dan obat anti peradangan non-steroid (misalnya aspirin). kecuali jika sangat mendesak.

obat anti peradangan non-steroid bisa menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. OBAT ANTI-CEMAS & ANTI-DEPRESI Jika diminum pada trimester pertama. Resiko terbesar terjadinya kelainan gigi terjadi jika tetrasiklin diminum pada pertengahan sampai akhir kehamilan. Jika digunakan pada akhir kehamilan. obat anti-depresi kebanyakan relatif aman. Aspirin dosis tinggi bisa menyebabkan perdarahan pada ibu maupun bayinya. meskipun efeknya belum terbukti.terjadi sebelum bayi lahir akan mendorong darah ke paru-paru yang belum berkembang sehingga memberikan beban yang berlebihan pada sistem peredaran darah janin. . Ciprofloxacin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil karena bisa menyebabkan kelainan sendi pada hewan percobaan. Penicillin aman diberikan kepada wanita hamil. Aspirin atau asam salisilat lainnya bisa menyebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah janin sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) dan kadang kerusakan otak. tetapi litium bisa menyebabkan cacat bawaan (terutama pada jantung). Chloramphenicol tidak berbahaya bagi janin tetapi bisa menyebabkan penyakit yang serius pada bayi baru lahir. gigi bayi berwarna kuning dan emailnya lunak serta menjadi rentan terhadap karies. Akibatnya pertumbuhan tulang menjadi lambat. ANTIBIOTIK Tetracyclin bisa melewati plasenta dan disimpan di dalam tulang serta gigi janin. yang bisa menyebabkan kerusakan otak. Kebanyakan antibiotik golongan sulfa yang diminum di akhir kehamilan bisa menyebabkan jaundice pada bayi baru lahir. yaitu sindroma bayi abu-abu. Barbiturat (misalnya phenobarbital) yang diminum oleh wanita hamil cenderung menyebabkan berkurangnya jaundice yang biasa ditemukan pada bayi baru lahir. bercampur dengan kalsium. Streptomycin atau Canamycin bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian tengah janin dan kemungkinan menyebabkan ketulian. Jika digunakan selama hamil. obat anti-cemas bisa menyebabkan cacat bawaan.

OBAT ANTIKOAGULAN Janin sangat rentan terhadap antikoagulan (obat anti pembekuan) warfarin. . lebih baik diberikan heparin. Karena itu. sulfonamid dan Chloramphenicol bisa menyebabkan pemecahan sel darah merah pada wanita hamil dan janin yang menderita kekurangan G6PD. vitamin K. Karena itu. Nitrofurantoin. ACE inhibitor dan thiazide biasanya tidak digunakan selama kehamilan karena bisa menyebabkan masalah yang serius pada janin. bisa terjadi perdarahan abnormal pada ibu maupun janin. narkotika dan obat pereda nyeri lainnya biasanya melewati plasenta dan bisa mempengaruhi bayi baru lahir. kelainan timbul karena penurunan tekanan darah ibu berlangsung terlalu cepat dan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta. Cacat bawaan terjadi pada 25% bayi yang terpapar oleh obah ini selama trimester pertama. Jika seorang wanita hamil memiliki resiko membentuk bekuan darah. Digoxin (digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan kelainan irama jantung) bisa melewati plasenta tetapi efeknya terhadap bayi sebelum maupun setelah lahir sangat kecil. OBAT-OBAT UNTUK PENYAKIT JANTUNG & PEMBULUH DARAH Beberapa wanita hamil memerlukan obat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah yang sifatnya menahun atau yang baru timbul selama kehamilan (misalnya pre-eklamsi dan eklamsi). Obat in bisa mempengaruhi fungsi plasenta dan digunakan secara sangat hati-hati untuk mencegah kelainan pada janin. Biasanya. maka diberikan efek terkecil yang masih efektif dan diberikan selambat-lambatnya agar tidak sempat sampai ke janin yang masih berada dalam rahim. Selain itu. OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN SELAMA PERSALINAN Obat bius lokal. obatobatan tersebut tidak diberikan kepada wanita yang menderita kekurangan G6PD. Obat untuk menurunkan tekanan darah seringkali diberikan kepada wanita hamil yang menderita pre-eklamsi atau eklamsi. Tetapi pemakaian jangka panjang selama kehamilan bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit atau pengeroposan tulang (osteoporosis) pada ibu. jika selama proses persalinan diperlukan obat-obatan.

Bayi ini tidak berkembang dan kemungkinan akan meninggal sesaat setelah dilahirkan.OBAT SOSIALISASI & OBAT TERLARANG Merokok selama hamil bisa berbahaya. ginjal dan alat kelamin serta perilaku yang kurang interaktif pada bayi baru lahir. Aspartam adalah pemanis buatan yang tampaknya aman digunakan selama hamil asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Bayi ini kecil. kelainan wajah dan kelainan mental. Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa mengalami sindroma alkohol. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian marijuana dosis tinggi selama hamil bisa menyebabkan perilaku yang abnormal pada bayi baru lahir. Kadang terjadi kelainan sendi dan kelainan jantung. . Meminum alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan. Keguguran. Cocain yang digunakan selama hamil bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran. kelahiran mati. abrupsio plasenta. cacat bawaan pada otak. seringkali memiliki kepala yang kecil (mikrosefalus). lahir prematur dan sindroma kematian bayi mendadak lebih sering ditemukan pada bayi yang ibunya merokok selama hamil. Berat badan lahir rata-rata dari bayi yang ibunya perokok adalah 170 gram lebih rendah dari bayi yang ibunya tidak merokok.

Obat Kategori B: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin.Ammonium chloride. Ergocalciferol *masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RDA*.Acetylcysteine. sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. . Vitamin D *masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RDA*. Sedangkan pada wanita hamil belum ada study terkontrol.Doxylamine. Thyroid hormones. Acyclovir. . .Vitamin E *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. . Obat Kategoti D: adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman. Riboflavin *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. . Ammonium lactate *topical*. CONTOH OBAT KATEGORI B (nama generik): . Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping. . . .Hydroxocobalamine *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Potassium citrate. .Ascorbic acid (vitamin C) *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*.Obat Kategori A: adalah golongan obat yang pada studi (terkontrol) pada kehamilan tidak menunjukkan resiko bagi janin pada trimester 1 dan trimester berikutnya.Thiamine (vitamin B1) *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama. Obat Kategori C: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin. Amiloride *masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan* . Obat Kategori X: adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan bukti adanya resiko bagi janin.Folic acid *masuk kategori C jika dosisnya melebihi 0. . Pyridoxine (vitamin B6). Obat golongan ini tidak boleh dipergunakan (kontra indikasi) untuk wanita hamil. CONTOH OBAT KATEGORI A (nama generik): .8 mg per hari*. atau kemungkinan dalam keadaan hamil. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. Nystatin vaginal sup *masuk kategori C jika digunakan per oral dan topikal*. Potassium gluconate.Liothyronine.Thyroglobulin. Obat dalam kategori ini amat kecil kemungkinannya bagi keselamatan janin. Obat golongan ini hanya dapat dipergunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yang mungkin terjadi pada janin.Potassium chloride.Pantothenic acid *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*.

Cefazolin. Clozapine. Clonazepam. Albendazole. Epinephrine. Calcium acetate. Kanamycin. Clarithromycin. Carbamazepine. Clotrimazole. Clinidium bromide. Aminophylline. Diazepam. Calcium phosphate. Mefenamic acid. dan masih banyak lagi.Buspiron. Magaldrate. Cilazapril. Methimazole. Cefonicid. Cidofovir. Butoconazole. Cefditoren. Uracil. . Tetracycline. Dexamethasone. Cefixime. Chlordizepoxide. Amlodipine. Alclometasone. Tamoxifen. Cefradine. Imipramine. Caffeine. Glimepiride. Benzatropine mesilate. dan masih banyak lagi. Cilastatin. Benzylpenicillin. Captopril. Lorazepam. CONTOH OBAT KATEGORI C (nama generik): Acetazolamide.Amoxicillin. Isoprenaline.Chlorpenamine. Bacitracin. Cefpodoxime. Clonidine. Amitriptyline. Hyoscyamine. Glibenclamide. Hydralazine. Cefamandole. . Gentamicin. Chlorpromazine. Camitine. Cefepime. Calcium carbonate. Fluconazole. Fosinopril. Albumin. Digitoxin. Calcium polystyrene sulfonate. Carbachol. Furosemide. Chlorhexidine *mulut dan tenggorokan*. Azelaic acid. Cefotetan disodium. Chlortalidone *masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan*. Clemastine. Belladonna.. Doxycycline. Cefmetazole. Chloramphenicol. Choline theophyllinate. Antazoline. Colestyramine. Calcium folinate. Astemizole. Acetylcholine chloride. Cefaclor. . Calcium gluconate. Atazanavir. Budesonide *inhalasi. Meprobamate. Atenolol. Carbinoxamine. Ceftriaxone. Oxytetracycline. Ephedrine. Chlorothiazide. Voriconazole dan masih banyak lagi. Atropin. nasal*. Minocycline. Cefoperazone. Carbidopa. Methyl prednisolone. Hyoscine. Ketoconazole. Diltiazem. Chloroquine. Ceftazidime. Ceforanide. Cloxacillin. Cefalexin. Ketotifen fumarate. Griseofulvin. Cefatrizine. Co-trimoxazole. Lynestrenol. Fluocinolone. Benzocaine. Desoximetasone. Carbimazole. Ceftizoxime. Cefoxitin. Dopamine. Cyprofloxacin. Cinnarizine. Ciclipirox. Bisacodyl. Ampicillin. Deserpidine.Ciclacillin. Cefuroxime. Calcium chloride. Cefapirin. Hydrocortisone. Calcitonin. Cetirizine. Allopurinol. Capreomycin. Calcium ascorbate. Carbenicillin. Cefalotin. Clindamycin. Azatadine. Digoxin. Ceftibuten. Buclizine. Chloral hydrate. Cimetidine. Isoniazid. Cisapride. Gemfibrozil. Aluminium hydrochloride. Calcium glucoheptonade. Amphotericin B. Cefotaxime. Calcium lactate. Cefprozil. Oxazepam. Cefdinir. Beclometasone. CONTOH OBAT KATEGORI X (nama generik): . Adenosine. Calcium citrate. CONTOH OBAT KATEGORI D (nama generik): Amikacin. Codeine. Isosorbid dinitrate. Dextromethorphan. Amobarbital. Cyanocobalamin. Cefadroxil. Desonide. Glipizide.

Dutasteride. Warfarin. Bicalutamide. Atorvastatin. Leflunomide.Acitretin. Diethylstilbestrol. Medrogestrone. Chenodeoxycholic acid. Goserelin. Leuprorelin. Danazol. Estrone. Miglustat. tetosterone. Clomifen. nandrolone. Nafarelin. Etradiol. Mestranol. Temazepam. Oxytocin. Tazarotene. Ganirelix. Medroxyprogesterone. Cetrorelix. Ribavirin. Ethinyl estradiol. Stanozolol. Chlorotrianisene. Oxandrolone. Menotrophin. Norethisterone. Noretynodrel. Urofolitropin. Quinine. Coumarin. Cerivastatin disodium. Flurouracil. Lovastatin. Raloxifene. Desogestrel. Norgestrel. Misoprostol. Fluorescein *parenteral*. Ergometrin.Oxymetholone. Chorionic gonadotrophin. Finasteride. Simvastatin. Estriol succinate. Bosentan. Isotretinoin. Gestodene. Mifeprestone. Pravastatin. Estropipate. Methyl testosterone. Triazolam. Flurazepam. Fluoxymesterone. . Dihydro ergotamin. Nicotine *po*. Triproretin. Fluvastatin. Levonorgestrel. Estazolam. Thalidomide. Iodinated glycerol. Etretinate. Human menopausal gonadotrophin. Estramustine. Dienestrol. Floritropin. Rosuvastatin. Alprotadil *parenteral*. Methotrexate. Ergotamin.

B. Kategori B : Studi terhadap reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi belum ada studi terkontrol yang diperoleh pada ibu hamil. hindari pemakaian aspirin. Selain itu. aspirin memicu komplikasi selama kehamilan. kandungan aspirin masih ditemukan dalam ASI. Tubuh bayi akan menerima 4-8% dosis aspirin yang dikonsumsi oleh ibu. C. Indeks Keamanan Obat pada kehamilan Suatu pedoman berdasarkan kategori US FDA mengenai kemanan pemberian obat pada kehamilan. FDA mengkategori obat menjadi 5 kategori yaitu kategori A. Kategori D : Terdapat bukti adanya risiko pada janin( manusia). obat pada kategori in boleh diberikan jika besarnya manfaat terapeutik melebihi risiko yang terjadi pada janin. antibiotik diperbolehkan untuk diberikan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester 1 (dan ditemukan bukti adanya risiko pada kehamilan berikutnya) Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan sdanya efek samping terhadap nanin( teratogenok atau embriosidal). D.Hindari Antibiotik Pemeberian antibiotik umumnya tidak diperbolehkan selama kehamilan dan menyusui. dan sangat kecil kemungkinan obat ini membahayakan janin. kecuali dianjurkan dokter. Sebelumnya harus dipastikan bahwa ibu hamil benar-benar memerlukan antibiotik. Bahkan. X Kategori A : Studi terkontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya). Konsumsi vitamin dan mineral tambahan yang berlebihan juga tidak bermanfaat dan berisiko terhadap ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan. tetapi manfaat terapeutik yang diharapkan mungkin melebihi besarnya risiko ( misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi . Hindari Aspirin Aspirin terbukti menimbulkan gangguan proses tumbuh kembang janin. dan studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak tersedia atau tidak dapat dilakukan. terutama selama trimester tiga. Jikan manfaat bagi ibu lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan pada janin. Karenanya. Suplemen Untuk Ibu Hamil Konsumsi suplemen juga perlu diperhatikan dan perlu pertimbangan matang. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat antibiotik dan juga diperhatikan mengenai keamanan bagi janin itu sendiri. Penelitina mengatakan bahwa bayi memilim ASI dari ibu yang mengkonsumsi aspirin berisiko untuk menderita Reye’s Syndrome yang merupakan suatu penyakit gangguan fungsi otak dan hati.

Obat. dan besarnya risiko obat ini digunkan pada ibu hamil jelas-jelas melebihi manfaat teraoeutiknya. Obat yang termasuk kategori ini dikontrindikasikan pada wanita yang sedang atau kemungkinan hamil. dan ekskresi. Amphogel. Obat hirup seperti nasalcrom Anti mual : Vitamin B6 (maksimum 100mg/hari diminum 1/2 jam sebelum makan) Pereda sembelit : Milk of magnesia.kondisi mengancam jiwa atau penyakit serius bilamanan obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif) Kategori X : Studi pada manusia atau binatang percobaan memperlihatkan adanya abnormalitas pada janin. NSAID Pereda sembelit : Minyak mineral Obat Terbatas       Obat jerawat : Vitamin A oral dan Accutane Obat radang sendi : Arthrotec Pengencer darah : Warfarin yang dijual dengan merk Coumadin Obat tekanan darah tinggi : ACE inhibitor Misoprostol atau cytotec obat anti kanker . Ibuprofen. Metamucil dan Maalox Pereda nyeri uluhati (heartburn) : jenis Antasida Multivitamin : pilih multivitamin dengan rekomendasi disis tidak melebihi angka kecukupan gizi harian Pereda nyeri : Acetaminophen atau paracetamol Obat infeksi jamur : Myestatin/ nystastin Obat batuk apa saja tanpa tamahan lain Obat Bebas Yang Kurang Aman   Pereda Nyeri : Aspirin dosis lebih dari 81 mg. Padahal kandungan zat aktif di dalamnya juga mengalami absorbsi. Obat Bebas (OTC) yang Aman         Obat Alergi : Antihistamin seperti Benadryl dan Unisom. Obat Bebas Risiko penggunaan obat bebas sering kali dilupakan oleh ibu hamil dan menyusui. metabolisme. atau terdapat bukti adanya risiko pada janin.

) B (1st.) D (3rd trim. MS Risiko Notes Menyusui** L1 L3 L2 1 NR Approved NR Approved Approved NR Approved NR NR NR Approved Approved Approved Approved Approved Approved D B (1st. Acular) Meperidine (Demerol) Methadone (Dolophine) Morphine (Duramorph.) B (1st. NSAIDS. 2nd trim. Nuprin. 2nd trim. Bancap. Fiorinal. Ocufen) Hydrocodone (Lortab. Voltaren) Fentanyl (Sublimaze) Flurbiprofen (Ansaid. Motrin. 2nd trim. Froben. 2nd trim. Twodyne) Butorphanol (Stadol) Celecoxib (Celebrex)) Codeine (in Tylenol #3. 2nd trim. Vicodin) Hydromorphone (Dilaudid) Ibuprofen (Advil. Anti Alergi dan Asma.) C C D B B B (1st. L3 early postpartum L3 L3 2 3 4 5 6 7 8 . Infumorph.) Approved Azapropazone (Rheumox) Butalbital (Fioricet.) B B B L3 L3 L2 L3 L4 L2 L2 L2 L3 L3 L1 L3 L2 L2.) Aspirin Caution D (3rd trim.Kelompok Analgetik. Pediaprofen) Indomethacin (Indocin) Ketorolac (Toradol.) D (3rd trim. #4) Colchicine Diclofenac (Cataflam. Obat Batuk dan Pilek.) C (3rd trim.) B C B (1st.) D (3rd trim.) D (3rd trim. 2nd trim. Anestesi Obat untuk Penghilang Rasa Sakit (Pain Killer) AAP Kategori Risiko Nama Obat approved?* Kehamilan** Acetaminophen (Tylenol) Approved B C (1st. Epimorph.

L3. Endocet. This drug has not yet been reviewed by the AAP. revised September 2001. . 1. Two-dyne) contains acetaminaphen or asprin. Fioricet (Fiorinal. Aspirin use is discouraged in children and nursing mothers due to the risk of Reye’s syndrome and internal bleeding. Roxiprin. L4 for chronic 9 Approved B Aleve) use Nefopam (Acupan) NR Approved Oxycodone (Tylox. Percocet) Pentosan polysulfate NR B L2 (Elmiron) Piroxicam (Feldene) Approved B L2 Propoxyphene (Darvocet 11 Approved C L2 N. NR 14 C L3 Ultracet) Valdecoxib (Bextra) Withdrawn from the market more * Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. This drug has not yet been reviewed by Hale.Contin) Nalbuphine (Nubain) NR B L2 Naproxen (Anaprox. Per Hale. and butalbital. Naproxen. NR 10 B L3 Roxicet. Bancap. PhD (2004 edition). caffeine. Lactation Risk Categories  L1 (safest)  L2 (safer)  L3 (moderately safe)  L4 (possibly hazardous)  L5 (contraindicated) Pregnancy Risk Categories A (controlled studies show no risk) B (no evidence of risk in humans) C (risk cannot be ruled out) D (positive evidence of risk) X (contraindicated in pregnancy)      NR: Not Reviewed.    Approved: (Table 6) Maternal Medication Usually Compatible With Breastfeeding Caution: (Table 5) Drugs That Have Been Associated With Significant Effects on Some Nursing Infants and Should Be Given to Nursing Mothers With Caution NR: Not Reviewed. ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. Percodan. baby should be observed for sedation.Oxycontin. Naprosyn. Darvon) Rofecoxib (Vioxx) Withdrawn from the market 12 Secobarbital (Seconal) 13 Approved D L3 Tolmetin (Tolectin) Approved C L3 Tramadol HCL (Ultram. Propacet. 2.

observe infant for sedation. higher dose may result in infant sedation. 10.) B B C Risiko Menyusui** L2 NR NR L1 Advil. infrequent or occasional use is not necessarily incompatible with breastfeeding. 2nd trim. Per Hale. Ponstel Anaprox. Endocet. Per Hale. distress.) D (3rd trim. diarrhea. withdrawal syndrome.) B (1st. Nuprin. should be used with caution due to its long half-life and its effect on baby’s cardiovascular system. short-term.3. Per Hale. Roxicet. 14.) D (3rd trim. apnea. 5. Acular Ponstan.) D (3rd trim. 8. Per Hale. Per Hale. observe infant for sedation. 9. observe infant for sedation. Meperidine use during labor or early postpartum has been associated with sedation. higher doses may result in infant sedation. Roxiprin. Naproxen. Per Hale. 12. and neurobehavioral delay in infants. 2nd trim. Approved Pediaprofin Indocin Approved Indomethacin L3 Ketorolac Mefenamic acid Naproxen Phenylbutazone Piroxicam Suprofen Tolmetin Steroid Toradol. poor sucking reflex.) B (1st. kidneys and GI tract. Per Hale. 13. Naprosyn. Non-steroidal anti-inflammatory analgesics (NSAIDs) [more] Kategori Nama Generik Nama Dagang AAP Risiko approved?* Kehamilan** Azapropazone (apazone) Rheumox Approved Dipyrone (banned in the Approved US & UK) Flufenamic acid Ibuprofen Approved B (1st. 4. 11. respiratory depression. constipation. Aleve Butazolidine Feldene Profenal Tolectin Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved L2 NR L3 L4 (for chronic use) NR L2 NR L3 [contents] . addiction. observe infant for GI cramping. Motrin. 7. 6. Per Hale. use of frequent. 2nd trim. Per Hale. Percocet also contain acetaminophen. Hale suggests weakened or premature infants be observed for sedation and apnea. Per Hale. Hale suggests newborns be observed for sedation. observe infant for sedation. observe infant for sedation.

2nd trim. Medrol Approved C C C L2 L2 L2 [contents] Approved Deltasone.) Approved D (3rd trim.) Approved C Approved B Approved B B B C L3 L3 L2 L2 L3 (if used early postpartum) L3 L3 L2 Dolophine Approved Morphine Approved Darvocet N. Dyphylline Bricanyl. Brethine Aminophylline. Meticorten. Propacet. Theo-Dur Approved Approved Approved C B C L3 L2 L3 Analgetik Narkotik [more] Butorphanol Codeine Fentanyl Meperidine Methadone Morphine Propoxyphene Stadol Tylenol #3. Quibron. DepoMedrol.Methylprednisolone [ high dosage methylprednisolone] Prednisolone Prednisone Obat Asma Dyphylline Terbutaline Theophylline Solu-Medrol. Lufyllin. #4 Sublimaze Demerol B (1st. Approved Darvon Obat Batuk AAP approved?* Codeine yes Dextromethorphan not reviewed Guaifenesin not reviewed Dekongestan (Obat Pilek) AAP Nama Obat approved?* Phenylephrine not reviewed Nama Obat Pseudoephedrine (Sudafed. Actifed) yes Risiko Menyusui** L3 (moderately safe) L1 (safest) L2 (safer) Risiko Menyusui** L3 (moderately safe) L3 (moderately safe) for acute use L4 (possibly hazardous) for chronic use due to potential for decreasing milk supply . Approved Orasone Dilor.

PhD (2006 edition) Nasal Sprays (Spray Hidung) AAP Nama Obat Risiko Menyusui** approved?* Beclomethasone (Vanceril. yes L1 (safest) Actifed) * Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. revised September 2001. revised September 2001. PhD (2002 edition) . Beclovent. ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. Vancenase) Cromlyn sodium not reviewed L1 (safest) (Nasalcrom) Fluticasone (Flonase) not reviewed L3 (moderately safe) Mometasone not reviewed L3 (moderately safe) (Nasonex) Phenylephrine (in some forms of Sinex not reviewed L3 (moderately safe) and Neo-Synephrine) Triamcinolone not reviewed L3 (moderately safe) Acetonide (Nasacort) Antihistamin (Anti Alergi) AAP Nama Obat Risiko Menyusui** approved?* Brompheniramine not reviewed L3 (moderately safe) Chlorpheniramine (Chlor-Trimeton) not reviewed L3 (moderately safe) CTM Cetirizine (Zyrtec) not reviewed L2 (safer) Dexbrompheniramine maleate yes not reviewed with d-isoephedrine Diphenhydramine not reviewed L2 (safer) (Benadryl) Doxylamine not reviewed L4 (possibly hazardous) Fexofenadine yes L3 (moderately safe) (Allegra) Loratadine (Claritin) yes L2 (safer) Terfenadine yes not reviewed (Seldane) Triprolidine (Actidil. ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. not reviewed L2 (safer) Beconase.* Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk.

L4 for chronic use L3 more L2 L3 .Obat Anestesi Nama Obat AAP approved?* Kategori Risiko Kehamilan** C C C C C B B C Risiko Notes Menyusui** NR L2 L2 L3 L3 L2 NR NR L3 L3 L3 L3 more 1 more more Local anesthetics Articaine (Septocaine) NR Bupivacaine (Marcaine) NR Lidocaine (Xylocaine) Approved Mepivacaine (Carbocaine. NR Polocaine) Procaine HCL (Novocaine) NR General anesthetics Halothane (Fluothane) Approved Isoflurane (Forane) NR Ketamine NR Methohexital (Brevital) Approved Nitrous oxide NR Sevoflurane (Ultane) NR Thiopental (Pentothal) Approved Other medications often used during anesthesia Sedatives Diazepam (Valium) Concern more D Midazolam (Versed) Concern D Propofol (Diprivan) NR B Triazolam (Halcion) NR X Narcotic Analgesics Alfentanil (Alfenta) NR C L2 Fentanyl (Sublimaze) Approved B L2 Hydromorphone (Dilaudid) NR C L3 Morphine Approved B L3 Reversal Medication Flumazenil (Romazicon) NR NR 2 C Naloxone (Narcan) NR NR 3 C Steroids Decadron (Dexamethasone) NR NR more C Stimulants Epinephrine (Adrenaline) NR C L1 Anti-nausea Promethazine (Phenergan) NR C L2 * Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human L3.

Isoflurane (Forane) is used for c-sections and directly in newborns. Antivirus. Vitamin. stimulates Motilum lactation) [more] Antibiotika Kategori Risiko Risiko Kehamilan** Menyusui** [contents] B L2 C L2 L1 [contents] . Induction of and recovery from isoflurane anesthesia are rapid. Naloxone (Narcan) is used directly in newborns and children. Delsym and Benylin are considered compatible with breastfeeding. ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. Kontrasepsi. revised September 2001. Antijamur.     Approved: (Table 6) Maternal Medication Usually Compatible With Breastfeeding Concern: (Table 4) Drugs for Which the Effect on Nursing Infants Is Unknown but May Be of Concern Caution: (Table 5) Drugs That Have Been Associated With Significant Effects on Some Nursing Infants and Should Be Given to Nursing Mothers With Caution NR: Not Reviewed. dll Nama Generik Nama Dagang AAP approved?* Approved Approved Approved Antasida Cimetidine (Antacid) Tagamet Cisapride (GI tract stimulant) Propulsid Domperidone (used for nausea & vomiting. Antibiotik. Many forms of Robitussin. 1. PhD (2004 edition). 3. This drug has not yet been reviewed by Hale. Obat jantung & Hipertensi. This drug has not yet been reviewed by the AAP. Flumazenil (Romazicon) is used directly in children aged 12 months and up.Milk. 2. Always check the active ingredients. so the majority of the medication is out of the body (and milk) very quickly. Kelompok Antasida. 4. More here. Lactation Risk Categories  L1 (safest)  L2 (safer)  L3 (moderately safe)  L4 (possibly hazardous)  L5 (contraindicated) Pregnancy Risk Categories A (controlled studies show no risk) B (no evidence of risk in humans) C (risk cannot be ruled out) D (positive evidence of risk) X (contraindicated in pregnancy)      NR: Not Reviewed. as there are many versions.

Ticarcillin Ticar. Kefzol Claforan Mefoxin Cefzil Ceftazidime. AzoSulfisoxazole Gantrisin Achromycin. Trimethoprim/sulfamethoxazole Trimpex Antikoagulan Bishydroxycoumarin (dicumarol) Coumadin. Taxidime Ceftriaxone Rocephin Ciprofloxacin [more] Cipro Clindamycin Cleocin E-Mycin. Tetracycline Sumycin. Ceftazidime Fortaz. Ilosone Fleroxacin Gentamicin Garamycin Kanamycin Kebecil. Duricef Ancef. Warfarin Panwarfin Antikonvulsan (Anti kejang) Carbamazepine Tegretol. Kantrex Moxalactam Moxam Nitrofurantoin Macrobid Ofloxacin Floxin Penicillin Streptomycin Streptomycin Sulbactam Gantrisin. Terramycin Ticarcillin.Amoxicillin Aztreonam Cefadroxil Cefazolin Cefotaxime Cefoxitin Cefprozil Larotid. ERYC. Amoxil Azactam Ultracef. EryErythromycin tab. Timentin Proloprim. Epitol Ethosuximide Zarontin Magnesium sulfate Epsom salt Phenytoin Dilantin Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved B B B B B B C B B C B B C D B C B D C D B C L1 L2 L1 L1 L2 L1 L1 L1 L2 L3 L3 L1 L3 early postnatal NR L2 L2 NR L2 L2 L1 L3 NR L2 L2 L1 L3 [contents] Approved Approved Approved Approved Approved Approved D C C B D NR L2 [contents] L2 L4 L1 L2 .

DepoProvera. Pregnancy risk category = B. Cycrin Enovid Crinone. Seasonale. Plan B Provera. Permarin. Norlestin. Tolbutamide Approved D L3 Orinase [contents] Obat Diare . Lunelle injection. etc.Valproic acid Anti Jamur Fluconazole [more] Ketoconazole Antivirus Acyclovir [more] Depakene. Lactation risk category = L1. Nizoral Approved Approved Approved D C C L2 [contents] L2 L2 [contents] L2 L2 [contents] Zovirax Alferon N. OrthoEvra patch. Interferon-alpha [more] Interferon Alpha Arthritis meds (see also: pain meds) Ridaura. OrthoNovum. Norinyl. Mirena. Oramide. Solganal Kontrasepsi. Gold salts Myochrysine. Norplant. Hormon Estradiol Clogestone Estratab. Prometrium Approved Approved C C Approved C L5 [contents] L3 (may interfere with milk production) NR Approved Approved X - Contraceptive pill with estrogen/progesterone Approved X L3 (may interfere with milk production) Levonorgestrel Approved X L2 L1 L4 (if used first 3 days postpartum) L2 L3 Medroxyprogesterone Norethynodrel Progesterone Approved Approved Approved D X - [contents] Obat Diabetes Note: Insulin has not been reviewed by the AAP. Menest Preven. Ovral. Depakote Diflucan Nizoral Shampoo.

Diltiazem/Diltiazem HCL Approved C L3 Diltiazem.Imodium. [more] [contents] Diuretik (Peluruh Kencing) Dazamide. Quinidine Approved C L2 Quinidex Anti Hipertensi L3 (if used Captopril Capoten after 30 Approved D days) Cardizem Sr. due to the association of salicylates with Reyes syndrome in children. Approved B L2 Kaopectate II Caplets. Acetazolamide Approved C L2 Diamox L4 (may Bendroflumethiazide Naturetin inhibit Approved D lactation) Chlorothiazide Hydrodiuril Approved D L3 Chlorthalidone Hygroton Approved D L3 Hydrodiuril. Obat Jantung Anti aritmia Norpace. Oretic Spironolactone Aldactone Approved D L2 [contents] Anti Muntah [more] Domperidone Motilum Approved L1 [contents] Anti Hipertensi. Dilacor-XR. Procainamide Approved C L3 Procan Quinaglute. Immodium Advanced ** Note: Pepto-Bismol & Kaopectate (bismuth subsalicylate is the active ingredient in both) are not recommended for routine use by nursing moms. Pepto Diarrhea Control. Maalox Antidiarrheal Loperamide Caplets. Hydrochlorothiazide (HCT) Approved D L2 Esidrix. Cardizem CD Enalapril/Enalapril Maleate Vasotec C (1st trim. Disopyramide Approved C L2 Napamide Flecainide Tambocor Approved C L3 Mexiletine Mexitil Approved B L2 Pronestyl.) Approved L2 .

SlowTrasicor. 3rd trim. Rogaine Corgard. Nadolol Adalat. Lanoxicaps Laksan (Pelancar BAB) [more] Cascara/Cascara Sagrada Danthron Magnesium sulfate Epsom salt Senna Obat malaria Aralen. Trasicor Inderol Betapace Blocadren Calan. Covera-HS Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved D (2nd. NovoChloroquine chloroquine Hydroxychloroquine Plaquenil Pyrimethamine Daraprim Quinine Quinamm Medical Testing [more] Diatrizoate Fluorescein Gadopentetic (Gadolinium) Iohexol Omnipaque Iopanoic acid Telepaque Digoxin Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved C C B C C C D C C B D L2 [contents] L3 NR L1 L3 [contents] L3 L2 L4 L2 [contents] NR L3 L2 L2 L2 . Isoptin. Lopressor Loniten. Minodyl. Normodyne Aldomet Toprol XL.) C C C B C C C C B C C L2 L2 L2 L3 L2 (topically) L3 (orally) L4 L2 NR L2 L3 L2 L2 Lanoxin. Procardia Apsolox.Hydralazine Labetalol Methyldopa Metoprolol Minoxidil Nadolol Nifedipine Oxprenolol Propranolol Sotalol Timolol Verapamil Cardiac stimulants Apresoline Trandate.

Delta-d - Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved B B C C D D B D D D A L2 L2 [contents] L3 [contents] L3 NR L5 L3 [contents] L3 [contents] L3 L3 L2 NR L1 [contents] L3 L2 L3 L2 [contents] NR L1 L2. Levothroid.Metrizamide Metrizoate Obat Migren [more] Sumatriptan Obat Sedativ [more] Chloral hydrate Methyprylon (withdrawn from use in US & Canada) Bromide Secobarbital Obat Tidur Zolpidem/Zolpidem Tartrate Obat Anti Tiroid [more] Carbimazole Methimazole (active metabolite of carbimazole) Propylthiouracil Thiouracil Levothyroxine Obat TBC Cycloserine Ethambutol Isoniazid Rifampin VITAMIN [more] B-1 (thiamin) B-12 (Cyanocobalamin) B-6 (pyridoxine) Amipaque Isopaque Imitrex Aquachloral. Noctec Seconal Ambien Tapazole PTU Synthroid. 2nd trim. LevoT. Myambutol INH. Thyroid. Rimactane Calciferol.) C . vitamin (Phytonadione) Approved Approved Approved A A (1st.) C (3rd trim. vitamin Folic acid K-1. Laniazid Rifadin. L4 in high doses (may inhibit lactation) L3 (do not overdose) L1 L1 Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved C B C C A A D. Levoxyl Seromycin Ethambutol.

Atropine Rheumox Approved Approved Approved Approved Approved Approved Approved A D C C - L1 [contents] NR L3 L2 NR L3 L2 Lioresal. Caffeine [more] Approved B L2 Coffee Carbetocin (Antihemorrhagic) Duratocin NR Approved Chloroform NR Approved Cisplatin (Anti-cancer) Platinol Approved D L4 Avlosulfon. drying agent) Azapropazone/apazone (Antirheumatic) Baclofen (muscle relaxant) Barbiturate Soriatane Zyloprim.   Approved: (Table 6) Maternal Medication Usually Compatible With Breastfeeding Caution: (Table 5) Drugs That Have Been Associated With Significant Effects on Some Nursing Infants and Should Be Given to Nursing Mothers With Caution . revised September 2001. Atrofen Approved C L2 NR Approved Vivarin. lupus) Iodides NR Approved Iodine NR Approved Iodine (povidone-iodine. NoDoz. eg.Riboflavin/B2 Lain-lain Acitretin (Anti-psoriasis) Alcohol/Ethanol [more] Allopurinol Antimony Atropine (Anticholinergic. Dapsone (Antileprosy) Approved C L4 DDS Hydroxychloroquine Plaquenil Approved C L2 (Antirheumatic. Lopurin Belladonna. Approved C L2 stimulant) Regonol Transderm Scopolamine (Motion sickness) Approved C L3 Scope Sulfapyridine Dagenan NR Approved Timolol (glaucoma med) Blocadren Approved D L3 * Per the AAP Policy Statement The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. in NR Approved a vaginal douche) Ivermectin (Antiparasitic) Mectizan Approved C L3 Nalidixic acid (Urinary AntiNegGram Approved B L4 infective) Norsteroids NR Approved Pyridostigmine (Muscle Mestinon.

 NR: Not Reviewed. This drug has not yet been reviewed by Hale . Lactation Risk Categories  L1 (safest)  L2 (safer)  L3 (moderately safe)  L4 (possibly hazardous)  L5 (contraindicated) Pregnancy Risk Categories A (controlled studies show no risk) B (no evidence of risk in humans) C (risk cannot be ruled out) D (positive evidence of risk) X (contraindicated in pregnancy)      NR: Not Reviewed. This drug has not yet been reviewed by the AAP. ** Per Medications’ and Mothers’ Milk by Thomas Hale. PhD (2004 edition).

943  4749. 43974 ./0 . 475.0/   8/7  709.4390398( 42507/430 49:2 5574.39:3 ..9:7093 5574.0/  3-9 .5.0/   395079038  -.0/   00930 09 5574.2/0 0.2/0 5574.4749..9430 /.0/   479. $57434.2470( . 4507..5098  224/:2 /.3/0 %.0/   .8  ..0/   ...90 .9.7/02$7  .09.1907  /.450.908 9#00883/74203.2-4..4390398( .0/   !743089  !74..24  2./0 %  5574.3 ":3..770.792.884.943418.3  .5098  5574.9.0  8457.0/   39:39.02.47 5574.42203/0/14774:930:80-3:7832428 /:09490.. 03/741:209.9.3.0370/0393-49  .59457 ..0/  ..4 39/.9430 5574.0/   /74/:7  /74../703 2470( :709 !0:7:03.3..4390398( 39.770.90 -82:98:-8.47 #  9.2/0 5574./0 /74/:7 5574.2/0 5574.:90  ":3/30 5574.9.2/0 .4.0/   !74.2/0  .0/   ":3/0 395079038  1:80/ .450.54903 5574.24/:2 !0594 ./430 74943 5574...90890.7034970.9..0/   .0/ 490!0594 824 .

57.02  .02 5574.0/   9..9.7/02 3.

3.8490..90 '.57.0/  89972   . 5574.0.

3/..0 4.398 5708430 %7.-09.34.8.0/ 5574.8.5.892:.0/ 5574...7/  .....2 .0/ 5574.3.07.0/ 5574...3 !0.8. $ 5574.3 84593  4.9  !74.0/ 5574.7/.90  4724/30 /4209 %4574  45708847 43903  34/  #4.8.0/ 5574...4 09/45./44 /.7.0/ 5574.    #     .30 ./44 10/530 570344 !7457.7 2470( ./7.0/  3/ 7/ 972                   945.344 $49. 5844 $4 %7.0/ 5574.7/.0/ 5574.47  %7.   47.343  . 0945744 34/ .58 .0/ 5574.5.4 %244 '07.30 47.47 3/074 09.0/ 5574./703 .

.%08932470( ..9 $033.0/ 5574.230 .7.03  .0/ 5574. 7.22 0/.$.03 4./43:2   404 235.90  :4708.8./..7. .6:0 45.  .6:0 43 5574.34.7.  -.4 4746:30 .39743  .4746:30 !.4390398(  #   .4746:30 /74.6:03 !7209.0/ 5574.92./ %005.0/ 5574.572 ":330 ":3..7.0/                .308:28:1.974.0/ 5574.4390398(     ..4390398( #     .0/ 5574.90 58428./4503909.0/ 5574.0/ 5574..0/ 5574.0/ 5574.0/ 5574.0/ 5574.0/ 5574.

2470( 47.9$0/..0/ 5574.0/ 5574.9%/:7 45/02.31742  :803&$ .0/ 5574.0/ 5574.90 25.0/ 5574.43. 5574.2/0 0974../7.4-.47.4390398( #  3 /4808 2.0/ 5574. $0.0/ 5574.9.07/480    095743 9/7.6:0 2970 6:.3 -.4390398(  .  742/0  $0. -.097.4390398(    #  .943   /4349 4.3-9 ./.3.4390398(  #   .90.6:0 845.0/ 5574.9.0/ 5574.97032470( $:2.4390398(  .  4.7-9.9759.0/ 5574.90 -.4390398(     .0/ 5574.0/ 5574.0/                .

0/ 5574.253 #2.4 -.40  !74594:7.34..90 2-03 -.4-.0/ 5574..3./   .5.2-:94 .480730 $0742.23 !943. /   5574.40 41.9.497430 %74/ 0.4974/  0.40 .2-:94  9./430  5574. !%& %4:7.797.0/         .45/02%.4 % 0.0/ 5574..2-:94 843.3 9.9.40  092.23     57/430   .30 '%2470(   9.1074  09..0/   89 3/ 972   7/972   .0/ 5574.0209.0/ 5574.9..23 4..7-2.7-2./ #1.23     .939%74/2470( .9% .0/ 5574..-490 %../  ..  $3974/  0.9.0/ 5574./3  #1.0/ 5574.

.3.#-41.

3 .44. .97093 39 5847.3 .88  .

039  .430.342470( 45:734 39243 974530 39.9.  /73.4307.5745.

.9843 $420:78331.5.-0 7:8%.0/ 5574.7.0/   310.90  $47.0/  # .3  70.30  4572  45:73  0.0  .94.902039%0%7.89..90/9$31.:943 ..0/   41100 ..0/   $ /74.39  .  .9.  :7.9.0/ 5574.0/ 5574.0003884..110302470( 5574.3 5574.4390398( #   #   4708.0 089343  5574.0/  # 4741472  5574.-0 ..20/  4.07  !.38107417:8.0/  # 85.0/         .0/  # 4/30 54./433.430 3970:2..0/ %.0  4789074/8  5574.$9...070.934 5574.3.4103 2:8.73 44  ./. 974103 5574.3/$4:/0.:.0/   .9-0970..39  #0434 %7.0/   $.93 395..230 49438.9.42.9073.03.80/$05902-07   O O 5574.4746:30 !.0/  # '.0/   !0790!!4../703 5574.  0.89100/3 .3 5574./4:.739 07..:943 %.0/ 5574.0/  # 4/30  5574.38/072 $.93 39 .450 $:1.0720.0/   892:..2 5574.9.454.48:143  .0/  # !7/489230 :8.3.39110.0394:783490789.0/   3970:2.0/.0/ 5574.57/30 .3 5574.7-9:7.  974530 #0:24 5574.3/ 90702.398.425./430 4/30 0 3  5574. :5:8  4//08  5574.3088  5574.58430 3905748  5574.0/   .943&8:..7-094.8394:2.0/    5574../ &73.0/  # %244 .0/ 5574.9.6:03 5574.3 3902477.9.

38   78.8.0  .904708 O  8..041783:2.90/35703.  #49#0.3/..00/ %8/7:.943#8.908.00/-.00/-90!  !070/.9438 .00.00/ %8/7:.4397.3.4397..1089  O  8.834909-00370.9.3/49078 -%42.834909-00370.O #49#0.7/4:8  O  .90/   O O O O O !703.10  O  5488-.0 !  0/943  .3./03../03.439740/89:/08843478   340..#8..04178   .3349-07:0/4:9   5489.3/.904708  .107  O  24/07.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful