Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sistem kardiovaskuler merupakan system yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah.
Sistem ini memiliki peranan penting dalam memelihara perIusi oksigen dan nutrisi ke jaringan
tubuh. Kecukupan aliran darah tergantung dari kerja pompa jantung, kondisi dan respon dari
pembuluh darah serta kecukupan sirkulasi volume darah. Aktivitas system saraI, viskoitas dan
kebutuhan metabolik jaringan mempengaruhi kecepatan dan kecukupan aliran darah.
InIark Miokard adalah penyebab kematian pertama penyakit jantung di dunia. Sekitar
sepertiga dari penderita IMA meninggal dalam beberapa jam setelah terjadinya nyeri dada, gagal
jantung, atau komplikasi yang lain. Karena itu, tanda-tandanya dan gejalanya perlu dikenali
dengan cepat, sehingga terapi dapat segera diberikan.
Perjalanan penyakitnya, lebih dari 90 kasus, disebabkan oleh penyumbatan arteri koroner
akut. Terhentinya aliran darah koroner secara mendadak pada suatu daerah di miokardium
mengakibatkan kontraksi yang tidak sinkron, yang diiikuti dengan penurunan kontraksi jantung
dan hilangnya kontraksi. Perubahan ini terjadi 5-10 menit pertama setelah penyumbatan.
Untuk mendiagnosisnya maka harus diketahui riwayat nyeri dada yang bersiIat hebat,
berlangsung lama dan tidak dapat diatasi dengan pemakaian obat. Gejala lain adalah mual,
muntah-muntah, kelemahan, pusing, keringat dingin dan jantung berdebar. Pada pemeriksaan
biasanya pasien tampak cemas, gelisah dan tampak sakit berat.Pada pemeriksaan Iisik ditemukan
JVP dapat meningkat terdapat bunyi jantung keempat dan bunyi pergerseran perikardium.
Pemeriksaan lain yang dianjurkan yaitu EKG, RadiograIi, Uji laboratorium. Yang paling penting
ialah apabila sudah merasakan nyeri dada yang hebat, maka segera ke rumah sakit untuk
mendapatkan pengobatan yang adekuat.

1.2Identifikasi Kasus
Tuan Badu 65 thn, seorang pensiunan PNS. Beragama islam, dengan pendidikan terakhir
sarjana muda. Mengeluh nyeri dada 10 jam SMRS, klien mengeluh nyeri dada kiri. Nyeri seperti

ditekan beban berat. Nyeri menjalar ke bagian lengan kiri dan punggung dan nyeri dagu, nyeri
terasa terus-menerus. Klien mengeluh mual, muntah, dan keringat dingin. Skala nyeri dada
dirasakan oleh klien sangat nyeri dan berada di skala 10 dalam rentang nyeri 1-10.
A. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Klien mempunyai riwayat hiperlipidemia sejak 10 tahun yang lalu, riwayat merokok ()
2 bungkus sehari, mulai berkurang 7 bulan yang lalu.
B. Riwayat Kesehatan Keluarga
Menurut klien, tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit jantung, DM,
ataupun hipertensi.
C. Data Psikologis, sosial dan spiritual
Emosi stabil, bila menghadapi masalah, klien membicarakan dengan istri dan anak-
anaknya. Klien mengatakan rasa cemas tentang keadaan dirinya yang didiagnosa
penyakit jantung, klien baru pertama kali mengalami serangan jantung. Klien merupakan
seorang kepala keluarga, menurut klien, hubungan klien dengan keluarga dan orang lain
baik. Klien beragama islam dan taat menjalankan solat 5 waktu. Klien menyatakan
dirinya menyadari sakitnya merupakan cobaan dari Alloh SWT.
D. Setelah dilakukan pengkajian Iisik didapatkan data sbb:
Ku : tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis Eye:4, Motorik:6,Verbal:5. BP:
120/90, P: 80/mnt, T: 36,5. BB: 80 kg, TB: 160 cm. Bunyi jantung S1 terdengar jelas
pada ICS 5 kiri pada garis mid clavicula, bunyi jantung 2 terdengar jelas di ICS 2
parasternal kiri dan kanan. Bunyi jantung murni regular, tidak ada mur-mur, tidak ada
gallop. Akral teraba dingin, CRT ~ 4 detik. Edema tidak ada. Tidak ada clubbing Iinger.
Rontgen dada : pembesaran jantung kiri. EKG : ST elevasi. I,II,III, avF.
Pengelolaan kolaboratiI :
O ksigen : 21/mt
O Pethidhine : 2 mgr
O Fortanes : 30 mg / 30 cc
O Aspilet 2 x 1 tablet
O KCl 25 meq dalam 4 jam pertama\
O Ca Glukonase 1 amp

1.3%ujuan
1. Mahasiswa mampu melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus klien dengan
gangguan system kardiovaskuler, dengan menerapkan teori dan prinsip ilmu
keperawatan.
2. Mahasiswa mampu melakukan simulasi pengelolaan beberapa kasus klien dengan
gangguan system kardiovaskuler.
3. Mahasiswa mampu mengidentiIikasi masalah-masalah yang memerlukan tindak lanjut
penelitian berkaitan dengan keperawatan klien gangguan kardiovaskuler.
4. Mahasiswa mampu mencari dan menerappkan hasil-hasil peelitian mutahir untuk
pengelolaan klien dengan masalah pada system kardiovaskuler.
5. Mahasiswa mampu mempromosikan kesehatan kepada masyarakat khususnya pada yang
mengalami gangguan system kardiovaskuler.


















BAB II
ISI


2.1 Istilah-istilah yang berkaitan dengan Kasus
O iperlipidemia kandungan lemak yang tinggi dalam darah di atas batas normal.
O Compos mentis sadar sepenuhnya, dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
O Pethidine obat untuk menghilangkan rasa sakit, bersiIat narkotik. EIek mual, muntah,
cara kerja cepat.
O Akral ujung-ujung bagian tubuh
O Aspilet nama dagang untuk aspirin, menghasilkan enzim anti thrombosis.
O avF sadapan EKG
O meq satuan elektrolit
O midclavicula 1/3 tengah klavikula.
O Fortanes golongan analgesic tetapi bukan golongan narkotika.
O SMRS Sebelum Masuk Rumah Sakit.
O Ku Keadaan Umum.

2.2 Anatomi dan Fisiologi 1antung
Jantung adalah organ yang mensirkulasi darah teroksigenasi ke paru-paru untuk pertukaran
gas-gas. Jantung berada ditengan dada diantara paru dibelakang sternum agak kesebelah kiri.
Terbungkus oleh 2 lapis membrane yang disebut pericardium yang membentuk kantung l.
Lapisan sebelah dalam dinamakan pericardium viceral yang secara langsung menempel pada
bagian luar jantung. Lapisan sebelah luar dinamakan pericardium parietal dan terikat pada
columna spinalis, diaphragma dengan ligamen. Diantara kedua perikardium terdapat sedikit
cairan yang memudahkan pergerakan jantung. Terpisahnya ruangan dalam jantung mencegah
percampuran antara daerah yang menerima darah yang tidak teroksigenasi dari vena cava
superior, inIerior dan sistem coroner. Darah ini melalui katub tricuspid ke ventrikel kanan,
dipompakan ke paru-paru melalui katup mitral ke ventrikel kiri dan dipompakan ke aorta untuk
sirkulasi coroner san sistemik.
O Ruang-ruang jantung


Jantung terdiri dari 4 ruang. Ruang bagian atas terdiri dari Atrium kiri dan kanan. Ruang
bagian bawah dinamakan Ventrikel kiri dan kanan. Dinding yang memisahkan atrium kiri dan
kanan serta ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum. Ventrikel kiri merupakan ruang paling
besar dan kuat. Walau dindingnya hanya setebal inchi tetapi mempunyai tenaga yang cukup
kuat untuk mendorong darah melewati katup aorta keseluruh tubuh.
O Lapisan jantung
Jantung Terditi dari 3 lapisan :
Endocardium adalah lapisan paling dalam yang dibentuk oleh jaringan epithelial.
Myocardium adalah lapisan yang paling tebal yang terdapat pada bagian tengah
merupakan jaringan otot. Myocardium menerima darah ketika diastole dari arteri
coronaria.arteri coronaria kiri bercabang menjadi arteri descending anterior dan arteri
circumIlex. Arteri coronaria kanan memberi darah antara lain ke SA Node ventrikel
kanan,permukaan diaphragma ventrikel kanan. Vena-vena coronaria mengenbalikan
darah ke sinus kemudian bersirkulasi langsung ke dalam paru-paru. Konsep aliran
darah myocardium penting untuk mengetahui penyakit jantung inschemik, gejala
karakteristik inschemik atau anoxia.
Epicardium - tipis, lapisan terluar
O Katup Jantung
Katup Atrioventricular (AV) - mencegah arus balik darah dari ventrikel ke atrium
selama Iase sistol ventrikel (contraction)
4 Katup Tricuspid - antara atrium dan ventrikel kanan

4 Katup Mitral - antara atrium dan ventrikel kiri


Katup Semilunar - mencegah arus balik darah dari arteri(Arteripulmonal & aorta)
ke ventrikel selama Iase diastol ventrikel(relaxation)
4 Katup Semilunar Aorta - antara ventrikel kiri dengan aorta
4 Katup Semilunar Pulmonal antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonal
Seluruh katup terdiri dari jaringan penunjang (bukan otot jantung) , dan membuka
serta menutup secara pasiI sebagai respon terhadap perubahan tekanan
Katup AV - membuka jika tekanan atrium ~ dari tekanan ventrikel ( selama diastol
ventrikel) & menutup jika tekanan ventrikel ~ dari tekanan atrium ( Selama sistol
ventrikel)
Katup Semilunar - membuka jika tekanan dalam ventrikel ~ dari tekanan pada arteri (
Selama sistol ventrikel) dan menutup saat tekanan pada arteri ~ dari pada tekanan pada
ventrikel (Selama diastol ventrikel)
O Coronary Circulation

Arteri Coronaria Sinistra
Mempunyai dua cabang besar
Ramus Desenden Anterior
Ramus Sirkumpleksia melingkari jantung dlm dua lekukan anatomis
sulkus atrioventrikular
sulkus interventrikular
keduanya bertemu di bagian permukaan post. disebut kuruks jantung (lokasi AV-node)
Arteri Coronaria Dextra
Supply darah untuk - atrium kanan
- ventrikel kanan

- dinding dalam ventrikel sinistra


- 55 kebutuhan a.v. node .
O Keadaan Jantung saat Siklus Jantung

O %he Conduction System

Kontraksi teratur jantung tergantung pada perpindahan impuls-impuls listrik dari dasar ke
apex jantung. Setiap jantung mampu memulai kontraksi dengan pengendalian pace maker SA
node dalam atrium kanan. Impuls dari SA node berjalan ke atrium kiri melalui bundle bachman
dan turun ke AV junction (AV node dan daerah IS) sampai kontraksi atrium maksimal. Impuls
berjalan dari AV junction ke bundle his melalui atrionodal dan kemudian seterusnya ke serabut
purkinje, menghasilkan kontraksi vertikal. Sistem konduksi tersebut dipengaruhi oleh gerakan
elektrolit (sodium dan potasium). Ketika elektrolit tersebut melalui membran sel menyebabkan
depolarisasi dan repolarisasi. Gangguan konduksi tersebut mengakibatkan mekanisme

pemompaan terganggu. Pembentukan impuls-impuls, kontraksi diatur oleh sistem saraI otonom
melalui nervus vagus kanan dan kiri, sistem saraI simpatis dan parasimpatis. Acetylecholine
mengatur n. Vagus, norepinephirine mengatur saraI simpatis. N. Vagus mengurangi kecepatan
impuls dalam SA node, mengurangi kecepatan konduksi melalui AV node serta menurunkan
kekuatan kontraksi atrium dan ventrikel. SyaraI simpatis mempercepat pembentukan impuls-
impuls, konduksi dan memperkuat kontraksi. Kecepatan denyut jantung dipengaruhi oleh
2
dan
C
2
, P darah, elektrolit dan obat-obat tertentu. Pemompaan jantung ditentukan oleh hukum-
hukum automatisasi(permulaan impuls). Konduktivitas, ekstabilitas, reIactoriness, dan ritmisitas.
ukum-hukum tersebut membantu adaptasi perubahan kebutuhan oksigen.
Adaptasi terhadap kebutuhan oksigen dipengaruhi oleh Iaktor intrinsik dan ekstrinsik. Jika
kebutuhan oksigen meningkat misalnya ketika latihan, obesitas, stress emosi,penyakit
metabolisme perdarahan, anemia, dan penggunaan obat-obat tertentu, out-put cardiac meningkat.
Pada kebutuhan oksigen menurun seperti ketika istirahat, hypervolemia, viskositas darah
meningkat,respons jantung pun demikian. Jantung ditentukan oleh ukuran dan jumlah darah yang
kembali dan dipompa oleh jantung, dipengaruhi oleh viskositas darah dan tahan periIer. Stroke
volume dan cardiac out-put adalah parameter keadaan jantung yang harus diketahui perawat.

2.3. Konsep Penyakit
2.3.1 Definisi
InIark miokard akut adalah nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otot
jantung. InIark miokard adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan
oksigen yang berkepanjangan. InIark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan
jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah korener berkurang.
Penyebab penurunan suplai darah mungkin akibat penyempitan krisis arteri koroner karena
arterosklerosis atau penyumbatan total arteri oleh emboli atau thrombus. Penurunan aliran darah
koroner juga bisa diakibatkan oleh syok atau perdarahan.

2.3.2 Etiologi
Intinya AMI terjadi jika suplai oksigen yang tidak sesuai dengan kebutuhan tidak tertangani
dengan baik sehingga menyebabkan kematian sel-sel jantung tersebut. Beberapa hal yang
menimbulkan gangguan oksigenasi tersebut diantaranya:

1. Berkurangnya suplai oksigen ke miokard.


Menurunya suplai oksigen disebabkan oleh tiga Iactor, antara lain:
a. Faktor pembuluh darah
al ini berkaitan dengan kepatenan pembuluh darah sebagai jalan darah mencapai sel-sel
jantung. Beberapa hal yang bisa mengganggu kepatenan pembuluh darah diantaranya:
atherosclerosis, spasme, dan arteritis. Spasme pembuluh darah bisa juga terjadi pada orang yang
tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya, dan biasanya dihubungkan dengan
beberapa hal antara lain: (a) mengkonsumsi obat-obatan tertentu; (b) stress emosional atau nyeri;
(c) terpapar suhu dingin yang ekstrim, (d) merokok.
b. Faktor Sirkulasi
Sirkulasi berkaitan dengan kelancaran peredaran darah dari jantung keseluruh tubuh sampai
kembali lagi ke jantung. Sehingga hal ini tidak akan lepas dari Iactor pemompaan dan volume
darah yang dipompakan. Kondisi yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi diantaranya
kondisi hipotensi. Stenosis maupun isuIisiensi yang terjadi pada katup-katup jantung (aorta,
mitrlalis, maupun trikuspidalis) menyebabkan menurunnya cardac out put (CP). Penurunan
CP yang diikuti oleh penurunan sirkulasi menyebabkan bebarapa bagian tubuh tidak tersuplai
darah dengan adekuat, termasuk dalam hal ini otot jantung.
c. Faktor darah
Darah merupakan pengangkut oksigen menuju seluruh bagian tubuh. Jika daya angkut darah
berkurang, maka sebagus apapun jalan (pembuluh darah) dan pemompaan jantung maka hal
tersebut tidak cukup membantu. al-hal yang menyebabkan terganggunya daya angkut darah
antara lain: anemia, hipoksemia, dan polisitemia.
2. Meningkatnya kebutuhan oksigen tubuh
Pada orang normal meningkatnya kebutuhan oksigen mampu dikompensasi diantaranya
dengan meningkatkan denyut jantung untuk meningkatkan CP. Akan tetapi jika orang tersebut
telah mengidap penyakit jantung, mekanisme kompensasi justru pada akhirnya makin
memperberat kondisinya karena kebutuhan oksigen semakin meningkat, sedangkan suplai
oksigen tidak bertambah.
leh karena itu segala aktivitas yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan oksigen akan
memicu terjadinya inIark. Misalnya: aktivtas berlebih, emosi, makan terlalu banyak dan lain-

lain. ipertropi miokard bisa memicu terjadinya inIark karea semakin banyak sel yang harus
disuplai oksigen, sedangkan asupan oksien menurun akibat dari pemompaan yang tidak eIektive.

2.3.3 Manifestasi Klinis
Tidak semua serangan mulai secara tiba-tiba disertai nyeri yang sangat parah seperti yang
sering kita lihat pada tayangan TV atau sinema. Tanda dan gejala dari serangan jantung tiap
orang tidak sama. Banyak serangan jantung berjalan lambat sebagai nyeri ringan atau perasaan
tidak nyaman. Bahkan beberapa orang tanpa gejala sedikitpun (dinamakan silent heart attack)
Akan tetapi pada umumnya serangan AMI ini ditandai oleh beberapa hal berikut:
a. Nyeri Dada
Mayoritas pasien AMI (90) datang dengan keluhan nyeri dada. Perbedaan dengan nyeri
pada angina adalah nyer pada AMI lebih panjang yaitu minimal 30 menit, sedangkan pada
angina kurang dari itu. Disamping itu pada angina biasanya nyeri akan hilang dengan istirahat
akan tetapi pada inIark tidak.Nyeri dan rasa tertekan pada dada itu bisa disertai dengan keluarnya
keringat dingin atau perasaan takut. Meskipun AMI memiliki cirri nyeri yang khas yaitu
menjalar ke lengan kiri, bahu, leher sampai ke epigastrium, akan tetapi pada orang tertentu nyeri
yang terasa hanya sedikit. al tersebut biasanya terjadi pada manula, atau penderita DM
berkaitan dengan neuropathy.
b. Sesak NaIas
Sesak naIas bisa disebabkan oleh peningkatan mendadak tekanan akhir diastolic ventrikel
kiri, disamping itu perasaan cemas bisa menimbulkan hipervenntilasi.Pada inIark yang tanpa
gejala nyeri, sesak naIas merupakan tanda adanya disIungsi ventrikel kiri yang bermakna.
c. Gejala Gastrointestinal
Peningkatan aktivitas vagal menyebabkan mual dan muntah, dan biasanya lebih sering pada
inIark inIerior, dan stimulasi diaIragma pada inIak inIerior juga bisa menyebabkan cegukan .
d. Gejala Lain
Termasuk palpitasi, rasa pusing, atau sinkop dari aritmia ventrikel, dan gejala akibat emboli
arteri (misalnya stroke, iskemia ekstrimitas)

2.3.4 Komplikasi
O gagal jantung

O syok kardiogenik
O ruptur korda
O ruptur septum
O aritmia gangguan hantaran
O perikarditis
O emboli paru

2.4 Asuahan Keperawatan
2.4.1 Pengkajian
1. Data DemograIi
Nama : Tn. Badu
Umur : 65 thn
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Pendidikan : Sarjana Muda
Agama : islam
Suku Bangsa : -
Alamat : -
O Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan utama : nyeri di dada kiri
P : Adanya penyumbatan pembuluh darah
Q : nyeri seperti ditekan beban berat
R : dada kiri dan menjalar ke bagian lengan kiri dan punggung serta dagu.
S : 10 ( rentang 1-10)
T : terus menerus mengeluh mual, muntah, dan keringat dingin.
O Riwayat Kesehatan Lalu
Klien iperlipidemia sejak 10 tahun lalu
Riwayat merokok () 2 bungkus sehari, mulai berkurang 7 bulan yang lalu.
O Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit jantung, DM, maupun ipertensi.

2. Data Psikologis, sosial, dan spiritual


O Emosi stabil
O Klien relative terbuka pada orang lain dan memiliki hubungan yang baik
O Klien merasa cemas terhadap keadaannya yang didiagnosa mengalami penyakit jantung.
O Klien menjalankan salat 5 waktu
O Klien menyakini sakitnya sebagai cobaan dari Allah
O Klien adalah kepala keluargadan mengalami serangan jantung pertama kali

3. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum :
O Tampak sakit sedang
O Compos mentis ( kesadaran penuh ) mata 4( membuka sempurna), motorik
6 ( mengikuti perintah), verbal 5 ( jelas).
2. TTV
O TD 120/90 normal : 120/80
O RR - normal : 12-10x/ mnt
O R 80x/ mnt normal : 60-100x/mnt
O T 36,5 C normal : 36,5- 37,5 C

3. Antrometri
BB: 80 kg
TB: 160 cm

2.4.2 Patofisiologi






2.4.3 Analisis Data


No. Data Etiologi Penyimpangan Masalah
1. DS : Klien mengeluh
mual, muntah, dan
keringat dingin.
Suplai 2 ke jantung

Metabolisme anaerob

Akumulasi asam laktat

Merangsang ujung-ujung
saraI bebas

Nyeri

Merangsang saraI simpatis

Mual, muntah

Intake cairan

Gangguan keseimbangan
nutrisi dan elektrolit
Gangguan kesimbangan
nutrisi dan elektrolit
2. DS : Klien mengeluh
nyeri dada kiri 10 jam
SMRS. Nyeri seperti
ditekan beban berat. Nyeri
menjalar ke bagian lengan
kiri dan punggung, hingga
ke dagu. Nyeri terasa
terus-menerus. Skala nyeri
dada dirasakan sangat
nyeri dan berada di skala
Suplai 2 ke jantung

Metabolisme anaerob

Akumulasi asam laktat

Merangsang ujung-ujung
saraI bebas

Nyeri
Gangguan rasa nyaman

10 dalam rentang nyeri 1-


10.

Gangguan rasa nyaman
3. DS : klien mengeluh nyeri
dada kiri 10 jam SMRS.
Nyeri seperti ditekan
beban berat. Nyeri
menjalar ke bagian lengan
kiri dan punggung, hingga
ke dagu. Nyeri terasa
terus-menerus. Skala nyeri
dada dirasakan sangat
nyeri dan berada di skala
10 dalam rentang nyeri 1-
10.
Suplai 2 ke jantung

Kontraksi jantung

C

Suplai 2 ke jaringan/sel

Metabolism sel

Energi

Lemah, lesu

Intoleransi aktivitas
Intoleransi aktivitas
4. DS : klien mengeluh
keringat dingin
D : Akral teraba dingin,
CRT ~ 4 detik
Penyempitan lumen
pem.darah

Suplai 2 ke jantung

Kontraksi jantung

C

PerIusi jaringan

Akral dingin

CRT ~ 4 detik
Gangguan perIusi jaringan


Gangguan perIusi jaringan
5. D : Pembesaran jantung
kiri. EKG : ST elevasi di
area I, II, III, avF
C

Mekanisme kompensasi
mempertahankan C dan
perIusi periIer

vaskontriksi system retensi
Na dan air

Denyut jantung , daya
kontraksi jantung

Beban di ventrikel kiri , daya
dilatasi ventrikel kiri

Pembesaran ventrikel kiri

Pengembangan paru tidak
optimal

Pola naIas tidak eIektiI

Pola naIas tidak eIektiI


2.4.4. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan keseimbangan nutrisi dan elektrolit b.d. suplai 2 ke jantung d.d. intake
cairan.
2. Gangguan rasa nyaman b.d. suplai 2 ke jantung d.d. nyeri.
3. Intoleransi aktivitas b.d. suplai 2 ke jantung d.d. lemah, lesu.

4. Gangguan perIusi jaringan b.d. penyempitan lumen pembuluh darah d.d. CRT ~ 4 detik.
5. Pola naIas tidak eIektiI b.d. C d.d. pengembangan paru tidak optimal.

2.4.5 Intervensi Keperawatan
No. Diagnosa %ujuan Intervensi Rasional
1. Gangguan
keseimbangan
elektrolit & nutrisi
b.d suplai 2 ke
jantung menurun
d.d intake cairan
menurun
Tujuan :
Klien dapat
menurunkan BB

Kriteria hasil :
BB klien menurun
Berikan diet dengan
rendah lemak
Dengan diet rendah
lemak, klien dapat
menurunkan BB nya
2. Gangguan rasa
nyaman b.d suplai
2 ke jantung
menurun d.d nyeri
Tujuan :
1)Klien dapat
bergerak dengan
nyaman
2)Pengalihan rasa
nyeri

Kriteria hasil : Klien
dapat dengan bebas
untuk bergerak
1) Berikan
waktu istirahat
untuk klien
dengan nyaman
2) Ajarkan
teknik distraksi
pada saat nyeri
1) Kenyamanan
yang diberikan
memperbaiki
kesejahteraan
pasien
2) Distraksi
(pengalihan
perhatian) dapat
menurunkan
stimulus internal
dengan mekanisme
peningkatan
produksi endorphin
dan enkeIalin yang
dapat memblok
reseptor nyeri untuk
tidak dikirimkan ke
korteks serebri,
sehingga

menurunkan
persepsi nyeri
3. Intoleransi aktivitas
b.d suplai 2 ke
jantung menurun
d.d lemah dan lesu
Tujuan :
1)Klien dapat
melakukan
aktivitas dengan
semangat
2)Klien dapat
mengurangi rasa
cemas dalam
melakukan
aktivitas

Kriteria hasil :
Klien dapat
melakukan aktivitas
dengan normal
1)Keluarga
memberikan
support untuk
klien
2)Membina
hubungan saling
percaya dalam
perawatan, beri
kesempatan pada
klien untuk
mengungkapkan
rasa cemas
3)Istirahat Iisik di
tempat tidur
dengan bahu dan
kepala dinaikan
1)Dukungan keluarga
dapat membangun
semangat klien
2)Rasa cemas yang
dimiliki klien dapat
diterima, dan
membantu pasien
mengetahui bahwa
perasaan tsb masuk
akal dan normal
3)Dapat mengurangi
nyeri dada, aliran
balik vena ke
jantung berkurang
shg mengurangi
kerja jantung
4. Gangguan perIusi
jaringan b.d
penyempitan lumen
pembuluh darah d.d
CRT ~ 4 detik
Tujuan :
1)Meningkatkan
perIusi jaringan
yang adekuat

Kriteria hasil :
CRT normal (2-3
detik)
PerIusi jaringan
adekuat
1)- Menjaga pasien
agar tetap di
tempat tidur atau
kursi
Memeriksa suhu
kulit dan denyut
nadi periIer
1) - untuk
mengurangi
konsumsi oksigen
jantung
Mengetahui
derajat
hipoksemia dan
peningkatan
tahanan periIer
5. Pola naIas tidak
eIektiI b.d C
menurun
Tujuan :
Memperbaiki Iungsi
respirasi
Menganjurkan klien
untuk bernaIas
dalam dan merubah
Mencegah
pengumpulan cairan
di dasar paru

posisi sesering
mungkin


2.5 Penatalaksanaan
2.5.1 Farmakologi
1.Istirahat total.
2.Diet makanan lunak/saring serta rendah garam.
3.Pasang inIus dekstrosa 5 untuk persiapan pemberian obat intravena.
4.Atasi nyeri :
a.MorIin 2,5-5 mg iv atau petidin 25-50 mg im, bisa diulang-ulang.
b.Lain-lain : nitrat, antagonis kalsium, dan beta bloker.
c.oksigen 2-4 liter/menit.
d.sedatiI sedang seperti diazepam 3-4 x 2-5 mg per oral. Pada insomnia dapat ditambah
Ilurazepam 15-30 mg.
5.Antikoagulan :
a.eparin 20.000-40.000 U/24 jam iv tiap 4-6 jam atau drip iv dilakukan atas indikasi
b.Diteruskan asetakumoral atau warIarin
c.Streptokinase / trombolisis
6.Pengobatan ditujukan sedapat mungkin memperbaiki kembali aliran pembuluh darah koroner.
Bila ada tenaga terlatih, trombolisis dapat diberikan sebelum dibawa ke rumah sakit. Dengan
trombolisis, kematian dapat diturunkan sebesar 40.

Aspilet adalah salah satu nama dagang untuk aspirin. Ia bersiIat sangat asam, asam akan
merangsang selaput lendir lambung, sehingga menimbulkan luka. Perdarahan bisa timbul sebagai
akibat luka tersebut, yang kadang-kadang bisa parah sehingga kehabisan darah. Ini jarang terjadi,
tapi lebih sering dari orang Barat. Bila terdapat perdarahan, yang bisa terlihat dari muntahan
atau dari Ieces yg berwarna hitam (bukan merah) maka aspirin harus dihentikan dulu sampai
perdarahan henti. Ada pengganti aspirin, pakai obat lain seperti Ticlid atau dosis aspirin
diperkecil ( minimal 50 mg dimakan sesudah makan nasi satu kali sehari).

Pethidine bertindak cepat opiold analgesic obat, antigen hebat, diindikasikan untuk
pengobtaan sedang sampai rasa sakit yang parah. Dalam tablet, sirup/intamuskuler atau injeksi
intraven. Untuk nyeri akut dan 22 untuk parah kronis, termasuk obat narkotika. Kelemahan
obat ini yaitu, hanya memberikan bantuan terbatas dari nyeri, membantu mengantuk, gemetaran,
dan ketergantungan. Selain itu membuat merasa sakit atau muntah, dan juga membuat pusing,
atau mungkin merasa gembira, atau depresi. EIek samping nya adalah, klien akan pusing, mual,
muntah, diaphoresis, miosis, retensi urine, dan sembelit. Keunggulan nya yaitu, onset kerjanya
cepat, eIIect 120-150 menit, pethidine secara konsisten dikaitkan dengan euphoria lebih.

2.5.2 Non Farmakologi
1. Dirawat di ICCU
Untuk observasi dan perawatan lebih lanjut. Perawat melakukan evaluasi secara terus-
menerus terhadap kemajuan pasien serta mengumpulkan data riwayat perawatan.
2. Pemberian oksigen
ksigen diberikan untuk meningkatkan oksigen arterial dan mengurangi kesulitan
bernapas. Untuk meningkatkan ekspansi paru-paru dan diaIragma, maka pasien dapat
diatur dalam posisi semi Iowler.
3. Istirahat Iisik dan psikologis
Diperlukan untuk penyembuhan jantung yang lemah tidak dapat un tuk memenuhi lebih
dari kebutuhan basal, dan pasien harus menghindari aktivitas yang berlebihan apabila
terjadi sirkulasi kolateral.aktivitas dibatasi dan perlu untuk mencegah peningkatan
metabolisme karena makanan,deIikasi atau situasi emosional.menghindarkan sumber-
sumber stress.
4. Istirahat tirah baring
Untuk melancarkan peredaran darah,mengurangi kerja jantung dan memulihkan keadaan
tubuh.
5. Diet lunak dan puasa
Untuk mengurangi kerja organ pencernaan dan kerja jantung. Kopi, teh bubuk yang
mengandung kaIein atau pun bahan lain yang dapat merangsang jantung harus dihindari
dan berikan minuman yang di sajikan dalam suhu kamar.

2.5.3 Intake Nutrisi dan Cairan


BMI BB/(TB)
2
BMI Kategori:
O Underweight 18,5
O Normal weight 18,5-24,9
O verweight 25-29,2
O besitas ~30

Kasus :
BMI 80/11,6131,25 obesitas
Status gizi BB sekarang/BB ideal x 100
KlasiIikasi :
O Gizi buruk 60
O Kurang gizi 60-80
O Gizi baik 80-110
O besitas ~120

BB ideal klien TB-100-10 (TB-100)
160 100 10 (60)
54 kg

Status gizi 80 : 54 x 100 148,2 obesitas
BMR:
O Laki-laki 1x kgBBx 24 jam
Diatas 50 tahun 0,9 x kgBB x 24 jam
O Perempuan 0,9 x kgBB x 24 jam
Diatas 50 tahun 0,8 x kg BB x 24 jam

(*) asupan nutrisi
O BB x 25 x 1,5 .
1)

O BMI x25 x1,5.
2)

Asupan 2)-1). kkal


BMR 0,9 x 80 x 24 1728 kkal
O Diet rendah lemak, rendah natrium, dan konsumsi buah
Intake cairan
O Jumlah keseimbangan cairan pada keadaan normal adalah 1200 ml
Keluar lewat kulit dan paru 900 ml
O Makanan padat 100ml, keluar lewat Ieses 100 ml
O Air dan oksidasi 800 ml, keluar lewat urine 1500 ml
Berdasarkan keadaan klinis, jumlah asupan cairan
O Dehidrasi ringan 5 x kgBB
O Dehidrasi sedang 8 x kgBB
O Dehidrasi berat 10x kgBB


















BAB 3
PENU%UP

3.1Kesimpulan
InIark Miokard Akut adalah penyebab kematian pertama penyakit jantung di dunia. Sekitar
sepertiga dari penderita IMA meninggal dalam beberapa jam setelah terjadinya nyeri dada, gagal
jantung, atau komplikasi yang lain. Karena itu, tanda-tandanya dan gejalanya perlu dikenali
dengan cepat, sehingga terapi dapat segera diberikan.
Penyebab IMA adalah suplai oksigen yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak
tertangani dengan baik sehingga menyebabkan kematian sel-sel jantung tersebut. Karena ada
penyempitan kritis arteri koroner sehingga oksigen dan darah akan mengalami penyumbatan.
Apabila kerja arteri tidak maksimal, kerja jantung pun akan melemah. Dan akan berakibat
kepada organ yang lainnya, seperti pengembangan paru-paru yang tidak optimal.
Maka, jagalah pola hidup masing-masing dengan tidak mengkonsumsi rokok, gaya hidup
lebih menarik/tidak monoton, olah raga, jaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi lemak
secara berlebihan. Dan disinilah peran perawat dalam memberi asuhan keperawatan sesuia
dengan tanda dan gejalanya. Juga dengan promosi kesehatan tentang inIark miokardium untuk
memberi pengetahuan dan mengurangi presentase terjadinya penyakit IMA.

3.2Saran
1. Mahasiswa dapat









DAF%AR PUS%AKA

alim, Mubin. 2001. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : EGC
Asih, Luh Gede. 1993. Proses Keperawatan Pasien dengan Gangguan Sistem Karsiovascular.
Jakarta : EGC.
Mutaqqin, AriI. 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler dan
Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.
Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Afar Keperawatan Medikal Bedah Jolume 2 E/8. Jakarta :
EGC.
Rokhaeni, eni dan Purnamasari, Elly. 2001. Buku Afar Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta:
Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional
'arapan Kita.
http . // Wikipedia.com.
www.medicastore.com
www.translate.google.co.id
http.//images.google.co.id/imglanding?qanatomi20fisiologi20fantung&imgurl
http.//lindseylaff.blogspot.com/2008/09/anatomi-fantung.html