MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 37/Permentan/SR.130/5/2010 man/OT.

TENTANG PEDOMAN UMUM BANTUAN LANGSUNG PUPUK TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemantapan ketahanan pangan nasional, diperlukan peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan melalui penerapan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik; b. bahwa untuk meningkatkan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Pupuk kepada kelompok tani; c. bahwa atas dasar hal-hal di atasdan agar Bantuan Langsung Pupuk dapat berjalan lancar sesuai dengan sasaran, perlu menetapkan Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk Tahun Anggaran 2010; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821); 3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 5. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 156); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1973 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertanian Negara (PN Pertani) menjadi Perusahaan Perseroan (PT. Pertani) (Lembaran Negara Tahun 1973 Nomor 27); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1985 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Sang Hyang Seri menjadi Perusahaan Perseroan (PT. Sang Hyang Seri) (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 34); /..../2009

8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pupuk Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4079); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4406); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4556) 11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2010 tentang Usaha Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5106); 13. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 14. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 15. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 16. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa yang Beredar di Pasar; 17. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 237/Kpts/OT.210/4/2003 tentang Pedoman Pengawasan Pengadaan, Peredaran dan Penggunaan Pupuk An-Organik; 18. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 239/Kpts/OT.210/4/2003 tentang Pengawasan Formula Pupuk An-Organik; 19. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.140/7/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.140/2/2007; 20. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 341/Kpts/OT.140/9/2005 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12/Permentan/OT.140/2/2007; 21. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 456/Kpts/OT.160/7/2006 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Khusus Pengkajian Kebijakan Pupuk Dalam Mendukung Ketahanan Pangan; 22. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 08/Permentan/SR.140/ 2/2007 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pupuk AnOrganik;

25. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG PEDOMAN UMUM BANTUAN LANGSUNG PUPUK TAHUN ANGGARAN 2010 Pasal 1 Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk Tahun Anggaran 2010 seperti tercantum pada lampiran sebagai bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan ini. dengan tujuan agar dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dapat berjalan secara efektif. 3.1/-/2010. Memperhatikan : 1.140/4 /2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N. Pencairan dan Pertanggungjawaban Bantuan Langsung Pupuk. Pasal 3 (1) Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan bantuan langsung pupuk Tahun Anggaran 2010 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.02/2009 tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran. transparan dan akuntabel. Hasil Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian. tanggal 29 April 2010. Pasal 2 Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). dan Nomor S246/MBU/2010 Perihal Persetujuan atas Penugasan PSO oleh PT Berdikari dan Rekomendasi atas Perkiraan HPP Pupuk. tanggal 2 Maret 2010.23. . efisien. dimaksudkan sebagai landasan pelaksanaan kegiatan bantuan langsung pupuk Tahun Anggaran 2010 bagi aparat Pusat dan Daerah. 24. Direktur Jenderal Tanaman Pangan sebagai Pembina Teknis. P dan K pada Padi Sawah Spesifik Lokasi. 4. 19 April 2010. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2010 Nomor 0135/999-06. tanggal 28 September 2009. Lembar Pengesahan RKA-KL APBN Tahun Anggaran 2010 PSO Bantuan Langsung Pupuk Komisi IV DPR-RI dengan PT Pertani (Persero). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK. Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor S-210/MBU/2010 Perihal Persetujuan Penugasan PSO dan Rekomendasi Perkiraan Harga Pokok Penjualan serta Profit Margin Kegiatan PSO melalui PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani Tahun 2010.130/5/2009 tentang Pupuk Organik. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28/Permentan/ SR. 2. tanggal 15 April 2010. Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. 7. ttd SUSWONO Salinan Peraturan ini disampaikan kepada : 1. 2. Direktur Utama PT Berdikari (Persero). . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2010 MENTERI PERTANIAN. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero). Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. 10. 9. Direktur Utama PT Pertani (Persero). 6. 4. 5. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 3. Pimpinan Unit Kerja Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian 8. Menteri Keuangan.(2) Direktur Jenderal Tanaman Pangan selaku Pembina Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melakukan pembinaan dapat menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Langsung Pupuk Tahun Anggaran 2010. Pasal 4 Peraturan ini berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku surut sejak tanggal 3 Mei 2010. Gubernur Provinsi di seluruh Indonesia.

Mensosialisasikan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik kepada petani melalui Bantuan Langsung Pupuk. Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan. Namun hingga saat ini penggunaan pupuk NPK dan organik masih rendah. diperlukan Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk (BLP) Tahun Anggaran 2010. soil sickness (tanah sakit) dan soil fatigue (kelelahan tanah) serta inefisiensi penggunaan pupuk anorganik. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan upaya peningkatan aksesibilitas petani terhadap kedua jenis pupuk tersebut. Tujuan dan Sasaran 1. d. c. Berdasarkan hasil uji efektivitas pemupukan berimbang dengan menggunakan pupuk NPK dan pupuk organik menunjukan kontribusi positif dalam meningkatkan produktivitas dan mutu hasil serta perbaikan struktur dan kesuburan tanah. Untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik adalah melalui pengembangan penggunaan pupuk majemuk N. B. Bahkan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik juga ikut berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi melalui program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Rendahnya penggunaan pupuk NPK dan organik dimaksud antara lain karena daya beli dan tingkat kesadaran masih rendah.130/5/2010 TANGGAL : 25 Mei 2010 PEDOMAN UMUM BANTUAN LANGSUNG PUPUK TAHUN ANGGARAN 2010 BAB I PENDAHULUAN A. Agar dalam penyediaan dan penyaluran bantuan pupuk dapat terlaksana dengan baik sesuai tujuan dan sasaran.LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 37/Permentan/SR. yaitu baik melalui Program Subsidi maupun Program Bantuan Langsung Pupuk (BLP). . dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi pada tahun 2010 dan untuk meringankan beban petani. b. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). Tujuan Jangka Pendek : a. P dan K dan pupuk organik secara berimbang. Meningkatkan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik. Pemerintah kembali memberikan BLP pupuk NPK dan pupuk organik kepada petani/kelompok tani yang disalurkan melalui PT Pertani (Persero). serta keyakinan petani terhadap manfaat penggunaan pupuk NPK dan organik. Selanjutnya. Pada tahun 2008 pemerintah telah melaksanakan program BLP pupuk NPK dan pupuk organik di beberapa daerah sentra produksi padi. Latar Belakang Penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga puluh tahun secara intensif telah menyebabkan kerusakan struktur tanah. Meningkatkan pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik secara berimbang.

2. b. penyiapan calon petani dan calon lokasi. 3. semakin meluasnya penerapan pemupukan berimbang dengan menggunakan pupuk NPK dan pupuk organik di tingkat petani/kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan nasional. . Tujuan Jangka Panjang : a. 2. c. kesamaan kondisi lingkungan (sosial. Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik dan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk organik.2. Pengertian 1. 3. C. koordinasi dengan instansi terkait. Meningkatnya produktivitas dan produksi padi tahun 2010. D. 5. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas penggunaan pupuk anorganik. Kelompok tani adalah kumpulan petani yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. Dinas Pertanian adalah unsure pelaksana Pemerintah Daerah yang tugas pokok dan fungsinya membidangi subsektor tanaman pangan. Sasaran : a. Kelompok tani penerima bantuan adalah kelompok tani yang telah diseleksi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan diusulkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta disetujui/ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi untuk mendapatkan BLP. sumberdaya dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha tani kelompok). verifikasi. Bantuan Langsung Pupuk yang selanjutnya disebut BLP adalah bantuan pupuk NPK dan pupuk organik yang diberikan kepada petani/kelompok tani secara cumacuma. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya yang bergerak di bidang budidaya tanaman pangan. Meningkatkan minat petani menggunakan pupuk NPK dan pupuk organik secara berimbang. ekonomi. 3. monitoring dan evaluasi. Calon Petani dan Calon Lokasi yang selanjutnya disebut CPCL adalah petani yang akan menerima BLP sesuai dengan luas lahan yang diusahakan dalam kelompok hamparan di lokasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian Provinsi. serta pelaporan. 4. 7. b. Pembinaan adalah rangkaian kegiatan pelaksanaan BLP yang meliputi kegiatan sosialisasi. bimbingan teknis produksi dan penyaluran serta penggunaan BLP dalam penerapan teknologi budidaya padi. 8. Indikator Keberhasilan 1. Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan yang berkelanjutan. Meningkatnya pengetahuan petani dalam penerapan pemupukan berimbang melalui penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik. dan d. tersalurnya Bantuan Langsung Pupuk NPK dan pupuk organik kepada petani tanaman pangan sesuai dengan CPCL yang diusulkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi. kimia dan biologi tanah. Memperbaiki sifat fisik. 6. Pendampingan adalah rangkaian kegiatan pelaksanaan BLP yang meliputi kegiatan perencanaan.

Kalimantan Timur. 2) Kelompok tani mengajukan permohonan Bantuan Pupuk yang ditanda tangani oleh Ketua/Pengurus Kelompok Tani kepada Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian setempat. Nusa Tenggara Barat. 2. Maluku. 4) Permohonan yang telah memenuhi persyaratan dan lulus seleksi serta verifikasi. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat.I Yogyakarta. Sulawesi Utara. Jawa Timur. selanjutnya oleh Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian dilakukan rekapitulasi dan ditanda tangani untuk disampaikan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota (Formulir-3). jadwal tanam serta alokasi (Formulir-2). . luas lahan dan kebutuhan pupuk yang meliputi jumlah pupuk NPK. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. Banten. Gorontalo. selanjutnya diseleksi. Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Riau. padi non hibrida dan padi lahan kering pada areal SL PTT Tugas Pembantuan dan bersedia menerapkan teknologi pemupukan berimbang sesuai rekomendasi spesifik lokasi. selanjutnya Dinas Pertanian Provinsi melakukan sosialisasi kepada Dinas Kabupaten/ Kota dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi kepada kelompok tani. diverifikasi dan diusulkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sebagai kelompok tani calon penerima bantuan pupuk (Formulir-4 dan Formulir-5) dan selanjutnya disampaikan kepada Dinas Pertanian Provinsi. Bengkulu. 5) Rekapitulasi data kelompok tani (CPCL) dari Kecamatan. Sumatera Selatan. POC. padi non hibrida dan padi lahan kering pada areal SL PTT Tugas Pembantuan (diluar areal Laboratorium Lapang) yang ditetapkan oleh Dinas Pertanian Provinsi dengan mempertimbangkan usulan CPCL dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Sulawesi Selatan. b. Jawa Tengah. 3) Permohonan bantuan pupuk oleh kelompok tani tersebut selanjutnya diseleksi dan diverifikasi oleh Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian setempat. POG. disertai daftar nama petani anggota kelompok. Prosedur Penetapan Kelompok Tani Penerima BLP 1) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan sosialisasi program bantuan pupuk kepada Dinas Pertanian Provinsi dan pelaksana PSO. Sulawesi Tengah. Bangka Belitung. Kalimantan Barat. Jawa Barat. Papua. Penetapan Kelompok Tani Penerima BLP a. Papua Barat dan Sulawesi Barat.BAB II PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN A. Kriteria Kelompok Tani Penerima BLP Kelompok tani penerima BLP adalah kelompok tani tanaman pangan terutama penerima Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida. Penetapan Lokasi BLP a. D. Jambi. Persyaratan Lokasi Penerima BLP Lokasi penerima BLP yaitu daerah produksi padi terutama penerima Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida. Bali. b. Lampung. Sumatera Utara. Penyaluran BLP BLP disalurkan ke 31 provinsi yaitu Provinsi Aceh. Perencanaan 1.

1 11.919. Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyiapkan alokasi per provinsi untuk ditetapkan oleh Menteri Pertanian.253.796 yang terinci sebagaimana Tabel 1.6) Dinas Pertanian Provinsi memverifikasi dan merekapitulasi kelompok tani penerima bantuan pupuk dari Kabupaten/Kota di wilayahnya dan selanjutnya mengusulkan kebutuhan BLP tersebut kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan. serta Kemasan a.132.0 79. Kepala Dinas Pertanian Provinsi menetapkan alokasi BLP untuk masing-masing kabupaten/kota di wilayahnya dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan ditembuskan kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Formulir-6).0 Jumlah 106. Harga pupuk ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atas saran dan pertimbangan Tim Referensi Harga BLP dengan memperhatikan rekomendasi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara mengenai Harga Pokok Penjualan (HPP) pupuk NPK. POG dan POC.918. Spesifikasi Mutu.0 Alokasi PT SHS PT Berdikari 43. Jumlah volume BLP untuk Pupuk NPK sebanyak 106.387.958.997.Paket Bantuan Pupuk BLP Paket bantuan pupuk BLP per hektar terdiri atas pupuk NPK 100 kg.163.5 319. 9) Berdasarkan alokasi pada angka 8).7 3.9 129.5 2. Volume dan Harga BLP 1).4 ton dan POC 2.9 178.758. POG dan POC untuk PT Pertani (Persero).187. 2). 8) Menteri Pertanian menetapkan alokasi BLP per propinsi seperti tercantum pada Formulir-1 Peraturan Menteri Pertanian sebagai bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Pertanian ini. POG 319.639. POG 300 kg dan POC 2 liter. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero).Perhitungan volume pupuk berdasarkan ketersediaan pagu anggaran subsidi BLP dan harga pupuk NPK.8 ton.0 Rincian alokasi BLP per provinsi sebagaimana tercantum pada Formulir-1. Volume dan Harga.993. Alokasi Bantuan Langsung Pupuk Tahun 2010 Uraian NPK (Ton) POG (Ton) POC (Liter) PT Pertani 59. 10) Berdasarkan alokasi pupuk BLP per kabupaten/kota tersebut.639.7 1. 3.7 865. 7) Berdasarkan usulan kebutuhan BLP dari Dinas Pertanian Provinsi dan memperhatikan ketersediaan anggaran untuk kegiatan BLP Tahun Anggaran 2010. .132. Tabel 1.761.074. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota menetapkan Surat Keputusan tentang alokasi pupuk BLP diwilayahnya dengan memperhatikan hasil verifikasi CPCL penerima BLP dengan skala prioritas.790.

11. cfu/ml cfu/g. Pupuk Organik Tabel 3. maks 1000 min 0. **) N-total=N-organik+N-NH4+N-NO3. pH Kadar total - Satuan % % % ppm ppm ppm ppm Syarat Mutu Teknis Granul ****) > 12 15 – 25 <2 10 . ****) Diperkaya mikroba. Mikroba patogen (E. 7. 2. C/N.b. 1. maks 5000 min 0.kaca. Spesifikasi Mutu Pupuk Organik No. Salmonella sp) 9. maks 5000 min 0. maks 5000 min 0.coli. maks 5 min 0.5 ≤ 0. Nkjeldahl=N-organik+N-NH4. 7% P2O5. 5. Parameter C – organik C / N rasio Bahan ikutan (plastik. 3. Mikroba fungsional Ukuran butiran Kadar unsur mikro Fe total Mn Cu Zn B Co Mo ppm ppm ppm ppm ppm ppm ppm min 0. 8% P2O5. N=N-total.5 4-8 <2 <2 <2 < 102 Cair ≥4 N P2O5 K2O % % % cfu/g. maks 10 8. Spesifikasi Mutu Pupuk 1). . ***) Bahan-bahan tertentu yang berasal dari bahanorganik alami diperbolehkan mengandung kadar P2O5 dan K2O > 6% (dibuktikan dengan hasil laboratorium). maks 500 min 0. 8% K2O 30% 2% G 196/DEPTAN-PPI/X/2006 Bintang Kuda Laut BUMN PELAKSANA PT SHS Blending Merah & Putih 20% N. maks 800 min 0.20 *) ≤ 10 ≤1 ≤ 50 ≤ 10 4–8 <2 ≤ 2. 4. Spesifikasi Mutu Pupuk NPK URAIAN Bentuk Warna Kadar Hara Total N + P2O5 + K2O Kadar Air Maksimal No Pendaftaran Merek PT PERTANI Physical Compound Merah Bata 15% N. maks 8000 min 0. maks 1000 min 0.5 ≤ 2. Pupuk NPK Tabel 2. 7% K2O 32% 2% G 864/DEPTAN-PPI/VII/2009 Radja 2). endapan) Kadar Air Kadar logam berat As Hg Pb Cd 6.kerikil. 6% K2O 34% 2% G 425/DEPTAN-PPI/III/2008 Elang Biru PT BERDIKARI Physical Compound Merah Bata 18% N.25 ≤ 12. cfu/ml mm < 6** < 6*** < 6*** < 102 > 103 2–5 (min 80%) min 0. maks 2500 min 0. maks 1000 min 0. 10. maks 1 Keterangan : *) Kadar air berdasarkan bobot asal. maks 20 min 0. 7% P2O5.

Komponen label sebagaimana ketentuan yang berlaku yang dapat dibaca dan tidak mudah terhapus. f) Pada kemasan harus bertuliskan “Pupuk Bantuan Pemerintah Tahun 2010 Tidak Diperjualbelikan”. tingkat provinsi dan kabupaten/kota oleh Kepala Dinas.75 gr. e) Pada kemasan harus bertuliskan “Pupuk Bantuan Pemerintah Tahun 2010 Tidak Diperjualbelikan”. b) Warna botol gelap atau putih susu. d) Menggunakan inner ketebalan 30 . Pupuk Organik Cair (POC) a) Botol ukuran isi 1000 mililiter (1 liter) jenis PE/PET. Spesifikasi Kemasan Spesifikasi kemasan pupuk BLP sebagai berikut : 1). Pengorganisasian Untuk mengefektifkan pelaksanaan BLP tahun 2010. 85 x 55 cm atau 97 x 58 cm. Tim Verifikasi dan Tim Pengelola Administrasi di tingkat pusat. Tim Pemeriksa Barang.100 micron. b) Anyaman 8 x 8 per inch atau 12 x 12 per inch. . d) Kardus berwarna coklat muda isi 12 – 20 botol dan ketebalan kardus 2 (dua) lapis. perlu dibentuk Tim Referensi Harga. b) Anyaman 11 x 11 per inch. f) Pada kemasan harus bertuliskan “Pupuk Bantuan Pemerintah Tahun 2010 Tidak Diperjualbelikan”. untuk tingkat pusat ditetapkan oleh Direktur Jenderal selaku Kuasa Pengguna Anggaran. e) Ukuran 90 x 60 cm atau 95 x 55 cm. c) Ketebalan denier 800. Pupuk Organik Granul (POG) a) Karung plastik jenis PE/PP berwarna putih. 2). c) Ketebalan denier 800 atau 1000 dan berlaminating. e) Ukuran 55 x 90 cm. atau 12 x 12 per inch atau 13 x 13 per inch. Tim monitoring dan pembinaan BLP serta penanggungjawab teknis di tingkat pusat. 3). c) Berat kosong botol 50 . Komponen label sebagaimana ketentuan yang berlaku yang dapat dibaca dan tidak mudah terhapus B. Komponen label sebagaimana ketentuan yang berlaku yang dapat dibaca dan tidak mudah terhapus. Pupuk NPK a) Karung plastik jenis PE/PP berwarna putih.- Merek “Bintang Kuda Laut” untuk PT Pertani Nomor Pendaftaran POG : Nomor G 553/Organik/DEPTAN-PPI/IV/2010 Nomor Pendaftaran POC : Nomor L 554/Organik/DEPTAN-PPI/IV/2010 Merek “Elang Biru” untuk PT Sang Hyang Seri Nomor Pendaftaran POG : Nomor G 192/Organik/DEPTAN-PPI/III/2008 Nomor Pendaftaran POC : Nomor L 205/Organik/DEPTAN-PPI/V/2008 Merek “Berdikari Organik” untuk PT Berdikari Nomor Pendaftaran POG : Nomor G 527/Organik/DEPTAN-PPI/III/2010 Merek “Berdikari Tani Lestari” untuk PT Berdikari Nomor Pendaftaran POC : Nomor L 497/Organik/DEPTAN-PPI/II/2010 - - c. d) Menggunakan inner ketebalan 30 – 100 micron. provinsi dan kabupaten/kota.

Perubahan Alokasi Apabila terjadi perubahan alokasi BLP karena alasan teknis maupun administrasi. PT Sang Hyang Seri (Persero) atau PT Berdikari (Persero). 2. Rekapitulasi BAP BLP di provinsi. Untuk menjamin mutu pupuk yang diterima oleh kelompok tani sebelum didistribusikan oleh PT Pertani (Persero). 6. 5. C. Kepala Dinas Pertanian Provinsi menugaskan kepada PT Pertani (Persero). PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). ketua/sekretaris/pengurus kelompok tani penerima BLP dan diketahui/disetujui oleh Petugas Penyuluh Pertanian/Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD) setempat. (Formulir -10). (Formulir -11). akan dilakukan pengambilan contoh oleh petugas pengambil contoh (superintendent) dan disaksikan Tim Pemeriksa Barang Pengadaan dan Penyaluran BLP untuk pengujian mutu pupuk BLP. (Formulir -9). Realokasi BLP antar provinsi dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan. . Rekapitulasi BAP BLP yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen sebagai bahan untuk proses persetujuan pembayaran tagihan yang diajukan oleh PT Pertani (Persero). b. B. Sebagai bukti telah diterimanya BLP oleh kelompok tani yaitu Berita Acara Penerimaan (BAP) BLP yang ditandatangani oleh PT Pertani (Persero). ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat.BAB III PELAKSANAAN A. Alokasi BLP per provinsi ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Tanaman 2. dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan pupuk BLP (BA PBLP). (Formulir-7). Realokasi BLP antar kecamatan dalam satu kabupaten/kota dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Rekapitulasi BAP BLP di kabupaten/kota. PT Sang Hyang Seri (Persero). Penyaluran 1. PT Sang Hyang Seri (Persero). atau PT Berdikari (Persero) menyalurkan BLP kepada kelompok tani penerima di masing-masing wilayah tanggung jawabnya dengan memperhatikan jumlah dan waktu kebutuhan pupuk sesuai daftar CPCL yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Realokasi BLP antar kabupaten/kota dalam satu provinsi dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi. (Formulir -8). ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi setempat. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) untuk menyalurkan BLP kepada kelompok tani penerima di masing-masing wilayah tanggung jawabnya dan ditembuskan kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan. maka : 1. 8. Berdasarkan alokasi pupuk BLP yang ditetapkan Menteri Pertanian. Pupuk BLP diproduksi dan atau diadakan PT Pertani (Persero). 4. 7. PT Pertani (Persero). Realoaksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a. 3. c. Pengadaan Pupuk yang digunakan dalam pengadaan BLP yaitu pupuk yang telah terdaftar dan memenuhi standar mutu berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Sebelum pupuk didistribusikan kepada kelompok tani. atau PT Berdikari (Persero).

Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran BLP sampai kepada kelompok tani penerima menjadi tanggung jawab PT Pertani (Persero). kabupaten/kota dan provinsi oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian Provinsi. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) secara bersama-sama atau sendiri pada lokasi pelaksanaan BLP 2. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) bertanggungjawab atas kebenaran dokumen penyaluran BLP dan dokumen pendukung lainnya dalam pelaksanaan kegiatan BLP. Pembinaan dan pendampingan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari desa. Monitoring dan Evaluasi 1. Dalam pelaksanaan pengadaan dan penyaluran serta pemanfaatan anggaran BLP oleh PT Pertani (Persero). D. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) wajib melaksanakan demonstrasi areal dalam penerapan teknologi anjuran pupuk NPK dan pupuk organik di wilayah tanggung jawabnya. Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta PT Pertani (Persero). F. PT Pertani (Persero). 2. Pemanfaatan anggaran kegiatan BLP mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). Kuantitas dan kualitas BLP. Perubahan alokasi BLP di daerah harus disertai dengan perubahan CPCL yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dengan mekanisme penyaluran sebagaimana BAB III huruf B dan dilaporkan secara berjenjang sampai kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) diaudit oleh auditor yang berwewenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) sehingga pemanfaatan BLP dapat terlaksana dengan efektif. 5. E. efisien dan tepat sasaran. Pembiayaan Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran BLP bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan atau perubahannya Tahun Anggaran 2010. BAB IV MONITORING. EVALUASI DAN PELAPORAN A. b. 4. . PT Pertani (Persero). Dinas Pertanian Provinsi. 3. PT Pertani (Persero). PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) bertanggung jawab atas pemanfaatan anggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama PT Pertani (Persero). Realisasi pengadaan dan penyaluran BLP. Aspek yang dimonitor dan dievaluasi meliputi : a. Pembinaan dan Pendampingan 1. Pertanggungjawaban hasil audit oleh PT Pertani (Persero). 2. kecamatan.3. Pertanggungjawaban 1. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero) kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan. c. Produksi dan produktivitas padi sebagai dampak pelaksanaan kegiatan BLP. PT Pertani (Persero). Keberhasilan kegiatan BLP tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan teknis maupun kesiapan administrasi pelaksanaan kegiatan BLP di masing-masing wilayah. daerah Kabupaten/Kota. e. 2. kabupaten/kota. Pelaporan 1. laporan pelaksanaan dan laporan akhir yang disampaikan secara berjenjang dari tingkat desa/kecamatan. Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. ttd SUSWONO . Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan BLP. daerah Provinsi. B. Jadwal Pelaporan Pelaksanaan BLP disampaikan kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan dengan ketentuan : a.c. Dokumen penyaluran dan dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan BLP. Dinas Pertanian Provinsi serta oleh PT Pertani (Persero). Laporan akhir disampaikan paling lambat akhir Desember 2010. Laporan rencana kebutuhan pupuk dan tanam disampaikan minimal 1 (satu) bulan sebelum musim tanam secara berjenjang dari tingkat desa/kecamatan. PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Berdikari (Persero). MENTERI PERTANIAN. b. 3. Pelaporan pelaksanaan kegiatan BLP meliputi laporan awal yaitu perencanaan kebutuhan/CPCL. Dengan pelaksanaan kegiatan BLP diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi secara berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Laporan rekapitulasi pelaksanaan penyaluran BLP disampaikan paling lambat 2 (dua) minggu setelah pupuk diterima oleh kelompok tani. provinsi sampai ke pusat. Format pelaporan seperti pada Formulir 12 s/d 14. d. BAB V PENUTUP Pedoman Umum ini sebagai dasar pelaksanaan kegiatan BLP tahun 2010 yang harus diikuti oleh aparat Pusat.

322 11.979 (Ha) 60.587.800.000 9.730.360 1.500.000 4.000 9.342 25.716.720 10.700.091 78.375 14.000 300.055.000 4.392.416.357.354.500 1.600 15.000 13.075 6.000.800.000 1.800 16.530 3.666 44.265 1.165.300 1.500.000 1.075 11.500.000 3.020 32.997.000 2.000 3.900 2.554.667 6.120 36.520 16.600 4.050 5.600 5.290 44.249.600.800 718.000 2.654 78.585.040 32.000 1.490 9.200 756.280 27.500 3.580 88.300 2.640 800 26.300 1.600 7.260 311 6.146.000 9.404.420.100 7.000 6.883.404 40.067.728 5.100 5.000 1.900 7.602.750 8.572.360 12.200 12.000 3.849. ALOKASI BANTUAN LANGSUNG PUPUK PER PROVINSI TAHUN ANGGARAN 2010 ALOKASI AREAL BLP (Ha) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Maluku Papua Maluku Utara Banten Bangka Belitung Gorontalo Papua Barat Sulawesi Barat JUMLAH JUMLAH Kebutuhan BLP NPK 2.520 2.033 67.000 75.600 437.147.900 8.000 22.126.000 49.940.200 3.000 12.227.000 900.758 NPK 866.900 BERDIKARI POG 2.100 19.815.500 868.000 120.122.000 1.200 12.400 2.600.537 PERTANI 37.580.839 13.132.900 6.800 16.960 12.808 80.000 130.000 150.854 30.440 39.000 633.330.088 22.987.409.334 12.256.074 NPK 3.650.979.800 7.100 576.150.756.000 86.800 61.000 31.150 12.000 22.000 28.000 8.063.000 22.800 1.425.106 49.120.395 Catatan : Alokasi BLP Per Ha : NPK 100 kg.954 31.400 53.820 711 6.000 3.909.958 NPK (kg) 6.000 2.800 29.400 30.547.040 64.360.000 400.000 40.000 3.480 29.684 50.000 4.000 4.000 98.594 45.500 16.750 29.586 57.000 497.422 12.490 23.000 114.282.472.187.720 15.560 11.640 1.802.848.000 1.000 3.500 JUMLAH POG (kg) 18.400 4.000 1.200 1.500 2.000 9.790 17.000.000 4.440 20.000 6.046.000 11.100 POC 45.284.066 134.639.880 78.678 27.477 15.000 7.053 11.000 19.800.452.500 840.000 1.387.000 8.604.000 3.616.815.000 2.740 14.568.500 642.799.000 740.000 2.000 9.140 80.000 17.000 432.126.500.138.700 1.000 25.312.360 34.500 280.106 22.786 40.000 1.529.560 18.120 23.200 9.200.680 1.500 4.500 1.182 156.200 26.700 1.918.404.747.332 89.000 7.100 11.534 79.278.700 POC 74.520 622 12.000 31.722.475.500 150.000 4.900.400 252.300 1.980 6.820 400 13.000 1. POG 300 kg dan POC 2 Liter .900 1.070 40.980 7.200 13.500.000 14.121.400.500 1.722.856.700 3.000 104.668 40.536 15.500 3.708 61.000 1.500 20.907.187.000 1.980 18.053.468.000 259.481.000 1.000 594.000 10.000 382.300 3.761.700.500 450.732.000 12.000 65.000 59.500.578.993.500.600 33.226 52.000.000 198.450.066.200 38.700 600.300 723.200 2.000 1.000 4.300 1.000 1.893 20.000 526.680 593.420 12.950.000 3.700 4.000 93.525 2.000 77.500 17.926.334 20.125 39.879 BERDIKARI 8.452 104.952 4.000 5.000 934.000 12.440 31.000 11.250 78.774 42.000 95.050.000 24.875 56.019.700 3.500 7.300 6.000 1.920 13.000 43.900.000.000 1.026.200.110.053 24.600 6.544 11.146.037.253.947.000.230 3.000 11.266.843.700.000 2.000 2.000 178.443.000 850.600 5.624 38.167.000 3.100 50.000 1.707.000 1.000 57.140.790 SHS 22.428.161 5.767 39.700 POC 17.000 3.300 2.490 3.500 4.651.750 112.600 239.354 39.174.500.360 2.000 15.500 5.177 19.550 25.000 865.962.900.000 129.180 17.000 689.000 208.000 24.806.395 8.000 1.300 23.550.000 600.100 605.900 20.000 1.000 1.000 1.673.000 190.400 1.000 382.740.000 797.600 33.000 5.000 2.650.000 2.952 8.000 1.000 14.163.522.466 14.000 1.268 7.900.000 106.492.380.260 1.000 319.980 46.000 1.000 6.326.000 864 2.000 5.800 780.293 28.277.840 25.812 19.548 85.244.303.827 39.000 4.500 POC (liter) 120.560 55.500 4.000 11.821.000 1.000 4.188 90.000 213.000 71.800 13.848.340.200 6.Formulir – 1.400 2.150 22.000 3.000 1.100 4.300 2.500 5.049.400 3.100 11.733 7.460 7.900 PERTANI POG 11.169.000.700 SHS POG 6.768.500 11.000 130.000 2.707.220.460 6.500 38.680 6.000 5.000 10.350.017.012.729.000 3.976 4.000 468.400 14.000 49.400 4.950.000 4.000 31.416 1.000 4.000 2.518.000 8.400 4.000 390.976 2.832.000 7.759.800 15.000 40.000 3.378.100 605.100 1.900 3.

2. (................ Dst NAMA PETANI LUAS TANAM Padi (HA) KEBUTUHAN PUPUK NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) TANGGAL TANAM JUMLAH Mengetahui PPL/Mantan/KCD..) Catatan : Nama jabatan pada kelompok tani penerima disesuaikan dengan nama pada saat penandatanganan.......... Ketua/Sekretaris/Pengurus Kelompok Tani..) NIP. Mengetahui Kepala Desa.... Blanko Rencana Kebutuhan Pupuk Kelompok tani RENCANA KEBUTUHAN PUPUK NPK DAN ORGANIK BAGI KELOMPOK TANI TAHUN ANGGARAN 2010 PROVINSI KABUPATEN/KOTA KECAMATAN DESA NAMA KELOMPOK TANI KETUA KELOMPOK TANI : : : : : : NO 1..... ......Nama...Formulir .. . (.... ...Nama.. ...........................Nama.....) (.2..

2. ORGANIK GRANUL DAN ORGANIK CAIR BAGI KELOMPOK TANI TAHUN ANGGARAN 2010 PROVINSI KABUPATEN/KOTA KECAMATAN : : : NO 1.. 2. KEBUTUHAN PUPUK NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) TANGGAL TANAM Mengetahui.. (.Formulir ...... TANI ANGGOTA (Ha) 1.3.. PPL/Mantan/KCD.. YYY DESA 2..) NIP... Dst 1.....Nama.. Blanko Rencana Rekapitulasi Kebutuhan Pupuk Kelompok Tani REKAPITULASI KEBUTUHAN PUPUK NPK.. .... TANAM KEL.. VVV JUMLAH LUAS NAMA JML.

) NIP... Dst.. ORGANIK GRANUL DAN ORGANIK CAIR BAGI KELOMPOK TANI TAHUN ANGGARAN 2010 PROVINSI KABUPATEN/KOTA : : NO 1.....Nama............ Blanko Rencana Kebutuhan Pupuk Kelompok Tani (Tingkat Kab/Kota) REKAPITULASI KEBUTUHAN PUPUK NPK..... 1...4...... 2........... ... (....Formulir .... Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.... TANAM TANI ANGGOTA (Ha) NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) 2.. KEL JML.......... LUAS TANAM TGL......... JUMLAH DESA KEBUTUHAN PUPUK JML. .. KEC.

. Organik Granul dan Organik Cair) Rekap Daftar Kelompok Tani Calon Penerima Bantuan Langsung Pupuk Kabupaten/Kota : NO NAMA KEL......... (................... *) NAMA KETUA LUAS TANAM (Ha) BANTUAN PUPUK NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) JUMLAH Keterangan : *) Harap disebutkan Desa dan Kecamatan Ditetapkan....Formulir .) NIP .... tanggal .......... Nama ............ TANI ALAMAT KELTAN...5: Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota tentang Penetapan Calon Kelompok Tani Penerima Bantuan Langsung Pupuk TA 2010 Nomor : Perihal : Calon Kelompok Tani Penerima Bantuan Langsung Pupuk APBN TA 2010 (Pupuk NPK.. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota ..

. ... Nama ......JUMLAH JUMLAH MATAN DESA KEL TANI JUMLAH Disetujui..... (.. Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Provinsi tentang Penetapan Calon Kelompok Tani Penerima Bantuan Langsung Pupuk TA 2010 Nomor : Perihal : Lokasi Kelompok Tani Penerima Bantuan Langsung Pupuk APBN TA 2010 (Pupuk NPK. Kepala Dinas Pertanian Provinsi ………………......Formulir .) NIP Lampirkan daftar lokasi dan calon penerima BLP sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.... Pupuk Organik Granul & Pupuk Organik Cair) Rekap Daftar Kelompok Tani Calon Penerima Bantuan dan Lokasi Bantuan Pupuk Provinsi : LUAS TANAM (Ha) BANTUAN PUPUK NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) WAKTU TANAM (BULAN) NO KAB/ KOTA KEC.6... tanggal ..

... Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KETIGA ***) Sesuai perjanjian antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Nomor …..... ............. tanggal ........ Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA *) 2.....kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama : ...........................) (..... PIHAK KEDUA.......... PIHAK KETIGA ..Formulir ............. Berita Acara Pemeriksaan dan Pengambilan Contoh Kegiatan Bantuan Langsung Pupuk Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Pengambilan Contoh Pupuk Kegiatan Bantuan Langsung Pupuk No....... (. maka pihak PERTAMA dan pihak KETIGA telah melakukan pemeriksaaan dan pengambilan sampel pupuk BLP terhadap pihak KEDUA dengan hasil sebagai berikut : JENIS PUPUK NPK Organik Granul Organik Cair Demikian berita acara pemeriksaan barang dan pengambilan sampel pupuk dibuat.. Alamat : ................... Provinsi.................. Alamat : ................ Alamat : .... Nama : ............................. bulan...... dan Nomor : ……........7.. Pada hari ini ........ Kabupaten..) (.......... Jabatan : ........... kemudian agar dipergunakan sebagaimana mestinya............................................) Keterangan : *) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan **) BUMN ***) Petugas Pengambil Contoh (Superintendent) ...... Nama : .......... tanggal…...................... Jabatan : .telah dilaksanakan pemeriksaan pupuk Bantuan Langsung Pupuk (BLP) di Pabrik .... Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA **) 3. Jabatan : . tahun.. JUMLAH STOK KEMASAN JUMLAH SAMPEL KETERANGAN PIHAK PERTAMA..

........... di Kabupaten/Kota Provinsi. Berita Acara Pemeriksaan Bantuan Langsung Pupuk Berita Acara Pemeriksaan Bantuan Langsung Pupuk No.... Telah dilakukan pemeriksaaan terhadap Bantuan Langsung Pupuk dengan keterangan sebagai berikut : JENIS PUPUK NPK Organik Granul Organik Cair Demikian berita acara pemeriksaan ini dibuat... kemudian agar dipergunakan sebagaimana mestinya........................8. Yang Diperiksa Pihak PERTAMA.) NIP..................... Alamat : .......................... Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA 2........... Nama : .. Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA ...... tanggal ...... Jabatan : .. ............ kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1...........) (.. Nama : . Alamat : ....... Pada hari ini .....) Mengetahui. ( ......Nama..................... Catatan : Pihak Pertama adalah BUMN pelaksana .... Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota..............Formulir ...... JUMLAH KEMASAN KETERANGAN PUPUK Yang Memeriksa Pihak KEDUA... Jabatan : .................. (..........................Pihak Kedua adalah Petugas Dinas Pertanian yang menangani bidang sarana - ...................

.............................. Pada hari ini ........ ..... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Alamat : ................. Kabupaten/Kota ......Formulir ....... JUMLAH KEMASAN KETERANGAN PUPUK (..............................) NIP...........................Pihak Kedua adalah pengurus kelompok tani penerima BLP . PPL/Mantan/KCD........... Berita Acara Penerimaan Bantuan Langsung Pupuk Berita Acara Penerimaan Bantuan Langsung Pupuk No............. Catatan : . Alamat : ..) (.. dan nomor……...9..... Nama : ......... Kelompok tani: ...... tanggal . Jabatan : ... Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA 2............ Yang Menyerahkan Pihak PERTAMA...Pihak Pertama adalah BUMN pelaksana ...... maka pihak PERTAMA menyerahkan kepada pihak KEDUA bantuan pupuk sebagai berikut : JENIS PUPUK NPK Organik Granul Organik Cair Demikian berita acara penerimaan bantuan pupuk ini dibuat........) Mengetahui.......... Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA Sesuai dengan Perjanjian nomor . ( ........Kecamatan .......Nama. di Desa . Jabatan : .......................... Provinsi ....... Yang Menerima Pihak KEDUA/ Ketua/Sekretaris/Pengurus Kelompok Tani.............................................. Nama : . tanggal ......... kemudian agar dipergunakan sebagaimana mestinya..

(..) NIP. *) Keterangan Kondisi pupuk yang diterima Formulir .. Rekapitulasi Berita Acara Penerimaan Bantuan Langsung Pupuk JUMLAH KECAMATAN JUMLAH DESA JUMLAH KELOMPOK TANI JUMLAH PUPUK WAKTU PENERIM AAN KETERANG AN*) NO KAB/ KOTA NPK (KG) POG (KG) POC (Ltr) Tempat....Nama..... Tanggal Bulan Tahun Kepala Dinas Pertanian Provinsi..) NIP.... (. Rekapitulasi Berita Acara Penerimaan Bantuan Langsung Pupuk N0 KECAMATAN JUMLAH DESA JUMLAH KELOMPOK TANI JUMLAH PUPUK NPK (KG) POG (KG) POC (Ltr) WAKTU PENERIMAAN KETERA NGAN*) Tempat. *) Keterangan Kondisi pupuk yang diterima .......10...........Formulir .Nama....11. Tanggal Bulan Tahun Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota...

4.......12....Formulir ............ Pelaporan Awal Bantuan Langsung Pupuk FORM PELAPORAN AWAL BANTUAN LANGSUNG TAHUN 2010 Bulan : ....... TANI ANGGOTA (Ha) PRODUKTIVITAS (Ku/Ha) *) RENCANA RENCANA TANAM PANEN (Ha) (Ha) NPK (KG) POG (KG) POC (LTR) KEBUTUHAN PUPUK 1................. Dst JUMLAH Keterangan : *) Produktivitas selama ini Lampirkan data : nama-nama anggota kelompok tani dan data lokasi titik bagi pendistribusian pupuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. (......... 5... 6.... ..) ...... NO LUAS LOKASI (DESA/ NAMA JML. 7... LAHAN KEC) KEL. 3.. 2..................

.................... 4... Pelaporan Perkembangan Bantuan Langsung Pupuk FORM PELAPORAN PERKEMBANGAN BANTUAN LANGSUNG TAHUN 2010 Bulan : ..... 6............Formulir ......... dst JUMLAH Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota........ 2.. NO LOKASI (DESA/KEC) NAMA REALISASI KEL.. .. 3... (...... TANI TANAM (Ha) TANGGAL TANAM KONDISI PERTUMBUHAN TANAMAN PERMSLHN & PMCHNYA 1. 7...13.) ... 5.....

. 2...................... 3... 7. 9.......... 4...... 10.........) .. TANI PROSENTASE PRODUKTI REALISASI REALISASI PENINGKATAN/ VITAS TANAM (Ha) PANEN (Ha) PENURUNAN (KW/HA) PRODUK-TIVITAS PENYERAPAN TENAGA KERJA (HOK) KEUNTUNGAN PER HA (RP) 1 1. dst 2 3 4 5 6 7 8 9 TOTAL Keterangan : *) Coret yang tidak perlu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota .14... Pelaporan Akhir Bantuan Langsung Pupuk FORM PELAPORAN AKHIR BANTUAN LANGSUNG TAHUN 2010 NO LOKASI (DESA/ KEC) NAMA KEL... (.... 6....Formulir . 5. 8....