Anda di halaman 1dari 2

*PUASA*

A. PUASA WAJIB 1. Pengertian Puasa Puasa (saum) berarti menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan makan dan minum. Menurut istilah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa selama satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah 187: Artinya: Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Puasa bulan ramadhan salah satu dari rukun Islam yang lima, diwajibkan pada tahun kedua hijriyah. Hukumnya fardhu ain atas tiap-tiap mukallaf (balig, berakal). Firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah 183: Artinya: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. 2. Puasa Nadzar Nadzar adalah janji tentang kebaikan yang asalanya tidak wajib menurut syarak, setelah dinadzarkan menjadi wajib. Puasa nadzar berarti puasa yang dijanjikan untuk dikerjakan, yang asalanya tidak wajib, setelah dinadzarkan lalu menjadi wajib. Jadi puasa nadzar itu hukumnya wajib. Firman Allah SWT: Artinya: Mereka (yang berbuat kebajikan) menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana. (QS. Ad Dhar 7) Sabda Rasulullah SAW: Artinya: Barang siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaklah ia kerjakan. (HR. Bukhari) Berdasarkan ayat Al Quran dan hadits diatas, bernadzhar untuk melakukan sesuatu yang baik seperti bernadzar puasa, wajib dikerjakan. Contoh yang menyebabkan puasa nadzar: a. Karena mendapat nikmat atau terhindar dari bahaya, seperti ucapan: Jika saya lulus ujian, maka saya akan puasa tiga hari atau Penyakitku sembuh, aku akan puasa selama tujuh hari. b. Mewajibkan puasa dengan tidak ada sebabnya, seperti ucapan: Karena Allah saya akan berpuasa bulan ini selama lima hari. B. PUASA SUNNAH Sunat puasa wajib, ada juga puasa yang disunahkan, yaitu: 1. Puasa selama enam hari dalam bulan Syawal. 2. Puasa Arafah, yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijah (bulan Haji), terkecuali orang yang sedang mengerjakan ibadah haji maka tidak disunahkan atasnya. 3. Puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal 10 Muharam. 4. Puasa Syaban, berpuasa salam bulan Syaban. Selain Ramadhan-Rasulullah SAW banyak berpuasa dalam bulan Syaban. 5. Puasa pada hari Senin dan Kamis. 6. Puasa pada setiap pertengahan bulan kamariyah (tanggal 13-14 dan 15). C. WAKTU-WAKTU YANG DIHARAMKAN BERPUASA 1. Berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. 2. Berpuasa pada hari tasyrik tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah. D. ORANG-ORANG YANG DIBOLEHKAN TIDAK BERPUASA 1. Orang sakit apabila tidak kuat berpuasa (kalau berpuasa akan menambah sakit), wajib mengqada pada hari lain. 2. Musafir, dalam perjalanan jauh (80, 640 km). Bagi orang musafir yang tidak berpuasa, wajib mengqada pada hari lain.
- Rios Collection -

3. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua, sakit berkepanjangan. Baginya wajib menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin setiap hari dia tidak berpuasa, dengan liter beras (makanan yang mengeyangkan). 4. Orang yang hamil dan menyusui, dihukumkan seperti orang sakit, maka baginya wajib mengqada. Sebagian ulama berpendapat orang yang seperti itu dihukumkan orang tidak kuat berpuasa, sehingga ia harus membayar fidyah. Dari keterangan diatas, nyatalah bahwa hukum Islam itu sifatnya luwes, memberi kemudahan-kemudahan (rukhshah) dalam pelaksanaannya sesuai kemampuan. E. HIKMAH PUASA Puasa disamping sebagai ibadat untuk mendekatkan diri kepada Allah, juga mengandung nilai2 keutamaan yang bermanfaat bagi pembinaan pribadi muslim. Keutamaan serta hikmah yang terkandung di dalamnya antara lain: 1. Latihan kedisiplinan, kejujuran, dan kepercayaan diri Dengan berpuasa berarti kita melatih diri kita sendiri untuk mampu menahan makan/minum dan apa saja yang dapat merusak puasa dalam waktu yang ditentukan. Sehingga hal tersebut dapat menumbuhkan kedisiplinan, kejujuran, dan percaya diri. 2. Latihan pengendalian diri Dengan berpuasa, kita dilatih bukan saja menahan makan dan minum, tetapi juga menahan agar selalu bersabar, tidak cepat marah, mengendalikan diri dari perbuatanperbuatan tercela. 3. Memelihara kesehatan Berpuasalah niscaya kamu sehat, begitulah sabda Rasulullah SAW. Tidak sedikit para ahli yang mengupas tentang manfaat puasa dari segi kesehatan. 4. Tanda terima kasih kepada Allah, karena semua ibadah mengandung arti terima kasih kepada Allah atas nikmat pemberianNya yang tidak terbatas. 5. Didikan perasaan belas kasihan terhadap fakir miskin, agar suka mengentaskannya. RANGKUMAN 1. Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu. Menurut istilah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa selama satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan syarat-syarat tertentu. 2. Puasa nadzar ialah puasa yang dijanjikan untuk dikerjakan, puasa itu hukumnya wajib. 3. Puasa Sunat a. Puasa 6 hari dalam bulan Syawal b. Puasa hari Arafah 9 Dzulhijah c. Puasa hari Asyura 10 Muharam d. Puasa pada bulan Syaban e. Puasa pada hari Senin dan Kamis f. Puasa pada setiap pertengahan bulan kamariyah (tanggal 13-14 dan 15) 4. Waktu yang diharamkan berpuasa a. Pada hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha b. Hari tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah) 5. Orang-orang yang dibolehkan tidak berpuasa a. Yang wajib qadha - Orang sakit - Orang yang bepergian jauh - Wanita hamil atau menyusui (menurut sebagian ulama boleh bayar fidyah) b. Yang wajib fidyah Orang yang tidak kuat lagi berpuasa karena tua atau sakit yang berkepanjangan. copyright 2008 - emario.multiply.com

- Rios Collection -