MAMMAE

WILLIAMS OBSTETRICS CH.30; P.699-705

ANATOMI MAMMAE
∗ Kelenjar mammae dewasa:15-25 lobus, lobulus, alveoli, tiap alveoli terdiri dari duktus,duktus laktiferus bermuara ke putting susu. ∗ Estrogen menumbuhkan dan mengembangkan duktus dan deposit lemak. ∗ Progesteron berkembangnya alveoli

∗ Amastia : salah satu payudara tak tumbuh atau sangat rudimenter .MORFOLOGI DAN FISIOLOGI ∗ Pada manusia : satu pasang ∗ Letak : antara costae 2 atau 3 s/d 7. ∗ Mamma aberrans : tumbuhnya kel. dari garis aksilla depan sampai tepi sternum. payudara sampai ketiak ( seperti payudara yg terpisah ).

MORFOLOGI DAN FISIOLOGI ∗ Merup. Perub. 2. 3. Perubahan kelenjar yang berhub dgn waktu hamil dan laktasi. ∗ . satu bagian integral dari sistem reproduksi  dikendalikan oleh sistem neuro-endokrin yg sama. Pertumbuhan dan involusi yang berhub dgn umur. fisiologis : 1. Perubahan kelenjar yang berhub dgn haid.

PAYUDARA ∗ Pada permulaan pubertas ( 10-15 th ) areola membesar dan lebih mengandung pigmen.MORFOLOGI DAN FISIOLOGI ∗ PERTUMBUHAN DAN INVOLUSI KEL. ∗ Pertumbuhan terutama pada kel. ∗ Pertumbuhan akan sempurna setelah haid mulai. lemak dan jar. ∗ Pertumbuhan berjalan terus sampai dewasa dipengaruhi oleh estrogen. . ikat.

∗ Apabila ragu  tunggu sampai setelah selesai haid. ∗ Jangan mengambil keputusan ( thp kelainan ) dan tindakan ( mis. biopsi ) saat haid. KELENJAR YANG BERHUB DGN HAID ∗ Menjelang haid payudara agak membesar dan tegang. kadang nyeri ( mastodenia )  perub. vaskuler dan limfogen. .MORFOLOGI DAN FISIOLOGI ∗ PERUB.

. kel payudara berubah  payudara penuh. areola lebih gelap dan puting membesar. tegang.MORFOLOGI DAN FISIOLOGI ∗ PERUB PAYUDARA SAAT HAMIL DAN LAKTASI ∗ Beberapa minggu setelah konsepsi.

Isotonik dg plasma. laktosa setengah tekanan osmotik.ASI ∗ Kolostrum:ASI I. Sekresi 5 hari berubah menjadi ASI matur 4 mgg. Terdapat faktor kekebalan. Asam amino esensial berasal dr darah.mineral.asam amino non esensial . protein berupa globulin. ∗ ASI: suspensi lemak dan protein dalam larutan karbohidrat dan mineral.

∗ Intensitas dan durasi laktasi berikutnya dikendalikan berulang oleh perangsangan proses menyusui. ∗ Neurohipofisi mensekresi oksitosin secara pulsatil→ kontraksi sel mioepitel alveoli dan duktus .ENDOKRINOLOGI LAKTASI ∗ Partus → penurunan progesteron dan estrogen dalam jumlah besar dan mendadak.

Menghambat perleketan bakteri ke permukaan sel epitel→cegah invasi jaringan. Bayi tahan thd infeksi enterik. ∗ Limposit T dan B ∗ Interleukin .IMUNOLOGIS ASI ∗ Terutama IgA: makromolekul pada membran mukosa.

∗ Mempercepat involusi uterus ∗ Ltihan aerobik: 4-5 kali/mgg dimulai sejak 6-8 mgg post partum→Kebugaran CVS ∗ Penurunan BB 0.MENYUSUI ∗ (Hurst.5/mgg pada wanita kelebihan BB dalam 3 bln I tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi .2000) 65% wanita dengan mammoplasti augmentasi→insufisiensi laktasi.

.INHIBISI LAKTASI ∗ Tidak ingin menyusui: sanggah mammae dg bra yang pas. kompres es dan analgetik oral.IM. dan gangguan psikiatrik.epilepsi. ∗ Bromokriptin dulu digunakan sbg supresi laktasi→ tidak direkomendasikan → CVA.

kontrasepsi ∗ Progestin P. hanya bila laktasi telah teratur dan status gizi bayi baik .Rekomendasi ACOG.M diberikan 6 mgg post partum ∗ Implan dipasang 6 mgg post partum ∗ Kombinasi estrogen-progesteron diberikan 6 mgg post partum.O: diberikan 2-3 mgg post partum ∗ Depo medroksiprogesteron asetat I.

KONTRAINDIKASI ∗ ∗ ∗ ∗ Pengguna obat dan alkohol HIV Penderita TBC aktif yang tak terobati Ca Mammae dengan kemoterapi (ACOG.2000) .

efek thd pertumbuhan Supresi imunitas.kejang 1/3-1/2 konsentrasi terapeutik dlm darah ditemukan di bayi Supresi imunitas Halusinogen Peningkatan protrombin .Obat-obat dikontraindikasikan Bromokriptin Kokain Siklofosfamid Siklosporin Doksorubisin Litium Metotrexat Fensiklidin Fenindion Supresi laktasi Intoksikasi kokain Supresi imunitas.diare. efek thd pertumbuhan Muntah.

ibuprofen.penicillin.prednison . ∗ Antagonis B adrenergik : labetalol. ∗ Endokrin : insulin.sefalosporin.as mefenamat.heparin.fenitoin. ketorolac.propiltourasil ∗ Glukokortikoid : prednisolon.as valproat ∗ Anti histamin : loratadin ∗ Anti mikroba : aminoglokosida.antidepresan trisiklik ∗ Antiepilepsi : karbamazepin.sumatriptan ∗ Antikoagulan : asenokumarol. makrolid.Obat pilihan untuk wanita menyusui ∗ Analgetik : asetaminofen. warfarin ∗ Antidepresan : sertralin.levotiroksin.propanolol.morfin.

. perubahan ukuran. unilateral / bilateral. tekstur ) ∗ Nyeri ( siklik / terus menerus ) ∗ Hubungan semua gejala dengan siklus menstruasi ∗ Biopsi mamma sebelumnya. melibatkan banyak kelenjar / tunggal. ∗ Massa ( ukuran. densitas. ukuran.DETEKSI KELAINAN MAMMAE ∗ ANAMNESA : ∗ ‘Nipple discharge’ ∗ Sifat ‘discharge’ : spontan / tidak. tekstur ) ∗ Perubahan payudara ( bentuk.

∗ Keganasan lain ( ovarium. prostat ) ∗ Patologi biopsi mamma sebelumnya. kolon. .DETEKSI KELAINAN MAMMA ∗ ANAMNESA FAKTOR RESIKO : ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ Usia menars Usia saat hamil pertama Usia menopause Riwayat keluarga dgn ca mamma Jumlah keluarga dekat ( sdr ibu ) yg Ca mamma dan usia saat terdiagnosa.

.DIAGNOSA FISIK ∗ INSPEKSI ∗ Posisi px duduk dgn lengan disamping. ∗ Bandingkan mamma kanan dan kiri : simetris. ∗ Edema dan eritema akan mudah terlihat. kontur dan penampakan kulit. akan terliha kulit atau puting yang retraksi. ∗ Lengan px diangkat kesamping kepala.

∗ Palpasi harus meliputi seluruh payudara. dan tangan dipegang pemeriksa. posisi px duduk.DIAGNOSA FISIK ∗ PALPASI ∗ Px posisi tidur dan diperiksa scr sistematis dari medial ke lateral. . ∗ Setelah itu palpasi aksila dan supraklavikular. dgn jari-jari scr halus. ∗ Saat pemeriksaan aksila.

.DIAGNOSA FISIK ∗ PEMERIKSAAN LAIN ∗ TERMOGRAFI ∗ MAMMOGRAFI ∗ ‘FINE NEEDLE ASPIRATION’ ( Untuk penilaian sitologi ).

analgetik. mammae meregang disertai demam sesaat→ disebabkan pembengkakan mammae ∗ Singkirkan adanya infeksi ∗ Sangga mammae. memompa mammae atau pengeluaran ASI secara manual. .BREAST FEVER ∗ Selama 24 jam I setelah sekresi laktasi.kompres es.

∗ Rasa kaku pada mammae sampai keras.MASTITIS ∗ Infeksi parenkim kelenjar mammae. ∗ Infeksi unilateral ∗ Etiologi: tersering Staphylococcus aureus . ∗ Jarang muncul pada minggu I post partum.takikardia.demam. hiperemia.nyeri.

.

.

.

.

tetap berikan AB hingga 7-10 hari . ∗ Tes sensitivitas AB pada hapusan dari mammae yang sakit ∗ Stafilokokus sensitif pada penicilli atau sefalosporin. ∗ Vankomisin efektif melawan stafilokokus resistenmetisilin.Penatalaksanaan ∗ 48 jam I: lakukan tindakan awal. ∗ Respon klinis cepat.

∗ Bila mammae terlalu sakit →pompa ASI .Penatalaksanaan ∗ (Thomsen.1983) Pengeluaran ASI berlebihan pengobatan yang cukup pada kasus ini.

ABSES MAMMAE ∗ Insisi abses dilanjutkan drainase .

GALAKTOKEL ∗ Berakumulasinya ASI pada satu atau lebih lobus akibat penyumbatan duktus oleh sekret. ∗ Sembuh spontan atau perlu aspirasi .

.

.

Hormonal. ekstasi sal. Kista soliter . timbul setelah ovarium berfungsi dan hilang saat menopause. kista dgn ‘intraductal papilloma’. . .air susu.Contoh : Kista retensi / galaktokel.Tx : sebaiknya diangkat. 1. ‘traumatic’ nekrosis lemak.PERTUMBUHAN JINAK Penyakit kistik payudara : Dua macam : 1. Kista mikroskopik multipel .

.PERTUMBUHAN JINAK Fibroadenoma : Terbanyak pada wanita 20-25 th. Tidak berubah besarnya dgn siklus haid. Tidak nyeri baik spontan maupun bila tekan. Dapat soliter atau multipel. licin dan ‘lobulated’. Dipengaruhi estrogen Tx : biopsi dan eksisi. Gampang digerakkan.

.

.

.

Tx : pengangkatan jar. wanita infertil lebih sering dibanding wanita fertil. ( Kec. pengangkatan m. Klasifikasi patologik : Kanker puting ( Paget’s disease ).ketiak dan eksisi kulit yang luas. TIS ) . Suatu penyakit familial. kanker duktus laktiferus dan kanker lobulus.mamma. pengangkatan kel.PERTUMBUHAN GANAS Kanker payudara : Urutan kedua dari semua kanker di Indonesia.pektoralis. Terbanyak 40-49 th.

.

.

istirahatkan sementara. ∗ Fisura : lindungi putting dan pengobatan topikal.KELAINAN PUTING ∗ Puting terbalik : lakukan penarikan putting keluar dimulai pada bulan terakhir kehamilan. kosongkan ASI dengan pemompaan secara reguler sampai lesi sembuh. .

3 25489%/.73. 3.3 39070:3 ..  W^a`SS YS^[[Wa\SVSWT^SZa[_S S `SSZ`VZXW_WZ`W^ WZYSTS` \W^WW`SZTS`W^W\W^aSSZ_WW\`W .0.8.

4:8:907:8 9.8 02507.    a^_` # cSZ`SVWZYSZS[\S_` SaYWZ`S_ 38:18038.05.074- .9.3..93.

7.2/2:.80. 2 54895.3'$ !03:7:3.3 .79:2 0-:.

./.3 /.39.3 -.7:5079:2-:.25.202503..00-. .2-39/.

3:.358.      VSZYZWZ a_a_SZYYSSSWVYT^S SZY \S_[\^W_W_VSZSZSYW`[^S ^[[^\`ZVaaVYaZSSZ_TY_a\^W_S`S_  9/.3 '  05058 /./704203/.3 .8.97 .

W[WZVS_.

[Z`^S_W\_ ^[YW_`Z .

VTW^SZ  YY\[_`\S^`a W\[WV^[_\^[YW_`W^[ZS_W`S`  VTW^SZ#YY\[_` \S^`a \SZV\S_SZY#YY\[_`\S^`a [TZS_W_`^[YWZ\^[YW_`W^[ZVTW^SZ#YY\[_`\S^`a SZ STSS`S_`WS`W^S`a^VSZ_`S`a_Y TS TS .

.

   WZYYaZS[TS`VSZS[[  WZVW^`SS`X SZY`S`W^[TS` S SSWVWZYSZW[`W^S\ .

  .

.

TS`[TS`V[Z`^SZVS_SZ ^[[^\`Z [SZ [X[_XSV WXW`V \W^`aTaSZ [_\[^Z WXW`V \W^`aTaSZ [_[^aT_Z `a TS  W`[`^W S` WZ_VZ WZZV[Z a\^W_aZ`S_ Sa_Z[YWZ WZZYS`SZ\^[`^[TZ aZ`SVS^WWSZY È  È [Z_WZ`^S_ `W^S\Wa`VVS^SV`WaSZV a\^W_aZ`S_ a\^W_S`S_ Z`[_S_[SZ a\^W_aZ`S_ .

.

TS`\SZaZ`acSZ`SWZ a_a ZSYW`S_W`SZ[XWZTa\^[XWZW`[^[SUS_ WXWZSS`[^XZ_aS`^\`SZ Z`[SYaSZS_WZ[aS^[W\S^ZcS^XS^Z Z`VW\^W_SZ_W^`^SZSZ`VW\^W_SZ`^_ Z`W\W\_S^TSS W\ZXWZ`[ZS_bS\^[S` Z`_`SZ[^S`SVZ Z`^[TSSZ[Y[[_VS_WXS[_\[^Z S^[V\WZUZ Z`SY[Z_SV^WZW^YSTW`S[\^[\SZ[[ ZV[^ZZ_aZWb[`^[_Z\^[\`[a^S_ a[[^`[V\^WVZ_[[Z\^WVZ_[Z .

             \\WV_US^YW XS`V_US^YW_\[Z`SZÈ`VSaZS`W^SÈTS`W^S WTS`SZTSZ SWWZS^È`aZYYS S__Saa^SZ\W^aTSSZaa^SZVWZ_`S_`W_`a^ W^aTSSZ\S aVS^STWZ`aaa^SZ`W_`a^ W^_È`W^a_WZW^a_ aTaZYSZ_WaSYWSSVWZYSZ_a_WZ_`^aS_ [\_SS_WTWaZ S .

             .

 .

 _SWZS^_ _S_SS`S\W^`SS _SWZ[\Sa_W cS S`WaS^YSVYZUSSS aSWaS^YSVWS`_V^Ta YSSSVSZa_S _SS``W^VSYZ[_S WYSZS_SZSZ[bS^a[[Z\^[_`S` S`[[YT[\_SS_WTWaZ S .

  .

     [__\ VaVaVYZWZYSZV_S\ZY SZVZYSZSSSZSZVSZ^_W`^_[Z`a^VSZ \WZS\SSZa` VWSVSZW^`WSSSZaVS`W^S` WZYSZ\ VSZYS`W_S\ZYW\SSSSZ`W^Sa` S`Sa\a`ZY SZY^W`^S_ .

  .

    \[__`Va^VSZV\W^_S_U^__`WS`_VS^WVSW S`W^SVYZS^S^_U^Sa_ S\S_S^a_W\a`_Wa^a\S aVS^S W`WS`a\S\S_S_SVSZ_a\^SSbaS^ SS`\WW^_SSZS_S\[__\ VaVaVSZ`SZYSZ V\WYSZY\WW^_S .

  .

         .

  .

      .

Z`a\WZSSZ_`[[Y .

0 42570808 . .3.7.3.:5030:.3$80.2.3502-03.22.22.0 .9.0 $37.3:.2.  WSS S _W`WS_W^W_S`S_SSWW^WYSZYV_W^`S VWS_W_SS` /80-.3../..2.3.22.3108 $.09 202425.7.32.-.

   ZXW_\S^WZWWZS^SSW S^SZYaZUa\SVSZYYa \[_`\S^`a S_SSa\SVSSSW_S\SW^S_ \W^WSVWS`SS^VSZ W^ ZXW_aZS`W^S `[[Y`W^_W^ZY`S\ [U[UUa_Sa^Wa_ .

.

.

.

.

WZS`SS_SZSSZ #S SaSZ`ZVSSZScS W__WZ_`b`S_\SVSS\a_SZVS^SSW SZY_S` `SX[[a__WZ_`X\SVS\WZUS`Sa_WXS[_\[^Z SZ[_ZWXW`XWScSZ_`SX[[a_^W__`WZW`_Z W_\[ZZ_UW\S``W`S\TW^SZZYYS# S^ .

WZS`SS_SZSSZ [_WZ ##  WZYWaS^SZ TW^WTSZ\WZY[TS`SZ SZY Uaa\\SVSS_a_Z SSSW`W^Sa_S` \[\S  .

   Z__ST_W_VSZa`SZV^SZS_W .

  .

 W^SaaS_Z S \SVS_S`aS`SaWT[Ta_STS` \WZ aTS`SZVa`a_[W_W^W` WTa_\[Z`SZS`Sa\W^aS_\^S_ .

.

.

!#%&& !03..3.3 8.84907 439489.4.2  89.2.920345.2748452:950 47243..:/.:80  89. 92-:8090.7:2-071:38 /..9895.7.. :.709038.

/:. %80-.542.78:8:  97.:2.940 089.8 8..3. 5. /3 397.9. 89./.9 . 30748802.9..3. .

25.3/07.3088 .3 4-:.39.-07:-. 90.9.3 ./38:8.85439../ %/./.3 503./0342.3.5.307-.984907.:2:950 .3/..5.90/ %/.32.:5:3-.73. %07-.!#%&& -74.-08.7:0897403 %-458/. 9 .

.

.

.

%07-.7./.9:503.09 8 /80..91.3./.80 .39.8 503.7 2.2.3.85.9. %$ .1079 .3.310790- 8073/-.307/:9:8.7802:.3.3/3.944. .3075.3 088:9.30 09.30/:.3:.!#%&&$ .3 2 50947. 503.3. 9 $:.3075:93 !.:/.81.3.307 4-::8  %503.9.9.9107:8/.307/3/4308.22. &7:9.39.8  0.

.

.

     a`ZY`W^TSSaSZ\WZS^SZ\a``ZYWaS^VaS\SVS TaSZ`W^S^WSSZ _a^SZVaZY\a``ZYVSZ\WZY[TS`SZ`[\S_`^SS`SZ _WWZ`S^S[_[ZYSZ VWZYSZ\W[\SSZ_WUS^S^WYaW^ _S\SW__WTa .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful