i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

dosen. SU. Dr. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Apt.nat Effendy De Lux Putra. atas limpahan dan ramat-Nya. SU. Prof. Drs. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. kami mengucapkan tarima kasih.rer. Medan. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. dan organisasi kemahasiswaan. sarana pendukung. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen..KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. 30 Mei 2008 Editor. Syahrial Yoenoes. kurikulum. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. tujuan program studi. iii . visi & misi.. Apt.

Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. NIP. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Apt. Kepada editor Buku Panduan ini. 131283716 iv . Medan. Prof. Dr. Mei 2008 Dekan. Sumadio Hadisahputra. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih.

Sumadio Hadisahputra.. Effendy De Lux Putra. Pembantu Dekan I Prof. Dr. Apt. v . nat. SU. Apt. rer. Dr.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof.

Apt. M. Surjanto. M. Pembantu Dekan III Drs. vi ..Si. Apt.Si. Julia Reveny..Pembantu Dekan II Dr.

......................2..... 2 1.............3...........................1...... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas . Penjelasan Kurikulum .1.... iv Daftar Isi ................. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas..............11.. 18 3.................... Visi.................2. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ............ 10 3........................... Misi........... Tabel Kurikulum ..........................vii Bab 1.. 7 2............................... Sejarah Jurusan Farmasi ....DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ........ Kurikulum dan Silabus ... Bidang Farmasetika ................ 8 Bab 3..... Sejarah .....2..... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas .............................1...... Gelar ......... Daya Tampung .........1............................. 9 3........... Bidang Farmakologi ........iii Kata Sambutan Dekan ....2.................... 1 1..1............1............................... 52 3....... Bahasa Pengantar .......................................1...1............... 1 1...............2..................11...........1..2...2.... Sumber Mahasiswa ............2........ 38 3. 7 2..... Jam Belajar .. 43 3.....................2......... 38 3.................9... Sejarah FMIPA USU ......................... 9 3....................1.... 38 3....................4..................................... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) .................... 43 3..........2..............2..............2.................11.............................1....................4......1...1........... 47 3.2..........2............... 38 3............1..... 38 3....11......3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) .......... 1 1............................................................3....7........................ Tujuan ........... 38 3.........2......... 36 3........10...........2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.........2.. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ......................... Bidang Biologi Farmasi ...............2...... Visi........8......................2................................5.......... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ...... Sejarah Fakultas Farmasi.............................................. 40 3..... dan Tujuan Program Studi ...............11..2....................... 55 vii .........4............2... Kurikulum...3.............. 37 3. Sejarah Universitas Sumatera Utara .........6. Dasar Pemikiran ..... 3 Bab 2................................................................................ 36 3. Informasi Umum ... Misi.................................... 37 3..... 2 1............. 9 3.

... Perpustakaan ........1.................. 68 4.............. Bidang Kimia ...... 79 Bab 6............ Organisasi Kemahasiswaan .............................. 81 6.... Jurnal Ilmiah ...............................7............... Dosen................ Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ...2...............1........................................2............................2................. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ............. Hubungan dengan Institusi Lain .................. 64 4...... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ................ 79 5...... 70 4....................... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ..... 75 5................... Sarana Pendukung .............. 84 6......2......................... 79 5.......... 86 7......................... 66 4................. Dosen Tetap .............. Pengakuan Badan Profesi Terkait ................... 75 5...................................1............................... Perkuliahan ................................. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan .............. 86 7.................3.3. 85 Bab 7......................... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ...... 71 4......3................. 64 4.........................................................11........................ 72 Bab 5.........5..........1......3.................................. Dosen Tidak Tetap . 79 5..1................1. Program Pendidikan Profesi Apoteker ...........3.................... Non-Bidang ......... Laboratorium ...........................1...5..................... 57 3.....4............ 78 5........... Penguji Luar . 81 6.......................................... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ...........2........................ 75 5......... 65 4.........1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ..........4......... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .....6......6................. 59 Bab 4...........2. 91 viii ............................................................11.........................1..2.............. Asrama ..

berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. dan Fakultas Pertanian (1956). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Selain mengasuh program S-1.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen.1. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Pertanian. Fakultas Kedokteran Gigi. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Fakultas Hukum. Fakultas Teknik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Sejarah 1. Fakultas Kesehatan Masyarakat. 1. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Fakultas Sastra. Fakultas Farmasi.141 m2. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Ekonomi.1. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93.

Sc. 1. Barulah pada awal tahun 1965. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952.2. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Barus.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir.1. G.. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. 1. A. Soekarno. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA).. Apt.1. maka kepanitiaan terhenti. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. M. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.T. R. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.3. Dr. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Fisika dan Kimia. Soekemi. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. seorang 2 . Nazir Alwi.A. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.A. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.

dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Lubis. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. 56/2003. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. Untuk itu. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. atas masukan Rektor USU (Prof. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar.. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Mudjitahid. 56/2003. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001.1. Proposal selesai pada bulan Desember 2000.A(K). Sp. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. DTM&H. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera.4. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Chairuddin Nasution. (Alm) dan Bapak Drs. MPS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Pandapotan Nasution. tanggal 11 November 2003. Apt. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi.. Pada perkembangan selanjutnya. Apt. 1. Chairuddin P. tanggal 11 November 2003. M.. Seiring dengan itu pula. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . M..

tanggal 8 Januari 2005. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. dan dibahas di Komisi Akademik. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. tanggal 17 Juni 2005. Pada tanggal 31 Mei 2006. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. Pada tanggal 6 Maret 2006. 822/J05/SK/KP/2005. 2395/J05/TU/2001.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Pada tanggal 4 Juli 2005. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. Pada hari Rabu. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. tanggal 2 Mei 2006. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Untuk itu. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. yang diteruskan kepada Rektor USU. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. setelah menelaah proposal tersebut. dan surat Rektor USU No. tanggal 25 Januari 2006. Pada tanggal 27 Oktober 2005. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. menyetujui perubahan ini. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Pada 8 April 2006. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas.

dekanat. terhitung mulai hari Selasa.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Sumadio Hadisahputra. Selanjutnya. pada tanggal 28 September 2006. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. tanggal 8 Agustus 2006. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Untuk proses persiapan selanjutnya. Pada tanggal 14 Desember 2006. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara.Sc. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU.). Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. pada tanggal 27 Juli 2006. 5 . M. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Selanjutnya. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Eddy Marlianto. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. Dr. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. Untuk selanjutnya. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. rektor.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. dan praktikum. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). 9 . Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS).1.69%) dan Kurikulum Institusional (49. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. kisi-kisi materi kuliah. kurikulum inti. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.31%). Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS).1. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.1.

Tabel 3. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 06. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 04. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 12. 08. 07. b. 3. 10. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007.1. 01. c. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. 05. Praktikum. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Kuliah. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 11. 02. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen.2.1.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. Tugas Akhir. 09. 03.

06. 03. 07. Katolik. Protestan. 09. 08. Budha. 02. 03. 09.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 01. 05. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 2. 5. 10. 06. 3. 05. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 01. 08. 07. 11. 04. 04. 4. 11. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 10. 02. Islam. 12.

05. 07. 06. 11. 10. 02. 10. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 02.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 11. 09. 01. 05. 08. 09. 07. 04. 06. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 08. 04. 03. 03. 01.

02. 07. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 07. 03. 03. 08. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 09. 08. 02. 01. 01. 04.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 04. 02. 01. 06. 06. 05.

FPC 322 NO. FPC 441 07. FPC 320 04. FPC 342 NO. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 433 08. FPC 310 02. FPC 431 07. FPC 340 03. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 411 06. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 423 10. FPC 312 02. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 330 03. FPC 451 08. FPC 421 09. 11. FPC 415 06. FPC 413 05.

6. 9. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 3. 2. 8. 5. 12. 7. 10. 4. 9. 11. 3. 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 10. 2. 5. 11. 6. 4. 7. 8.

Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 5. 3. 3. 10. 7. 4.Katolik. 11. 4.Islam.Protestan. 9. 6. 1. 10. 5. 4. 2. 6. 2. 4. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 1. 11. 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 7. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 2. KODE 1. 5. 8. 8. 9. 3. 2.Budha.

5. KODE 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 2. 6. CKC 351 4. 5. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 2. 6. 9. CKB347 2. 7. 8. 1. CKC331 3. 4. 11. 3. 10. 11. 1. 3. 7. 2. 4. 3. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 8. 9. 4. 1. 10. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 .

kondensasi gas dan keadaan kritis. 4. 8. gas nyata. Termodinamika. Teori Asam-Basa. Teori Resonansi. FKB 113/2 SKS . Pengantar Kimia Kuantum. Kinetika kimiai. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS .3. Orbital Elektron. 7. hukum-hukum gas.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1.1. 3. 5. teori kinetik gas. 6. Larutan. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. 9.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Larutan. Teori Hibridisasi. 3. 18 . KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 4. 2. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Spektroskopi-fluorometri. Kesetimbangan kimia.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Bilangan Kuantum. Ikatan Kimia. 2. Konfigurasi Elektron. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. 5. Eletrokimia.

Retail farmasi. Histologi.Pendidikan Kefarmasian. FLB 111/1 SKS . Busines pharmacy. sistem lokomotorius. Hasil kali kelarutan. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Produk Galenika.. Pengantar Stereokimia.Kimia Organik I Pengantar.elektrolit. Fisiologi Tumbuhan. Alkil Halida. Saponifikasi asam lemak.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. FKB 141/3 SKS . asam-basa. Pharmaceutical industry.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Hospital pharmacy.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Epoksida dan Sulfida. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Sediaan Cair. FKB 151/2 SKS . Profesi farmasi. Organologi. istilah anatomi dan fisiologi. Sediaan Semi Solida. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. sistem endokrin. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Mekanisme Reaksi Organik. Resep. Alkohol. FKB 131/2 SKS . Beberapa Konsep Dasar. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . sistem pencernaan.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Asam nukLeat dan protein. 19 . Kinetika kimia. sistem limfatik dan imunitas. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. sistem kardiovaskular.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Uji molekul hayati. Alkena dan Alkuna. Perlengkapan. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. Sediaan Padat. sistem saraf dan pancaindra. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Reaksi-reaksi kimia. Pharmaceutical researc. Profesi kesehatan lainnya. Eter. Service profesioanl. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Alkana. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. FKB 121/2 SKS . Kesetimbangan kimia. sistem respiratori. Reaksi redoks. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Struktur dan fungsi.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Tiol.

Menulis karangan ilmiah.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . Karangan ilmiah dan non-ilmiah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. fungsi saraf kranial. Spektrofotmetri UV-Visible. warna kulit. kontraksi otot skelet. Krakteristika urin. Karangan ilmiah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. tujuan menulis karya ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Transpor melalui xylem & phloem. hiperemia. karangan ilmiah popular. kontraksi isometrik. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Macam-macam jaringan.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. FLB 113/1 SKS . lambung dan pankreatik. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Penetapan rotasi optik. Bangun paragraph bahasa Indonesia. Efek insulin pada ikan. Fungsi otak. buah dan biji. daun. disertasi. bahasa yang efisien dan efektif. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. batang. triple respon. penentuan bunyi pernafasan. Menulis laporan ilmiah. Konduktometri. pengukuran tekanan darah. Arti komunikasi. Spektrofotmetri infra merah. 20 . B. Coulometri UNI 107/2 SKS . Akar.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Penetapan Koefisien distribusi. bunga.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Belajar dari contoh. after image. refleks. stoma. kontraksi otot jantung. Skripsi. FLB 141/1 SKS . journal. tesis. Distribusi reseptor. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. buku ilmiah. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. daya membedakan. Pencernaan di mulut. penalaran dalam bahasa Indonesia. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Hasil kali kelarutan. efek kolinergik dan adrenergik. Uji tonisitas larutan.Bahasa Indonesia Pendahuluan. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. rambut. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. penentuan parameter darah. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Anatomi organ tumbuhan dikotil. rhizoma.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Potensiometri. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. Penentuan siklus estrus dan proestrus.

Pengendalian mikroba. Neoplasma.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. e. Injuri. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. koefisien fenol). FKB 122/2 SKS .Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Proses infeksi. Difrensiasi jaringan. reaski basah. kelarutan. FKC 140/3 SKS . Disorder malignan sel-sel darah putih. Mekanisme patogenesis. b. b. Aromatis. Filogeni.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS .Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Resistensi (enzimatik. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. reaksi kering. Idenrifikasi unsur. transporter). Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Spesies (species). aging. oksidasi-reduksi. Takson. Dasar-dasar kromatografi. 21 . Struktur dan fungsi virus. Penentuan kekuatan (potensi. Karbohidrat. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. endapan. Desinfektan dan antiseptik: a. pemisahan anion. Asam Amino. Tatanama tumbuhan. Analisis kualitatif ion anorganik. Perubahan fungsi sistem imun. d. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. reaksi identifikasi kation/anion. Senyawa Aromatis. c. adaptasi. FKB 112/2 SKS . Inhibitor biosintesis nukleotida. dan coping. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Metode pemisahan. FKB 120/2 SKS . Lipida. modifikasi target molekul. Peptida & Protein. larutan ion lewat jenuh. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Morfologi luar tumbuhan. Skema pemisahan kation. Inhibitor biosintesis protein. Amina Alifatis. dan kematian sel. Mekanisme kerja. Membrane sebagai target. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Penggunaan. Polisiklis dan Heterosiklis. c.

Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pengujian Hipotesis. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Disorder fungsi neurologis akut. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Interval konfidensi. Disorder gatstrointestinal.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. 22 . Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Sediaan farmasi bentuk larutan. Penyajian Data. up ward & down ward creaming. Komponen aerosol. Metode pengisian. Gagal jantung dan disaritmia.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi fumgsi jantung. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. FKB 150/2 SKS . d. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Sediaan aerosol farmasi. pengamatan secara visual meliputi inversi. Alterasi kontrol endokrin. Keuntungan dan kerugian. Disorder fungsi neurologis kronik. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Definisi. Evaluasi: homogenitas. Disorder intrarenal. Pengamatan stabilitas secara visual. metode perubahan partikel. breaking. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Praformulasi. Shock. Penyakit liver. kebocoran wadah. Contoh formulasi larutan. Propelan dan fungsinya. pengujian tekanan. metode perubahan ukuran partikel. Regresi dan Korelasi. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Gagal ginjal. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Pengujian: derajat semprot. Penandaan pada kemasan. Sifat-sifat fisik propelan. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Prinsip kerja aerosol. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Disorder bladder. Alterasi aliran darah. Disorder pulmonal restriktif. Pernyataan konsentrasi. Eksipien. Pengukuran pada Sampel. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya.

Linimenta. FLB 112/1 SKS .Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Praktikal Test. Pemurnian. A. Sumber Ajaran Islam. Pasta dan Oculenta. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Sediaan Guttae.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. UNI 10*/2 SKS . ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Identifikasi kation. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Disiplin Ilmu dalam Islam. Hubungan dengan Ilahi. Analisis gugus fungsi. Pikiran mencari kebenaran. Identifikasi anion. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Takwa. Kromatografi. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. reaksi nyala. Bobot dan Volume. berpandangan luas. Perangkat dasar Agama Islam.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembuatan Sediaan Kapsul. Tiga kemampuan dasar manusia. Pembuatan Salap. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Sediaan Potio Effervescent. Agama Islam. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Syariah. UNI 101/2 SKS . Pembuatan Sediaan Cream. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Pembuatan Infus. UNI 102/2 SKS . Ibadah dan Muamalah. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. B. isolasi. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. bersikap nasional dan dinamis. Akhlak. berfikir fisolosofis. Akidah.Agama Islam Manusia dan Agama. Pembuatan Sediaan Pil. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Identifikasi campuran. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Suppositoria. berbudi luhur. Isolasi asam sinamat dari gambir.

Hari-hari suci agama Hindu. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Kerasulan awam sebagai tugas umat. D. Sila dan etika Hindu.Bab 3: Kurikulum Nya. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. c. Pandita dan Pinandita. Agama: a. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Kerangka dasar ajaran Budha. Manusia dan Pembangunan. Kasih dan Pengharapan). Studi kasus pada masing-masing fakultas. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Arti keadilan. Sosiologi agama Hindu. E. UNI 105/2 SKS . Alam semesta. AIDS. ilmu pengetahuan dan agama. UNI 103/2 SKS . C. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. dan lingkungan. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. d. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. diterima secara pribadi. Dan lain-lain. Pengertian agama. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Hakikat manusia. Dhamma. Iman Kristen. Motivasi baik dan buruk.Agama Hindu Filsafat. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Agama Krsiten. Yadnya. Kapita selekta. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. b. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Meditasi.Agama Buddha Manusia dan agama. 24 . manusia lain. Keluarga Katolik. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Tempat suci. Sejarah agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Sar darsana. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. b. Perjudian. b. sebagai hukum Hindu.Agama Protestan Manusia: a. UNI 104/2 SKS . Manusia dan keutuhan ciptaan. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Weda sebagai kitab suci. Narkoba. Gereja. Tema-tema kapita selekta: a. Catur Marga Yoga. c. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Manusia dan tanggung jawab. c. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman.

Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. kelarutan. bikromatometri.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Metabolisme karbohidrat. kompleks ligan. Hormon. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Asam-basa. Bioenergika. Metabolisme nukleotida. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Sintesis beberapa bahan obat. Metabolisme lemak. larutan dapar. absorbsi dan detoksifikasi. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. teknik eningkatkan presisi. Analisis gravimetri. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Glosarium Farmasi. electrode & potensial sel. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Reduksioksidasi. persamaan Nernst.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Teori kesalahan dan pengolahan data. Titrasi pengendapan. Rancangan Sintesis. garam. sel galvanic. Akurasi dan presisi. Pencernaan. indikator redoks. hidrolisis. kemurnian endapan. Metabolisme xenobiotik. Enzim dan kinetika enzim. Titrasi asam-basa. Iodatometri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. pengeringan dan pemijaran. kekuatan ion. Asam amino dan protein. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Jenis-jenis titrasi redoks. Metabolisme asam amino. FKB 213/2 SKS . Nukleotida dan asam nukleat. kesalahan sistematik dan kesalahan random. BromatoBromometri. Spektrofotometri. serimetri. 25 . perhitungan. Iodo-iodimetri. FKB 211/2 SKS . Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Strategi Retrosintesis. pemisahan endapan. Titrasi reduksi-oksidasi. Lemak. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Pemahaman metode: Permanganometri. endapan.

Evaluasi Tablet.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat.Farmasi Fisik Pendahuluan. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Titrasi kompleksometri-metode langsung.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Sterilisasi. Sifat Fisika Molekuler Obat. Pewarnaan. FLB 251/1 SKS . Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . FKD 250/2 SKS .Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Suspensi. Identifikasi mikroba secara biokimia. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Fenomena Antar Permukaan. Titrasi Iodometri. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Kompetensi Apoteker. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Titrasi Iodimetri. Standar. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Teknologi Pembuatan Tablet. Rheologi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Stabilitas.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Kinetik. Kelarutan. Difusi dan Disolusi.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. 26 . Titarsi Iodatometri. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. FKC 233/2 SKS . FLB 221/1 SKS . Penggolongan tablet. Emulsifikasi. Pembinan Profesi. Etika. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Titrasi Argentometri-Volhard. Viskositas dan Rheologi. FLB 211/1 SKS . Sistem Dispersi. Profesi Apoteker.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Penggunaan mikroskop. Farmakologi sistem saraf pinggir. Kecepatan disolusi. Teknik isolasi mikroba. FKC 231/2 SKS . Organisasi. Titrasi argentometri-Mohr. Difusi. Inkompatibilitas dn interaksi obat.

Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Model Satu Kompartemen Terbuka. sirup. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Efek korosif obat pada kulit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS .Farmakognosi Pengertian. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. tablet. FKC 230/2 SKS . Sediaan Mata. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Sterilisasi Radiasi. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Dokumentasi. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Dosis obat. 27 . Sterilisasi Penyaring Bakteri. Anestetika lokal.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Pengemasan. Pembawa. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Model Dua Kompartemen Terbuka.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. FKC 242/3 SKS . Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Ekskresi Klirens. CPOB. Ikatan Protein Obat. FKC 220/2 SKS . FKC 240/2 SKS . Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Farmakokinetika Nonlinear. antibiotika. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. respon dan penentuan indek terapi. Toksisitas anestetika lokal.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Analisis unsure dan gugus fungsi. Kinetika Absorpsi Obat. Pengolahan Sediaan. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Sterilisasi Panas. Kandungan kimia. hewan dan mineral. Antagonis obat. FLC 240/2SKS . ekstrak. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. dan minyak atsiri. ekstrak dan minyak atsiri. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Toksisitas gas/asap. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat.

Metode granulasi kering. FKE 351/2 SKS . b. Darah (mengukur hemogelobin. kadar glukosa darah. Kekerasan. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. kadar ureum dan glukosa urin). Sintesis sabun dan deterjen.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. stereokimia.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. validasi prosedur analisis. spektrofotometri infra merah. FLC 230/1 SKS . Rancangan alat. kromatografi cair kinerja tinggi. c. Sintesis parasetamol. Lemak (bilangan asam.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. FKC 315/2 SKS . SGPT dan SGOT).Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Sintesis turunan sulfa. Metode granulasi basah. industri farmasi. Analisis gugus fungsi. Penentuan aktivitas enzim (amilase. identifikasi lemak dan kolesterol).Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. Sintesis turunan asam barbiturat. b.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. e. e. d. Urin (identifikasi berat jenis. Keseragaman sediaan. Metode cetak langsung. kadar kolesterol darah). glikolisis karbohidrat secara anaerob. 28 . Waktu hancur. FLC 212/1 SKS .Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Disolusi. bilangan iod. ikatan hidrogen. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. protein. Evaluasi Tablet: a. FKC 311/3 SKS . FKC 313/2 SKS . Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. distribusi dan eliminasi. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. Interpretasi data dan statistik. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Kadar zat berkhasiat. interaksi obat-reseptor. Definisi dan ruang lingkup. spektroskopi emisi dan serapan atom. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. industri obat tradisional.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Sintesis aspirin. absopsi. enzim hidrogenase dan enzim katalase). Protein (analisis asam amino. Kerapuhan. Sintesis antiseptik.

antihistamin. Penetapan kadar. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. FKC 331/2 SKS . O. Salep Mata. Fisikokimia asam amino dan protein. Kimia lemak dan pengolahan minyak. fenol.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. H dan O yaitu alkohol.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. N dan S yaitu sulfonamida. Sediaan Pewarna Rambut. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. FLC 331/1 SKS . Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. dan makroskopis. tiourea. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya.Kosmetologi Pendahuluan.Obat Tradisional Pendahuluan. Interesterifikasi. Sediaan Pengeriting Rambut. Denaturasi protein. karboksilat dan antibiotika. FLC 321/1 SKS . FLC 311/2 SKS . Pelembab Kulit. Fitofarmaka. Parfum FKC 321/2 SKS . Senyawa yang mengandung unsur C. Fungsi polisakarida dalam makanan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. antibiotika. Fungsi protein. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. senyawa alkaloid alam. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Sediaan Rias wajah. Sediaan shampoo.. Aspek kimia lipida. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. H. 29 . Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Metode isolasi pati. Reaksi karbohidrat. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. H.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Penetpan kadar.

Proses penelitian. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Antipiretika. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Pemantauan resep dan pasien. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. seminar dan skripsi. Analgetika.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS .Metodologi Penelitian Pendahuluan. Metode dan macam penelitian. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. FKC 340/2 SKS . Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Desain percobaan. Skrining farmakologi. FLC 310/1 SKS . Tatacara penulisan proposal. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. FKC 350/2 SKS .Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. ilmu. Penapisan secara kimia. meliputi tentang definisi penelitian. pelarutan dan absorpsi obat. Titrasi 30 . Antiinflamasi. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Etika dan stándar dalam farmasi klinis.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Psikofarmaka. Pedoman klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Diuretika. Obat-obat pencahar. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS .Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Efek hipnotika dan sedativa.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. II. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. FKC 320/3 SKS . Stimulan susunan saraf pusat. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Metode ilmiah. FKC 330/3 SKS .

Bilangan penyabunan. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Percobaan khusus..Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional.Rancangan Obat Pendahuluan. Iodimetri. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar kasein. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. KCKT. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Desain Produk Obat. dan kromatografi gas. Spektrofotometri. FPC 330/2 SKS . Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. FLC 312 1 SKS . Analisis zat pewarna sintetik. Bilangan asam. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Langkah-langkah Merancang Obat. Penentuan kadar vitamin C. Biossay guided/ 31 . Bromatometri. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. FLC 320/1 SKS .Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Total asam tertitrasi. Derajat asam susu. Ilmu Polimer. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. FLC 314/1 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Praktikal tes.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Titrasi Nitrimetri. FPC 320 2 SKS .

Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Metode pengawetan makanan. Kerusakan bahan makanan. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. 32 . Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Keamanan pangan. Komite farmasi dan terapi. Makanan Fungsional. Analisa\is spektrum UV/Vis. dan data spektrum). MS dan NMR.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Perbaikan dan proses medikasi. Model analisis farmakoekonomik. Kesalahan pengobatan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Pelaksanaan analisis ekonomi. Sistematika menjawab pertanyaan. FPC 342/2 SKS . UNI 106/2 SKS . Politik dan Strategi Nasional. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. khasiat. Langkah menyimpulkan analisis. Pengalengan makanan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. FPC 340/2 SKS . PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . teknik isolasi.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Manajemen informasi elektronik. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. IR. Sumber-sumber informasi obat.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. sumber lain).Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Konsep Wawasan Nusantara. jurnal.

Struktur dasar imuno globulin. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Kerja toksik. Jenis-jenis vaksin. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian.Penyakit atopi. GGK. sirosis hati. penyakit hematologi (anemia. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Antigen. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. efek biologi atas aktivasi komplemen. Indikasi eksposisi yang berbahaya. hipertiroid. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. pembagian dan fungsi imunoglobulin. hepatoma). penyakit hati (hepatitis. DHF). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Tindakan umum pada keracunan. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. Kedudukan. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. FKC 443/2 SKS . Penimbunan zat asing. osteoartritis). Interaksi zat dalam toksikologi. sifat-sifat antigen. GEA. teori pembentukan imunoglobulin. metode pengukuran. penyakit alergi imunologi (SLE). GNC. Pengertian komplemen. limfoma maligna). nilai rujukan serta interpretasi hasil. Komplemen. Defisiensi Sistim Kekebalan. artritis rematoid. Imuno-patologi. leukemia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . Inhibisi pada transferoksigen. Jenis-jenis serum. Antibodi(Imunoglobulin). Makna biotransformasi. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. penyakit ginjal (GGA. tipe III dan tipe IV. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). aktivasi komplemen. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Sistim Kekebalan Spesifik. Kerja teratogenik.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Sistim Kekebalan Non Spesifik. hiperlipidemia). penyakit tropik (demam tifoid. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Klasifikasi antigen. Cara penggolongan toksikologi. reaksi hipersensitivitas tipe I. 33 . Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Fase farmakodinamik. Lanjutan fase farmakokinetik. tipe II. penyakit sendi (gout. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. sindroma nefrotik). Serum dan Vaksin.

Farakologi Farmasi. Jenis-jenis rumput laut. Timun Laut. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. FPC 451/2 SKS .. ISOLASI BAHAN ALAM. cumi-cumi). FPC 431/2 SKS . konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Pemasaran (pemasaran produk. Minyak atisiri. Pengemasan. Stereokimia Dinamis. Cephalopoda (gurita. Mekanisme analisa pelepasan obat. Penyusunan Formula. B. Vitamin. Metode isolasi agar. Preformulasi. alginat dari rumput laut.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Imunoassay. Minyak atsiri. Topik-topik Khusus. Glikosida.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Lakton. In Proses Control. Biosintesis Alkaloid. FPC 423/2 SKS . alginat. Radikal bebas. FPC 433/2 SKS . Biologi Farmasi. iklan: guna. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. BIOSINTESIS. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Bteknologi Farmasi. jamur bahari. 34 . Toksin dari ikan Pupper fish. konsep pemasaran. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Antibiotik. Isolasi karagenan. FPC 321/2 SKS . Sistem POT Parenteral. serta aplikasinya dalam oseanologi. Kerusakan Produk. cara dan etikanya). Prinsip-prinsip POT. Biosintesis Steroid. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Echidermata. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Gizi dan sistim imun.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Filum Rhodophyta. bunga karang.Farmakognosi Lanjutan A. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Pencemaran di Industri Farmasi. FPC 411/2 SKS . Heterosiklik. Sistem POT Implant.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Jenis fitoplangton.

Toksikologi forensik. teknik penyediaan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS .Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FKC 450/1 SKS . Pengobtan berbasis bukti. FLC 452/5 SKS . Penyimpanan radiofarmasi. Obstruksi kronik saluran nafas. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Kerdioaktipan alam dan buatan. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Cara-cara analisis yang digunakan. Toksikologi rumah sakit. Terapi antibiotika. Hipertensi. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Masa kehamilan dan menyusui.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Pemeriksaan narkoba.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Anak-anak. Penyakit Parkinson. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Peluruhan radioaktip. TBC. FPC 415/2 SKS .Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Studi kasus. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. FPC 413/2 SKS . Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Gout dan hiperurisemia. FPC 441/2 SKS . Terapi parenteral. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi.Kimia Forensik Pendahuluan. Lanjut usia. 35 .

Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Terlepas dari hal tersebut. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. dengan tetap 36 . untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. tepat. termasuk Fakultas Farmasi USU.2.Bab 3: Kurikulum 3. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Sehubungan dengan itu. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Tentu saja. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.1.

Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Di samping itu. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Jakarta. Bandung.2.3. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. 3. 3. Banda Aceh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Seperti yang diuraikan di atas. 2. 4. di samping program yang ada sekarang. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Surabaya. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 37 . Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan.2. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. 3. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Artinya. Yogyakarta. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan.2.

2.00-13.000. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.Bab 3: Kurikulum 3. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.4.30 WIB.5. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00 WIB. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. sudah termasuk uang praktikum. 3.2.7. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S. 3. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun)..8. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.00-11. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.2. 3.Farm. 40.9. Di samping itu.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.2. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.Farm.6.2. 3.000.).00-17.00 WIB. sore hari mulai pukul 14. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.). Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.2. dapat melanjutkan ke Program 38 . 3.

dengan lama pendidikan selama 2 semester. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. 39 . Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. efektif.). Kurikulum Inti. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. aman.

01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 . 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.10.2.Bab 3: Kurikulum 3. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.

Radio Farmasi (CPC 411) 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Imunologi (CPC 346) 3. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.

farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. dan staf. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit.11. anggaran pendapatan dan belanja. keperluan farmasi pediatrik.2. radiofarmasi. modal. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit.11. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. farmasi pesien rawat inap. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. serta pengawasan inventori.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. usaha pendispensan aseptik. studi kasus dan diskusi. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. motivasi. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.2.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. jaminan mutu pekerjaan farmasi. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. studi literatur. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu.

Visi dan Misi. Standar Profesi. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Etika Umum. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. penyampaian informasi obat. pengobatan pasien. d. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. Karakteristik Profesi. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Tujuan. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. b. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. b. b. c. Dalam mata kulah ini. Standar Pendidikan. ulasan projek. membuat strategi dan desain terapi. Struktur Organisasi. perombakan pengobatan. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Organisasi Profesi: a. pelabelan dan penjelasan auksilari. c. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. b. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. serta pengenalan praktek terapeutik. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Etika: a. Sistem Legeslasi. Kode Etik. 44 .Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Area kompetensi. proses penggunaan dan dispensing obat. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Profesionalisme. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. pemantauan terapi obat. Pembinaan Profesi: a. Standar: a. b. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Standar Pelayanan. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Sumpah/Janji. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. b. Profesi. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. kaunseling dan komplians drug. Peran. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Standar Kompetensi. c. pendekatan telaah preskripsi. c. Profesional.

sistem gastrousus.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. PP No. tentang Psikotropika. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat.20/1962.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Kepmenkes No. PP No. Permenkes No. Permenkes No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. PP No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.22/1997.922/.5/1997.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. sistem otot dan tulang.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. Kepmenkes No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. Undang-undang No.23/1992 tentang Kesehatan. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. Permenkes No. tentang Narkotika.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. Perda Kota Medan No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Permenkes No. Kepmenkes No.. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.26/1965 tentang Apotik. polifarmasi dan penggunaan obat. dan sistem urinari. Kepmenkes No. PP No. Undang-undang No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. kardiovaskular.

pengadaan. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. struktur sosial dan modernisasi. Pembelajaran ini meliputi ceramah. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. bidang-bidang kesehatan fisik. dan diskusi. manajemen apotik. studi kasus. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. fungsi-fungsi manajemen. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. pengendalian operasi apotik. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. Konsep dasar. SDM. pemasaran. studi literatur. jelas. studi literatur. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. inventori. keuangan.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. studi kelayakan apotik. organisasi apotik. meliputi: Teori dasar manajemen. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. penjualan dan distribusi. manajemen pelayanan dan informasi obat. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. dan komprehensif mengenai masalah. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. 46 . keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. studi kasus dan diskusi. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi.

2. malaria. jaringan penghubung (jaringan konektif). pertukaran pasif air dan bahan terlarut. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. neurologi. paru. cara pemberian dan pemantauan obat. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi.11. HIV. transportasi aktif melewati membran plasma. jantung dan vaskular. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. eklamsia. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. mengatur volume sel. terapeutik. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. shock. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. endokrinologi dan metabolik. gastroenterologi dan hematologi. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. homeostatis. peritonitis. dan eksresi) obat. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. Penularan penyakit saluran pernafasan. termasuk teori aksi obat. proses diagnosis. gangguan mental. tuberkulosis. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. distribusi. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi.2. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. metabolisme. penyakit ginjal. infertilitas dan kontraseptif.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. interaksi obat. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. endokarditis. tanda-tanda dan simptom. ikatan molekul obat dengan reseptor. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel.

Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. termasuk rasional pengunaannya.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. siklosporin. sinaps. ginjal dan darah. Konsep. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. GINJAL. kolinergik dan somatik. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. 48 . vankomisin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. metabolisme. Karakteristik farmakokinetik klinis. kloramfenikol. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. definisi. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. salisilat. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. feokromositoma dan asma). struktur dan fungsi neuron. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. ganglion. efek samping. hipotensi. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. proses dan mekanisme potensial membran. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. Struktur. digoksin.

Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. dan rasional penggunaannya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. gagal jantung kongestif. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. angina pektoris. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. depresi. juga akan dibahas. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. mekanisme kerja. pengelolaan farmasi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. manifestasi klinis. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. 49 . jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. mania. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. mekanisme kerja. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. studi kasus dan diskusi. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. patifisiologi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. Etiologi. efek samping. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. studi literatur (belajar mandiri).

efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. kimia dan mekanisme kerjanya. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. antimetabolit. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. antibiotika. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. Penyakit seperti peptik ulser. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. pengobatan dan kesehatan masyarakat. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. etiologi. antitumor. penanganan kemoterapi. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. interaksi zat 50 . Aspek farmakologi. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. farmakokinetik. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. kerja toksik.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. pemantauan efek samping dan terapi pendukung.

GNC. sirosis hati. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). limfoma maligna). penyakit ginjal (GGA. disintegrasi. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. DHF). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. interaksi obat dengan diuretika. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. mengurangi interaksi obat yang merugikan. mekanisme interaksi. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. ekskresi obat dalam renal. hipertiroid. signifikansi klinik. GEA. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. osteoartritis). distribusi. perubahan aliran darah renal. interaksi tidak langsung. penyakit alergi imunologi (SLE). Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. sindroma nefrotik). Interaksi obat pada ginjal. jenis dan mekanisme interaksi obat. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. hiperlipidemia). obat reaksi laboratorium). 51 . perubahan mekanisme transport obat. nilai rujukan serta interpretasi hasil. artritis rematoid. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. penyakit sendi (gout. hepatoma). serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. absospsi. eliminasi obat. penyakit hati (hepatitis. leukemia. pasien beresiko. metode pengukuran. interaksi obat dengan herba/food suplement. perubahan pH urin. Arti penting interaksi secara klinik. drug displacement. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. obatmakanan. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. penyakit hematologi (anemia. GGK. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. penyakit tropik (demam tifoid. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. Perspektif interaksi obat: definisi.

Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. pelepasan dan penyerapan obat. Uji sterilitas: pengambilan sampel. pemeriksaan. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. Sediaan koloid dan emulsi. uji USP. draught. kolodion. jeli. obat tetes telinga dan hidung. formulasi. Prinsip sterilisasi. antivirus. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. Teori-teori atom. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. singkatan latin. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). mekanik molekul. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. fungsi pengawet. sifat fisikokimia. pengemasan dan pelabelan. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. kabinet aliran laminar. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. cara penyediaan. Formulasi dan perencanaan dosis obat. Sediaan obat mata: bentuk dosis. pengemasan. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. Uji pirogen: efek fisiologi. proses 52 . cara uji kebocoran. cara penyediaan semi-padat. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. cara pengujian. kriteria steril. poultis.11. cara sterilisasi. mekanik kuantum. medium kultur. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). cara sterilisasi.2. stabilitas. rancangan ruang aseptik. kapsul gelatin keras. sumber kontaminasi. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. kimia dan terapeutik. penentuan.Bab 3: Kurikulum 3. pasta. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. antibakteria. penyerapan melalui rektum. formulasi. Sediaan supositoria: dasar supositoria. obat tetes pediatrik. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik.3. enema. nilai sesaran. efek obat. terbungkus. stabilitas. linimen. linktus. prinsip pengawetan. cara menghitung mikroba. Sutur dan ligatur: bahan. enterik. jenis. Eferfescent. bentuk dosis. lunak. pemilihan pengawet. konsep keterlarutan. obat kumur dan cuci mulut. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika.

difusi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. monolapisan tak larut. tegangan permukaan. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. c. Di dalam topik reologi. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. isoterma pelekatan molekul. Anatomi dan fisiologi rektum. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. e. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. d. b. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. dan difusi/absorpsi (absorption). pembahasan dan zat aktif permukaan. Gerakan rektum dan waktu transit. gambar fasa dan koefisien pembagi. penekanan kepada sifat reologi. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. dampak zat larutan. penyebaran. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. pelarutan dan absorpsi obat: a. Pembuluh darah yang melewati rektum. b. b. b. kompleksitasi. f. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. Teori umum pelepasan (liberation). pelarutan (disolution). yang disingkat LDA. Fenomena antar permukaan. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. f. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Macam-macam mekanisme absorpsi. sudut kontak. ciri-ciri koligatif. Komponen dan karakteristik cairan rektum. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Macam-macam konsep membran biologis. Faktor formulasi dan teknologi. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. ionisasi. e. b. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. larutan buffer. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. tekanan permukaan. larutan isotonik. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. energi bebas. c. Faktor fisio-patologi. c. d. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. monolapisan terlarutkan. jenis larutan. Anatomi dan 53 . keseimbangan fasa. hukum-hukum gas. emulsi. sistem suspensi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a.

Metode uji ketersediaan hayati. Struktur dan fisiologi rambut. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. c. Sediaan perawatan rambut: shampo. bahan pembungkus. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. pewarna dan hair spray. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Struktur dan fisiologi kulit. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Sediaan gigi: pasta gigi. pemrosesan resep secara profesional. c. Kosmetik pewarna: muka. Sediaan perawatan kulit: pencuci. resep dokter. kuku. serbuk gigi. pelurus. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Pembuluh darah yang melewati kulit. b. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. penjaga. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. adhesif gigi palsu.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Anatomi dan fisiologi mata. pelindung matahari. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Sediaan bayi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. b. b. d. compounding obat non-steril dan steril. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. konditioner. pembersih. mata. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. Pembuluh darah yang melewati mata. Sumber bau badan. d. c. c. bibir. bahan pengkeriting. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. praktek 54 . praktek laboratorium yang baik. b. f. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. sediaan akhir. c. Disain percobaan. cara compounding obat yang baik. perhitungan dalam compounding. d. Jaminan mutu: bahan mentah. penggelap kulit. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. e. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. e. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. pembersih gigi. pencuci mulut. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. d. e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral.

uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba.11. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. dan evaluasi secra in vivo. antelmintik. 3. depot tipe esterifikasi. 55 . kultur sel hewan. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. absorbsi perkutaneus. model hewan yang digunakan untuk penelitian. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Sistem penyampaian secara implantasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. pestisida. metode untuk meningkatkan permiasi.2. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. keuntungan dan kerugiannya. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. depot tipe adsobsi. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. tipe sandwich. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. membran permiasi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. keuntungan dan kerugian. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. depot tipe enkapasulasi. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. matriks. Indikasi terapeutik. perlindungan terhadap lingkungan. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. keuntungan dan kerugian. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. tipe matriks. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. Sistem penyampaian transdermal. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran.4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. disolusi reservoadran kimia.

Prinsip-prinsip penyakit.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. pengawasan mutu. farmakokinetika. karakteristik.patogen juga diperkenalkan. arboretum. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. pemiawaian. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. taksonomi dan tatanama tumbuhan. microfilament. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. isolasi. lysosome. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. Cellular specialization. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. struktur pelekatan dan juga endospora. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. Structure and function of organelles: mitochondria. struktur sel asing. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. microtubules. penanaman. penyimpanan. kultur. enzyme. sumber. pemanenan. farmaseutik. Energy. golgi bodies. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . farmakodinamika herba. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. ribosomes. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. chloroplast. endoplasmic reticulum. pemalsuan. and metabolism: a. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. struktur pergerakan. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Uji klinik. ekstraksi. Regulatori dan kebijakan herba. nucleus. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. Prokaryote versus eukaryote. c. bioteknologi kultur. formulasi. Mitochondria and the 56 . Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. pewarnaan. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. herbarium. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. klasifikasi dan kepentingan klinik. pengeringan. b.

b. Cell fusion. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Somatic cell genetics. reaksi penggaraman. d. dan oksigen. messenger RNA. The relationship between genes and protein. amida dan terunannya. c. pembentukan lakton. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. DNA: structure. E dan Z. SNi. CHON. T and B lymphocytes 3.5. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional.2. Membrane structure and function: a. treo. replication. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. dan konfigurasi sistem cis. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. eritro. dan tatanama senyawa organik yang penting. Reaksi esterifikasi asetilisasi. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. L. cancer. The gene and synthesis of protein: a. Summary of membrane functions. d. Meiosis. Cell growth and replication: a. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. Microbial genetic: a. structure and functional proteins. 57 . b. isomer geometrik. c. Ikatan sigma dan pi. Radikal. and aging. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. UV. Cell growth. R dan S. identifikasi senyawa yang mengandung C. orbital molekul. Cell replication: mitosis. d. The clonal selection theory. cell junctions. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion.11. nitrogen. Antibody diversity. f. Mutation. c. dan polimersasi melibatkan radikal. c. sulfonamida. d. Lipid bi layer. DNA recombination. e.H. Cell culture. trans. b. Transport of material across membrane.O. laktam. Membrane composition. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. and DNA repair. c. b. Antibody structure and function. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. The immune system: a. analisis kation cepat. hidrolisis. Conservation of genetic codes. e. RNA: general structur. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. reaksi pembuangan E1 dan E2. Pengenalan stereokimia. ribosomal RNA. reaksinya. Chromosome and plasmid. b. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. SN1. Amino acids. transfer RNA.

Fosfolipida. Kimiawi penggorengan. b. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Lipolisis. Interesterifikasi. b. b. Tatanama enzim. c. Oleat dan asam linoleat. HPLC. Komponen fungsional dari 58 . Hubungan fungsi struktur polisakarida. Aspek kimia lipida: a. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. d. b. b. DNA. RNA. b. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. Fisikokimia asam amino dan protein: a. b. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Marine oil. b. nukleotida. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Asam laurat. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Hidrofilisitas. Hidrolisis. b. Pemanis. Denaturasi protein: a. denaturasi. c. spektrofotometer. pH meter. Monosakarida. b. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Selulosa. AAS. c. d. Oligosakarida. asam nukleid dan vitamin. Asam lemak. renaturasi. bentuk organisasi laboratorium. Auto oksidasi. Sifat umum protein. Polisakarida. Hemiselulosa. Sifat pengemulsi. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. lipid. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Hidrogenasi. f. Glikosakarida. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Sifat umum asam amino. c. Reaksi karbohidrat: a. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. d. Asil gliserol. e. Fungsi protein: a. Refining. c. Basa purina dan pirimidina. e. Lemak susu. GC. Reaksi pencoklatan. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Energi denaturasi. asam amino.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Klasifikasi lipida: a. FT-IR. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Amilum. Pengaruh kimia. Sifat pembusukan. Lemak hewan. penghibridan. b. protein. c. Vegetable butter. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Pengaruh fisika. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. c. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. nukleosida. Pektin. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan.

cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Diet dan arterisklerosis. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. kromatografi gas. 59 . Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. Pengukuran dan ekspresi efek obat. pembuatan dan formulasi obat. sulfida. mineral. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Penggunaan radioisotop untuk terapi. dll. Kerdioaktipan alam dan buatan. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. susunan makanan nasional.2. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. AAS.teknikpenyediaan. Penyimpanan radiofarmasi 3. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. serat pangan. fitosterol di dalam margarin. karotenoida. Penggunaan radioisotop untuk penelitian.11. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. flavonoida. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). penemuan. Cara-cara analisis yang digunakan. klasifikasi obat dan penyakit. Peluruhan radioaktip. NMR. farmakokinetika dan farmakodinamika. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. prebiotik danprebiotik. limonoida. komponen fungsional dari makanan hewani. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. asal usul dan dasar pencarian obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. fitosterol. pola makan dan proses penuaan. Tatanama obat.6. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Pendahuluan: Arti komunikasi. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. Syarat sediaan radiofarmasi. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. kromatografi cair kinerja tinggi.

UNI 101/2 SKS . Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Arti keadilan. Menulis karangan ilmiah. Takwa. disertasi. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Agama 60 . penalaran dalam bahasa Indonesia. tesis. journal. berfikir fisolosofis.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. karangan ilmiah popular. buku ilmiah. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Keluarga Katolik. Syariah. Karangan ilmiah: Skripsi. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. A. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Hubungan dengan Ilahi.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sumber Ajaran Islam. bersikap nasional dan dinamis. Pikiran mencari kebenaran. Belajar dari contoh. Perangkat dasar Agama Islam. tujuan menulis karya ilmiah. Disiplin Ilmu dalam Islam. diterima secara pribadi. Akhlak. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. berbudi luhur. Ibadah dan Muamalah. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Agama Islam.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Menulis laporan ilmiah. Akidah. UNI 102/2 SKS . Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. berpandangan luas. Motivasi baik dan buruk.Agama Islam Manusia dan Agama. B. UNI 10*/2 SKS . Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Tiga kemampuan dasar manusia. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. bahasa yang efisien dan efektif. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat.

Catur Marga Yoga. Kasih dan Pengharapan). Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian agama. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. UNI 108 . c. Tema-tema kapita selekta: a. Agama: a. Manusia dan Pembangunan. Yadnya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Pandita dan Pinandita. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Kerangka dasar ajaran Budha. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. sebagai hukum Hindu. UNI 104 . Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Hakikat manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Catur Purusharta dan Catur Asrama. D. Dhamma.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. UNI 103 . Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Studi kasus pada masing-masing fakultas. b. ilmu pengetahuan dan agama. d. AIDS. Hari-hari suci agama Hindu. Tempat suci. E. manusia lain. Meditasi.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. C. UNI 105 .Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Buddhis dan ilmu pengetahuan. dan lingkungan. Weda sebagai kitab suci. Narkoba. b. Sejarah agama Hindu. Sar darsana. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . b. Kerasulan awam sebagai tugas umat. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Manusia dan keutuhan ciptaan. Kapita selekta. Glosarium Farmasi. Agama Budha. c. Manusia dan tanggung jawab. Gereja. Alam semesta. Sosiologi agama Hindu. Dan lain-lain. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Perjudian. c. Iman Kristen. Sumber ajaran Budha. Agama Krsiten. Sila dan etika Hindu.

Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. negara. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Ketahahan Nasional. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. HAM dalam bela negara. c. b. e. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. b. c. Pengaruh HAM. c. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. g. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. a. Pemahaman tentang bangsa. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Politik dan stra tegis nasional. d. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Pengantar: a. Hak dan kewajiban warganegara. c. Pendidikan pendahuluan bela negara. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. serta prinsip dasar statistik. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. termasuk hak dan kewajiban bela negara.si Indonesia. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. b. Konsep Wawasan Nusantara. hak dan kewajiban warganegara. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. b. a. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. Wawasan nuantara. Politik dan Strategi Nasional. b. f. a. Implementasi Wawasan Nusantara. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. 62 . a. Demokra. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. d. Hak Azasi Manusia. UUD 1945.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional.

Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Farmasetika. minyak omega-6. flu Burung. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. dan Farmakologi. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. farmakologi. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. d. misalnya: a. farmasi komunitas atau industri. rumah sakit. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. Teknologi nano dalam farmasetika. c. Health food: VCO. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. back to nature. f.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. Herbal medicine: the hijau. demam berdarah. 63 . b. e. fisiologi. buah merah. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. dalam bidang Kimia Farmasi. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. g. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Teknik/metode: analisa yang baru. SAR. Biologi Farmasi. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir.

APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kompetensi di Industri 4. 4. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. dan kerja praktek profesi. yaitu: 1. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. silabus mata kuliah. 64 .). untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas.1. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif).Farm.

Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita.Cara/teknik pencampuran obat . Biofarmasi.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. .Peraturan perundangan tentang obat . dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Toksikologi. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. 03. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek.1.Formulasi Sediaan Obat . 01. .Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . Kurikulum Inti. Farmakokinetik. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. 02. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. dan Edukasi.Satabilitas Obat . kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Stabilitas Obat dll. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Kompetensi di Industri 4. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. informasi. aman. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. dan efektif.1.

Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.Ilmu-ilmu komunikasi . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Manajemen keuangan .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi.1. Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Ilmu-ilmu kefarmasian . . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Partisipasi Monitoring Obat 06. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.2. Pencatatan dan Pelaporan 05. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Farmako-ekonomi 4.Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Manajemen kepegawaian .Psikologi . Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02.Ilmu-ilmu kefarmasian . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. 01. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Peraturan perundangundangan NO. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Ilmu komunikasi dan Psikologi .Kemampuan berbahasa dengan baik . .

Ilmu Komunikasi .Ilmu Komunikasi . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. Peranan dalam penelitian 08.Peraturan perundangundangan/Farmakope .Biofarmasi .Ilmu komunikasi .Manajemen informasi .Manajemen logistik . pemilihan obat yang tepat. pemantauan efek obat. 05.Ilmu-ilmu Kefarmasian . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. 09.Patofisiologi . pemberian dan penyediaan obat.Farmakoterapi . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Pusat Informasi Obat . Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. antara lain: uji klinis.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Psikologi NO. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. 10. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. 04.Ilmu-ilmu kefarmasian .Metodologi Penelitian .Statistik 07.Farmako-ekonomi .Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Farmakoterapi . 06. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sistem Informasi .Toksikologi Klinik . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. Pelayanan KIE (konsultasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Farmakokinetik Klinis . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Psikologi .

Perundang-undangan . pilot plan.3.Kimia Medisinal . 04.Farmasi Fisika .Farmasi Fisika . dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakokinetik . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal.Farmakognosi/Fitokimia .1. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif.Kemampuan komunikasi . 01.Unit proses 68 .Farmakologi/ Toksikologi . dan kemasan. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Bioteknologi .Biofarmasi . metode analisis. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.Formulasi Teknologi Farmasi . Mikrobiologi. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. Fisikokimia. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.Farmakologi dan Toksikologi . Fisika. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. obat jadi. 05. khususnya melalui internet .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.

Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . Farmakokinetik.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . kefarmasian .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Toksikologi obat baru. logi.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . proses yang sudah ada.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . 6 7 8 9 10 11 12 69 .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. farmasis. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Farmakokinetik .Teknologi Farmasi .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Mampu melaksanakan . Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. Biologi). Biofarmasi.Pengetahuan tentang validasi . Fisika. Teknologi Farmasi.Statistik Promosi dan penyam. Fisika.Farmasi Fisika . .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. Biologi) menjamin mutu produk yang . dll). Ilmu Komunikasi . Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Pengetahuan tentang bahan pengemas . Farmasi . yang baik (good laboratory Fisikokimia. (dokter.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .

Toksikologi.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. pengadaan. dan bitkan suatu peraturan). . 03. .Bahasa Inggris . Termasuk pengumpulan distribusi. persyaratan obat.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi.4. distribusi. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Stabilitas produk .Statistik . Biofarmasi.Peraturan perudangundangan NO. Esensial Nasional. distribusi obat untuk . Teknologi Farmasi. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. dll.Manajemen .Berbagai pengetahuan kefarmasian . persyaratan obat. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. dll. Bioteknologi. 01. Stabilitas obat. 70 . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.1. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. Farmakokinetik.Manajemen barang/ material .Metodologi Penelitian 4.

05. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. import. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. seperti dengan WHO. 10. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 06. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. 02.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. pendidikan berkelanjutan. dll. 4. 05. distribusi. 07. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. 09. dan penjualan. izin praktek. 04. dll). KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 07. 06.2. 03. 01. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 08. kerja praktek.

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. Breast cancer. Pirai. Infeksi: Virus hepatitis. 04. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. gangguan hati. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis.3. 01. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Neoplastik: Leukimia. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Gagal ginjal kronik. Osteoporosis. kehamilan dan menyusui. gangguan ginjal. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Alergi pada kulit. gangguan saluran cerna. perhitungan dalam compounding. 06. hemodialisa. Thrombocitopenia. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Schizoprenia. resep dokter. gangguan hepar. 05. Sistem Syaraf: Epilepsi. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Sistem Pernapasan: Asma. Lanjut usia (geriatri). Bakteri ISPA. 03. Konstipasi. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. TBC. 02. Sistem Darah: Anemia. compounding obat non-steril 72 . cara compounding obat yang baik. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Diare. CHF (Congestive Heart Failure). Hiperlipidemia. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut.

obat-reaksi laboratorium). jenis dan mekanisme interaksi obat. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Etika komunikasi. studi kelayakan apotik. EBM (Evidence Based Medicine). jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. plan) atau PAM (problem.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). ASMETHOD. penjualan dan distribusi. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. desintegrasi. dan studi kasus compounding dan dispensing. pemrosesan resep secara profesional. manajemen apotik. SDM. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. OWA. komunikasi efektif. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. pemasaran. dan strategi pengembangan. keuangan. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. objective. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. analisis keuangan. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. Sistem Informasi Obat. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Konseling: pengertian. Studi kasus pelayanan kefarmasian. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. 73 . pasien beresiko. organisasi apotik. fungsi dan tujuan konseling. manajemen pelayanan dan informasi obat. pengendalian operasi apotik. fungsi dan tujuan komunikasi. pengadaan. obat-makanan. Pemahaman tentang rekam medik. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. assessment. assessment. inventori. fungsi-fungsi manajemen. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). arti penting interaksi secara klinik. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. Penyusunan formularium.

signifikansi klinis. Produksi obat jadi. produksi. laboratorium. penelitian dan pengembangan. Distribusi obat dan alat kesehatan. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. 74 . drug displacement. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). perubahan mekanisme transpor obat. sindrom serotonin. dan motilitas terhadap obat. dan manajemen perapotekan. signifikansi klinis. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. Tugas khusus. interaksi tidak langsung. eliminasi obat. perubahan pH urin.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Tugas khusus (Studi kasus). elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. Pelayanan resep dokter. sterilisasi. pengaruh adsorpsi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. mekanisme interaksi. Interaksi obat dengan herba/food supplement. distribusi. pengawasan mutu. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. Interaksi obat dengan diuretika. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. PPC (Production Planning Control). Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. apotik. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. flora. pengadaan bahan baku dan pengemas. pergudangan obat jadi. perubahan aliran darah renal. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik.

2. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Farmasetika Dasar Formulasi 2.1. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. white board. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. laptop dan sound system. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Biokimia 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Farmasi Fisik 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Kimia Organik 1. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . yaitu: NO. LCD projector. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5.5. Pengakuan Badan Profesi Terkait .7. Bandung 11. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Medan 6. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. PT Kimia Farma Apotek. Bandung 7. PT Indofarma Tbk. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Bandung 13. PT Aventis Pharma Industry. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Kimia Farma Apotek. 5. Perum BIOFARMA.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Yakarta 10. Di samping itu.4. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional.6. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Yakarta 12. yaitu: 1. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Bandung 79 . Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Yakarta 14. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. 5.

18. Hospital UKM. 20. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 16. 21. 25. Padalarang. Pirngadi. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 19. Yakarta PT Ethica Indonesia. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 26. 24. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 27. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. PT Combiphar Farma. 29. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 23. 28.Bab 5: Sarana Pendukung 15. 80 . Di samping itu. 17. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Jabatan Perkhidmatan Awam. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Yakarta PT Bayer Indonesia. Medan Rumah Sakit Umum dr. Hospital Besar Pulau Penang. 22.

UNSW.1. Jansen Silalahi. SU. Hakim Bangun. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . 6. Malaysia 1994.D. 3. PPSF-USM. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).Putra. Apt. Siti Morin Sinaga. Tokushima Univ. Japan 1991. Prof. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Prof. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. 2.1. b. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.. Sumadio Hadisahputra. Prof.App. Prof.Sc. Australia 2002.D. Apt Ph. Malaysia 1991. Effendy De Lux. 6. Tabel 6.bb Prof. Dr. Dr. Apt. dan Tahun Pengukuhan No 1. Apt. Urip Harahap. Apt. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. M.. PPSF-USM.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.. M. Tahun di 1990. Dr. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Malaysia 1990. Wniv. Apt.Sc.rer. 5. 4. UTM-Johor.nat. Dr. Ph. Dr. Nama Prof.

Bidang Ilmu..Sc.. Apt. 19.Djendakita Purba.Apt.Sc. 4. Salim Usman..Bab 6: Dosen Tabel 6.Sc. Dr.PS.Si 21.Apt. Apt.Si. Drs. Dr. M. M. M.Sc.App.M. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. 13.Dr.. Apt.Nazliniwaty. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.Sc. MS. 8.Si. 11. dan Kualifikasi Pendidikan No. Dra. M.Apt. Dra. 12.nat.Sumadio Hadisahputra.Putra.Hakim Bangun. Dr.Saodah.. Julia Reveny..Jansen Silalahi. M. Prof.Dr.Apt.Pandapotan Nasution. Prof...Edy Suwarso. Dra.. Apt. Kasmirul Ramlan 17.. Apt..Dr. Apt. Dra. M. 18. Apt.Apt. Drs.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.. 20.Dr. Dr.Malaysia USU . 2. M. M. Apt. 1. 10.Malaysia Thailand UGM Un. Drs. SU. 3. Dra. M. Juanita Tanuwijaya. 6. Apt. Sinaga.H.Si. 9. M.Urip Harahap. Nama Prof. Apt.Sc 16. Apt.T Simanjuntak. 14. SU.Apt. 15. Prof.Si. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . MS. Drs.Azizah Nasution. 7.Apt. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. Dr. Karsono. Dra. Prof.Surjanto. Apt. Siti Morin Sinaga. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Dr.rer.Ginda Haro.M.Sc.Apt.Fat Aminah. M.Apt Dr... Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. Nama Dosen. 5.Wiryanto. M..Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Prof.Effendy D. M. Johor AIT– 2002 .2. Apt.

Apt. Nurmadjuzita.Si Kimia 39..Si. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.S. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.Apt. Apt. Marianne. Apt.. M.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.Si.Phill. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. Farmasi Drs. Apt.David Sinurat. Apt. Kimia 33. Kimia 34. Kimia 38. 26. Hasibuan. Apt. 31. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Apt. SU. Farmasi Drs. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. M.. M.Si. S. M. Apt. Dra. Farmasi Drs.. Kimia 45.Masfria..Syahrial Yoenoes.. Aminah Dalimunthe.Apt.Nahitma Ginting. Farmasi Drs. M.Si Kimia 42.. Apt.Immanuel S. 23.. MS. Farmasi Kimia 37.Apt.Syafruddin..Chairul Azhar D.Si.. Apt.Fathur Rahman H.Saleha Salbi.Agusmal Dalimunthe.Sudarmi. M. Apt.Salbiah. MS.Si..Apt. M.Si.Si.. Farmasi Dra.Si..UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Farmasi Kimia 44.. Farmasi Drs. S.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU .... Dra. M.Ismail.Masria L Tambunan. M. Farmasi Dra. Apt. 28. Dra. Farmasi Drs. M. Kimia 40. M. Poppy Anjelisa Z. S.Maralaut Batubara. Hayati Lubis. 30.Si.Sc.Apt. MS.Si.. Farmasi Drs.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Anayanti Arianto. 25.Muchlisyam.Apt. M. Kimia 43. 24. Nama Dra.Si. Drs. M. Apt. Meliala. Farmasi Drs.Si. Drs.Apt. Kimia 41. Kimia 36.Apt. Dra. Kimia 35. Apt. M. Farmasi Drs. Drs..Apt.Lely Sari Lubis..Si.

57.. MS Apt.Siti Nurbaya.Apt.Apt.Misra Gafar. MS.Si. Ilmu Budaya Dasar. Drs. Hari Ronaldo Tanjung.Apt. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. 60..Apt.Erly Sitompul.Ubaidillah M.. Kimia Klinis). Drs. MS. Dra.Si. Dra. M. Apt. Farmasi Nama 53.Sc. Dra. Drs.Si. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6..Suryadi Ahmad. 62. M.Apt. 58.Si. Dra. M. Farmasi Kimia 47.Apt. Farmasi Dra...Apt. Apt.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. M.Si. 54. Farmasi Kimia 48. Apt..Aswita Hafni Lubis. MS. Dra. 56. Zainuddin. S.Rasmadin Muchtar. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Apt.. Drs.. Biologi 50.Rosidah. Kimia 46.. MS..Herawati Ginting. Bahasa Indonesia. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. Siti Aman. Apt. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama..Suwarti Aris. Biologi 51. Patofisiologi. Drs. Farmasi Dra. Awaluddin Saragih. Farmasi Biologi 49.Si.Saiful Bahri 61. M. 55.Si.Marline Nainggolan. Farmasi Dra. M.Tuty Roida Pardede.. Dra.2.Apt. MS. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Apt. Biologi 52. Pendidikan Kewarganegaraan. Apt. 84 . M. MS.Panal Sitorus.Apt. Ilmu Sosial Dasar.

Sp. Yudi Herlambang dr.PK(K).3. Marjuni Rangkuti. Rosmiani. Maya Safira dr.. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.3. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dra.. Yetty Machrina dr. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Risnawati Sinulingga. Ph. Dedy Ardinata. Drs.D. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Prof.Th.Pd. M. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No.Kes. B. M. Iman Sukiman. MA. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. 85 . dr. Eka Roina Megawati dr. Zakiah. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Tommy Tantawi. Hj. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. industri farmasi. Dra.PK(K). Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr. dr. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Drs. Azhar dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. pimpinan apotek PT Kimia Farma. M. MA Drs. Sp. Sembiring Dr. Milahayati Daulay Prof.M. Nuraiza Meutia dr. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. MA. Adi Kusuman Aman.

sekretaris departemen departemen. dan ketua departemen B.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Presidium Terdiri dari gubernur. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. dan anggota II. Pengurus Departemen Ketua departemen. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. PERANGKAT ORGANISASI A. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . sekretaris jenderal.

Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . D. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Mendapat mandat dari gubernur b. 3. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. 4. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. surat keterangan. Menandatangani surat mandat. 4.

Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f.

Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. kekeluargaan. Departemen Seni & Olahraga a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. sportivitas. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d.

Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. f. F. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. III. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Fadli : Yade Metri P. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3.

Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.MUSTATIAH Pembinaan Anggota .VERA NOVITAWATI .DINA ANDRIANI .SUCI RAHMALIA .FITRIANA .AGNES SITORUS .JUNI MARTOGI 91 .ANITA KARLINA Kekaryaan . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .NOVY HANDAYENNY .RIKHA ANDRISSHA PTKP .FATIMAH SYAM .2.FADHILAH ANWAR .DINANTY DINI .SRI WAHYUNI .PARHAN Agama Kristen .MIMI MAULIDINA .NURSAIDAH .MUHARNI SAPUTRI .NANDA SARI .LISA HELMITA .HAFNIZAR W DAULAY .ARISMA RINI Agama Islam .JOHN NEW COMBI .YUSTINA SAMOSIR .RETNO FARDHANI . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.EVA SURIANTI .YULIA SARI .ELVRIDA SIALAGAN .KARMILA .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.AGREFINA .SRI IRMAWATI .PEBRIANA MEGA SARI .SRI KURNIASIH .AZMI ERVITA .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .