P. 1
farmasi

farmasi

|Views: 1,453|Likes:
Dipublikasikan oleh Aidil Pratama

More info:

Published by: Aidil Pratama on Nov 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Sejarah
  • 1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara
  • 1.1.2. Sejarah FMIPA USU
  • 1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi
  • 1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi
  • 2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020
  • 2.2. Tujuan
  • 3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1)
  • 3.1.1. Penjelasan Kurikulum
  • 3.1.2. Tabel Kurikulum
  • 3.1.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1)
  • 3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas
  • 3.2.1. Dasar Pemikiran
  • 3.2.3. Sumber Mahasiswa
  • 3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
  • 3.2.5. Bahasa Pengantar
  • 3.2.6. Gelar
  • 3.2.7. Daya Tampung
  • 3.2.8. Jam Belajar
  • 3.2.9. Kurikulum dan Silabus
  • 4.1. Kompetensi Lulusan/Apoteker
  • 4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit
  • 4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi
  • 4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan
  • 4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker
  • 5.1. Perkuliahan
  • 5.2. Laboratorium
  • 5.3. Perpustakaan
  • 5.4. Asrama
  • 5.5. Jurnal Ilimiah
  • 5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait
  • 5.7. Hubungan dengan Institusi Lain
  • 6.1. Dosen Tetap
  • 6.2. Dosen Tidak Tetap
  • 6.3. Penguji Luar
  • 7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi
  • 7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA)

i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Drs. visi & misi. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. atas limpahan dan ramat-Nya. dosen.nat Effendy De Lux Putra. SU. Prof. sarana pendukung. iii . Apt.. SU. Apt. Dr..KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. kurikulum. 30 Mei 2008 Editor.rer. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. kami mengucapkan tarima kasih. tujuan program studi. dan organisasi kemahasiswaan. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Medan. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Syahrial Yoenoes. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna.

Apt.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Mei 2008 Dekan. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Medan. Sumadio Hadisahputra. 131283716 iv . Dr. Kepada editor Buku Panduan ini. NIP. Prof.

Pembantu Dekan I Prof. v . Effendy De Lux Putra. Sumadio Hadisahputra. Apt.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Dr. SU. Dr.. rer. Apt. nat.

Si. Surjanto. Julia Reveny..Si. M. vi . Apt. M.Pembantu Dekan II Dr. Apt.. Pembantu Dekan III Drs.

.............2......................2........................................3..............2....... 47 3...... 2 1......................................... Dasar Pemikiran ..........vii Bab 1............... Bidang Biologi Farmasi ......................10.......11..........2........1... Bidang Farmasetika .............11.......1............... Penjelasan Kurikulum .................... Sumber Mahasiswa ...... Sejarah ............. 7 2............................................... 10 3...... 9 3..... Sejarah Jurusan Farmasi ....2.................... 1 1.......................1.................. Sejarah Fakultas Farmasi...............2....................2......... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ... 37 3................5.................................4..... 9 3.... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 . 43 3.....................2..........2...............2........... 40 3......................... iv Daftar Isi .....................................................2..............2........................6.... 37 3............................... 2 1..1................ Jam Belajar ........................................ Misi..........8.................................... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ..... Sejarah Universitas Sumatera Utara .................... Kurikulum.......2.......2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas........DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ..11..... 55 vii ..... 38 3........................... Bidang Farmakologi ........ dan Tujuan Program Studi ....... Informasi Umum .................... Visi......1........... 38 3.....7.......1...1.... 38 3......... 36 3.......... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas .....9..........................1........2............................ 7 2.................. 52 3......4............................... 18 3............. 8 Bab 3........ 43 3..... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ......1............. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas...............2.......iii Kata Sambutan Dekan ............ Visi.........................1......1. 36 3......2...3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ................................................ Kurikulum dan Silabus ...... 38 3. 38 3.2................ 38 3........ Gelar ....... Sejarah FMIPA USU ...........1.... 3 Bab 2... Misi.....3...........................11...2.......................1. Tabel Kurikulum ... Daya Tampung .................................1......................... Bahasa Pengantar .....4................. 1 1.3..... Tujuan .11... 9 3.... 1 1.......2............2... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas .......

....... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ...... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ....... Sarana Pendukung ..................................... Bidang Kimia .......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ....... 75 5.1...........6.........2.......3. Jurnal Ilmiah ................................................................... 79 5.................. 68 4....... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ...................... 78 5............ Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ......... 75 5..1 Kompetensi Lulusan/Apoteker .. Dosen Tidak Tetap .. Dosen... 64 4......... Organisasi Kemahasiswaan ............. Laboratorium ............... Dosen Tetap ........................................1...........................3...............4................................................1.... 70 4..... Penguji Luar ................................... Non-Bidang ...1..2.................... Asrama .............................3........................11............... 79 Bab 6..3. 66 4. 86 7. 71 4.....5...3................................1.......2... 79 5....1... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ........... 81 6..............................................7................ 65 4......2...................... Pengakuan Badan Profesi Terkait ........ 57 3......2........................... 75 5. Perkuliahan ............. 91 viii ....6............... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ...................................................1..1............ Perpustakaan .............................2........................4................... 81 6..................................... 85 Bab 7... 72 Bab 5.5..11.............................. Hubungan dengan Institusi Lain ........................... 79 5.2.................................................. 59 Bab 4...................................... 84 6............................ 64 4... Program Pendidikan Profesi Apoteker ................................................................. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan .... 86 7.....

Fakultas Pertanian. Fakultas Kedokteran Gigi. Selain mengasuh program S-1. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. 1. dan Fakultas Pertanian (1956).141 m2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Fakultas Ekonomi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.1. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954).4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Fakultas Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.1. Fakultas Teknik. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Hukum. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan.1. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Fakultas Sastra. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Sejarah 1.

Barulah pada awal tahun 1965. Apt. 1. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Nazir Alwi. maka kepanitiaan terhenti. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September.A. R. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg.. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. Soekarno. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. 1.2. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU.A. Fisika dan Kimia.3.Sc.1. A. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. M. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). seorang 2 . Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November.T. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Soekemi.1. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. G. Barus. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali.. Dr.

Lubis. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Apt. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU.4. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Seiring dengan itu pula.. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat.. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU.. Chairuddin P. Untuk itu. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. (Alm) dan Bapak Drs. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. 56/2003.. tanggal 11 November 2003. sekaligus memimpin Jurusan Kimia.A(K). Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan.1. MPS. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. atas masukan Rektor USU (Prof. 1. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. Pada perkembangan selanjutnya. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Mudjitahid. DTM&H. 56/2003. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Apt. Pandapotan Nasution. Chairuddin Nasution. M. tanggal 11 November 2003. Sp. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. M. Apt.

Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. yang diteruskan kepada Rektor USU. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. menyetujui perubahan ini. Pada tanggal 4 Juli 2005. 822/J05/SK/KP/2005. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. dan dibahas di Komisi Akademik. dan surat Rektor USU No. Pada tanggal 31 Mei 2006. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. tanggal 8 Januari 2005. setelah menelaah proposal tersebut. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. tanggal 25 Januari 2006. Pada tanggal 6 Maret 2006. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. 2395/J05/TU/2001. tanggal 17 Juni 2005. Untuk itu. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. Pada 8 April 2006. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Pada hari Rabu. tanggal 2 Mei 2006.

Eddy Marlianto. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. tanggal 8 Agustus 2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. pada tanggal 28 September 2006. 5 . terhitung mulai hari Selasa. Pada tanggal 14 Desember 2006. Sumadio Hadisahputra. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara.). dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Menanggapi surat Dirjen Dikti. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. M. rektor. Selanjutnya. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Dr. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. dekanat. Untuk selanjutnya. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Untuk proses persiapan selanjutnya. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi.Sc. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Selanjutnya. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 27 Juli 2006. Apt.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS).1. dan praktikum. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. kurikulum inti.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3.1. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS.1.69%) dan Kurikulum Institusional (49.31%). Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). kisi-kisi materi kuliah. 9 . mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.

06. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 12. 10.1. 03. 07. 11. b. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007.1.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi.2. Kuliah. 01. Praktikum. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. Tugas Akhir. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). Tabel 3. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 05. 09. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 04. 3. c. 08. 02. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen.

06. 03. Budha. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 08. Katolik. Islam. 10. 2. 5. Protestan. 02. 12.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 10. 04. 05. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 01. 04. 02. 09. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 07. 03. 11. 4. 09. 3. 05. 01. 08. 06. 11. 07.

07. 02. 04. 07.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 01. 10. 10. 03. 04. 06. 11. 09. 11. 09. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 02. 05. 08. 03. 01. 05. 08. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 06.

03. 02. 09. 04. 04. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 01. 03. 08. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 02. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 05. 06. 07. 07. 02. 06. 01. 01.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 08.

MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 451 08. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 320 04. FPC 322 NO. FPC 421 09. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 342 NO. FPC 431 07. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 413 05. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 441 07. FPC 330 03. FPC 433 08. FPC 411 06. FPC 423 10. 11. FPC 340 03. FPC 310 02.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 312 02. FPC 415 06.

6. 4. 3. 7. 5. 5. 2. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 9. 11. 6. 12. 7. 8. 11. 9.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 10. 3. 10. 1. 4. 2. 8.

6. 11.Protestan. 10. 6. 9. 11. 1. 2. 10. 7. 8. 2. 4. 1. 9. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 7. 4. 8. 5.Budha. KODE 1.Katolik.Islam. 3. 4. 3. 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 2. 3. 5.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 3. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 4. 5.

KODE 1. 10. 9. 2. 3. 3. 9. 11. 6. 8. 1. 4. 1. 7.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 6. 5. 2. 3. 4. 4. 11. 7. CKC 351 4. 10. 1. CKC331 3. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 5. 8. 2. CKB347 2. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 .

hukum-hukum gas. 5. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Ikatan Kimia. Teori Asam-Basa. Kinetika kimiai. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. 18 . 2. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Kesetimbangan kimia. Teori Resonansi. kondensasi gas dan keadaan kritis. Pengantar Kimia Kuantum. 6. Larutan.1. Spektroskopi-fluorometri. 9. Konfigurasi Elektron.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 4. Eletrokimia. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Larutan. 8. teori kinetik gas. 5. 7. 3. Teori Hibridisasi. FKB 113/2 SKS . Termodinamika. Orbital Elektron. gas nyata. Bilangan Kuantum.3. 4. 3. 2.

Organologi. istilah anatomi dan fisiologi. Sediaan Padat.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Profesi farmasi. 19 . sistem kardiovaskular. Struktur dan fungsi. Profesi kesehatan lainnya. Mekanisme Reaksi Organik. Pharmaceutical industry. Service profesioanl. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Beberapa Konsep Dasar. Alkana. Epoksida dan Sulfida. Tiol. FKB 141/3 SKS . Hasil kali kelarutan. Reaksi redoks. Reaksi-reaksi kimia. Asam nukLeat dan protein.Pendidikan Kefarmasian. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Sediaan Cair.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Hospital pharmacy. Histologi. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.elektrolit. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. sistem saraf dan pancaindra. Saponifikasi asam lemak. Alkohol.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Resep. sistem endokrin.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Sediaan Semi Solida. sistem limfatik dan imunitas. Alkil Halida. Perlengkapan. FKB 121/2 SKS . Busines pharmacy. FKB 131/2 SKS . Retail farmasi. Alkena dan Alkuna.. Pharmaceutical researc. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Pengantar Stereokimia. Uji molekul hayati. FLB 111/1 SKS . sistem lokomotorius. Kinetika kimia. asam-basa. sistem respiratori.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Fisiologi Tumbuhan. sistem pencernaan. FKB 151/2 SKS . Eter. Kesetimbangan kimia. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian.Kimia Organik I Pengantar. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Produk Galenika.

Bahasa Indonesia Pendahuluan.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. after image. efek kolinergik dan adrenergik. rambut. bunga. buku ilmiah. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. journal. Hasil kali kelarutan. penentuan bunyi pernafasan. Arti komunikasi. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Krakteristika urin. Uji tonisitas larutan. Transpor melalui xylem & phloem. Skripsi. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. batang. Konduktometri. kontraksi otot skelet. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Macam-macam jaringan. Penetapan Koefisien distribusi. Akar. Potensiometri. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Menulis laporan ilmiah. pengukuran tekanan darah. hiperemia. Spektrofotmetri UV-Visible. refleks. karangan ilmiah popular. FLB 141/1 SKS . bahasa yang efisien dan efektif. Menulis karangan ilmiah. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS .Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. triple respon. kontraksi otot jantung. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. 20 . Bangun paragraph bahasa Indonesia. daya membedakan. Fungsi otak. Belajar dari contoh. disertasi. lambung dan pankreatik. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. tujuan menulis karya ilmiah. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Penetapan rotasi optik. tesis. warna kulit. fungsi saraf kranial. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. Efek insulin pada ikan. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. daun. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. FLB 113/1 SKS . Pencernaan di mulut. Distribusi reseptor. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. buah dan biji.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. penalaran dalam bahasa Indonesia. Coulometri UNI 107/2 SKS . Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. penentuan parameter darah. kontraksi isometrik. Anatomi organ tumbuhan dikotil. stoma. B. rhizoma. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Karangan ilmiah. Spektrofotmetri infra merah.

FKB 122/2 SKS . Perubahan fungsi sistem imun. endapan. Resistensi (enzimatik. Tatanama tumbuhan. Disorder malignan sel-sel darah putih. Produk mikrobilogi dalam farmasi. c. Inhibitor biosintesis nukleotida. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Senyawa Aromatis. Idenrifikasi unsur. Proses infeksi. Pengendalian mikroba. 21 . Inhibitor biosintesis peptidoglikan. e.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Neoplasma. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. transporter). aging. Karbohidrat. Analisis kualitatif ion anorganik. Desinfektan dan antiseptik: a. larutan ion lewat jenuh. Peptida & Protein. Takson. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Simetri Orbital & HOMO LUMO. FKB 112/2 SKS . modifikasi target molekul. Struktur dan fungsi virus. Filogeni. b. Polisiklis dan Heterosiklis. Membrane sebagai target.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Penggunaan. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . FKC 140/3 SKS . Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. pemisahan anion. kelarutan. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Inhibitor biosintesis protein. Injuri. dan coping. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Skema pemisahan kation. Lipida. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. koefisien fenol). Difrensiasi jaringan. Spesies (species). Dasar-dasar kromatografi. Mekanisme patogenesis. Amina Alifatis. reaksi kering. Metode pemisahan. oksidasi-reduksi. c. b. Asam Amino.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Penentuan kekuatan (potensi. reaski basah. dan kematian sel. adaptasi. reaksi identifikasi kation/anion. d. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Morfologi luar tumbuhan. FKB 120/2 SKS . Mekanisme kerja. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Aromatis.

Regresi dan Korelasi. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Sifat-sifat fisik propelan. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Keuntungan dan kerugian. d. Disorder bladder. Shock. Praformulasi. metode perubahan ukuran partikel. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. up ward & down ward creaming. Disorder gatstrointestinal. Disorder fungsi neurologis kronik. Penyajian Data. Disorder pulmonal restriktif. Penyakit liver. Pernyataan konsentrasi. Sediaan farmasi bentuk larutan. Pengukuran pada Sampel. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Metode pengisian.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Disorder fungsi neurologis akut. Definisi. Eksipien. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. pengujian tekanan. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. breaking. Pengujian Hipotesis. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Pelarutan untuk sediaan farmasi.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Interval konfidensi. Evaluasi: homogenitas. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Gagal ginjal. Gagal jantung dan disaritmia. Prinsip kerja aerosol. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Propelan dan fungsinya. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. kebocoran wadah. 22 . Alterasi fumgsi jantung. Penandaan pada kemasan. FKB 150/2 SKS . Komponen aerosol. Alterasi kontrol endokrin. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Alterasi aliran darah. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Contoh formulasi larutan. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Pengamatan stabilitas secara visual. Pengujian: derajat semprot. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Sediaan aerosol farmasi. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. pengamatan secara visual meliputi inversi. metode perubahan partikel.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Disorder intrarenal.

B. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. reaksi nyala. Analisis gugus fungsi. Pikiran mencari kebenaran. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). A. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Sumber Ajaran Islam. Bobot dan Volume. berbudi luhur. Pembuatan Salap. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . berpandangan luas. Kromatografi. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Identifikasi campuran. Akhlak. Pembuatan Sediaan Guttae. berfikir fisolosofis. Linimenta.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Isolasi asam sinamat dari gambir. Identifikasi kation. Pembuatan Sediaan Cream. Praktikal Test. Hubungan dengan Ilahi. Agama Islam. Pembuatan Sediaan Pil. Pembuatan Suppositoria. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Akidah. Pembuatan Infus. UNI 10*/2 SKS .Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. UNI 101/2 SKS . Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Pasta dan Oculenta.Agama Islam Manusia dan Agama. Pembuatan Sediaan Kapsul. FLB 112/1 SKS . isolasi. Disiplin Ilmu dalam Islam. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Sediaan Potio Effervescent. Identifikasi anion. Takwa. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Tiga kemampuan dasar manusia. Perangkat dasar Agama Islam. UNI 102/2 SKS . Pemurnian. Syariah. Ibadah dan Muamalah. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. bersikap nasional dan dinamis.

b. D. d. Pengertian agama. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. UNI 104/2 SKS . c. c. Perjudian.Agama Hindu Filsafat. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Dan lain-lain. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Iman Kristen. Manusia dan Pembangunan. 24 . diterima secara pribadi. Kerangka dasar ajaran Budha. Catur Purusharta dan Catur Asrama. ilmu pengetahuan dan agama. UNI 103/2 SKS . yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Studi kasus pada masing-masing fakultas. E. Tempat suci. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Dhamma. Sejarah agama Hindu. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Manusia dan keutuhan ciptaan. Motivasi baik dan buruk. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Sosiologi agama Hindu. Meditasi. b. sebagai hukum Hindu. Alam semesta. Arti keadilan. Manusia dan tanggung jawab. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. UNI 105/2 SKS . Agama: a.Bab 3: Kurikulum Nya. Weda sebagai kitab suci. Keluarga Katolik. Pandita dan Pinandita. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Sila dan etika Hindu. b. manusia lain. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia.Agama Buddha Manusia dan agama. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. AIDS. Hari-hari suci agama Hindu. Agama Krsiten. Yadnya. dan lingkungan. Sar darsana.Agama Protestan Manusia: a. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Hakikat manusia. C. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Narkoba. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. c. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Tema-tema kapita selekta: a. Kasih dan Pengharapan). Gereja. Catur Marga Yoga. Kapita selekta.

FKB 211/2 SKS . pengeringan dan pemijaran.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Teori kesalahan dan pengolahan data. kemurnian endapan. electrode & potensial sel. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Nukleotida dan asam nukleat. Enzim dan kinetika enzim. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Sintesis beberapa bahan obat. Metabolisme lemak. kelarutan. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. bikromatometri. Jenis-jenis titrasi redoks. Asam-basa. hidrolisis. Bioenergika. Hormon. Metabolisme nukleotida. Metabolisme xenobiotik. persamaan Nernst. Glosarium Farmasi. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Pemahaman metode: Permanganometri. FKB 213/2 SKS . Iodatometri. serimetri. kekuatan ion.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). kesalahan sistematik dan kesalahan random. 25 . teknik eningkatkan presisi. Analisis gravimetri. Spektrofotometri.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . kompleks ligan. absorbsi dan detoksifikasi. Metabolisme asam amino. Strategi Retrosintesis. perhitungan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. BromatoBromometri. Akurasi dan presisi.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Metabolisme karbohidrat. Pencernaan. Titrasi pengendapan. garam. Titrasi asam-basa. Reduksioksidasi. pemisahan endapan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. larutan dapar. Rancangan Sintesis. Asam amino dan protein. indikator redoks. Iodo-iodimetri.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Titrasi reduksi-oksidasi. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. sel galvanic. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. endapan. Lemak.

Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Sistem Dispersi. Profesi Apoteker. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. FKC 231/2 SKS . Organisasi. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Stabilitas. FKD 250/2 SKS . Titrasi argentometri-Mohr. Pewarnaan. Titrasi Iodometri. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Suspensi. Sifat Fisika Molekuler Obat.Farmasi Fisik Pendahuluan. Titrasi Iodimetri. Rheologi. Titrasi Argentometri-Volhard. Teknologi Pembuatan Tablet. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Difusi. Teknik isolasi mikroba. FLB 211/1 SKS . Difusi dan Disolusi. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Sterilisasi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. FKC 233/2 SKS . Penggolongan tablet. Emulsifikasi. Viskositas dan Rheologi. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Pembinan Profesi. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Kinetik. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Kompetensi Apoteker. Kecepatan disolusi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. FLB 221/1 SKS . Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . FLB 251/1 SKS . Standar. Evaluasi Tablet. Kelarutan. Fenomena Antar Permukaan.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Identifikasi mikroba secara biokimia. Etika. 26 .Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Titarsi Iodatometri. Farmakologi sistem saraf pinggir. Penggunaan mikroskop.

Farmakognosi Pengertian. Model Dua Kompartemen Terbuka. hewan dan mineral. Ekskresi Klirens. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Efek korosif obat pada kulit. Ikatan Protein Obat. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Sterilisasi Panas. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. FKC 242/3 SKS . Model Satu Kompartemen Terbuka. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Antagonis obat. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. FKC 240/2 SKS . FLC 240/2SKS . Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Pembawa. Sediaan Mata. Farmakokinetika Nonlinear.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. FKC 220/2 SKS . ekstrak dan minyak atsiri.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . respon dan penentuan indek terapi.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. sirup. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. CPOB. FKC 230/2 SKS . ekstrak.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Toksisitas anestetika lokal. tablet. Toksisitas gas/asap. antibiotika. 27 . Kinetika Absorpsi Obat. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Sterilisasi Radiasi. Dokumentasi. Pengolahan Sediaan. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Kandungan kimia. Pengemasan. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Anestetika lokal. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Dosis obat.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Analisis unsure dan gugus fungsi. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. dan minyak atsiri.

pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Urin (identifikasi berat jenis. distribusi dan eliminasi. Evaluasi Tablet: a. Analisis gugus fungsi. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. industri obat tradisional. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. kadar ureum dan glukosa urin). Metode granulasi kering. industri farmasi. Disolusi. interaksi obat-reseptor. Sintesis turunan sulfa. Sintesis parasetamol. ikatan hidrogen. FLC 212/1 SKS . Kerapuhan. e. glikolisis karbohidrat secara anaerob. absopsi. kadar glukosa darah. Waktu hancur. Lemak (bilangan asam.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . d. Sintesis sabun dan deterjen. FKC 313/2 SKS . stereokimia. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. c. Sintesis antiseptik. Darah (mengukur hemogelobin. Sintesis turunan asam barbiturat.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. kadar kolesterol darah). Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. Kadar zat berkhasiat. Metode cetak langsung. SGPT dan SGOT). Metode granulasi basah. e. Penentuan aktivitas enzim (amilase. FKC 315/2 SKS . enzim hidrogenase dan enzim katalase). FLC 230/1 SKS . FKC 311/3 SKS .Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. b. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Sintesis aspirin. Keseragaman sediaan. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Definisi dan ruang lingkup.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. Rancangan alat. Protein (analisis asam amino. spektroskopi emisi dan serapan atom. kromatografi cair kinerja tinggi. validasi prosedur analisis. identifikasi lemak dan kolesterol). protein. 28 . b. bilangan iod. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. spektrofotometri infra merah. Interpretasi data dan statistik. FKE 351/2 SKS . Kekerasan.

H dan O yaitu alkohol. Sediaan Pewarna Rambut. Parfum FKC 321/2 SKS . Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. FLC 321/1 SKS . Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Sediaan Rias wajah.Obat Tradisional Pendahuluan. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Aspek kimia lipida. Penetpan kadar. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. antibiotika. H. H. Reaksi karbohidrat. antihistamin.. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Penetapan kadar. dan makroskopis. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). 29 . Pelembab Kulit. Denaturasi protein. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Kimia lemak dan pengolahan minyak. karboksilat dan antibiotika. Sediaan Pengeriting Rambut. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. FLC 311/2 SKS . Fungsi protein. Fungsi polisakarida dalam makanan.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. senyawa alkaloid alam. FKC 331/2 SKS . Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Metode isolasi pati. tiourea. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Interesterifikasi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Salep Mata.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Fitofarmaka.Kosmetologi Pendahuluan. N dan S yaitu sulfonamida. Sediaan shampoo. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. O. Fisikokimia asam amino dan protein. fenol. Senyawa yang mengandung unsur C. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. FLC 331/1 SKS . Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional.

Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Psikofarmaka. Desain percobaan. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Proses penelitian. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Stimulan susunan saraf pusat. meliputi tentang definisi penelitian.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Analgetika. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. pelarutan dan absorpsi obat. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Metode dan macam penelitian. Penapisan secara kimia.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Obat-obat pencahar. proses berfikir dan kebenaran ilmiah.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. FLC 310/1 SKS . Antiinflamasi. Antipiretika. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. FKC 340/2 SKS . seminar dan skripsi.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS .Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. ilmu. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. FKC 320/3 SKS . Efek hipnotika dan sedativa. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Diuretika. Titrasi 30 . FKC 350/2 SKS . Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Skrining farmakologi. Pedoman klinis. Tatacara penulisan proposal. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. II. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Pemantauan resep dan pasien. Metode ilmiah.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. FKC 330/3 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi.

Rancangan Obat Pendahuluan. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. dan kromatografi gas. Spektrofotometri. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. FLC 314/1 SKS . Ilmu Polimer.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Titrasi Nitrimetri.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Analisis zat pewarna sintetik. Percobaan khusus. Bilangan penyabunan.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. FLC 320/1 SKS . FPC 330/2 SKS .Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Biossay guided/ 31 . Bilangan asam. FPC 320 2 SKS . Iodimetri.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). KCKT. Penentuan kadar vitamin C. FLC 312 1 SKS . Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional.. Total asam tertitrasi. Desain Produk Obat. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Langkah-langkah Merancang Obat. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Bromatometri. Derajat asam susu. Penetapan kadar kasein. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Praktikal tes.

Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Makanan Fungsional. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. 32 . Konsep Wawasan Nusantara. Komite farmasi dan terapi. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. FPC 340/2 SKS . Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. IR. jurnal. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Analisa\is spektrum UV/Vis. Sumber-sumber informasi obat. Pengalengan makanan. FPC 342/2 SKS . Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Metode pengawetan makanan. Kesalahan pengobatan. Perbaikan dan proses medikasi. dan data spektrum). Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Manajemen informasi elektronik. Langkah menyimpulkan analisis. Kerusakan bahan makanan. Pelaksanaan analisis ekonomi. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. khasiat.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. teknik isolasi. Sistematika menjawab pertanyaan.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Model analisis farmakoekonomik.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. UNI 106/2 SKS . Politik dan Strategi Nasional. MS dan NMR. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. sumber lain). Keamanan pangan. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien.

sirosis hati. Pengertian komplemen. penyakit ginjal (GGA. leukemia. Fase farmakodinamik. penyakit tropik (demam tifoid. Inhibisi pada transferoksigen.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. pembagian dan fungsi imunoglobulin. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). sindroma nefrotik). Lanjutan fase farmakokinetik. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. teori pembentukan imunoglobulin. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . penyakit alergi imunologi (SLE). hiperlipidemia). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. penyakit hematologi (anemia. efek biologi atas aktivasi komplemen. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Jenis-jenis serum. Kerja teratogenik. Struktur dasar imuno globulin. Penimbunan zat asing. Indikasi eksposisi yang berbahaya.Penyakit atopi. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. GGK. Serum dan Vaksin. Sistim Kekebalan Spesifik. Imuno-patologi. Antigen. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. GNC.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. sifat-sifat antigen. DHF). Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. Tindakan umum pada keracunan. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. GEA. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. metode pengukuran. Defisiensi Sistim Kekebalan. Komplemen. 33 .Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. penyakit sendi (gout. aktivasi komplemen. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Kerja toksik. reaksi hipersensitivitas tipe I. Jenis-jenis vaksin. Cara penggolongan toksikologi.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Klasifikasi antigen. Antibodi(Imunoglobulin). komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Kedudukan. penyakit hati (hepatitis. FKC 443/2 SKS . nilai rujukan serta interpretasi hasil. Makna biotransformasi. Sistim Kekebalan Non Spesifik. hepatoma). tipe II. limfoma maligna). pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. hipertiroid. artritis rematoid. tipe III dan tipe IV. Interaksi zat dalam toksikologi. osteoartritis).

ISOLASI BAHAN ALAM. Biosintesis Steroid.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Stereokimia Dinamis. Glikosida.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. FPC 433/2 SKS . konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Penyusunan Formula. B. serta aplikasinya dalam oseanologi. Antibiotik. Cephalopoda (gurita.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik.. Vitamin. Gizi dan sistim imun. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Prinsip-prinsip POT. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. 34 . Jenis fitoplangton. FPC 423/2 SKS . alginat dari rumput laut.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. bunga karang. Minyak atsiri. FPC 411/2 SKS . Timun Laut. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. FPC 451/2 SKS . Preformulasi. Heterosiklik. Pemasaran (pemasaran produk. jamur bahari. Biosintesis Alkaloid. FPC 431/2 SKS .Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Kerusakan Produk. cumi-cumi). Isolasi karagenan.Farmakognosi Lanjutan A. Bteknologi Farmasi. alginat. Topik-topik Khusus. Pencemaran di Industri Farmasi. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Lakton. Echidermata. Mekanisme analisa pelepasan obat. Metode isolasi agar. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Farakologi Farmasi. Imunoassay. In Proses Control. Pengemasan. Jenis-jenis rumput laut. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). iklan: guna. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. BIOSINTESIS. cara dan etikanya). Biologi Farmasi. Radikal bebas. konsep pemasaran. Minyak atisiri.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. FPC 321/2 SKS . Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Sistem POT Parenteral. Toksin dari ikan Pupper fish. Sistem POT Implant. Filum Rhodophyta.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia.

untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Penyakit Parkinson. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. TBC. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Pemeriksaan narkoba. Anak-anak. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. FPC 413/2 SKS . FKC 450/1 SKS . FPC 441/2 SKS .Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. FPC 415/2 SKS . Peluruhan radioaktip. Syarat sediaan radiofarmasi. Toksikologi rumah sakit. Nutrisi parenteral pada orang dewasa.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Gout dan hiperurisemia.Kimia Forensik Pendahuluan. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FLC 452/5 SKS . 35 . Kerdioaktipan alam dan buatan.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Hipertensi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Terapi antibiotika. Lanjut usia. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Studi kasus. Penyimpanan radiofarmasi. Toksikologi forensik. Terapi parenteral. Cara-cara analisis yang digunakan. Obstruksi kronik saluran nafas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Pengobtan berbasis bukti.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Masa kehamilan dan menyusui. teknik penyediaan. Penggunaan radioisotop untuk terapi.

tepat. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain.Bab 3: Kurikulum 3. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Tentu saja. termasuk Fakultas Farmasi USU. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Terlepas dari hal tersebut. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas.2. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan.2. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. dengan tetap 36 . Sehubungan dengan itu. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan.1. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.

juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. 37 . Artinya. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Jakarta. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan.2. 2. 3.2. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Seperti yang diuraikan di atas. Surabaya. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. 3. 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). 3. Banda Aceh. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. di samping program yang ada sekarang. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Yogyakarta.3. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. Bandung. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Di samping itu.2.

000.Farm. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.).00-13.00-11.9.30 WIB.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S. 3. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).7.00 WIB. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.4. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.2.6.00-17.Bab 3: Kurikulum 3. Di samping itu.8.2.2.5.00 WIB.). sore hari mulai pukul 14..2. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. 3. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. 3. 40.Farm. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2.000. 3. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker. dapat melanjutkan ke Program 38 .2. 3. sudah termasuk uang praktikum.

kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. 39 . Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. efektif. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. dengan lama pendidikan selama 2 semester. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama.). yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. aman. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Kurikulum Inti. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

2. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.Bab 3: Kurikulum 3. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.10. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .

01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.

Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Imunologi (CPC 346) 3. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

usaha pendispensan aseptik. dan staf. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. studi kasus dan diskusi. studi literatur.11. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan.2. motivasi. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. keperluan farmasi pediatrik.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. radiofarmasi. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. anggaran pendapatan dan belanja. modal. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. serta pengawasan inventori.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. jaminan mutu pekerjaan farmasi.2.11. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. farmasi pesien rawat inap. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah.

d. Standar Kompetensi. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Sistem Legeslasi. serta pengenalan praktek terapeutik. Struktur Organisasi. b.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Profesi. Standar Profesi. pengobatan pasien. Standar Pelayanan. pendekatan telaah preskripsi. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. Tujuan. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Organisasi Profesi: a. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Standar Pendidikan. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. b. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Karakteristik Profesi. kaunseling dan komplians drug. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Standar: a. Peran. perombakan pengobatan. Visi dan Misi. c. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. membuat strategi dan desain terapi. Pembinaan Profesi: a. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Etika: a. Area kompetensi. b. b. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. c. Profesional. Kode Etik. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. b. Dalam mata kulah ini. c. c. ulasan projek. Etika Umum. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. pelabelan dan penjelasan auksilari. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Profesionalisme. Sumpah/Janji. termasuk konsep kontrol farmaseutik. penyampaian informasi obat. pemantauan terapi obat. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. b. proses penggunaan dan dispensing obat. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. 44 .

PP No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. Undang-undang No. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. kardiovaskular. tentang Narkotika. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. Kepmenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. PP No. Permenkes No.23/1992 tentang Kesehatan. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. sistem gastrousus.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. Perda Kota Medan No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. dan sistem urinari. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. PP No.5/1997.922/. Kepmenkes No.26/1965 tentang Apotik.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Undang-undang No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.20/1962. polifarmasi dan penggunaan obat. tentang Psikotropika..Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. Permenkes No. Permenkes No. Kepmenkes No. PP No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. sistem otot dan tulang.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.22/1997.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Permenkes No. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. Kepmenkes No.

studi literatur. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. Konsep dasar. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. Pembelajaran ini meliputi ceramah. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. studi kasus. struktur sosial dan modernisasi. meliputi: Teori dasar manajemen. pemasaran. studi kelayakan apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. SDM. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. studi kasus dan diskusi. pengadaan. fungsi-fungsi manajemen. manajemen apotik. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. organisasi apotik. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. dan diskusi. jelas. 46 . dan komprehensif mengenai masalah. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. inventori. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. studi literatur. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. keuangan. pengendalian operasi apotik. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. penjualan dan distribusi. manajemen pelayanan dan informasi obat.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. bidang-bidang kesehatan fisik.

mengatur volume sel. shock. gastroenterologi dan hematologi. endokrinologi dan metabolik. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. paru. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. terapeutik. distribusi. infertilitas dan kontraseptif. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. homeostatis. tuberkulosis. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel.2. neurologi. jaringan penghubung (jaringan konektif). HIV.2. proses diagnosis. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. dan eksresi) obat. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. termasuk teori aksi obat. ikatan molekul obat dengan reseptor. metabolisme. malaria. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. endokarditis. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. eklamsia. tanda-tanda dan simptom.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. cara pemberian dan pemantauan obat. peritonitis. jantung dan vaskular. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. Penularan penyakit saluran pernafasan. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. gangguan mental. penyakit ginjal.11. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. interaksi obat. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. transportasi aktif melewati membran plasma. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia.

teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. feokromositoma dan asma). Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. digoksin. kloramfenikol. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. sinaps. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. kolinergik dan somatik. salisilat. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. GINJAL. definisi. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM).Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. metabolisme. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. siklosporin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. Struktur. ganglion. Konsep. efek samping. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. struktur dan fungsi neuron. Karakteristik farmakokinetik klinis. vankomisin. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. ginjal dan darah. 48 . perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. hipotensi. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. proses dan mekanisme potensial membran. termasuk rasional pengunaannya.

Etiologi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. angina pektoris. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. gagal jantung kongestif. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. manifestasi klinis. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. depresi. patifisiologi. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. mania. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. dan rasional penggunaannya. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. efek samping. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. 49 . mekanisme kerja. mekanisme kerja. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. pengelolaan farmasi. juga akan dibahas. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. studi literatur (belajar mandiri). studi kasus dan diskusi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan.

pengobatan dan kesehatan masyarakat. kerja toksik. antibiotika. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. penanganan kemoterapi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. etiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. farmakokinetik. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. Penyakit seperti peptik ulser. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. interaksi zat 50 . Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. kimia dan mekanisme kerjanya. antitumor. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Aspek farmakologi. antimetabolit.

Interaksi obat pada ginjal. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. signifikansi klinik. 51 . osteoartritis). mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. hepatoma). absospsi. pasien beresiko. DHF). distribusi. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. GEA. obatmakanan. Perspektif interaksi obat: definisi. penyakit sendi (gout. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). metode pengukuran. penyakit alergi imunologi (SLE). penyakit ginjal (GGA. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. limfoma maligna). INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. interaksi obat dengan herba/food suplement. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. artritis rematoid. hiperlipidemia). ekskresi obat dalam renal. GNC. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. perubahan mekanisme transport obat. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. penyakit hematologi (anemia. drug displacement. sirosis hati. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. interaksi obat dengan diuretika. GGK. jenis dan mekanisme interaksi obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. nilai rujukan serta interpretasi hasil. penyakit hati (hepatitis. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. perubahan aliran darah renal. interaksi tidak langsung. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. perubahan pH urin. mengurangi interaksi obat yang merugikan. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. mekanisme interaksi. penyakit tropik (demam tifoid. obat reaksi laboratorium). Arti penting interaksi secara klinik. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. disintegrasi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. hipertiroid. sindroma nefrotik). eliminasi obat. leukemia.

kimia dan terapeutik. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. sifat fisikokimia. obat tetes pediatrik. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. cara menghitung mikroba. cara uji kebocoran. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. pemeriksaan. penentuan. jeli. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. mekanik molekul. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. kabinet aliran laminar. efek obat. stabilitas. medium kultur. Sediaan obat mata: bentuk dosis. formulasi. uji USP. Sediaan supositoria: dasar supositoria. lunak. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. stabilitas.2. enterik. fungsi pengawet. linimen. obat tetes telinga dan hidung. pelepasan dan penyerapan obat. antibakteria. kriteria steril.Bab 3: Kurikulum 3. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. prinsip pengawetan. pemilihan pengawet. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. mekanik kuantum. formulasi. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). Uji partikel asing: bahaya partikel asing. pengemasan. pasta. singkatan latin. draught.3. linktus.11. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. poultis. proses 52 . kapsul gelatin keras. bentuk dosis. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. Eferfescent. cara penyediaan. cara sterilisasi. obat kumur dan cuci mulut. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Sutur dan ligatur: bahan. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. nilai sesaran. Uji sterilitas: pengambilan sampel. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). sumber kontaminasi. cara penyediaan semi-padat. enema. terbungkus. Prinsip sterilisasi. penyerapan melalui rektum. cara pengujian. kolodion. Uji pirogen: efek fisiologi. pengemasan dan pelabelan. jenis. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. cara sterilisasi. antivirus. rancangan ruang aseptik. Sediaan koloid dan emulsi. konsep keterlarutan. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Teori-teori atom. Formulasi dan perencanaan dosis obat.

tekanan permukaan. tegangan permukaan. jenis larutan. keseimbangan fasa. c. Macam-macam konsep membran biologis. monolapisan tak larut. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. c. Macam-macam mekanisme absorpsi. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. difusi. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Faktor formulasi dan teknologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. sistem suspensi. d. b. penyebaran. hukum-hukum gas. Fenomena antar permukaan. Komponen dan karakteristik cairan rektum. Pembuluh darah yang melewati rektum. b. yang disingkat LDA. pembahasan dan zat aktif permukaan. Teori umum pelepasan (liberation). Gerakan rektum dan waktu transit. Anatomi dan fisiologi rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. sudut kontak. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Di dalam topik reologi. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. monolapisan terlarutkan. pelarutan dan absorpsi obat: a.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. dampak zat larutan. larutan isotonik. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. d. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. f. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. gambar fasa dan koefisien pembagi. Faktor fisio-patologi. dan difusi/absorpsi (absorption). Anatomi dan 53 . Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. e. energi bebas. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. pelarutan (disolution). kompleksitasi. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. f. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. ciri-ciri koligatif. b. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. isoterma pelekatan molekul. b. penekanan kepada sifat reologi. emulsi. e. larutan buffer. c. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. ionisasi.

pelindung matahari. Sediaan perawatan rambut: shampo. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. pembersih. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. penjaga. pembersih gigi. e. Sediaan bayi. f. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. b. bahan pengkeriting. pelurus. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. c. pemrosesan resep secara profesional. adhesif gigi palsu. Pembuluh darah yang melewati mata. d. c. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. d. Disain percobaan. b. bibir. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. resep dokter. b. e. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. c. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. sediaan akhir. cara compounding obat yang baik. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. bahan pembungkus. praktek 54 . dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. praktek laboratorium yang baik. d. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. mata. perhitungan dalam compounding. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. b. e. c. serbuk gigi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Metode uji ketersediaan hayati. Struktur dan fisiologi kulit. d. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Kosmetik pewarna: muka. pencuci mulut. pewarna dan hair spray. c. compounding obat non-steril dan steril. Pembuluh darah yang melewati kulit. Sumber bau badan. Anatomi dan fisiologi mata.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. d. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Jaminan mutu: bahan mentah. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. penggelap kulit. Struktur dan fisiologi rambut. b. konditioner. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Sediaan gigi: pasta gigi. kuku.

keuntungan dan kerugian. antelmintik. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. depot tipe adsobsi. Sistem penyampaian secara implantasi. 55 . Aspek penjagaan sediaan kosmetik. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. model hewan yang digunakan untuk penelitian. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. keuntungan dan kerugiannya. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. matriks. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. membran permiasi. Indikasi terapeutik. keuntungan dan kerugian. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. Sistem penyampaian transdermal. metode untuk meningkatkan permiasi. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. kultur sel hewan. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. tipe matriks. depot tipe enkapasulasi. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral.4. 3. depot tipe esterifikasi. tipe sandwich. disolusi reservoadran kimia. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. dan evaluasi secra in vivo. pestisida. absorbsi perkutaneus.2. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. perlindungan terhadap lingkungan.11. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen.

isolasi. enzyme. golgi bodies. Energy. farmaseutik. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. struktur pelekatan dan juga endospora. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. sumber. and metabolism: a. endoplasmic reticulum. karakteristik. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. pengawasan mutu. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. pemiawaian. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. herbarium. Structure and function of organelles: mitochondria. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. microtubules. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. klasifikasi dan kepentingan klinik. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. formulasi. taksonomi dan tatanama tumbuhan. penanaman. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. pemanenan. ekstraksi. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Prokaryote versus eukaryote. pengeringan. b. struktur pergerakan. chloroplast. Mitochondria and the 56 . Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. ribosomes. Regulatori dan kebijakan herba. c. lysosome. Cellular specialization. arboretum. Prinsip-prinsip penyakit. Uji klinik. pemalsuan. microfilament. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis.patogen juga diperkenalkan. farmakodinamika herba. penyimpanan. bioteknologi kultur. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. kultur. farmakokinetika. struktur sel asing. nucleus. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. pewarnaan.

c. Chromosome and plasmid. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. orbital molekul. The gene and synthesis of protein: a. The relationship between genes and protein. dan tatanama senyawa organik yang penting.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. d. Cell fusion. Reaksi pergantian nukleofilik SN2.2. messenger RNA. b. d. b. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. Antibody diversity. pembentukan lakton. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. amida dan terunannya. Microbial genetic: a. dan polimersasi melibatkan radikal. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Amino acids. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. dan konfigurasi sistem cis. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Ikatan sigma dan pi. analisis kation cepat. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. dan oksigen. b. L. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. trans. SN1. c. Antibody structure and function. identifikasi senyawa yang mengandung C. 57 . cancer. Somatic cell genetics. hidrolisis. Pengenalan stereokimia. eritro. DNA: structure. reaksi pembuangan E1 dan E2. b. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. reaksi penggaraman. SNi. Summary of membrane functions. ribosomal RNA. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Reaksi esterifikasi asetilisasi. and DNA repair. treo. Radikal.H. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. b. nitrogen. replication. R dan S. cell junctions. Meiosis. and aging. T and B lymphocytes 3. c. Lipid bi layer. The clonal selection theory. isomer geometrik. Transport of material across membrane. e.5. CHON.O.11. e. Cell growth and replication: a. Conservation of genetic codes. Cell growth. d. UV. c. transfer RNA. E dan Z. RNA: general structur. DNA recombination. Cell replication: mitosis. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. c. Cell culture. structure and functional proteins. Membrane structure and function: a. The immune system: a. sulfonamida. Mutation. d. reaksinya. laktam. Membrane composition. f.

Glikosakarida. asam nukleid dan vitamin. Komponen fungsional dari 58 . cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Polisakarida. Reaksi karbohidrat: a. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Monosakarida. FT-IR. b. b. Marine oil. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. b. Basa purina dan pirimidina. b. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. f. Fosfolipida. Pektin. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Reaksi pencoklatan. d. Amilum. e. b. GC. b. Lemak susu. bentuk organisasi laboratorium. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. spektrofotometer. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. c. HPLC. Sifat pembusukan. Pengaruh kimia. Aspek kimia lipida: a. b. e. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Pemanis. DNA. AAS. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Energi denaturasi. Hidrogenasi. Selulosa. c. pH meter. Auto oksidasi. Oligosakarida. renaturasi. Sifat pengemulsi. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. Kimiawi penggorengan. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Hidrolisis. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. c. asam amino.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. b. c. d. Asam laurat. Asil gliserol. c. Tatanama enzim. Lemak hewan. Sifat umum protein. Vegetable butter. Lipolisis. Hemiselulosa. Fungsi protein: a. c. nukleosida. lipid. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. d. nukleotida. Klasifikasi lipida: a. Oleat dan asam linoleat. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. protein. Asam lemak. Sifat umum asam amino. b. Denaturasi protein: a. Hidrofilisitas. penghibridan. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Pengaruh fisika. c. RNA. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. b. Interesterifikasi. Hubungan fungsi struktur polisakarida. denaturasi. b. Refining.

perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). fitosterol. komponen fungsional dari makanan hewani. Pengukuran dan ekspresi efek obat. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. Pendahuluan: Arti komunikasi. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat.teknikpenyediaan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. kromatografi cair kinerja tinggi. karotenoida.2. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. serat pangan. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Peluruhan radioaktip.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. pola makan dan proses penuaan. Diet dan arterisklerosis. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. 59 . Cara-cara analisis yang digunakan.6. Penyimpanan radiofarmasi 3. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. fitosterol di dalam margarin. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. susunan makanan nasional. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. prebiotik danprebiotik. kromatografi gas. asal usul dan dasar pencarian obat. penemuan. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. dll.11. farmakokinetika dan farmakodinamika. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. AAS. Tatanama obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. sulfida. Kerdioaktipan alam dan buatan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. NMR. pembuatan dan formulasi obat. mineral. flavonoida. limonoida. klasifikasi obat dan penyakit. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi.

diterima secara pribadi. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis).Agama Islam Manusia dan Agama. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. buku ilmiah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. bersikap nasional dan dinamis. Perangkat dasar Agama Islam. Karangan ilmiah: Skripsi. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam. UNI 10*/2 SKS . Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. UNI 101/2 SKS . Keluarga Katolik. Akhlak. Hubungan dengan Ilahi. berpandangan luas. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. penalaran dalam bahasa Indonesia. Tiga kemampuan dasar manusia. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. karangan ilmiah popular. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Belajar dari contoh. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Ibadah dan Muamalah. B.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. berbudi luhur.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Agama 60 . Menulis laporan ilmiah. Menulis karangan ilmiah. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. disertasi. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. tujuan menulis karya ilmiah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Takwa. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Motivasi baik dan buruk. tesis. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. journal. bahasa yang efisien dan efektif. Arti keadilan. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. A. Agama Islam. Pikiran mencari kebenaran. UNI 102/2 SKS .Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sumber Ajaran Islam. berfikir fisolosofis. Akidah. Syariah. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat.

Pandita dan Pinandita. Sila dan etika Hindu. Kapita selekta. Agama Budha.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Tema-tema kapita selekta: a. Agama: a. E. Gereja. Glosarium Farmasi. Manusia dan tanggung jawab. dan lingkungan. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Weda sebagai kitab suci. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. D.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Perjudian. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Hari-hari suci agama Hindu. sebagai hukum Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Manusia dan keutuhan ciptaan. c. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Meditasi. Dan lain-lain. Sumber ajaran Budha. C. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Catur Marga Yoga. b. AIDS. b. Sejarah agama Hindu. d.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. ilmu pengetahuan dan agama. b.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Kerasulan awam sebagai tugas umat. UNI 105 . Manusia dan Pembangunan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Agama Krsiten. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Sar darsana. Pengertian agama. Kerangka dasar ajaran Budha. Narkoba. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. UNI 108 . Buddhis dan ilmu pengetahuan. Dhamma. c. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Hakikat manusia. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. c. Tempat suci. Alam semesta. Yadnya. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . Sosiologi agama Hindu. UNI 103 . manusia lain. Kasih dan Pengharapan). Iman Kristen. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. UNI 104 .

Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. a. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. d. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. Pengantar: a. Hak dan kewajiban warganegara.si Indonesia. Demokra. Implementasi Wawasan Nusantara. Pengaruh HAM. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. Wawasan nuantara. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. e. Konsep Wawasan Nusantara. termasuk hak dan kewajiban bela negara. 62 . hak dan kewajiban warganegara. Ketahahan Nasional. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. b. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. b. Hak Azasi Manusia. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. serta prinsip dasar statistik. Pendidikan pendahuluan bela negara. c. f. a. negara. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. c. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. HAM dalam bela negara. d. b. Politik dan stra tegis nasional. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Politik dan Strategi Nasional. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. b. Pemahaman tentang bangsa. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. UUD 1945. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. c. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep.Bab 3: Kurikulum farmasetika. g. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. a. c. b. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari.

back to nature. farmakologi. demam berdarah. flu Burung. d. dan Farmakologi. SAR. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. buah merah. fisiologi. b. minyak omega-6. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. dalam bidang Kimia Farmasi. farmasi komunitas atau industri. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. rumah sakit. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. g. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. 63 . Teknik/metode: analisa yang baru. Herbal medicine: the hijau. ataupun hal baru dalam bidang farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. Biologi Farmasi. Health food: VCO. Teknologi nano dalam farmasetika. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. e. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. c. misalnya: a. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Farmasetika. f.

Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. 64 . yaitu: 1. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah.).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). silabus mata kuliah.1. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). 4. Kompetensi di Industri 4. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker.Farm. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. dan kerja praktek profesi. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.

03. informasi. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. 01. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. Kompetensi di Industri 4.1. aman.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi.Peraturan perundangan tentang obat . dan Kisi-kisi Materi Kuliah. 02. Biofarmasi. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. dan Edukasi. dan efektif.1. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Toksikologi. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.Satabilitas Obat .Formulasi Sediaan Obat . Farmakokinetik.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . . . Stabilitas Obat dll. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Cara/teknik pencampuran obat .Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . Kurikulum Inti. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.

Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Farmako-ekonomi 4.1. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Peraturan perundangundangan NO.Kemampuan berbahasa dengan baik .Ilmu-ilmu komunikasi .Ilmu komunikasi dan Psikologi . . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Pencatatan dan Pelaporan 05.Manajemen keuangan .Ilmu-ilmu kefarmasian .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .2.Manajemen kepegawaian . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Stabilitas obat penyimpanan obat dan . Partisipasi Monitoring Obat 06. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. 01. .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Psikologi .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Ilmu-ilmu kefarmasian .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . Partisipasi Promosi Kesehatan 07. Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .

sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Peraturan perundangundangan/Farmakope . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Sistem Informasi . 04.Manajemen logistik . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Farmakoterapi . Pelayanan KIE (konsultasi. antara lain: uji klinis.Biofarmasi .Psikologi .Ilmu Komunikasi . Peranan dalam penelitian 08. 06. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.Farmako-ekonomi .Ilmu-ilmu Kefarmasian .Statistik 07. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . Pusat Informasi Obat . pemberian dan penyediaan obat.Farmakoterapi .Ilmu komunikasi . pemantauan efek obat. 05.Patofisiologi . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. pemilihan obat yang tepat.Manajemen informasi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . 09. 10. dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Metodologi Penelitian .Ilmu Komunikasi . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita.Farmakokinetik Klinis .Ilmu-ilmu kefarmasian .Psikologi NO.Toksikologi Klinik .

Bioteknologi .Unit proses 68 .3.Kemampuan komunikasi .Farmakokinetik .Farmakognosi/Fitokimia .Farmakologi/ Toksikologi . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.1. metode analisis. 01.Kimia Medisinal . Fisika.Farmasi Fisika . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Biofarmasi . obat jadi. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakologi dan Toksikologi . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal.Perundang-undangan . Mikrobiologi.Formulasi Teknologi Farmasi . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. dan kemasan. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 05. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. khususnya melalui internet .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi .Farmasi Fisika . Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. Fisikokimia.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. pilot plan. 04.

Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik . Fisika.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . 6 7 8 9 10 11 12 69 . . Biologi). (dokter.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. kefarmasian . Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Farmasi Fisika . logi. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.Statistik Promosi dan penyam. Ilmu Komunikasi .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. Biofarmasi.Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Teknologi Farmasi .Mampu melaksanakan . Biologi) menjamin mutu produk yang .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Pengetahuan tentang bahan pengemas .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. yang baik (good laboratory Fisikokimia.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. Teknologi Farmasi. Farmasi . Farmakokinetik. dll). farmasis.Toksikologi obat baru.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Farmakokinetik .Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. . proses yang sudah ada.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . Fisika. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Pengetahuan tentang validasi .

dan bitkan suatu peraturan). Termasuk pengumpulan distribusi.Berbagai pengetahuan kefarmasian .Stabilitas produk . Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. Toksikologi. 70 . Stabilitas obat. . 03. distribusi. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.Peraturan perudangundangan NO.Manajemen barang/ material . dll. Bioteknologi. 01.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor.1. . Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). Teknologi Farmasi. distribusi obat untuk . Esensial Nasional.Statistik . pengadaan.4.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Bahasa Inggris . dll.Metodologi Penelitian 4. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. persyaratan obat. Farmakokinetik. Biofarmasi.Manajemen . persyaratan obat.

seperti dengan WHO. 06. 01. pendidikan berkelanjutan. 05. import. 03. izin praktek. dll. 06. dll). 02. 4. 04.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. dan penjualan. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 10. distribusi. 05. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 07. 09. 07. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. kerja praktek. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO.2. 08. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional.

Sistem Pernapasan: Asma. gangguan ginjal. Breast cancer. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Hiperlipidemia. Konstipasi. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. gangguan hepar. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. kehamilan dan menyusui. Bakteri ISPA. TBC. 02. Neoplastik: Leukimia. perhitungan dalam compounding. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Sistem Darah: Anemia. 04. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Osteoporosis. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). CHF (Congestive Heart Failure). Thrombocitopenia. Gagal ginjal kronik. gangguan saluran cerna. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. 05. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. gangguan hati. resep dokter. 03. Alergi pada kulit. hemodialisa. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Infeksi: Virus hepatitis. 01. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. Diare. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). compounding obat non-steril 72 . Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Pirai. 06. Lanjut usia (geriatri). Schizoprenia. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO.3. cara compounding obat yang baik. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Sistem Syaraf: Epilepsi.

fungsi dan tujuan komunikasi. fungsi-fungsi manajemen. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. pasien beresiko. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Penyusunan formularium.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. EBM (Evidence Based Medicine). obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. manajemen pelayanan dan informasi obat. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. inventori. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. obat-makanan. fungsi dan tujuan konseling. desintegrasi. Sistem Informasi Obat. dan strategi pengembangan. analisis keuangan. dan studi kasus compounding dan dispensing. Etika komunikasi. OWA. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. jenis dan mekanisme interaksi obat. studi kelayakan apotik. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. manajemen apotik. assessment. obat-reaksi laboratorium). arti penting interaksi secara klinik. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. komunikasi efektif. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. objective. 73 . plan) atau PAM (problem. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. Pemahaman tentang rekam medik. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. pengadaan. pemasaran. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). Konseling: pengertian. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. penjualan dan distribusi. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. assessment. keuangan. pemrosesan resep secara profesional. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. organisasi apotik. Studi kasus pelayanan kefarmasian. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. SDM. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. pengendalian operasi apotik. ASMETHOD.

produksi. pengadaan bahan baku dan pengemas. perubahan mekanisme transpor obat. flora. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Distribusi obat dan alat kesehatan. distribusi. Tugas khusus. drug displacement. perubahan aliran darah renal. sindrom serotonin. pengawasan mutu. Pelayanan resep dokter. Produksi obat jadi. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. dan motilitas terhadap obat. Interaksi obat dengan diuretika. eliminasi obat. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. apotik. Tugas khusus (Studi kasus). perubahan pH urin. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. pergudangan obat jadi. Interaksi obat dengan herba/food supplement. dan manajemen perapotekan. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. 74 . interaksi tidak langsung. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. PPC (Production Planning Control). signifikansi klinis. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. sterilisasi. signifikansi klinis. laboratorium. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. pengaruh adsorpsi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. penelitian dan pengembangan. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). mekanisme interaksi. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi.

LCD projector. laptop dan sound system. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Farmasi Fisik 3. Biokimia 1. Farmasetika Dasar Formulasi 2. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Kimia Organik 1. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Mikrobiologi Farmasi Steril 2.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. yaitu: NO. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. white board.2. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Kimia Farmasi Kuantitatif 1.1. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. 5. Yakarta 10. Yakarta 14. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. PT Indofarma Tbk.7. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Bandung 79 .Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Kimia Farma Apotek. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Pengakuan Badan Profesi Terkait . Bandung 11. PT Kimia Farma Apotek. Bandung 13. yaitu: 1. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Industri Farmasi PT Kimia Farma. PT Aventis Pharma Industry. 5. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Yakarta 12.6. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Perum BIOFARMA. Bandung 7. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.4.5. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Medan 6. Di samping itu.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional.

22. 17. 25. 18. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 28. Jabatan Perkhidmatan Awam. 26. 16. Hospital Besar Pulau Penang. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Yakarta PT Ethica Indonesia. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. Di samping itu. 20. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Medan Rumah Sakit Umum dr. 80 . dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Padalarang. 29. 27. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Yakarta PT Bayer Indonesia. Pirngadi. PT Combiphar Farma.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 21. Hospital UKM. 23. 19. 24.

4. 5. Tokushima Univ. Malaysia 1990. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Apt. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 .. dan Tahun Pengukuhan No 1. Prof. Apt.nat.Sc. Dr. M. Nama Prof. Hakim Bangun.App. Wniv.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.D. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Jansen Silalahi. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Dr. Apt Ph. UTM-Johor. Apt. UNSW.. Australia 2002. SU. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. b. Apt. Sumadio Hadisahputra. Dr. Effendy De Lux.. 6.1. Malaysia 1994. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. M. 6.Putra. 2. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Dr.1.bb Prof.rer. PPSF-USM. Prof. Japan 1991. Dr. PPSF-USM. Tabel 6. Urip Harahap.D. Tahun di 1990. Prof. Prof. Dr. Siti Morin Sinaga.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. 3. Ph. Malaysia 1991. Apt.Sc.

M. Drs. dan Kualifikasi Pendidikan No...Apt. Dr. 7. 11..Wiryanto. Apt.App.Surjanto.Sumadio Hadisahputra. Salim Usman.T Simanjuntak. 8.Apt. Nama Dosen.M.Malaysia Thailand UGM Un. M.. 4. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. Prof.. Apt.Apt. MS. Dra. M.. Dra.Nazliniwaty.Sc.Dr.Sc 16.Jansen Silalahi.Edy Suwarso.. Prof. 13. Dr. M. SU. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Prof.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. M.Apt Dr.Dr. 5. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . 9. Prof. Kasmirul Ramlan 17. 3.Sc.Si. Apt.Putra. Apt.Dr. 19. Apt.Apt.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Johor AIT– 2002 .Si 21.Sc.Pandapotan Nasution. M. Siti Morin Sinaga.. Apt. M. 18. M.Effendy D. Julia Reveny. 14. Dr. Dr.Bab 6: Dosen Tabel 6. 6. M.Djendakita Purba. 2. Apt. Apt. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Si. Apt. M. Dra..Saodah.. Dr. M.PS.2. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. M.Malaysia USU .Si.Sc. Prof. 15. Drs.Sc.. Sinaga.Ginda Haro.. Dra.. 10. Karsono.nat.Dr.Apt. 1. Dra. Apt. SU.Sc. MS. Drs. Juanita Tanuwijaya.Hakim Bangun.Fat Aminah.. M.Si.H.Dr. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.Urip Harahap.Apt. Dra. Nama Prof. Apt. Bidang Ilmu.rer.Apt. 12. 20. Apt.Apt.Azizah Nasution. Drs. Apt..M.

.S. Apt. Kimia 43.Syafruddin. M. MS.. Apt..Si. Dra.Si..Apt.Apt. Drs.. Hasibuan. Nama Dra. Farmasi Dra. Kimia 45.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . SU.Chairul Azhar D. MS.. Farmasi Drs. M. Farmasi Kimia 37. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra. Kimia 34.Agusmal Dalimunthe. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.Apt. Kimia 33. Apt. Farmasi Kimia 44. Apt.Si. M. Dra. Apt.Apt.Apt. Farmasi Dra. Aminah Dalimunthe..Sc.. S. M.Immanuel S. Marianne. M.Masria L Tambunan. Farmasi Drs.Sudarmi. 26.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Apt. Kimia 36. 31.Si.. Kimia 40. M. Hayati Lubis..David Sinurat.. Farmasi Drs.Anayanti Arianto.Lely Sari Lubis.Si. M. Meliala.Masfria.Ismail. Apt. 25. 28. Apt. Apt. S.Si. Dra. 23. M. Farmasi Drs. Drs. Apt.Apt..Si. M..Si.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Si.Nahitma Ginting. Dra. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .Saleha Salbi. Apt.Syahrial Yoenoes.Apt.Muchlisyam.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . 24.Si Kimia 42. Apt. Poppy Anjelisa Z. S.Phill. M..Maralaut Batubara. Farmasi Drs.Apt. M. Kimia 35... Drs.Si. M. M.. Farmasi Drs. Nurmadjuzita. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. Kimia 41. Apt.Apt. Farmasi Drs.. MS. Kimia 38. Farmasi Drs.Apt.. 30.Si.Fathur Rahman H.Si.Salbiah.Si Kimia 39. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. M. Farmasi Drs.Si..

Awaluddin Saragih. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia.Apt. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Drs. 60..Tuty Roida Pardede. S.Apt.. M. Ilmu Sosial Dasar.2. MS Apt.Rasmadin Muchtar. Apt. Apt. Farmasi Kimia 48. M. Apt.Suryadi Ahmad. 84 .Misra Gafar... Farmasi Nama 53. Drs.Si.Apt.Saiful Bahri 61. Drs..Herawati Ginting.Si. Kimia Klinis). 54. Siti Aman. Drs.. Apt. MS.Panal Sitorus. Farmasi Biologi 49. Dra. M.Apt. Zainuddin.Aswita Hafni Lubis. MS.Si. Bahasa Indonesia. Dra. Biologi 50. 58. 56.Apt.Marline Nainggolan. MS. Farmasi Dra.Erly Sitompul.Si. 57. MS...Apt.Suwarti Aris. M. MS.Apt. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Dra. Hari Ronaldo Tanjung.Siti Nurbaya. Biologi 52. Kimia 46. M.Rosidah. Patofisiologi. MS. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No....Si...Apt. Dra. Pendidikan Kewarganegaraan. 55.Si. 62. Farmasi Dra. Farmasi Dra. Apt. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Ilmu Budaya Dasar. Farmasi Kimia 47. Biologi 51.Sc. Apt. M. Apt.Ubaidillah M. Dra. Dra.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. Drs.Apt.Si. M.

Nuraiza Meutia dr. pimpinan apotek PT Kimia Farma.D. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Azhar dr. Risnawati Sinulingga. MA Drs. Drs.. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.. Sp.Pd. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Zakiah. dr. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Prof.3. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6.PK(K).Th. Iman Sukiman. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. MA. Dedy Ardinata.M. Dra. dr.PK(K). M. Hj.3. B. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dra. dr. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. dr. M. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. Ph.Kes. Yudi Herlambang dr. Tommy Tantawi. Adi Kusuman Aman. M. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. 85 . Drs. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Sp. Yetty Machrina dr. Sembiring Dr. Rosmiani. Maya Safira dr. Marjuni Rangkuti. industri farmasi. MA. Eka Roina Megawati dr.

Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . sekretaris jenderal. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris departemen departemen. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . Pengurus Departemen Ketua departemen. dan ketua departemen B.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7.1. dan anggota II.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . PERANGKAT ORGANISASI A. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . Presidium Terdiri dari gubernur.

Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. D. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Mendapat mandat dari gubernur b. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. 3. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. 4. surat keterangan. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. 4. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Menandatangani surat mandat. Melaksanakan kebijakan program kerja 2.

Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d.

Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Departemen Seni & Olahraga a. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. kekeluargaan. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. sportivitas. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d.

Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. III. Fadli : Yade Metri P. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. F. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. f.

AGNES SITORUS .MUHARNI SAPUTRI .HAFNIZAR W DAULAY .FATIMAH SYAM .EVA SURIANTI .ELVRIDA SIALAGAN .LISA HELMITA .ARISMA RINI Agama Islam .SUCI RAHMALIA .2.YUSTINA SAMOSIR .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.ANITA KARLINA Kekaryaan .JUNI MARTOGI 91 . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .SRI WAHYUNI .DINA ANDRIANI . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.NANDA SARI .KARMILA .VERA NOVITAWATI .PARHAN Agama Kristen .AZMI ERVITA .SRI IRMAWATI .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .SRI KURNIASIH .AGREFINA .PEBRIANA MEGA SARI .JOHN NEW COMBI . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.NOVY HANDAYENNY .RETNO FARDHANI .FITRIANA .DINANTY DINI .FADHILAH ANWAR .MIMI MAULIDINA .RIKHA ANDRISSHA PTKP .NURSAIDAH .YULIA SARI .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->