P. 1
farmasi

farmasi

|Views: 1,458|Likes:
Dipublikasikan oleh Aidil Pratama

More info:

Published by: Aidil Pratama on Nov 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Sejarah
  • 1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara
  • 1.1.2. Sejarah FMIPA USU
  • 1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi
  • 1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi
  • 2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020
  • 2.2. Tujuan
  • 3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1)
  • 3.1.1. Penjelasan Kurikulum
  • 3.1.2. Tabel Kurikulum
  • 3.1.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1)
  • 3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas
  • 3.2.1. Dasar Pemikiran
  • 3.2.3. Sumber Mahasiswa
  • 3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
  • 3.2.5. Bahasa Pengantar
  • 3.2.6. Gelar
  • 3.2.7. Daya Tampung
  • 3.2.8. Jam Belajar
  • 3.2.9. Kurikulum dan Silabus
  • 4.1. Kompetensi Lulusan/Apoteker
  • 4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit
  • 4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi
  • 4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan
  • 4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker
  • 5.1. Perkuliahan
  • 5.2. Laboratorium
  • 5.3. Perpustakaan
  • 5.4. Asrama
  • 5.5. Jurnal Ilimiah
  • 5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait
  • 5.7. Hubungan dengan Institusi Lain
  • 6.1. Dosen Tetap
  • 6.2. Dosen Tidak Tetap
  • 6.3. Penguji Luar
  • 7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi
  • 7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA)

i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. SU. Prof. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. atas limpahan dan ramat-Nya. Apt. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Dr. Apt. kurikulum.rer. Medan. sarana pendukung. 30 Mei 2008 Editor. dan organisasi kemahasiswaan. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini.. SU. dosen. kami mengucapkan tarima kasih. Dalam buku ini diuraikan informasi umum.. Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. tujuan program studi. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Syahrial Yoenoes. visi & misi. iii .nat Effendy De Lux Putra. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya.

NIP.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Sumadio Hadisahputra. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Medan. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Kepada editor Buku Panduan ini. Prof. Dr. Apt. Mei 2008 Dekan. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. 131283716 iv .

Sumadio Hadisahputra. Apt. Pembantu Dekan I Prof. Dr. Apt. nat. SU.. rer.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. v . Effendy De Lux Putra. Dr.

Pembantu Dekan II Dr.Si. Pembantu Dekan III Drs. M. Apt. Surjanto. vi . Apt.. M.Si.. Julia Reveny.

...... 47 3.3........6...............................2..............1...10.......4........................1... Sejarah Jurusan Farmasi .................. 37 3.............2..... Tujuan ....................1......2. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas.........5.2.......................................................... Sejarah Universitas Sumatera Utara ....2......iii Kata Sambutan Dekan .. 1 1.................1............................... 1 1.................................4................................1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) .....7........ Kurikulum dan Silabus .......................................1......................................11...2................... Daya Tampung ..8....................... 10 3.. 55 vii .... 38 3........1.....................11............................... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ............. Visi..... Bidang Biologi Farmasi ........... 38 3................3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) .....................1..........11....................................................... 2 1.....2.... Sejarah Fakultas Farmasi........1....................... Penjelasan Kurikulum .......2.........1........2....... 38 3........... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) .... Misi.............. 9 3.........2. 36 3... Bahasa Pengantar ..vii Bab 1........ Bidang Farmasetika ........ Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas .................. Sumber Mahasiswa ....... Tabel Kurikulum . 1 1.... 9 3................. Informasi Umum ......9..................1.... 43 3...............11.1........ 38 3...................2.. 38 3......... Jam Belajar . dan Tujuan Program Studi .......... 38 3.......... Bidang Farmakologi ..........2........ 7 2.....4..................... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .....2............. 8 Bab 3. Kurikulum...............2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.................... Sejarah .............. Sejarah FMIPA USU ..2......2. 36 3........................................ 37 3........ 7 2......................2................................ Misi.... 18 3.................11.................. Gelar .............2...DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar .....................2..........2............... 43 3...................................... iv Daftar Isi ...... 40 3..... Visi...... 3 Bab 2........1...................................................... 9 3.. 52 3........... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 .....................3........ 2 1............................1....... Dasar Pemikiran .................3....................2.................

.................... 65 4...3....... 75 5.....7....... Program Pendidikan Profesi Apoteker ................................................ 78 5............................................................................................. Dosen Tetap ............ 64 4....................... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ......... 57 3...2...... 72 Bab 5................. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ................................................1............................................................................................1....2... 75 5........3................................2.....2........... Organisasi Kemahasiswaan ........ 66 4.............. Perpustakaan .. 75 5....................................... 64 4........... 86 7.......... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ....................1....... 79 5....................... 81 6...................2..5......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi .............................5......... Bidang Kimia ............................1...4............. 79 5. Pengakuan Badan Profesi Terkait .............. 70 4... 91 viii ...................11...........................3......................................2... 59 Bab 4.1.....1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ....... Hubungan dengan Institusi Lain ..........6.........11................6....................... 85 Bab 7.... 68 4.. Laboratorium ...........3... 79 Bab 6. 84 6...... Non-Bidang ... Dosen Tidak Tetap ................... 81 6............4......................................... Dosen.. 79 5.3....... Perkuliahan ................. 71 4............... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ...... Penguji Luar .......................................................... 86 7..... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi .... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .. Sarana Pendukung .................. Jurnal Ilmiah .. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ..1................1........1...................................... Asrama .......2...............................

Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Teknik. Fakultas Farmasi. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.1.1. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Sejarah 1.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Fakultas Ekonomi. Fakultas Hukum. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Kedokteran Gigi.1. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. dan Fakultas Pertanian (1956). Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954).141 m2. 1. Fakultas Sastra. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Selain mengasuh program S-1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Fakultas Pertanian.

maka kepanitiaan terhenti.T. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.1. R. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Soekemi. seorang 2 .A.. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Nazir Alwi.Sc.2. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Fisika dan Kimia. A.A. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Barulah pada awal tahun 1965. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. 1. Apt.1.3. Soekarno. 1.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. M. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA).. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. Dr. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. Barus. G. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.

Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera.4. Untuk itu. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001.1. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Chairuddin Nasution. M. (Alm) dan Bapak Drs. Chairuddin P. Apt. tanggal 11 November 2003.... masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Lubis. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. Apt. M. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. tanggal 11 November 2003. Seiring dengan itu pula. Mudjitahid. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. MPS. Apt. Pandapotan Nasution. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. atas masukan Rektor USU (Prof. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU.A(K). peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002.. Sp. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. 56/2003. 1. 56/2003. Pada perkembangan selanjutnya. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. DTM&H. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar.

Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. 2395/J05/TU/2001. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Untuk itu. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. setelah menelaah proposal tersebut. menyetujui perubahan ini. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. 822/J05/SK/KP/2005. tanggal 8 Januari 2005. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. dan surat Rektor USU No. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . Pada 8 April 2006. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. tanggal 25 Januari 2006. dan dibahas di Komisi Akademik. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. yang diteruskan kepada Rektor USU. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. Pada tanggal 6 Maret 2006. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Pada tanggal 4 Juli 2005. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Pada hari Rabu. tanggal 17 Juni 2005. tanggal 2 Mei 2006. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Pada tanggal 31 Mei 2006. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas.

Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU.).Sc. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. M. rektor. Untuk proses persiapan selanjutnya. Eddy Marlianto. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Sumadio Hadisahputra. tanggal 8 Agustus 2006. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. dekanat. Dr. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Pada tanggal 14 Desember 2006. terhitung mulai hari Selasa. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Untuk selanjutnya. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Apt. pada tanggal 27 Juli 2006. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Selanjutnya. Selanjutnya. Menanggapi surat Dirjen Dikti. 5 . dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. pada tanggal 28 September 2006.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Pada semester VII ditawarkan 12 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3.1. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. 9 .1. dan praktikum. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). kisi-kisi materi kuliah. kurikulum inti. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS.1. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS.69%) dan Kurikulum Institusional (49. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3.31%). Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.

3. b. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Praktikum. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 10. 09.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Tabel 3. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. 01. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. 05. 02. 08. 07. 06. Tugas Akhir.2. 04. c. 03. Kuliah. 12. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO.1. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 11.1. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 .

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 08. Budha. 09. Islam. 01. 06. 3. 10. Protestan. 2. 11. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 03. 07. 07. 11. 09. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 04. 04. 05. 02. 06. 05. 5. 02. Katolik. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 12. 10. 03. 01. 4. 08.

08. 08. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 11. 03. 09. 10. 04. 01. 02. 07. 06.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 05. 03. 06. 07. 05. 10. 04. 01. 09. 02. 11.

01. 02. 09. 07. 03. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 05. 01. 03. 02.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 04. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 07. 08. 08. 02. 06. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 06. 04. 01.

FPC 431 07. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 320 04. FPC 415 06. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 340 03. FPC 441 07. FPC 451 08. FPC 423 10. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 .Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 433 08. FPC 421 09. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. 11. FPC 330 03. FPC 322 NO. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 312 02. FPC 413 05. FPC 342 NO. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 310 02. FPC 411 06.

8. 9. 7. 8. 2. 4. 6. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 11. 12. 10. 3. 5. 6. 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 1. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 7. 5. 11. 9. 4. 2. 10.

Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 7. 3. 10.Islam. 5. 5.Protestan. 3. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 3. 6. 4. 8. 6. 8. 4. KODE 1. 9. 10.Katolik. 2. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 4. 2. 2. 4. 7. 1. 3. 9.Budha. 11. 2. 1. 11. 5.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO.

5. 10. KODE 1. 1. 8. 11. 5. CKC331 3. 9. 3. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 7. 6. CKC 351 4. 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 11. 3. 2. 2. 4. 9. 8. 6. 2. 1. 10. 4. 3. 4. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . CKB347 2. 7.

9. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . 5. Kinetika kimiai. 6. 2. 3. Larutan. Teori Resonansi. Konfigurasi Elektron. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. hukum-hukum gas. FKB 113/2 SKS . Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. gas nyata. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. teori kinetik gas. 18 . Bilangan Kuantum.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. 8. Teori Asam-Basa. 5. Kesetimbangan kimia. kondensasi gas dan keadaan kritis. Teori Hibridisasi. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Spektroskopi-fluorometri. Termodinamika. 4. Eletrokimia.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. 2. 3. 7.1. Larutan. Ikatan Kimia. 4.3. Pengantar Kimia Kuantum. Orbital Elektron.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur.

istilah anatomi dan fisiologi. Busines pharmacy. Beberapa Konsep Dasar. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Profesi kesehatan lainnya. Pengantar Stereokimia. Kinetika kimia. Perlengkapan. Organologi.Kimia Organik I Pengantar.Pendidikan Kefarmasian. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . sistem pencernaan. Hospital pharmacy.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Retail farmasi. Pharmaceutical researc.Farmasetika Dasar Pendahuluan.. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Mekaisme transpor di dalam tubuh. sistem respiratori. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. asam-basa.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. FKB 131/2 SKS . Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Fisiologi Tumbuhan. sistem kardiovaskular. Eter.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. FKB 141/3 SKS . Resep.elektrolit. FKB 121/2 SKS . Sediaan Semi Solida. Hasil kali kelarutan. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Struktur dan fungsi. Tiol. Asam nukLeat dan protein. Reaksi-reaksi kimia. Histologi. Profesi farmasi. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. sistem endokrin.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Epoksida dan Sulfida. Uji molekul hayati. Mekanisme Reaksi Organik. Pharmaceutical industry. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Alkohol. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. 19 . Alkana. Service profesioanl. FLB 111/1 SKS . Sediaan Padat. Alkena dan Alkuna. Sediaan Cair. Kesetimbangan kimia. sistem lokomotorius. Alkil Halida. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Produk Galenika. FKB 151/2 SKS . Reaksi redoks. sistem saraf dan pancaindra. sistem limfatik dan imunitas. Saponifikasi asam lemak.

FLB 141/1 SKS . batang. refleks. daya membedakan. penalaran dalam bahasa Indonesia. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. stoma.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Fungsi otak. Anatomi organ tumbuhan dikotil. lambung dan pankreatik. bahasa yang efisien dan efektif. fungsi saraf kranial. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. daun. Krakteristika urin. rambut. Transpor melalui xylem & phloem. karangan ilmiah popular. buku ilmiah. Hasil kali kelarutan. Karangan ilmiah. Potensiometri. hiperemia.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Macam-macam jaringan. Arti komunikasi. triple respon. Spektrofotmetri UV-Visible. Belajar dari contoh. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Skripsi. Distribusi reseptor. Penetapan Koefisien distribusi. bunga. Efek insulin pada ikan.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . warna kulit. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. FLB 113/1 SKS . Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Menulis laporan ilmiah. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. after image. rhizoma. kontraksi isometrik. B. penentuan parameter darah. Spektrofotmetri infra merah. efek kolinergik dan adrenergik. kontraksi otot skelet. disertasi. buah dan biji. 20 . tujuan menulis karya ilmiah. penentuan volume dan kapasitas paru-paru.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Akar. kontraksi otot jantung. pengukuran tekanan darah. Uji tonisitas larutan. tesis. Pencernaan di mulut. Menulis karangan ilmiah. Penetapan rotasi optik. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. penentuan bunyi pernafasan. Konduktometri.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Bangun paragraph bahasa Indonesia. Coulometri UNI 107/2 SKS .Bahasa Indonesia Pendahuluan. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. journal.

Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Morfologi luar tumbuhan. reaski basah. Disorder malignan sel-sel darah putih. Analisis kualitatif ion anorganik. Peptida & Protein. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. 21 . Desinfektan dan antiseptik: a. larutan ion lewat jenuh. Inhibitor biosintesis peptidoglikan.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. koefisien fenol). reaksi identifikasi kation/anion. Penggunaan.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. c. Inhibitor biosintesis protein. reaksi kering. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. Neoplasma. oksidasi-reduksi. Tatanama tumbuhan. Aromatis. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Dasar-dasar kromatografi. kelarutan. Asam Amino. Filogeni. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Difrensiasi jaringan. Mekanisme kerja. Spesies (species). d. FKC 140/3 SKS . Penentuan kekuatan (potensi. Injuri. Idenrifikasi unsur. modifikasi target molekul. b. Karbohidrat. Struktur dan fungsi virus. Lipida. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Amina Alifatis. transporter). Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. e. Metode pemisahan. dan coping. Mekanisme patogenesis. c. aging. Membrane sebagai target. FKB 120/2 SKS . Proses infeksi. Simetri Orbital & HOMO LUMO. endapan. FKB 122/2 SKS . b. pemisahan anion. Senyawa Aromatis. Pengendalian mikroba. adaptasi. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Resistensi (enzimatik. Skema pemisahan kation. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. dan kematian sel. Takson.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. FKB 112/2 SKS .Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Polisiklis dan Heterosiklis. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Perubahan fungsi sistem imun. Inhibitor biosintesis nukleotida.

pengamatan secara visual meliputi inversi. Alterasi fumgsi jantung. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pengujian Hipotesis. Alterasi kontrol endokrin.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. metode perubahan ukuran partikel. Sifat-sifat fisik propelan. Prinsip kerja aerosol.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Propelan dan fungsinya. Shock. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. breaking. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Gagal ginjal. Gagal jantung dan disaritmia. Praformulasi. Disorder pulmonal restriktif. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Penandaan pada kemasan. kebocoran wadah. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Pengujian: derajat semprot. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Regresi dan Korelasi. Interval konfidensi. Contoh formulasi larutan. Disorder bladder. Pernyataan konsentrasi. Disorder intrarenal. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Disorder fungsi neurologis kronik. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Sediaan aerosol farmasi. Penyakit liver. Pengamatan stabilitas secara visual. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Keuntungan dan kerugian. Definisi. Metode pengisian. Hemostasis asam-basa dan imbalansia.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. metode perubahan partikel. Sediaan farmasi bentuk larutan. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Pengukuran pada Sampel. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Komponen aerosol. Eksipien. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. 22 . Disorder gatstrointestinal. Evaluasi: homogenitas. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. FKB 150/2 SKS . Alterasi aliran darah. up ward & down ward creaming. Pelarutan untuk sediaan farmasi. d. Disorder fungsi neurologis akut. pengujian tekanan. Penyajian Data.

Isolasi asam sinamat dari gambir. A. Pemurnian. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Syariah. Kromatografi. Pembuatan Suppositoria. Pembuatan Sediaan Kapsul. B. bersikap nasional dan dinamis. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Bahan-bahan pembawa yang dipakai.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Sediaan Potio Effervescent. Disiplin Ilmu dalam Islam. Hubungan dengan Ilahi. Pikiran mencari kebenaran. Analisis gugus fungsi. Identifikasi campuran. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. UNI 102/2 SKS . Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. berfikir fisolosofis. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Pembuatan Infus. Pembuatan Salap. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. berbudi luhur. Identifikasi kation. isolasi. Linimenta. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Sediaan Pil. reaksi nyala. Pembuatan Sediaan Cream. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . FLB 112/1 SKS . Bobot dan Volume. Perangkat dasar Agama Islam. Takwa. Pembuatan Sediaan Guttae. Akhlak. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. UNI 10*/2 SKS . FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Agama Islam. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Praktikal Test. Identifikasi anion. Ilmu Pengetahuan dalam Islam.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . berpandangan luas.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akidah. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Sumber Ajaran Islam. Tiga kemampuan dasar manusia. Ibadah dan Muamalah. UNI 101/2 SKS .Agama Islam Manusia dan Agama. Pasta dan Oculenta.

Catur Marga Yoga. b. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Narkoba. Dan lain-lain.Agama Protestan Manusia: a. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Tema-tema kapita selekta: a. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Hari-hari suci agama Hindu. Dhamma. Agama: a.Bab 3: Kurikulum Nya. Weda sebagai kitab suci. manusia lain. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Pandita dan Pinandita. UNI 104/2 SKS . Gereja sebagai masyarakat orang beriman. C. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Hakikat manusia. sebagai hukum Hindu. Kapita selekta. diterima secara pribadi. Sejarah agama Hindu. 24 . UNI 105/2 SKS . Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sila dan etika Hindu. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Studi kasus pada masing-masing fakultas. b. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Sar darsana. Motivasi baik dan buruk. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. c.Agama Buddha Manusia dan agama. b. Manusia dan tanggung jawab. Alam semesta. Agama Budha Sumber ajaran Budha. AIDS. Iman Kristen. UNI 103/2 SKS . Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. D. Agama Krsiten. Meditasi. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. dan lingkungan. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Gereja. Kasih dan Pengharapan). d. Pengertian agama. Manusia dan keutuhan ciptaan. Yadnya. Manusia dan Pembangunan. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Tempat suci. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. c. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Perjudian. Sosiologi agama Hindu. Keluarga Katolik. Arti keadilan. E.Agama Hindu Filsafat. Kerangka dasar ajaran Budha. Buddhis dan ilmu pengetahuan. c. ilmu pengetahuan dan agama.

Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Pencernaan. perhitungan. kesalahan sistematik dan kesalahan random.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. garam. Hormon. Metabolisme asam amino. 25 . Iodo-iodimetri. serimetri. Nukleotida dan asam nukleat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). hidrolisis. Metabolisme lemak. Akurasi dan presisi. indikator redoks. teknik eningkatkan presisi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Jenis-jenis titrasi redoks. endapan. Asam amino dan protein. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Titrasi reduksi-oksidasi. electrode & potensial sel.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Spektrofotometri. pengeringan dan pemijaran. Glosarium Farmasi. Bioenergika. pemisahan endapan. kelarutan. Pemahaman metode: Permanganometri. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. persamaan Nernst. Asam-basa. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. sel galvanic. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. BromatoBromometri. kemurnian endapan.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Lemak. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Sintesis beberapa bahan obat. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Strategi Retrosintesis. Titrasi pengendapan. absorbsi dan detoksifikasi. larutan dapar. Rancangan Sintesis. Reduksioksidasi. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Iodatometri. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. kekuatan ion. Analisis gravimetri. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. FKB 213/2 SKS . Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Teori kesalahan dan pengolahan data. Titrasi asam-basa. kompleks ligan. bikromatometri.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Metabolisme xenobiotik. FKB 211/2 SKS . Metabolisme karbohidrat. Enzim dan kinetika enzim. Metabolisme nukleotida.

FKD 250/2 SKS . Suspensi. Pewarnaan. Profesi Apoteker. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Farmakologi sistem saraf pinggir. Penggunaan mikroskop. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Titrasi Argentometri-Volhard. Rheologi. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Organisasi. Sterilisasi.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair.Farmasi Fisik Pendahuluan. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Etika. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Fenomena Antar Permukaan.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Difusi dan Disolusi. Titrasi Iodimetri. Standar. Emulsifikasi. Difusi. FLB 211/1 SKS . FLB 251/1 SKS . Teknik isolasi mikroba. FLB 221/1 SKS . FKC 231/2 SKS . Titrasi argentometri-Mohr.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Titrasi Iodometri. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Viskositas dan Rheologi. Sistem Dispersi. Identifikasi mikroba secara biokimia. Sifat Fisika Molekuler Obat. Pembinan Profesi. Kelarutan. Kompetensi Apoteker. FKC 233/2 SKS . Penggolongan tablet. 26 . Evaluasi Tablet. Teknologi Pembuatan Tablet. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Kecepatan disolusi. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Titarsi Iodatometri.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Stabilitas. Kinetik.

Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. FKC 240/2 SKS . Pembawa. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Toksisitas gas/asap. FKC 242/3 SKS . Analisis unsure dan gugus fungsi.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Dokumentasi. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Anestetika lokal. Kinetika Absorpsi Obat. Pengolahan Sediaan. Farmakokinetika Nonlinear. 27 . Toksisitas anestetika lokal.Farmakognosi Pengertian.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. dan minyak atsiri. Kandungan kimia. sirup. Standarisasi dan spesifikasi simplisia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . CPOB. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Efek korosif obat pada kulit. Dosis obat. Pengemasan. Model Satu Kompartemen Terbuka. antibiotika. Sterilisasi Panas. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Sediaan Injeksi (Obat suntik). hewan dan mineral. Sediaan Mata. Ekskresi Klirens. ekstrak. FKC 220/2 SKS . Ikatan Protein Obat. Sterilisasi Radiasi. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Model Dua Kompartemen Terbuka. respon dan penentuan indek terapi.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. ekstrak dan minyak atsiri. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Antagonis obat. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. FLC 240/2SKS . Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. FKC 230/2 SKS .Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. tablet.

pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. SGPT dan SGOT). interaksi obat-reseptor. glikolisis karbohidrat secara anaerob.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. spektrofotometri infra merah. identifikasi lemak dan kolesterol). Sintesis turunan asam barbiturat. FLC 230/1 SKS . Metode cetak langsung. b. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. FLC 212/1 SKS .Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Disolusi. kadar ureum dan glukosa urin). Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. validasi prosedur analisis. protein. Sintesis turunan sulfa. Protein (analisis asam amino. industri obat tradisional. FKC 315/2 SKS . e. Metode granulasi kering. Definisi dan ruang lingkup. FKC 313/2 SKS . kadar kolesterol darah). Interpretasi data dan statistik. c. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Kerapuhan. Waktu hancur. industri farmasi. enzim hidrogenase dan enzim katalase). FKE 351/2 SKS . Sintesis parasetamol. bilangan iod. kromatografi cair kinerja tinggi. Lemak (bilangan asam. FKC 311/3 SKS . d. Urin (identifikasi berat jenis. Analisis gugus fungsi. Sintesis sabun dan deterjen. 28 . spektroskopi emisi dan serapan atom. Penentuan aktivitas enzim (amilase.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Sintesis antiseptik. Keseragaman sediaan. Kadar zat berkhasiat. Rancangan alat. kadar glukosa darah. Sintesis aspirin.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Kekerasan. stereokimia. absopsi. distribusi dan eliminasi.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. Darah (mengukur hemogelobin. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Evaluasi Tablet: a. b. e. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. Metode granulasi basah. ikatan hidrogen.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat.

Pelembab Kulit. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Salep Mata. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Parfum FKC 321/2 SKS . Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Senyawa yang mengandung unsur C. antihistamin. Sediaan Pengeriting Rambut. H. Fisikokimia asam amino dan protein. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Aspek kimia lipida.Obat Tradisional Pendahuluan. FLC 331/1 SKS . Penetapan kadar. H dan O yaitu alkohol. Denaturasi protein. N dan S yaitu sulfonamida. Sediaan shampoo. Cleansing Cream (Pembersih Wajah).Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. FKC 331/2 SKS . FLC 311/2 SKS . Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. antibiotika. Penetpan kadar. 29 . Reaksi karbohidrat. FLC 321/1 SKS . Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Sediaan Pewarna Rambut.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat.Kosmetologi Pendahuluan. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C.. Interesterifikasi. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Fitofarmaka. dan makroskopis. Metode isolasi pati. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). senyawa alkaloid alam. Sediaan Rias wajah. Fungsi protein. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. O. tiourea. H. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). karboksilat dan antibiotika. Fungsi polisakarida dalam makanan. fenol. Pemberian nama lipida (Nomenclature).

Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. FKC 350/2 SKS . FLC 310/1 SKS . FKC 330/3 SKS . Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Metode dan macam penelitian. Titrasi 30 . Analgetika. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Antiinflamasi.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. ilmu. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Stimulan susunan saraf pusat. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Penapisan secara kimia. FKC 320/3 SKS . Pemantauan resep dan pasien. Desain percobaan. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Pedoman klinis.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. pelarutan dan absorpsi obat. Reaksi obat yang tidak dikehendaki.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Skrining farmakologi. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Antipiretika. Proses penelitian. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. FKC 340/2 SKS . seminar dan skripsi. Obat-obat pencahar. Psikofarmaka. Efek hipnotika dan sedativa. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. meliputi tentang definisi penelitian. Diuretika. Metode ilmiah. Tatacara penulisan proposal. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. II.

Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Langkah-langkah Merancang Obat. Ilmu Polimer. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. FLC 314/1 SKS . Penentuan kadar vitamin C. Spektrofotometri. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Analisis zat pewarna sintetik. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. FLC 312 1 SKS . Biossay guided/ 31 . Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Percobaan khusus.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS .Rancangan Obat Pendahuluan. Bilangan asam. FPC 330/2 SKS . FLC 320/1 SKS . KCKT. Penetapan kadar kasein. Bilangan penyabunan.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Desain Produk Obat. Derajat asam susu. Titrasi Nitrimetri.. Total asam tertitrasi. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Praktikal tes. Bromatometri. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. dan kromatografi gas. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Iodimetri. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS .Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Spektroskopi emisi dan serapan atom. FPC 320 2 SKS .Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants).

PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Kerusakan bahan makanan. 32 . Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Sumber-sumber informasi obat. Pengalengan makanan. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. MS dan NMR. UNI 106/2 SKS . Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Analisa\is spektrum UV/Vis. Konsep Wawasan Nusantara. Langkah menyimpulkan analisis. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Makanan Fungsional. teknik isolasi. IR. Komite farmasi dan terapi. Keamanan pangan. Politik dan Strategi Nasional. dan data spektrum). Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Model analisis farmakoekonomik. Sistematika menjawab pertanyaan. Metode pengawetan makanan.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. sumber lain). Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. jurnal. khasiat. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Pelaksanaan analisis ekonomi. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Kesalahan pengobatan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Manajemen informasi elektronik.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. FPC 340/2 SKS .Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Perbaikan dan proses medikasi. FPC 342/2 SKS . Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

hipertiroid. limfoma maligna). DHF). Komplemen. Indikasi eksposisi yang berbahaya. sirosis hati.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). FKC 443/2 SKS . GEA. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. efek biologi atas aktivasi komplemen. Serum dan Vaksin. Antibodi(Imunoglobulin). komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. penyakit alergi imunologi (SLE). Tindakan umum pada keracunan.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Defisiensi Sistim Kekebalan. penyakit sendi (gout. penyakit tropik (demam tifoid. Jenis-jenis serum. aktivasi komplemen.Penyakit atopi.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Pengertian komplemen. Jenis-jenis vaksin. Makna biotransformasi. Interaksi zat dalam toksikologi. hepatoma). reaksi hipersensitivitas tipe I. penyakit ginjal (GGA. sifat-sifat antigen. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Lanjutan fase farmakokinetik. tipe III dan tipe IV. osteoartritis). Kedudukan. Fase farmakodinamik. 33 . artritis rematoid. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Kekuatan ikatan antigen-antibodi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . penyakit hati (hepatitis. tipe II. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Antigen. Struktur dasar imuno globulin. Inhibisi pada transferoksigen. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. Cara penggolongan toksikologi. Sistim Kekebalan Non Spesifik. Kerja toksik. Kerja teratogenik. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. sindroma nefrotik). Penimbunan zat asing. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). metode pengukuran. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. pembagian dan fungsi imunoglobulin. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. nilai rujukan serta interpretasi hasil. Sistim Kekebalan Spesifik. Imuno-patologi. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. leukemia. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. GNC. Klasifikasi antigen. hiperlipidemia). penyakit hematologi (anemia. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. teori pembentukan imunoglobulin. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . GGK. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh.

Minyak atisiri. FPC 423/2 SKS .Farmakognosi Lanjutan A. Pemasaran (pemasaran produk.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Minyak atsiri. 34 . Glikosida. Toksin dari ikan Pupper fish. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. konsep pemasaran. FPC 451/2 SKS . Penyusunan Formula.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Radikal bebas. Timun Laut. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. In Proses Control.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Gizi dan sistim imun.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. serta aplikasinya dalam oseanologi. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. ISOLASI BAHAN ALAM. Heterosiklik. Jenis-jenis rumput laut. Cephalopoda (gurita. iklan: guna. Lakton. Metode isolasi agar.. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. FPC 411/2 SKS . Bteknologi Farmasi. Biologi Farmasi. B. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Preformulasi. Echidermata. cumi-cumi). Prinsip-prinsip POT.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Antibiotik. Filum Rhodophyta. jamur bahari. bunga karang. FPC 433/2 SKS . Sistem POT Parenteral. Imunoassay. Isolasi karagenan. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). alginat. Stereokimia Dinamis.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Topik-topik Khusus. Jenis fitoplangton. Pengemasan. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. FPC 321/2 SKS . Kerusakan Produk. Vitamin. Biosintesis Alkaloid. Mekanisme analisa pelepasan obat.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Farakologi Farmasi. Pencemaran di Industri Farmasi. Sistem POT Implant. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Biosintesis Steroid. alginat dari rumput laut. FPC 431/2 SKS . BIOSINTESIS. cara dan etikanya).

Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Masa kehamilan dan menyusui.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. FPC 441/2 SKS . untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Anak-anak. Toksikologi forensik. FLC 452/5 SKS . Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Pemeriksaan narkoba. Penggunaan radioisotop untuk terapi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Studi kasus. FKC 450/1 SKS . Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. teknik penyediaan. FPC 413/2 SKS . Penyimpanan radiofarmasi. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Pengobtan berbasis bukti. Kerdioaktipan alam dan buatan. Toksikologi rumah sakit. Gout dan hiperurisemia. Terapi parenteral. TBC.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Cara-cara analisis yang digunakan. Peluruhan radioaktip. FPC 415/2 SKS . Terapi antibiotika. Lanjut usia. Penyakit Parkinson. 35 . Hipertensi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.Kimia Forensik Pendahuluan.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Syarat sediaan radiofarmasi.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Obstruksi kronik saluran nafas. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi.

Terlepas dari hal tersebut. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Sehubungan dengan itu. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.2. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan.1. Tentu saja. dengan tetap 36 . termasuk Fakultas Farmasi USU. tepat. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.2. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek.Bab 3: Kurikulum 3. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik.

Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. di samping program yang ada sekarang. Jakarta.3. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. 3. 37 . Surabaya. Di samping itu. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. Artinya. Yogyakarta.2. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Bandung. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar.2.2. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). 4. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Seperti yang diuraikan di atas. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 3. Banda Aceh. 3. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional.

3.000.).00-11.00-17. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. 40.8.30 WIB. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.9. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.6. sore hari mulai pukul 14.2. 3. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.7. dapat melanjutkan ke Program 38 . Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00 WIB. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.5.2.2. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya..2.00-13.2. 3. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). 3.Farm.2.00 WIB. 3.000.).Farm. sudah termasuk uang praktikum.Bab 3: Kurikulum 3.4. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. Di samping itu.

perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dengan lama pendidikan selama 2 semester. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. aman. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. efektif.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Kurikulum Inti. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.). dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. 39 . dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS.

Bab 3: Kurikulum 3.2. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 . 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.

Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO.

Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Imunologi (CPC 346) 3. Radio Farmasi (CPC 411) 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. studi kasus dan diskusi. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. studi literatur. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO.11. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu.11. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. serta pengawasan inventori. anggaran pendapatan dan belanja. dan staf. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit.2. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . motivasi. modal. radiofarmasi. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. usaha pendispensan aseptik. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen.2. jaminan mutu pekerjaan farmasi.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. farmasi pesien rawat inap. keperluan farmasi pediatrik.

serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. b. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Dalam mata kulah ini.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. pemantauan terapi obat. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. c. Standar Profesi. Profesionalisme. Sumpah/Janji. Peran. Etika: a. membuat strategi dan desain terapi. Standar: a. Tujuan. termasuk konsep kontrol farmaseutik. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. c. Profesional. b. b. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. perombakan pengobatan. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Profesi. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Karakteristik Profesi. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Kode Etik. kaunseling dan komplians drug. pendekatan telaah preskripsi. b. ulasan projek. Sistem Legeslasi. c. Standar Pelayanan. Standar Kompetensi. c. 44 . pengobatan pasien. b. Organisasi Profesi: a. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. Etika Umum. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Pembinaan Profesi: a. d. serta pengenalan praktek terapeutik. Standar Pendidikan. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. proses penggunaan dan dispensing obat. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. pelabelan dan penjelasan auksilari. Area kompetensi. b. Struktur Organisasi. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Visi dan Misi. penyampaian informasi obat. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna.

polifarmasi dan penggunaan obat. Permenkes No.20/1962.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. Kepmenkes No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Perda Kota Medan No.22/1997. kardiovaskular. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. PP No.26/1965 tentang Apotik. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. PP No. Kepmenkes No. Permenkes No. PP No. Undang-undang No. Permenkes No. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. dan sistem urinari.922/.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. sistem otot dan tulang.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. PP No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.23/1992 tentang Kesehatan.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. tentang Narkotika.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. Kepmenkes No. Permenkes No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. sistem gastrousus.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.. Kepmenkes No. Undang-undang No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. tentang Psikotropika. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.5/1997.

MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. inventori. pengendalian operasi apotik. dan komprehensif mengenai masalah. studi literatur. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. studi kasus. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. keuangan. fungsi-fungsi manajemen. SDM. meliputi: Teori dasar manajemen. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. penjualan dan distribusi. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. bidang-bidang kesehatan fisik. pemasaran. manajemen apotik. dan diskusi. jelas. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. pengadaan. struktur sosial dan modernisasi. manajemen pelayanan dan informasi obat. studi kasus dan diskusi. Pembelajaran ini meliputi ceramah. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. organisasi apotik. 46 . analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. studi kelayakan apotik. studi literatur. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. Konsep dasar. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan.

Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. proses diagnosis. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. tuberkulosis. tanda-tanda dan simptom. jaringan penghubung (jaringan konektif). Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. metabolisme. penyakit ginjal. infertilitas dan kontraseptif.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. neurologi. HIV. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. distribusi. transportasi aktif melewati membran plasma.2. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. endokrinologi dan metabolik. cara pemberian dan pemantauan obat. homeostatis. jantung dan vaskular.11. terapeutik. gangguan mental.2. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. peritonitis. mengatur volume sel. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . interaksi obat. ikatan molekul obat dengan reseptor. shock. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. endokarditis. malaria. dan eksresi) obat. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. Penularan penyakit saluran pernafasan. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. gastroenterologi dan hematologi. paru. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. termasuk teori aksi obat. eklamsia.

feokromositoma dan asma). Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. efek samping. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. Struktur. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. Konsep. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. struktur dan fungsi neuron. digoksin. ginjal dan darah. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. hipotensi. vankomisin. kloramfenikol. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. metabolisme. termasuk rasional pengunaannya. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. GINJAL. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. ganglion. sinaps. siklosporin. salisilat. definisi. 48 . DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. Karakteristik farmakokinetik klinis. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. kolinergik dan somatik. proses dan mekanisme potensial membran.

Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. studi kasus dan diskusi. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. 49 . patifisiologi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. mekanisme kerja. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. dan rasional penggunaannya. mania. efek samping. juga akan dibahas. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. gagal jantung kongestif. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. Etiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. pengelolaan farmasi. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. studi literatur (belajar mandiri). FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. angina pektoris. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. mekanisme kerja. manifestasi klinis. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. depresi.

sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. antitumor. interaksi zat 50 . penanganan kemoterapi. Aspek farmakologi. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kimia dan mekanisme kerjanya. antimetabolit. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. etiologi. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. Penyakit seperti peptik ulser. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. kerja toksik. antibiotika. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. farmakokinetik. pengobatan dan kesehatan masyarakat. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut.

Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. perubahan pH urin. distribusi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. penyakit sendi (gout. mekanisme interaksi. leukemia. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. 51 . penyakit hati (hepatitis. penyakit hematologi (anemia. penyakit alergi imunologi (SLE). GGK. ekskresi obat dalam renal. GEA. obat reaksi laboratorium). penyakit tropik (demam tifoid. penyakit ginjal (GGA. DHF). interaksi tidak langsung. drug displacement. interaksi obat dengan diuretika. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. sindroma nefrotik). baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. osteoartritis). signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). perubahan aliran darah renal. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. hiperlipidemia). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. eliminasi obat. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. mengurangi interaksi obat yang merugikan. absospsi. interaksi obat dengan herba/food suplement. disintegrasi. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. Arti penting interaksi secara klinik. Interaksi obat pada ginjal. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. hipertiroid. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. nilai rujukan serta interpretasi hasil. metode pengukuran. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. perubahan mekanisme transport obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. sirosis hati. hepatoma). sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. limfoma maligna). obatmakanan. signifikansi klinik. GNC. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Perspektif interaksi obat: definisi. jenis dan mekanisme interaksi obat. pasien beresiko. artritis rematoid.

draught. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). obat tetes telinga dan hidung. lunak. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery).11. proses 52 . Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. jeli. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. poultis. Sutur dan ligatur: bahan. pengemasan. Sediaan larutan obat dalam: eleksir.3. rancangan ruang aseptik. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. kimia dan terapeutik. pengemasan dan pelabelan. stabilitas. sumber kontaminasi. prinsip pengawetan.2. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. Uji sterilitas: pengambilan sampel. kriteria steril. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. pemeriksaan. cara sterilisasi. obat kumur dan cuci mulut. linimen. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Teori-teori atom. Uji pirogen: efek fisiologi. pemilihan pengawet. Sediaan obat mata: bentuk dosis. formulasi. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. mekanik kuantum. bentuk dosis. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Formulasi dan perencanaan dosis obat. mekanik molekul. konsep keterlarutan. formulasi. cara pengujian. medium kultur. linktus. antivirus. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. cara sterilisasi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. Prinsip sterilisasi. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. Eferfescent. singkatan latin. efek obat. sifat fisikokimia. pasta. obat tetes pediatrik. cara uji kebocoran. enema. nilai sesaran. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. antibakteria. uji USP. cara menghitung mikroba. terbungkus. jenis. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. pelepasan dan penyerapan obat. kapsul gelatin keras. penyerapan melalui rektum. Sediaan supositoria: dasar supositoria. kolodion. kabinet aliran laminar. cara penyediaan. fungsi pengawet. Sediaan koloid dan emulsi. penentuan. enterik. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. cara penyediaan semi-padat.Bab 3: Kurikulum 3. stabilitas.

b. sudut kontak. energi bebas. yang disingkat LDA. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Teori umum pelepasan (liberation). monolapisan tak larut. sistem suspensi. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. keseimbangan fasa. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). c. Fenomena antar permukaan. larutan buffer. ciri-ciri koligatif. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. dampak zat larutan. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. penyebaran. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. kompleksitasi. d. e. penekanan kepada sifat reologi. gambar fasa dan koefisien pembagi. hukum-hukum gas. Di dalam topik reologi. Anatomi dan 53 . e. pelarutan (disolution). jenis larutan. isoterma pelekatan molekul. c. difusi. dan difusi/absorpsi (absorption). tekanan permukaan. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. c.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. d. pelarutan dan absorpsi obat: a. Komponen dan karakteristik cairan rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. f. pembahasan dan zat aktif permukaan. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. Macam-macam konsep membran biologis. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. f. Pembuluh darah yang melewati rektum. b. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Faktor formulasi dan teknologi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. b. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. tegangan permukaan. b. b. Anatomi dan fisiologi rektum. Macam-macam mekanisme absorpsi. ionisasi. monolapisan terlarutkan. Faktor fisio-patologi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. Gerakan rektum dan waktu transit. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. emulsi. larutan isotonik.

e. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. kuku. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. pembersih. Struktur dan fisiologi kulit. c. jenis dan klasifikasi minyak wangi. penggelap kulit. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Disain percobaan. pencuci mulut. pewarna dan hair spray. Kosmetik pewarna: muka. Sumber bau badan. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. c. Anatomi dan fisiologi mata. b. cara compounding obat yang baik. b. e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. d. e. b. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Jaminan mutu: bahan mentah. Sediaan bayi. Sediaan perawatan rambut: shampo. konditioner. bahan pengkeriting. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. compounding obat non-steril dan steril. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. praktek 54 . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. mata. Pembuluh darah yang melewati kulit. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. resep dokter. adhesif gigi palsu. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Struktur dan fisiologi rambut. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. pelurus. c. c. bahan pembungkus. perhitungan dalam compounding. Sediaan gigi: pasta gigi. d. d. Metode uji ketersediaan hayati. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. sediaan akhir. pelindung matahari. bibir. pembersih gigi. b. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. penjaga. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. pemrosesan resep secara profesional. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. f. serbuk gigi. Pembuluh darah yang melewati mata. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. c. praktek laboratorium yang baik.

dan evaluasi secra in vivo. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. tipe sandwich. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. Sistem penyampaian transdermal. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika.2. keuntungan dan kerugian.4. depot tipe esterifikasi. model hewan yang digunakan untuk penelitian. keuntungan dan kerugiannya. Indikasi terapeutik. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. metode untuk meningkatkan permiasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. 55 . Aspek penjagaan sediaan kosmetik. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. 3. kultur sel hewan. membran permiasi. keuntungan dan kerugian. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. perlindungan terhadap lingkungan. depot tipe adsobsi. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.11. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. antelmintik. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. tipe matriks. disolusi reservoadran kimia. absorbsi perkutaneus. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. depot tipe enkapasulasi. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. matriks. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. Sistem penyampaian secara implantasi. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. pestisida. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol.

genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. farmaseutik. kultur. Regulatori dan kebijakan herba. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. nucleus. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur.patogen juga diperkenalkan. pewarnaan. Prokaryote versus eukaryote. karakteristik. microfilament. klasifikasi dan kepentingan klinik. Uji klinik. Mitochondria and the 56 . struktur pergerakan. pengawasan mutu. lysosome. b. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. and metabolism: a. formulasi. bioteknologi kultur. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. penanaman. microtubules. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. chloroplast. farmakodinamika herba. penyimpanan. pemalsuan.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. Structure and function of organelles: mitochondria. isolasi. pemiawaian. Prinsip-prinsip penyakit. Energy. Cellular specialization. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. endoplasmic reticulum. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. ekstraksi. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. enzyme. herbarium. c. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. struktur pelekatan dan juga endospora. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . pengeringan. arboretum. taksonomi dan tatanama tumbuhan. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. farmakokinetika. sumber. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. struktur sel asing. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. pemanenan. ribosomes. golgi bodies. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan.

b. pembentukan lakton. Somatic cell genetics. Membrane composition. transfer RNA. b. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. identifikasi senyawa yang mengandung C. CHON.5. cancer. 57 . Lipid bi layer. ribosomal RNA. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. DNA recombination. replication. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Cell replication: mitosis. reaksinya. Chromosome and plasmid. b. dan polimersasi melibatkan radikal. L. b. isomer geometrik. The gene and synthesis of protein: a. structure and functional proteins. c. Microbial genetic: a. c. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. messenger RNA. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. eritro. nitrogen. Cell fusion. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. c. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. Amino acids.2. b. Membrane structure and function: a. Cell culture. Pengenalan stereokimia. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Cell growth. f. Transport of material across membrane. cell junctions. laktam.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy.11.O. amida dan terunannya. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. The clonal selection theory. Antibody diversity. e. T and B lymphocytes 3. Reaksi esterifikasi asetilisasi. reaksi pembuangan E1 dan E2. d. d. e. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. d. analisis kation cepat. d. UV. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. SNi. c. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. Antibody structure and function. reaksi penggaraman. Meiosis. and DNA repair. Radikal. and aging. dan oksigen. Cell growth and replication: a. dan tatanama senyawa organik yang penting. SN1. Mutation. Conservation of genetic codes. The relationship between genes and protein. hidrolisis. The immune system: a. Ikatan sigma dan pi. orbital molekul. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. dan konfigurasi sistem cis. c. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. treo. Summary of membrane functions. RNA: general structur.H. trans. E dan Z. DNA: structure. sulfonamida. R dan S.

e. d. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. penghibridan. Polisakarida. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. b. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. b. Kimiawi penggorengan. HPLC. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Lemak hewan. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Pektin. Oligosakarida. b. Auto oksidasi. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Komponen fungsional dari 58 . Hidrolisis. Pengaruh kimia. Denaturasi protein: a. Reaksi pencoklatan. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Vegetable butter. DNA. c. f. b. RNA. c. Klasifikasi lipida: a. Asil gliserol. Fungsi protein: a. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Monosakarida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. asam nukleid dan vitamin. d. Hemiselulosa. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Reaksi karbohidrat: a. d. Oleat dan asam linoleat. Sifat umum protein. Pengaruh fisika. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. nukleotida. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. asam amino. Aspek kimia lipida: a. c. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Sifat pengemulsi. spektrofotometer. Energi denaturasi. renaturasi. b. Marine oil. c. GC. Hidrogenasi. c. Lipolisis. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Sifat umum asam amino. denaturasi. Refining. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Lemak susu. Sifat pembusukan. lipid. AAS. b. protein. Tatanama enzim. Interesterifikasi. Asam laurat. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Pemanis. b. Basa purina dan pirimidina. b. e. Hidrofilisitas. bentuk organisasi laboratorium. Asam lemak. b.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. FT-IR. c. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. b. Selulosa. Glikosakarida. c. Fosfolipida. nukleosida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. pH meter. Amilum. Hubungan fungsi struktur polisakarida. b.

59 . Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. Peluruhan radioaktip. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. sulfida. Pengukuran dan ekspresi efek obat. serat pangan. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. NMR.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Tatanama obat. Pendahuluan: Arti komunikasi. pembuatan dan formulasi obat. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. fitosterol. mineral.2. kromatografi cair kinerja tinggi. Penyimpanan radiofarmasi 3. komponen fungsional dari makanan hewani. Diet dan arterisklerosis.6. karotenoida. Penggunaan radioisotop untuk terapi. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. asal usul dan dasar pencarian obat. Cara-cara analisis yang digunakan. susunan makanan nasional.teknikpenyediaan. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. klasifikasi obat dan penyakit. Kerdioaktipan alam dan buatan. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. dll. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. flavonoida. kromatografi gas. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). prebiotik danprebiotik. limonoida. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. pola makan dan proses penuaan. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. penemuan. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. farmakokinetika dan farmakodinamika. fitosterol di dalam margarin.11. AAS.

Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). karangan ilmiah popular. Ibadah dan Muamalah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. berfikir fisolosofis. buku ilmiah. Tiga kemampuan dasar manusia. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. bersikap nasional dan dinamis. disertasi. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. berpandangan luas. Karangan ilmiah: Skripsi. B. Sumber Ajaran Islam. Pikiran mencari kebenaran. Keluarga Katolik. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. bahasa yang efisien dan efektif. journal.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Akhlak. Karangan ilmiah dan non-ilmiah.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Hubungan dengan Ilahi. Agama 60 . Takwa. Motivasi baik dan buruk. Belajar dari contoh. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. tesis. Menulis laporan ilmiah.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. penalaran dalam bahasa Indonesia. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Menulis karangan ilmiah. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Syariah. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Disiplin Ilmu dalam Islam. Agama Islam. Arti keadilan. UNI 101/2 SKS . berbudi luhur. Akidah. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. UNI 10*/2 SKS .Agama Islam Manusia dan Agama. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. A. diterima secara pribadi. Perangkat dasar Agama Islam. tujuan menulis karya ilmiah. UNI 102/2 SKS .

Perjudian. Iman Kristen. c. Dan lain-lain. b. Dhamma. Weda sebagai kitab suci. Tema-tema kapita selekta: a. Kasih dan Pengharapan). Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. E. Narkoba. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Kapita selekta. C. Manusia dan keutuhan ciptaan. Glosarium Farmasi. Catur Purusharta dan Catur Asrama. ilmu pengetahuan dan agama. Sar darsana. AIDS. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Sila dan etika Hindu. Manusia dan tanggung jawab. UNI 104 . Agama: a. c. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Meditasi. Gereja. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Hakikat manusia. dan lingkungan. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. UNI 108 . UNI 103 . b. Tempat suci. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. c. Sejarah agama Hindu. Pandita dan Pinandita. D. manusia lain. Pengertian agama. Agama Krsiten. Catur Marga Yoga. Alam semesta. Yadnya. d. sebagai hukum Hindu.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . b. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Sumber ajaran Budha.Agama Hindu 2 SKS Filsafat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Manusia dan Pembangunan. Hari-hari suci agama Hindu. Agama Budha. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerangka dasar ajaran Budha. UNI 105 . Sosiologi agama Hindu.

a. b. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Ketahahan Nasional.si Indonesia. Pendidikan pendahuluan bela negara. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. b. Politik dan Strategi Nasional. UUD 1945. Wawasan nuantara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Hak dan kewajiban warganegara. Konsep Wawasan Nusantara. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. Implementasi Wawasan Nusantara. negara. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. b. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Demokra. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. g. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Politik dan stra tegis nasional. b. b. a. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. c. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. a. c. d. Pengaruh HAM. a. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. c. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. 62 . Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. d. HAM dalam bela negara. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Pengantar: a. c. Pemahaman tentang bangsa. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Hak Azasi Manusia. termasuk hak dan kewajiban bela negara.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. e. serta prinsip dasar statistik. f. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. hak dan kewajiban warganegara.

back to nature. minyak omega-6. farmakologi. flu Burung. g. fisiologi. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. Health food: VCO. Teknik/metode: analisa yang baru. Herbal medicine: the hijau. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. Biologi Farmasi. misalnya: a. e. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Teknologi nano dalam farmasetika. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. dan Farmakologi. rumah sakit. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. demam berdarah. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. f. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. buah merah. c. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. dalam bidang Kimia Farmasi. SAR. 63 . farmasi komunitas atau industri. b. Farmasetika. d. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada.

Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. yaitu: 1. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan.Farm. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. 4.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. silabus mata kuliah. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetensi di Industri 4. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas.1. dan kerja praktek profesi. 64 . Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif).). Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).

dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.1. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Kurikulum Inti. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.Satabilitas Obat . Kompetensi di Industri 4. Toksikologi. 03. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. aman. . informasi. .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Cara/teknik pencampuran obat . dan efektif. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek.Formulasi Sediaan Obat . 01. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. Farmakokinetik. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1.1.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .Peraturan perundangan tentang obat . Stabilitas Obat dll. 02. dan Edukasi. Biofarmasi.

1.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Ilmu komunikasi dan Psikologi . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 .Ilmu-ilmu kefarmasian .Manajemen keuangan . .Psikologi . Partisipasi Monitoring Obat 06.Manajemen kepegawaian .Farmako-ekonomi 4.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .2. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Ilmu-ilmu komunikasi .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan .Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Ilmu-ilmu kefarmasian .Peraturan perundangundangan NO. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Partisipasi Promosi Kesehatan 07. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Kemampuan berbahasa dengan baik . Pencatatan dan Pelaporan 05.Stabilitas obat penyimpanan obat dan . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 01.

Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Sistem Informasi .Psikologi . antara lain: uji klinis.Psikologi NO. Pusat Informasi Obat . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Biofarmasi . Pelayanan KIE (konsultasi. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. pemilihan obat yang tepat.Patofisiologi .Statistik 07.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Toksikologi Klinik .Metodologi Penelitian . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu-ilmu kefarmasian . 09. dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . pemberian dan penyediaan obat.Ilmu komunikasi .Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Farmakokinetik Klinis . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Farmakoterapi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 05.Manajemen logistik .Peraturan perundangundangan/Farmakope . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.Ilmu-ilmu Kefarmasian . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. Peranan dalam penelitian 08.Farmako-ekonomi .Ilmu Komunikasi .Manajemen informasi . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Ilmu Komunikasi . 04. 10. pemantauan efek obat.Farmakoterapi . 06.

Mikrobiologi.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Unit proses 68 .3. 04. obat jadi.Kemampuan komunikasi .Farmakologi dan Toksikologi . Fisika. 05. Fisikokimia.Farmakokinetik . dan kemasan. khususnya melalui internet . Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. metode analisis.Formulasi Teknologi Farmasi .Farmakologi/ Toksikologi .Biofarmasi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Farmasi Fisika .Bioteknologi .Farmasi Fisika .Perundang-undangan . terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 01. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. pilot plan.Kimia Medisinal .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi .1. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakognosi/Fitokimia . Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.

Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Fisika.Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. kefarmasian .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Toksikologi obat baru. sesuai untuk keperluan perFisikokimia. Fisika.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Teknologi Farmasi. Farmakokinetik. logi. dll). farmasis. proses yang sudah ada.Statistik Promosi dan penyam. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi. yang baik (good laboratory Fisikokimia. Biologi) menjamin mutu produk yang .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. (dokter. Farmasi . Biofarmasi. . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. Ilmu Komunikasi .Pengetahuan tentang bahan pengemas .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Pengetahuan tentang validasi . Biologi).Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Farmakokinetik .Teknologi Farmasi .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. 6 7 8 9 10 11 12 69 .Mampu melaksanakan .Farmasi Fisika .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. .

Stabilitas obat.Manajemen barang/ material . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. 01. Biofarmasi. Termasuk pengumpulan distribusi.4. 03.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. pengadaan. Toksikologi. persyaratan obat. Bioteknologi.Stabilitas produk .Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Peraturan perudangundangan NO.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. Teknologi Farmasi. distribusi obat untuk . . KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Statistik . persyaratan obat. 70 . . dll. Esensial Nasional. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. Farmakokinetik. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. dll. distribusi.1.Berbagai pengetahuan kefarmasian .Metodologi Penelitian 4.Manajemen . dan bitkan suatu peraturan).Bahasa Inggris .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.

dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 06. seperti dengan WHO. pendidikan berkelanjutan. 05.2. izin praktek. 06.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. 07. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 01. 05. import. kerja praktek. dll). 10. 4. dll. 03. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 07. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. dan penjualan. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 09. 04. 02. 08. distribusi. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 .

kehamilan dan menyusui. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. compounding obat non-steril 72 . gangguan saluran cerna. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Schizoprenia. Sistem Syaraf: Epilepsi. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut.3. Thrombocitopenia. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Diare. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Gagal ginjal kronik. Breast cancer. Pirai. Konstipasi. Infeksi: Virus hepatitis. cara compounding obat yang baik. 03. 04. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. gangguan ginjal. 05. 01. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Alergi pada kulit. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Osteoporosis. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. gangguan hati. resep dokter. Lanjut usia (geriatri). perhitungan dalam compounding. hemodialisa. Sistem Pernapasan: Asma. Hiperlipidemia. CHF (Congestive Heart Failure). Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. 06. Sistem Darah: Anemia. TBC.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. Bakteri ISPA. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. gangguan hepar. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Neoplastik: Leukimia. 02. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4.

fungsi dan tujuan konseling. penjualan dan distribusi. pasien beresiko. Pemahaman tentang rekam medik. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. keuangan. ASMETHOD. assessment. plan) atau PAM (problem. Studi kasus pelayanan kefarmasian. dan studi kasus compounding dan dispensing. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. pemasaran. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. pengendalian operasi apotik. OWA. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. obat-reaksi laboratorium). peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. inventori. SDM. obat-makanan. 73 . manajemen pelayanan dan informasi obat. analisis keuangan. pengadaan. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. Sistem Informasi Obat. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). jenis dan mekanisme interaksi obat. Penyusunan formularium. komunikasi efektif. fungsi-fungsi manajemen. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. arti penting interaksi secara klinik. pemrosesan resep secara profesional. Konseling: pengertian. desintegrasi. studi kelayakan apotik. fungsi dan tujuan komunikasi. Etika komunikasi. EBM (Evidence Based Medicine). Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. assessment. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. organisasi apotik. manajemen apotik. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. objective. dan strategi pengembangan. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril.

Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. mekanisme interaksi. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. pergudangan obat jadi. pengawasan mutu. signifikansi klinis. Interaksi obat dengan diuretika. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. Produksi obat jadi. laboratorium. sindrom serotonin. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. apotik. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. Pelayanan resep dokter. perubahan mekanisme transpor obat. flora. pengadaan bahan baku dan pengemas. produksi. Distribusi obat dan alat kesehatan. dan manajemen perapotekan. dan motilitas terhadap obat. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. perubahan aliran darah renal. interaksi tidak langsung. distribusi. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Tugas khusus. Tugas khusus (Studi kasus). (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. PPC (Production Planning Control). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Interaksi obat dengan herba/food supplement. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. penelitian dan pengembangan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. pengaruh adsorpsi. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). sterilisasi. 74 . perubahan pH urin. signifikansi klinis. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. eliminasi obat. drug displacement.

2.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Biokimia 1. Farmasetika Dasar Formulasi 2.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Kimia Organik 1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. LCD projector.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. laptop dan sound system. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 .1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Farmasi Fisik 3. yaitu: NO. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. white board.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Bandung 7. PT Indofarma Tbk. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Pengakuan Badan Profesi Terkait . 5. Medan 6. Perum BIOFARMA. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Di samping itu. Bandung 13.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Yakarta 14. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Bandung 11. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. PT Kimia Farma Apotek.7. PT Aventis Pharma Industry. yaitu: 1.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Industri Farmasi PT Kimia Farma. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional.5. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Bandung 79 . Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Yakarta 10. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Yakarta 12.4.6. Kimia Farma Apotek.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. 5.

Di samping itu. 17. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 21. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 18. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Medan Rumah Sakit Umum dr. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. 24. 80 . Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 27. Yakarta PT Bayer Indonesia. 16. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 25. Jabatan Perkhidmatan Awam. 26. Hospital Besar Pulau Penang. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Yakarta PT Ethica Indonesia. 19. PT Combiphar Farma. 22. 28. 23. Hospital UKM. 20. Padalarang. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Pirngadi. 29.

6. Dr. b. UTM-Johor. Apt. Effendy De Lux..D.. 3. Urip Harahap. PPSF-USM. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. 5. M. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88.D. M. 4. Tabel 6.. Prof. Siti Morin Sinaga. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Apt. Apt Ph. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. Apt. Dr. Dr. Prof. Japan 1991.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.Sc.1.rer. Tokushima Univ. Apt. 2. Apt. Australia 2002. Hakim Bangun.nat. Prof.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Wniv. Prof. UNSW. Sumadio Hadisahputra. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. PPSF-USM.bb Prof. SU. Dr. Malaysia 1994.Putra. Malaysia 1990. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Malaysia 1991. Tahun di 1990. Ph. Nama Prof. Dr. dan Tahun Pengukuhan No 1. 6.App. Dr. Jansen Silalahi. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c.Sc.1.

Dr. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.nat.. Dra..Apt. 10.Putra. Apt.Malaysia Thailand UGM Un. M. Drs. Apt. Nama Dosen.Sc. Dr. Dra. M. MS.Sumadio Hadisahputra.Apt.Apt Dr.Urip Harahap. Dra. Bidang Ilmu. M.PS. Dr.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. Dra. Johor AIT– 2002 .Dr. Julia Reveny.Apt.Apt..Sc. 15. Prof. Sinaga. M. 18. MS. Apt. Apt. M. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Prof.Hakim Bangun.Edy Suwarso. Apt. 4.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ.Apt.Sc. Siti Morin Sinaga. 9. M.Sc 16.Sc.Malaysia USU . Kasmirul Ramlan 17.M. Dr.Pandapotan Nasution. M. SU. Karsono. M.Saodah. 3.. Juanita Tanuwijaya. 12.. 11.Bab 6: Dosen Tabel 6. Dra. Apt. Dra.Sc.Si. M.Si 21. Dr.rer. Drs. Drs. Apt.Apt.T Simanjuntak.. Salim Usman.App. Apt. Prof. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. 8. Apt. M.Nazliniwaty. 2.2.Fat Aminah. M. SU..Dr. 19.Surjanto... 1.M. Apt.Effendy D.. Prof.. Apt. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Si. Apt. M. Prof. 6.Apt. 13.H.. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . 7. 5. Apt.. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.Wiryanto.Dr. M.Apt.Sc.Dr.Si.Dr..Azizah Nasution. dan Kualifikasi Pendidikan No.Jansen Silalahi. 14.Ginda Haro. Nama Prof. Drs..Djendakita Purba. 20.Si.

Si.Si Kimia 39.Nahitma Ginting. Kimia 38. Farmasi Drs.. Apt. M. Kimia 36. Apt. Farmasi Drs.Salbiah.Apt. S.. Kimia 41.Apt. Meliala... Apt.. Marianne. Apt. Apt.David Sinurat. Drs.Si. Dra. Farmasi Kimia 44. M. M.Si.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . Apt.Fathur Rahman H. Kimia 40.Syafruddin.Ismail. M. MS. Poppy Anjelisa Z.Si Kimia 42. M. S. Drs. MS.Si. Dra. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27.Immanuel S.Si.Anayanti Arianto.Si. Kimia 33.Si..Sudarmi. Nama Dra. 23. M. Kimia 34. Farmasi Drs...Agusmal Dalimunthe. Kimia 43. Farmasi Drs.Masria L Tambunan. Farmasi Drs. Apt. M.Masfria. 30. Hayati Lubis. SU.Apt.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Farmasi Drs. Farmasi Kimia 37. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. 28..Chairul Azhar D.Apt. Dra. Apt...Si. Kimia 35. Kimia 45.Maralaut Batubara. S.Apt.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta .Saleha Salbi.Apt. M. MS. Dra. Farmasi Dra. M.Lely Sari Lubis.Si.Si. 24.Syahrial Yoenoes.Muchlisyam.Apt. Drs. Apt. 31. M.. Farmasi Drs. Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . M. Apt. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Apt. Apt.. Nurmadjuzita.Apt. M.Phill. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.. M. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Si.S. Farmasi Drs... 26.Si. Aminah Dalimunthe.Apt.. 25..Apt.. M.Si. Farmasi Dra.Sc. Hasibuan. Farmasi Drs..

Suwarti Aris.Marline Nainggolan. MS.. Farmasi Dra.. Ilmu Sosial Dasar. Ilmu Budaya Dasar. Biologi 50.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. M.. M.. Dra.Apt.Misra Gafar. Biologi 52.2.. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. Dra.Apt.. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Farmasi Dra..Aswita Hafni Lubis. Farmasi Nama 53. 60. Patofisiologi.Panal Sitorus. M. Drs. Apt. M. Apt. MS.. Farmasi Biologi 49.Erly Sitompul. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No.Rasmadin Muchtar.Si. Awaluddin Saragih. MS..Si. Farmasi Kimia 48. 55. Apt. MS. Drs. Farmasi Dra. Pendidikan Kewarganegaraan. Farmasi Kimia 47. Zainuddin. 62.Apt. 58.Si.Siti Nurbaya.. Drs. MS.Suryadi Ahmad. 54. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. M. Biologi 51. S. Dra. Kimia Klinis)..Rosidah.Si. Dra. Apt.Si.Tuty Roida Pardede. 84 . Apt. Bahasa Indonesia. Drs.Si. Siti Aman. 57. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.Sc.Saiful Bahri 61.Apt.Si.Herawati Ginting. MS Apt. 56.. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Drs. MS. Dra. Apt.Apt. Kimia 46. M.Ubaidillah M. M. Hari Ronaldo Tanjung.Apt. Apt. Dra.Apt.Apt.Apt..

Eka Roina Megawati dr. Nuraiza Meutia dr. M. MA. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan.. Drs. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. dr. M.3. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. yaitu: yang berasal dari rumah sakit.M. MA. M. dr. Adi Kusuman Aman.. Rosmiani. Marjuni Rangkuti. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. B. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Milahayati Daulay Prof. dr. Sembiring Dr. Dra.Kes.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Ph. Maya Safira dr. Sp. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. M. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. MA Drs.3.Th. pimpinan apotek PT Kimia Farma.Pd. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dra. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Sp. Risnawati Sinulingga. Yudi Herlambang dr. Zakiah. Iman Sukiman. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.PK(K).PK(K). I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Dedy Ardinata.D. dr. Hj. 85 . Tommy Tantawi. industri farmasi. Drs. Prof. Yetty Machrina dr. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Azhar dr. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.

Pengurus Departemen Ketua departemen. sekretaris departemen departemen. PERANGKAT ORGANISASI A. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . dan ketua departemen B.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Presidium Terdiri dari gubernur.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. sekretaris jenderal. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 .1. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. dan anggota II.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2.

Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. 3. Menandatangani surat mandat. D. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. surat keterangan. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Mendapat mandat dari gubernur b. 4. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. 4.

Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Departemen Komunikasi & Informasi a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c.

Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. kekeluargaan. Departemen Seni & Olahraga a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. sportivitas. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c.

Fadli : Yade Metri P. III. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. f.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. F. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1.

IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.SRI WAHYUNI .PARHAN Agama Kristen .AZMI ERVITA .DINANTY DINI .DINA ANDRIANI .AGREFINA .ELVRIDA SIALAGAN .SRI IRMAWATI .ANITA KARLINA Kekaryaan .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.FADHILAH ANWAR .LISA HELMITA .YUSTINA SAMOSIR . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .JUNI MARTOGI 91 .ARISMA RINI Agama Islam .NANDA SARI .SUCI RAHMALIA .JOHN NEW COMBI .FATIMAH SYAM .SRI KURNIASIH .FITRIANA .NURSAIDAH .MUHARNI SAPUTRI .2.KARMILA .NOVY HANDAYENNY .AGNES SITORUS .PEBRIANA MEGA SARI .YULIA SARI .HAFNIZAR W DAULAY .RETNO FARDHANI .MIMI MAULIDINA .RIKHA ANDRISSHA PTKP .EVA SURIANTI .VERA NOVITAWATI .MUSTATIAH Pembinaan Anggota . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->