i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Syahrial Yoenoes. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. iii . tujuan program studi. dosen. atas limpahan dan ramat-Nya. Prof. visi & misi.. SU. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. SU.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. kurikulum. 30 Mei 2008 Editor. sarana pendukung. kami mengucapkan tarima kasih. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya.nat Effendy De Lux Putra.rer. Medan. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. dan organisasi kemahasiswaan. Apt. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Drs. Apt. Dr.. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008.

kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Apt. Kepada editor Buku Panduan ini. NIP. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Medan. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Sumadio Hadisahputra. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Mei 2008 Dekan. Prof. Dr.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. 131283716 iv . Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

nat. Apt. Apt. Sumadio Hadisahputra. Dr. rer. SU.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. v . Pembantu Dekan I Prof. Dr.. Effendy De Lux Putra.

Julia Reveny. Apt...Pembantu Dekan II Dr. M.Si.Si. Surjanto. vi . Pembantu Dekan III Drs. Apt. M.

......... dan Tujuan Program Studi ......... 38 3...................1....... 3 Bab 2......1.....iii Kata Sambutan Dekan ..4....................... Kurikulum......... Sejarah Universitas Sumatera Utara .............. 1 1..............3........................................2........................3.................. 37 3.......................... 55 vii .. Gelar ............ Daya Tampung ..1............2.5..6....... 43 3.............. 9 3...........9.......vii Bab 1..........1...1............................7.... 47 3...... Bahasa Pengantar ................... iv Daftar Isi ........................................... Sumber Mahasiswa ...... Misi................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ...... Kurikulum dan Silabus .. Visi........................................ dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ......................3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) .......... Visi..........2................................................. Tabel Kurikulum ............1......1................ Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ...2.....................2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas................1.......2.................. 40 3....11.2............4......2...............11............................. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas...2.........2.... Sejarah .....2................2..... 38 3......11. Bidang Farmakologi ....2.............11.................. 9 3............ Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ................ 36 3..1.............. 10 3........................ 38 3....................1........ Penjelasan Kurikulum .........................1.....3..................... 18 3................ 9 3....2....8.. 7 2............ Sejarah FMIPA USU . 52 3................................ 2 1.................................... 37 3.......................... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .... Sejarah Fakultas Farmasi..... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ................... 8 Bab 3....1.....1........... Bidang Farmasetika . 2 1. Tujuan .................... Misi..........2.... Informasi Umum .2........... 36 3....................2............................ 1 1..... Dasar Pemikiran .. 7 2............1........2......................................10....... 43 3. 38 3....... 38 3..........................2...................................................... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ..... 38 3............................ Sejarah Jurusan Farmasi ..... Bidang Biologi Farmasi ........................................................2....... 1 1... Jam Belajar ......................4...2....11.....

............1..............2........... Perpustakaan .............. Perkuliahan .. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) .... Hubungan dengan Institusi Lain ........ 72 Bab 5.... 79 5...................................................... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ............................................................11............... Sarana Pendukung .............4....... Pengakuan Badan Profesi Terkait ...1............................................. 75 5.2...................... 64 4..................... 85 Bab 7...................... 79 5............ Non-Bidang ...2............. 81 6. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .. 79 Bab 6... 75 5.1....................5.............1....... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ............2......................3...11......................................6............................................................ 66 4..........1.......1......2......................................................................2......... 84 6............... Organisasi Kemahasiswaan ............................... 91 viii ............ 59 Bab 4......5................ Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ........................................ 57 3....1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ...3.................................... 81 6..........1.......................... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ........... 71 4... Bidang Kimia ... Laboratorium ....... Dosen Tidak Tetap ...... Dosen Tetap ....... 86 7.................................3..1..........3................... Jurnal Ilmiah ....... Dosen............. 68 4. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ........................ 75 5......................... 78 5.................... 65 4... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ....7..........4.. 70 4.. 64 4........... 79 5...............................................................................6........................ Program Pendidikan Profesi Apoteker .......2..3................ Penguji Luar .. Asrama ................... 86 7....

Fakultas Ekonomi. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas.1. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Kedokteran Gigi.141 m2.1. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Fakultas Pertanian.1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Hukum. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). Selain mengasuh program S-1. 1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Sejarah 1. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Fakultas Sastra. dan Fakultas Pertanian (1956).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Fakultas Farmasi. Fakultas Teknik.

Apt. G. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. R.1..Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Soekarno.T. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. 1.3. Soekemi. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof.1.A.. maka kepanitiaan terhenti. 1. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. M. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Barulah pada awal tahun 1965. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952.2.A.Sc. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Barus. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). Fisika dan Kimia. seorang 2 . Dr. A. Nazir Alwi.

4. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs.. (Alm) dan Bapak Drs.1. M. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. 56/2003. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. Seiring dengan itu pula. Apt. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Pandapotan Nasution. Chairuddin Nasution. Lubis. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. tanggal 11 November 2003.. Apt. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000.. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Sp. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. DTM&H. Chairuddin P.A(K). atas masukan Rektor USU (Prof. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Pada perkembangan selanjutnya. MPS. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi.. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Untuk itu. tanggal 11 November 2003. M. Apt. Mudjitahid. 56/2003. 1.

tanggal 25 Januari 2006. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. setelah menelaah proposal tersebut. dan surat Rektor USU No. 822/J05/SK/KP/2005. tanggal 17 Juni 2005. tanggal 8 Januari 2005. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. 2395/J05/TU/2001. Pada tanggal 31 Mei 2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. dan dibahas di Komisi Akademik. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Untuk itu. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Pada 8 April 2006. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. menyetujui perubahan ini. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. Pada tanggal 6 Maret 2006. tanggal 2 Mei 2006. Pada hari Rabu. yang diteruskan kepada Rektor USU. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Pada tanggal 4 Juli 2005. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut.

Untuk proses persiapan selanjutnya. Selanjutnya. M.). Selanjutnya. pada tanggal 27 Juli 2006. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. tanggal 8 Agustus 2006. Menanggapi surat Dirjen Dikti.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. rektor. Untuk selanjutnya. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. dekanat. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Pada tanggal 14 Desember 2006. Apt. 5 .) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. terhitung mulai hari Selasa.Sc. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Sumadio Hadisahputra. Eddy Marlianto. Dr. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. pada tanggal 28 September 2006. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

kurikulum inti.1. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan.31%). Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. dan praktikum. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester.1. 9 .69%) dan Kurikulum Institusional (49. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. kisi-kisi materi kuliah. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.1. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3.

3. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. Kuliah. 08. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007.1.2. Tugas Akhir. 01. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). b. Tabel 3. 11. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Praktikum. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . 09. 05. 03. 12. c.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. 02. 06. 07. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 10. 04.1. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a.

01. 10. 02. 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 08. 02. 03. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 2. 01. Islam. 10. 3. Budha. 11. 12. 05. 04. 08. 06. 06. 09. 07. 5. Katolik. 03. Protestan. 04. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 09. 05. 11. 07.

07. 01. 11. 10. 08. 02. 07. 10. 01. 04. 03. 09. 08. 06. 05. 03. 06. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 09.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 04. 02. 11. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 05.

05. 03. 07. 08. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 07. 02. 08. 01. 03. 01. 04. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 02. 09. 01. 06. 04. 06. 02.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO.

FPC 451 08. FPC 441 07. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 330 03. FPC 431 07. FPC 320 04. FPC 312 02. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 413 05. FPC 411 06. FPC 433 08. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 310 02. FPC 423 10. FPC 340 03. FPC 421 09. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . 11. FPC 322 NO. FPC 342 NO. FPC 415 06. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04.

2. 7. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 3. 1. 5. 10. 3. 11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 9. 9. 6. 8. 11. 4. 10. 2. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 4. 5. 6. 12. 7. 8.

3.Protestan. 1.Katolik. 10.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 11.Budha. 11. 4. 9. 3. 3. 1. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 .Islam. 6. 6. 10. 4. 5. 4. 2. 2. 8. 9. 5. 7. KODE 1.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 7. 2. 3. 2. 5. 4. 8.

KODE 1. 4. 2. 2. 5. 7. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 8. 5. 3. 7. 2. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 4. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 3. 6. 10.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 9. 4. 10. 6. CKC 351 4. 9. 1. 1. CKB347 2. 11. 8. 3. CKC331 3. 1. 11.

Eletrokimia. Kinetika kimiai. 5. Termodinamika. Teori Hibridisasi. 2.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. 7. 3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Larutan. Spektroskopi-fluorometri. Konfigurasi Elektron. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. Kesetimbangan kimia. 9. 5. 8.3. 4. Pengantar Kimia Kuantum. Teori Resonansi.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Teori Asam-Basa. 18 . Orbital Elektron.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. gas nyata. hukum-hukum gas. 2. 3. 4. FKB 113/2 SKS . Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Bilangan Kuantum.1. teori kinetik gas. Ikatan Kimia. 6. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. kondensasi gas dan keadaan kritis. Larutan.

Eter. Reaksi redoks. sistem pencernaan. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Alkena dan Alkuna. Alkohol. sistem lokomotorius. Retail farmasi. Busines pharmacy.Kimia Organik I Pengantar. Sediaan Padat. Saponifikasi asam lemak. istilah anatomi dan fisiologi.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Alkana. FLB 111/1 SKS .elektrolit. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Sediaan Semi Solida. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Asam nukLeat dan protein. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Fisiologi Tumbuhan. Resep. Beberapa Konsep Dasar. sistem respiratori. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Profesi kesehatan lainnya. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. asam-basa. sistem endokrin. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.Farmasetika Dasar Pendahuluan.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Pengantar Stereokimia. FKB 141/3 SKS . Kesetimbangan kimia. sistem kardiovaskular. sistem limfatik dan imunitas. Profesi farmasi. sistem saraf dan pancaindra. FKB 131/2 SKS . Mekanisme Reaksi Organik. Uji molekul hayati. Hasil kali kelarutan. Tiol. Histologi. Sediaan Cair. Organologi. Reaksi-reaksi kimia. Pharmaceutical researc. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Produk Galenika. Kinetika kimia.. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. FKB 151/2 SKS . Hospital pharmacy.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Bentuk-bentuk sediaan farmasi.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Pharmaceutical industry. Struktur dan fungsi. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Service profesioanl. Alkil Halida.Pendidikan Kefarmasian. FKB 121/2 SKS . 19 . Perlengkapan. Epoksida dan Sulfida.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot.

Spektrofotmetri infra merah. Pencernaan di mulut.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. kontraksi otot jantung. karangan ilmiah popular. Menulis laporan ilmiah. penentuan parameter darah. Belajar dari contoh. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Efek insulin pada ikan. Spektrofotmetri UV-Visible. tujuan menulis karya ilmiah. FLB 141/1 SKS . 20 . Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. buku ilmiah. pengukuran tekanan darah. tesis. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Menulis karangan ilmiah. Distribusi reseptor. FLB 113/1 SKS . yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Anatomi organ tumbuhan dikotil.Bahasa Indonesia Pendahuluan. journal. bunga. kontraksi isometrik. efek kolinergik dan adrenergik. Akar. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. hiperemia. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Potensiometri. Krakteristika urin. rhizoma. Penetapan rotasi optik. batang. Hasil kali kelarutan. Penetapan Koefisien distribusi. Skripsi. buah dan biji. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. disertasi. daun. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Uji tonisitas larutan. rambut. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. triple respon.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. after image. penentuan bunyi pernafasan. warna kulit. Bangun paragraph bahasa Indonesia. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. stoma.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . penalaran dalam bahasa Indonesia. Transpor melalui xylem & phloem. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. B. Coulometri UNI 107/2 SKS . refleks. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. bahasa yang efisien dan efektif. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. Fungsi otak. Konduktometri.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Arti komunikasi. kontraksi otot skelet.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. lambung dan pankreatik. fungsi saraf kranial. daya membedakan. Karangan ilmiah. Macam-macam jaringan.

Tatanama tumbuhan. Simetri Orbital & HOMO LUMO. b. dan kematian sel. Polisiklis dan Heterosiklis. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Lipida. Idenrifikasi unsur. Disorder malignan sel-sel darah putih. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. endapan. Inhibitor biosintesis nukleotida. Karbohidrat. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Skema pemisahan kation. Membrane sebagai target. Struktur dan fungsi virus. reaksi identifikasi kation/anion. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Mekanisme patogenesis. aging. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Penentuan kekuatan (potensi. 21 . kelarutan. Asam Amino. FKB 112/2 SKS . oksidasi-reduksi. koefisien fenol). Proses infeksi. Analisis kualitatif ion anorganik. pemisahan anion. modifikasi target molekul. b.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. FKB 120/2 SKS . Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. reaski basah. transporter). Resistensi (enzimatik. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Inhibitor biosintesis peptidoglikan.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Inhibitor biosintesis protein. c.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Aromatis. Senyawa Aromatis. Metode pemisahan. Peptida & Protein. adaptasi. Amina Alifatis. Neoplasma. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Difrensiasi jaringan.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. Mekanisme kerja. larutan ion lewat jenuh. Takson. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Desinfektan dan antiseptik: a. reaksi kering. Pengendalian mikroba. Spesies (species). dan coping. e. Filogeni. d. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. c. Injuri. Morfologi luar tumbuhan. Penggunaan.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. FKC 140/3 SKS . Perubahan fungsi sistem imun. Dasar-dasar kromatografi. FKB 122/2 SKS . Identifikasi dan dterminasi tumbuhan.

Disorder intrarenal. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Evaluasi: homogenitas. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Sifat-sifat fisik propelan. Disorder gatstrointestinal. Metode pengisian. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Disorder fungsi neurologis akut. Penyajian Data. metode perubahan partikel.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Pengamatan stabilitas secara visual. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. kebocoran wadah. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. d. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Komponen aerosol. FKB 150/2 SKS . Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Disorder pulmonal restriktif. Alterasi aliran darah. Sediaan aerosol farmasi. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Praformulasi. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Propelan dan fungsinya. Eksipien. Prinsip kerja aerosol. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Pengujian: derajat semprot. Alterasi kontrol endokrin. Interval konfidensi. Disorder bladder. Penandaan pada kemasan. pengujian tekanan. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Gagal jantung dan disaritmia. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Pengujian Hipotesis. Pernyataan konsentrasi. breaking. Shock. Pengukuran pada Sampel. Keuntungan dan kerugian. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. metode perubahan ukuran partikel. Penyakit liver. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Regresi dan Korelasi. 22 . up ward & down ward creaming. Definisi. pengamatan secara visual meliputi inversi. Contoh formulasi larutan. Gagal ginjal. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Evaluasi: metode sedimentasi ratio.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi fumgsi jantung. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Disorder fungsi neurologis kronik. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Sediaan farmasi bentuk larutan.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan.

FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Salap. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Sumber Ajaran Islam. Ibadah dan Muamalah. Pasta dan Oculenta.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Praktikal Test.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Perangkat dasar Agama Islam. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pembuatan Sediaan Cream. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Hubungan dengan Ilahi. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. FLB 112/1 SKS . Takwa. berpandangan luas. Pikiran mencari kebenaran. Pembuatan Suppositoria. reaksi nyala. B. Pembuatan Infus. UNI 101/2 SKS . Pembuatan Sediaan Pil. berfikir fisolosofis. Kromatografi.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. UNI 102/2 SKS . bersikap nasional dan dinamis. Analisis gugus fungsi. Linimenta. Pembuatan Sediaan Guttae.Agama Islam Manusia dan Agama.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disiplin Ilmu dalam Islam. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Akhlak. Identifikasi campuran. Isolasi asam sinamat dari gambir. Bobot dan Volume. UNI 10*/2 SKS . Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Pembuatan Sediaan Kapsul. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. berbudi luhur. A. Identifikasi kation. Akidah. isolasi. Pemurnian. Agama Islam. Syariah. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Identifikasi anion. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Tiga kemampuan dasar manusia. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 .

Tema-tema kapita selekta: a. b. Keluarga Katolik. Narkoba. UNI 104/2 SKS . Sila dan etika Hindu. Manusia dan Pembangunan. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Sosiologi agama Hindu. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. ilmu pengetahuan dan agama. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Perjudian. Hari-hari suci agama Hindu. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. E. UNI 105/2 SKS . Dhamma. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Manusia dan tanggung jawab. Kapita selekta. Kasih dan Pengharapan). Studi kasus pada masing-masing fakultas. C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Kerangka dasar ajaran Budha. Iman Kristen. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. c. dan lingkungan. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Alam semesta. D. b. 24 . b. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. diterima secara pribadi. Catur Marga Yoga. Agama Krsiten. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Sar darsana. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. UNI 103/2 SKS . Gereja sebagai masyarakat orang beriman. AIDS. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Meditasi. Sejarah agama Hindu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. c. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua.Bab 3: Kurikulum Nya. Manusia dan keutuhan ciptaan. Dan lain-lain. sebagai hukum Hindu. Arti keadilan.Agama Protestan Manusia: a. Weda sebagai kitab suci. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Agama: a. Motivasi baik dan buruk. Agama Budha Sumber ajaran Budha.Agama Buddha Manusia dan agama. d. Gereja. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Pandita dan Pinandita. Yadnya. Tempat suci. manusia lain. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. c. Pengertian agama.Agama Hindu Filsafat. Hakikat manusia.

Spektrofotometri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Enzim dan kinetika enzim. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. larutan dapar.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. serimetri. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Nukleotida dan asam nukleat. Glosarium Farmasi. Iodatometri. Hormon. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. indikator redoks.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Asam-basa. Titrasi reduksi-oksidasi. Akurasi dan presisi. bikromatometri. pengeringan dan pemijaran. endapan. Titrasi pengendapan. kemurnian endapan. Strategi Retrosintesis. electrode & potensial sel. Metabolisme lemak. absorbsi dan detoksifikasi. kelarutan. Analisis gravimetri. Jenis-jenis titrasi redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Metabolisme asam amino. Pemahaman metode: Permanganometri. perhitungan. garam. Reduksioksidasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Titrasi asam-basa. pemisahan endapan. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Teori kesalahan dan pengolahan data. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida).cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. kekuatan ion. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Rancangan Sintesis. Pencernaan. Metabolisme xenobiotik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Asam amino dan protein. persamaan Nernst. teknik eningkatkan presisi. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. kompleks ligan. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. hidrolisis. Metabolisme nukleotida. Iodo-iodimetri. sel galvanic.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. FKB 213/2 SKS . Bioenergika. BromatoBromometri. FKB 211/2 SKS . Metabolisme karbohidrat. Sintesis beberapa bahan obat. Lemak. 25 .

Farmasi Fisik Pendahuluan. Stabilitas. Penggunaan mikroskop. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Sterilisasi. Difusi dan Disolusi. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Rheologi. Sistem Dispersi. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Difusi.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Standar. Fenomena Antar Permukaan. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Titrasi Iodimetri. Titrasi Iodometri. Titrasi Argentometri-Volhard. Teknologi Pembuatan Tablet. Viskositas dan Rheologi.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Profesi Apoteker. FKD 250/2 SKS . Emulsifikasi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Titrasi argentometri-Mohr. Pembinan Profesi. Farmakologi sistem saraf pinggir. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Etika. FLB 221/1 SKS . Pewarnaan. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Penggolongan tablet. Identifikasi mikroba secara biokimia. Evaluasi Tablet. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Kelarutan.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Organisasi. Sifat Fisika Molekuler Obat. 26 . Titarsi Iodatometri. FLB 251/1 SKS . Kinetik. Suspensi. Kecepatan disolusi. FLB 211/1 SKS . FKC 231/2 SKS . Inkompatibilitas dn interaksi obat. Kompetensi Apoteker. FKC 233/2 SKS . Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Teknik isolasi mikroba.

Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS .Farmakognosi Pengertian. Ikatan Protein Obat. ekstrak. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Dokumentasi. CPOB.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Sterilisasi Radiasi. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. FKC 230/2 SKS .Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. FKC 240/2 SKS . Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. FKC 242/3 SKS . ekstrak dan minyak atsiri.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Sterilisasi Panas. tablet. 27 .Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Sediaan Mata. Efek korosif obat pada kulit. Kandungan kimia. Pengolahan Sediaan. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Antagonis obat. sirup. FLC 240/2SKS . Toksisitas anestetika lokal. FKC 220/2 SKS . Model Satu Kompartemen Terbuka. Pengemasan. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Farmakokinetika Nonlinear. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Dosis obat. Ekskresi Klirens. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Anestetika lokal. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. hewan dan mineral. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Sediaan Injeksi (Obat suntik). antibiotika. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Toksisitas gas/asap. dan minyak atsiri. Analisis unsure dan gugus fungsi. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Pembawa. Kinetika Absorpsi Obat. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. respon dan penentuan indek terapi. Model Dua Kompartemen Terbuka.

Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. distribusi dan eliminasi. stereokimia. glikolisis karbohidrat secara anaerob.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. enzim hidrogenase dan enzim katalase). FKC 315/2 SKS .Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. FKE 351/2 SKS . Protein (analisis asam amino. Lemak (bilangan asam. spektrofotometri infra merah. FKC 313/2 SKS . spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. spektroskopi emisi dan serapan atom. Metode cetak langsung. Analisis gugus fungsi. b. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. identifikasi lemak dan kolesterol). Metode granulasi kering. FLC 230/1 SKS . FKC 311/3 SKS . e. protein. Keseragaman sediaan. Darah (mengukur hemogelobin. ikatan hidrogen. 28 . hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. bilangan iod. kadar glukosa darah. Sintesis sabun dan deterjen. Definisi dan ruang lingkup. industri obat tradisional. kadar kolesterol darah). Sintesis parasetamol. Disolusi. absopsi. Sintesis aspirin. FLC 212/1 SKS . Urin (identifikasi berat jenis. Evaluasi Tablet: a.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Kadar zat berkhasiat. SGPT dan SGOT). Waktu hancur. c. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Kerapuhan. Kekerasan. e.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Sintesis turunan sulfa. Interpretasi data dan statistik. d. b. kromatografi cair kinerja tinggi. Sintesis turunan asam barbiturat. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Rancangan alat. kadar ureum dan glukosa urin). Metode granulasi basah.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. validasi prosedur analisis. Penentuan aktivitas enzim (amilase. industri farmasi.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. interaksi obat-reseptor. Sintesis antiseptik.

Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Sediaan Pewarna Rambut. Sediaan Pengeriting Rambut.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf.Obat Tradisional Pendahuluan. FKC 331/2 SKS . Pelembab Kulit. Salep Mata. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. antihistamin. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB)..Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Fungsi polisakarida dalam makanan. Metode isolasi pati. Fungsi protein. H. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. 29 . Sediaan Rias wajah. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Penetapan kadar. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. O. FLC 321/1 SKS . Interesterifikasi. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. FLC 331/1 SKS . Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Sediaan shampoo. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Fitofarmaka. Aspek kimia lipida. tiourea. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Denaturasi protein. N dan S yaitu sulfonamida. H dan O yaitu alkohol. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. antibiotika. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. FLC 311/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Parfum FKC 321/2 SKS . Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. dan makroskopis. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Senyawa yang mengandung unsur C. Fisikokimia asam amino dan protein.Kosmetologi Pendahuluan. fenol. Reaksi karbohidrat. karboksilat dan antibiotika. senyawa alkaloid alam. Penetpan kadar.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. H. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C.

Pemantauan resep dan pasien. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. FKC 320/3 SKS . meliputi tentang definisi penelitian. pelarutan dan absorpsi obat. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Diuretika. ilmu.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. seminar dan skripsi. FKC 330/3 SKS . Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Penapisan secara kimia. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Antipiretika. Antiinflamasi.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. FKC 340/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Proses penelitian. FLC 310/1 SKS . Tatacara penulisan proposal. FKC 350/2 SKS . Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Skrining farmakologi. Metode dan macam penelitian. II. Metode ilmiah. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Obat-obat pencahar. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Analgetika. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Psikofarmaka. Pedoman klinis. Desain percobaan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa).Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Stimulan susunan saraf pusat. Efek hipnotika dan sedativa.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Titrasi 30 . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit.

Spektroskopi emisi dan serapan atom.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Titrasi Nitrimetri. Penetapan kadar kasein. FLC 320/1 SKS . Iodimetri. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. FLC 312 1 SKS . Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.Rancangan Obat Pendahuluan.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Praktikal tes. Derajat asam susu. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Spektrofotometri.. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Percobaan khusus. FLC 314/1 SKS .Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. FPC 320 2 SKS . Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Desain Produk Obat. Bromatometri. Bilangan penyabunan. KCKT. Biossay guided/ 31 . Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Ilmu Polimer. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Langkah-langkah Merancang Obat.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. FPC 330/2 SKS .Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Analisis zat pewarna sintetik. Penentuan kadar vitamin C. dan kromatografi gas. Total asam tertitrasi. Bilangan asam.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis.

Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. khasiat. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. UNI 106/2 SKS . Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Langkah menyimpulkan analisis. Kerusakan bahan makanan.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Manajemen informasi elektronik. Keamanan pangan. Konsep Wawasan Nusantara. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Makanan Fungsional. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. FPC 342/2 SKS . Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Politik dan Strategi Nasional. Pelaksanaan analisis ekonomi.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. dan data spektrum). 32 . Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Perbaikan dan proses medikasi. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. IR.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Pengalengan makanan. FPC 340/2 SKS .Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Analisa\is spektrum UV/Vis.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Sumber-sumber informasi obat. Komite farmasi dan terapi. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Kesalahan pengobatan. Sistematika menjawab pertanyaan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Metode pengawetan makanan. jurnal. Model analisis farmakoekonomik. teknik isolasi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . sumber lain). MS dan NMR.

Struktur dasar imuno globulin. artritis rematoid. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Makna biotransformasi. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Pengertian komplemen. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. leukemia. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. penyakit hematologi (anemia. GGK. aktivasi komplemen. reaksi hipersensitivitas tipe I. Inhibisi pada transferoksigen. Jenis-jenis vaksin. Sistim Kekebalan Non Spesifik. 33 .Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Sistim Kekebalan Spesifik. Penimbunan zat asing. hepatoma). hiperlipidemia). Antigen. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. teori pembentukan imunoglobulin. GNC. limfoma maligna). Cara penggolongan toksikologi. penyakit hati (hepatitis. sirosis hati. Kerja toksik. GEA.Penyakit atopi. nilai rujukan serta interpretasi hasil. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. penyakit ginjal (GGA. Fase farmakodinamik. tipe II. hipertiroid. penyakit tropik (demam tifoid. sifat-sifat antigen. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Jenis-jenis serum. sindroma nefrotik). Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. metode pengukuran. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Serum dan Vaksin. efek biologi atas aktivasi komplemen. Klasifikasi antigen. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. Imuno-patologi. pembagian dan fungsi imunoglobulin. penyakit sendi (gout.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. osteoartritis). Komplemen. DHF). Kedudukan. Tindakan umum pada keracunan. FKC 443/2 SKS . Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Kerja teratogenik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Interaksi zat dalam toksikologi. penyakit alergi imunologi (SLE). Antibodi(Imunoglobulin). Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. tipe III dan tipe IV. Defisiensi Sistim Kekebalan. Lanjutan fase farmakokinetik. Indikasi eksposisi yang berbahaya.

konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Jenis-jenis rumput laut. B. Gizi dan sistim imun. Toksin dari ikan Pupper fish. FPC 433/2 SKS . iklan: guna. FPC 423/2 SKS . Kerusakan Produk. serta aplikasinya dalam oseanologi. Bteknologi Farmasi. In Proses Control. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal).. Topik-topik Khusus.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Metode isolasi agar. Antibiotik. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat.Farmakognosi Lanjutan A. cara dan etikanya). Radikal bebas.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Penyusunan Formula. Biosintesis Steroid. Biosintesis Alkaloid. Jenis fitoplangton. Imunoassay. 34 . Vitamin. Sistem POT Parenteral.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Sistem POT Implant. Glikosida. Minyak atsiri. Timun Laut. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). FPC 411/2 SKS . Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Isolasi karagenan.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. ISOLASI BAHAN ALAM.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. konsep pemasaran. FPC 451/2 SKS . Prinsip-prinsip POT. Pemasaran (pemasaran produk. alginat dari rumput laut. Echidermata. BIOSINTESIS. cumi-cumi). jamur bahari. Heterosiklik. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Pengemasan. Preformulasi. Cephalopoda (gurita. FPC 321/2 SKS . Biologi Farmasi. FPC 431/2 SKS . Pencemaran di Industri Farmasi. Filum Rhodophyta. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. alginat. Stereokimia Dinamis. Minyak atisiri. Farakologi Farmasi.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. bunga karang. Lakton. Mekanisme analisa pelepasan obat.

Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Cara-cara analisis yang digunakan. Toksikologi forensik. FPC 413/2 SKS . Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Peluruhan radioaktip. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. FKC 450/1 SKS . Lanjut usia.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. teknik penyediaan. Terapi parenteral. Terapi antibiotika.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. FPC 441/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . FLC 452/5 SKS . Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Pemeriksaan narkoba. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Hipertensi. Penyakit Parkinson.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Toksikologi rumah sakit. Anak-anak. Masa kehamilan dan menyusui. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. 35 . TBC. Penyimpanan radiofarmasi. Gout dan hiperurisemia. Kerdioaktipan alam dan buatan.Kimia Forensik Pendahuluan. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Studi kasus. Obstruksi kronik saluran nafas. Pengobtan berbasis bukti. FPC 415/2 SKS . Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.

sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Sehubungan dengan itu.1. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. termasuk Fakultas Farmasi USU. dengan tetap 36 . Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Tentu saja. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan.Bab 3: Kurikulum 3. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care.2. Terlepas dari hal tersebut. tepat.2.

3. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Bandung. Jakarta. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Surabaya. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Yogyakarta. 3. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Banda Aceh.3.2.2. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. 3. di samping program yang ada sekarang. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. 37 . Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. 4. Seperti yang diuraikan di atas. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Di samping itu. 2. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Artinya. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional.2.

00 WIB.2.2. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. dapat melanjutkan ke Program 38 . 3.6. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.2.Bab 3: Kurikulum 3. 3. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00-17. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.00 WIB.).00-13.4. 3. sudah termasuk uang praktikum. Di samping itu.).2.30 WIB. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). 3..000.2. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.7.5.000. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.9. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2. 40. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.8.00-11. 3. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. sore hari mulai pukul 14.Farm.Farm.

serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. aman. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS.). dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. 39 . yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. efektif. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. Kurikulum Inti. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dengan lama pendidikan selama 2 semester. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.2.Bab 3: Kurikulum 3.10. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .

Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 .

Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Imunologi (CPC 346) 3. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.

radiofarmasi. studi literatur. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. studi kasus dan diskusi. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. anggaran pendapatan dan belanja. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. dan staf.2.2. modal. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. usaha pendispensan aseptik. jaminan mutu pekerjaan farmasi. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan.11.11. keperluan farmasi pediatrik. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. farmasi pesien rawat inap. serta pengawasan inventori. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. motivasi. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.

c. pengobatan pasien.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Profesionalisme. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. d. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Sumpah/Janji. Struktur Organisasi. Tujuan. Sistem Legeslasi. Profesi Farmasis/Apoteker: a. ulasan projek. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. pendekatan telaah preskripsi. Standar Pendidikan. c. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. Standar Pelayanan. Area kompetensi. perombakan pengobatan. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Organisasi Profesi: a. b. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. c. Profesi. Etika Umum. Profesional. Karakteristik Profesi. Standar Kompetensi. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. kaunseling dan komplians drug. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Etika: a. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. b. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. serta pengenalan praktek terapeutik. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. b. membuat strategi dan desain terapi. b. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Visi dan Misi. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Standar: a. Standar Profesi. Peran. b. penyampaian informasi obat. c. b. pemantauan terapi obat. Pembinaan Profesi: a. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. pelabelan dan penjelasan auksilari. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Dalam mata kulah ini. Kode Etik. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. 44 . proses penggunaan dan dispensing obat.

8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.23/1992 tentang Kesehatan. polifarmasi dan penggunaan obat.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . Permenkes No.20/1962. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Permenkes No. sistem otot dan tulang.922/. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. Perda Kota Medan No. sistem gastrousus.22/1997. dan sistem urinari.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Kepmenkes No. PP No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. PP No. PP No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. Undang-undang No. Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Undang-undang No. Kepmenkes No. Permenkes No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Kepmenkes No.26/1965 tentang Apotik. kardiovaskular. tentang Psikotropika.5/1997. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. tentang Narkotika.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.. PP No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Kepmenkes No.

jelas. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. penjualan dan distribusi. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. studi kasus dan diskusi. 46 . Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. SDM. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. struktur sosial dan modernisasi. pemasaran. meliputi: Teori dasar manajemen. pengadaan. inventori. Konsep dasar. Pembelajaran ini meliputi ceramah. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. keuangan. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. dan diskusi. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. organisasi apotik. bidang-bidang kesehatan fisik. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. studi literatur. studi kasus. studi kelayakan apotik. manajemen pelayanan dan informasi obat. pengendalian operasi apotik. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. manajemen apotik. dan komprehensif mengenai masalah. studi literatur. fungsi-fungsi manajemen.

2. metabolisme. dan eksresi) obat. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. mengatur volume sel. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. neurologi. Penularan penyakit saluran pernafasan. homeostatis. cara pemberian dan pemantauan obat. proses diagnosis. distribusi. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. jantung dan vaskular. peritonitis. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. jaringan penghubung (jaringan konektif). gastroenterologi dan hematologi. tanda-tanda dan simptom. shock. terapeutik. malaria. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. infertilitas dan kontraseptif. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia.11. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. termasuk teori aksi obat. interaksi obat. eklamsia. transportasi aktif melewati membran plasma. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. endokrinologi dan metabolik. penyakit ginjal. endokarditis. tuberkulosis. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. paru. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. gangguan mental.2. ikatan molekul obat dengan reseptor. HIV. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 .

efek samping. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. proses dan mekanisme potensial membran. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. Struktur. GINJAL. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. kloramfenikol.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. kolinergik dan somatik. ginjal dan darah. Konsep. 48 . hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. definisi. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. hipotensi. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. struktur dan fungsi neuron. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. vankomisin. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. feokromositoma dan asma). metabolisme. digoksin. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. Karakteristik farmakokinetik klinis. siklosporin. sinaps. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. termasuk rasional pengunaannya. salisilat. ganglion.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. mania. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. patifisiologi. efek samping. dan rasional penggunaannya. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. angina pektoris. juga akan dibahas. Etiologi. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. manifestasi klinis. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. pengelolaan farmasi. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. mekanisme kerja. 49 . tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. depresi. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. studi literatur (belajar mandiri). dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. aritmia jantung dan hiperlipidemia. studi kasus dan diskusi. mekanisme kerja. gagal jantung kongestif.

interaksi zat 50 . TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. antimetabolit. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. antibiotika.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. Aspek farmakologi. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. penanganan kemoterapi. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. pengobatan dan kesehatan masyarakat. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. Penyakit seperti peptik ulser. kimia dan mekanisme kerjanya. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. etiologi. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. farmakokinetik. kerja toksik. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. antitumor. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya.

obatmakanan. GNC. 51 . nilai rujukan serta interpretasi hasil. penyakit sendi (gout. interaksi obat dengan herba/food suplement. drug displacement. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. metode pengukuran. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. penyakit tropik (demam tifoid. perubahan aliran darah renal. penyakit alergi imunologi (SLE). mekanisme interaksi. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. sirosis hati. GEA. hepatoma). indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. osteoartritis). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. obat reaksi laboratorium). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. signifikansi klinik. pasien beresiko. hiperlipidemia). penyakit hematologi (anemia. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. eliminasi obat. limfoma maligna). Perspektif interaksi obat: definisi. GGK. ekskresi obat dalam renal. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Arti penting interaksi secara klinik. Interaksi obat pada ginjal. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. absospsi. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. DHF). Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. interaksi tidak langsung.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. perubahan pH urin. disintegrasi. penyakit ginjal (GGA. interaksi obat dengan diuretika. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. distribusi. hipertiroid. perubahan mekanisme transport obat. penyakit hati (hepatitis. artritis rematoid. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. leukemia. sindroma nefrotik). signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. mengurangi interaksi obat yang merugikan. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. jenis dan mekanisme interaksi obat. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi.

Eferfescent. kabinet aliran laminar. obat tetes telinga dan hidung. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. cara menghitung mikroba. kolodion. kapsul gelatin keras. penentuan.11. sumber kontaminasi. Sediaan koloid dan emulsi. mekanik molekul. fungsi pengawet. poultis. rancangan ruang aseptik. Prinsip sterilisasi. enema.2. cara sterilisasi. nilai sesaran. pemilihan pengawet. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. cara penyediaan. lunak. linktus. enterik. formulasi. Uji pirogen: efek fisiologi. bentuk dosis. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. terbungkus. penyerapan melalui rektum. pemeriksaan. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. Sutur dan ligatur: bahan. efek obat.Bab 3: Kurikulum 3. uji USP. jeli. Formulasi dan perencanaan dosis obat. sifat fisikokimia. mekanik kuantum. kimia dan terapeutik. cara uji kebocoran. obat kumur dan cuci mulut. formulasi. cara pengujian. draught. linimen. Sediaan supositoria: dasar supositoria. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. singkatan latin. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. pasta. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Sediaan obat mata: bentuk dosis. kriteria steril. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. proses 52 . stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. pelepasan dan penyerapan obat. medium kultur. pengemasan. Uji sterilitas: pengambilan sampel. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). stabilitas. pengemasan dan pelabelan. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. konsep keterlarutan. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. antibakteria. stabilitas. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. antivirus. Teori-teori atom. obat tetes pediatrik. jenis. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. undang-undang dan perhitungan farmaseutika.3. cara sterilisasi. prinsip pengawetan. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. cara penyediaan semi-padat.

larutan buffer. yang disingkat LDA. tegangan permukaan. tekanan permukaan. pelarutan dan absorpsi obat: a. Anatomi dan 53 . Pembuluh darah yang melewati rektum. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. b. Faktor formulasi dan teknologi. b. ionisasi. pembahasan dan zat aktif permukaan. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. Teori umum pelepasan (liberation). monolapisan tak larut. c. Fenomena antar permukaan. e. sistem suspensi. Gerakan rektum dan waktu transit. dan difusi/absorpsi (absorption). c. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. pelarutan (disolution). Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. b. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. kompleksitasi. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. energi bebas. monolapisan terlarutkan. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Komponen dan karakteristik cairan rektum. emulsi. difusi. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. f. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. f. hukum-hukum gas. Anatomi dan fisiologi rektum. sudut kontak. Macam-macam mekanisme absorpsi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. c. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. keseimbangan fasa. penekanan kepada sifat reologi. jenis larutan. dampak zat larutan. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. isoterma pelekatan molekul. larutan isotonik. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. Faktor fisio-patologi. Di dalam topik reologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Macam-macam konsep membran biologis. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. ciri-ciri koligatif. b. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. d. penyebaran. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. e. gambar fasa dan koefisien pembagi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal.

bahan pembungkus. pembersih. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. penjaga. b. mata. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. d. e. b. c. Sumber bau badan. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. f. Anatomi dan fisiologi mata. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. e. Pembuluh darah yang melewati kulit. praktek 54 . Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Disain percobaan. b. pemrosesan resep secara profesional. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. c. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. c. pembersih gigi. Struktur dan fisiologi rambut. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. c. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. kuku. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. serbuk gigi. bahan pengkeriting. resep dokter. jenis dan klasifikasi minyak wangi. b. d. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Sediaan gigi: pasta gigi. e. Sediaan perawatan rambut: shampo. c. Metode uji ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. sediaan akhir. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. pencuci mulut. penggelap kulit. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Sediaan bayi. Struktur dan fisiologi kulit. praktek laboratorium yang baik. perhitungan dalam compounding. cara compounding obat yang baik. d. compounding obat non-steril dan steril. Pembuluh darah yang melewati mata. bibir. Sediaan perawatan kulit: pencuci. konditioner. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. pewarna dan hair spray. adhesif gigi palsu. d.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. pelindung matahari. Kosmetik pewarna: muka. b. pelurus. Jaminan mutu: bahan mentah.

serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Aspek penjagaan sediaan kosmetik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. pestisida. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar.4. Sistem penyampaian secara implantasi. antelmintik. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. kultur sel hewan. depot tipe esterifikasi. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. tipe sandwich. model hewan yang digunakan untuk penelitian. perlindungan terhadap lingkungan. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. Indikasi terapeutik. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. keuntungan dan kerugian. keuntungan dan kerugian. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. depot tipe adsobsi. tipe matriks. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. metode untuk meningkatkan permiasi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi.11. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria.2. dan evaluasi secra in vivo. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. depot tipe enkapasulasi. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. membran permiasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. matriks. keuntungan dan kerugiannya. disolusi reservoadran kimia. absorbsi perkutaneus. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. 55 . 3. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. Sistem penyampaian transdermal.

b. golgi bodies. pengeringan. chloroplast. Uji klinik. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. arboretum. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. endoplasmic reticulum. farmakokinetika. klasifikasi dan kepentingan klinik. penanaman. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. struktur pelekatan dan juga endospora. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. kultur. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. c. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. lysosome. Prinsip-prinsip penyakit. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. pengawasan mutu. sumber. pemiawaian. bioteknologi kultur. struktur pergerakan. ribosomes. and metabolism: a. Mitochondria and the 56 . Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. struktur sel asing. karakteristik. Energy. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. microtubules. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. nucleus. Structure and function of organelles: mitochondria. penyimpanan. pemalsuan. Prokaryote versus eukaryote. formulasi. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. Regulatori dan kebijakan herba. farmaseutik. enzyme. microfilament. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. taksonomi dan tatanama tumbuhan. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . isolasi.patogen juga diperkenalkan. farmakodinamika herba. ekstraksi. pewarnaan.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. Cellular specialization. pemanenan. herbarium. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur.

c. eritro. Radikal. SN1. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. SNi. orbital molekul. analisis kation cepat. cancer. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. and aging. amida dan terunannya. T and B lymphocytes 3. Summary of membrane functions. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. c. cell junctions. c.O. The relationship between genes and protein. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. CHON. UV. Meiosis. Lipid bi layer. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. Amino acids. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. d. dan konfigurasi sistem cis. and DNA repair.H.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. RNA: general structur. The clonal selection theory. c.5. identifikasi senyawa yang mengandung C. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. f. 57 . Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Cell culture. Cell fusion. c. DNA recombination. Chromosome and plasmid.11. R dan S. The immune system: a. trans. Cell growth. E dan Z. L. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. dan oksigen. laktam. b. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. pembentukan lakton. The gene and synthesis of protein: a. b. Mutation. Ikatan sigma dan pi. Cell replication: mitosis. dan polimersasi melibatkan radikal. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Antibody diversity. Cell growth and replication: a. e. treo. d.2. nitrogen. Microbial genetic: a. Somatic cell genetics. reaksinya. Pengenalan stereokimia. Conservation of genetic codes. reaksi penggaraman. Membrane structure and function: a. reaksi pembuangan E1 dan E2. messenger RNA. ribosomal RNA. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. replication. dan tatanama senyawa organik yang penting. Antibody structure and function. Transport of material across membrane. isomer geometrik. b. sulfonamida. Membrane composition. hidrolisis. DNA: structure. transfer RNA. d. b. b. structure and functional proteins. d. Reaksi esterifikasi asetilisasi. e.

Tatanama enzim. d. c. c. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. e. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. b. FT-IR. Hemiselulosa. Lemak susu. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. b. asam amino. Basa purina dan pirimidina. Sifat umum asam amino. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Pengaruh fisika. Marine oil. nukleosida. spektrofotometer. Fungsi protein: a. Pemanis. lipid. b. Oligosakarida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. c. AAS. b. Aspek kimia lipida: a. Hidrolisis. denaturasi. Monosakarida.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Pengaruh kimia. Oleat dan asam linoleat. Asam laurat. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. b. Amilum. d. penghibridan. b. Klasifikasi lipida: a. Denaturasi protein: a. Vegetable butter. Reaksi karbohidrat: a. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Asil gliserol. c. HPLC. Lipolisis. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. Auto oksidasi. bentuk organisasi laboratorium. b. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Sifat pengemulsi. kinetik enzim dan penghambatan enzim. protein. Kimiawi penggorengan. Sifat umum protein. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Energi denaturasi. c. GC. Polisakarida. Selulosa. Glikosakarida. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Fosfolipida. f. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). c. DNA. Komponen fungsional dari 58 . nukleotida. renaturasi. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. asam nukleid dan vitamin. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. b. Reaksi pencoklatan. Asam lemak. d. c. RNA. Fisikokimia asam amino dan protein: a. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Hidrogenasi. b. Pektin. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Interesterifikasi. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Lemak hewan. Refining. b. b. pH meter. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Sifat pembusukan. Hidrofilisitas. e.

kromatografi gas. Kerdioaktipan alam dan buatan. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. AAS. prebiotik danprebiotik. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak).6. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Pengukuran dan ekspresi efek obat. mineral. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. fitosterol. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. komponen fungsional dari makanan hewani. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Peluruhan radioaktip. Syarat sediaan radiofarmasi. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. pembuatan dan formulasi obat. klasifikasi obat dan penyakit. karotenoida. NMR. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. kromatografi cair kinerja tinggi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Diet dan arterisklerosis. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. Tatanama obat. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. susunan makanan nasional. Penyimpanan radiofarmasi 3. 59 . limonoida.2. asal usul dan dasar pencarian obat. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. sulfida. flavonoida. penemuan. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. dll. Cara-cara analisis yang digunakan. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. fitosterol di dalam margarin. farmakokinetika dan farmakodinamika. Pendahuluan: Arti komunikasi.11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati.teknikpenyediaan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. serat pangan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. pola makan dan proses penuaan.

Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Hubungan dengan Ilahi.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Agama 60 . Keluarga Katolik.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. berfikir fisolosofis. Arti keadilan. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). tesis. penalaran dalam bahasa Indonesia. A.Agama Islam Manusia dan Agama. Tiga kemampuan dasar manusia. buku ilmiah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Perangkat dasar Agama Islam. bahasa yang efisien dan efektif. Syariah. Akidah. Ibadah dan Muamalah. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Takwa. diterima secara pribadi. UNI 102/2 SKS . Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Menulis karangan ilmiah. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. bersikap nasional dan dinamis. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Menulis laporan ilmiah. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Sumber Ajaran Islam. Karangan ilmiah: Skripsi.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. karangan ilmiah popular. UNI 10*/2 SKS . Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. berpandangan luas. Pikiran mencari kebenaran. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Agama Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Motivasi baik dan buruk. B. disertasi. Akhlak. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. journal. Belajar dari contoh. tujuan menulis karya ilmiah. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. berbudi luhur. UNI 101/2 SKS .

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Dhamma. Sumber ajaran Budha. Perjudian. Manusia dan keutuhan ciptaan. dan lingkungan. AIDS. Sila dan etika Hindu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. ilmu pengetahuan dan agama. Kasih dan Pengharapan). Agama: a. Pandita dan Pinandita. Pengertian agama. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Sar darsana. UNI 105 . b. Sosiologi agama Hindu. b. c. Hari-hari suci agama Hindu. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Meditasi. c. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . C. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. UNI 104 . Alam semesta. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. c. Agama Budha. Manusia dan Pembangunan. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Yadnya. UNI 103 . Kapita selekta. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Agama Krsiten. Hakikat manusia. Iman Kristen. Narkoba. Manusia dan tanggung jawab.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. d. E. Catur Purusharta dan Catur Asrama. UNI 108 . bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Kerangka dasar ajaran Budha. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. sebagai hukum Hindu. D. Dan lain-lain. Tema-tema kapita selekta: a.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Gereja. Catur Marga Yoga. Sejarah agama Hindu. Tempat suci.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. manusia lain. Weda sebagai kitab suci. b. Glosarium Farmasi.

d. a.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. c.si Indonesia. d. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. Demokra. b. Ketahahan Nasional. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. b. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UUD 1945. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Pendidikan pendahuluan bela negara. a. b.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. c. serta prinsip dasar statistik. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Wawasan nuantara. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. c. HAM dalam bela negara. a. Pemahaman tentang bangsa. negara. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. hak dan kewajiban warganegara. e. Pengaruh HAM. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. c. termasuk hak dan kewajiban bela negara. Pengantar: a. Politik dan Strategi Nasional. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. b. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Politik dan stra tegis nasional. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. b. Hak dan kewajiban warganegara. Implementasi Wawasan Nusantara. g. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. a. Hak Azasi Manusia. f. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. 62 . Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Konsep Wawasan Nusantara.

flu Burung. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. 63 . fisiologi. Herbal medicine: the hijau. g. dan Farmakologi. e. Health food: VCO. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Teknik/metode: analisa yang baru. SAR. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. demam berdarah. d. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. farmakologi. minyak omega-6.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. buah merah. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Teknologi nano dalam farmasetika. farmasi komunitas atau industri. Farmasetika. b. f. rumah sakit. dalam bidang Kimia Farmasi. Biologi Farmasi. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. back to nature. misalnya: a. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. c.

). dan kerja praktek profesi. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. Kompetensi di Industri 4. 64 . Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS).1. silabus mata kuliah. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. yaitu: 1. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kompetenesi di Rumah Sakit 3. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. 4. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan.Farm.

informasi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . Biofarmasi. Kurikulum Inti. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Toksikologi. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. .Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Farmakokinetik. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Satabilitas Obat . . Kompetensi di Industri 4. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. aman.Formulasi Sediaan Obat . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. 02.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Cara/teknik pencampuran obat .1. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. 01. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. dan efektif. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. dan Edukasi. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. 03.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Peraturan perundangan tentang obat . Stabilitas Obat dll.

Ilmu-ilmu kefarmasian . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 01.1. Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 .Manajemen keuangan .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan . .Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Partisipasi Monitoring Obat 06. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Farmako-ekonomi 4.Ilmu komunikasi dan Psikologi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Ilmu-ilmu kefarmasian . Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Kemampuan berbahasa dengan baik . .Peraturan perundangundangan NO.2. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Ilmu-ilmu komunikasi . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.Manajemen kepegawaian .Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. Pencatatan dan Pelaporan 05. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Psikologi .

Ilmu Komunikasi .Psikologi NO. pemberian dan penyediaan obat. 09.Patofisiologi . 05.Ilmu-ilmu Kefarmasian . 04.Statistik 07.Manajemen informasi . Pusat Informasi Obat .Metodologi Penelitian . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. pemantauan efek obat. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. 06.Toksikologi Klinik .Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Ilmu-ilmu kefarmasian .Farmakoterapi .Sistem Informasi .Ilmu komunikasi . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. 10.Peraturan perundangundangan/Farmakope . antara lain: uji klinis. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . Peranan dalam penelitian 08. dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.Psikologi .Manajemen logistik . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. Pelayanan KIE (konsultasi. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu Komunikasi .Farmakokinetik Klinis .Farmako-ekonomi . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . pemilihan obat yang tepat.Farmakoterapi . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Biofarmasi .

Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. obat jadi.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Kemampuan komunikasi .Perundang-undangan . Mikrobiologi. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).1. 05. pilot plan. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Farmasi Fisika .Farmakologi/ Toksikologi . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.Farmasi Fisika .Bioteknologi .Farmakologi dan Toksikologi .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. 04. metode analisis. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Kimia Medisinal . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. khususnya melalui internet . Fisika.Formulasi Teknologi Farmasi . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. Fisikokimia.Unit proses 68 . dan kemasan.Farmakokinetik .Farmakognosi/Fitokimia . 01. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Biofarmasi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.3.

Biologi). Fisika.Pengetahuan tentang validasi .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk . Farmakokinetik.Mampu melaksanakan . Teknologi Farmasi.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Farmasi Fisika .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Statistik Promosi dan penyam. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Pengetahuan tentang bahan pengemas . Biologi) menjamin mutu produk yang . Fisika.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . (dokter.Toksikologi obat baru.Teknologi Farmasi .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. Biofarmasi. Farmasi . kefarmasian . 6 7 8 9 10 11 12 69 . .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. Ilmu Komunikasi .Farmakokinetik .Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. logi. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . farmasis.Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. dll). Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. proses yang sudah ada. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. yang baik (good laboratory Fisikokimia. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.

seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. distribusi obat untuk . Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. 01. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.Bahasa Inggris . Esensial Nasional. Bioteknologi. 03. persyaratan obat. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. Farmakokinetik. 70 .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Manajemen barang/ material . Teknologi Farmasi. Stabilitas obat.Metodologi Penelitian 4. pengadaan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dan bitkan suatu peraturan).Berbagai pengetahuan kefarmasian . Toksikologi.4.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Statistik .Manajemen .1. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Stabilitas produk . distribusi. Termasuk pengumpulan distribusi. dll. . Biofarmasi.Peraturan perudangundangan NO. dll. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). persyaratan obat. .

Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. dll). 01. 03. 09. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. 07. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . 06. pendidikan berkelanjutan. import. 08. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 07.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. 06. dll. 04. dan penjualan.2. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 05. 02. 05. izin praktek. seperti dengan WHO. kerja praktek. 4. distribusi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 10. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional.

Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. Pirai. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Infeksi: Virus hepatitis. Neoplastik: Leukimia. resep dokter. Bakteri ISPA. Sistem Syaraf: Epilepsi. Sistem Pernapasan: Asma. Sistem Darah: Anemia. Konstipasi. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Alergi pada kulit. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Lanjut usia (geriatri).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. gangguan hati. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. 03. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. 02. Diare. Thrombocitopenia. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. 04. Hiperlipidemia. CHF (Congestive Heart Failure). Breast cancer. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). 05.3. Osteoporosis. 06. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. hemodialisa. gangguan saluran cerna. gangguan ginjal. Gagal ginjal kronik. perhitungan dalam compounding. kehamilan dan menyusui. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. 01. compounding obat non-steril 72 . Studi kasus untuk obat-obat khusus. Schizoprenia. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). TBC. gangguan hepar. cara compounding obat yang baik.

fungsi-fungsi manajemen.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. EBM (Evidence Based Medicine). obat-makanan. SDM. OWA. ASMETHOD. assessment. inventori. studi kelayakan apotik. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. pemrosesan resep secara profesional. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. assessment. penjualan dan distribusi. plan) atau PAM (problem. pengendalian operasi apotik. dan strategi pengembangan. Etika komunikasi. manajemen pelayanan dan informasi obat. pemasaran. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. Studi kasus pelayanan kefarmasian. Pemahaman tentang rekam medik. obat-reaksi laboratorium). Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. fungsi dan tujuan konseling. jenis dan mekanisme interaksi obat. objective. organisasi apotik. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. Konseling: pengertian. analisis keuangan. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. 73 . desintegrasi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Sistem Informasi Obat. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. pengadaan. arti penting interaksi secara klinik. komunikasi efektif. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. keuangan. Penyusunan formularium. manajemen apotik. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. fungsi dan tujuan komunikasi. dan studi kasus compounding dan dispensing. pasien beresiko. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). monitoring) dikaitkan dengan drug related problem.

Pelayanan resep dokter. mekanisme interaksi. dan manajemen perapotekan. drug displacement. penelitian dan pengembangan. Tugas khusus (Studi kasus). Interaksi obat dengan diuretika. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. perubahan pH urin. 74 . sindrom serotonin. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). PPC (Production Planning Control). signifikansi klinis. perubahan aliran darah renal. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. pergudangan obat jadi. pengaruh adsorpsi. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. perubahan mekanisme transpor obat. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. sterilisasi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. Interaksi obat dengan herba/food supplement. produksi. laboratorium. eliminasi obat. distribusi. apotik. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. pengadaan bahan baku dan pengemas. Tugas khusus. Distribusi obat dan alat kesehatan. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). pengawasan mutu. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. interaksi tidak langsung. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. Produksi obat jadi. flora. signifikansi klinis. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. dan motilitas terhadap obat.

perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. LCD projector. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Farmasi Fisik 3.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. white board. yaitu: NO. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Biokimia 1. Kimia Organik 1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.2. laptop dan sound system. Kimia Farmasi Kualitatif 3.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2.1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 .

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . PT Indofarma Tbk. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Kimia Farma Apotek.4. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.6. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Bandung 79 . Yakarta 12. Bandung 13. Medan 6. 5. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Yakarta 10. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. PT Kimia Farma Apotek. Di samping itu. Yakarta 14. yaitu: 1. Industri Farmasi PT Kimia Farma.7. Perum BIOFARMA.5. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Bandung 11. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. PT Aventis Pharma Industry. 5. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Pengakuan Badan Profesi Terkait . Bandung 7.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3.

Yakarta PT Bayer Indonesia. Di samping itu. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 26. 25. Hospital UKM. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Jabatan Perkhidmatan Awam. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Yakarta PT Ethica Indonesia. 19. 23. Hospital Besar Pulau Penang. 21. 20. 24. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Padalarang. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 29. 22. Pirngadi. 27. 28. 18.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 80 . 17. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. PT Combiphar Farma. Medan Rumah Sakit Umum dr. 16.

D. Tabel 6. Effendy De Lux.. Dr. Ph. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Prof. 6. Apt. Dr. Australia 2002. 3. Malaysia 1990. Sumadio Hadisahputra.. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. 4. Prof. Tahun di 1990. Nama Prof. SU. Dr.App. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. 6. Apt Ph. 2. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. PPSF-USM. UNSW. PPSF-USM. Siti Morin Sinaga. Hakim Bangun. Wniv. Dr. Apt. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Prof. Malaysia 1994.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang.Sc. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. M.1.Putra.rer.nat. Apt. Urip Harahap. Jansen Silalahi. Dr. Malaysia 1991.bb Prof. Apt. Dr. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). UTM-Johor.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.1.Sc. 5.. Tokushima Univ.D. Prof. M. dan Tahun Pengukuhan No 1. b. Japan 1991. Apt.

Julia Reveny.M. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. 10. Apt. Prof.. M. Apt. SU..Si. M. M. Drs. 15.. Apt.Edy Suwarso.Apt.Surjanto.PS.Apt. Salim Usman. Apt. Siti Morin Sinaga.. Apt. Prof.Sc 16.Apt.M.App.Bab 6: Dosen Tabel 6.Malaysia Thailand UGM Un.Si 21.Si. Apt. Apt... 2. Dra. 12.Sc. Dra..Wiryanto. 4.Apt. 3.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. Nama Prof.Nazliniwaty. Dra. 13. M.. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– ... Prof. Dra. 19.Malaysia USU .Saodah. MS. Drs.Sc. Dr. Drs.T Simanjuntak. Karsono.Sc. Sinaga. 5. 1. M.Pandapotan Nasution.2.Apt.Dr. Apt. M.rer.Sumadio Hadisahputra.Apt. M. Drs..Sc.. M. Apt.Si.H.Effendy D. Nama Dosen. 14. M. Prof. Dr.. Dr. Johor AIT– 2002 .Dr.Apt.Dr. M. 8. Dr. SU. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM.. Bidang Ilmu.Jansen Silalahi. M. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Sc.Fat Aminah. 9. Apt.Dr. 7. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. MS. dan Kualifikasi Pendidikan No.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ.Putra. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Apt.Djendakita Purba. Kasmirul Ramlan 17.Azizah Nasution.. Apt.Dr.nat.Apt. M.Hakim Bangun.Urip Harahap. 18. 11. M. 6. Dr.Si. Apt.Ginda Haro.Apt Dr. Juanita Tanuwijaya. Dra. 20. Dra.Sc. Prof.

Immanuel S. Farmasi Drs. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Apt. Kimia 36. Farmasi Kimia 44.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .. Farmasi Drs. Apt. Apt..Apt.Apt. Kimia 45.. Hayati Lubis.Anayanti Arianto. M. MS. M. Poppy Anjelisa Z.Muchlisyam. Dra. S.Apt.Si.Si Kimia 42.Si. M.Si.David Sinurat.Apt. Farmasi Drs. Apt.S. Apt.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . M.Sudarmi. Farmasi Drs. M. S. Kimia 43.Lely Sari Lubis.Sc...Si. SU.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Hasibuan.. Drs. Apt. Dra. 30. S.Si. Farmasi Dra. Kimia 34.Fathur Rahman H. M. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.Masfria. Kimia 35.. M. M.. Farmasi Dra. 25.Phill. Apt. Dra. M. 28. 23. Farmasi Drs.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Kimia 33. MS. 26. M... Farmasi Kimia 37. Drs.Si.Apt. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Apt. Farmasi Drs.Agusmal Dalimunthe.. Kimia 41.. M.Salbiah. M. Dra. Aminah Dalimunthe. Kimia 40. Farmasi Drs..Si. Apt.Si. 31.Saleha Salbi. Apt..Si.Apt. M.Nahitma Ginting.Si..Maralaut Batubara. Kimia 38..Apt.Ismail.Apt. Marianne. Meliala. Nama Dra. Drs.Masria L Tambunan. Apt.Si. Farmasi Drs. 24. Nurmadjuzita. Apt..Si... M.Syahrial Yoenoes.. MS. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. Farmasi Drs.Si Kimia 39.Apt.Chairul Azhar D. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.Si.Syafruddin. Apt. Apt.

. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Apt.. Drs. Apt.. Dra.. Apt.. Bahasa Indonesia.Marline Nainggolan..2. Farmasi Nama 53.Apt. Ilmu Sosial Dasar. 57. Drs.Rasmadin Muchtar.Si. Biologi 50. MS Apt. Zainuddin. Farmasi Kimia 47. M.Herawati Ginting.Apt.Si.Rosidah.Tuty Roida Pardede. Kimia Klinis). 62..Si. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. M.Suwarti Aris.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. M. MS. Farmasi Kimia 48. Dra. Farmasi Dra. M..Apt. Ilmu Budaya Dasar.Si. M. 56. MS. Drs. M.Panal Sitorus. Awaluddin Saragih. Siti Aman.Apt. Farmasi Biologi 49. Dra. 60.Aswita Hafni Lubis... Apt. 84 .Erly Sitompul. Hari Ronaldo Tanjung. Apt. M.Apt. Farmasi Dra. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Drs.. Biologi 52. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Patofisiologi. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. Drs. Pendidikan Kewarganegaraan.Apt.Siti Nurbaya.. Kimia 46. 55. Apt. S.Si..Apt.Apt. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.Saiful Bahri 61. Dra.Sc. 54. MS. Farmasi Dra.Ubaidillah M.Si. Dra. 58.Suryadi Ahmad. Biologi 51. Dra. Apt.Misra Gafar.Apt. MS.Si. MS. MS.

M.3..M. dr. Yetty Machrina dr.Th. M. MA Drs. Sp. Yudi Herlambang dr. dr. Dedy Ardinata. Hj. Adi Kusuman Aman. M. Zakiah.PK(K). pimpinan apotek PT Kimia Farma. Prof. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. B. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia.3. Sp.Pd. Risnawati Sinulingga. Ph. Marjuni Rangkuti. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. industri farmasi.PK(K). dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. Sembiring Dr. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Nuraiza Meutia dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Tommy Tantawi. Dra. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Eka Roina Megawati dr. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.D. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Azhar dr. MA. 85 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. MA.Kes. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Drs. dr. Iman Sukiman. Rosmiani. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Maya Safira dr. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. Dra. M.. Drs.

Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .1. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris departemen departemen. dan anggota II. dan ketua departemen B.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. sekretaris jenderal. Pengurus Departemen Ketua departemen. PERANGKAT ORGANISASI A. Presidium Terdiri dari gubernur.

3. 4. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. 4. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mendapat mandat dari gubernur b. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. surat keterangan. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Menandatangani surat mandat. D. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Departemen Keuangan & Perlengkapan a.

Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. sportivitas. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Departemen Seni & Olahraga a. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. kekeluargaan. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e.

Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. F. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. f. Fadli : Yade Metri P. III.

MUSTATIAH Pembinaan Anggota . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.NANDA SARI .LISA HELMITA .AZMI ERVITA .RIKHA ANDRISSHA PTKP . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.SUCI RAHMALIA .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.NOVY HANDAYENNY .2.SRI WAHYUNI .ARISMA RINI Agama Islam .FITRIANA .JOHN NEW COMBI .FATIMAH SYAM .VERA NOVITAWATI .PARHAN Agama Kristen .YULIA SARI .SRI IRMAWATI .AGREFINA .DINANTY DINI .PEBRIANA MEGA SARI .FADHILAH ANWAR .ANITA KARLINA Kekaryaan .SRI KURNIASIH .YUSTINA SAMOSIR .ELVRIDA SIALAGAN .HAFNIZAR W DAULAY .DINA ANDRIANI .AGNES SITORUS .KARMILA .EVA SURIANTI .MUHARNI SAPUTRI .MIMI MAULIDINA .NURSAIDAH .JUNI MARTOGI 91 .RETNO FARDHANI . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful