i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

sarana pendukung. Drs...KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. kurikulum. SU. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Medan. Syahrial Yoenoes. kami mengucapkan tarima kasih. iii . telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Apt. Apt. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Prof.nat Effendy De Lux Putra. tujuan program studi. dan organisasi kemahasiswaan. atas limpahan dan ramat-Nya. 30 Mei 2008 Editor. visi & misi. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini.rer. Dr. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. SU. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. dosen.

NIP. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Kepada editor Buku Panduan ini. 131283716 iv .KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Medan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Sumadio Hadisahputra. Apt. Mei 2008 Dekan. Prof. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Dr. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi.

SU. Dr. Effendy De Lux Putra. Pembantu Dekan I Prof.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Apt. Apt. nat. v . Sumadio Hadisahputra. Dr.. rer.

. M.Pembantu Dekan II Dr. Apt.Si.. Julia Reveny. vi . Pembantu Dekan III Drs.Si. Apt. M. Surjanto.

...........2.......... 1 1.......iii Kata Sambutan Dekan ......2......4............ 38 3.. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas.. Misi.............. 2 1.....................................2........ Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .............. Kurikulum...... 7 2.................................................... 1 1.......... 38 3..................2.............. Informasi Umum ........... Tabel Kurikulum ..............9..8...................3......2................3.....2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas..3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) .....vii Bab 1..... 36 3...........1..... 43 3............ 37 3..... 2 1.............................................. Sejarah Jurusan Farmasi ............. Visi..............11...4................ 9 3........................... iv Daftar Isi ................. 38 3................2......... 10 3...................2......2............ 40 3........ Jam Belajar .... 43 3.................... Bahasa Pengantar ....11...........11.............. 38 3.......... Misi.... Sejarah Fakultas Farmasi........2. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 .............. dan Tujuan Program Studi .....2......... 52 3.......... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) . 47 3................1. Sejarah FMIPA USU ........... 18 3.......1.................................... 36 3...........6............................5.............. 37 3....................1....................................2..........................1..3...2.......1........ Gelar .............2........................................ Dasar Pemikiran ....................1.. Sejarah Universitas Sumatera Utara ..... 38 3...............................................1..1.......... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas .......... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas .....................1.................... Sumber Mahasiswa ................2...... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ...... Visi......DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ........1............................ Kurikulum dan Silabus ................ Bidang Farmakologi .......................2............... 1 1............................... 38 3......2.................. 9 3....2.............. Bidang Farmasetika . 7 2.................... Bidang Biologi Farmasi .............. Tujuan ..............10.........................2.......... 8 Bab 3...................1................ 3 Bab 2................... Daya Tampung . 9 3.4..............11.... Sejarah ........2..2...11.......................1........... Penjelasan Kurikulum ...1............................... 55 vii ...........7..........

................ Dosen..... Perpustakaan ..1...........1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ...................................2.......11.... 68 4.......................... 64 4...1........ 85 Bab 7........................................1.. 79 5............................................ Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ..... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ......................................... 91 viii ........... Dosen Tetap .....3...................5................. Penguji Luar ...................... Asrama ................ Sarana Pendukung .4..11... 75 5....................................................... 59 Bab 4................................................................3........... 66 4....2........... Organisasi Kemahasiswaan ....... 72 Bab 5............ Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ....... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .............1............5................................................................1...3..... 86 7.......................... 57 3.. Laboratorium ..2....... 64 4.............................. 75 5.................................. 78 5............................2............................. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ................................. 75 5..............................................3........ 86 7.3...............6............................................ Program Pendidikan Profesi Apoteker ............ 84 6........... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) .. Hubungan dengan Institusi Lain ......1............ 70 4...............7............................... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ....... Perkuliahan ............................2....... 65 4...1................... 81 6. 79 5. Jurnal Ilmiah ... Non-Bidang ... 79 5...... 79 Bab 6.............1....... Pengakuan Badan Profesi Terkait .2.... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ..4...2...... 81 6....................................................... Bidang Kimia ..... Dosen Tidak Tetap .........6............ 71 4.................

USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran.141 m2. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Sejarah 1. Selain mengasuh program S-1. 1. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133.1. Fakultas Farmasi. Fakultas Kedokteran Gigi. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Fakultas Teknik. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Fakultas Hukum. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.1. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Pertanian. Fakultas Ekonomi. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. dan Fakultas Pertanian (1956). Fakultas Sastra.1.

Sc. seorang 2 . Soekemi. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Barus. 1. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. A. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus.A.1. Apt. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.T. M. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Barulah pada awal tahun 1965. Soekarno.. Fisika dan Kimia. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA).. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof.3. Nazir Alwi. 1. maka kepanitiaan terhenti. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.1.A.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Dr. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.2. R. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. G.

Mudjitahid. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Apt. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Chairuddin P. Seiring dengan itu pula.4. MPS. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Pada perkembangan selanjutnya. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. (Alm) dan Bapak Drs. tanggal 11 November 2003.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001.. Proposal selesai pada bulan Desember 2000.. atas masukan Rektor USU (Prof. M. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. 56/2003. Sp. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. 56/2003. M. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. Lubis. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. Chairuddin Nasution. Pandapotan Nasution.1. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.. Apt.. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. DTM&H. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. tanggal 11 November 2003.A(K). Untuk itu. Apt. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. 1. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB.

dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. dan surat Rektor USU No. yang diteruskan kepada Rektor USU. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. tanggal 17 Juni 2005. Pada tanggal 4 Juli 2005. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Untuk itu. menyetujui perubahan ini. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Pada tanggal 27 Oktober 2005. tanggal 8 Januari 2005. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. 2395/J05/TU/2001. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Pada tanggal 6 Maret 2006. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. tanggal 25 Januari 2006. tanggal 2 Mei 2006. 822/J05/SK/KP/2005. Pada 8 April 2006. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Pada tanggal 31 Mei 2006. Pada hari Rabu. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. dan dibahas di Komisi Akademik. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. setelah menelaah proposal tersebut. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen.

). tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. dekanat. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. terhitung mulai hari Selasa. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. Untuk proses persiapan selanjutnya. Selanjutnya. pada tanggal 28 September 2006. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Selanjutnya. Pada tanggal 14 Desember 2006. rektor. Dr. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. 5 . Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Eddy Marlianto. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. Menanggapi surat Dirjen Dikti. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. tanggal 8 Agustus 2006.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. M. Untuk selanjutnya.Sc. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. pada tanggal 27 Juli 2006.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Sumadio Hadisahputra. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. kisi-kisi materi kuliah.1. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS.31%). Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. kurikulum inti. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.1. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. 9 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3.1. dan praktikum. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS).69%) dan Kurikulum Institusional (49.

1. 06. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO.1. 12. 10. 08. 3. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 11. 07.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. b. 09. Tabel 3. 05. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.2. 03. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Kuliah. Tugas Akhir. c. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 04. 01. Praktikum. 02.

Katolik. 03.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 10. Budha. 01. 09. 5. 11. Islam. 09. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 4. 06. 10. 04. 05. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 2. 05. 08. 02. 08. 11. 06. Protestan. 01. 03. 04. 07. 12. 3. 02. 07.

Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 03. 04. 11. 10. 06. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 07. 04. 01. 08. 05. 08. 11. 09. 05. 07. 10. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 09. 02. 01. 03. 06. 02.

KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 09. 02. 07. 05. 08.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 01. 04. 03. 06. 07. 03. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 02. 01. 04. 01. 08. 02. 06.

FPC 320 04. FPC 431 07. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 415 06. FPC 451 08. FPC 421 09. FPC 310 02. FPC 423 10. FPC 322 NO. FPC 342 NO. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 312 02. FPC 413 05. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 340 03. FPC 330 03. 11. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 433 08. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 441 07.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 411 06.

4. 7. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 10. 12. 8. 2. 9. 11. 7. 1. 8. 2. 9. 6. 11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 10. 3. 3. 6. 5. 5. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 4.

8. 1. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 11. 10. 5.Budha. 11.Protestan. 2. 9. 4. 2. 5.Katolik. 10. 6. 3.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 3. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 4. 6. 4.Islam. 3. 3. 7. KODE 1. 4. 2. 7. 2. 9. 5. 8. 1.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO.

KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 7. 6. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 10. 5. 6. 3. 2. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 3. 9. CKC 351 4. 8. 9. 4. 11. 3. 7. 2. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 1. 4. 4. CKB347 2. 8. 10. 1. KODE 1. 11. 1. 2. CKC331 3.

hukum-hukum gas. Spektroskopi-fluorometri. gas nyata. 5. 2. 9. 3. 2. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Kinetika kimiai.3. Larutan.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Termodinamika. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Eletrokimia. Orbital Elektron. kondensasi gas dan keadaan kritis. Teori Asam-Basa.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. 6. 7. Pengantar Kimia Kuantum. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 5. Larutan. Teori Resonansi. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Ikatan Kimia.1. 3. 4.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. 4. Konfigurasi Elektron. Kesetimbangan kimia. Teori Hibridisasi. FKB 113/2 SKS . Bilangan Kuantum. 18 . teori kinetik gas. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . 8.

asam-basa. Asam nukLeat dan protein. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Alkil Halida. FKB 151/2 SKS . sistem kardiovaskular. Sediaan Cair. Hasil kali kelarutan. FLB 111/1 SKS . Sediaan Semi Solida. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Alkohol. Retail farmasi. Tiol. Busines pharmacy. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. sistem endokrin. FKB 141/3 SKS .Kimia Organik I Pengantar.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. istilah anatomi dan fisiologi. Profesi kesehatan lainnya. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Alkena dan Alkuna. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Service profesioanl. Pharmaceutical researc.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. sistem saraf dan pancaindra. sistem respiratori. Hospital pharmacy. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Fisiologi Tumbuhan. Pharmaceutical industry. Alkana.Pendidikan Kefarmasian.. Histologi. Pengantar Stereokimia. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Resep. Beberapa Konsep Dasar. 19 . sistem limfatik dan imunitas. Profesi farmasi. Reaksi redoks. sistem lokomotorius.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Sistem transport pada prokariot dan eukariot.elektrolit. Produk Galenika. Saponifikasi asam lemak. Reaksi-reaksi kimia. Sediaan Padat. Epoksida dan Sulfida. FKB 131/2 SKS . Kinetika kimia. Eter. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. sistem pencernaan. Perlengkapan. Uji molekul hayati. FKB 121/2 SKS . Struktur dan fungsi. Organologi. Mekanisme Reaksi Organik. Kesetimbangan kimia.Farmasetika Dasar Pendahuluan.

Konduktometri. penentuan bunyi pernafasan. karangan ilmiah popular. penentuan parameter darah. Penetapan Koefisien distribusi. Arti komunikasi. batang.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . rambut. Akar. efek kolinergik dan adrenergik. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Krakteristika urin. Penentuan siklus estrus dan proestrus. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. disertasi. bunga. refleks. Pencernaan di mulut. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. kontraksi isometrik. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Spektrofotmetri infra merah. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Potensiometri. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. warna kulit. bahasa yang efisien dan efektif. Hasil kali kelarutan. journal.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Macam-macam jaringan. Belajar dari contoh. Spektrofotmetri UV-Visible. B. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. stoma.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Transpor melalui xylem & phloem. Skripsi. penalaran dalam bahasa Indonesia.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Menulis laporan ilmiah. FLB 113/1 SKS . Fungsi otak. buah dan biji. triple respon. fungsi saraf kranial. Bangun paragraph bahasa Indonesia. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Coulometri UNI 107/2 SKS . Karangan ilmiah. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. lambung dan pankreatik. rhizoma. kontraksi otot skelet. tesis. kontraksi otot jantung. pengukuran tekanan darah. Menulis karangan ilmiah. Uji tonisitas larutan. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. hiperemia. 20 . daya membedakan. Anatomi organ tumbuhan dikotil. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. daun. buku ilmiah. Efek insulin pada ikan. Penetapan rotasi optik.Bahasa Indonesia Pendahuluan. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. FLB 141/1 SKS . after image. Distribusi reseptor. tujuan menulis karya ilmiah.

Aromatis. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Mekanisme patogenesis. Penentuan kekuatan (potensi. Penggunaan. Idenrifikasi unsur. Resistensi (enzimatik. aging.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. dan coping. b. Polisiklis dan Heterosiklis. transporter). Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. Filogeni. c. Skema pemisahan kation. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Membrane sebagai target. Simetri Orbital & HOMO LUMO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Senyawa Aromatis. Morfologi luar tumbuhan. Analisis kualitatif ion anorganik.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Neoplasma. Desinfektan dan antiseptik: a. Proses infeksi. oksidasi-reduksi. reaski basah. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Mekanisme kerja. FKC 140/3 SKS . 21 . pemisahan anion. Produk mikrobilogi dalam farmasi. koefisien fenol). Metode pemisahan. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. b. larutan ion lewat jenuh. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. FKB 122/2 SKS . Perubahan fungsi sistem imun. kelarutan. reaksi identifikasi kation/anion. Peptida & Protein. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. FKB 112/2 SKS . Difrensiasi jaringan. d. dan kematian sel. Struktur dan fungsi virus. Takson. Karbohidrat. endapan. Spesies (species). Tatanama tumbuhan. c. reaksi kering. e. Disorder malignan sel-sel darah putih.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. modifikasi target molekul. FKB 120/2 SKS . Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Injuri. Dasar-dasar kromatografi. adaptasi. Inhibitor biosintesis protein. Inhibitor biosintesis nukleotida. Amina Alifatis.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Lipida. Asam Amino. Pengendalian mikroba.

Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Sediaan aerosol farmasi.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Praformulasi. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. d. Komponen aerosol. Alterasi aliran darah. Pernyataan konsentrasi. Alterasi fumgsi jantung. Metode pengisian. Shock.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Regresi dan Korelasi. Disorder fungsi neurologis akut. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. metode perubahan ukuran partikel. Gagal jantung dan disaritmia. up ward & down ward creaming. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Keuntungan dan kerugian. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Contoh formulasi larutan. Sifat-sifat fisik propelan. Pengukuran pada Sampel. Alterasi kontrol endokrin. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. pengamatan secara visual meliputi inversi. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Penandaan pada kemasan. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. pengujian tekanan. breaking. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Pelarutan untuk sediaan farmasi. metode perubahan partikel. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. 22 . Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Disorder bladder. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pengamatan stabilitas secara visual. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Disorder intrarenal. Penyajian Data. Pengujian: derajat semprot. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Pengujian Hipotesis. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. FKB 150/2 SKS . Disorder gatstrointestinal. Prinsip kerja aerosol. Disorder pulmonal restriktif. Evaluasi: homogenitas. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Penyakit liver. Interval konfidensi. Definisi. Propelan dan fungsinya. kebocoran wadah. Disorder fungsi neurologis kronik. Gagal ginjal. Eksipien. Sediaan farmasi bentuk larutan. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Statistik Parametrik dan non-Parametrik.

Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Syariah. Takwa. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Agama Islam. UNI 102/2 SKS . Ibadah dan Muamalah.Agama Islam Manusia dan Agama. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Linimenta. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Analisis gugus fungsi. Sumber Ajaran Islam. Identifikasi anion. Bobot dan Volume. reaksi nyala. berbudi luhur. isolasi. Pembuatan Sediaan Pil. Identifikasi campuran. bersikap nasional dan dinamis. A. Praktikal Test. Kromatografi.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Pembuatan Salap.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS .Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Akhlak. Pasta dan Oculenta. Pemurnian. berfikir fisolosofis. berpandangan luas. UNI 10*/2 SKS . FLB 112/1 SKS . Pembuatan Infus. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam. Isolasi asam sinamat dari gambir. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Identifikasi kation. Pembuatan Sediaan Cream. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Pikiran mencari kebenaran. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. UNI 101/2 SKS . Pembuatan Suppositoria. Pembuatan Sediaan Guttae. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Sediaan Kapsul. Tiga kemampuan dasar manusia. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Hubungan dengan Ilahi.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akidah. Perangkat dasar Agama Islam. B. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.

Sar darsana. c. 24 .Agama Hindu Filsafat. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Pandita dan Pinandita. UNI 104/2 SKS . Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. UNI 103/2 SKS . Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. C. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Catur Marga Yoga. Hari-hari suci agama Hindu. b. b. Arti keadilan. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. dan lingkungan. Yadnya. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Keluarga Katolik. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu.Bab 3: Kurikulum Nya. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. d. Perjudian. Sila dan etika Hindu.Agama Protestan Manusia: a. Sejarah agama Hindu. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Meditasi. Iman Kristen. Alam semesta. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. c. Dan lain-lain. Agama: a. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. sebagai hukum Hindu. Agama Budha Sumber ajaran Budha. diterima secara pribadi. Narkoba. Gereja. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. E. Motivasi baik dan buruk. Manusia dan tanggung jawab. ilmu pengetahuan dan agama. Catur Purusharta dan Catur Asrama. D. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Dhamma. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Weda sebagai kitab suci. Sosiologi agama Hindu. Manusia dan keutuhan ciptaan. c. UNI 105/2 SKS . Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya.Agama Buddha Manusia dan agama. b. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Hakikat manusia. Agama Krsiten. Pengertian agama. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Kerangka dasar ajaran Budha. Kapita selekta. manusia lain. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Manusia dan Pembangunan. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Kasih dan Pengharapan). Tema-tema kapita selekta: a. Tempat suci. AIDS.

hidrolisis. Bioenergika. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. perhitungan. Spektrofotometri. Nukleotida dan asam nukleat. pengeringan dan pemijaran. Hormon. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Sintesis beberapa bahan obat. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. FKB 213/2 SKS . persamaan Nernst. serimetri. kesalahan sistematik dan kesalahan random. BromatoBromometri. garam. endapan. Lemak. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Analisis gravimetri. Akurasi dan presisi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Asam-basa. Titrasi pengendapan. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. 25 . indikator redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. kompleks ligan. Glosarium Farmasi. Iodo-iodimetri. larutan dapar. Reduksioksidasi. Enzim dan kinetika enzim. Pemahaman metode: Permanganometri. Pencernaan. teknik eningkatkan presisi. kelarutan. kekuatan ion.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. kemurnian endapan. Titrasi reduksi-oksidasi. electrode & potensial sel. Metabolisme karbohidrat. sel galvanic. Metabolisme asam amino. FKB 211/2 SKS . Asam amino dan protein.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. bikromatometri. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Iodatometri. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Rancangan Sintesis. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Metabolisme lemak. Titrasi asam-basa. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Metabolisme xenobiotik. Metabolisme nukleotida.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Teori kesalahan dan pengolahan data. pemisahan endapan. Jenis-jenis titrasi redoks. Strategi Retrosintesis. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. absorbsi dan detoksifikasi.

Sterilisasi. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Pembinan Profesi. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Identifikasi mikroba secara biokimia. Titrasi Iodimetri. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. FLB 221/1 SKS . Kinetik. Standar. Kecepatan disolusi. Evaluasi Tablet. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. FKC 233/2 SKS . Profesi Apoteker. Viskositas dan Rheologi. Emulsifikasi. Etika. Titrasi Argentometri-Volhard. Titrasi argentometri-Mohr. Penggolongan tablet.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Penggunaan mikroskop. Kelarutan. Sifat Fisika Molekuler Obat.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan.Farmasi Fisik Pendahuluan. Farmakologi sistem saraf pinggir.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Suspensi. Teknik isolasi mikroba. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Rheologi. FKC 231/2 SKS .Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. FLB 211/1 SKS . Pewarnaan. Difusi dan Disolusi. Difusi. 26 . Inkompatibilitas dn interaksi obat. Kompetensi Apoteker. Titrasi asam lemah dengan basa kuat.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . FLB 251/1 SKS . FKD 250/2 SKS . Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Sistem Dispersi. Teknologi Pembuatan Tablet. Stabilitas. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Organisasi. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Titarsi Iodatometri. Fenomena Antar Permukaan. Titrasi Iodometri. Titrasi kompleksometri-metode langsung.

Analisis unsure dan gugus fungsi. tablet.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Ekskresi Klirens. sirup. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . 27 . Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Kandungan kimia. respon dan penentuan indek terapi. FLC 240/2SKS . ekstrak. ekstrak dan minyak atsiri. Model Satu Kompartemen Terbuka.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Model Dua Kompartemen Terbuka. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. dan minyak atsiri. Toksisitas gas/asap. Ikatan Protein Obat. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Sterilisasi Penyaring Bakteri. FKC 230/2 SKS . Sterilisasi Radiasi. FKC 240/2 SKS . Sterilisasi Gas dan Desinfektan.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Pembawa. Pengemasan. Anestetika lokal. Pengolahan Sediaan. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Kinetika Absorpsi Obat. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. FKC 242/3 SKS . Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Sediaan Mata. hewan dan mineral. antibiotika. FKC 220/2 SKS . Toksisitas anestetika lokal. Efek korosif obat pada kulit. Sterilisasi Panas. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Antagonis obat. Dosis obat.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan.Farmakognosi Pengertian.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Dokumentasi. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. CPOB. Farmakokinetika Nonlinear. Zat Tambahan dalam Obat suntik.

spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. validasi prosedur analisis. Kekerasan. c.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. industri farmasi. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. spektroskopi emisi dan serapan atom. e. Metode granulasi basah. SGPT dan SGOT). protein. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. Kerapuhan. Evaluasi Tablet: a. industri obat tradisional. b. Sintesis parasetamol. ikatan hidrogen.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. FKC 315/2 SKS . Disolusi. b. Rancangan alat. FLC 230/1 SKS . kadar ureum dan glukosa urin). Sintesis turunan asam barbiturat. Interpretasi data dan statistik. identifikasi lemak dan kolesterol). FKC 311/3 SKS .Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Lemak (bilangan asam. Kadar zat berkhasiat. Darah (mengukur hemogelobin.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Sintesis turunan sulfa. FKE 351/2 SKS . spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. interaksi obat-reseptor. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. Waktu hancur. Metode granulasi kering. Analisis gugus fungsi. Definisi dan ruang lingkup. FKC 313/2 SKS . hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. stereokimia. absopsi.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. glikolisis karbohidrat secara anaerob. e. Protein (analisis asam amino. kadar glukosa darah. Keseragaman sediaan. Penentuan aktivitas enzim (amilase. bilangan iod. d. distribusi dan eliminasi. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. kromatografi cair kinerja tinggi. FLC 212/1 SKS . kadar kolesterol darah). Metode cetak langsung.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS .Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. spektrofotometri infra merah. 28 . Sintesis antiseptik. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Urin (identifikasi berat jenis. Sintesis sabun dan deterjen. enzim hidrogenase dan enzim katalase). Sintesis aspirin.

FKC 331/2 SKS . FLC 321/1 SKS . Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. karboksilat dan antibiotika. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. tiourea. Sediaan Rias wajah. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas).Kosmetologi Pendahuluan.Obat Tradisional Pendahuluan. Senyawa yang mengandung unsur C. Kimia lemak dan pengolahan minyak.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Interesterifikasi. Sediaan Pewarna Rambut. H. H dan O yaitu alkohol. Sediaan Pengeriting Rambut. FLC 311/2 SKS . dan makroskopis. fenol. Salep Mata. Fitofarmaka. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Pelembab Kulit. Denaturasi protein.. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Fisikokimia asam amino dan protein. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Aspek kimia lipida. N dan S yaitu sulfonamida.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Metode isolasi pati. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. antihistamin. Penetapan kadar. Sediaan shampoo. Fungsi protein. Fungsi polisakarida dalam makanan. Parfum FKC 321/2 SKS . Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB).Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. antibiotika. FLC 331/1 SKS . Reaksi karbohidrat. Penetpan kadar. H. senyawa alkaloid alam. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. 29 . O.

Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). II.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Skrining farmakologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Stimulan susunan saraf pusat. FKC 330/3 SKS . Analgetika. Diuretika.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Proses penelitian.Metodologi Penelitian Pendahuluan. ilmu. Tatacara penulisan proposal. seminar dan skripsi. Efek hipnotika dan sedativa. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Psikofarmaka. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Pemantauan resep dan pasien. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. FLC 310/1 SKS . Antiinflamasi. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. pelarutan dan absorpsi obat. Antipiretika. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Penapisan secara kimia. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. FKC 350/2 SKS . FKC 340/2 SKS . meliputi tentang definisi penelitian. Titrasi 30 . Pedoman klinis. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. FKC 320/3 SKS . Obat-obat pencahar. Desain percobaan. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Metode ilmiah. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Metode dan macam penelitian. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan.

Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. FPC 330/2 SKS . Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Kelarutan dan Aktivitas Biologi..Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Desain Produk Obat. Ilmu Polimer. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Metode Optimisi Senyawa Penuntun.Rancangan Obat Pendahuluan. Praktikal tes.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . FLC 320/1 SKS . Titrasi Nitrimetri.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Total asam tertitrasi. Derajat asam susu. Penentuan kadar vitamin C. KCKT. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Stereokimia dan Aktivitas Biologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Spektrofotometri. Langkah-langkah Merancang Obat.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Percobaan khusus. Penetapan kadar kasein.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Bilangan asam.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Analisis zat pewarna sintetik. Bilangan penyabunan. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Biossay guided/ 31 . FPC 320 2 SKS . Bromatometri. dan kromatografi gas. Iodimetri. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. FLC 312 1 SKS . FLC 314/1 SKS .

Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. sumber lain). jurnal.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. dan data spektrum). Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Sistematika menjawab pertanyaan. 32 .Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Keamanan pangan. Pengalengan makanan. Analisa\is spektrum UV/Vis. Model analisis farmakoekonomik. FPC 342/2 SKS . Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Politik dan Strategi Nasional. FPC 340/2 SKS . UNI 106/2 SKS . Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Metode pengawetan makanan. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Konsep Wawasan Nusantara. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. IR. Sumber-sumber informasi obat. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. teknik isolasi. Komite farmasi dan terapi. Langkah menyimpulkan analisis. khasiat. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Manajemen informasi elektronik. Kerusakan bahan makanan. MS dan NMR. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Kesalahan pengobatan. Makanan Fungsional.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Pelaksanaan analisis ekonomi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS .Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Perbaikan dan proses medikasi. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan.

Indikasi eksposisi yang berbahaya. tipe II. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Antigen. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. efek biologi atas aktivasi komplemen. penyakit tropik (demam tifoid. Struktur dasar imuno globulin.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . Penimbunan zat asing. Lanjutan fase farmakokinetik. GEA. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. hiperlipidemia). penyakit ginjal (GGA. Fase farmakodinamik. Serum dan Vaksin. Kedudukan. artritis rematoid. Jenis-jenis serum.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. penyakit sendi (gout. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. pembagian dan fungsi imunoglobulin. Kerja teratogenik.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Tindakan umum pada keracunan. osteoartritis). pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Jenis-jenis vaksin. Defisiensi Sistim Kekebalan. Antibodi(Imunoglobulin). Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. FKC 443/2 SKS . reaksi hipersensitivitas tipe I. Pengertian komplemen. sindroma nefrotik). Sistim Kekebalan Non Spesifik. Klasifikasi antigen. sirosis hati. leukemia. Inhibisi pada transferoksigen. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. hepatoma). aktivasi komplemen. metode pengukuran. Cara penggolongan toksikologi. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. penyakit hematologi (anemia. DHF). Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Interaksi zat dalam toksikologi. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. tipe III dan tipe IV. nilai rujukan serta interpretasi hasil. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . GNC. Komplemen. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. sifat-sifat antigen. Makna biotransformasi. teori pembentukan imunoglobulin. Imuno-patologi.Penyakit atopi. penyakit alergi imunologi (SLE). Kerja toksik. penyakit hati (hepatitis. limfoma maligna). 33 . Sistim Kekebalan Spesifik. hipertiroid. GGK. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif).

Biosintesis Alkaloid. Pencemaran di Industri Farmasi. Kerusakan Produk.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Biologi Farmasi. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. ISOLASI BAHAN ALAM. cara dan etikanya). Pengemasan. FPC 451/2 SKS . serta aplikasinya dalam oseanologi. cumi-cumi). Jenis-jenis rumput laut. Echidermata. Sistem POT Parenteral. Minyak atsiri. Antibiotik. Imunoassay. Vitamin.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Lakton. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina).Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Mekanisme analisa pelepasan obat. Radikal bebas. alginat. Topik-topik Khusus. Farakologi Farmasi. Heterosiklik. B.. Timun Laut. FPC 423/2 SKS . In Proses Control. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Sistem POT Implant.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Cephalopoda (gurita. FPC 433/2 SKS . Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Metode isolasi agar. jamur bahari. Jenis fitoplangton. FPC 411/2 SKS .Farmakognosi Lanjutan A. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. alginat dari rumput laut. Pemasaran (pemasaran produk. Bteknologi Farmasi. Toksin dari ikan Pupper fish. FPC 431/2 SKS . Isolasi karagenan. Filum Rhodophyta. Biosintesis Steroid. Stereokimia Dinamis. BIOSINTESIS. Penyusunan Formula. Minyak atisiri. bunga karang. Prinsip-prinsip POT. Glikosida. konsep pemasaran. Gizi dan sistim imun. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. 34 . Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal).Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. FPC 321/2 SKS . iklan: guna. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Preformulasi.

Kimia Forensik Pendahuluan. Terapi antibiotika. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Toksikologi forensik. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. FKC 450/1 SKS . Pemeriksaan narkoba. Lanjut usia. Obstruksi kronik saluran nafas. Penyimpanan radiofarmasi. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Toksikologi rumah sakit. Syarat sediaan radiofarmasi. Hipertensi. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Penyakit Parkinson. FPC 413/2 SKS . Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. 35 . Terapi parenteral. Peluruhan radioaktip. Kerdioaktipan alam dan buatan. FPC 415/2 SKS . teknik penyediaan.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Gout dan hiperurisemia. Pengobtan berbasis bukti. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Masa kehamilan dan menyusui.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Anak-anak. TBC. Studi kasus.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS .Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. FPC 441/2 SKS . FLC 452/5 SKS . Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Cara-cara analisis yang digunakan.

Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. dengan tetap 36 . Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan.2. Terlepas dari hal tersebut.Bab 3: Kurikulum 3. Sehubungan dengan itu. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Tentu saja. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. tepat. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. termasuk Fakultas Farmasi USU. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu.1. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai.2. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan.

Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 3. Bandung. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar.2. 4. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia.2.3. 37 . Di samping itu. Surabaya. Seperti yang diuraikan di atas. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Artinya. 3. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Yogyakarta. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. 2. 3. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Jakarta. di samping program yang ada sekarang. Banda Aceh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia.2.

000. 3.00 WIB.4. 3.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.2. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.9.30 WIB.2. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).Farm. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. 3.000. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2. 40.7.. sudah termasuk uang praktikum.00-11. Di samping itu.). Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.00-17.5.6.Farm. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.2. 3.8. sore hari mulai pukul 14.). 3.2. dapat melanjutkan ke Program 38 .00 WIB.2.00-13.Bab 3: Kurikulum 3. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.

Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. efektif. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. 39 . Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Kurikulum Inti. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas.). Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. dengan lama pendidikan selama 2 semester. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. aman. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya.

Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.2. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .10.

Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 .Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Imunologi (CPC 346) 3. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.

11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. radiofarmasi. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. keperluan farmasi pediatrik. dan staf. motivasi. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. jaminan mutu pekerjaan farmasi. studi literatur. farmasi pesien rawat inap.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. studi kasus dan diskusi. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. anggaran pendapatan dan belanja.2. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan.2. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. modal. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . serta pengawasan inventori. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. usaha pendispensan aseptik. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen.11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit.

Organisasi Profesi: a. penyampaian informasi obat. Standar Kompetensi. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. pengobatan pasien. kaunseling dan komplians drug. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Standar: a. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. b. Profesi. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Standar Profesi. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Profesionalisme. pelabelan dan penjelasan auksilari. membuat strategi dan desain terapi. pemantauan terapi pada penyakit pasien. c.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. b. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. serta pengenalan praktek terapeutik. Dalam mata kulah ini. c. perombakan pengobatan. b. Profesi Farmasis/Apoteker: a. c. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Etika Umum. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Struktur Organisasi. Peran. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. Kode Etik. ulasan projek. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. d. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Standar Pelayanan. Visi dan Misi. b. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. Standar Pendidikan. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Etika: a. pemantauan terapi obat. pendekatan telaah preskripsi. Sumpah/Janji. Area kompetensi. Tujuan. c. Sistem Legeslasi. proses penggunaan dan dispensing obat. Profesional. b. b. 44 . Pembinaan Profesi: a. Karakteristik Profesi. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. termasuk konsep kontrol farmaseutik.

Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. Kepmenkes No. tentang Psikotropika. Kepmenkes No. Perda Kota Medan No. PP No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.922/. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.26/1965 tentang Apotik. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. PP No. Undang-undang No.23/1992 tentang Kesehatan.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.20/1962. Permenkes No.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. polifarmasi dan penggunaan obat. kardiovaskular. Kepmenkes No.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . PP No. tentang Narkotika. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. Permenkes No.5/1997.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Undang-undang No.. PP No. sistem otot dan tulang.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Kepmenkes No. dan sistem urinari. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik.22/1997. Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. sistem gastrousus.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Permenkes No.

studi kasus. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. keuangan. 46 . struktur sosial dan modernisasi. studi literatur. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. inventori. manajemen apotik. jelas. bidang-bidang kesehatan fisik. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. meliputi: Teori dasar manajemen. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. studi kelayakan apotik. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. studi literatur. studi kasus dan diskusi. organisasi apotik. dan diskusi. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. fungsi-fungsi manajemen. SDM. Pembelajaran ini meliputi ceramah. dan komprehensif mengenai masalah. penjualan dan distribusi. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. Konsep dasar. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. pengendalian operasi apotik. manajemen pelayanan dan informasi obat. pengadaan. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). pemasaran. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas.

peritonitis. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. jaringan penghubung (jaringan konektif). penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. cara pemberian dan pemantauan obat. interaksi obat. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. proses diagnosis. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. mengatur volume sel. tuberkulosis. infertilitas dan kontraseptif. Penularan penyakit saluran pernafasan. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. gastroenterologi dan hematologi. gangguan mental. distribusi. transportasi aktif melewati membran plasma. neurologi. metabolisme. homeostatis. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan.2. dan eksresi) obat. jantung dan vaskular. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. eklamsia. malaria. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia.11. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. penyakit ginjal. paru. tanda-tanda dan simptom. shock. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. HIV.2. ikatan molekul obat dengan reseptor. endokrinologi dan metabolik. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. terapeutik. termasuk teori aksi obat. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. endokarditis. pertukaran pasif air dan bahan terlarut.

Karakteristik farmakokinetik klinis. feokromositoma dan asma). Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. proses dan mekanisme potensial membran. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. digoksin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. 48 . siklosporin. metabolisme. hipotensi. sinaps. termasuk rasional pengunaannya. vankomisin. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. kloramfenikol. salisilat. efek samping. ganglion. ginjal dan darah. GINJAL. kolinergik dan somatik. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. Konsep. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. struktur dan fungsi neuron. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. Struktur. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. definisi. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. mania. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. studi kasus dan diskusi. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. manifestasi klinis. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. Etiologi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. dan rasional penggunaannya. studi literatur (belajar mandiri). Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. depresi. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. efek samping. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. patifisiologi. gagal jantung kongestif. 49 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. juga akan dibahas. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. pengelolaan farmasi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. aritmia jantung dan hiperlipidemia. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. angina pektoris. mekanisme kerja. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. mekanisme kerja.

Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. interaksi zat 50 . antimetabolit. Penyakit seperti peptik ulser. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. pengobatan dan kesehatan masyarakat. Aspek farmakologi. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. antitumor. farmakokinetik. kimia dan mekanisme kerjanya. antibiotika. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. etiologi. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. penanganan kemoterapi. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kerja toksik. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia.

Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. jenis dan mekanisme interaksi obat. penyakit hematologi (anemia. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. metode pengukuran. perubahan mekanisme transport obat. GNC. interaksi tidak langsung. leukemia. drug displacement. penyakit ginjal (GGA. absospsi. GEA. distribusi. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. interaksi obat dengan diuretika. sirosis hati. eliminasi obat. mengurangi interaksi obat yang merugikan. pasien beresiko. obatmakanan. ekskresi obat dalam renal. hepatoma). sindroma nefrotik). sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. mekanisme interaksi. perubahan aliran darah renal. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. penyakit alergi imunologi (SLE). nilai rujukan serta interpretasi hasil. 51 . Perspektif interaksi obat: definisi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. DHF). perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. disintegrasi. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. artritis rematoid. Interaksi obat pada ginjal. osteoartritis). limfoma maligna). penyakit tropik (demam tifoid. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. hipertiroid. penyakit hati (hepatitis. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. perubahan pH urin. penyakit sendi (gout. Arti penting interaksi secara klinik. obat reaksi laboratorium). interaksi obat dengan herba/food suplement. GGK. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. signifikansi klinik. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. hiperlipidemia).

3. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. formulasi. Uji sterilitas: pengambilan sampel. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). cara sterilisasi. obat tetes pediatrik. Sutur dan ligatur: bahan. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. stabilitas. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. pasta. formulasi. medium kultur. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. konsep keterlarutan. linktus.11. pemilihan pengawet. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. Prinsip sterilisasi. fungsi pengawet. sumber kontaminasi. rancangan ruang aseptik. kapsul gelatin keras. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. cara penyediaan semi-padat. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. lunak. obat kumur dan cuci mulut. poultis. penyerapan melalui rektum. stabilitas. cara uji kebocoran. antibakteria. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). cara menghitung mikroba. obat tetes telinga dan hidung.Bab 3: Kurikulum 3. efek obat. proses 52 . Uji pirogen: efek fisiologi. kolodion. Sediaan obat mata: bentuk dosis. Formulasi dan perencanaan dosis obat. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. bentuk dosis. sifat fisikokimia. draught. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. kriteria steril. cara sterilisasi. cara pengujian. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. cara penyediaan. Teori-teori atom. linimen. Eferfescent. prinsip pengawetan. uji USP. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. mekanik kuantum. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. penentuan. Sediaan supositoria: dasar supositoria. nilai sesaran. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan.2. pemeriksaan. pelepasan dan penyerapan obat. enema. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. jenis. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. mekanik molekul. enterik. terbungkus. jeli. kabinet aliran laminar. singkatan latin. kimia dan terapeutik. antivirus. pengemasan dan pelabelan. Sediaan koloid dan emulsi. pengemasan.

koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. monolapisan terlarutkan. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. b. Faktor fisio-patologi. d. keseimbangan fasa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. pelarutan (disolution). penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. monolapisan tak larut. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. gambar fasa dan koefisien pembagi. Faktor formulasi dan teknologi. isoterma pelekatan molekul. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. dan difusi/absorpsi (absorption). pelarutan dan absorpsi obat: a. pembahasan dan zat aktif permukaan. b. Gerakan rektum dan waktu transit. f. Fenomena antar permukaan. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Di dalam topik reologi. dampak zat larutan. tekanan permukaan. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. hukum-hukum gas. b. Pembuluh darah yang melewati rektum. f. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. c. Macam-macam konsep membran biologis. difusi. tegangan permukaan. penekanan kepada sifat reologi. Anatomi dan fisiologi rektum. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. ciri-ciri koligatif. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. sudut kontak. ionisasi. larutan buffer. Anatomi dan 53 . Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Komponen dan karakteristik cairan rektum. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. c. c. b. energi bebas. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Macam-macam mekanisme absorpsi. e. sistem suspensi. d. b. jenis larutan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. penyebaran. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. emulsi. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. kompleksitasi. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. e. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. yang disingkat LDA. Teori umum pelepasan (liberation). larutan isotonik.

sediaan akhir. d. e. perhitungan dalam compounding. Pembuluh darah yang melewati mata. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Sediaan perawatan rambut: shampo. Sumber bau badan. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. bahan pengkeriting. f. kuku. penggelap kulit. pembersih gigi. Metode uji ketersediaan hayati. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. e. c. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Anatomi dan fisiologi mata. mata. Struktur dan fisiologi rambut. b. bahan pembungkus.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. c. e. penjaga. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. c. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Sediaan bayi. jenis dan klasifikasi minyak wangi. praktek laboratorium yang baik. d. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. compounding obat non-steril dan steril. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. pencuci mulut. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Sediaan gigi: pasta gigi. pelurus. Jaminan mutu: bahan mentah. b. b. b. serbuk gigi. pemrosesan resep secara profesional. c. resep dokter. cara compounding obat yang baik. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. pewarna dan hair spray. Pembuluh darah yang melewati kulit. d. c. b. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. Struktur dan fisiologi kulit. konditioner. bibir. praktek 54 . Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. pelindung matahari. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Kosmetik pewarna: muka. Disain percobaan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. adhesif gigi palsu. d. pembersih. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. kepentingan dan pengawasan bahan mentah.

matriks. keuntungan dan kerugiannya. metode untuk meningkatkan permiasi. depot tipe adsobsi. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul.2. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. Sistem penyampaian secara implantasi. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. 3. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. model hewan yang digunakan untuk penelitian. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat.4. depot tipe esterifikasi.11. tipe matriks. tipe sandwich. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. absorbsi perkutaneus. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. depot tipe enkapasulasi. Sistem penyampaian transdermal. membran permiasi. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. 55 . pestisida. kultur sel hewan. keuntungan dan kerugian. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. perlindungan terhadap lingkungan. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. disolusi reservoadran kimia. antelmintik. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. Indikasi terapeutik. dan evaluasi secra in vivo. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. keuntungan dan kerugian.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik.

akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. Mitochondria and the 56 . Energy. herbarium. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. b. farmakokinetika. taksonomi dan tatanama tumbuhan. klasifikasi dan kepentingan klinik. pengeringan. and metabolism: a. Cellular specialization. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. pemanenan. formulasi. pemalsuan. Regulatori dan kebijakan herba. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. sumber. Uji klinik. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. struktur pergerakan. Prokaryote versus eukaryote. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. Prinsip-prinsip penyakit. penyimpanan. ribosomes. microtubules. isolasi. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. struktur sel asing. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. karakteristik. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. chloroplast. golgi bodies. pengawasan mutu. pemiawaian. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . endoplasmic reticulum.patogen juga diperkenalkan. microfilament.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. struktur pelekatan dan juga endospora. enzyme. nucleus. farmaseutik. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. kultur. arboretum. farmakodinamika herba. bioteknologi kultur. c. lysosome. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. ekstraksi. pewarnaan. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. Structure and function of organelles: mitochondria. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. penanaman.

Pengenalan stereokimia. d. Somatic cell genetics. sulfonamida. reaksi penggaraman. d. treo. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Chromosome and plasmid. R dan S. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. b. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. amida dan terunannya. c. e. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. Amino acids.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. Microbial genetic: a.H. dan oksigen. eritro. SNi. The clonal selection theory. Antibody diversity. c. Cell replication: mitosis. CHON. d. messenger RNA. b. c. and aging. Summary of membrane functions.O. Cell culture. dan polimersasi melibatkan radikal. dan tatanama senyawa organik yang penting. dan konfigurasi sistem cis. b. cancer. cell junctions. hidrolisis. Membrane structure and function: a. identifikasi senyawa yang mengandung C. DNA: structure. Conservation of genetic codes. c. orbital molekul. nitrogen. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. ribosomal RNA. Lipid bi layer. laktam. e. isomer geometrik. Cell growth and replication: a. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. RNA: general structur. Reaksi esterifikasi asetilisasi. The relationship between genes and protein. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. pembentukan lakton. SN1. Transport of material across membrane.5. UV. b. Cell growth. transfer RNA. f. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. d. trans. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. structure and functional proteins. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. 57 . Ikatan sigma dan pi. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Meiosis. T and B lymphocytes 3.11.2. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. The immune system: a. and DNA repair. Antibody structure and function. Membrane composition. reaksi pembuangan E1 dan E2. Cell fusion. E dan Z. DNA recombination. L. c. b. Mutation. The gene and synthesis of protein: a. analisis kation cepat. reaksinya. Radikal. replication.

Hidrofilisitas. Oleat dan asam linoleat. Hidrolisis. d. penghibridan. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. e. Refining. Glikosakarida. kinetik enzim dan penghambatan enzim. AAS. Marine oil. bentuk organisasi laboratorium. asam amino. Lemak hewan. c. Kimiawi penggorengan. Asam laurat. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. e. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Reaksi karbohidrat: a. nukleotida. d. nukleosida. Reaksi pencoklatan. Fosfolipida. c. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Pengaruh fisika. c. Klasifikasi lipida: a. renaturasi. Asil gliserol. Asam lemak. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. b. denaturasi. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Pektin. Tatanama enzim. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. b. Pemanis. c. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Lipolisis. DNA. spektrofotometer. Hemiselulosa. GC. RNA. Sifat umum asam amino. Interesterifikasi. b. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Lemak susu. f. Basa purina dan pirimidina. b. b.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. b. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Polisakarida. Amilum. c. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). pH meter. d. Fisikokimia asam amino dan protein: a. b. Hidrogenasi. asam nukleid dan vitamin. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. protein. c. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Energi denaturasi. b. Pengaruh kimia. Sifat pengemulsi. Monosakarida. Selulosa. b. Sifat pembusukan. Fungsi protein: a. Oligosakarida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. c. FT-IR. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Vegetable butter. b. b. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Auto oksidasi. lipid. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Denaturasi protein: a. Komponen fungsional dari 58 . Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Aspek kimia lipida: a. HPLC. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. Sifat umum protein.

AAS. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). Kerdioaktipan alam dan buatan. penemuan. kromatografi gas. flavonoida. prebiotik danprebiotik. Syarat sediaan radiofarmasi. klasifikasi obat dan penyakit. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. serat pangan. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. NMR.teknikpenyediaan. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. farmakokinetika dan farmakodinamika. Diet dan arterisklerosis. Pengukuran dan ekspresi efek obat. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Pendahuluan: Arti komunikasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. asal usul dan dasar pencarian obat. Cara-cara analisis yang digunakan. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. fitosterol. komponen fungsional dari makanan hewani. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. dll. 59 . susunan makanan nasional. pembuatan dan formulasi obat.11. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. kromatografi cair kinerja tinggi. pola makan dan proses penuaan. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. Tatanama obat. Penyimpanan radiofarmasi 3. limonoida. fitosterol di dalam margarin.6. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik.2. sulfida. Peluruhan radioaktip. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. karotenoida. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. mineral. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak).

yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Belajar dari contoh. bersikap nasional dan dinamis. berbudi luhur. tujuan menulis karya ilmiah.Agama Islam Manusia dan Agama. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. penalaran dalam bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Menulis karangan ilmiah. B. Akidah. tesis. Pikiran mencari kebenaran. Syariah. Agama 60 .Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. buku ilmiah. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Motivasi baik dan buruk. disertasi. Arti keadilan. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Akhlak. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. UNI 102/2 SKS . berpandangan luas. Takwa. Menulis laporan ilmiah. Perangkat dasar Agama Islam. Agama Islam.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. bahasa yang efisien dan efektif. diterima secara pribadi. Sumber Ajaran Islam. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. berfikir fisolosofis.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Ibadah dan Muamalah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Karangan ilmiah: Skripsi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Tiga kemampuan dasar manusia. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Hubungan dengan Ilahi. karangan ilmiah popular. A. UNI 101/2 SKS . Disiplin Ilmu dalam Islam. UNI 10*/2 SKS . Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. journal. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Keluarga Katolik. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk.

Kapita selekta. UNI 104 . manusia lain. Agama Budha. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Dan lain-lain. b.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. b.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Agama Krsiten. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Gereja. Kerasulan awam sebagai tugas umat. c. sebagai hukum Hindu. Sumber ajaran Budha. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Iman Kristen. Pandita dan Pinandita. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Weda sebagai kitab suci. UNI 108 . Hakikat manusia. Kasih dan Pengharapan). dan lingkungan. Manusia dan keutuhan ciptaan. c. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. UNI 103 . Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. AIDS. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Narkoba. Meditasi. Manusia dan tanggung jawab. Sila dan etika Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Sar darsana. Pengertian agama. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. b. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . Dhamma. E. UNI 105 . Sosiologi agama Hindu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Tema-tema kapita selekta: a. Hari-hari suci agama Hindu. Yadnya. d.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Perjudian. C. Alam semesta. Manusia dan Pembangunan. Sejarah agama Hindu. D.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium Farmasi. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Catur Marga Yoga. c. Kerangka dasar ajaran Budha. Tempat suci. Agama: a. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. ilmu pengetahuan dan agama. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Studi kasus pada masing-masing fakultas.

Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. 62 . d. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UUD 1945. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. e. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. termasuk hak dan kewajiban bela negara. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Hak dan kewajiban warganegara. c. b. c. Politik dan Strategi Nasional. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Ketahahan Nasional. Pendidikan pendahuluan bela negara.Bab 3: Kurikulum farmasetika. serta prinsip dasar statistik. Wawasan nuantara. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. a. d. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. f. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. a. a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. negara. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. a. c.si Indonesia. c. Pengantar: a. Politik dan stra tegis nasional. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. b. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Demokra. b. Konsep Wawasan Nusantara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. b. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. b. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. Implementasi Wawasan Nusantara. Pengaruh HAM. hak dan kewajiban warganegara. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. HAM dalam bela negara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. g. Hak Azasi Manusia. Pemahaman tentang bangsa.

teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. c. 63 . farmakologi. dalam bidang Kimia Farmasi. f. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. misalnya: a. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. Herbal medicine: the hijau. Biologi Farmasi. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. back to nature. flu Burung. rumah sakit. Teknologi nano dalam farmasetika. d. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. Health food: VCO. demam berdarah. Farmasetika. Teknik/metode: analisa yang baru. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. g. farmasi komunitas atau industri. buah merah. e. minyak omega-6. fisiologi. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. SAR. dan Farmakologi. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. b.

silabus mata kuliah. 4. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS).Farm. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi.1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kompetensi di Industri 4. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. yaitu: 1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. 64 . Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. dan kerja praktek profesi.). untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker.

Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita.Peraturan perundangan tentang obat . Toksikologi. .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .Satabilitas Obat .Cara/teknik pencampuran obat . dan efektif. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.Formulasi Sediaan Obat . 02. 01.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. informasi. 03. Biofarmasi. . dan Edukasi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.1. Stabilitas Obat dll. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Kompetensi di Industri 4. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi .1. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. Farmakokinetik.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kurikulum Inti. aman.

Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Manajemen kepegawaian . Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Ilmu-ilmu kefarmasian .Stabilitas obat penyimpanan obat dan . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.2. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Partisipasi Monitoring Obat 06.1.Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Peraturan perundangundangan NO. .Manajemen keuangan . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. Pencatatan dan Pelaporan 05.Farmako-ekonomi 4.Ilmu-ilmu kefarmasian . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Ilmu komunikasi dan Psikologi . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO.Kemampuan berbahasa dengan baik . .Ilmu-ilmu komunikasi .Psikologi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. 01.

Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Peraturan perundangundangan/Farmakope . pemilihan obat yang tepat. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.Farmakokinetik Klinis . 10. pemantauan efek obat. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. Pusat Informasi Obat .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Ilmu-ilmu kefarmasian .Patofisiologi .Farmako-ekonomi .Ilmu-ilmu Kefarmasian .Biofarmasi . 05.Manajemen informasi .Psikologi NO. 04.Psikologi . 06. 09.Toksikologi Klinik . Peranan dalam penelitian 08.Ilmu Komunikasi . Pelayanan KIE (konsultasi.Farmakoterapi . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Farmakoterapi .Metodologi Penelitian . pemberian dan penyediaan obat. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik .Sistem Informasi . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Statistik 07. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Ilmu Komunikasi .Manajemen logistik . antara lain: uji klinis.Ilmu komunikasi . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .

Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . pilot plan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.Farmakokinetik . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Farmasi Fisika .Perundang-undangan .1. obat jadi. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Farmasi Fisika . khususnya melalui internet . 01. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.Kimia Medisinal . Fisika. Fisikokimia. 04.Biofarmasi . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. 05. dan kemasan.Formulasi Teknologi Farmasi .Kemampuan komunikasi . terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Farmakognosi/Fitokimia . metode analisis.Bioteknologi . Mikrobiologi.Farmakologi/ Toksikologi .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Farmakologi dan Toksikologi .Unit proses 68 . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).3.

Farmasi Fisika .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. farmasis. kefarmasian .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . Farmasi . Fisika.Toksikologi obat baru. Biologi). . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. yang baik (good laboratory Fisikokimia.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. dll). . Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. (dokter.Farmakokinetik . proses yang sudah ada.Mampu melaksanakan . Fisika. Ilmu Komunikasi .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. Farmakokinetik. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Teknologi Farmasi . Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi. Biologi) menjamin mutu produk yang . 6 7 8 9 10 11 12 69 .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Pengetahuan tentang validasi .Pengetahuan tentang bahan pengemas . Biofarmasi. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Statistik Promosi dan penyam.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. logi.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Teknologi Farmasi.

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Statistik . persyaratan obat.Bahasa Inggris . 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. . distribusi obat untuk .Peraturan perudangundangan NO.Metodologi Penelitian 4. Stabilitas obat. Termasuk pengumpulan distribusi. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). distribusi. persyaratan obat. dll. Bioteknologi. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru.Manajemen . 01. pengadaan. 03.Stabilitas produk . Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Berbagai pengetahuan kefarmasian . 70 . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. Teknologi Farmasi.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Esensial Nasional. Biofarmasi. .Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.1. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. Toksikologi.4.Manajemen barang/ material . dan bitkan suatu peraturan). dll. Farmakokinetik.

Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 09. seperti dengan WHO. 05. kerja praktek. 02. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. dan penjualan. 06.2. 04. dll. 07. pendidikan berkelanjutan. 4. 05. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. izin praktek.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. import. 07. 03. 10. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. distribusi. 06. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. dll). KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . 01. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 08.

Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. CHF (Congestive Heart Failure). Gagal ginjal kronik. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). resep dokter. gangguan ginjal. 02. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Neoplastik: Leukimia. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. Sistem Darah: Anemia. hemodialisa. Schizoprenia. 06. Diare. Thrombocitopenia. 03. Konstipasi. Pirai. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Alergi pada kulit. Sistem Syaraf: Epilepsi. Infeksi: Virus hepatitis. Sistem Pernapasan: Asma. 01. Bakteri ISPA. 05. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Breast cancer. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. compounding obat non-steril 72 . gangguan hati. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Lanjut usia (geriatri). cara compounding obat yang baik. Studi kasus untuk obat-obat khusus. kehamilan dan menyusui. Hiperlipidemia. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi.3. Osteoporosis. gangguan saluran cerna. perhitungan dalam compounding. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. 04. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. gangguan hepar. TBC.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO.

Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. manajemen apotik. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. pengadaan. inventori. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. organisasi apotik. obat-makanan. manajemen pelayanan dan informasi obat. obat-reaksi laboratorium). Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. dan strategi pengembangan. penjualan dan distribusi. dan studi kasus compounding dan dispensing. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. plan) atau PAM (problem. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. fungsi-fungsi manajemen. fungsi dan tujuan konseling.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. studi kelayakan apotik. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. pasien beresiko. Penyusunan formularium. Etika komunikasi. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. Studi kasus pelayanan kefarmasian. assessment. pengendalian operasi apotik. Sistem Informasi Obat. pemrosesan resep secara profesional. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. OWA. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. objective. analisis keuangan. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. desintegrasi. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). pemasaran. jenis dan mekanisme interaksi obat. EBM (Evidence Based Medicine). SDM. komunikasi efektif. ASMETHOD. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. assessment. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). fungsi dan tujuan komunikasi. arti penting interaksi secara klinik. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. 73 . Pemahaman tentang rekam medik. keuangan. Konseling: pengertian.

Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. interaksi tidak langsung. Interaksi obat dengan diuretika. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. dan motilitas terhadap obat. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. signifikansi klinis. pengawasan mutu. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. laboratorium. dan manajemen perapotekan. produksi. Tugas khusus. Tugas khusus (Studi kasus). elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. PPC (Production Planning Control). administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. apotik. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. distribusi. penelitian dan pengembangan. pengaruh adsorpsi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. mekanisme interaksi. drug displacement. pergudangan obat jadi. Produksi obat jadi. Pelayanan resep dokter. perubahan aliran darah renal. perubahan pH urin. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. Interaksi obat dengan herba/food supplement. perubahan mekanisme transpor obat. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). eliminasi obat. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. flora. sterilisasi. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. signifikansi klinis. 74 . pengadaan bahan baku dan pengemas. Distribusi obat dan alat kesehatan. sindrom serotonin.

white board. laptop dan sound system. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Farmasi Fisik 3. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1.1. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 .Tek Formulasi Sediaan Solida 1.2. Kimia Organik 1. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Biokimia 1. Farmasetika Dasar Formulasi 2. LCD projector. yaitu: NO. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Perum BIOFARMA. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Pengakuan Badan Profesi Terkait .6. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Industri Farmasi PT Kimia Farma. PT Aventis Pharma Industry. PT Indofarma Tbk. Medan 6. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9.7. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Di samping itu.5. Bandung 79 . Kimia Farma Apotek. yaitu: 1. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Bandung 11. 5.4. 5.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. PT Kimia Farma Apotek. Bandung 7. Yakarta 14. Bandung 13. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Industri Farmasi PT Kimia Farma.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Yakarta 10. Yakarta 12. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8.

Yakarta PT Bayer Indonesia. 28. 23. Hospital UKM. 24. 21. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 19. 27. 16. 17. Jabatan Perkhidmatan Awam. 29. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. Padalarang.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 25. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Yakarta PT Ethica Indonesia. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. PT Combiphar Farma. 22. Di samping itu. 20. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 26. Medan Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. 18. 80 . Hospital Besar Pulau Penang.

Dr. dan Tahun Pengukuhan No 1. b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.1. Dr. UNSW. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Apt. Sumadio Hadisahputra. Dr. Jansen Silalahi. Urip Harahap..D. Wniv. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. 2.1. UTM-Johor.Sc. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Apt. Effendy De Lux. Malaysia 1994.Putra.D. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. 3. Apt Ph. Prof. Hakim Bangun. Nama Prof.bb Prof.nat. Tabel 6. Tahun di 1990. 6. Apt. SU. Dr. 4. M. Tokushima Univ.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Malaysia 1990. 5. Apt.. Australia 2002. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Ph.Sc. Prof. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).. Dr. Apt. Dr. Malaysia 1991. 6. Japan 1991. PPSF-USM. Prof. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 .App. Prof. PPSF-USM. Siti Morin Sinaga. M.rer.

Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Effendy D.Dr.Si. Apt. 5.Bab 6: Dosen Tabel 6. SU. Apt. 6.M. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM.Sc. M.Pandapotan Nasution.Ginda Haro.. 11.. Dra. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr..Putra. Dra.Malaysia Thailand UGM Un. Apt.2.Malaysia USU . M. Julia Reveny. Apt.Apt Dr.nat. 15.rer.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.. 8.Edy Suwarso. M. Drs. M. Dra.Sc 16.Dr.. Prof.Si..Apt. 7.Sc.Apt..Dr. M. Dr.. Dr. M.Hakim Bangun. Siti Morin Sinaga.Dr.Nazliniwaty. Nama Dosen. MS. 9. Drs. M. Juanita Tanuwijaya. M. SU. Drs. Kasmirul Ramlan 17. Dr. M.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ.Wiryanto.Si 21. 1.H. M. Karsono. Dra. 19. Johor AIT– 2002 .Saodah. Apt.Sc..Sc. MS.App. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . 2.Dr.. dan Kualifikasi Pendidikan No. Drs.Apt. Bidang Ilmu.Apt.. Dr. 18.Sc. Prof. Dr.Si. Dra. M.. M. 10.Djendakita Purba.Sumadio Hadisahputra. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. Apt.Apt. Apt. Prof.Apt.Urip Harahap. M.T Simanjuntak..Apt. Apt. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Prof. 4.Azizah Nasution. Salim Usman. Sinaga.M. 3. 12..Jansen Silalahi.Si. Nama Prof. Apt. 20. Apt. Dra. Apt. Apt.Fat Aminah.Sc.PS. Prof.Surjanto. 14. Apt. 13.Apt..

Si.Saleha Salbi.. Apt.Si.Chairul Azhar D.Immanuel S. MS. Farmasi Kimia 44. Dra.Apt.Apt.Apt. Kimia 33. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. M.Nahitma Ginting.Ismail.. SU. Farmasi Drs. Dra. Apt. Kimia 40.Apt.Si. Drs.Anayanti Arianto.Si.S. Meliala.. Kimia 41.Si. MS.. Farmasi Kimia 37. Apt. Kimia 36.Si Kimia 39. 31.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta .Salbiah. Kimia 35. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. Apt.Si.. Apt. Apt. M.Syafruddin. M. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27.Masfria.Syahrial Yoenoes. S. Dra.Apt.Si. M. S. Apt.Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . M.Fathur Rahman H. Farmasi Drs. Kimia 45.. Farmasi Drs..Phill.Apt. Farmasi Dra. Farmasi Drs. Apt. M.. Drs. Farmasi Drs. Apt..Muchlisyam.Si.Si. Kimia 34. Farmasi Drs. M. Apt. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.Maralaut Batubara. M.Si. Drs.. Marianne.Masria L Tambunan. MS. M.. M.. 24. Aminah Dalimunthe. 30.Apt. Kimia 38.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU ... Kimia 43. Nurmadjuzita.Si Kimia 42. 23. 28. Apt... M.Si. Farmasi Drs.. Farmasi Dra.Si.Lely Sari Lubis. M.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.. 25.Sudarmi. M. S. Dra. M. Farmasi Drs. Nama Dra.Si. Apt.Sc. Poppy Anjelisa Z. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .. Hayati Lubis..David Sinurat. Hasibuan.Apt.Agusmal Dalimunthe. Apt. Farmasi Drs. 26.Apt.

Apt. MS.Aswita Hafni Lubis.Erly Sitompul.Tuty Roida Pardede. MS. MS.Apt.Siti Nurbaya. Dra.Saiful Bahri 61. 58. Ilmu Sosial Dasar. Pendidikan Kewarganegaraan.Herawati Ginting. Farmasi Kimia 48. Drs.Misra Gafar. 56.Apt. Drs. Dra. MS. S. Bahasa Indonesia. Patofisiologi.Apt. 60. Dra.Ubaidillah M.. Zainuddin.Si.. M. Dra.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. Farmasi Kimia 47.Sc. Dra.Si.. Siti Aman. Kimia Klinis). Farmasi Biologi 49. Apt.Suryadi Ahmad.Apt..Marline Nainggolan. MS.Apt.Si. Biologi 52. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Biologi 51. 55. 84 . Drs..Si. Awaluddin Saragih.2. Apt. Farmasi Dra. Apt. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. M.Si...Suwarti Aris. Apt.Apt.Apt. Ilmu Budaya Dasar.. Drs.. M. MS Apt.Apt. 57. Kimia 46. Apt.Si.Apt. M..Rasmadin Muchtar. 54. M. Farmasi Dra. Hari Ronaldo Tanjung. Dra. Apt. Farmasi Nama 53.Si.Panal Sitorus. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. Biologi 50. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama.. Farmasi Dra. Drs. M. 62.Rosidah.. MS. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. M..

MA. dr.3. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. MA Drs. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dedy Ardinata.M. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. M.Kes.Pd. Tommy Tantawi. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Rosmiani. Drs. B. Eka Roina Megawati dr. Marjuni Rangkuti. Dra. Risnawati Sinulingga. pimpinan apotek PT Kimia Farma.3. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. 85 .. Prof. M. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. industri farmasi. Ph. Iman Sukiman.PK(K). Dra. M. Yudi Herlambang dr. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. dr. Hj.. Maya Safira dr. dr. MA. Zakiah. M. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No.D. Sembiring Dr. Nuraiza Meutia dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Yetty Machrina dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. dr.PK(K). Azhar dr.Th. Sp. Sp. Adi Kusuman Aman. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. Drs. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.

Pengurus Departemen Ketua departemen. dan ketua departemen B. PERANGKAT ORGANISASI A.1. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Presidium Terdiri dari gubernur. sekretaris jenderal.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . sekretaris departemen departemen. dan anggota II.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 .Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2.

Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. 4. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Departemen Pendidikan & Penalaran a.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Mendapat mandat dari gubernur b. 4. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. D. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. surat keterangan. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. 3. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Menandatangani surat mandat.

Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Departemen Komunikasi & Informasi a. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2.

Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Departemen Seni & Olahraga a. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. sportivitas. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. kekeluargaan. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h.

Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. f. F. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. III.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Fadli : Yade Metri P. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h.

KARMILA . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.AGNES SITORUS .PEBRIANA MEGA SARI .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.AGREFINA .FATIMAH SYAM .YUSTINA SAMOSIR .EVA SURIANTI .RETNO FARDHANI .HAFNIZAR W DAULAY .YULIA SARI .NANDA SARI .PARHAN Agama Kristen .SRI KURNIASIH . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.LISA HELMITA .SUCI RAHMALIA .ARISMA RINI Agama Islam .MUHARNI SAPUTRI .FADHILAH ANWAR .MIMI MAULIDINA .RIKHA ANDRISSHA PTKP .AZMI ERVITA .JUNI MARTOGI 91 .ANITA KARLINA Kekaryaan . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .NURSAIDAH .2.SRI WAHYUNI .DINANTY DINI .NOVY HANDAYENNY .FITRIANA .VERA NOVITAWATI .SRI IRMAWATI .DINA ANDRIANI .ELVRIDA SIALAGAN .JOHN NEW COMBI .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful