i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Prof. dosen. Apt. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. Medan. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. sarana pendukung.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. tujuan program studi. 30 Mei 2008 Editor. kami mengucapkan tarima kasih. Apt. Dr. Dalam buku ini diuraikan informasi umum.rer. iii . kurikulum.. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. SU. SU. atas limpahan dan ramat-Nya. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini.nat Effendy De Lux Putra. Drs. visi & misi. dan organisasi kemahasiswaan. Syahrial Yoenoes..

Apt. Prof.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Medan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Kepada editor Buku Panduan ini. Dr. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Mei 2008 Dekan. NIP. 131283716 iv . Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Sumadio Hadisahputra.

Pembantu Dekan I Prof.. nat. Dr. Apt. Effendy De Lux Putra. Dr. SU.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Sumadio Hadisahputra. v . rer. Apt.

Apt.Si. Surjanto.. M. Apt.Si. vi . M.. Julia Reveny. Pembantu Dekan III Drs.Pembantu Dekan II Dr.

.............2............3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ..1......3..... Visi.. 40 3. 52 3.................1.2.11.................. 18 3. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ....1.....2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.2....1............................... Misi.2..........1......................... 2 1. 9 3...........2........ Daya Tampung .. Sejarah Universitas Sumatera Utara ......3........ 43 3............................................... Sejarah Jurusan Farmasi ....... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 .....................................................................iii Kata Sambutan Dekan ...........2................................................3...........2...................................................................2...... Bidang Biologi Farmasi ........... Dasar Pemikiran .10...5.. Misi................. Tabel Kurikulum ..2....2............................................ 43 3....... Sumber Mahasiswa .....1.....DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ....... Visi.............2... 38 3........1................. 38 3...... 2 1.......................................................11......vii Bab 1.................. 8 Bab 3.........................9..............1............. Kurikulum dan Silabus ........................1....6..... Tujuan ... 1 1..........................................2...... Informasi Umum .... Sejarah Fakultas Farmasi.....................11.....4............2.................................1..... 36 3.. 7 2.. 10 3................... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ....... Gelar ................... 47 3... 9 3..1..................2............. 38 3.8..... 3 Bab 2.......2......4.. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ............. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ................... dan Tujuan Program Studi .11.......... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ...7.. 7 2.......... Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas......... 1 1................. 38 3.... Bahasa Pengantar ....... Jam Belajar .................. 38 3.. Sejarah FMIPA USU ............................................... 55 vii .......... Penjelasan Kurikulum ........................... Kurikulum.. 36 3..................................... 37 3.................. 9 3..11.1.... 1 1.2...............2..................................... iv Daftar Isi .............1.4.....................................1.............. Bidang Farmakologi ................. 37 3.2..... 38 3...2.......................................... Sejarah ......................2................................ Bidang Farmasetika ....................

. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan .7................ Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ....... 91 viii .. Dosen Tetap ....1.................................................................................... Hubungan dengan Institusi Lain .......... 85 Bab 7....... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ....... 59 Bab 4....2.1..................2............. 75 5... 64 4.................................... Jurnal Ilmiah ..3..........3..................................... 64 4...... 66 4............................................2.. Penguji Luar ....... 84 6........ 75 5...........1..........11................3................. 68 4...5..................... Perpustakaan .....................2..................................3..........1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ........2....................... 81 6... 79 5............................. Organisasi Kemahasiswaan .. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ......... Dosen............ 79 5..... Dosen Tidak Tetap .............. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ...................................6..............................6.......... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ............. Laboratorium ...... Program Pendidikan Profesi Apoteker ...................2...................... 81 6....................... Sarana Pendukung ......3....... 78 5. 79 5.................... Asrama ............1......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi .............................. 86 7........................ 86 7........................................... 71 4........................ Perkuliahan .5.............................. Non-Bidang ............... 79 Bab 6..1......................... 65 4....................... 57 3.............................11..................... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ......1.... 75 5.................................... Bidang Kimia ......2............ 70 4..4. Pengakuan Badan Profesi Terkait .4.................... 72 Bab 5................1...........................1..............................

Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.141 m2. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Sejarah 1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. 1. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Sastra. Fakultas Farmasi. Fakultas Kedokteran Gigi. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Selain mengasuh program S-1.1. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Hukum. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. dan Fakultas Pertanian (1956). USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi.1. Fakultas Ekonomi. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Kesehatan Masyarakat.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Fakultas Pertanian. Fakultas Teknik.

seorang 2 . Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika.2.. Barus. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. M. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). R.T. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952.A. A. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof.A. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.3. Soekarno. Nazir Alwi. maka kepanitiaan terhenti. 1. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. 1.. Dr. Soekemi. G. Apt.1. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Fisika dan Kimia. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali.Sc. Barulah pada awal tahun 1965.1. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor).

pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. (Alm) dan Bapak Drs. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. Seiring dengan itu pula. MPS. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. 56/2003. M. DTM&H. Sp.. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB.A(K). Proposal selesai pada bulan Desember 2000. 56/2003. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Pandapotan Nasution. Lubis.. 1. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Apt. Pada perkembangan selanjutnya. M. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Apt. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Mudjitahid...1. atas masukan Rektor USU (Prof. Untuk itu. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Chairuddin P. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. tanggal 11 November 2003. Chairuddin Nasution.4. tanggal 11 November 2003.

Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Pada tanggal 4 Juli 2005. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Pada tanggal 6 Maret 2006. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. Untuk itu. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . Pada hari Rabu. tanggal 25 Januari 2006. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. setelah menelaah proposal tersebut. dan surat Rektor USU No. dan dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. tanggal 8 Januari 2005. menyetujui perubahan ini. 822/J05/SK/KP/2005. tanggal 2 Mei 2006. yang diteruskan kepada Rektor USU. 2395/J05/TU/2001. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. tanggal 17 Juni 2005. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada 8 April 2006.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Pada tanggal 31 Mei 2006.

Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Pada tanggal 14 Desember 2006.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Untuk proses persiapan selanjutnya. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. Menanggapi surat Dirjen Dikti.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. tanggal 8 Agustus 2006. Selanjutnya. Selanjutnya. pada tanggal 27 Juli 2006. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. M. Untuk selanjutnya. Eddy Marlianto. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Apt. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. dekanat.Sc. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. terhitung mulai hari Selasa.). Dr. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 28 September 2006. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Sumadio Hadisahputra. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. rektor. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. 5 .

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

1. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. dan praktikum. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. kurikulum inti. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS).1. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. 9 . Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II.31%). Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.69%) dan Kurikulum Institusional (49. kisi-kisi materi kuliah. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS.1. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3.

Tugas Akhir. 03. 09. 04. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 07. 05. 02. 3. b. 08.1. 01. 06.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi.1. Tabel 3. 11. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 12. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). Praktikum. Kuliah.2. 10. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . c. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.

03. 05. 09. 11. 05.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 01. 06. 4. 11. 12. 02. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 04. 09. 02. 04. 07. 10. 07. Budha. 08. 01. Katolik. 10. 2. 3. 5. Protestan. 03. Islam. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 08. 06.

04. 11. 07. 07. 06. 02. 08. 09. 01. 09. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 01. 08. 03. 02. 05. 06. 03. 10. 10. 11.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 05. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 04.

KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 07. 06. 01. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 04. 07. 02.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 05. 02. 01. 03. 08. 08. 03. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 04. 02. 06. 01. 09.

FPC 330 03. FPC 421 09. FPC 423 10. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 342 NO. FPC 415 06. FPC 411 06. FPC 413 05. FPC 431 07. FPC 441 07. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 433 08. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 451 08. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 312 02. 11. FPC 320 04. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 322 NO. FPC 340 03. FPC 310 02.

11. 3. 9. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 5. 8. 7. 4. 3. 10. 8. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 9. 11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 1. 2. 6. 6. 7. 12. 10. 2. 4. 5.

9. 4. 8. 1. 3.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 2. 11. 8. 11. 10. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 6. 2.Katolik. 3.Islam. 5. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 4. 3. 2. 9. 6.Protestan. 5.Budha. 5. 2. 4. 3. 7. 4.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. KODE 1. 10. 7. 1.

2. 5. 2. 8. 11. 4. 10. 3. 7. 2. 1. 4. 8. 3. CKB347 2. 6. 9. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. CKC331 3. KODE 1. 1. 10. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 6. 4. 7. 1. 9. 11. CKC 351 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 3. 5.

Bilangan Kuantum. teori kinetik gas. gas nyata.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. FKB 113/2 SKS . Kinetika kimiai. Larutan. Teori Hibridisasi. Ikatan Kimia. Spektroskopi-fluorometri. 4. 8. Kesetimbangan kimia. 18 . Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. 3. Pengantar Kimia Kuantum. Teori Asam-Basa. 9. 7. Orbital Elektron.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. 2. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. Termodinamika. Konfigurasi Elektron. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. 5. hukum-hukum gas. 2. 6. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. kondensasi gas dan keadaan kritis.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Eletrokimia. Teori Resonansi. Larutan. 3.1. 4. 5.

Kinetika kimia. Organologi. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Sediaan Padat. sistem lokomotorius. Mekaisme transpor di dalam tubuh. sistem endokrin. asam-basa. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Reaksi redoks. Fisiologi Tumbuhan. Resep. Pharmaceutical researc. sistem saraf dan pancaindra. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Service profesioanl. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput.. Busines pharmacy. Pharmaceutical industry.Farmasetika Dasar Pendahuluan. FKB 151/2 SKS . FKB 131/2 SKS . Alkil Halida. Alkohol. FLB 111/1 SKS . sistem kardiovaskular.elektrolit. Sediaan Semi Solida. Struktur dan fungsi. Epoksida dan Sulfida. Kesetimbangan kimia. sistem respiratori. Profesi kesehatan lainnya. Histologi. Pengantar Stereokimia.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Hospital pharmacy. Alkena dan Alkuna. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Sediaan Cair.Kimia Organik I Pengantar. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. Alkana.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris.Pendidikan Kefarmasian. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS .Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Saponifikasi asam lemak. Asam nukLeat dan protein. Produk Galenika. Profesi farmasi. FKB 141/3 SKS . Hasil kali kelarutan. Eter. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Beberapa Konsep Dasar. sistem pencernaan. Reaksi-reaksi kimia. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. 19 . Mekanisme Reaksi Organik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. sistem limfatik dan imunitas. Perlengkapan. FKB 121/2 SKS .Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Tiol. Retail farmasi. istilah anatomi dan fisiologi. Uji molekul hayati.

Pencernaan di mulut. Fungsi otak. Konduktometri. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. penentuan bunyi pernafasan.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. disertasi. Macam-macam jaringan. Menulis laporan ilmiah. daun. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. hiperemia. kontraksi otot jantung. penentuan parameter darah. rambut. Hasil kali kelarutan.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Penentuan siklus estrus dan proestrus. pengukuran tekanan darah. daya membedakan.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . warna kulit. buku ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. fungsi saraf kranial.Bahasa Indonesia Pendahuluan. Potensiometri. Belajar dari contoh. Penetapan rotasi optik. Anatomi organ tumbuhan dikotil. Efek insulin pada ikan. journal. after image. bahasa yang efisien dan efektif. Akar. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. rhizoma. karangan ilmiah popular. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Spektrofotmetri UV-Visible. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. Bangun paragraph bahasa Indonesia. Transpor melalui xylem & phloem. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. refleks. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Spektrofotmetri infra merah. lambung dan pankreatik.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. kontraksi isometrik. Coulometri UNI 107/2 SKS . FLB 141/1 SKS . Karangan ilmiah.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. B. tujuan menulis karya ilmiah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Uji tonisitas larutan. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. penalaran dalam bahasa Indonesia. Arti komunikasi. 20 . efek kolinergik dan adrenergik. Menulis karangan ilmiah. FLB 113/1 SKS . triple respon. Penetapan Koefisien distribusi. batang. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Distribusi reseptor. Skripsi. tesis. kontraksi otot skelet. buah dan biji. stoma. Krakteristika urin. bunga.

21 . Inhibitor biosintesis protein. larutan ion lewat jenuh. Morfologi luar tumbuhan. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. endapan. Spesies (species). oksidasi-reduksi. Filogeni. reaksi identifikasi kation/anion. Skema pemisahan kation. Resistensi (enzimatik. Difrensiasi jaringan. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. reaski basah. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Lipida. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Metode pemisahan. Dasar-dasar kromatografi. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. aging. Perubahan fungsi sistem imun. Amina Alifatis. Inhibitor biosintesis nukleotida. Produk mikrobilogi dalam farmasi. b. Desinfektan dan antiseptik: a. Asam Amino. FKB 120/2 SKS . Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. e.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . b. Senyawa Aromatis. adaptasi. Penentuan kekuatan (potensi. modifikasi target molekul. Polisiklis dan Heterosiklis. Karbohidrat. transporter). dan coping. Mekanisme patogenesis. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Membrane sebagai target. reaksi kering. Neoplasma. Mekanisme kerja. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. koefisien fenol). Takson. kelarutan. Injuri.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. FKB 122/2 SKS . FKC 140/3 SKS . Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Proses infeksi. Analisis kualitatif ion anorganik. Simetri Orbital & HOMO LUMO.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. c. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. dan kematian sel. Idenrifikasi unsur.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. c.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Struktur dan fungsi virus. d. Disorder malignan sel-sel darah putih. Tatanama tumbuhan. Penggunaan. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Peptida & Protein. pemisahan anion. FKB 112/2 SKS . Aromatis. Pengendalian mikroba.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel.

Alterasi kontrol endokrin.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Disorder gatstrointestinal. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Gagal ginjal. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Keuntungan dan kerugian. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Penyajian Data. metode perubahan partikel. Penandaan pada kemasan. kebocoran wadah. Propelan dan fungsinya. up ward & down ward creaming. Disorder fungsi neurologis akut. Gagal jantung dan disaritmia. Shock. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Disorder obstruksi terbatas pulmonal. metode perubahan ukuran partikel. Pengujian Hipotesis. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Interval konfidensi. Pengujian: derajat semprot. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Komponen aerosol. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. d. Definisi. pengujian tekanan. Prinsip kerja aerosol. Metode pengisian. breaking. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Sediaan aerosol farmasi. Disorder pulmonal restriktif. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Disorder bladder. Pernyataan konsentrasi. Disorder intrarenal. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. pengamatan secara visual meliputi inversi. Pengamatan stabilitas secara visual. Pengukuran pada Sampel. Sediaan farmasi bentuk larutan. Eksipien. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Praformulasi. 22 . Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Contoh formulasi larutan.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi fumgsi jantung. Disorder fungsi neurologis kronik. FKB 150/2 SKS . Penyakit liver. Regresi dan Korelasi. Alterasi aliran darah. Sifat-sifat fisik propelan. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Evaluasi: homogenitas. Statistik Parametrik dan non-Parametrik.

Isolasi asam sinamat dari gambir. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Sediaan Kapsul.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. berfikir fisolosofis. Ibadah dan Muamalah. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Pembuatan Sediaan Pil. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Identifikasi campuran. A. Disiplin Ilmu dalam Islam. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Sumber Ajaran Islam. Akidah. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. UNI 10*/2 SKS .Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Pikiran mencari kebenaran. Pasta dan Oculenta. Perangkat dasar Agama Islam. berbudi luhur. Akhlak. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Agama Islam. Identifikasi anion. Tiga kemampuan dasar manusia. Pemurnian. Kromatografi. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. UNI 101/2 SKS . Hubungan dengan Ilahi. FLB 112/1 SKS . Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Pembuatan Sediaan Cream. B.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Syariah. Identifikasi kation. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. berpandangan luas. Sediaan Potio Effervescent.Agama Islam Manusia dan Agama. isolasi. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Takwa. UNI 102/2 SKS . Praktikal Test. Pembuatan Sediaan Guttae. Pembuatan Suppositoria. Linimenta. Pembuatan Salap. bersikap nasional dan dinamis. Pembuatan Infus. Analisis gugus fungsi. Bobot dan Volume. reaksi nyala.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum.

Iman Kristen. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Agama Krsiten. Weda sebagai kitab suci. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Meditasi. diterima secara pribadi. Motivasi baik dan buruk. b. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. manusia lain. sebagai hukum Hindu.Agama Hindu Filsafat. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. b. Kapita selekta. Keluarga Katolik. Catur Marga Yoga. Tempat suci. c. UNI 105/2 SKS . Dan lain-lain. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Kasih dan Pengharapan). Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. UNI 103/2 SKS . Perjudian. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Hari-hari suci agama Hindu. Sar darsana. Sejarah agama Hindu. Manusia dan tanggung jawab. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Hakikat manusia. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. AIDS. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Manusia dan keutuhan ciptaan. Sosiologi agama Hindu. Agama: a. Pandita dan Pinandita. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Manusia dan Pembangunan. Yadnya. Arti keadilan. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Narkoba. Tema-tema kapita selekta: a. c. dan lingkungan. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. ilmu pengetahuan dan agama. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Alam semesta. E. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu.Agama Buddha Manusia dan agama.Bab 3: Kurikulum Nya. Kerangka dasar ajaran Budha. d. Dhamma. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Sila dan etika Hindu. b.Agama Protestan Manusia: a. C. Pengertian agama. c. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Gereja. D. UNI 104/2 SKS . 24 . Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial.

indikator redoks. Akurasi dan presisi.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. pemisahan endapan. Titrasi asam-basa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . persamaan Nernst. absorbsi dan detoksifikasi. hidrolisis. Nukleotida dan asam nukleat. Strategi Retrosintesis.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Metabolisme karbohidrat. Spektrofotometri. Enzim dan kinetika enzim. FKB 211/2 SKS . Metabolisme nukleotida. Jenis-jenis titrasi redoks. Pemahaman metode: Permanganometri. BromatoBromometri. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. bikromatometri. Rancangan Sintesis. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Titrasi reduksi-oksidasi. Sintesis beberapa bahan obat. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. garam. Bioenergika. electrode & potensial sel. Analisis gravimetri. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Hormon. kemurnian endapan. 25 . pengeringan dan pemijaran. FKB 213/2 SKS . FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. perhitungan. kelarutan. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. teknik eningkatkan presisi. endapan. Iodatometri. Metabolisme xenobiotik. Titrasi pengendapan. larutan dapar.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. kompleks ligan. Glosarium Farmasi. Metabolisme asam amino. Asam amino dan protein.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Lemak. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. kekuatan ion. serimetri. Reduksioksidasi. Asam-basa. Pencernaan. sel galvanic. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Iodo-iodimetri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Metabolisme lemak. Teori kesalahan dan pengolahan data.

Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian.Farmasi Fisik Pendahuluan. Teknik isolasi mikroba.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Titarsi Iodatometri. Teknologi Pembuatan Tablet. Suspensi. Etika. Difusi dan Disolusi. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Emulsifikasi. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. FKC 233/2 SKS . Sistem Dispersi. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Sterilisasi.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Profesi Apoteker. FLB 211/1 SKS . Kelarutan. Organisasi. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. Titrasi argentometri-Mohr.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Titrasi Argentometri-Volhard. Kinetik. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Pewarnaan. Titrasi Iodimetri. FKD 250/2 SKS . Standar. Farmakologi sistem saraf pinggir.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS .Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Rheologi. Titrasi Iodometri. FLB 251/1 SKS . Identifikasi mikroba secara biokimia.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Viskositas dan Rheologi. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Kecepatan disolusi. Difusi. Evaluasi Tablet.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. 26 . Penggunaan mikroskop.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Kompetensi Apoteker. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Fenomena Antar Permukaan. FKC 231/2 SKS . Sifat Fisika Molekuler Obat. FLB 221/1 SKS . Penggolongan tablet. Pembinan Profesi. Stabilitas.

Pengolahan Sediaan. CPOB. sirup. FKC 240/2 SKS . Sterilisasi Radiasi. Analisis unsure dan gugus fungsi. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. FKC 220/2 SKS . Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Toksisitas gas/asap. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Kinetika Absorpsi Obat. Toksisitas anestetika lokal. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Sterilisasi Panas.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Pengemasan.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. FKC 230/2 SKS . Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. ekstrak. FLC 240/2SKS . Dosis obat. Model Satu Kompartemen Terbuka.Farmakognosi Pengertian. antibiotika. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. 27 . Dokumentasi. tablet. dan minyak atsiri. hewan dan mineral. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. ekstrak dan minyak atsiri. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Sediaan Mata. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Efek korosif obat pada kulit.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. respon dan penentuan indek terapi. Ekskresi Klirens. Ikatan Protein Obat. Pembawa. Anestetika lokal. Kandungan kimia. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Model Dua Kompartemen Terbuka. FKC 242/3 SKS . Syarat dan Evaluasi Injeksi. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Farmakokinetika Nonlinear. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Antagonis obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS .

Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Kekerasan. glikolisis karbohidrat secara anaerob.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. FLC 212/1 SKS . FKE 351/2 SKS . FLC 230/1 SKS . validasi prosedur analisis. Metode granulasi basah. Kerapuhan. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. industri farmasi. Urin (identifikasi berat jenis. Darah (mengukur hemogelobin. absopsi. interaksi obat-reseptor. kadar ureum dan glukosa urin). Sintesis antiseptik. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. Disolusi. Metode granulasi kering. distribusi dan eliminasi. b. enzim hidrogenase dan enzim katalase). Sintesis aspirin. Penentuan aktivitas enzim (amilase. Keseragaman sediaan. FKC 313/2 SKS . stereokimia. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Metode cetak langsung.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Analisis gugus fungsi. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. 28 .Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. identifikasi lemak dan kolesterol). Kadar zat berkhasiat. ikatan hidrogen. kadar glukosa darah. Definisi dan ruang lingkup. c. Protein (analisis asam amino. spektrofotometri infra merah. bilangan iod.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Sintesis parasetamol. protein. industri obat tradisional. SGPT dan SGOT). hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. e.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Sintesis turunan asam barbiturat. FKC 311/3 SKS . Rancangan alat. d. kromatografi cair kinerja tinggi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Evaluasi Tablet: a. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. FKC 315/2 SKS . kadar kolesterol darah). Sintesis turunan sulfa. spektroskopi emisi dan serapan atom. Waktu hancur. Sintesis sabun dan deterjen. Lemak (bilangan asam. e. Interpretasi data dan statistik.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. b.

O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Denaturasi protein. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. FLC 321/1 SKS ..Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Pelembab Kulit.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. FLC 331/1 SKS . Sediaan Pewarna Rambut. senyawa alkaloid alam. Metode isolasi pati. Fungsi polisakarida dalam makanan. Penetapan kadar. Aspek kimia lipida. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Fungsi protein. Interesterifikasi. N dan S yaitu sulfonamida. antibiotika. Reaksi karbohidrat.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. tiourea. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. dan makroskopis. Fisikokimia asam amino dan protein. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. H dan O yaitu alkohol. H. 29 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. fenol. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Senyawa yang mengandung unsur C. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Parfum FKC 321/2 SKS .Obat Tradisional Pendahuluan. FKC 331/2 SKS . Salep Mata. Sediaan shampoo. O.Kosmetologi Pendahuluan. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Kimia lemak dan pengolahan minyak. H. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Sediaan Rias wajah. Penetpan kadar. FLC 311/2 SKS . Fitofarmaka. Sediaan Pengeriting Rambut. karboksilat dan antibiotika. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. antihistamin.

Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Obat-obat pencahar. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Antiinflamasi. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Efek hipnotika dan sedativa. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Pedoman klinis.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Antipiretika.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS .Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). proses berfikir dan kebenaran ilmiah. pelarutan dan absorpsi obat. FKC 350/2 SKS .Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Proses penelitian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. ilmu.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). seminar dan skripsi. Psikofarmaka. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Metode dan macam penelitian. Metode ilmiah. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Diuretika. Penapisan secara kimia. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. FLC 310/1 SKS . Pemantauan resep dan pasien. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. II. Desain percobaan. Analgetika. Reaksi obat yang tidak dikehendaki.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Titrasi 30 . Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. FKC 340/2 SKS . Skrining farmakologi. FKC 330/3 SKS . Tatacara penulisan proposal. meliputi tentang definisi penelitian. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . FKC 320/3 SKS . Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Stimulan susunan saraf pusat.

Desain Produk Obat. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Spektroskopi emisi dan serapan atom.Rancangan Obat Pendahuluan. Spektrofotometri. dan kromatografi gas. KCKT. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Bilangan penyabunan.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Penetapan kadar kasein. Praktikal tes. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. FPC 320 2 SKS . Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Titrasi Nitrimetri. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Percobaan khusus.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Derajat asam susu.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Bilangan asam. FLC 314/1 SKS . Total asam tertitrasi.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Bromatometri. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.. Ilmu Polimer. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Langkah-langkah Merancang Obat. Stereokimia dan Aktivitas Biologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. FLC 312 1 SKS . Penentuan kadar vitamin C. Iodimetri.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Analisis zat pewarna sintetik. FLC 320/1 SKS . Biossay guided/ 31 . FPC 330/2 SKS .

32 . Pengalengan makanan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. FPC 340/2 SKS . Pelaksanaan analisis ekonomi. Kerusakan bahan makanan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. UNI 106/2 SKS . dan data spektrum). Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Perbaikan dan proses medikasi. Kesalahan pengobatan. Manajemen informasi elektronik. Sistematika menjawab pertanyaan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. teknik isolasi. Makanan Fungsional. Sumber-sumber informasi obat. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Model analisis farmakoekonomik. khasiat. Konsep Wawasan Nusantara. Politik dan Strategi Nasional. jurnal. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. IR.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Keamanan pangan. Langkah menyimpulkan analisis. FPC 342/2 SKS .Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Analisa\is spektrum UV/Vis. Komite farmasi dan terapi. MS dan NMR. sumber lain). Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Metode pengawetan makanan. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan.

sifat-sifat antigen. leukemia. Jenis-jenis serum. Fase farmakodinamik. tipe III dan tipe IV. Tindakan umum pada keracunan. GEA. Jenis-jenis vaksin.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Pengertian komplemen.Penyakit atopi. Makna biotransformasi. FKC 443/2 SKS . artritis rematoid. Cara penggolongan toksikologi. pembagian dan fungsi imunoglobulin. osteoartritis). penyakit hati (hepatitis. Defisiensi Sistim Kekebalan. GNC.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Penimbunan zat asing. penyakit sendi (gout. 33 . teori pembentukan imunoglobulin. penyakit tropik (demam tifoid. Imuno-patologi. Sistim Kekebalan Spesifik.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Kerja toksik. tipe II. nilai rujukan serta interpretasi hasil. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. metode pengukuran. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). penyakit ginjal (GGA. sindroma nefrotik). reaksi hipersensitivitas tipe I. efek biologi atas aktivasi komplemen. Komplemen. sirosis hati. Sistim Kekebalan Non Spesifik. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Kerja teratogenik. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. hepatoma). Antibodi(Imunoglobulin). cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Klasifikasi antigen. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. Struktur dasar imuno globulin. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. penyakit hematologi (anemia. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. Lanjutan fase farmakokinetik. Indikasi eksposisi yang berbahaya. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. DHF). hiperlipidemia). komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. penyakit alergi imunologi (SLE). serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Antigen. Inhibisi pada transferoksigen. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Serum dan Vaksin. limfoma maligna). Interaksi zat dalam toksikologi. GGK. hipertiroid. aktivasi komplemen. Kedudukan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS .

Gizi dan sistim imun. Lakton. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. konsep pemasaran.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. B. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. ISOLASI BAHAN ALAM. cumi-cumi).Farmakognosi Lanjutan A. Minyak atsiri. Stereokimia Dinamis.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Vitamin. FPC 423/2 SKS . In Proses Control. BIOSINTESIS. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Farakologi Farmasi. FPC 433/2 SKS . Sistem POT Parenteral. jamur bahari. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Mekanisme analisa pelepasan obat. Glikosida.. FPC 411/2 SKS . Kerusakan Produk. Sistem POT Implant. Prinsip-prinsip POT. Minyak atisiri. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. 34 . FPC 321/2 SKS . Toksin dari ikan Pupper fish. Antibiotik. Metode isolasi agar. alginat dari rumput laut. Bteknologi Farmasi. Cephalopoda (gurita. alginat.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Biologi Farmasi. Radikal bebas. Biosintesis Alkaloid. Penyusunan Formula. bunga karang. Pencemaran di Industri Farmasi. Imunoassay. Pemasaran (pemasaran produk. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Topik-topik Khusus. Pengemasan. Biosintesis Steroid. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Timun Laut. Jenis fitoplangton. serta aplikasinya dalam oseanologi. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Isolasi karagenan.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. FPC 431/2 SKS . Preformulasi.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. iklan: guna.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Heterosiklik. Filum Rhodophyta. cara dan etikanya). Echidermata. Jenis-jenis rumput laut. FPC 451/2 SKS .

untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Toksikologi rumah sakit. Penggunaan radioisotop untuk terapi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Anak-anak. 35 . Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FPC 413/2 SKS . Penyakit Parkinson. FLC 452/5 SKS . Terapi parenteral.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal.Kimia Forensik Pendahuluan. Penyimpanan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Studi kasus. Terapi antibiotika. Pengobtan berbasis bukti. Peluruhan radioaktip. FPC 441/2 SKS . Gout dan hiperurisemia. Masa kehamilan dan menyusui. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. FKC 450/1 SKS . Hipertensi. Toksikologi forensik. Cara-cara analisis yang digunakan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Pemeriksaan narkoba. FPC 415/2 SKS . TBC. Syarat sediaan radiofarmasi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Kerdioaktipan alam dan buatan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Obstruksi kronik saluran nafas.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. teknik penyediaan. Lanjut usia.

perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. dengan tetap 36 . Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Sehubungan dengan itu. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas.1. Tentu saja. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai.2.2. Terlepas dari hal tersebut.Bab 3: Kurikulum 3. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. termasuk Fakultas Farmasi USU. tepat. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3.

yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Surabaya. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. Banda Aceh. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). 37 . 4. 3. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Di samping itu. 3. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. 2. Bandung.2. Jakarta. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Yogyakarta. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional.2.3. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 3. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. di samping program yang ada sekarang. Artinya. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia.2. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Seperti yang diuraikan di atas.

00 WIB. sore hari mulai pukul 14. 3.9.Bab 3: Kurikulum 3. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S. 3.4..00-11.Farm. 3.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.Farm. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.2.2. sudah termasuk uang praktikum. 3.2.00-17.). 40.2. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00 WIB.00-13.2. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2.6.30 WIB. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. Di samping itu. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.8.). 3. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.5.000. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.7.000. dapat melanjutkan ke Program 38 . Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.

kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya.). 39 . aman. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. Kurikulum Inti. efektif. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dengan lama pendidikan selama 2 semester. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS.

Bab 3: Kurikulum 3. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.2. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .10.

Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Imunologi (CPC 346) 3. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO.

radiofarmasi. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3.2. studi kasus dan diskusi. jaminan mutu pekerjaan farmasi. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3.11. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . serta pengawasan inventori. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. anggaran pendapatan dan belanja. dan staf. modal. usaha pendispensan aseptik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. motivasi. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek.2. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. farmasi pesien rawat inap. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. keperluan farmasi pediatrik. studi literatur. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit.11.

Area kompetensi. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. membuat strategi dan desain terapi. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Standar Profesi. Profesi. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. perombakan pengobatan. c. Peran. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. pengobatan pasien. b. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Standar Pelayanan. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. Profesional. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. pelabelan dan penjelasan auksilari. Etika Umum.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. ulasan projek. b. b. 44 . INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Sumpah/Janji. pendekatan telaah preskripsi. Organisasi Profesi: a. Struktur Organisasi. proses penggunaan dan dispensing obat. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Sistem Legeslasi. kaunseling dan komplians drug. d. Standar Kompetensi. Standar Pendidikan. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. c. Visi dan Misi. serta pengenalan praktek terapeutik. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. c. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. Etika: a. penyampaian informasi obat. Pembinaan Profesi: a. b. Kode Etik. Profesionalisme. Dalam mata kulah ini. Karakteristik Profesi. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. c. Tujuan. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. pemantauan terapi obat. b. Standar: a. b.

Permenkes No. sistem gastrousus.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. Kepmenkes No. Undang-undang No. PP No. Kepmenkes No. PP No. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.922/.22/1997. Permenkes No. dan sistem urinari. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. sistem otot dan tulang. Permenkes No.20/1962.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. tentang Narkotika. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Undang-undang No. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Kepmenkes No.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. tentang Psikotropika.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. polifarmasi dan penggunaan obat.26/1965 tentang Apotik.23/1992 tentang Kesehatan.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. PP No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Perda Kota Medan No. Kepmenkes No. PP No.5/1997. kardiovaskular.. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Permenkes No.

MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. keuangan. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Pembelajaran ini meliputi ceramah. meliputi: Teori dasar manajemen. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. studi kasus.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). 46 . studi kasus dan diskusi. SDM. studi literatur. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. dan komprehensif mengenai masalah. jelas. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. manajemen apotik. inventori. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. pemasaran. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. bidang-bidang kesehatan fisik. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. fungsi-fungsi manajemen. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. struktur sosial dan modernisasi. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. pengadaan. organisasi apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. manajemen pelayanan dan informasi obat. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. dan diskusi. studi kelayakan apotik. studi literatur. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. penjualan dan distribusi. pengendalian operasi apotik. Konsep dasar. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain.

2. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. paru. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. metabolisme. cara pemberian dan pemantauan obat. ikatan molekul obat dengan reseptor. distribusi. dan eksresi) obat. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. jaringan penghubung (jaringan konektif). tanda-tanda dan simptom. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . endokarditis. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. shock. malaria. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat.11. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. eklamsia. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. jantung dan vaskular. terapeutik. Penularan penyakit saluran pernafasan. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. penyakit ginjal. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. proses diagnosis. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. transportasi aktif melewati membran plasma. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. infertilitas dan kontraseptif.2. neurologi. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. HIV. peritonitis. mengatur volume sel. gastroenterologi dan hematologi. homeostatis. termasuk teori aksi obat. interaksi obat. tuberkulosis. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. gangguan mental. endokrinologi dan metabolik.

struktur dan fungsi neuron. efek samping. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. feokromositoma dan asma). aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. ginjal dan darah. digoksin. metabolisme. Konsep. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. hipotensi. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. definisi. siklosporin. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. salisilat. kloramfenikol. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). 48 . Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. Struktur. vankomisin. Karakteristik farmakokinetik klinis. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. termasuk rasional pengunaannya. GINJAL. ganglion. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. kolinergik dan somatik. proses dan mekanisme potensial membran. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. sinaps. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. gagal jantung kongestif. pengelolaan farmasi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. 49 . dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. manifestasi klinis. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. angina pektoris. mekanisme kerja. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. Etiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. depresi. patifisiologi. juga akan dibahas. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. mekanisme kerja. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. mania. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. dan rasional penggunaannya. studi literatur (belajar mandiri). farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. aritmia jantung dan hiperlipidemia. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. efek samping. studi kasus dan diskusi.

Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. kerja toksik. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. etiologi. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. pengobatan dan kesehatan masyarakat. penanganan kemoterapi. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. Aspek farmakologi. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. antimetabolit. interaksi zat 50 . antitumor. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. farmakokinetik. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. Penyakit seperti peptik ulser. antibiotika. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. kimia dan mekanisme kerjanya.

obatmakanan. perubahan pH urin. nilai rujukan serta interpretasi hasil. leukemia. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. absospsi. jenis dan mekanisme interaksi obat. metode pengukuran. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. Arti penting interaksi secara klinik. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. mekanisme interaksi. penyakit tropik (demam tifoid. sindroma nefrotik). penyakit alergi imunologi (SLE). ekskresi obat dalam renal. Interaksi obat pada ginjal. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. mengurangi interaksi obat yang merugikan. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. hepatoma). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. interaksi obat dengan diuretika. perubahan aliran darah renal. penyakit ginjal (GGA. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. signifikansi klinik. limfoma maligna).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. sirosis hati. perubahan mekanisme transport obat. distribusi. disintegrasi. penyakit hati (hepatitis. pasien beresiko. obat reaksi laboratorium). artritis rematoid. osteoartritis). penyakit hematologi (anemia. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. interaksi obat dengan herba/food suplement. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). 51 . penyakit sendi (gout. drug displacement. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. GNC. eliminasi obat. interaksi tidak langsung. GGK. Perspektif interaksi obat: definisi. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. hipertiroid. DHF). pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. GEA. hiperlipidemia).

QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. Teori-teori atom. formulasi. kapsul gelatin keras. cara sterilisasi. obat kumur dan cuci mulut. antivirus. nilai sesaran. Formulasi dan perencanaan dosis obat. undang-undang dan perhitungan farmaseutika.11. bentuk dosis. fungsi pengawet. rancangan ruang aseptik. cara menghitung mikroba. Sediaan supositoria: dasar supositoria. penentuan. proses 52 . cara penyediaan semi-padat. jenis. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. poultis. kimia dan terapeutik. cara sterilisasi. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. Prinsip sterilisasi. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. stabilitas. lunak. medium kultur. linktus.2. mekanik molekul. pengemasan dan pelabelan. uji USP. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). prinsip pengawetan. Sediaan obat mata: bentuk dosis. obat tetes telinga dan hidung.Bab 3: Kurikulum 3. terbungkus. linimen. kriteria steril. jeli. mekanik kuantum. cara pengujian. Sediaan koloid dan emulsi. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). efek obat.3. pemeriksaan. enema. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. kabinet aliran laminar. formulasi. obat tetes pediatrik. Uji pirogen: efek fisiologi. Sutur dan ligatur: bahan. Eferfescent. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. pengemasan. pemilihan pengawet. kolodion. cara penyediaan. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. pasta. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. enterik. stabilitas. sumber kontaminasi. antibakteria. draught. pelepasan dan penyerapan obat. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. konsep keterlarutan. singkatan latin. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. penyerapan melalui rektum. sifat fisikokimia. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. Uji sterilitas: pengambilan sampel. cara uji kebocoran.

Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. penekanan kepada sifat reologi. pelarutan (disolution). e. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. gambar fasa dan koefisien pembagi. Pembuluh darah yang melewati rektum. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. c. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. f. Gerakan rektum dan waktu transit. monolapisan tak larut. sudut kontak. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. Di dalam topik reologi. b. monolapisan terlarutkan. d. b. d. Faktor fisio-patologi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. tegangan permukaan. dampak zat larutan. b. yang disingkat LDA. hukum-hukum gas. c. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. larutan isotonik. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. energi bebas. Anatomi dan 53 . Teori umum pelepasan (liberation). Faktor formulasi dan teknologi. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. difusi. sistem suspensi. jenis larutan. ciri-ciri koligatif. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. kompleksitasi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Anatomi dan fisiologi rektum. c. b. dan difusi/absorpsi (absorption). Komponen dan karakteristik cairan rektum. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. emulsi. isoterma pelekatan molekul. Macam-macam konsep membran biologis. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. ionisasi. pembahasan dan zat aktif permukaan. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). penyebaran. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Macam-macam mekanisme absorpsi. pelarutan dan absorpsi obat: a. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. f. Fenomena antar permukaan. e. keseimbangan fasa. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. tekanan permukaan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. larutan buffer. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton.

Pembuluh darah yang melewati mata. b. perhitungan dalam compounding. praktek 54 . resep dokter. bibir. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. c. praktek laboratorium yang baik. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. konditioner. f. d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. c. cara compounding obat yang baik. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. bahan pembungkus. c. pelurus. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. penjaga. b. Kosmetik pewarna: muka. mata. e. c. Sediaan bayi. Jaminan mutu: bahan mentah. d. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. d. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. b. jenis dan klasifikasi minyak wangi. pembersih gigi. Metode uji ketersediaan hayati. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. e. b. adhesif gigi palsu. pembersih. pelindung matahari. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Pembuluh darah yang melewati kulit. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Disain percobaan. kuku. c. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Sediaan perawatan rambut: shampo. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Anatomi dan fisiologi mata. pewarna dan hair spray. b. Struktur dan fisiologi rambut. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. compounding obat non-steril dan steril. penggelap kulit. pencuci mulut. d. serbuk gigi. pemrosesan resep secara profesional. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. d. e. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. bahan pengkeriting. Sediaan gigi: pasta gigi. Struktur dan fisiologi kulit. sediaan akhir. Sumber bau badan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral.

55 . termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. Sistem penyampaian secara implantasi. Indikasi terapeutik. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria.11.2. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. tipe matriks. pestisida. depot tipe esterifikasi. Sistem penyampaian transdermal. metode untuk meningkatkan permiasi. perlindungan terhadap lingkungan. 3. antelmintik. matriks. tipe sandwich. keuntungan dan kerugian.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. membran permiasi. dan evaluasi secra in vivo. depot tipe adsobsi. depot tipe enkapasulasi. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.4. disolusi reservoadran kimia. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. model hewan yang digunakan untuk penelitian. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. absorbsi perkutaneus. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. keuntungan dan kerugian. keuntungan dan kerugiannya. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. kultur sel hewan.

ekstraksi. Structure and function of organelles: mitochondria. endoplasmic reticulum. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. isolasi. pemiawaian. farmakokinetika. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. c. penanaman. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. herbarium. lysosome. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. pewarnaan. sumber. nucleus. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. pengeringan. ribosomes. pemalsuan. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. b. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. klasifikasi dan kepentingan klinik. Regulatori dan kebijakan herba. Prokaryote versus eukaryote. enzyme. karakteristik. Energy. microfilament.patogen juga diperkenalkan. and metabolism: a. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. kultur. struktur sel asing. chloroplast. farmaseutik. pemanenan. taksonomi dan tatanama tumbuhan. Uji klinik. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. formulasi. Cellular specialization. pengawasan mutu. penyimpanan. microtubules. farmakodinamika herba. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. Mitochondria and the 56 . arboretum. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. Prinsip-prinsip penyakit. bioteknologi kultur. struktur pergerakan. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. struktur pelekatan dan juga endospora. golgi bodies. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme.

Isomer optik dan konfigurasi sistem D. DNA: structure. Somatic cell genetics. and aging. b. Summary of membrane functions. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. b. Microbial genetic: a. eritro. isomer geometrik. L. dan konfigurasi sistem cis. The immune system: a. Membrane composition. Cell growth. Reaksi esterifikasi asetilisasi. Lipid bi layer. The clonal selection theory. identifikasi senyawa yang mengandung C. treo. E dan Z. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. c. c. transfer RNA. Cell fusion. dan polimersasi melibatkan radikal. orbital molekul. f. e. cancer. d. messenger RNA. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. e. d. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. Membrane structure and function: a. RNA: general structur. and DNA repair.H. b. sulfonamida. replication. ribosomal RNA. SNi. nitrogen. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. dan oksigen. Radikal.5. CHON. pembentukan lakton.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. analisis kation cepat. dan tatanama senyawa organik yang penting. Cell replication: mitosis. The gene and synthesis of protein: a. amida dan terunannya. Mutation. trans. c. d. laktam. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Chromosome and plasmid. Antibody diversity. Cell growth and replication: a. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Conservation of genetic codes. Amino acids. c. Antibody structure and function. The relationship between genes and protein. c. Meiosis. b. T and B lymphocytes 3. R dan S. b. reaksi pembuangan E1 dan E2. 57 .2. SN1. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Cell culture. reaksinya. reaksi penggaraman. cell junctions. hidrolisis. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. d. DNA recombination.11. structure and functional proteins. Pengenalan stereokimia. Transport of material across membrane. UV. Ikatan sigma dan pi. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat.O.

Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. c. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. b. d. Monosakarida. Hidrogenasi. Fisikokimia asam amino dan protein: a. b. Sifat pengemulsi. RNA. Denaturasi protein: a. pH meter. asam nukleid dan vitamin. b. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. Selulosa. Lemak susu. c. Lipolisis. e. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. GC. Hemiselulosa. kinetik enzim dan penghambatan enzim. b. Sifat umum asam amino. Glikosakarida. Sifat umum protein. Klasifikasi lipida: a. Polisakarida. spektrofotometer. Pengaruh kimia. Reaksi pencoklatan. Energi denaturasi. c. Oligosakarida. c. Sifat pembusukan. b. Marine oil. Oleat dan asam linoleat. denaturasi. f.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. FT-IR. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Amilum. Reaksi karbohidrat: a. c. HPLC. lipid. Pektin. c. Hubungan fungsi struktur polisakarida. b. protein. bentuk organisasi laboratorium. Tatanama enzim. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. penghibridan. nukleotida. b. b. Kimiawi penggorengan. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. c. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Komponen fungsional dari 58 . Interesterifikasi. e. b. Asam laurat. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Basa purina dan pirimidina. d. Fosfolipida. Aspek kimia lipida: a. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). DNA. nukleosida. Auto oksidasi. b. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. b. d. Pemanis. Hidrolisis. Pengaruh fisika. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. asam amino. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. AAS. Asil gliserol. Lemak hewan. Fungsi protein: a. Refining. Vegetable butter. Hidrofilisitas. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Asam lemak. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. renaturasi.

Penyimpanan radiofarmasi 3. NMR. karotenoida. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. farmakokinetika dan farmakodinamika. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. Cara-cara analisis yang digunakan. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. susunan makanan nasional. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. penemuan. pola makan dan proses penuaan.6. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. kromatografi cair kinerja tinggi. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. komponen fungsional dari makanan hewani. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. dll. Kerdioaktipan alam dan buatan. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. mineral. Diet dan arterisklerosis.11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. kromatografi gas. asal usul dan dasar pencarian obat. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik.teknikpenyediaan. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. fitosterol. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). fitosterol di dalam margarin. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. flavonoida. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. Pendahuluan: Arti komunikasi.2. sulfida. klasifikasi obat dan penyakit. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. 59 . Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). prebiotik danprebiotik. pembuatan dan formulasi obat. Syarat sediaan radiofarmasi. Tatanama obat. serat pangan. Pengukuran dan ekspresi efek obat. AAS. limonoida. Peluruhan radioaktip.

Karangan ilmiah: Skripsi. berfikir fisolosofis. Akhlak. UNI 10*/2 SKS . buku ilmiah. Sumber Ajaran Islam. UNI 102/2 SKS . Pikiran mencari kebenaran. Ibadah dan Muamalah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Arti keadilan. UNI 101/2 SKS . Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Menulis laporan ilmiah. Menulis karangan ilmiah. tujuan menulis karya ilmiah. Takwa. bahasa yang efisien dan efektif. Agama 60 .Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. penalaran dalam bahasa Indonesia. Akidah. Hubungan dengan Ilahi. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Motivasi baik dan buruk. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Disiplin Ilmu dalam Islam. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Belajar dari contoh.Agama Islam Manusia dan Agama. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Syariah. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Perangkat dasar Agama Islam. Keluarga Katolik. Tiga kemampuan dasar manusia. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Agama Islam. bersikap nasional dan dinamis. journal. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. karangan ilmiah popular. disertasi. berbudi luhur.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. berpandangan luas. A. tesis. B. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. diterima secara pribadi. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian.

Perjudian. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Iman Kristen. Tema-tema kapita selekta: a. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. manusia lain. ilmu pengetahuan dan agama. D. Buddhis dan ilmu pengetahuan. b. Yadnya. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerangka dasar ajaran Budha. Gereja. Kasih dan Pengharapan). UNI 108 . Narkoba.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. dan lingkungan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Dhamma. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Sila dan etika Hindu. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . sebagai hukum Hindu. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Agama: a. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Agama Budha. Dan lain-lain. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Manusia dan keutuhan ciptaan. Alam semesta. Tempat suci. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. AIDS. c. Meditasi. c. Pandita dan Pinandita. C. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Sumber ajaran Budha. Glosarium Farmasi. Sejarah agama Hindu. Hakikat manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. UNI 104 . Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Agama Krsiten. UNI 105 . Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. c. Kapita selekta. Pengertian agama. d.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Weda sebagai kitab suci. b. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Manusia dan Pembangunan. Hari-hari suci agama Hindu. UNI 103 . Catur Marga Yoga. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. b. Manusia dan tanggung jawab. Sosiologi agama Hindu. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Sar darsana. E.

termasuk hak dan kewajiban bela negara. HAM dalam bela negara. Ketahahan Nasional. b. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Wawasan nuantara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. c. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. c. Pengaruh HAM. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi Wawasan Nusantara. c. Demokra. b. b. Hak dan kewajiban warganegara. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. a. c. hak dan kewajiban warganegara. d. e. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia.Bab 3: Kurikulum farmasetika. d. Konsep Wawasan Nusantara. Politik dan stra tegis nasional. Politik dan Strategi Nasional. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Pendidikan pendahuluan bela negara.si Indonesia. g. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Hak Azasi Manusia. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Pengantar: a. serta prinsip dasar statistik. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Pemahaman tentang bangsa. b. b. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. f. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. a. a. negara. UUD 1945. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. 62 . Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. a.

rumah sakit. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. d. 63 . Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. Health food: VCO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. misalnya: a. f. dalam bidang Kimia Farmasi. farmakologi. SAR. buah merah. fisiologi. Teknologi nano dalam farmasetika. farmasi komunitas atau industri. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. flu Burung. e. Teknik/metode: analisa yang baru. back to nature. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Herbal medicine: the hijau. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. demam berdarah. g. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. dan Farmakologi. Biologi Farmasi. minyak omega-6. c. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Farmasetika. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. b.

silabus mata kuliah. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.1. dan kerja praktek profesi. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).Farm. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. yaitu: 1. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Industri 4. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen.).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. 4. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. 64 .

1. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.Satabilitas Obat . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Farmakokinetik.Cara/teknik pencampuran obat . Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . Toksikologi. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. dan efektif. 03.Formulasi Sediaan Obat .Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .1. Kurikulum Inti. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. informasi.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. . kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Kompetensi di Industri 4. dan Edukasi.Peraturan perundangan tentang obat .Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. aman. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Biofarmasi. 02. Stabilitas Obat dll.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. 01. .

Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. 01.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. .Ilmu komunikasi dan Psikologi .Manajemen kepegawaian .Peraturan perundangundangan NO. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Psikologi .Kemampuan berbahasa dengan baik . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Manajemen keuangan .Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Farmako-ekonomi 4.2. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. Partisipasi Monitoring Obat 06.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Ilmu-ilmu komunikasi . Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.1. Pencatatan dan Pelaporan 05.Ilmu-ilmu kefarmasian .Ilmu-ilmu kefarmasian . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .

Patofisiologi . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Ilmu Komunikasi . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 05.Statistik 07.Toksikologi Klinik . 10.Farmakoterapi . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.Metodologi Penelitian . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. antara lain: uji klinis.Peraturan perundangundangan/Farmakope . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Farmakokinetik Klinis . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. pemilihan obat yang tepat. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik .Ilmu-ilmu Kefarmasian . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. 04. Pelayanan KIE (konsultasi. pemantauan efek obat.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.Ilmu Komunikasi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 06. Peranan dalam penelitian 08.Farmakoterapi . pemberian dan penyediaan obat.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . 09.Farmako-ekonomi .Manajemen informasi .Biofarmasi .Psikologi NO.Ilmu komunikasi . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. Pusat Informasi Obat .Sistem Informasi .Ilmu-ilmu kefarmasian .Manajemen logistik . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Psikologi .

Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.3. metode analisis. Fisika. Fisikokimia.Kimia Medisinal . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. Mikrobiologi.Farmasi Fisika .Farmakognosi/Fitokimia .Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Formulasi Teknologi Farmasi . pilot plan.Biofarmasi .Farmakokinetik . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . 01. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. obat jadi.Farmakologi/ Toksikologi . khususnya melalui internet . terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 04. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.1.Perundang-undangan .Bioteknologi . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.Farmakologi dan Toksikologi .Unit proses 68 .Kemampuan komunikasi . 05.Farmasi Fisika . dan kemasan.

Statistik Promosi dan penyam. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . Farmakokinetik.Toksikologi obat baru.Farmasi Fisika .Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. Teknologi Farmasi. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Pengetahuan tentang bahan pengemas .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. Biofarmasi. yang baik (good laboratory Fisikokimia.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. dll).Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . .Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. Fisika. kefarmasian .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Mampu melaksanakan .Teknologi Farmasi . 6 7 8 9 10 11 12 69 . Farmasi . (dokter. farmasis.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Farmakokinetik . .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. Biologi). logi. Fisika. proses yang sudah ada.Pengetahuan tentang validasi . Biologi) menjamin mutu produk yang .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. Ilmu Komunikasi .

1. .4.Metodologi Penelitian 4. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02.Peraturan perudangundangan NO. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. Teknologi Farmasi. 01. Esensial Nasional. Farmakokinetik. Bioteknologi. pengadaan. distribusi obat untuk . Biofarmasi.Berbagai pengetahuan kefarmasian . KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Stabilitas produk .Statistik .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). 03. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. Termasuk pengumpulan distribusi. 70 . distribusi.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. . Stabilitas obat.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi.Manajemen barang/ material . dll.Manajemen . persyaratan obat. persyaratan obat.Bahasa Inggris .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Toksikologi. dll. dan bitkan suatu peraturan).

08. 06. 01. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 04. izin praktek. pendidikan berkelanjutan. 02. dan penjualan. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. dll. seperti dengan WHO. 09. 05. kerja praktek. 10. 03. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . dll). 07. 07. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. 06. 4.2. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. import. distribusi. 05.

Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. Breast cancer. resep dokter. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Diare. gangguan ginjal. Gagal ginjal kronik. 04. Infeksi: Virus hepatitis. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. kehamilan dan menyusui. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. 02. Studi kasus untuk obat-obat khusus. 06. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Pirai.3. Bakteri ISPA. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. cara compounding obat yang baik. gangguan hati. Sistem Syaraf: Epilepsi. CHF (Congestive Heart Failure). Sistem Darah: Anemia. 05. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Sistem Pernapasan: Asma. 01. gangguan saluran cerna. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Alergi pada kulit. compounding obat non-steril 72 . Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). perhitungan dalam compounding. Neoplastik: Leukimia. Hiperlipidemia. Konstipasi. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. TBC. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. 03. Schizoprenia. Thrombocitopenia. hemodialisa. Lanjut usia (geriatri). Osteoporosis. gangguan hepar. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut.

ranah interaksi obat (interaksi obatobat. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. pemrosesan resep secara profesional. OWA. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. plan) atau PAM (problem. objective. Konseling: pengertian. Etika komunikasi. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. penjualan dan distribusi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. fungsi dan tujuan konseling. fungsi-fungsi manajemen. pengadaan. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. studi kelayakan apotik. dan strategi pengembangan. ASMETHOD. SDM. dan studi kasus compounding dan dispensing. komunikasi efektif. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. jenis dan mekanisme interaksi obat. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Pemahaman tentang rekam medik. organisasi apotik. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. obat-makanan. 73 . Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). pemasaran. Penyusunan formularium. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. assessment. fungsi dan tujuan komunikasi. Sistem Informasi Obat. manajemen pelayanan dan informasi obat. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. inventori. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. keuangan. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. analisis keuangan. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. pasien beresiko. manajemen apotik. pengendalian operasi apotik. EBM (Evidence Based Medicine). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. obat-reaksi laboratorium). Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). desintegrasi. arti penting interaksi secara klinik. Studi kasus pelayanan kefarmasian. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. assessment.

Tugas khusus. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. Interaksi obat dengan diuretika. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. dan manajemen perapotekan. signifikansi klinis. pengaruh adsorpsi. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. perubahan mekanisme transpor obat. dan motilitas terhadap obat. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. distribusi. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). mekanisme interaksi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. penelitian dan pengembangan. signifikansi klinis. laboratorium. PPC (Production Planning Control).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. 74 . perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. Interaksi obat dengan herba/food supplement. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). perubahan pH urin. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. eliminasi obat. pengawasan mutu. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. perubahan aliran darah renal. Distribusi obat dan alat kesehatan. sindrom serotonin. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. flora. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). pengadaan bahan baku dan pengemas. interaksi tidak langsung. pergudangan obat jadi. produksi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. drug displacement. Tugas khusus (Studi kasus). Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). Pelayanan resep dokter. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. apotik. Produksi obat jadi. sterilisasi.

Farmasi Fisik 3.2.1. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. white board. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. yaitu: NO. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Biokimia 1. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. Kimia Organik 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . laptop dan sound system. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1.Tek Formulasi Sediaan Solida 1.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. LCD projector. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

PT Kimia Farma Apotek.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. PT Aventis Pharma Industry. Perum BIOFARMA. yaitu: 1.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. PT Indofarma Tbk. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Bandung 11. 5. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Pengakuan Badan Profesi Terkait . Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4.7. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Yakarta 14. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Bandung 7. Yakarta 10. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. 5. Medan 6. Bandung 13. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Bandung 79 . Kimia Farma Apotek. Di samping itu.4. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional.5.6. Yakarta 12.

Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.Bab 5: Sarana Pendukung 15. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 22. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Hospital UKM. Yakarta PT Bayer Indonesia. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. 80 . 21. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Jabatan Perkhidmatan Awam. Di samping itu. 23. Yakarta PT Ethica Indonesia. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 24. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 28. PT Combiphar Farma. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. 29. 19. 20. 17. Pirngadi. Hospital Besar Pulau Penang. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 26. 16. Padalarang. 27. Medan Rumah Sakit Umum dr. 25. 18.

Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. M. Dr. Nama Prof. Malaysia 1994.rer.. Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Prof. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. 4. Apt Ph. Effendy De Lux. 3.D. Malaysia 1990. Apt.App. Wniv. 5. PPSF-USM. Australia 2002. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Prof. PPSF-USM. SU. Dr.nat.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.1.Putra. Dr.bb Prof. dan Tahun Pengukuhan No 1. Siti Morin Sinaga. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Ph. UTM-Johor.. Apt. 6. Dr. 2. Tabel 6. b. Apt. Sumadio Hadisahputra.Sc. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).1.Sc. 6. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang.D. Tokushima Univ. Japan 1991. Dr.. M. Malaysia 1991. Dr. Hakim Bangun. Prof. Jansen Silalahi. Apt. Prof. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Urip Harahap. Tahun di 1990. UNSW.

Apt.Si.. M. Dra. Apt. Salim Usman. M. Apt.H.Si..Si.Sc. Prof.Dr. Apt.Effendy D.. Drs. Apt.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Drs. M.Dr. Prof.Dr. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Prof. Kasmirul Ramlan 17. 4. Prof. Siti Morin Sinaga.Si 21.Malaysia Thailand UGM Un.M. Apt.nat. M.Djendakita Purba.. 12. Karsono.Apt Dr.Apt.Malaysia USU .2. Dr.Apt.Jansen Silalahi. Dr. Nama Dosen. M. SU.Apt.Apt.T Simanjuntak. 2.. M.Dr.PS.. MS. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.Urip Harahap.Apt. Apt.Surjanto.Sc. 11. M.. Drs.M. M.Saodah. Apt.Hakim Bangun.Sc. Apt.. 9. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. M. Sinaga. 1. 15. Apt. 20. Farmasetika 1988 USU 1997 82 . Apt.Sc 16.Sc. M. Dra. 18. 14. Dra. Nama Prof.. Dra.Sumadio Hadisahputra.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. MS. Julia Reveny. 8. 19. 13. Dr.Apt.Azizah Nasution. Drs. 5.. M. Dr. M.Fat Aminah.Si.Putra. SU. Juanita Tanuwijaya.Sc.App. Dra.Pandapotan Nasution.. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– .Nazliniwaty. Dra. 3. Prof. Dr. Apt.Bab 6: Dosen Tabel 6.Apt.Sc.Dr. Apt. dan Kualifikasi Pendidikan No. Bidang Ilmu..Edy Suwarso.rer. 7... Apt.Ginda Haro.Wiryanto. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. 10. M.. Johor AIT– 2002 . 6.

. 25. Apt.Agusmal Dalimunthe. Kimia 35. Farmasi Drs.Si.Apt. Farmasi Kimia 44. Apt. Poppy Anjelisa Z. Apt.Sc.Si Kimia 42.Si. Dra. M...Si Kimia 39. M.Syahrial Yoenoes. Meliala. Hayati Lubis..Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . Farmasi Drs.Apt. Apt. 26. S.. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.Syafruddin.. Farmasi Drs.Anayanti Arianto.Apt.Si. Farmasi Dra. M.Sudarmi. Nurmadjuzita.Saleha Salbi..Muchlisyam. Nama Dra. 30. Farmasi Drs. MS. Apt.Nahitma Ginting.Phill.Si. Farmasi Drs.Si. M. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.. Farmasi Dra. M. Farmasi Drs. S.. Kimia 34.Salbiah.S. Kimia 36.David Sinurat. Dra. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.Apt. Hasibuan. Dra.Si. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Dra. SU. Kimia 45. Farmasi Drs.Chairul Azhar D. Farmasi Kimia 37.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU .. Marianne.Si. M.Si. M.Apt. M. M. M..UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta .. Farmasi Drs. 24.Apt.Si... M.Si. Farmasi Drs. S.Masfria. Apt. Drs. Apt. M. Drs. M.Apt. Apt. Aminah Dalimunthe..Si.Si. MS.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. M. Apt.Immanuel S. Apt. Kimia 41.Si.Masria L Tambunan. Apt.Fathur Rahman H.Lely Sari Lubis.. 31.. Apt..Maralaut Batubara.. Apt. Kimia 40. MS. 23. Drs. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27.Apt. Kimia 38.Apt. 28. Kimia 43.Apt. Kimia 33..Ismail.

Ilmu Sosial Dasar. Drs. Apt. Zainuddin. 56. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. 60. 54.Si. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59.Siti Nurbaya.. Farmasi Biologi 49.. M.Rosidah.Si.Apt. MS Apt. Patofisiologi. Awaluddin Saragih.Marline Nainggolan. Farmasi Dra. Bahasa Indonesia..Apt. Kimia 46.Aswita Hafni Lubis. Pendidikan Kewarganegaraan.Si.Apt. Apt..Suryadi Ahmad.Herawati Ginting.Erly Sitompul. 62.Apt.Si.2. Biologi 50.Apt. Drs. MS. Siti Aman.Si.Apt.Apt. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Farmasi Nama 53. Kimia Klinis). MS. MS.Apt. Dra... 55. MS. MS.Misra Gafar. Dra. M. S. Ilmu Budaya Dasar. Drs.Apt. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. 84 . Biologi 51..Panal Sitorus. Hari Ronaldo Tanjung.Saiful Bahri 61. 58. M. MS. M.. Drs. Apt..Si. Apt. Dra. Dra.. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. M. M. Farmasi Kimia 48.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra.Sc. Dra. Farmasi Kimia 47. Biologi 52.. Drs.Tuty Roida Pardede.Rasmadin Muchtar.Si. 57. M. Apt. Apt.Ubaidillah M. Farmasi Dra. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Dra..Suwarti Aris.. Apt. Farmasi Dra.

B.3. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. M. Marjuni Rangkuti. Iman Sukiman. M.PK(K). Prof. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.D. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. industri farmasi. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. MA Drs.Pd. Azhar dr. Yudi Herlambang dr. Dra. Eka Roina Megawati dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Maya Safira dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Milahayati Daulay Prof. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi.Kes. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Sp.3. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. 85 . M. Dra. Sp. Dedy Ardinata. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. Yetty Machrina dr.PK(K). Risnawati Sinulingga. Hj. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Tommy Tantawi. Rosmiani. Nuraiza Meutia dr.Th. M. Sembiring Dr. MA. dr. Drs. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Ph. Drs. Adi Kusuman Aman. Zakiah. MA. pimpinan apotek PT Kimia Farma.M...

PERANGKAT ORGANISASI A. dan ketua departemen B. sekretaris departemen departemen. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. dan anggota II.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . sekretaris jenderal.1. Pengurus Departemen Ketua departemen. Presidium Terdiri dari gubernur.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.

dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. 4. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. 3. Departemen Pendidikan & Penalaran a. 4. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Mendapat mandat dari gubernur b. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Menandatangani surat mandat. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Melaksanakan kebijakan program kerja 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. surat keterangan. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. D.

Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c.

Departemen Seni & Olahraga a.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. sportivitas. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. kekeluargaan. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d.

Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. F. III.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Fadli : Yade Metri P. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2.

ANITA KARLINA Kekaryaan .NANDA SARI .SUCI RAHMALIA .AZMI ERVITA .2.RIKHA ANDRISSHA PTKP .FADHILAH ANWAR .DINANTY DINI .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.LISA HELMITA .JUNI MARTOGI 91 .FITRIANA .EVA SURIANTI .PARHAN Agama Kristen .YUSTINA SAMOSIR .MUHARNI SAPUTRI . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.HAFNIZAR W DAULAY .SRI IRMAWATI . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .JOHN NEW COMBI .NOVY HANDAYENNY .NURSAIDAH .RETNO FARDHANI .SRI KURNIASIH .FATIMAH SYAM .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .PEBRIANA MEGA SARI .YULIA SARI .ELVRIDA SIALAGAN .MIMI MAULIDINA .VERA NOVITAWATI .AGNES SITORUS . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.ARISMA RINI Agama Islam .KARMILA .SRI WAHYUNI .AGREFINA .DINA ANDRIANI .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful