Anda di halaman 1dari 101

i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008


i

ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Alah SWT, atas limpahan dan ramat-Nya, telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Dalam buku ini diuraikan informasi umum, visi & misi, tujuan program studi, kurikulum, sarana pendukung, dosen, dan organisasi kemahasiswaan. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna, kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini, kami mengucapkan tarima kasih.

Medan, 30 Mei 2008 Editor,

Prof. Dr.rer.nat Effendy De Lux Putra, SU., Apt. Drs. Syahrial Yoenoes, SU., Apt.

iii

KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya, buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Kepada editor Buku Panduan ini, kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih.

Medan, Mei 2008 Dekan,

Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. NIP. 131283716

iv

FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dekan Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.

Pembantu Dekan I Prof. Dr. rer. nat. Effendy De Lux Putra, SU., Apt.

Pembantu Dekan II Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt.

Pembantu Dekan III Drs. Surjanto, M.Si., Apt.

vi

DAFTAR ISI
Halaman Kata Pengantar ......................................................................................iii Kata Sambutan Dekan .......................................................................... iv Daftar Isi ................................................................................................vii Bab 1. Informasi Umum ..................................................................... 1 1.1. Sejarah ............................................................................... 1 1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara ..................... 1 1.1.2. Sejarah FMIPA USU ............................................ 2 1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi ....................................... 2 1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi....................................... 3 Bab 2. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi .................................. 7 2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ..... 7 2.2. Tujuan ............................................................................... 8 Bab 3. Kurikulum................................................................................. 9 3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ................. 9 3.1.1. Penjelasan Kurikulum ........................................... 9 3.1.2. Tabel Kurikulum ................................................. 10 3.1.3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ....... 18 3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ..................... 36 3.2.1. Dasar Pemikiran ................................................. 36 3.2.2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.......................................... 37 3.2.3. Sumber Mahasiswa ............................................. 37 3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) .... 38 3.2.5. Bahasa Pengantar ................................................ 38 3.2.6. Gelar ................................................................... 38 3.2.7. Daya Tampung ................................................... 38 3.2.8. Jam Belajar ......................................................... 38 3.2.9. Kurikulum dan Silabus ....................................... 38 3.2.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ........................... 40 3.2.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas............................................................ 43 3.2.11.1. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ... 43 3.2.11.2. Bidang Farmakologi ............................ 47 3.2.11.3. Bidang Farmasetika ............................. 52 3.2.11.4. Bidang Biologi Farmasi ....................... 55 vii

3.2.11.5. Bidang Kimia ....................................... 57 3.2.11.6. Non-Bidang .......................................... 59 Bab 4. Program Pendidikan Profesi Apoteker ............................... 64 4.1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ........................................ 64 4.1.1. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ........................................... 65 4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ................. 66 4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ........... 68 4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ................ 70 4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ..... 71 4.3. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker .......................................................................... 72 Bab 5. Sarana Pendukung ................................................................. 75 5.1. Perkuliahan ...................................................................... 75 5.2. Laboratorium ................................................................... 75 5.3. Perpustakaan ................................................................... 78 5.4. Asrama ............................................................................ 79 5.5. Jurnal Ilmiah ................................................................... 79 5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait .................................... 79 5.7. Hubungan dengan Institusi Lain ..................................... 79 Bab 6. Dosen........................................................................................ 81 6.1. Dosen Tetap .................................................................... 81 6.2. Dosen Tidak Tetap .......................................................... 84 6.3. Penguji Luar .................................................................... 85 Bab 7. Organisasi Kemahasiswaan .................................................. 86 7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ..................... 86 7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ......... 91

viii

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

1
INFORMASI UMUM

niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Sastra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Selain mengasuh program S-1, USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi, dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.

Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan, berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93,4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133.141 m2. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang, USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. 1.1. Sejarah 1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952, yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran, disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956), dan Fakultas Pertanian (1956). Selanjutnya pada tanggal 20

Bab 1: Informasi Umum

November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Soekarno. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November, tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus, yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. 1.1.2. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.T. Barus, M.Sc., yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. G.A. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA), maka kepanitiaan terhenti. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai, terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Dr. A. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Barulah pada awal tahun 1965, suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Nazir Alwi. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika, Fisika dan Kimia. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September, namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965, dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. 1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU, tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. R.A. Soekemi, Apt., seorang 2

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU, sekaligus memimpin Jurusan Kimia. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. Mudjitahid, Apt. (Alm) dan Bapak Drs. M. Chairuddin Nasution, Apt., masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera, ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar, dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Pada perkembangan selanjutnya, pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi, program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001, dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. 1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000, atas masukan Rektor USU (Prof. Chairuddin P. Lubis, DTM&H., Sp.A(K), agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. Untuk itu, Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt., (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Proposal selesai pada bulan Desember 2000, dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56/2003, tanggal 11 November 2003, maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Seiring dengan itu pula, peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 56/2003, tanggal 11 November 2003, tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara; dan Keputusan Majelis Wali Amanat

Bab 1: Informasi Umum

Nomor 1/SK/MWA/I/2005, tanggal 8 Januari 2005, tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara, menyetujui perubahan ini. Untuk itu, pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas, melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006; dan surat Rektor USU No. 2395/J05/TU/2001, tanggal 17 Juni 2005, perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut, Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA, yang diteruskan kepada Rektor USU. Pada tanggal 4 Juli 2005, diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. 822/J05/SK/KP/2005, tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Pada tanggal 27 Oktober 2005, Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA; dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Pada hari Rabu, tanggal 25 Januari 2006, Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. Pada tanggal 6 Maret 2006, proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik, dan dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Pada 8 April 2006, Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU, dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. setelah menelaah proposal tersebut, Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006, tanggal 2 Mei 2006, memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada tanggal 31 Mei 2006, melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006, Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Selanjutnya, Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006, tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN), maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. Menanggapi surat Dirjen Dikti, pada tanggal 27 Juli 2006, Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi, dekanat, rektor, dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Selanjutnya, Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006, tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara, terhitung mulai hari Selasa, tanggal 8 Agustus 2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU, yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Untuk proses persiapan selanjutnya, pada tanggal 28 September 2006, Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. Eddy Marlianto, M.Sc.). Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA, dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA, dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Pada tanggal 14 Desember 2006, Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006, tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Untuk selanjutnya, pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Januari 2007. 5

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

3
KURIKULUM

3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3.1.1. Penjelasan Kurikulum

rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50,69%) dan Kurikulum Institusional (49,31%). Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan, kurikulum inti, kisi-kisi materi kuliah, dan praktikum. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS), Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS), Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS), Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS), dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS, mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS, mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS, mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS, mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.

Bab 3: Kurikulum

Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Kuliah, b. Praktikum, c. Tugas Akhir. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 3.1.2. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII, yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. Tabel 3.1. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21

10

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

SEMESTER II
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21

SEMESTER III
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. Islam, 2. Katolik, 3. Protestan, 4. Budha, 5. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21

11

Bab 3: Kurikulum

SEMESTER IV
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20

SEMESTER V
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20

12

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

SEMESTER VI
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20

SEMESTER VII
NO. 01. 02. 03. 04. 06. 07. 08. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15

SEMESTER VIII
NO. 01. 02. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6

13

Bab 3: Kurikulum

MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS, Semester VII = 6 SKS
KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 310 02. FPC 330 03. FPC 320 04. FPC 322 NO. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4

SEMESTER VII 05. FPC 411 06. FPC 431 07. FPC 433 08. FPC 421 09. FPC 423 10. 11. FPC 451 FPC 453

Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale

MKK MKB MKB MKB MKB

2 2 2 2 2 2 6 10

MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan

MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS, Semester VII = 6 SKS
KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 312 02. FPC 340 03. FPC 342 NO. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4

SEMESTER VII 04. FPC 413 05. FPC 415 06. FPC 441 07. FPC 451 08. FPC 453

Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale

MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan

2 2 2 2 6 10

14

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21

SEMESTER II N KODE O 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130

MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika

KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH

SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21

15

Bab 3: Kurikulum

SEMESTER III NO. KODE 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241

MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1.Islam, 2.Katolik, 3.Protestan, 4.Budha, 5.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar

KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH

SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20

SEMESTER IV NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 1. 2. 3. 4. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2

CPC210 CPC250 CPC252 CPC260

16

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

SEMESTER V NO. KODE 1. CKB347 2. CKC331 3. CKC 351 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 1. 2. 3. 4. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351

MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi

KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB

SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2

SEMESTER VI NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 1. 2. 3. 4. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan, Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2

CPC330 CPC340 CPC342 CPC320

17

Bab 3: Kurikulum

SEMESTER VII NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2

1. 2. 3. 4. 5.

CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415

SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6

3.1.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS - Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Bilangan Kuantum. Konfigurasi Elektron. Orbital Elektron. Ikatan Kimia. Teori Hibridisasi. Teori Resonansi. Larutan. Teori Asam-Basa. FKB 113/2 SKS - Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas, hukum-hukum gas, teori kinetik gas, gas nyata, kondensasi gas dan keadaan kritis. Termodinamika. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Kinetika kimiai. Kesetimbangan kimia. Larutan. Eletrokimia. Pengantar Kimia Kuantum. Spektroskopi-fluorometri. 18

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FKB 115/2 SKS - Kimia Organik I Pengantar. Beberapa Konsep Dasar. Alkana, Alkena dan Alkuna. Mekanisme Reaksi Organik. Pengantar Stereokimia. Alkil Halida. Alkohol, Eter, Tiol, Epoksida dan Sulfida. FKB 121/2 SKS - Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Histologi. Organologi. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Fisiologi Tumbuhan. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS - Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Asam nukLeat dan protein. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. FKB 151/2 SKS - Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri.Pendidikan Kefarmasian. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Profesi farmasi. Profesi kesehatan lainnya. Retail farmasi. Pharmaceutical researc., Pharmaceutical industry. Hospital pharmacy. Service profesioanl. Busines pharmacy. FKB 131/2 SKS - Farmasetika Dasar Pendahuluan. Resep. Perlengkapan. Sediaan Padat. Sediaan Cair. Sediaan Semi Solida. Produk Galenika. FKB 141/3 SKS - Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan, istilah anatomi dan fisiologi. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Struktur dan fungsi, penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput, sistem lokomotorius, sistem saraf dan pancaindra, sistem endokrin, sistem kardiovaskular, sistem limfatik dan imunitas, sistem respiratori, sistem pencernaan, sistem uriner dan kesetimbangan cairan,elektrolit, asam-basa, sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. FLB 111/1 SKS - Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Reaksi-reaksi kimia. Kesetimbangan kimia. Hasil kali kelarutan. Reaksi redoks. Kinetika kimia. Uji molekul hayati. Saponifikasi asam lemak. 19

Bab 3: Kurikulum

FLB 121/1 SKS - Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40, yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Macam-macam jaringan, stoma, rambut. Anatomi organ tumbuhan dikotil, monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. Akar, batang, daun, rhizoma, bunga, buah dan biji. B. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Transpor melalui xylem & phloem. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. FLB 141/1 SKS - Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Distribusi reseptor, after image, daya membedakan; kontraksi isometrik, kontraksi otot skelet, kontraksi otot jantung. Fungsi otak, refleks, fungsi saraf kranial, efek kolinergik dan adrenergik. Efek insulin pada ikan. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Uji tonisitas larutan, penentuan parameter darah, pengukuran tekanan darah, hiperemia, warna kulit, triple respon.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi, penentuan bunyi pernafasan, penentuan volume dan kapasitas paru-paru. Pencernaan di mulut, lambung dan pankreatik. Krakteristika urin. Penentuan siklus estrus dan proestrus. FLB 113/1 SKS - Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Penetapan rotasi optik. Penetapan Koefisien distribusi. Hasil kali kelarutan. Spektrofotmetri UV-Visible. Spektrofotmetri infra merah. Potensiometri. Konduktometri. Coulometri UNI 107/2 SKS - Bahasa Indonesia Pendahuluan. Arti komunikasi, perbedaan komunikasi lisan dan tertulis, peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah, tujuan menulis karya ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Bangun paragraph bahasa Indonesia, bahasa yang efisien dan efektif, penalaran dalam bahasa Indonesia, implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Menulis laporan ilmiah. Menulis karangan ilmiah. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Karangan ilmiah. Skripsi, tesis, disertasi, karangan ilmiah popular, journal, buku ilmiah. Belajar dari contoh. 20

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FKB 110/2 SKS - Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Idenrifikasi unsur, kelarutan, endapan, oksidasi-reduksi, reaksi kering, reaski basah. Analisis kualitatif ion anorganik. Skema pemisahan kation, pemisahan anion, reaksi identifikasi kation/anion, larutan ion lewat jenuh. Metode pemisahan. Dasar-dasar kromatografi. FKB 112/2 SKS - Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Senyawa Aromatis. Lipida. Karbohidrat. Amina Alifatis, Aromatis, Asam Amino, Peptida & Protein. Polisiklis dan Heterosiklis. Simetri Orbital & HOMO LUMO. FKB 120/2 SKS - Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Filogeni. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Struktur dan fungsi virus. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Pengendalian mikroba. Desinfektan dan antiseptik: a. Mekanisme kerja; b. Penggunaan; c. Penentuan kekuatan (potensi, koefisien fenol). Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Inhibitor biosintesis peptidoglikan; b. Inhibitor biosintesis nukleotida; c. Inhibitor biosintesis protein; d. Membrane sebagai target; e. Resistensi (enzimatik, modifikasi target molekul, transporter). Mekanisme patogenesis. Produk mikrobilogi dalam farmasi. FKB 122/2 SKS - Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Takson. Spesies (species). Tatanama tumbuhan. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Morfologi luar tumbuhan. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae; Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. FKC 140/3 SKS - Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress, adaptasi, dan coping. Injuri, aging, dan kematian sel. Difrensiasi jaringan. Neoplasma. Proses infeksi. Perubahan fungsi sistem imun. Disorder malignan sel-sel darah putih. 21

Bab 3: Kurikulum

Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Alterasi aliran darah. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Alterasi fumgsi jantung. Gagal jantung dan disaritmia. Shock. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Disorder pulmonal restriktif. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Disorder intrarenal. Gagal ginjal. Disorder bladder. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Disorder gatstrointestinal. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Penyakit liver. Alterasi kontrol endokrin. Disorder fungsi neurologis akut. Disorder fungsi neurologis kronik. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Praformulasi. Eksipien. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan, Pernyataan konsentrasi, Sediaan farmasi bentuk larutan, Pelarutan untuk sediaan farmasi, Contoh formulasi larutan, Definisi, Sediaan aerosol farmasi, Komponen aerosol, Keuntungan dan kerugian, Prinsip kerja aerosol, Propelan dan fungsinya, Sifat-sifat fisik propelan, Metode pengisian, Penandaan pada kemasan, Pengujian: derajat semprot, kebocoran wadah, pengujian tekanan. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya, Evaluasi: metode sedimentasi ratio, metode perubahan ukuran partikel, mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya, Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya, Evaluasi: metode sedimentasi ratio, metode perubahan partikel, pengamatan secara visual meliputi inversi, breaking, up ward & down ward creaming; d. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan, Pengamatan stabilitas secara visual, Evaluasi: homogenitas, kebocoran wadah dan keseragaman bobot. FKB 150/2 SKS - Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Penyajian Data. Pengukuran pada Sampel. Interval konfidensi. Pengujian Hipotesis. Regresi dan Korelasi. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika.

22

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FLC 130/1 SKS - Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan, Bobot dan Volume. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pembuatan Sediaan Kapsul. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Pembuatan Salap, Pasta dan Oculenta. Pembuatan Sediaan Cream, Linimenta. Pembuatan Sediaan Guttae. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Sediaan Pil. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Suppositoria, Pembuatan Infus. Praktikal Test. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa, reaksi nyala. Identifikasi kation. Identifikasi anion. Identifikasi campuran. FLB 112/1 SKS - Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Kromatografi, isolasi. Pemurnian. Analisis gugus fungsi. Isolasi asam sinamat dari gambir. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. UNI 10*/2 SKS - Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berfikir fisolosofis, bersikap nasional dan dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. A. UNI 101/2 SKS - Agama Islam Manusia dan Agama. Agama Islam. Sumber Ajaran Islam. Perangkat dasar Agama Islam. Akidah. Syariah, Ibadah dan Muamalah. Akhlak. Takwa. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. B. UNI 102/2 SKS - Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Tiga kemampuan dasar manusia. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan dengan Ilahi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23

Bab 3: Kurikulum

Nya. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah, diterima secara pribadi, dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua, yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Motivasi baik dan buruk. Arti keadilan. Keluarga Katolik. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu, bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerasulan awam sebagai tugas umat. C. UNI 103/2 SKS - Agama Protestan Manusia: a. Hakikat manusia; b. Manusia dan tanggung jawab; c. Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama: a. Pengertian agama; b. Agama Krsiten; c. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Gereja. Iman Kristen, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman, Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Kapita selekta. Tema-tema kapita selekta: a. Narkoba; b. AIDS; c. Perjudian; d. Dan lain-lain. D. UNI 104/2 SKS - Agama Buddha Manusia dan agama. Agama Budha Sumber ajaran Budha; Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Kerangka dasar ajaran Budha; Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Dhamma. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia, manusia lain, dan lingkungan. Meditasi; Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Studi kasus pada masing-masing fakultas. E. UNI 105/2 SKS - Agama Hindu Filsafat, ilmu pengetahuan dan agama. Sejarah agama Hindu. Alam semesta. Weda sebagai kitab suci, sebagai hukum Hindu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Catur Marga Yoga. Sosiologi agama Hindu. Sar darsana. Sila dan etika Hindu. Yadnya. Pandita dan Pinandita. Tempat suci. Hari-hari suci agama Hindu. 24

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNI 108/2 SKS - Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium Farmasi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. FKB 211/2 SKS - Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Asam-basa, garam, kekuatan ion, hidrolisis, larutan dapar, kelarutan, endapan, kompleks ligan. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Reduksioksidasi, sel galvanic, persamaan Nernst, electrode & potensial sel. Titrasi asam-basa. Titrasi pengendapan. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Titrasi reduksi-oksidasi. Jenis-jenis titrasi redoks, indikator redoks, faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Pemahaman metode: Permanganometri, serimetri, Iodo-iodimetri, BromatoBromometri, Iodatometri, bikromatometri. Analisis gravimetri. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan, kemurnian endapan, pemisahan endapan, pengeringan dan pemijaran. Teori kesalahan dan pengolahan data. Akurasi dan presisi, kesalahan sistematik dan kesalahan random,cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi, teknik eningkatkan presisi, perhitungan. Spektrofotometri. FKB 213/2 SKS - Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Strategi Retrosintesis. Sintesis beberapa bahan obat. Rancangan Sintesis.

FKB 215/2 SKS Biokimia Geometri molekul. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Bioenergika. Metabolisme karbohidrat. Lemak. Metabolisme lemak. Asam amino dan protein. Metabolisme asam amino. Enzim dan kinetika enzim. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Hormon. Nukleotida dan asam nukleat. Metabolisme nukleotida. Pencernaan, absorbsi dan detoksifikasi. Metabolisme xenobiotik.

25

Bab 3: Kurikulum

FKC 241/3 SKS - Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Farmakologi sistem saraf pinggir. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. FKC 231/2 SKS - Farmasi Fisik Pendahuluan. Sifat Fisika Molekuler Obat. Kinetik. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. Difusi dan Disolusi. Fenomena Antar Permukaan. Sistem Dispersi. Rheologi. FKC 233/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Penggolongan tablet. Teknologi Pembuatan Tablet. Evaluasi Tablet. FLB 251/1 SKS - Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. FLB 221/1 SKS - Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Sterilisasi. Teknik isolasi mikroba. Penggunaan mikroskop. Pewarnaan. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Identifikasi mikroba secara biokimia. FLB 211/1 SKS - Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Titrasi argentometri-Mohr. Titrasi Argentometri-Volhard. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Titrasi Iodometri. Titrasi Iodimetri. Titarsi Iodatometri. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS - Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Viskositas dan Rheologi. Stabilitas. Difusi. Emulsifikasi. Kelarutan. Kecepatan disolusi. Suspensi. Inkompatibilitas dn interaksi obat. FKD 250/2 SKS - Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Etika. Profesi Apoteker. Organisasi. Pembinan Profesi. Standar. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Kompetensi Apoteker.

26

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FKCP 210/3 SKS - Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Analisis unsure dan gugus fungsi. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. FKC 220/2 SKS - Farmakognosi Pengertian. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan, hewan dan mineral. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Standarisasi dan spesifikasi simplisia, ekstrak, dan minyak atsiri. Kandungan kimia. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia, ekstrak dan minyak atsiri. FKC 230/2 SKS - Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril, tablet, sirup, antibiotika. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Pembawa, Syarat dan Evaluasi Injeksi. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Sediaan Mata. Pengolahan Sediaan. Sterilisasi Panas. Sterilisasi Radiasi. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Pengemasan. CPOB. Dokumentasi. FKC 240/2 SKS - Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Model Satu Kompartemen Terbuka. Model Dua Kompartemen Terbuka. Kinetika Absorpsi Obat. Ikatan Protein Obat. Ekskresi Klirens. Farmakokinetika Nonlinear. FKC 242/3 SKS - Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. FLC 240/2SKS - Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Antagonis obat. Dosis obat, respon dan penentuan indek terapi. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Anestetika lokal. Efek korosif obat pada kulit. Toksisitas anestetika lokal. Toksisitas gas/asap. 27

Bab 3: Kurikulum

FLC 210/1 SKS - Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat, glikolisis karbohidrat secara anaerob, hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Protein (analisis asam amino, protein, enzim hidrogenase dan enzim katalase). Lemak (bilangan asam, bilangan iod, identifikasi lemak dan kolesterol). Penentuan aktivitas enzim (amilase, SGPT dan SGOT). Darah (mengukur hemogelobin, kadar glukosa darah, kadar kolesterol darah). Urin (identifikasi berat jenis, kadar ureum dan glukosa urin). FLC 212/1 SKS - Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Sintesis parasetamol. Sintesis aspirin. Sintesis turunan sulfa. Sintesis turunan asam barbiturat. Sintesis antiseptik. Sintesis sabun dan deterjen. Rancangan alat. FLC 230/1 SKS - Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Metode cetak langsung; b. Metode granulasi kering; Metode granulasi basah. Evaluasi Tablet: a. Kadar zat berkhasiat; b. Keseragaman sediaan; c. Waktu hancur; d. Disolusi; e. Kekerasan; e. Kerapuhan. FKE 351/2 SKS - Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek, industri farmasi, industri obat tradisional. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. FKC 311/3 SKS - Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Analisis gugus fungsi. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Interpretasi data dan statistik, validasi prosedur analisis. FKC 313/2 SKS - Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi, spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher, spektrofotometri infra merah, spektroskopi emisi dan serapan atom, kromatografi cair kinerja tinggi, spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. FKC 315/2 SKS - Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal, Definisi dan ruang lingkup, absopsi, distribusi dan eliminasi. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat, interaksi obat-reseptor, stereokimia, ikatan hidrogen. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja, pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. 28

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Reaksi karbohidrat. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Fungsi polisakarida dalam makanan. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Aspek kimia lipida. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Interesterifikasi. Penetpan kadar. Fisikokimia asam amino dan protein. Denaturasi protein. Fungsi protein. Penetapan kadar. FKC 331/2 SKS - Kosmetologi Pendahuluan. Sediaan shampoo. Sediaan Rias wajah. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Pelembab Kulit.. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Sediaan Pewarna Rambut. Sediaan Pengeriting Rambut. Parfum FKC 321/2 SKS - Obat Tradisional Pendahuluan. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Fitofarmaka. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). FLC 311/2 SKS - Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C, H dan O yaitu alkohol, fenol, karboksilat dan antibiotika. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C, H, O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis, senyawa alkaloid alam, antihistamin, antibiotika. Senyawa yang mengandung unsur C, H, O, N dan S yaitu sulfonamida, tiourea. FLC 321/1 SKS - Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Metode isolasi pati. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis, dan makroskopis. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. FLC 331/1 SKS - Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Salep Mata.

29

Bab 3: Kurikulum

FLC 341/1 SKS - Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Efek hipnotika dan sedativa. Stimulan susunan saraf pusat. Psikofarmaka. Analgetika. Antipiretika. Antiinflamasi. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Obat-obat pencahar. Diuretika. Skrining farmakologi. FKC 350/2 SKS - Kewirausahaan FKB 352/2 SKS - Metodologi Penelitian Pendahuluan, meliputi tentang definisi penelitian, ilmu, proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Metode ilmiah. Metode dan macam penelitian. Proses penelitian. Desain percobaan. Tatacara penulisan proposal, seminar dan skripsi. FKC 340/2 SKS - Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis; Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis; Etika dan stndar dalam farmasi klinis. II. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap; Pemantauan resep dan pasien; Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Pedoman klinis. FKC 320/3 SKS - Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Penapisan secara kimia. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. FKC 330/3 SKS - Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan, pelarutan dan absorpsi obat. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. FLC 310/1 SKS - Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Titrasi 30

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

Kompleksometri. Titrasi Nitrimetri. Iodimetri. Bromatometri.. Percobaan khusus. Spektrofotometri. Praktikal tes. FLC 312 1 SKS - Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis, Spektroskopi emisi dan serapan atom, KCKT, dan kromatografi gas. FLC 314/1 SKS - Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Penentuan kadar vitamin C. Bilangan penyabunan. Bilangan asam. Total asam tertitrasi. Analisis zat pewarna sintetik. Penetapan kadar kasein. Derajat asam susu. FLC 320/1 SKS - Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS - Rancangan Obat Pendahuluan. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Langkah-langkah Merancang Obat. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. FPC 330/2 SKS - Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Desain Produk Obat. Ilmu Polimer. FPC 320 2 SKS - Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS - Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Biossay guided/ 31

Bab 3: Kurikulum

directed fractionation/isolation. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia, khasiat, teknik isolasi, dan data spektrum). Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi, teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Analisa\is spektrum UV/Vis, IR, MS dan NMR. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS - Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Keamanan pangan. Kerusakan bahan makanan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Metode pengawetan makanan. Pengalengan makanan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Makanan Fungsional. FPC 342/2 SKS - Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Sistematika menjawab pertanyaan. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Sumber-sumber informasi obat. Manajemen informasi elektronik. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Komite farmasi dan terapi. Perbaikan dan proses medikasi. Kesalahan pengobatan. FPC 340/2 SKS - Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Model analisis farmakoekonomik. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet, jurnal, sumber lain). Pelaksanaan analisis ekonomi. Langkah menyimpulkan analisis. UNI 106/2 SKS - Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Wawasan Nusantara. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Politik dan Strategi Nasional.

32

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FKC 441/2 SKS - Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh, baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan, serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus, hipertiroid, hiperlipidemia), penyakit ginjal (GGA, GGK, GNC, sindroma nefrotik), penyakit tropik (demam tifoid, GEA, DHF), penyakit hati (hepatitis, sirosis hati, hepatoma), penyakit hematologi (anemia, leukemia, limfoma maligna), penyakit sendi (gout, artritis rematoid, osteoartritis), penyakit alergi imunologi (SLE). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen, metode pengukuran, nilai rujukan serta interpretasi hasil. FKC 443/2 SKS - Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Cara penggolongan toksikologi. Kedudukan. Kerja toksik. Lanjutan fase farmakokinetik. Makna biotransformasi. Fase farmakodinamik. Inhibisi pada transferoksigen. Kerja teratogenik. Penimbunan zat asing. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. Interaksi zat dalam toksikologi. Indikasi eksposisi yang berbahaya. Tindakan umum pada keracunan. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS - Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi; sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif), pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Sistim Kekebalan Non Spesifik; komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Sistim Kekebalan Spesifik; Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular, cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Antigen; Klasifikasi antigen, sifat-sifat antigen. Antibodi(Imunoglobulin); Struktur dasar imuno globulin, pembagian dan fungsi imunoglobulin, faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin, teori pembentukan imunoglobulin. Komplemen; Pengertian komplemen, aktivasi komplemen, efek biologi atas aktivasi komplemen. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi; Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro, Kekuatan ikatan antigen-antibodi, jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Serum dan Vaksin; Jenis-jenis serum, Jenis-jenis vaksin, Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Imuno-patologi; reaksi hipersensitivitas tipe I, tipe II, tipe III dan tipe IV.Penyakit atopi. Defisiensi Sistim Kekebalan; Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik, 33

Bab 3: Kurikulum

Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Imunoassay; konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas; Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Gizi dan sistim imun; hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. FPC 411/2 SKS - Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Topik-topik Khusus. Radikal bebas. Heterosiklik. Stereokimia Dinamis. FPC 431/2 SKS - Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Preformulasi. Penyusunan Formula. In Proses Control. Pencemaran di Industri Farmasi. Pengemasan. Pemasaran (pemasaran produk, konsep pemasaran, iklan: guna, cara dan etikanya). Kerusakan Produk. FPC 433/2 SKS - Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Prinsip-prinsip POT. Mekanisme analisa pelepasan obat. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Sistem POT Parenteral. Sistem POT Implant. FPC 321/2 SKS - Farmakognosi Lanjutan A. BIOSINTESIS. Biosintesis Alkaloid. Biosintesis Steroid. Minyak atsiri. Glikosida.. Lakton. Antibiotik. Vitamin. B. ISOLASI BAHAN ALAM. Minyak atisiri. FPC 423/2 SKS - Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Filum Rhodophyta, Metode isolasi agar.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan, alginat. Isolasi karagenan, alginat dari rumput laut. Jenis-jenis rumput laut, jamur bahari, bunga karang, hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Jenis fitoplangton. Toksin dari ikan Pupper fish, Cephalopoda (gurita, cumi-cumi), Echidermata, Timun Laut. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible, serta aplikasinya dalam oseanologi. FPC 451/2 SKS - Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii, Bteknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Farakologi Farmasi,

34

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FPC 453/2 SKS - Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FPC 413/2 SKS - Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Kerdioaktipan alam dan buatan. Peluruhan radioaktip, cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Cara-cara analisis yang digunakan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Syarat sediaan radiofarmasi, teknik penyediaan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Penyimpanan radiofarmasi. FPC 415/2 SKS - Kimia Forensik Pendahuluan. Toksikologi forensik. Toksikologi rumah sakit. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Pemeriksaan narkoba. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. FPC 441/2 SKS - Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Hipertensi. Obstruksi kronik saluran nafas. Penyakit Parkinson, Studi kasus. TBC. Gout dan hiperurisemia. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati; Masa kehamilan dan menyusui; Anak-anak; Lanjut usia; Nutrisi parenteral pada orang dewasa; Terapi parenteral; Pengobtan berbasis bukti; Terapi antibiotika. FKC 450/1 SKS - Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. FLC 452/5 SKS - Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian, untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi.

35

Bab 3: Kurikulum

3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3.2.1. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat, tepat, dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat monovalen yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain, menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek, sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas, termasuk Fakultas Farmasi USU. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen, jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Sehubungan dengan itu, perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Tentu saja, merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala, karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang, sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Terlepas dari hal tersebut, untuk dapat memenuhi kompetensi itu, dengan tetap 36

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Artinya, di samping program yang ada sekarang, Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini, juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Seperti yang diuraikan di atas, kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan, Banda Aceh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya; selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia, yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Di samping itu, untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia, demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. 3.2.2. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. 2. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 3. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. 4. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. 3.2.3. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia.

37

Bab 3: Kurikulum

3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing, sudah termasuk uang praktikum. Di samping itu, mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. 3.2.5. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. 3.2.6. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.Farm.). Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker. 3.2.7. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang. 3.2.8. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.00-13.30 WIB. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00-11.00 WIB, sore hari mulai pukul 14.00-17.00 WIB. 3.2.9. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.Farm.), dapat melanjutkan ke Program

38

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt.), dengan lama pendidikan selama 2 semester. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas, perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat monovalen dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas, yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional, efektif, aman, dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat monovalen dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis, Kurikulum Inti, dan Kisi-kisi Materi Kuliah, dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi, serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum, diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS, Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS, Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS, Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS, dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS.

39

Bab 3: Kurikulum

3.2.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I
NO. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20

SEMESTER II
NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19

SEMESTER III
NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20

40

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

SEMESTER IV
NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21

Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Kimia Bahan Makanan (CPC 212)

SEMESTER V
NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20

41

Bab 3: Kurikulum

SEMESTER VI
NO. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan, Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Imunologi (CPC 346) 3. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19

SEMESTER VII
NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3

02 03 04 05 06 07 08 09 10

CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465

MKB MKB MKB MKB MKB MKK

3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20

Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455)

42

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

SEMESTER VIII
NO. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6

3.2.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3.2.11.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek, termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit, anggaran pendapatan dan belanja, serta pengawasan inventori, peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit, usaha pendispensan aseptik, farmasi pesien rawat inap, farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling, keperluan farmasi pediatrik, radiofarmasi, jaminan mutu pekerjaan farmasi, intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka; Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu, modal, motivasi, dan staf; Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen, bertanggung jawab secara profesional dan beretika; Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme; Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi; Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah, studi literatur, studi kasus dan diskusi. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat; Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan; Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit, penilaian sejarah penyakit dan pengobatan, mengenalpasti dan menyusun/

43

Bab 3: Kurikulum

mengurut masalah penyakit pasien, membuat strategi dan desain terapi, pemantauan terapi pada penyakit pasien. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori, konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien, ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya; Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat, penyampaian informasi obat, pemantauan terapi obat, serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian; Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis; Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling, pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna; Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional; Dalam mata kulah ini, termasuk konsep kontrol farmaseutik, proses penggunaan dan dispensing obat, pelabelan dan penjelasan auksilari, pendekatan telaah preskripsi, perombakan pengobatan, ulasan projek, pengobatan pasien, kaunseling dan komplians drug, serta pengenalan praktek terapeutik. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik, menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya, mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik; Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan; Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya, kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Profesi, Profesional, Profesionalisme, b. Karakteristik Profesi; Etika: a. Etika Umum, b. Sumpah/Janji, c. Kode Etik; Profesi Farmasis/Apoteker: a. Peran, b. Area kompetensi, c. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker; Organisasi Profesi: a. Visi dan Misi, b. Tujuan, c. Struktur Organisasi; Pembinaan Profesi: a. Sistem Legeslasi, b. Pendidikan Profesi Berkelanjutan; Standar: a. Standar Profesi, b. Standar Kompetensi, c. Standar Pelayanan, d. Standar Pendidikan.

44

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.23/1992 tentang Kesehatan;; Undang-undang No.5/1997, tentang Psikotropika; Undang-undang No.22/1997, tentang Narkotika; PP No.20/1962, tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker; PP No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.26/1965 tentang Apotik; PP No.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker; PP No.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan; Permenkes No.922/.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik; Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker; Permenkes No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker; Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker; Kepmenkes No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik; Kepmenkes No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional; Kepmenkes No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik; Kepmenkes No.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit; Perda Kota Medan No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan, perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik, polifarmasi dan penggunaan obat, penilaian resiko penggunaan obat tertentu, efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat, kardiovaskular, sistem otot dan tulang, sistem gastrousus, dan sistem urinari; Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik, antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat; Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45

Bab 3: Kurikulum

kesejahteraan), bidang-bidang kesehatan fisik, biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan; Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting; Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi, perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi; Pembelajaran ini meliputi ceramah, studi literatur, studi kasus dan diskusi. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik, meliputi: Teori dasar manajemen, fungsi-fungsi manajemen, manajemen apotik, keuangan, pemasaran, penjualan dan distribusi, inventori, SDM, studi kelayakan apotik, organisasi apotik, pengadaan, manajemen pelayanan dan informasi obat, pengendalian operasi apotik, analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya; Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi, struktur sosial dan modernisasi; Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba, keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik; ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain; Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, jelas, dan komprehensif mengenai masalah, praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi; Konsep dasar, prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi, yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas; Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari; Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas, studi literatur, studi kasus, dan diskusi. 46

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

3.2.11.2. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh; Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal, pertukaran pasif air dan bahan terlarut, transportasi aktif melewati membran plasma, mengatur volume sel, homeostatis, teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel; Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus, proses diagnosis, tanda-tanda dan simptom, interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti, penyakit ginjal, paru, jantung dan vaskular, endokrinologi dan metabolik, shock, neurologi, gastroenterologi dan hematologi; Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi; Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat, cara pemberian dan pemantauan obat. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik, terapeutik, dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular, jaringan penghubung (jaringan konektif), gangguan mental, penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi; Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi; Penularan penyakit saluran pernafasan, peritonitis, tuberkulosis, malaria, endokarditis, HIV, dan penularan penyakit melalui kontak seksual; Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif, penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis, dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia, eklamsia, infertilitas dan kontraseptif. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi, termasuk teori aksi obat, ikatan molekul obat dengan reseptor, farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan, distribusi, metabolisme, dan eksresi) obat, interaksi obat, serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat; Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem

47

Bab 3: Kurikulum

imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri, struktur dan fungsi neuron, ganglion, sinaps, pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik; Konsep, definisi, proses dan mekanisme potensial membran, perambatan sistem saraf otonomik dan somatik, aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan; Struktur, organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik, kolinergik dan somatik, mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut; Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis, neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi, hipotensi, feokromositoma dan asma); Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja, metabolisme, efek samping, hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN, GINJAL, DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan, ginjal dan darah; Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut, termasuk rasional pengunaannya, dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM); Karakteristik farmakokinetik klinis, interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida, vankomisin, kloramfenikol, siklosporin, digoksin, salisilat, teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam; Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati.

48

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan; Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan, pengelolaan farmasi, jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan; Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka, studi literatur (belajar mandiri), studi kasus dan diskusi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis; Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin; Etiologi, patifisiologi, manifestasi klinis, tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas; Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut, dan rasional penggunaannya, mekanisme kerja, efek samping dan hubungan struktur-aktivitas, juga akan dibahas. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular, serta bunyi dan elektrokardiogram jantung, dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah; Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi, angina pektoris, gagal jantung kongestif, aritmia jantung dan hiperlipidemia; Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi, mekanisme kerja, efek samping, pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi, farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat; Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi, depresi, mania, 49

Bab 3: Kurikulum

parkinson dan skizofrenia; Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas; Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya; Penyakit seperti peptik ulser, sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya; Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker, etiologi, patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini; Aspek farmakologi, kimia dan mekanisme kerjanya, farmakokinetik, efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent, antibiotika, antitumor, antimetabolit, alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas; Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker, seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik, penanganan kemoterapi, pemantauan efek samping dan terapi pendukung. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi, pengobatan dan kesehatan masyarakat; Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi, rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi, beberapa perspektif farmakoepidemiologi, proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar, cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik, uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi, kerja toksik, faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya, interaksi zat 50

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

dalam toksikologi, indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat, mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan, mengurangi interaksi obat yang merugikan, sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien; Perspektif interaksi obat: definisi, ranah interaksi obat (interaksi obat-obat, obatmakanan, obat reaksi laboratorium); Arti penting interaksi secara klinik; Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi, pasien beresiko, jenis dan mekanisme interaksi obat; Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi, disintegrasi, absospsi, distribusi, eliminasi obat, pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat; Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens, signifikansi klinik, drug displacement; Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya, signifikansi klinik (induksi dan inhibisi); Interaksi obat pada ginjal, ekskresi obat dalam renal, mekanisme interaksi, perubahan pH urin, perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus, perubahan aliran darah renal, interaksi obat dengan diuretika; interaksi obat dengan herba/food suplement; Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik, perubahan mekanisme transport obat, perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit, interaksi tidak langsung, sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh, baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan, serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus, hipertiroid, hiperlipidemia), penyakit ginjal (GGA, GGK, GNC, sindroma nefrotik), penyakit tropik (demam tifoid, GEA, DHF), penyakit hati (hepatitis, sirosis hati, hepatoma), penyakit hematologi (anemia, leukemia, limfoma maligna), penyakit sendi (gout, artritis rematoid, osteoartritis), penyakit alergi imunologi (SLE). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen, metode pengukuran, nilai rujukan serta interpretasi hasil.

51

Bab 3: Kurikulum

3.2.11.3. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep, singkatan latin, undang-undang dan perhitungan farmaseutika; Sediaan larutan obat dalam: eleksir, linktus, obat tetes pediatrik, draught, obat kumur dan cuci mulut; Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche, enema, linimen, kolodion, obat tetes telinga dan hidung; Sediaan koloid dan emulsi; Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar, terbungkus, Eferfescent, kapsul gelatin keras, lunak, enterik; Sediaan supositoria: dasar supositoria, nilai sesaran, cara penyediaan, penyerapan melalui rektum; Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim, pasta, jeli, poultis, cara penyediaan semi-padat, pengemasan; Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna; Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika, kimia dan terapeutik; Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin, antibakteria, antivirus; Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian, bentuk dosis, formulasi, stabilitas, pengemasan dan pelabelan; Sediaan obat mata: bentuk dosis, formulasi, stabilitas, perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan; Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran), fungsi pengawet, prinsip pengawetan, pemilihan pengawet; Prinsip sterilisasi, kriteria steril, cara sterilisasi; Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran, rancangan ruang aseptik, kabinet aliran laminar; Sutur dan ligatur: bahan, jenis, cara sterilisasi; Uji sterilitas: pengambilan sampel, medium kultur, cara pengujian; Uji pirogen: efek fisiologi, sifat fisikokimia, efek obat, penentuan; Uji partikel asing: bahaya partikel asing, sumber kontaminasi, pemeriksaan, cara menghitung mikroba, uji USP; Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran, cara uji kebocoran. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery); Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik; Teori-teori atom, mekanik kuantum, mekanik molekul, QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan, pelepasan dan penyerapan obat; Formulasi dan perencanaan dosis obat, stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi; Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur, ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika; konsep keterlarutan, proses 52

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

pelarutan, keseimbangan fasa, gambar fasa dan koefisien pembagi. ionisasi, larutan buffer, difusi, kompleksitasi, ciri-ciri koligatif, larutan isotonik, hukum-hukum gas, jenis larutan, penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat; Fenomena antar permukaan, energi bebas, tegangan permukaan, dampak zat larutan, monolapisan terlarutkan, monolapisan tak larut, tekanan permukaan, sudut kontak, penyebaran, pembahasan dan zat aktif permukaan; Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat, isoterma pelekatan molekul. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan, sistem suspensi, emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi; Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika; Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi, emulsi, koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi; Di dalam topik reologi, penekanan kepada sifat reologi, hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton, bahan-bahan shear thinning dan shear thickening plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi; b. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh); Teori umum pelepasan (liberation), pelarutan (disolution), dan difusi/absorpsi (absorption), yang disingkat LDA; Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Macam-macam konsep membran biologis; b. Macam-macam mekanisme absorpsi; Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan, pelarutan dan absorpsi obat: a. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif; b. Faktor formulasi dan teknologi; c. Faktor fisio-patologi; Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Anatomi dan fisiologi saluran cerna; b. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna; c. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna; d. Gerakan saluran cerna dan waktu transit; e. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral; f. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral; Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. Anatomi dan fisiologi rektum; b. Pembuluh darah yang melewati rektum; c. Komponen dan karakteristik cairan rektum; d. Gerakan rektum dan waktu transit; e. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal; f. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal; Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Anatomi dan 53

Bab 3: Kurikulum

fisiologi kulit; b. Pembuluh darah yang melewati kulit; c. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit; d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan; e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan; Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Anatomi dan fisiologi mata; b. Pembuluh darah yang melewati mata; c. Karakteristik tiap lapisan mata; d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata; e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Anatomi dan fisiologi saluran nafas; b. Pembuluh darah yang melewati paru-paru; c. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru; d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru; Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan; b. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan; c. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral; d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral; Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. Metode uji ketersediaan hayati; b. Disain percobaan; c. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan; d. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati; e. Perhitungan parameter ketersediaan hayati; f. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi, resep dokter; cara compounding obat yang baik; perhitungan dalam compounding; compounding obat non-steril dan steril; aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian; pemrosesan resep secara profesional, dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan, kepentingan dan pengawasan bahan mentah; Struktur dan fisiologi kulit; Sediaan perawatan kulit: pencuci, pembersih, penjaga, pelindung matahari, penggelap kulit; Struktur dan fisiologi rambut; Sediaan perawatan rambut: shampo, konditioner, bahan pengkeriting, pelurus, pewarna dan hair spray; Kosmetik pewarna: muka, mata, bibir, kuku; Sumber bau badan; Sediaan deodoran dan anti-perspiran; Sediaan bayi; Sediaan gigi: pasta gigi, serbuk gigi, pencuci mulut, pembersih gigi, adhesif gigi palsu; Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi, jenis dan klasifikasi minyak wangi; Jaminan mutu: bahan mentah, sediaan akhir, bahan pembungkus, praktek laboratorium yang baik, praktek 54

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

produktivitas yang baik, perlindungan terhadap lingkungan; Aspek penjagaan sediaan kosmetik. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen; Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia; Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit; Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran; Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan; Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar; Indikasi terapeutik, spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria, antelmintik, pestisida, koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral, keuntungan dan kerugiannya, metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul, tipe matriks, tipe sandwich; faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat, penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat, serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Sistem penyampaian transdermal, keuntungan dan kerugian, absorbsi perkutaneus, faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi, metode untuk meningkatkan permiasi, model hewan yang digunakan untuk penelitian. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol, depot tipe adsobsi, depot tipe enkapasulasi, depot tipe esterifikasi, dan evaluasi secra in vivo. Sistem penyampaian secara implantasi, keuntungan dan kerugian, mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi, membran permiasi, matriks, disolusi reservoadran kimia. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. 3.2.11.4. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi, termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi, kultur sel hewan, adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir, uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba; Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi; Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. 55

Bab 3: Kurikulum

MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa, meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri, struktur sel asing, struktur pergerakan, struktur pelekatan dan juga endospora, akan dipaparkan dalam mata kuliah ini; Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan, pewarnaan, isolasi, kultur, pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri; Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan, nutrisi dan metabolisme mikroorganisme, genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme; Prinsip-prinsip penyakit, cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host - patogen juga diperkenalkan; Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur, klasifikasi dan kepentingan klinik. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan; Regulatori dan kebijakan herba, klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam, taksonomi dan tatanama tumbuhan, sumber, bioteknologi kultur, penanaman, pemanenan, penyimpanan, pemalsuan, karakteristik, pengawasan mutu, pemiawaian, herbarium, arboretum, ekstraksi, pengeringan, formulasi, farmaseutik, farmakokinetika, farmakodinamika herba; Uji klinik, aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis, dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut; Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba; Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. Prokaryote versus eukaryote, b. Cellular specialization, c. Structure and function of organelles: mitochondria, golgi bodies, ribosomes, endoplasmic reticulum, lysosome, chloroplast, nucleus, microtubules, microfilament; Energy, enzyme, and metabolism: a. Mitochondria and the 56

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

conservation of chemical energy; The gene and synthesis of protein: a. DNA: structure, replication, and DNA repair, b. RNA: general structur, ribosomal RNA, transfer RNA, messenger RNA, c. Amino acids, structure and functional proteins, d. The relationship between genes and protein, e. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation, f. Conservation of genetic codes; Mutation, cancer, and aging; Cell growth and replication: a. Cell growth, b. Cell culture, c. Somatic cell genetics, d. Cell replication: mitosis. Meiosis; Microbial genetic: a. Chromosome and plasmid, b. DNA recombination, c. Cell fusion; Membrane structure and function: a. Summary of membrane functions, b. Membrane composition, c. Lipid bi layer, d. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion, cell junctions, e. Transport of material across membrane; The immune system: a. Antibody structure and function, b. Antibody diversity, c. The clonal selection theory, d. T and B lymphocytes 3.2.11.5. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon, nitrogen, dan oksigen; Ikatan sigma dan pi, orbital molekul, dan tatanama senyawa organik yang penting; Pengenalan stereokimia, isomer geometrik, dan konfigurasi sistem cis, trans, E dan Z, konformasi senyawa rantai lurus dan siklik; Isomer optik dan konfigurasi sistem D, L, eritro, treo, R dan S; Reaksi pergantian nukleofilik SN2, SN1, SNi, reaksi pembuangan E1 dan E2, reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut; Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diels Alder. Radikal, reaksinya, dan polimersasi melibatkan radikal; Reaksi esterifikasi asetilisasi, hidrolisis, pembentukan lakton, laktam, amida dan terunannya, sulfonamida, uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering, reaksi penggaraman, analisis kation cepat. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional, identifikasi senyawa yang mengandung C,H,O; CHON; CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR, UV, kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas.

57

Bab 3: Kurikulum

GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik, bentuk organisasi laboratorium, cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas, perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya, pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran, pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop, pH meter, spektrofotometer, HPLC, GC, FT-IR, AAS. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur, sifat kimia dan metabolisme karbohidrat, lipid, asam amino, protein, asam nukleid dan vitamin; Tatanama enzim, kinetik enzim dan penghambatan enzim; Basa purina dan pirimidina, nukleosida, nukleotida, DNA, denaturasi, renaturasi, penghibridan, RNA, penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan; Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Monosakarida, b. Glikosakarida, c. Oligosakarida, d. Polisakarida; Reaksi karbohidrat: a. Hidrolisis, b. Reaksi pencoklatan; Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. Hidrofilisitas, b. Pemanis; Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Hubungan fungsi struktur polisakarida, b. Amilum, c. Selulosa, d. Hemiselulosa, e. Pektin; Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Asam lemak, b. Asil gliserol, c. Fosfolipida; Klasifikasi lipida: a. Lemak susu, b. Asam laurat, c. Vegetable butter, d. Oleat dan asam linoleat, e. Lemak hewan, f. Marine oil; Aspek kimia lipida: a. Lipolisis, b. Auto oksidasi, c. Kimiawi penggorengan; Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Refining, b. Hidrogenasi; Interesterifikasi; Fisikokimia asam amino dan protein: a. Sifat umum asam amino, b. Sifat umum protein, c. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein; Denaturasi protein: a. Pengaruh fisika, b. Pengaruh kimia, c. Energi denaturasi; Fungsi protein: a. Sifat pengemulsi, b. Sifat pembusukan. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal; Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals); komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan; antioksidan dan fitokimia di dalam makanan; Peranan komponen fungsional di dalam makanan; Komponen fungsional dari 58

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

makanan nabati; komponen fungsional dari makanan hewani; Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3, flavonoida, limonoida, sulfida, karotenoida, mineral, fitosterol, serat pangan, prebiotik danprebiotik, dll; Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan; Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif; Diet dan arterisklerosis; zat bersifat anti kanker di dalam makanan; pola makan dan proses penuaan; fitosterol di dalam margarin, susunan makanan nasional. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat, prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak), kromatografi cair kinerja tinggi, kromatografi gas, NMR, AAS, serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat, klasifikasi obat dan penyakit; Pengukuran dan ekspresi efek obat; Peranan kimia pada tahapan farmaseutik, farmakokinetika dan farmakodinamika; Tatanama obat, asal usul dan dasar pencarian obat, penemuan, pembuatan dan formulasi obat; Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat; Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR); Peran stereokimia dalam aktivitas obat; Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan; Kerdioaktipan alam dan buatan; Peluruhan radioaktip, cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi; Cara-cara analisis yang digunakan; Penggunaan radioisotop dibidang farmasi; Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi; Penggunaan radioisotop untuk terapi; Penggunaan radioisotop untuk penelitian; Syarat sediaan radiofarmasi,teknikpenyediaan; Pemeriksaan sediaan radiofarmasi; Penyimpanan radiofarmasi 3.2.11.6. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum, makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. Pendahuluan: Arti komunikasi, perbedaan komunikasi lisan dan tertulis, 59

Bab 3: Kurikulum

peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah, tujuan menulis karya ilmiah; Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia, bahasa yang efisien dan efektif, penalaran dalam bahasa Indonesia, implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia; Karangan ilmiah dan non-ilmiah; Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya; Menulis laporan ilmiah; Menulis karangan ilmiah; Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah; Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian; Karangan ilmiah: Skripsi, tesis, disertasi, karangan ilmiah popular, journal, buku ilmiah; Belajar dari contoh. UNI 10*/2 SKS - Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berfikir fisolosofis, bersikap nasional dan dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. A. UNI 101/2 SKS - Agama Islam Manusia dan Agama. Agama Islam. Sumber Ajaran Islam. Perangkat dasar Agama Islam. Akidah. Syariah, Ibadah dan Muamalah. Akhlak. Takwa. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. B. UNI 102/2 SKS - Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Tiga kemampuan dasar manusia. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan dengan Ilahi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah, diterima secara pribadi, dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua, yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Motivasi baik dan buruk. Arti keadilan. Keluarga Katolik. Agama 60

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu, bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerasulan awam sebagai tugas umat. C. UNI 103 - Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Hakikat manusia; b. Manusia dan tanggung jawab; c. Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama: a. Pengertian agama; b. Agama Krsiten; c. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Gereja. Iman Kristen, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman, Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Kapita selekta. Tema-tema kapita selekta: a. Narkoba; b. AIDS; c. Perjudian; d. Dan lain-lain. D. UNI 104 - Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Agama Budha. Sumber ajaran Budha; Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Kerangka dasar ajaran Budha; Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Dhamma. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia, manusia lain, dan lingkungan. Meditasi; Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Studi kasus pada masing-masing fakultas. E. UNI 105 - Agama Hindu 2 SKS Filsafat, ilmu pengetahuan dan agama. Sejarah agama Hindu. Alam semesta. Weda sebagai kitab suci, sebagai hukum Hindu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Catur Marga Yoga. Sosiologi agama Hindu. Sar darsana. Sila dan etika Hindu. Yadnya. Pandita dan Pinandita. Tempat suci. Hari-hari suci agama Hindu. UNI 108 - Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium Farmasi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61

Bab 3: Kurikulum

farmasetika. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari, memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara, termasuk hak dan kewajiban bela negara; Pengantar: a. Hak dan kewajiban warganegara; b. Pendidikan pendahuluan bela negara; c. Demokra- si Indonesia; d. Hak Azasi Manusia; e. Wawasan nuantara; f. Ketahahan Nasional; g. Politik dan stra tegis nasional; Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan; a. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan; b. Pemahaman tentang bangsa, negara, hak dan kewajiban warganegara, hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi, HAM dalam bela negara; c. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila, UUD 1945,Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional; d. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN; Konsep Wawasan Nusantara; a. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara; b. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan; c. Implementasi Wawasan Nusantara; Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara; a. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia; b. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional; c. Pengaruh HAM, Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional; Politik dan Strategi Nasional; a. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; b. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep, serta prinsip dasar statistik. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik, cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai, kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data, apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan.

62

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi, fisiologi, farmakologi, teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya, sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi, rumah sakit, farmasi komunitas atau industri. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir, mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada; dalam bidang Kimia Farmasi, Farmasetika, Biologi Farmasi, dan Farmakologi; misalnya: a. SAR, demam berdarah, flu Burung, b. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik, belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet, c. Health food: VCO, minyak omega-6, d. Herbal medicine: the hijau, buah merah, back to nature, e. Teknik/metode: analisa yang baru, f. Teknologi nano dalam farmasetika, g. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu, diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan, ataupun hal baru dalam bidang farmasi. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa.

63

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker

BAB

4
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER

etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.), untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi, yaitu: 1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Industri 4. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas, APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker, silabus mata kuliah, dan kerja praktek profesi. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen, dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa, sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif), di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan.

4.1. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003, 64

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

tanggal 6 Maret 2003, tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis, Kurikulum Inti, dan Kisi-kisi Materi Kuliah, dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Industri 4. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.1.1. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas)
NO. 01. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik - Peraturan perundangan tentang obat - Satabilitas Obat - Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika - Formulasi Sediaan Obat - Cara/teknik pencampuran obat - Cara/teknik pembuatan sediaan obat

Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat, aman, dan efektif. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi, Informasi fungsi pelayanan konsultasi, dan Edukasi. informasi, dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita, tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.

02.

03.

- Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi, Toksikologi, Biofarmasi, Farmakokinetik, Stabilitas Obat dll. - Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi - Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me-

65

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. - Kemampuan berbahasa dengan baik - Ilmu komunikasi dan Psikologi - Peraturan perundangundangan

NO.

FUNGSI/TUGAS

KOMPETENSI

04.

Pencatatan dan Pelaporan

05.

Partisipasi Monitoring Obat

06.

Partisipasi Promosi Kesehatan

07.

Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan, Sumber Daya Manusia dll)

Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek, seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.

- Ilmu-ilmu kefarmasian

- Ilmu-ilmu kefarmasian - Ilmu-ilmu komunikasi - Psikologi

- Manajemen kepegawaian - Manajemen keuangan - Farmako-ekonomi

4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit


NO. 01. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan - Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan - Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai - GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan - Stabilitas obat penyimpanan obat dan - Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan - Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit

02.

Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya

03.

Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya

66

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik - Farmakoterapi - Toksikologi Klinik - Biofarmasi - Farmakokinetik Klinis - Patofisiologi - Ilmu komunikasi - Psikologi

NO. 04.

FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy)

KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita, pemilihan obat yang tepat, pemberian dan penyediaan obat, pemantauan efek obat, dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi, informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit, antara lain: uji klinis. Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.

05.

06.

Pelayanan KIE (konsultasi, informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Pusat Informasi Obat

- Farmakoterapi - Ilmu Komunikasi - Psikologi

- Manajemen informasi - Sistem Informasi - Ilmu Komunikasi - Ilmu-ilmu Kefarmasian - Metodologi Penelitian - Statistik

07.

Peranan dalam penelitian

08. 09.

10.

Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi

Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik

- Peraturan perundangundangan/Farmakope - Manajemen logistik - Farmako-ekonomi - Farmasetika

11

Peranan dalam pendidikan dan kesehatan

- Ilmu-ilmu kefarmasian - Ilmu komunikasi/ pedagogik

67

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker

4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi


NO. 01. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif, terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik - Perundang-undangan - Formulasi Teknologi Farmasi - Farmakologi dan Toksikologi - Farmasi Fisika - Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya, khususnya melalui internet - Kemampuan komunikasi - Farmakologi/ Toksikologi - Kimia Medisinal - Bioteknologi - Farmakognosi/Fitokimia - Farmasi Fisika - Biofarmasi - Farmakokinetik - Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian

02.

Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik

Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif

03.

04.

05.

Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat, pilot plan, dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi), metode analisis, metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal, obat jadi, dan kemasan. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.

Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia, Fisika, Fisikokimia, Mikrobiologi, Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi - Unit proses

68

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi - Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai - Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia, Fisika, yang baik (good laboratory Fisikokimia, Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi, Biologi) menjamin mutu produk yang - Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya - Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan - Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. Farmasi - Pengetahuan tentang bahan pengemas - Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me- Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk - Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan - Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik - Toksikologi obat baru. - Farmakokinetik - Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe- Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia, Fisika, sesuai untuk keperluan perFisikokimia, Mikrobiobaikan mutu produk dan logi, Biologi). proses yang sudah ada. - Teknologi Farmasi - Farmasi Fisika - Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam - Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. kefarmasian - Pengetahuan tentang validasi - Statistik Promosi dan penyam- Mampu melaksanakan - Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi, Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. logi, Teknologi Farmasi, (dokter, farmasis, dll). Biofarmasi, Farmakokinetik, Ilmu Komunikasi - Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI

NO. 6

10

11

12

69

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik - Manajemen barang/ material - Stabilitas produk - Peraturan perudangundangan

NO. 13

FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.

KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru

14

Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru.

- Berbagai pengetahuan kefarmasian - Metodologi Penelitian

4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan


NO. 01. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor- Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan, seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan, pengadaan, dan bitkan suatu peraturan). distribusi obat untuk - Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi, Toksikologi, Stabilitas obat, Teknologi Farmasi, Biofarmasi, Farmakokinetik, Bioteknologi, dll. - Manajemen - Bahasa Inggris - Statistik - Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional, Esensial Nasional, persyaratan obat, distribusi, persyaratan obat, dll. Termasuk pengumpulan distribusi, dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI

02.

03.

70

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik

NO.

FUNGSI/TUGAS

KOMPETENSI

04.

05.

06.

07.

nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi, import, distribusi, dan penjualan. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional, kerja praktek, pendidikan berkelanjutan, dll). Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker, izin praktek, dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional, seperti dengan WHO, dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender, dll.

4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I


NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19

71

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker

SEMESTER II
NO. 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13

4.3. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik; Sistem Kardiovaskular: Hipertensi; CHF (Congestive Heart Failure); Sistem Syaraf: Epilepsi; Schizoprenia; Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis; Alergi pada kulit; Osteoporosis; Sistem Pernapasan: Asma; Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD); Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik; Diare; Konstipasi; Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut; Gagal ginjal kronik; Sistem Darah: Anemia; Thrombocitopenia; Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II; Hiperlipidemia; Pirai; Neoplastik: Leukimia; Breast cancer; Infeksi: Virus hepatitis; Bakteri ISPA, TBC; Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri); Lanjut usia (geriatri); kehamilan dan menyusui; gangguan ginjal; gangguan hati. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis; Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik; Bioavaibilitas dan bioekivalensi; Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik; Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal, hemodialisa, gangguan hepar, gangguan saluran cerna, penyakit kronis) dan monitoring kadar obat; Studi kasus untuk obat-obat khusus. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi, resep dokter; cara compounding obat yang baik; perhitungan dalam compounding; compounding obat non-steril 72

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

dan steril; aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian; pemrosesan resep secara profesional, dan studi kasus compounding dan dispensing. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen, fungsi-fungsi manajemen, manajemen apotik, keuangan, pemasaran, penjualan dan distribusi, inventori, SDM, studi kelayakan apotik, peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan, organisasi apotik, pengadaan, manajemen pelayanan dan informasi obat, pengendalian operasi apotik, analisis keuangan, dan strategi pengembangan. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care); Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter, obat tanpa resep dokter/swamedikasi; Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM, ASMETHOD, atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC, OWA, jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen; Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan; Pemahaman tentang rekam medik, monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective, objective, assessment, plan) atau PAM (problem, assessment, monitoring) dikaitkan dengan drug related problem; Penyusunan formularium; Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan); EBM (Evidence Based Medicine); Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian; Studi kasus pelayanan kefarmasian. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian, fungsi dan tujuan komunikasi; komunikasi efektif; Etika komunikasi; Konseling: pengertian; fungsi dan tujuan konseling, topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling; Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling; Sistem Informasi Obat; Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi, ranah interaksi obat (interaksi obatobat, obat-makanan, obat-reaksi laboratorium), arti penting interaksi secara klinik; obat-obat yang berefek toksik karena interaksi, pasien beresiko, jenis dan mekanisme interaksi obat; Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi, desintegrasi, 73

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker

absorpsi, distribusi, eliminasi obat, pengaruh adsorpsi, flora, dan motilitas terhadap obat; Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah; pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens, signifikansi klinis, drug displacement; Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya, signifikansi klinis (induksi dan inhibisi); Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal, mekanisme interaksi, perubahan pH urin, perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus, perubahan aliran darah renal, Interaksi obat dengan diuretika; Interaksi obat dengan herba/food supplement, signifikansi klinis; Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik, perubahan mekanisme transpor obat, perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit, interaksi tidak langsung, sindrom serotonin. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS, (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek; pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi, praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), dan manajemen perapotekan. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS), elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi, PPC (Production Planning Control), pengadaan bahan baku dan pengemas, produksi, pengawasan mutu, pergudangan obat jadi, penelitian dan pengembangan. Tugas khusus. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS), elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan; Distribusi obat dan alat kesehatan; Produksi obat jadi, sterilisasi, laboratorium; Pelayanan resep dokter, apotik; administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. Tugas khusus (Studi kasus).

74

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

5
SARANA PENDUKUNG

5.1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri, perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Fasilitas ruangan: overhead orojector; LCD projector; laptop dan sound system; white board; dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5.2. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium, yaitu:
NO. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Biokimia 1. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Kimia Organik 1. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Farmasi Fisik 3.Tek Formulasi Sediaan Solida 1.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika

75

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

5.4. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Di samping itu, tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. 5.5. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054, dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. 5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait - Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) - Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5.7. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan, terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini, Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas, yaitu: 1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Jakarta 2. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan 3. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Medan 4. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. PT Kimia Farma Apotek, Medan 6. Kimia Farma Apotek, Bandung 7. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. PT Aventis Pharma Industry, Yakarta 10. Perum BIOFARMA, Bandung 11. PT Indofarma Tbk, Yakarta 12. Industri Farmasi PT Kimia Farma, Bandung 13. Industri Farmasi PT Kimia Farma, Yakarta 14. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat, Bandung 79

Bab 5: Sarana Pendukung

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.

PT Combiphar Farma, Padalarang, Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk, Yakarta PT Bayer Indonesia, Yakarta PT Ethica Indonesia, Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories, Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi, Medan Rumah Sakit Umum Langsa, Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan.

Di samping itu, menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia, Jabatan Perkhidmatan Awam, Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia, Hospital UKM, Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia, Hospital Besar Pulau Penang, dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri.

80

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

6
DOSEN

osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU, sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU.

6.1. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). b. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88,7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Tabel 6.1. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor, Ph.D., dan Tahun Pengukuhan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Prof. Dr. Hakim Bangun, Apt. Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. Prof. Dr. Urip Harahap, Apt. Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App.Sc., Apt.bb Prof. Dr. Siti Morin Sinaga, M.Sc., Apt. Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux.Putra, SU. Apt Ph.D. Tahun di 1990, Tokushima Univ. Japan 1991, PPSF-USM, Malaysia 1991, PPSF-USM, Malaysia 1990, UNSW, Australia 2002, UTM-Johor, Malaysia 1994, Wniv. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005

81

Bab 6: Dosen

Tabel 6.2. Nama Dosen, Bidang Ilmu, dan Kualifikasi Pendidikan


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Prof.Dr.Hakim Bangun, Apt. Prof.Dr.Sumadio Hadisahputra, Apt. Prof.Dr.Urip Harahap, Apt. Prof.Dr.Jansen Silalahi, M.App.Sc.,Apt. Prof. Dr. Siti Morin Sinaga, M.Sc.,Apt. Prof.Dr.rer.nat.H.Effendy D.Putra, SU.Apt Dr.M.Pandapotan Nasution, M.PS.,Apt. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM 1991 Malaysia USM 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM, Johor AIT 2002 - Malaysia Thailand UGM Un.Wurzburg 1994 Yogyakarta Germany Univ. of Queensland1992 Illinois Australia USA Tsukuba Tsukuba 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa 1991 Jepang Jepang USM, 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM - Malaysia USU - Medan USM Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung -

Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi

1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 -

Dr.Ginda Haro, M.Sc., Apt. Dr.M.T Simanjuntak, 9. M.Sc.,Apt. 10. Dr. Karsono, Apt. Dr.Edy Suwarso, SU., Apt. Dr. Julia Reveny, M.Si., 12. Apt. 11. 13. Dra.Saodah, M.Sc., Apt. Drs. Salim Usman, M.Si.,Apt. Dra. Juanita Tanuwijaya, 15. Apt. Dra..Fat Aminah, M.Sc 16. Apt. Drs. Kasmirul Ramlan 17. Sinaga, MS.,Apt. 14. 18. Drs.Wiryanto, MS., Apt. Dra.Djendakita Purba, M.Si.,Apt. Dra.Azizah Nasution, 20. M.Sc.,Apt. Dra.Nazliniwaty, M.Si 21. Apt. 19.

Farmasetika 1983 UGM

Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU -

Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998

22. Drs.Surjanto, M.Si., Apt. Farmasetika 1988 USU 1997

82

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU - Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB USU - UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta - Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu

No. 23.

Nama

Dra.Anayanti Arianto, M.Si., Apt. 24. Drs.David Sinurat, Apt. 25. Drs.Agusmal Dalimunthe, MS.,Apt.

26. Dra.Lely Sari Lubis, Apt. Farmasetika 1984 USU 2002 TB USU 27. Marianne, S.Si., Apt. 28. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, S.Si., Apt. Aminah Dalimunthe, S.Si., Apt. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU -

29. 30.

Farmasetika 2002 USU 1973 ITB

1999

USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan

Dra. Nurmadjuzita, M.Si., Apt. Dra. Hayati Lubis, 31. M.Si.,Apt.

Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. Drs.Ismail, M.Si., Apt. Farmasi Drs.Fathur Rahman H, Kimia 33. M.Si.,Apt. Farmasi Drs.Syafruddin, MS., Kimia 34. Apt. Farmasi Drs.Muchlisyam, Kimia 35. M.Si.,Apt. Farmasi Drs.Chairul Azhar D, Kimia 36. M.Sc.,Apt. Farmasi Kimia 37. Dra.Masfria, MS.,Apt. Farmasi Dra.Masria L Tambunan, Kimia 38. M.Si.,Apt. Farmasi Dra.Saleha Salbi, M.Si Kimia 39. Apt. Farmasi Drs.Maralaut Batubara, Kimia 40. M.Phill.,Apt. Farmasi Drs.Nahitma Ginting, Kimia 41. M.Si., Apt. Farmasi Drs.Sudarmi,S., M.Si Kimia 42. Apt. Farmasi Drs.Syahrial Yoenoes, Kimia 43. SU.,Apt. Farmasi Kimia 44. Dra.Salbiah, M.Si., Apt. Farmasi Drs.Immanuel S. Kimia 45. Meliala, M,Si.,Apt. Farmasi

1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999

1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan

83

Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra.Tuty Roida Pardede, Kimia 46. M.Si.,Apt. Farmasi Kimia 47. Dra.Siti Nurbaya, Apt. Farmasi Kimia 48. Drs.Ubaidillah M., Apt. Farmasi Biologi 49. Dra. Siti Aman, MS.,Apt. Farmasi Dra.Misra Gafar, MS., Biologi 50. Apt. Farmasi Dra.Marline Nainggolan, Biologi 51. MS.,Apt. Farmasi Dra.Herawati Ginting, Biologi 52. M.Si.,Apt. Farmasi Nama 53. 54. 55. 56. 57. 58. Dra.Erly Sitompul, M.Si., Apt. Drs.Panal Sitorus, M.Si. Apt. Dra.Suwarti Aris, MS Apt. Dra.Aswita Hafni Lubis, MS.,Apt. Drs. Awaluddin Saragih, M.Si.Apt. Drs.Suryadi Ahmad, M.Sc.,Apt. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar di USM Memohon ke PPSF-USM -

No.

1980 USU 2000 TB USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung

59. Dra.Rosidah, M.Si., Apt. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.Rasmadin Muchtar, MS.,Apt. Drs.Saiful Bahri 61. Zainuddin, MS.,Apt. Hari Ronaldo Tanjung, 62. S.Si., Apt. 60. Farmakologi 1979 USU 1985

ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU -

6.2. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia, Patofisiologi, Kimia Klinis).

84

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

Tabel 6.3. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. dr. Adi Kusuman Aman, Sp.PK(K). Prof. dr. Iman Sukiman, Sp.PK(K)., dr. Dedy Ardinata, M.Kes. dr. Nuraiza Meutia dr. Eka Roina Megawati dr. Yetty Machrina dr. Yudi Herlambang dr. Maya Safira dr. M. Azhar dr. Milahayati Daulay Prof. Marjuni Rangkuti, MA., Ph.D. Dra. Rosmiani, MA. Dra. Hj. Zakiah, M.Pd. Drs. B.M. Sembiring Dr. Risnawati Sinulingga, M.Th. Drs. Tommy Tantawi, MA Drs. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu

6.3. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker, yaitu: yang berasal dari rumah sakit; industri farmasi; Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan; Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara; pimpinan apotek PT Kimia Farma, pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi; dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.

85

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan

BAB

7
ORGANISASI KEMAHASISWAAN

7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI - Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan - Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan - Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. PERANGKAT ORGANISASI A. Presidium Terdiri dari gubernur, sekretaris jenderal, dan ketua departemen B. Pengurus Departemen Ketua departemen, sekretaris departemen departemen, dan anggota

II. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Menentukan arah kebijakan dari organisasi

86

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. 4. Menandatangani surat mandat, surat keterangan, dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. D. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. 3. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. 4. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Mendapat mandat dari gubernur b. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi

87

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan

b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada

88

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

e. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Departemen Seni & Olahraga a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas, kekeluargaan, sportivitas, dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan

e. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. f. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. F. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. III. STRUKTUR ORGANISASI
Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Fadli : Yade Metri P. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu

Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah

90

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA)


Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M. IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M. FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS

Departemen
Penelitian dan Pengembangan - EVA SURIANTI - NURSAIDAH - KARMILA - DINANTY DINI - AGREFINA - ANITA KARLINA Kekaryaan - HAFNIZAR W DAULAY - VERA NOVITAWATI - FADHILAH ANWAR - FATIMAH SYAM - DINA ANDRIANI - ARISMA RINI Agama Islam - MUHARNI SAPUTRI - SRI IRMAWATI - PEBRIANA MEGA SARI - YULIA SARI - SRI KURNIASIH - MUSTATIAH Pembinaan Anggota - LISA HELMITA - MIMI MAULIDINA - FITRIANA - RETNO FARDHANI - RIKHA ANDRISSHA PTKP - NANDA SARI - NOVY HANDAYENNY - SRI WAHYUNI - AZMI ERVITA - SUCI RAHMALIA - PARHAN Agama Kristen - ELVRIDA SIALAGAN - YUSTINA SAMOSIR - AGNES SITORUS - JOHN NEW COMBI - JUNI MARTOGI

91

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan

92