i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

. Drs. iii . kami mengucapkan tarima kasih. dan organisasi kemahasiswaan.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. atas limpahan dan ramat-Nya. tujuan program studi. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. dosen.nat Effendy De Lux Putra. Medan. SU. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. sarana pendukung. kurikulum. Prof. Apt. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. Dr. Apt. Dalam buku ini diuraikan informasi umum.rer. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. SU. 30 Mei 2008 Editor. visi & misi. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Syahrial Yoenoes..

131283716 iv . Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. NIP. Medan. Dr. Kepada editor Buku Panduan ini. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Apt. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Prof. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Mei 2008 Dekan. Sumadio Hadisahputra.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT.

FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Apt. Sumadio Hadisahputra. Dr. SU.. rer. Pembantu Dekan I Prof. Apt. nat. Effendy De Lux Putra. Dr. v .

. Julia Reveny.. vi . Apt. Apt. Pembantu Dekan III Drs.Si.Pembantu Dekan II Dr. Surjanto. M. M.Si.

1............. 7 2...... Sejarah .............2....................... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ............................. Visi....................... Kurikulum dan Silabus .1.......................................... 52 3..................................vii Bab 1..........8......... Daya Tampung ..................... 38 3... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ................ Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas..................... 9 3....2...1.... Jam Belajar . Visi.....................7..2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas...................................................... 18 3.................. 9 3.......... 37 3. 8 Bab 3........................ 1 1..2.......2..........1.......10... 38 3............ Sejarah Universitas Sumatera Utara ...............1......11.................2..2..................1....11....1........ 36 3.................. Penjelasan Kurikulum ........................... Bidang Farmakologi ......... 1 1......... Bidang Farmasetika .. 38 3...................... 38 3.................4.................. Bahasa Pengantar .......2.................. Kurikulum........ Misi.....3.... 43 3........................2...3.... Sejarah Fakultas Farmasi....... 10 3...1.....1......................................................... 43 3.............. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ......1..................... 2 1.................. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ........... 37 3...............................2......................... 40 3...2....2.............1.....6...... Tujuan .. Sejarah FMIPA USU .............. Informasi Umum ................. 47 3.. dan Tujuan Program Studi ..................................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ...........................2.4. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .. Sumber Mahasiswa .......9...... 2 1...........................5...2....... Tabel Kurikulum ................2.2....................... 38 3.........11......1.................. 38 3...........2........................... iv Daftar Isi ........ 1 1..... Gelar ........................................... 9 3... Bidang Biologi Farmasi .................2.........2............................ Misi............2...11.......... Sejarah Jurusan Farmasi ................. 55 vii ..2.... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ...............................11..........4....... 3 Bab 2.......................................... Dasar Pemikiran ............. 36 3........................3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ...........3...1..........iii Kata Sambutan Dekan ........ 7 2..1.............

............ Dosen........................... 78 5....... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ................ 86 7.......................... 75 5............. Asrama ...... 59 Bab 4...................................... 81 6.............. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ..5............................................................ Non-Bidang .................... Penguji Luar ......................1.............11....3. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ................ Dosen Tetap .....1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ...........1........................... Perkuliahan ..........1.............................6................ 79 5....11...................... Sarana Pendukung .. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ....... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ...........2.................2.. Laboratorium ......... 91 viii ..... Program Pendidikan Profesi Apoteker ..1.... Dosen Tidak Tetap ..................2................... 84 6.................. 79 5.................... 85 Bab 7..... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ........................................3......... 68 4. Jurnal Ilmiah ..3....................6........ 57 3.... 75 5....... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ..........2.................................................. 72 Bab 5.1........................1.......... Pengakuan Badan Profesi Terkait . Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ............................... Bidang Kimia .............. 71 4....... 64 4.. 75 5... 79 5.2.........1..........................................3.......................5.............. 64 4.........................4......................3...........................................2... Organisasi Kemahasiswaan .. 66 4........................... 65 4... 70 4............ 86 7........................2..............................................4.............................................. Perpustakaan ............. 81 6...1................. Hubungan dengan Institusi Lain ........................ 79 Bab 6......7..........

USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Sejarah 1. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Fakultas Ekonomi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.1. Selain mengasuh program S-1.141 m2. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Fakultas Kedokteran Gigi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. 1. Fakultas Hukum. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Fakultas Sastra. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota.1. Fakultas Teknik.1. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Pertanian. dan Fakultas Pertanian (1956). disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Fakultas Farmasi.

Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir.1.T. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. A. Fisika dan Kimia.2. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Soekarno... M. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. Nazir Alwi. Barus. R. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.A. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai.3. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. 1. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Barulah pada awal tahun 1965. G. Apt. maka kepanitiaan terhenti. Soekemi.Sc. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.A. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof.1. 1. seorang 2 . Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Dr.

Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. Untuk itu.. (Alm) dan Bapak Drs. tanggal 11 November 2003. Lubis.1. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. Apt. Chairuddin P. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. MPS. M. 56/2003.A(K). Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. DTM&H. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. Sp. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Seiring dengan itu pula. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Pada perkembangan selanjutnya. Mudjitahid. Chairuddin Nasution.. tanggal 11 November 2003. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . M. Pandapotan Nasution.4. Apt. atas masukan Rektor USU (Prof. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. 56/2003. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU.. Apt. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi.. 1. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. sekaligus memimpin Jurusan Kimia.

Pada tanggal 31 Mei 2006. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . yang diteruskan kepada Rektor USU. tanggal 2 Mei 2006. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada tanggal 27 Oktober 2005. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Pada 8 April 2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. tanggal 17 Juni 2005. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. tanggal 25 Januari 2006. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. dan surat Rektor USU No. 2395/J05/TU/2001. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. setelah menelaah proposal tersebut. 822/J05/SK/KP/2005. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Pada tanggal 4 Juli 2005. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. dan dibahas di Komisi Akademik. menyetujui perubahan ini. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Untuk itu. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Pada hari Rabu. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Pada tanggal 6 Maret 2006. tanggal 8 Januari 2005.

pada tanggal 28 September 2006. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. Eddy Marlianto. Pada tanggal 14 Desember 2006. M. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Untuk selanjutnya. terhitung mulai hari Selasa. Sumadio Hadisahputra. rektor. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Apt.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Untuk proses persiapan selanjutnya. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). pada tanggal 27 Juli 2006. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Dr. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya.Sc. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. dekanat. tanggal 8 Agustus 2006. Selanjutnya. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Selanjutnya. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU.). 5 . Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.31%). Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.1. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).1. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. kisi-kisi materi kuliah.69%) dan Kurikulum Institusional (49. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. dan praktikum. kurikulum inti. 9 . dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan.1. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS.

04. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Tabel 3. 03. 12. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP).1. 05. b. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi.1. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 02. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . 09. c. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 3. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Kuliah. 07. 10. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO.2. 01. 08. 11. Tugas Akhir. 06. Praktikum. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen.

12. 04. 01. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. Islam.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 08. 10. 2. 07. 03. 04. 05. 06. Katolik. 3. Budha. 05. 01. 11. 02. 08. 02. 07. 5. 09. 4. 06. 11. 10. 03. Protestan. 09. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 .

04. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 .Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 04. 07. 11. 09. 07. 08. 09. 05. 10. 05. 11. 06. 02. 06. 02. 08. 03. 01. 03. 01. 10. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO.

08. 01. 07. 03. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 04.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 04. 01. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 06. 07. 02. 08. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 02. 02. 06. 09. 01. 05. 03.

FPC 310 02.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 322 NO. FPC 433 08. 11. FPC 421 09. FPC 431 07. FPC 451 08. FPC 441 07. FPC 342 NO. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 330 03. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 415 06. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 411 06. FPC 340 03. FPC 423 10. FPC 320 04. FPC 413 05. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 312 02. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS.

9. 7. 7. 5. 5. 9. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 3. 1. 11. 12. 8. 2. 4. 6. 8. 10. 3. 11. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 4. 6. 10. 2.

11. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 5. 11.Katolik. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 4. KODE 1. 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 10. 4. 1. 7. 3. 1. 3. 2. 6.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO.Budha. 9. 5.Islam. 9. 2. 10. 8. 6. 7. 3. 2. 4.Protestan. 5. 8. 4. 3.

5. 9. 1. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 7. 10. 2. 11. 7. 6. 3. 3. 9. CKB347 2. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 10. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. CKC 351 4. 6. 4. 3. 2. KODE 1. 2. 8. CKC331 3. 11. 1. 1. 4. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 4. 8.

18 . 2. gas nyata. Teori Hibridisasi. Konfigurasi Elektron. 5.1.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. 4. kondensasi gas dan keadaan kritis. Teori Asam-Basa. 3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Pengantar Kimia Kuantum. 9. Kinetika kimiai. teori kinetik gas. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Eletrokimia. 4. Kesetimbangan kimia. Bilangan Kuantum. 3.3. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Larutan. 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. Ikatan Kimia. Orbital Elektron. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. 7. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 6. Spektroskopi-fluorometri. Teori Resonansi. Termodinamika. Larutan. hukum-hukum gas.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. FKB 113/2 SKS . 8. 5.

Tiol. Pharmaceutical industry. Uji molekul hayati. FKB 121/2 SKS . Sediaan Padat.. Organologi. 19 .Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Fisiologi Tumbuhan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS .elektrolit. Mekaisme transpor di dalam tubuh. FLB 111/1 SKS . Busines pharmacy. FKB 151/2 SKS .Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. FKB 131/2 SKS . sistem limfatik dan imunitas. Hospital pharmacy. Alkana. sistem pencernaan.Pendidikan Kefarmasian. Retail farmasi. sistem saraf dan pancaindra. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Beberapa Konsep Dasar. Struktur dan fungsi.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. sistem endokrin. Kesetimbangan kimia. Sediaan Semi Solida. sistem lokomotorius. Service profesioanl. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Kinetika kimia. FKB 141/3 SKS .Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Pharmaceutical researc. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. sistem kardiovaskular. Eter. Alkena dan Alkuna.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Resep. sistem respiratori.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Epoksida dan Sulfida. Alkil Halida. Hasil kali kelarutan. Profesi kesehatan lainnya. Profesi farmasi. Alkohol. Reaksi-reaksi kimia. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Reaksi redoks. asam-basa. Saponifikasi asam lemak. Sediaan Cair. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Mekanisme Reaksi Organik.Kimia Organik I Pengantar. istilah anatomi dan fisiologi. Asam nukLeat dan protein. Pengantar Stereokimia. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Produk Galenika. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Perlengkapan. Histologi.

Penentuan siklus estrus dan proestrus. Arti komunikasi. Menulis karangan ilmiah. Penetapan Koefisien distribusi. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Menulis laporan ilmiah. Belajar dari contoh. refleks. warna kulit. lambung dan pankreatik. Skripsi. efek kolinergik dan adrenergik. kontraksi otot skelet. Akar. Anatomi organ tumbuhan dikotil. tujuan menulis karya ilmiah. penentuan parameter darah. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Spektrofotmetri infra merah. FLB 141/1 SKS . Karangan ilmiah. buah dan biji. Pencernaan di mulut. hiperemia.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Potensiometri.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. kontraksi otot jantung.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . Macam-macam jaringan. Transpor melalui xylem & phloem. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. kontraksi isometrik. penalaran dalam bahasa Indonesia. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. karangan ilmiah popular.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. tesis. 20 . bunga. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Uji tonisitas larutan. stoma. Distribusi reseptor. after image. rhizoma. batang. pengukuran tekanan darah. disertasi. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Konduktometri. B.Bahasa Indonesia Pendahuluan. daya membedakan. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. rambut. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. triple respon. Fungsi otak. fungsi saraf kranial. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Penetapan rotasi optik.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. bahasa yang efisien dan efektif. Coulometri UNI 107/2 SKS . penentuan bunyi pernafasan. daun. Spektrofotmetri UV-Visible. FLB 113/1 SKS . Hasil kali kelarutan. Efek insulin pada ikan. Krakteristika urin. journal. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. buku ilmiah. Bangun paragraph bahasa Indonesia.

FKB 112/2 SKS . Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. larutan ion lewat jenuh. Injuri. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Skema pemisahan kation. Pengendalian mikroba. FKC 140/3 SKS . Perubahan fungsi sistem imun. reaksi identifikasi kation/anion. koefisien fenol). Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Polisiklis dan Heterosiklis. Struktur dan fungsi virus. Senyawa Aromatis.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Penggunaan.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Metode pemisahan. Neoplasma. Proses infeksi. e. Disorder malignan sel-sel darah putih. Inhibitor biosintesis nukleotida. Mekanisme kerja.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. Difrensiasi jaringan. Lipida. FKB 122/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Takson. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. reaski basah. Mekanisme patogenesis. adaptasi. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. endapan.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Idenrifikasi unsur. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. modifikasi target molekul. FKB 120/2 SKS . Produk mikrobilogi dalam farmasi. Peptida & Protein. Membrane sebagai target. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. aging. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. b. Aromatis. kelarutan. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Analisis kualitatif ion anorganik. dan kematian sel. Desinfektan dan antiseptik: a. oksidasi-reduksi. reaksi kering. Resistensi (enzimatik. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. transporter). Morfologi luar tumbuhan. Tatanama tumbuhan. pemisahan anion. Dasar-dasar kromatografi. Filogeni. b. d. Karbohidrat. Spesies (species). c. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Inhibitor biosintesis protein. Amina Alifatis. Penentuan kekuatan (potensi. Asam Amino. dan coping. c. 21 .

Disorder gatstrointestinal. d. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Keuntungan dan kerugian. breaking. Alterasi fumgsi jantung. Penyakit liver. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Disorder intrarenal. Komponen aerosol. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Pengujian: derajat semprot. Pernyataan konsentrasi. Sediaan farmasi bentuk larutan. Contoh formulasi larutan. Eksipien. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Propelan dan fungsinya. Interval konfidensi. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. 22 . Pengamatan stabilitas secara visual.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Sediaan aerosol farmasi. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. pengamatan secara visual meliputi inversi. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Gagal ginjal. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Praformulasi.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Disorder pulmonal restriktif. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Sifat-sifat fisik propelan. Pengujian Hipotesis. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Penyajian Data. Penandaan pada kemasan. Alterasi aliran darah. FKB 150/2 SKS . Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. kebocoran wadah. Alterasi kontrol endokrin.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. metode perubahan partikel. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Disorder bladder. Metode pengisian. up ward & down ward creaming. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Shock. Evaluasi: homogenitas. Disorder fungsi neurologis akut. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Pengukuran pada Sampel. Disorder fungsi neurologis kronik. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Definisi. metode perubahan ukuran partikel. Prinsip kerja aerosol. pengujian tekanan. Gagal jantung dan disaritmia. Regresi dan Korelasi.

Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Salap. Identifikasi anion. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Bobot dan Volume. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Pasta dan Oculenta. isolasi. Disiplin Ilmu dalam Islam. A. Kromatografi. berpandangan luas. Akhlak. Isolasi asam sinamat dari gambir. Pembuatan Infus. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Tiga kemampuan dasar manusia. Analisis gugus fungsi. Hubungan dengan Ilahi. Praktikal Test. Syariah. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Identifikasi campuran. Perangkat dasar Agama Islam. Pembuatan Suppositoria. UNI 102/2 SKS . Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. bersikap nasional dan dinamis. Pembuatan Sediaan Kapsul. Takwa. Pikiran mencari kebenaran. UNI 10*/2 SKS . Agama Islam. reaksi nyala. B. Linimenta. Pembuatan Sediaan Guttae. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. FLB 112/1 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Sumber Ajaran Islam. Pembuatan Sediaan Cream.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Pembuatan Sediaan Pil. Ibadah dan Muamalah. berfikir fisolosofis. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Ilmu Pengetahuan dalam Islam.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. UNI 101/2 SKS .Agama Islam Manusia dan Agama. Identifikasi kation. Pemurnian. berbudi luhur. Akidah.

ilmu pengetahuan dan agama. d. Iman Kristen. sebagai hukum Hindu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Gereja sebagai masyarakat orang beriman.Agama Buddha Manusia dan agama. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. UNI 103/2 SKS .Bab 3: Kurikulum Nya. Alam semesta. Tema-tema kapita selekta: a. Keluarga Katolik. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kapita selekta. Dan lain-lain. diterima secara pribadi. dan lingkungan. Agama Krsiten. AIDS. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Weda sebagai kitab suci. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dhamma. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Tempat suci. Kerangka dasar ajaran Budha. b. Sejarah agama Hindu. c. c. Sar darsana. Hari-hari suci agama Hindu. Pengertian agama. Agama: a. UNI 105/2 SKS . Sila dan etika Hindu. Narkoba. Manusia dan Pembangunan. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Manusia dan keutuhan ciptaan. c. Arti keadilan. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Kasih dan Pengharapan). C. Pandita dan Pinandita. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Motivasi baik dan buruk. E. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Meditasi. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Manusia dan tanggung jawab. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. manusia lain. b. D. UNI 104/2 SKS . Catur Purusharta dan Catur Asrama.Agama Protestan Manusia: a. Catur Marga Yoga. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Perjudian. Yadnya. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Gereja. Hakikat manusia. Sosiologi agama Hindu. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. 24 . b.Agama Hindu Filsafat.

pemisahan endapan. hidrolisis. Metabolisme nukleotida. Iodatometri. Nukleotida dan asam nukleat. Pemahaman metode: Permanganometri. Pencernaan. Jenis-jenis titrasi redoks. Metabolisme karbohidrat. FKB 211/2 SKS . larutan dapar. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. pengeringan dan pemijaran. Asam-basa. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Analisis gravimetri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Spektrofotometri. persamaan Nernst. teknik eningkatkan presisi. Titrasi pengendapan. sel galvanic.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS .Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. 25 . Metabolisme xenobiotik. perhitungan. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Glosarium Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Sintesis beberapa bahan obat. Iodo-iodimetri. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Titrasi reduksi-oksidasi. Lemak. Metabolisme lemak.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. garam. Rancangan Sintesis. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. serimetri. Asam amino dan protein. kemurnian endapan.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. indikator redoks. absorbsi dan detoksifikasi. Akurasi dan presisi. kelarutan.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. endapan. Bioenergika. electrode & potensial sel. BromatoBromometri. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Reduksioksidasi. Teori kesalahan dan pengolahan data. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Enzim dan kinetika enzim. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. bikromatometri. Metabolisme asam amino. FKB 213/2 SKS . kekuatan ion. Strategi Retrosintesis. kompleks ligan. Titrasi asam-basa. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Hormon.

Pewarnaan. Viskositas dan Rheologi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. FKC 233/2 SKS . Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Suspensi. FLB 251/1 SKS . FKD 250/2 SKS . Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. FLB 211/1 SKS . Titrasi Argentometri-Volhard. Stabilitas. Sterilisasi. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Profesi Apoteker.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Inkompatibilitas dn interaksi obat.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Titrasi Iodimetri.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Difusi dan Disolusi. Farmakologi sistem saraf pinggir. Emulsifikasi. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Penggolongan tablet.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Kelarutan. Pembinan Profesi.Farmasi Fisik Pendahuluan. FKC 231/2 SKS . Kompetensi Apoteker. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Sifat Fisika Molekuler Obat. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Fenomena Antar Permukaan. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Titrasi argentometri-Mohr. 26 . Evaluasi Tablet. Titarsi Iodatometri. Rheologi. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Titrasi Iodometri. Penggunaan mikroskop. Teknologi Pembuatan Tablet. Kinetik. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Etika. Identifikasi mikroba secara biokimia. Standar. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. FLB 221/1 SKS . Sistem Dispersi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Teknik isolasi mikroba. Organisasi. Kecepatan disolusi. Difusi.

Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. dan minyak atsiri. Toksisitas gas/asap. hewan dan mineral. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Dokumentasi. FKC 242/3 SKS . Analisis unsure dan gugus fungsi. ekstrak dan minyak atsiri. Kinetika Absorpsi Obat. Antagonis obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . FKC 230/2 SKS . Sterilisasi Penyaring Bakteri. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. FKC 240/2 SKS . Sterilisasi Radiasi. Model Dua Kompartemen Terbuka. Toksisitas anestetika lokal. Pembawa. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Farmakologi obatobat susunan saraf pusat.Farmakognosi Pengertian. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. tablet. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Dosis obat. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. respon dan penentuan indek terapi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Pengemasan. sirup. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Pengolahan Sediaan. Sterilisasi Panas. Anestetika lokal. FLC 240/2SKS . Rute pemberian obat (Rute of administration drug). FKC 220/2 SKS . CPOB. antibiotika. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Efek korosif obat pada kulit. Ikatan Protein Obat. ekstrak. Farmakokinetika Nonlinear. Kandungan kimia. 27 . Sediaan Mata. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Model Satu Kompartemen Terbuka. Ekskresi Klirens. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh.

kadar ureum dan glukosa urin). enzim hidrogenase dan enzim katalase). spektroskopi emisi dan serapan atom. e. bilangan iod. kromatografi cair kinerja tinggi. Analisis gugus fungsi. FLC 212/1 SKS . Sintesis sabun dan deterjen. 28 . hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Waktu hancur. spektrofotometri infra merah. FLC 230/1 SKS . kadar glukosa darah. ikatan hidrogen. Keseragaman sediaan. Penentuan aktivitas enzim (amilase. Evaluasi Tablet: a. Kekerasan. Lemak (bilangan asam. SGPT dan SGOT). Disolusi.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. validasi prosedur analisis.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. e. industri obat tradisional. Urin (identifikasi berat jenis. glikolisis karbohidrat secara anaerob. d. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. identifikasi lemak dan kolesterol). FKC 311/3 SKS . FKC 315/2 SKS .Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. protein. Metode granulasi basah.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Metode cetak langsung. Sintesis antiseptik. kadar kolesterol darah). Darah (mengukur hemogelobin. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. interaksi obat-reseptor. b. stereokimia. Interpretasi data dan statistik.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Definisi dan ruang lingkup. absopsi. Kerapuhan. Sintesis aspirin. Sintesis turunan sulfa. FKC 313/2 SKS . Sintesis parasetamol. Protein (analisis asam amino. distribusi dan eliminasi.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. b.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Metode granulasi kering. Sintesis turunan asam barbiturat. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. Rancangan alat.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . industri farmasi. Kadar zat berkhasiat. FKE 351/2 SKS . c.

tiourea. Senyawa yang mengandung unsur C.Obat Tradisional Pendahuluan. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. 29 . Reaksi karbohidrat. Salep Mata. Denaturasi protein.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. FLC 321/1 SKS . fenol. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. dan makroskopis. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. antihistamin. FKC 331/2 SKS . Penetapan kadar. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Parfum FKC 321/2 SKS . Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). O. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Metode isolasi pati. Sediaan shampoo. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. senyawa alkaloid alam. Penetpan kadar. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar.Kosmetologi Pendahuluan.. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Fisikokimia asam amino dan protein. karboksilat dan antibiotika. Sediaan Pewarna Rambut. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. N dan S yaitu sulfonamida. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). FLC 311/2 SKS .Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Fungsi protein.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. H. Fungsi polisakarida dalam makanan. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Sediaan Pengeriting Rambut. Pelembab Kulit. Sediaan Rias wajah. H. antibiotika. Aspek kimia lipida. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Interesterifikasi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Fitofarmaka. FLC 331/1 SKS . H dan O yaitu alkohol.

Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Diuretika. II. Pemantauan resep dan pasien.Metodologi Penelitian Pendahuluan.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. ilmu. Analgetika.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Titrasi 30 . FLC 310/1 SKS .Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. FKC 320/3 SKS . Pedoman klinis. meliputi tentang definisi penelitian. Metode dan macam penelitian. Proses penelitian. Antiinflamasi. seminar dan skripsi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. FKC 340/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Stimulan susunan saraf pusat. Tatacara penulisan proposal. Efek hipnotika dan sedativa. Obat-obat pencahar. Penapisan secara kimia. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). FKC 350/2 SKS .Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. pelarutan dan absorpsi obat. Psikofarmaka. Reaksi obat yang tidak dikehendaki.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Metode ilmiah. Skrining farmakologi. Antipiretika. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. FKC 330/3 SKS . Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Desain percobaan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik.

Rancangan Obat Pendahuluan. Total asam tertitrasi. Langkah-langkah Merancang Obat. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Biossay guided/ 31 . Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Penetapan kadar kasein. FPC 320 2 SKS . Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. FLC 312 1 SKS .Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Bilangan asam. Iodimetri.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Spektrofotometri. Titrasi Nitrimetri. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. FLC 320/1 SKS . Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. FPC 330/2 SKS . Ilmu Polimer. FLC 314/1 SKS . Praktikal tes. Bromatometri.. Penentuan kadar vitamin C. KCKT. Stereokimia dan Aktivitas Biologi.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Analisis zat pewarna sintetik. Desain Produk Obat. Derajat asam susu. Spektroskopi emisi dan serapan atom. Percobaan khusus. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Bilangan penyabunan.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . dan kromatografi gas.

Langkah menyimpulkan analisis. FPC 342/2 SKS . dan data spektrum). Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Manajemen informasi elektronik. Makanan Fungsional. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS .Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Keamanan pangan. Komite farmasi dan terapi. IR. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. khasiat. Kesalahan pengobatan. FPC 340/2 SKS . Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. jurnal. 32 . Perbaikan dan proses medikasi. Sumber-sumber informasi obat. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Politik dan Strategi Nasional. Model analisis farmakoekonomik. Konsep Wawasan Nusantara.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Pelaksanaan analisis ekonomi. UNI 106/2 SKS . Sistematika menjawab pertanyaan.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. sumber lain). Kerusakan bahan makanan. Pengalengan makanan. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Analisa\is spektrum UV/Vis. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Metode pengawetan makanan. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. MS dan NMR. teknik isolasi.

Struktur dasar imuno globulin. Tindakan umum pada keracunan. aktivasi komplemen. Indikasi eksposisi yang berbahaya. GEA. Interaksi zat dalam toksikologi. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Defisiensi Sistim Kekebalan. Pengertian komplemen. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Jenis-jenis serum. leukemia. Makna biotransformasi. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. hiperlipidemia). artritis rematoid. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. DHF). Inhibisi pada transferoksigen. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Serum dan Vaksin. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . penyakit ginjal (GGA. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Komplemen. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Lanjutan fase farmakokinetik. GGK. Imuno-patologi. limfoma maligna). Sistim Kekebalan Spesifik.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Antibodi(Imunoglobulin). pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. hipertiroid. sirosis hati. tipe III dan tipe IV. penyakit alergi imunologi (SLE). penyakit sendi (gout. Antigen. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. reaksi hipersensitivitas tipe I. Klasifikasi antigen. osteoartritis). GNC. efek biologi atas aktivasi komplemen. Kerja toksik. Cara penggolongan toksikologi. Fase farmakodinamik.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. tipe II. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. Kerja teratogenik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . teori pembentukan imunoglobulin. FKC 443/2 SKS . Sistim Kekebalan Non Spesifik. penyakit tropik (demam tifoid. sindroma nefrotik). Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. metode pengukuran. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. penyakit hati (hepatitis. Penimbunan zat asing. 33 . komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. penyakit hematologi (anemia. sifat-sifat antigen. Jenis-jenis vaksin. Kedudukan.Penyakit atopi. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). nilai rujukan serta interpretasi hasil. pembagian dan fungsi imunoglobulin. Kekuatan ikatan antigen-antibodi.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. hepatoma).

Timun Laut. serta aplikasinya dalam oseanologi. Penyusunan Formula. FPC 423/2 SKS . cumi-cumi). Prinsip-prinsip POT. Toksin dari ikan Pupper fish.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Heterosiklik.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Minyak atsiri. iklan: guna. Echidermata. konsep pemasaran. FPC 411/2 SKS . Stereokimia Dinamis. Filum Rhodophyta. Minyak atisiri. Jenis fitoplangton. BIOSINTESIS. Gizi dan sistim imun. Sistem POT Implant.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. B. Biosintesis Steroid. cara dan etikanya). Jenis-jenis rumput laut. Metode isolasi agar.. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Lakton. Isolasi karagenan. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. alginat. Sistem POT Parenteral.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Cephalopoda (gurita. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Antibiotik. Preformulasi. FPC 321/2 SKS . Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Topik-topik Khusus. ISOLASI BAHAN ALAM. bunga karang. alginat dari rumput laut. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Kerusakan Produk. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. FPC 431/2 SKS . Pemasaran (pemasaran produk. Pengemasan. Pencemaran di Industri Farmasi. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Farakologi Farmasi.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Radikal bebas. Biologi Farmasi. Bteknologi Farmasi. Glikosida. Imunoassay. Biosintesis Alkaloid. jamur bahari. 34 . In Proses Control. FPC 451/2 SKS . Vitamin. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Mekanisme analisa pelepasan obat. FPC 433/2 SKS .Farmakognosi Lanjutan A. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia.

Kerdioaktipan alam dan buatan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Pemeriksaan narkoba.Kimia Forensik Pendahuluan. Doping Obat dan cara pemeriksaannya.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Toksikologi forensik. 35 . TBC. Anak-anak. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Hipertensi. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Obstruksi kronik saluran nafas. Syarat sediaan radiofarmasi. Toksikologi rumah sakit. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Masa kehamilan dan menyusui.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Studi kasus. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FPC 415/2 SKS . Terapi antibiotika. FKC 450/1 SKS . FPC 441/2 SKS . Penyimpanan radiofarmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS .Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. teknik penyediaan.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. FLC 452/5 SKS . Terapi parenteral. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Penyakit Parkinson. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Pengobtan berbasis bukti. Lanjut usia. Peluruhan radioaktip. Gout dan hiperurisemia. FPC 413/2 SKS . Cara-cara analisis yang digunakan.

Sehubungan dengan itu. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. Terlepas dari hal tersebut. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Tentu saja.Bab 3: Kurikulum 3. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. untuk dapat memenuhi kompetensi itu.2.1. termasuk Fakultas Farmasi USU. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. tepat. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian.2. dengan tetap 36 . Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.

demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Surabaya. 3.2. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 2.3. di samping program yang ada sekarang. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Artinya. Seperti yang diuraikan di atas. 4.2. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. 37 . Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Yogyakarta. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. 3. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. 3. Bandung. Jakarta.2. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. Banda Aceh. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Di samping itu. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia.

Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.4.000.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.7.).00-11. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. dapat melanjutkan ke Program 38 . sore hari mulai pukul 14. 3. 40. sudah termasuk uang praktikum.000.2.. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).Bab 3: Kurikulum 3.Farm.2.2.9.6.30 WIB. 3. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.).2. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.Farm.2.00-17.8. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.00 WIB. 3. 3. 3.2.5.00-13. Di samping itu.00 WIB.

dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum.). Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Kurikulum Inti. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. aman. 39 . dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. efektif. dengan lama pendidikan selama 2 semester. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.

01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.2.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .Bab 3: Kurikulum 3.

01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 .

Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Radio Farmasi (CPC 411) 3. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Imunologi (CPC 346) 3. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO.

11. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3.2. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. anggaran pendapatan dan belanja. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. jaminan mutu pekerjaan farmasi.2. farmasi pesien rawat inap. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah.11. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. modal. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . studi literatur. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. motivasi. studi kasus dan diskusi. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. keperluan farmasi pediatrik. dan staf. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. usaha pendispensan aseptik. radiofarmasi.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. serta pengawasan inventori. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi.

Profesional. Pembinaan Profesi: a. Kode Etik. Peran. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. Visi dan Misi. proses penggunaan dan dispensing obat. b. termasuk konsep kontrol farmaseutik.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Standar Pelayanan. b. membuat strategi dan desain terapi. pemantauan terapi obat. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Standar: a. perombakan pengobatan. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Sumpah/Janji. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Etika Umum. pengobatan pasien. b. pemantauan terapi pada penyakit pasien. serta pengenalan praktek terapeutik. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. c. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. ulasan projek. c. d. c. Etika: a. 44 . Standar Kompetensi. Tujuan. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Standar Pendidikan. kaunseling dan komplians drug. Standar Profesi. Organisasi Profesi: a. b. Area kompetensi. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. b. Profesi. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. pelabelan dan penjelasan auksilari. Struktur Organisasi. c. Dalam mata kulah ini. penyampaian informasi obat. Karakteristik Profesi. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Profesionalisme. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Sistem Legeslasi. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Profesi Farmasis/Apoteker: a. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. pendekatan telaah preskripsi. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. b.

PP No. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. sistem otot dan tulang.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. Perda Kota Medan No. Permenkes No. kardiovaskular.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. PP No.26/1965 tentang Apotik. tentang Psikotropika.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. polifarmasi dan penggunaan obat. dan sistem urinari. tentang Narkotika.23/1992 tentang Kesehatan. Kepmenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Permenkes No. Undang-undang No. Kepmenkes No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.922/..5/1997. Undang-undang No. sistem gastrousus.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. Kepmenkes No. PP No. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. PP No. Kepmenkes No. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.20/1962. Permenkes No. Permenkes No. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.22/1997. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.

ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. studi literatur. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. studi kelayakan apotik. struktur sosial dan modernisasi. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. pengadaan. jelas. dan komprehensif mengenai masalah. dan diskusi. inventori. SDM. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. manajemen apotik. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. penjualan dan distribusi. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. studi kasus dan diskusi. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. organisasi apotik. keuangan. pengendalian operasi apotik. Pembelajaran ini meliputi ceramah. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. Konsep dasar. 46 . studi literatur.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). fungsi-fungsi manajemen. meliputi: Teori dasar manajemen. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. bidang-bidang kesehatan fisik. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. studi kasus. manajemen pelayanan dan informasi obat. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. pemasaran.

2. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. Penularan penyakit saluran pernafasan. terapeutik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. penyakit ginjal. gastroenterologi dan hematologi. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. proses diagnosis. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. eklamsia.11. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. peritonitis. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. endokarditis. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. neurologi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. shock. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. distribusi. jaringan penghubung (jaringan konektif). metabolisme. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. cara pemberian dan pemantauan obat. HIV. infertilitas dan kontraseptif. homeostatis.2. paru. mengatur volume sel. ikatan molekul obat dengan reseptor. jantung dan vaskular. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. tuberkulosis. dan eksresi) obat. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. gangguan mental. interaksi obat. transportasi aktif melewati membran plasma. tanda-tanda dan simptom. endokrinologi dan metabolik. malaria. termasuk teori aksi obat.

efek samping. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. Struktur. digoksin. metabolisme. vankomisin. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. proses dan mekanisme potensial membran. struktur dan fungsi neuron. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. GINJAL. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. termasuk rasional pengunaannya. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. Karakteristik farmakokinetik klinis. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. feokromositoma dan asma). ginjal dan darah. 48 . hipotensi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. siklosporin. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. kolinergik dan somatik. salisilat. kloramfenikol. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. sinaps. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. definisi. Konsep. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. ganglion.

pengelolaan farmasi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. manifestasi klinis. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. gagal jantung kongestif. mekanisme kerja. mekanisme kerja. depresi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. juga akan dibahas. dan rasional penggunaannya. aritmia jantung dan hiperlipidemia. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. Etiologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. mania. studi kasus dan diskusi. efek samping. patifisiologi. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. 49 . serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. angina pektoris. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. studi literatur (belajar mandiri). Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan.

Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. penanganan kemoterapi. etiologi. pengobatan dan kesehatan masyarakat. antitumor. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. antibiotika. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. kerja toksik. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. farmakokinetik. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. kimia dan mekanisme kerjanya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. Penyakit seperti peptik ulser. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. Aspek farmakologi. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. interaksi zat 50 . FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. antimetabolit.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia.

Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. GNC. perubahan pH urin. ekskresi obat dalam renal. leukemia. obatmakanan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. nilai rujukan serta interpretasi hasil. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. penyakit tropik (demam tifoid. penyakit hati (hepatitis. drug displacement. hiperlipidemia). Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. absospsi. interaksi obat dengan herba/food suplement. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. obat reaksi laboratorium). mekanisme interaksi. Perspektif interaksi obat: definisi. eliminasi obat. perubahan aliran darah renal. penyakit hematologi (anemia. limfoma maligna). osteoartritis). ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. pasien beresiko. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Interaksi obat pada ginjal. mengurangi interaksi obat yang merugikan. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. 51 . Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Arti penting interaksi secara klinik. penyakit sendi (gout. hipertiroid. signifikansi klinik. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. disintegrasi. metode pengukuran. distribusi. perubahan mekanisme transport obat. hepatoma). jenis dan mekanisme interaksi obat. GGK. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. interaksi obat dengan diuretika. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. DHF). penyakit ginjal (GGA. GEA. sirosis hati. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. sindroma nefrotik). signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). artritis rematoid. interaksi tidak langsung. penyakit alergi imunologi (SLE).

kolodion. antibakteria. poultis. uji USP. singkatan latin. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika.Bab 3: Kurikulum 3. Eferfescent. konsep keterlarutan. Uji sterilitas: pengambilan sampel. medium kultur. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). draught. cara menghitung mikroba. formulasi. cara penyediaan. mekanik molekul. pemilihan pengawet. jeli. sumber kontaminasi. efek obat. lunak. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran.11. obat tetes pediatrik. stabilitas. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. cara sterilisasi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Prinsip sterilisasi. penyerapan melalui rektum. obat kumur dan cuci mulut. cara pengujian. cara sterilisasi. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. nilai sesaran. linktus.3. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Teori-teori atom. sifat fisikokimia. antivirus. bentuk dosis. Sediaan supositoria: dasar supositoria. stabilitas. obat tetes telinga dan hidung. kriteria steril. pelepasan dan penyerapan obat. linimen. Sediaan obat mata: bentuk dosis. Uji pirogen: efek fisiologi. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. proses 52 . enterik. Sutur dan ligatur: bahan. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. kapsul gelatin keras. formulasi. kabinet aliran laminar. enema. fungsi pengawet. prinsip pengawetan. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. mekanik kuantum. Formulasi dan perencanaan dosis obat. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. rancangan ruang aseptik. pemeriksaan. Sediaan koloid dan emulsi. terbungkus. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. cara penyediaan semi-padat. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. kimia dan terapeutik. pengemasan dan pelabelan. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. pengemasan. penentuan.2. cara uji kebocoran. pasta. jenis. Sediaan larutan obat dalam: eleksir.

Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Faktor fisio-patologi. Macam-macam mekanisme absorpsi. keseimbangan fasa. c. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. tekanan permukaan. larutan buffer. Gerakan rektum dan waktu transit. Komponen dan karakteristik cairan rektum. pelarutan dan absorpsi obat: a. emulsi. Teori umum pelepasan (liberation). Anatomi dan fisiologi rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. penekanan kepada sifat reologi. d. larutan isotonik. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Pembuluh darah yang melewati rektum. Faktor formulasi dan teknologi. sistem suspensi. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. dampak zat larutan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. sudut kontak. yang disingkat LDA. gambar fasa dan koefisien pembagi. hukum-hukum gas. b. b. b. difusi. monolapisan terlarutkan. energi bebas. dan difusi/absorpsi (absorption). Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. f. b. d.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. c. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. penyebaran. e. b. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. e. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. tegangan permukaan. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. Di dalam topik reologi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. kompleksitasi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. ionisasi. f. monolapisan tak larut. Fenomena antar permukaan. ciri-ciri koligatif. Macam-macam konsep membran biologis. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Anatomi dan 53 . isoterma pelekatan molekul. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. pelarutan (disolution). jenis larutan. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. c. pembahasan dan zat aktif permukaan.

pembersih gigi. f. Sediaan gigi: pasta gigi. bahan pembungkus. praktek 54 . resep dokter. cara compounding obat yang baik. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Metode uji ketersediaan hayati. Kosmetik pewarna: muka. Pembuluh darah yang melewati mata. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Disain percobaan. e. bahan pengkeriting. pemrosesan resep secara profesional. mata. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. c. pembersih.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. b. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Sediaan bayi. d. Pembuluh darah yang melewati kulit. Sumber bau badan. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. d. konditioner. penggelap kulit. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. Sediaan perawatan rambut: shampo. e. pelindung matahari. c. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. d. d. pewarna dan hair spray. perhitungan dalam compounding. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. kuku. c. adhesif gigi palsu. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. pencuci mulut. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. bibir. d. c. penjaga. Anatomi dan fisiologi mata. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. serbuk gigi. Struktur dan fisiologi rambut. b. sediaan akhir. pelurus. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Struktur dan fisiologi kulit. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. c. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. b. b. praktek laboratorium yang baik. compounding obat non-steril dan steril. b. Jaminan mutu: bahan mentah. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan.

matriks. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. model hewan yang digunakan untuk penelitian. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. pestisida. tipe sandwich. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. absorbsi perkutaneus. keuntungan dan kerugian. depot tipe enkapasulasi. depot tipe adsobsi.4. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. depot tipe esterifikasi. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. antelmintik. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. tipe matriks. membran permiasi. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. Sistem penyampaian secara implantasi. 55 . Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. dan evaluasi secra in vivo.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik.11. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. metode untuk meningkatkan permiasi. keuntungan dan kerugian. Sistem penyampaian transdermal.2. Indikasi terapeutik. kultur sel hewan. keuntungan dan kerugiannya. disolusi reservoadran kimia. 3. perlindungan terhadap lingkungan.

struktur pelekatan dan juga endospora. pengawasan mutu. penyimpanan. enzyme. microtubules. Prinsip-prinsip penyakit. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri.patogen juga diperkenalkan. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. chloroplast. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. pengeringan. farmakodinamika herba. pemalsuan.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. Prokaryote versus eukaryote. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. formulasi. kultur. taksonomi dan tatanama tumbuhan. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. nucleus. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. struktur pergerakan. c. sumber. karakteristik. penanaman. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. Mitochondria and the 56 . meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. struktur sel asing. Regulatori dan kebijakan herba. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. farmaseutik. endoplasmic reticulum. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. and metabolism: a. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. arboretum. lysosome. ribosomes. Energy. golgi bodies. pewarnaan. isolasi. Structure and function of organelles: mitochondria. pemiawaian. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . farmakokinetika. herbarium. Cellular specialization. b. ekstraksi. bioteknologi kultur. pemanenan. Uji klinik. microfilament. klasifikasi dan kepentingan klinik. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut.

DNA: structure.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. e. Meiosis. b. laktam. f. d. eritro.5. E dan Z. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. c. dan konfigurasi sistem cis. Transport of material across membrane. reaksi penggaraman. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. b. Chromosome and plasmid. b. Membrane composition. analisis kation cepat. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Cell culture. cell junctions. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. c. cancer. amida dan terunannya. Mutation. 57 . Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. b. c. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. The relationship between genes and protein. Somatic cell genetics. dan tatanama senyawa organik yang penting. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. messenger RNA. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas.11. treo. L. c. sulfonamida. Lipid bi layer. structure and functional proteins. Cell fusion. hidrolisis.H. RNA: general structur. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. Cell growth. d. and aging. e. Membrane structure and function: a. trans. d. Reaksi esterifikasi asetilisasi. Cell replication: mitosis. Antibody diversity. Radikal. CHON. The clonal selection theory.O. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. reaksinya. T and B lymphocytes 3. pembentukan lakton. nitrogen. reaksi pembuangan E1 dan E2. isomer geometrik. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. R dan S. Summary of membrane functions. dan polimersasi melibatkan radikal. transfer RNA. b. Amino acids. dan oksigen. c. ribosomal RNA. The immune system: a. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. Microbial genetic: a. Cell growth and replication: a. Conservation of genetic codes. Antibody structure and function. Pengenalan stereokimia. and DNA repair. SNi. The gene and synthesis of protein: a. UV. Ikatan sigma dan pi. d. identifikasi senyawa yang mengandung C. replication. orbital molekul.2. SN1. DNA recombination.

AAS. HPLC. Lemak hewan. RNA. b. Tatanama enzim. renaturasi. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Hidrofilisitas. c. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Reaksi karbohidrat: a. c. Pengaruh kimia. denaturasi. Amilum. b. Sifat umum asam amino. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Asil gliserol. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. b. asam nukleid dan vitamin. lipid. d. b. c. Oligosakarida. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. b. nukleosida. protein. spektrofotometer. Polisakarida. Kimiawi penggorengan. Pemanis. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Reaksi pencoklatan. DNA. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. d. pH meter. Fungsi protein: a. Fosfolipida. Hemiselulosa. Glikosakarida.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. penghibridan. Marine oil. Lipolisis. b. bentuk organisasi laboratorium. Sifat pembusukan. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Sifat pengemulsi. Auto oksidasi. Asam laurat. Basa purina dan pirimidina. Komponen fungsional dari 58 . Aspek kimia lipida: a. Oleat dan asam linoleat. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. b. f. c. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Interesterifikasi. d. e. c. kinetik enzim dan penghambatan enzim. asam amino. Energi denaturasi. Hidrogenasi. Sifat umum protein. Fisikokimia asam amino dan protein: a. b. b. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. c. b. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Pengaruh fisika. Asam lemak. Monosakarida. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Hidrolisis. b. e. Klasifikasi lipida: a. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. FT-IR. Denaturasi protein: a. GC. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Lemak susu. Refining. Vegetable butter. Pektin. Selulosa. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. nukleotida. c.

limonoida. karotenoida. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. pola makan dan proses penuaan. sulfida. flavonoida. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. fitosterol.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. serat pangan. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. kromatografi gas. komponen fungsional dari makanan hewani.6.11. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. klasifikasi obat dan penyakit. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat.2. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Penyimpanan radiofarmasi 3. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif.teknikpenyediaan. farmakokinetika dan farmakodinamika. Cara-cara analisis yang digunakan. NMR. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Diet dan arterisklerosis. AAS. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. susunan makanan nasional. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). kromatografi cair kinerja tinggi. Syarat sediaan radiofarmasi. pembuatan dan formulasi obat. asal usul dan dasar pencarian obat. Pendahuluan: Arti komunikasi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Pengukuran dan ekspresi efek obat. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. penemuan. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. fitosterol di dalam margarin. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. dll. Tatanama obat. mineral. 59 . Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Peluruhan radioaktip. prebiotik danprebiotik. Kerdioaktipan alam dan buatan. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer.

Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. UNI 10*/2 SKS . Agama Islam. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Perangkat dasar Agama Islam. Belajar dari contoh.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. berpandangan luas. A. disertasi. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. bahasa yang efisien dan efektif. B. buku ilmiah. Tiga kemampuan dasar manusia. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Keluarga Katolik. Syariah. Akhlak. Motivasi baik dan buruk.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Menulis laporan ilmiah. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. UNI 102/2 SKS .Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. karangan ilmiah popular. Akidah. Menulis karangan ilmiah. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Karangan ilmiah dan non-ilmiah. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Hubungan dengan Ilahi. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. journal. UNI 101/2 SKS . Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Takwa. Agama 60 . bersikap nasional dan dinamis. tujuan menulis karya ilmiah. Disiplin Ilmu dalam Islam. Karangan ilmiah: Skripsi. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Arti keadilan. berfikir fisolosofis. Ibadah dan Muamalah. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. penalaran dalam bahasa Indonesia. Sumber Ajaran Islam. berbudi luhur. tesis. diterima secara pribadi. Ilmu Pengetahuan dalam Islam.Agama Islam Manusia dan Agama.

Narkoba.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Hakikat manusia. C. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Sumber ajaran Budha. c. Catur Purusharta dan Catur Asrama. sebagai hukum Hindu. Agama Budha. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Agama: a. Iman Kristen. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. c.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. b. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Pandita dan Pinandita. Hari-hari suci agama Hindu. Manusia dan keutuhan ciptaan. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. UNI 103 . Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Meditasi. Dhamma. Kapita selekta. Alam semesta. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Catur Marga Yoga. b. Sosiologi agama Hindu. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Tema-tema kapita selekta: a. Sejarah agama Hindu. d. Kerangka dasar ajaran Budha. ilmu pengetahuan dan agama. E. Glosarium Farmasi. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. AIDS. Manusia dan Pembangunan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Weda sebagai kitab suci. manusia lain. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Tempat suci. Kasih dan Pengharapan). Sar darsana. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. b. Agama Krsiten. D. Pengertian agama. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Gereja. Yadnya. dan lingkungan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Dan lain-lain. Perjudian. UNI 105 . UNI 108 . c. UNI 104 . Buddhis dan ilmu pengetahuan. Sila dan etika Hindu. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Manusia dan tanggung jawab.

g. a. c. b. b. e. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Hak dan kewajiban warganegara. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. termasuk hak dan kewajiban bela negara. Pendidikan pendahuluan bela negara. a. c. Wawasan nuantara. Hak Azasi Manusia. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. a. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Ketahahan Nasional. Konsep Wawasan Nusantara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data.si Indonesia. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia.Bab 3: Kurikulum farmasetika. c. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. Politik dan stra tegis nasional. d. b. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. a. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. HAM dalam bela negara. UUD 1945. d. b. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Politik dan Strategi Nasional. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. serta prinsip dasar statistik. c. hak dan kewajiban warganegara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. 62 . kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Pengaruh HAM. f. Pemahaman tentang bangsa. b. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Pengantar: a. Implementasi Wawasan Nusantara. negara. Demokra.

d. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. Teknik/metode: analisa yang baru. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. f. farmasi komunitas atau industri. Biologi Farmasi. rumah sakit. dan Farmakologi. back to nature. Teknologi nano dalam farmasetika. demam berdarah. dalam bidang Kimia Farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. Herbal medicine: the hijau. minyak omega-6. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. fisiologi. Farmasetika. SAR. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. e. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. g. farmakologi. Health food: VCO. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. buah merah. b. misalnya: a. c. flu Burung. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. 63 .

Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. yaitu: 1. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.). Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa.1. dan kerja praktek profesi. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).Farm. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Industri 4. 64 . untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. silabus mata kuliah. 4. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker.

Kurikulum Inti. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Satabilitas Obat . Farmakokinetik. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. dan Kisi-kisi Materi Kuliah.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. dan efektif.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003.1. aman. 01. dan Edukasi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Formulasi Sediaan Obat . . informasi.Peraturan perundangan tentang obat . tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. . Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Toksikologi. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. 02. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.Cara/teknik pencampuran obat . Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Kompetensi di Industri 4. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Biofarmasi. 03. Stabilitas Obat dll.

Ilmu-ilmu kefarmasian . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat. Pencatatan dan Pelaporan 05. Partisipasi Promosi Kesehatan 07.2.Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Manajemen kepegawaian . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Ilmu komunikasi dan Psikologi .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. 01. . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Ilmu-ilmu kefarmasian . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.1.Kemampuan berbahasa dengan baik . Partisipasi Monitoring Obat 06. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .Peraturan perundangundangan NO.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi.Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Ilmu-ilmu komunikasi . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Psikologi .Manajemen keuangan .Farmako-ekonomi 4. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pusat Informasi Obat . Peranan dalam penelitian 08.Metodologi Penelitian .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . antara lain: uji klinis. dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. pemantauan efek obat.Ilmu Komunikasi .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Manajemen informasi . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Farmakokinetik Klinis .Ilmu komunikasi .Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Patofisiologi . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. pemilihan obat yang tepat. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Pelayanan KIE (konsultasi.Statistik 07.Manajemen logistik . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.Psikologi . 09.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Farmako-ekonomi .Sistem Informasi .Farmakoterapi . 04. 06.Biofarmasi .Ilmu-ilmu kefarmasian .Psikologi NO.Toksikologi Klinik . pemberian dan penyediaan obat.Ilmu-ilmu Kefarmasian . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Farmakoterapi . 05. 10.Ilmu Komunikasi . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.

Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi .Biofarmasi .Kimia Medisinal . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.Perundang-undangan . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. khususnya melalui internet . metode analisis.Unit proses 68 . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. obat jadi.Farmakognosi/Fitokimia . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif.Farmakologi dan Toksikologi . Fisikokimia. dan kemasan.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.Formulasi Teknologi Farmasi . Mikrobiologi.1.Bioteknologi . 01.Kemampuan komunikasi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .3.Farmasi Fisika .Farmakokinetik . 05. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakologi/ Toksikologi . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia. pilot plan. 04. Fisika.Farmasi Fisika .

6 7 8 9 10 11 12 69 . Ilmu Komunikasi .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk . Biofarmasi.Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. logi. (dokter.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. . sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . dll).Statistik Promosi dan penyam. Fisika.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Farmasi Fisika . kefarmasian .Pengetahuan tentang validasi . Teknologi Farmasi. Biologi) menjamin mutu produk yang . Biologi).Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Toksikologi obat baru.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Mampu melaksanakan . Farmasi . yang baik (good laboratory Fisikokimia. farmasis.Teknologi Farmasi . Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . . Farmakokinetik. proses yang sudah ada. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Pengetahuan tentang bahan pengemas .Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. Fisika.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Farmakokinetik .

Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru.Manajemen . Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. . Teknologi Farmasi. dll.Berbagai pengetahuan kefarmasian . persyaratan obat. pengadaan. dll. Biofarmasi.1. distribusi obat untuk . 03. Bioteknologi. 70 . seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). Stabilitas obat. Esensial Nasional. dan bitkan suatu peraturan). Termasuk pengumpulan distribusi.Peraturan perudangundangan NO. persyaratan obat.Statistik .Stabilitas produk . Toksikologi. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. 01. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. distribusi. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Manajemen barang/ material .4.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.Metodologi Penelitian 4. . Farmakokinetik.Bahasa Inggris .

2. 06. 02. 04. dll).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. 03. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . 01. seperti dengan WHO. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. pendidikan berkelanjutan. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 05. dll. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. dan penjualan. 4. izin praktek. 07. distribusi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 07. 10. import. 09. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 06. 08. 05. kerja praktek.

07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Sistem Syaraf: Epilepsi. gangguan hepar. Neoplastik: Leukimia. Alergi pada kulit. CHF (Congestive Heart Failure). Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Konstipasi. Pirai. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. 06. 01. perhitungan dalam compounding. Bakteri ISPA. gangguan saluran cerna. Sistem Darah: Anemia. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Schizoprenia. 03. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Diare. Gagal ginjal kronik. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Lanjut usia (geriatri).3. Infeksi: Virus hepatitis. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. 05. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. resep dokter. hemodialisa. Thrombocitopenia. TBC. Osteoporosis. Breast cancer. 02. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Hiperlipidemia. gangguan hati.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. compounding obat non-steril 72 . cara compounding obat yang baik. gangguan ginjal. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. kehamilan dan menyusui. Sistem Pernapasan: Asma. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. 04. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II.

Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Etika komunikasi. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. assessment. OWA. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. obat-reaksi laboratorium). Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Studi kasus pelayanan kefarmasian. organisasi apotik. dan studi kasus compounding dan dispensing. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. 73 . Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. arti penting interaksi secara klinik. ASMETHOD. desintegrasi. jenis dan mekanisme interaksi obat. Pemahaman tentang rekam medik. Penyusunan formularium. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. pengendalian operasi apotik. komunikasi efektif. Konseling: pengertian. plan) atau PAM (problem. fungsi dan tujuan komunikasi. manajemen apotik. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. SDM. objective. obat-makanan. Sistem Informasi Obat. pengadaan. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. dan strategi pengembangan. EBM (Evidence Based Medicine). manajemen pelayanan dan informasi obat. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. fungsi dan tujuan konseling. studi kelayakan apotik. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). penjualan dan distribusi. pemrosesan resep secara profesional. analisis keuangan. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. inventori. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. assessment. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. pemasaran. keuangan. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. fungsi-fungsi manajemen. pasien beresiko.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril.

Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. flora. signifikansi klinis. Tugas khusus (Studi kasus). (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. Produksi obat jadi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). Tugas khusus. eliminasi obat. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. distribusi. perubahan mekanisme transpor obat. interaksi tidak langsung. Interaksi obat dengan herba/food supplement. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. signifikansi klinis. dan manajemen perapotekan. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. pergudangan obat jadi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. sindrom serotonin. apotik. Pelayanan resep dokter. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). pengawasan mutu. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Interaksi obat dengan diuretika. produksi. Distribusi obat dan alat kesehatan. dan motilitas terhadap obat. penelitian dan pengembangan. pengadaan bahan baku dan pengemas. drug displacement. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. PPC (Production Planning Control). Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. pengaruh adsorpsi. perubahan pH urin. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. 74 . sterilisasi. mekanisme interaksi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. perubahan aliran darah renal. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). laboratorium.

Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 .Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Farmasi Fisik 3. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. laptop dan sound system. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Farmasetika Dasar Formulasi 2.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. LCD projector. Biokimia 1. white board.1. Kimia Organik 1. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.2. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Fasilitas ruangan: overhead orojector. yaitu: NO.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

5. Perum BIOFARMA. Pengakuan Badan Profesi Terkait .6. yaitu: 1. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Industri Farmasi PT Kimia Farma.5. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Medan 6. PT Aventis Pharma Industry. Di samping itu.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Bandung 7. 5. PT Kimia Farma Apotek. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Bandung 79 . Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Yakarta 12. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Bandung 11. Yakarta 14. Yakarta 10. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen.4. Kimia Farma Apotek.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat.7. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Bandung 13. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. PT Indofarma Tbk.

29. 19. 23. Pirngadi. Medan Rumah Sakit Umum dr. Padalarang. Hospital Besar Pulau Penang. Yakarta PT Ethica Indonesia. Di samping itu. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. PT Combiphar Farma. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 21.Bab 5: Sarana Pendukung 15. 22. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 24. 17. 27. Hospital UKM. 80 . 16. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. Yakarta PT Bayer Indonesia. 18. 25. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Jabatan Perkhidmatan Awam. 28. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 26. 20. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk.

6.. M. Hakim Bangun. Apt. Dr. SU.bb Prof. UTM-Johor.1. Apt. Malaysia 1994. Effendy De Lux.Sc. Urip Harahap.. Malaysia 1990. Apt. Tahun di 1990. Nama Prof. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Dr.rer. Prof.Sc. 4. Sumadio Hadisahputra. Apt.Putra. Prof. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Apt.nat. Ph. Dr. M. Dr. dan Tahun Pengukuhan No 1. Apt Ph. 2.1. Tabel 6. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). Japan 1991. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Prof. 5. Wniv. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Malaysia 1991. Dr. 3. Australia 2002. PPSF-USM. 6. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. Jansen Silalahi. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. UNSW. PPSF-USM. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. b.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.App.D. Dr..Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.D. Siti Morin Sinaga. Tokushima Univ. Prof.

Salim Usman.Apt. Dr.M. 11. MS.Si.. Sinaga.App.Saodah.. Dr. Apt.Dr. Dr.Hakim Bangun.. Prof. Apt.Jansen Silalahi.. Dra. SU.Edy Suwarso. dan Kualifikasi Pendidikan No.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. M. Dra. M. M. M.Surjanto. M.Effendy D.Sc. Drs. Prof. Johor AIT– 2002 .Ginda Haro.Sc. M. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. Apt. 12.Apt. 3.Apt. Nama Dosen. Prof.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. M. 2. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22.. Apt.Pandapotan Nasution.Wiryanto. Dr. M. Apt.. 19. Dra.T Simanjuntak.Nazliniwaty.Si. Apt. Drs.. 5. Dra. 1.. Apt.Apt. Karsono. Dra..nat. 15.2.Apt. Apt. Nama Prof.Bab 6: Dosen Tabel 6. Drs.. Dra. 4.Putra. M.Apt. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.. 20.Dr. SU.Dr. M. 10. Juanita Tanuwijaya.Djendakita Purba. Apt. 7.M. M.Fat Aminah.H.Sumadio Hadisahputra.Si 21.Apt Dr. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. Julia Reveny. Prof.rer. Siti Morin Sinaga. Dr. Drs. Apt. Apt.Malaysia USU ..Sc. M. Bidang Ilmu.Azizah Nasution. MS. 9.Sc 16. 8.. 18.PS.Urip Harahap.Si. Kasmirul Ramlan 17. 6.Sc.Malaysia Thailand UGM Un. M. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– .Dr. 13.Sc.Sc.. Farmasetika 1988 USU 1997 82 . Apt.Si.Dr.Apt.. Prof. 14.Apt. Apt.

Kimia 40. M. M..Fathur Rahman H. Dra. M.Apt.Apt. Farmasi Drs. Dra.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Apt.. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. MS. Kimia 43.Saleha Salbi. M.Si. Apt. Drs. M. Farmasi Drs. M. 30.. Nurmadjuzita.. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . 31.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Dra. Apt. M. M. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. M... Hayati Lubis.. Kimia 35. M.Apt.Masria L Tambunan.Apt. Apt. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra. M..Salbiah.. Farmasi Drs. Kimia 33.Immanuel S.Si. Apt. Farmasi Dra. 25. Poppy Anjelisa Z. Farmasi Kimia 44.Apt. S.Ismail.Nahitma Ginting.Si. Apt..Syahrial Yoenoes... Apt. S. Kimia 36.. Kimia 34.Si. Farmasi Kimia 37.Si.Sudarmi.Agusmal Dalimunthe. Nama Dra. Meliala.David Sinurat. MS.Sc..Si. M.Si.Muchlisyam. S. Apt..Apt. Aminah Dalimunthe.Si.Si Kimia 42. Kimia 41. 26. M.Si Kimia 39.Phill.. Farmasi Drs. Farmasi Drs. 23. Marianne. Apt.Apt.Chairul Azhar D. Kimia 38.Anayanti Arianto. Farmasi Drs. MS. Farmasi Drs.Syafruddin.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Drs. Dra.S. 24. Hasibuan. Apt.Si. Apt.Si. Farmasi Drs. Apt. SU.Si.. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. Farmasi Dra.Apt.Apt. Apt..Masfria. Kimia 45.. Farmasi Drs..Si. Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . 28.Si. M.Lely Sari Lubis.Maralaut Batubara. Drs.

M.Si. Dra. Ilmu Budaya Dasar.Tuty Roida Pardede. Farmasi Dra.Panal Sitorus. MS. MS. Patofisiologi. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. 60. Kimia 46.Suwarti Aris.. Dra. MS. Drs. S.Marline Nainggolan. Drs. Drs. Farmasi Biologi 49. Dra. 84 ... MS.Apt. Dra.Suryadi Ahmad. Hari Ronaldo Tanjung.Herawati Ginting.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra.Siti Nurbaya. Farmasi Nama 53.Apt.2. M. Apt. Apt.Rosidah.Si.Misra Gafar.. Apt..Rasmadin Muchtar. MS. MS.Si. 62. 54. 55. 56.. Pendidikan Kewarganegaraan.Apt. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No.Apt.. Kimia Klinis). Zainuddin.. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.. Biologi 52. Dra. M.Si. Awaluddin Saragih. Apt. Dra. Apt... Farmasi Kimia 48. Bahasa Indonesia. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama.Sc.Ubaidillah M.Apt.Saiful Bahri 61. Farmasi Dra. 57.Si. MS Apt. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia.Si. M. Drs.Si. Siti Aman. M. Biologi 50. 58. Biologi 51.Apt.Aswita Hafni Lubis. Farmasi Kimia 47. M.Apt. Drs. Apt.Erly Sitompul. Ilmu Sosial Dasar.. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6.. Apt. Farmasi Dra.Apt.Apt. M.

Yudi Herlambang dr. MA. B. dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6.Pd. Dra. Maya Safira dr. Hj.. Dedy Ardinata. Zakiah. Rosmiani. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No.Th. Tommy Tantawi. Ph. Risnawati Sinulingga. dr.. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker. M. dr. Sp. Yetty Machrina dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. MA. M.PK(K). industri farmasi. Sp.3. pimpinan apotek PT Kimia Farma.PK(K).M. Nuraiza Meutia dr. Eka Roina Megawati dr.Kes. 85 . Fatofisiologi Fisilogi Manusia.D. Iman Sukiman. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Adi Kusuman Aman. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Drs. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. Dra. dr. Drs.3. Azhar dr. MA Drs. Sembiring Dr. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Marjuni Rangkuti. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Prof. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. M.

Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Pengurus Departemen Ketua departemen. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris departemen departemen. sekretaris jenderal. dan anggota II. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . Presidium Terdiri dari gubernur. PERANGKAT ORGANISASI A.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . dan ketua departemen B.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7.1.

dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. 4. surat keterangan. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Mendapat mandat dari gubernur b. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. 3. Menandatangani surat mandat. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. 4. D. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2.

Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f.

Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. sportivitas. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Departemen Seni & Olahraga a. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. kekeluargaan.

Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. III. F. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Fadli : Yade Metri P. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. f. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1.

MUHARNI SAPUTRI .AGREFINA .AZMI ERVITA .SRI IRMAWATI .SUCI RAHMALIA .AGNES SITORUS . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.MUSTATIAH Pembinaan Anggota .FATIMAH SYAM .JUNI MARTOGI 91 .EVA SURIANTI .ANITA KARLINA Kekaryaan .YUSTINA SAMOSIR .SRI WAHYUNI .2.NURSAIDAH .RIKHA ANDRISSHA PTKP .NOVY HANDAYENNY .PEBRIANA MEGA SARI .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.FADHILAH ANWAR .FITRIANA . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .DINA ANDRIANI .VERA NOVITAWATI .ELVRIDA SIALAGAN .HAFNIZAR W DAULAY .SRI KURNIASIH .DINANTY DINI .RETNO FARDHANI .ARISMA RINI Agama Islam .JOHN NEW COMBI .LISA HELMITA .MIMI MAULIDINA .NANDA SARI .PARHAN Agama Kristen .YULIA SARI .KARMILA . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful