Anda di halaman 1dari 2

Wasis. (2008). Pedoman riset praktis untuk profesi keperawatan. EGC: Jakarta.

Saryono & Anggraeni, MD. (2010). Metedologi penelitian kualitatif dalam bidang kesehatan.
Nuha Medika: Yogyakarta.

Etika Penelitian
1. tonomi
tonomi merupakan prinsip yang berkaitan dengan kebebasan seseorang dalam
menentukan nasibnya sendiri. Hak inIorman untuk memilih apakah ia disertakan atau
tidak dalam penelitian yang dilakukan (Wasis, 2008).
2. Informed consent
nformed consent adalah suatu bentuk persetujuan yang telah diterima inIorman
setelah mendapat keterangan yang jelas mengenai perlakuan dan dampak yang timbul
pada penelitian yang akan dilakukan. Jika inIorman bersedia diteliti maka inIorman
harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, dan jika tidak bersedia maka peneliti
harus tetap menghormati hak inIorman (Saryono & Anggraeni, 2010).
3. onmaleficence
Penelitian yang dilakukan hendaknya tidak mengandung unsur bahaya atau
merugikan inIorman, apalagi sampai mengancam jiwa inIorman. Penelitian adalah upaya
baik untuk pengembangan proIesi, tetapi jika sampai mengorbankan inIorman atau
mendatangkan bahaya bagi inIorman sebaiknya penelitian tersebut dihentikan (Wasis,
2008).
4. onfidentiality
onfidentiality berarti peneliti wajib merahasiakan data-data yang sudah
dikumpulkan. Sering kali subjek penelitian menghendaki agar dirinya tidak diekspos
kepada khalayak ramai. leh karena itu, jawaban tanpa nama dapat dipakai dan sangat
dianjurkan identitas subjek tidak disebutkan (Wasis, 2008).
5. 'eracity
'eracity maksudnya penelitian yang dilakukan hendaknya dijelaskan secara jujur
tentang manIaatnya, eIeknya dan apa yang didapat jika inIorman dilibatkan dalam
penelitian tersebut. Penjelasan seperti ini harus dijelaskan kepada inIorman karena
mereka mempunyai hak untuk mengetahui segala inIormasi yang berhubungan dengan
penelitian yang melibatkan dirinya (Wasis, 2008).
6. :stice
ustice maksudnya peneliti menerapkan prinsip keadilan dalam proses
pengambilan data tanpa membedakan perlakuan antara inIorman yang satu dengan
inIorman yang lain. Prinsip ini diterapkan dengan cara memberikan perlakuan dan
pertanyaan yang sama antara inIorman yang satu dengan inIorman yang lain (Wasis,
2008).
7. !rotection from discomfort
Selama pengambilan data, peneliti burusaha menjaga kenyamanan inIorman
dengan melakukan wawancara ditempat dan waktu yang diinginkan oleh inIorman
(Saryono & Anggraeni, 2010).