Anda di halaman 1dari 2

Analisis SWOT puskesmas Pontianak Barat Terlaksananya suatu program kesehatan, seperti program kegiatan lainnya yang memerlukan

analisis dalam perencanaan dan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. Pada puskesmas PERUM I juga ada beberapa tolok ukur yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan keberhasilan suatu program. Termasuk program pemberantasan penyakit infeksi saluran nafas atas ini. Analisis pertama yang digunakan adalah analisis SWOT seperti tertuang dalam tabel berikut: Aspek SWOT Strange (Kekuatan) Penjelasan Puskesmas PERUM I memiliki staf yang berkompeten di bidangnya dan memiliki pembagian tugas yang baik. Puskesmas PERUM I memiliki gedung permanen sebagai tempat melaksanakan program-program yang membutuhkan ruangan yang memadai. Puskesmas PERUM I memiliki 4 puskesmas pembantu yang tersebar di setiap kelurahan dan desa sehingga cakupan kerja puskesmas terbantukan. Puskesmas PERUM I memiliki citra di masyarakat dan pemerintah sehingga mudah melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menunjang pelaksanaan kegiatan. Puskesmas PERUM I memiliki anggaran dana yang jelas, baik bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Memiliki kader-kader kesehatan di Posyandu maupun di Polindes sehingga bias membantu Puskesmas dalam upaya promosi kesehatan Weakness (Kelemahan) dan mencegah terjadinya penyakit sedini mungkin. Puskesmas PERUM I masih mengalami jumlah petugas kesehatan sehingga upaya kesehatan yang dilakukan masih kurang efektif. Koordinasi antar penanggung jawab program maupun dengan staf masih belum baik, sehingga ada kesenjangan pengetahuan tentang program yang dilaksanakan. Penemuan kasus kesehatan masyarakat masih kurang karena petugas yang ada di puskesmas sudah cukup sibuk dengan pekerjaan di dalam

gedung. Opportunity (Peluang) Threat (Ancaman) Pencatatan kasus kesehatan masih kurang baik sehingga menyulitkan dalam membuat perencanaan pemberantasan penyakit tertentu. Jam kerja puskesmas terbatas sehingga banyak kasus-kasus kesehatan tidak ditangani dengan segera. Dana yang tersedia dan dialokasikan ke puskesmas masih minim sehingga upaya yang dilakukan juga terbatas.