Anda di halaman 1dari 10

KONTRAK LEASING Pada hari ini Jumat tanggal 1 Mei 2009, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Tuan Nurdin Rodja, SE, umur 53 tahun, Direktur Utama CV. Kristal Mandiri, bertempat tinggal di jalan Panji Anom 1 Nomor 2 Mataram. Dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagai dari dan oleh karena itu sah bertindak untuk dan atas nama Direktur Utama CV. Kristal Mandiri berkedudukan di Mataram. Dan selanjutnya disebut sebagai Lessor. Nona Catur Ayu Ranarid, umur 25 tahun, swasta, bertempat tinggal di jalan Energi 2 Nomor 13 Mataram. Dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagai dari dan oleh karena itu sah bertindak untuk diri sendiri berkedudukan di Mataram. Dan selanjutnya disebut sebagai Lessee. Nona Dewi Rahayu Astuti, umur 25 tahun, swasta, bertempat tinggal di jalan Majapahit Nomor 13 Mataram. Yang untuk selanjutnya, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, disebut Penjamin. Bahwa atas permintaan lessee, lessor setuju untuk membeli kendaraan bermotor untuk keperluan Sewa Guna Usaha, seperti termasuk dalam Surat Keputusan Presiden RI No: 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan Jo.: Keputusan Menteri Keuangan RI No. 125/KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara/Pelaksanaan Pembiayaan, yang selanjutnya disebut Sewa Guna Usaha (leasing) kepada Lessee. Bahwa kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian leasing dengan isi, syarat, dan ketentuan seperti tercantum pada pasal-pasal berikut ini. Pasal 1 Barang Leasing Lessor dengan ini menyetujui untuk memberikan leasing kepada lessee dan lessee dengan ini menyetujui untuk menerima leasing dari lessor, kendaraan, yang untuk selanjutnya disebut barang leasing. Dengan istilah tersebut mengandung

pengertian yang meliputi pula segala penggantian dan pembaruan serta segala peralatan tambahannya, baik yang dilakukan sebelum atau sesudah penandatanganan perjanjian leasing, khususnya yang tercantum pada Pernyataan Penerima Barang Leasing yang terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian leasing. Pasal 2 Jangka Waktu Leasing Jangka waktu leasing yang disetujui oleh kedua belah pihak adalah selama lima tahun, dengan ketentuan pembayaran berlaku mulai tanggal ditanda tangani pernyataan penerima barang leasing disertai pula, dimana lessor secara resmi menerima jaminan leasing (deposito) dengan pembayaran tepat waktu. Pasal 3 Sewa Leasing Lessee membayar tepat pada waktunya menurut jadwal. Setiap sewa leasing untuk barang leasing, dalam jumlah mata uang, cara dan alat pembayaran, sesuai dengan yang tercantum pada butir (11) ketentuan pembayaran. Pasal 4 Jaminan Leasing dan Sewa Leasing Lessor berhak menetapkan jaminan leasing atau lessee. Sewa leasing di muka seperti yang tercantum pada butir (7). Ketentuan pembayaran dan mengelola dana tersebut sebagai berikut: 1. Dalam hal Lessor menetapkan suatu jaminan leasing dan sewa leasing dimuka, maka tanggungan atas kataatan dan kesanggupan lessee untuk melaksanakan ketentuan perjanjian leasing, serta setiap perubahan dari pembaruan yang ada jaminan leasing atau sewa leasing dimuka merupakan tanggungan tidak berbunga dan tidak dapat diperhitungkan sebagai sewa leasing daripadanya dan merupakan harga beli seperti yang tercantum dalam Pasal 6 ayat (1)b. Atau dikembalikan kepada lessee pada akhir jangka waktu leasing apabila lessee tidak mempergunakan hak opsi untuk membeli barang leasing setelah dikurangi dengan jumlah uang mungkin terutang kepada lessor.

2. Kendati telah ada ketentuan dalam ayat (1) pasal ini, namun jika lessee cedera janji atas perjanjian leasing termasuk peristiwa yang tercantum dalam Pasal 19, maka lessor berhak memperhitungkan jaminan leasing, atau sewa leasing di muka atau sebagian daripadanya, terhadap dan setiap jumlah kerugian, tunggakan sewa leasing dan seluruh kewajibankewajiban lessee terutang. Jika lessor menjalankan haknya dan mengakhiri leasing sesuai dengan Pasal 19 perjanjian leasing, maka lessee membayar lagi jaminan leasing dan/atau sewa leasing di muka atau sesuatu jumlah lain yang harus dibayar secara tunai dan sekaligus pada waktu tagihan. 3. Jika ditetapkan bentuk jaminan lain tambahan pada jaminan leasing dan/atau sewa leasing di muka, maka jaminan tersebut dianggap menjamin semua klaim lessor dengan urutan penggunaan jaminan ditetapkan oleh lessor. Pasal 5 Penyerahan Barang 1. Lessee setelah berunding dengan penjual/supplier dan memilih barang leasing yang akan dipakai, dengan ini mengakui dan menyatakan bahwa lessor tidak bertanggung jawab atas setiap keterlambatan penyerahan, tidak adanya penyerahan oleh penjual/supplier dan atas setiap kerusakan, ketidaksesuaian mutu, kecocokan atas suatu bagian antarbagian barang leasing. 2. Setelah lessor menerima barang leasing dan memastikan bahwa barang leasing dalam keadaan sempurna. Bila lessee menemukan kerusakan/cacat atau mempunyai keluhan atas barang leasing, maka dengan ini lessee menyatakan bahwa lessee menyetujui untuk menyelesaikan permasalahan kerusakan/cacat atau keluhan atas barang leasing kepada penjual/supplier dan membebaskan lessor dari tanggung jawab atas setiap kerusakan/cacat atau keluhan atas barang leasing. Dengan demikian, lessee tidak mempunyai hak untuk mengajukan sesuatu keberatan atau tuntutan apapun di kemudian hari terhadap lessor atas setiap kerusakan/cacat atau keluhan atas barang leasing. Pasal 6 Larangan Pemindahan Hak atas Barang Leasing

1. Hak pemilihan barang atas leasing tetap berada pada lessor. Oleh karena itu, lessee tidak diperkenankan memindahkan, menjual, mengendalikan, menjamin atau dengan cara apapun melepaskan/menyerahkan barang leasing dalam pengusaha pihak ketiga. Namun, lessor mengizinkan pencantuman nama lessee atau orang lain yang ditunjuk oleh dengan persetujuan tertulis dari lessor terlebih dahulu, dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). 2. Jika hak kepemilikan lessor atas barang leasing dirugikan, dilanggar, atau diancam, karena tindakan lessee atau pihak mana pun juga, maka lessee menanggung segala biaya dan ongkos yang dikeluarkan oleh lessor untuk mengatasi kerugian, pelanggaran, atau ancaman itu. Pasal 7 Kehilangan dan/atau Kerusakan Barang Leasing 1. Lessee dengan ini menerima dan menanggung segala risiko kehilangan dan/atau kerusakan barang leasing atau suatu bagian daripadanya, yang timbul karena apapun sejak permulaan jangka waktu leasing. 2. Kecuali lessor menentukan lain, dalam hal terjadi kehilangan dan/atau kerusakan barang leasing, maka atas beban dan biaya tersendiri, lessee segera melakukan tindakan sebagai berikut: a. mengganti barang leasing dengan barang yang serupa dalam keadaan baik, atau b. memperbaiki barang leasing menjadi seperti keadaan semula dan bekerja baik. 3. Tanpa mengurangi ketentuan dalam ayat (2) pasal ini, maka jika barang leasing hilang dan/atau tidak dapat dipakai sama sekali, termasuk kerusakan yang tidak dapat diperbaiki secara ekonomis atau terjadi pelanggaran atas hak pemilikan karena sebab apa pun lessee segera membayar kepada lessor seluruh sewa leasing dan kewajiban lain yang terutang. 4. Jika ketentuan dalam ayat (2) pasal ini diberlakukan, maka perjanjian leasing akan tetap mempunyai kekuatan hukum dan berlaku penuh tanpa suatu perubahan. 5. Jika ketentuan dalam ayat (3) pasal ini diberlakukan dan seluruh sewa leasing dan kewajiban lain yang terutang telah dibayar penuh oleh lessee, maka lessor memindahkan kepada lessee hak pemilikan atas barang leasing.

Pasal 8 Cedera Janji 1. Dalam hal lessee lalai didalam membayar kewajiban leasing yang telah jatuh tempo menurut perjanjian leasing atau jika lessee lalai menaati ketentuan perjanjian leasing berdasarkan alasasn yang wajar menganggap leasing tidak terjamin; 2. Meminta sebagian leasing yang selama jangka waktu pertama semua biaya dan ongkos berdasarkan perjanjian leasing harus segera dibayar oleh lessee secara tunai pada waktu ditagih; 3. Mengambil atau menarik kembali barang leasing dengan atau tanpa bantuan pengadilan atau pejabat pemerintah dan berhak memasuki tanah serta barang yang tidak bergerak lainnya yang diduga menjadi tempat penyimpanana barang leasing; 4. Jika lessee mengajukan keberatan atau gugatan kepada lessor, maka lessee menyetujui segera menghentikan segala bentuk pemakaian barang leasing. Pasal 9 Asuransi 1. Beban dan biaya dari lessee, barang leasing diasuransikan dengan klausula lessor, selama berlakunya perjanjian leasing; 2. Lessor menentukan barang leasing yang diasuransikan sekurang-kurangnya untuk suatu jumlah dapat menutupi kenaikan kerugian yang disetujui; 3. Segala ganti rugi asuransi adalah hak lessor. Pasal 10 Hak Pihak Pertama Lessor tanpa pemberitahuan sampai dengan tanggal pelunasan oleh lessee dapat menjalankan segala cara penanggulangan atau ancaman penahanan atau kebangkrutan Pasal 11 Penjaminan 1. Menjamin pembayaran semua kewajiban lessee pada lessor tidak terbatas pada

pembayaran leasing saja, tetapi juga kewajiban lessee; 2. Apabila lessee tidak mampu membayar salah satu kewajiban, maka penjamin akan membayar kewajiban dimaksud; 3. Penjamin menyetujui menempatkan diri sebagai debitur utama serta memberikan jaminan berkesinambungan yang tidak dapat ditarik kembali Pasal 12 Pihak Hukum dan Domisili Perjanjian tunduk dan ditafsirkan menurut undang-undang dan peraturan Republik Indonesia. Kedua belah pihak memilih domisili hukum leasing kecuali apabila lessor menentukan lain. Demikian Perjanjian Leasing ini dibuat serta ditanda tangani oleh masingmasing pihak dalam keadaan sehat dan sadar. dikantor Kepanitraan Pengadilan Negeri Mataram atas segala akibat yang timbul dari perjajian

Ditandatangani untuk dan atas nama lessor oleh:

Ditandatangani untuk dan atas nama lessse

Ditandatangani untuk dan atas nama penjamin

NURDIN RODJA, SE.

CATUR A. RANARID

DEWI R. ASTUTI

KONTRAK FRANCHISE Perjanjian Franchise Dealer ini dibuat sejak hari sabtu tanggal 2 bulan Mei 2009 antara Nyonya Sri Aryani Wahab, SE, umur 50 tahun, Direktur Utama PT Kosmetika, bertempat tinggal di jalan Panji Asmara 1 Nomor 2 Mataram. Dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagai dari dan oleh karena itu sah bertindak untuk dan atas nama Direktur Utama PT Kosmetika berkedudukan di Mataram, (selanjutnya disebut sebagai Perusahaan) dan Nona Artha Ivanno, umur 25 tahun, wiraswasta, bertempat tinggal di jalan Udayana Nomor 3 Mataram. Dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagai dari dan oleh karena itu sah bertindak untuk diri sendiri, (selanjutnya disebut sebagai Franchise Dealer). 1. Perusahaan setuju untuk: a. Menjual kepada Franchise Dealer produk-produk perusahaan dengan potongan harga yang sewaktu-waktu akan ditetapkan oleh perusahaan menurut kebijaksanaannya sendiri; b. Memberikan rabat sebagai perangsang kepada Franchise Dealer atas sejumlah pembelian minimum, rabat sebagai perangsang demikian itu sewaktu-waktu akan ditetapkan oleh perusahaan menurut kebijaksanaannya sendiri. 2. Franchise Dealer setuju bahwa ia akan: a. Membeli produk dari perusahaan terutama untuk dijual kembali, termasuk kepada pengecer lainnya; b. Bertanggung jawab untuk memperoleh semua izin, lisensi, dan pendaftaran-pendaftaran pajak yang diperlukan, jika ada, untuk menjual produk-produk tersebut, dan memberikan salinansalinannya kepada perusahaan pada waktu yang diminta; dan

c. Membayar ke perusahaan atas pembelian-pembelian yang diadakan sesuai dengan persyaratan dan kebijakan kredit perusahaan pada tanggal yang telah ditentukan tanpa perlu diminta oleh perusahaan. 3. Perusahaan dan Franchise Dealer bersama-sama menyetujui bahwa: a. Perusahaan telah memberikan kepada Franchise Dealer daftar potongan harga dan rabat insentif, yang salinannya dilampirkan dalam perjanjian ini, berlaku sejak tanggal perjanjian ini, dengan syarat harus mendapat pemeriksaan kredit akhir dan persetujuan terlebih dahulu dari kantor cabang bersangkutan yang akan memberikan kepada Franchise Dealer persyaratan dan kebijakan kredit awal yang berlaku bagi Franchise Dealer. Perusahaan dapat mengubah potongan harga dan rabat insentif dan persyaratan serta kebijakan kreditnya pada setiap waktu dan dengan cara apapun. b. Franchise Dealer hanya akan menjual, menawarkan untuk dijual dan dipromosikan produk-produk yang dibeli oleh Franchise Dealer dari Perusahaan. c. Franchise Dealer adalah pedagang eceran yang mandiri dan mempunyai kebijakan sendiri untuk menentukan di mana dan bagaimana produk-produk yang dibeli dari perusahaan akan dijual. Namun demikian, ada beberapa jenis lokasi di mana Franchise Dealer tidak diperkenankan menjual produk-produk tersebut di atas, yaitu toko serba ada yang besar atau toko yang merupakan mata rantai dari jaringan pertokoan yang terkenal. d. Franchise Dealer dan perusahaan merupakan pihak-pihak yang mandiri. Franchise Dealer bukanlah pegawai dari perusahaan atau agen perusahaan. Dalam perjanjian ini ataupun perjanjian di kemudian hari tidak akan menjadikan franchise Dealer pegawai atau agen dari perusahaan. Franchise Dealer bertanggung jawab untuk membayar pajaknya sendiri atas penghasilan yang telah diperolehnya dari pejualan produk yang dibelinya dari perusahaan. e. Perjanjian ini menggantikan semua perjanjian lisan atau tertulis yang diadakan antara perusahaan dengan franchise Dealer sebelum tanggal perjanjian ini. f. Salah satu pihak dapat mengakhiri perjanjian ini menurut

kehendaknya, dengan atau tanpa sebab, setiap waktu setelah memberitahu pihak lainnya. Setelah pengakhiran perjanjian itu, Franchise Dealer tidak berhak membeli produk-produk dari perusahaan, tetapi bertanggung jawab kepada perusahaan atas produk-produk yang sudah dibeli sesuai dengan kebijakan kredit yang berlaku, potongan harga, dan rabat sebagai perangsang. Franchise Dealer dan Perusahaan dengan ini mengesampingkan ketentuan-ketentuan Pasal 1266 KUHPerdata RI. g. Untuk keperluan menyampaikan pemberitahuan kepada pihak lain sebagaimana yang ditentukan di dalam perjanjian ini, setiap pihak menyetujui bahwa pemberitahuan tersebut harus dibuat secara tertulis dan akan dianggap sebagai telah diberikan (1) pada hari ketiga setelah diposkan atau setelah diterima jika dikirim dengan surat tercatat, atau (2) pada hari penyampaiannya, jika disampaikan secara langsung kepada pihak lainnya pada alamat sebagaimana diuraikan pada permulaan perjanjian ini, atau ke alamat lain sebagaimana mungkin diberikan oleh para pihak yang akan menerima pemberitahuan itu kepada pihak lainnya, yang mana lebih dulu terjadi. h. Apabila terjadi sengketa secara langsung atau tidak langsung timbul dari perjanjian ini atau dari pemutusannya, hanya Pengadilan Negeri Mataram Setatanan yang mempunyai kekuasaan hukum atas perkara tersebut. Untuk keperluan perjanjian dan setiap hal yang timbul sehubungan dengan perjanjian ini dan transaksitransaksi yang direncanakan, Franchise Dealer dan perusahaan masing-masing memilih Pengadilan Negeri Mataram sebagai kedudukan hukumnya. Selanjutnya mengesampingkan dan melepaskan setiap hak yang mungkin dipunyainya, termasuk setiap hak berdasarkan Pasal 118 KUHPerdata RI. Para pihak menyetujui untuk tidak akan mengajukan perkara di muka pengadilan lain mana pun.

Franchise Dealer

PT Kosmetika

a.n. Presiden Direktur

SRI ARYANI WAHAB

ARTHA IVANNO Cabang: Mataram