BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.

Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bukit Carang desa Anggrasmanis Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar pada 07035,311’ LS, 111009,857’BT. Secara umum keadaan goegrafis sama dengan kecamatan di Karanganyar lainnya yang berupa dataran tinggi dengan ketinggian diatas 1000 m. Jenis tanah yang dimiliki adalah jenis latosol coklat kemerahan, andosol, grumasol kelabu dan regusol coklat kelabu yang tersebar di 13 kecamatan. Luas wilayah Kecamatan Jenawi 56,08 km² dengan batas wilayah sebagai berikut: Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : : : : Berbatasan dengan Kabupaten Sragen Berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) Berbatasan dengan Kecamatan Ngargoyoso Berbatasan dengan Kecamatan Kerjo.

DESA ANGGRASMANIS

Lokasi Penelitian

U

Candi Sukuh

Gambar 3.1 Peta Lokasi Penelitian (BAPEDA Karanganyar, 2008) 3.2. Waktu Penelitian Survei pendahuluan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2007, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data suseptibilitas magnetik

18

1.2 3. Pengukuran Temperatur Curie Sampel 5 2 3 4 Gambar 3. 2. Bahan Yang Digunakan 1 . Bartington MS2 meter. candi Kethek. Pengukuran temperatur Curie batuan candi di bukit Carang selama 4 hari mulai Senin-Kamis.3. 4. 3. Pengujian sampel pembanding (candi Sukuh.2. Seperangkat PC dengan software Geolabsoft v2. 5. Power supply tipe MS2WFP. Bartington MS2 meter 2.19 selama 4 hari mulai hari Rabu.3. 8 September 2007.2.3. 3. Pengukuran Suseptibilitas Magnetik Secara In-situ 1. Water-jacketed sensor tipe MS2W. Termometer 4. 19-23 Nopember 2007. Bartington MS2 sensor D 3. Bartington susceptibility temperature system Keterangan: 1. Alat Yang Digunakan 3. 3. 5 September 2007-Sabtu.4. candi Cetho dan situs Planggatan) selama 5 hari mulai Rabu-Senin. Furnace tipe MS2WF. 5-10 Maret 2008. Alat Tulis.

3(b). Kethek.5. Pengujian di laboratorium untuk mengetahui nilai temperatur Curie sampel batuan dilakukan dengan menggunakan seperangkat Bartington MS2 meter dengan sensor W yang diolah dengan software Geolabsoft v2. Gambar 3.2. .5. Singkapan batu yang diperkirakan sebagai pondasi Gambar 3.5.1. Pengukuran Suseptibilitas Magnetik secara Langsung ( in-situ ) Pengukuran secara langsung (in-situ) dilakukan pada tumpukan batu yang tertata teratur yang diperkirakan sebagai pondasi sepanjang 74 m. Sampel pada situs candi yang diteliti ini sebanyak 4 sampel yang diambil secara acak. Metode Penelitian 3.20 Bahan yang digunakan sebagai sampel adalah cuplikan batuan yang diambil dari situs candi yang diteliti dan sampel pembanding yaitu batuan candi Sukuh.3(a). Cetho dan situs Planggatan. Candi Cetho dan candi Kethek yang masingmasing 2 sampel batuan. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik di lokasi penelitian 3. 3.2. Untuk situs Planggatan hanya 1 sampel batuan. Pengukuran Temperatur Curie Batuan Sampel yang dipakai dalam pengujian ini adalah cuplikan batuan dari batu yang tertata rapi yang diperkirakan sebagai pondasi. Nilai suseptibilitas magnetik dari pengukuran secara langsung ( insitu ) ini digunakan untuk mengetahui jenis batuan dari situs candi ini. Pengukuran dilakukan dengan mengukur nilai suseptibilitas magnetik dari batuan dengan rentang 1 m. Sampel yang diperoleh kemudian dipreparasi dengan cara dikeringkan untuk menghilangkan kadar air di dalamnya. Sebagai pembanding diambil sampel pada candi Sukuh.

5.3. Prosedur Penelitian .21 3.

Diagram Alir Penelitian .22 Mulai Survei Pendahuluan Kenampakan Ciri Fisik Batuan Pengukuran Insitu Nilai Suseptibilitas Magnetik Batuan Pengukuran di Laboratorium Nilai Temperatur Curie Batuan Analisis Kesimpulan Selesai Gambar 3.4.

23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.