Anda di halaman 1dari 18

TEJRI PEMBANGUNAN

`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


RANGKUMAN

I. %RI K%RGAN%UNGAN.
Teori ini pada mulanya adalah teori struktural yang menelaah jawaban
yang diberikan oleh teori modernisasi. Teori struktural berpendapat bahwa
kemiskinan yang terjadi di negara dunia ketiga yang mengkhusukan diri pada
produksi pertanian adalah akibat dari struktur perekonomian dunia yang
eksploitatiI dimana yang kuat mengeksploitasi yang lemah.
Teori ini berpangkal pada IilsaIat materialisme yang dikembangkan Karl
Marx. Salah satu kelompok teori yang tergolong teori struktural ini adalah teori
ketergantungan. Lahir dari 2 induk, yakni seorang ahli pemikiran liberal Raul
Prebiesch dan teori-teori Marx tentang imperialisme dan kolonialisme serta
seorang pemikir marxis yang merevisi pandangan marxis tentang cara produksi
Asia yaitu, Paul Baran.
1. Raul Prebisch : industri substitusi import. Menurutnya negara-negara
terbelakang harus melakukan industrialisasi yang dimulai dari industri
substitusi impor.
2. Perdebatan tentang imperialisme dan kolonialisme. Hal ini muncul untuk
menjawab pertanyaan tentang alasan mengapa bangsa-bangsa Eropa
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


melakukan ekspansi dan menguasai negara-negara lain secara politisi dan
ekonomis. Ada tiga teori:
a. Teori Gold (Emas): motivasi demi keuntungan ekonomi
b. Teori Glory (kejayaan): kehausan akan kekuasaan dan kebesaran.
c. Teori Gospel (Bible/Tuhan): adanya misi penyebaran agama

3. Paul Baran: sentuhan yang mematikan dan kretinisme. Baginya
perkembangan kapitalisme di negara-negara pinggiran beda dengan
kapitalisme di negara-negara pusat. Di negara pinggiran, system
kapitalisme seperti terkena penyakit kretinisme yang membuat orang tetap
kerdil.
Ada 2 tokoh yang membahas dan menjabarkan pemikirannya sebagai
kelanjutan dari tokoh-tokoh di atas, yakni:
A. Andre Guner Frank :
Pembangunan keterbelakangan. Bagi Frank keterbelakangan hanya dapat diatasi
dengan revolusi, yakni revolusi yang melahirkan sistem sosialis.
B. Theotonia De Santos :
Membantah Frank. Menurutnya ada 3 bentuk ketergantungan, yakni :
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


a. Ketergantungan Kolonial: Hubungan antar penjajah dan penduduk
setempat bersiIat eksploitatiI.
b. Ketergantungan Finansial- Industri: Pengendalian dilakukan melalui
kekuasaan ekonomi dalam bentuk kekuasaan Iinancial-industri.
c. Ketergantungan Teknologis-Industrial: Penguasaan terhadap surplus
industri dilakukan melalui monopoli teknologi industri.

Ada 6 Inti Pembahasan %eori Ketergantungan:
1. Pendekatan keseluruhan melalui pendekatan kasus.
Gejala ketergantungan dianalisis dengan pendekatan keseluruhan yang
memberi tekanan pada sisitem dunia. Ketergantungan adalah akibat proses
kapitalisme global, dimana negara pinggiran hanya sebagai pelengkap.
Keseluruhan dinamika dan mekanisme kapitalis dunia menjadi perhatian
pendekatan ini.
. Pakar eksternal melawan internal.
Para pengikut teori ketergantungan tidak sependapat dalam penekanan
terhadap dua Iaktor ini, ada yang beranggapan bahwa Iaktor eksternal lebih
ditekankan, seperti Frank Des Santos. Sebaliknya ada yang menekankan Iactor
internal yang mempengaruhi/ menyebabkan ketergantungan, seperti Cordosa dan
Faletto.
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


. Analisis ekonomi melawan analisi sosiopolitik
Raul Plebiech memulainya dengan memakai analisis ekonomi dan
penyelesaian yang ditawarkanya juga bersiIat ekonomi. AG Frank seorang
ekonom, dalam analisisnya memakai disiplin ilmu sosial lainya, terutama
sosiologi dan politik. Dengan demikian teori ketergantungan dimulai sebagai
masalah ekonomi kemudian berkembang menjadi analisis sosial politik dimana
analisis ekonomi hanya merupakan bagian dan pendekatan yang multi dan
interdisipliner. Analisis sosiopolitik menekankan analisa kelas, kelompok sosial
dan peran pemerintah di negara pinggiran.
4. Kontradiksi sektoral/regional melawan kontradiksi kelas.
Salah satu kelompok penganut ketergantungan sangat menekankan analisis
tentang hubungan negara-negara pusat dengan pinggiran ini merupakan analisis
yang memakai kontradiksi regional. Tokohnya adalah AG Frank. Sedangkan
kelompok lainya menekankan analisis klas, seperti Cardoso.
5. Keterbelakangan melawan pembangunan.
Teori ketergantungan sering disamakan dengan teori tentang
keterbelakangan dunia ketiga. Seperti dinyatakan oleh Frank. Para pemikir teori
ketergantungan yang lain seperti Dos Santos, Cardoso, Evans menyatakan bahwa
ketergantungan dan pembangunan bisa berjalan seiring. Yang perlu dijelaskan
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


adalah sebab, siIat dan keterbatasan dari pembangunan yang terjadi dalam konteks
ketergantungan.
6. Voluntarisme melawan determinisme
Penganut marxis klasik melihat perkembangan sejarah sebagai suatu yang
deterministic. Masyarakat akan berkembang sesuai tahapan dari Ieodalisme ke
kapitalisme dan akan kepada sosialisme. Penganut Neo Marxis seperti Frank
kemudian mengubahnya melalui teori ketergantungan. Menurutnya kapitalisme
negara-negara pusat berbeda dengan kapitalisme negara pinggiran. Kapitalisme
negara pinggiran adalah keterbelakangan karena itu perlu di ubah menjadi negara
sosialis melalui sebuah revolusi. Dalam hal ini Frank adalah penganut teori
voluntaristik.
II. %eori pasca ketergantungan
Teori-teori tentang pembangunaan setelah munculnya Teori
ketergantungan memang menjadi semarak. Karena itu, lepas dari kelemahan-
kelemahan yang ada pada teori ketergantungan, munculnya teori ini , tidak bisa
disangkal, telah member persIektiI baru pada teori- teori pembangunan pada
umumnya. Salah satu persIektiI penting yang diberikan adalah bahwa aspek
eksternal dari pembangunan menjadi penting. Sebelumnya aspek tersebut kurang
dianggap berperan. Negara-negara lain hanya dianggap sebagai mmitra dagang,
yang sering kali sangat membantu proses pembangunna yang terjadi di suatu
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Negara. Ataupun dianggap menghambat, paling-paling karena Negara itu sangat
besar kekuatan ekonominya, sehingga Negara yang sedang membangun tidak bisa
bersaing dengan mereka.
Oleh teori ketergantungan ditunjukkkan bahwa negara- negara yang
ekonominya lebih kuat bukan saja menghambat Karena menang dalam bersaing,
tetapi juga ikut campur dalam mengubah struktur sosial , politik, dann ekonomi
dan Negara yang lebih lemah. Kekuatan kekuatan eksternal itu lebih
diinternalisasikan oleh Negara yang lemah, sehingga tercipta sebuah struktur
ketergantungan didalam negeri Negara ini.Proses perubahan structural inilah yang
dipeajari oleh Cardoso melalui kasus kasus yang dinegara-negara Amerika
Latin.Walaupun tidak ada teori tunggal yang dapat menjelaskan teori
ketergantungan, namun tedapat tiga ciri persamaan atas deIinisi yang disepakati
oleh para ahli teori ketergantungan.
Pertama, ketergantungan membentuk sistem internasional yang terdiri dari
dua negara yang digambarkan sebagai dominan/tergantung, pusat/periIeri atau
metropolitan/satelit. Negara-negara dominan adalah negara maju yang
mempunyai kemajuan industri dan tergabung dalam Organisasi Kerjasama
Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Sedangkan negara-negara tergantung
adalah Amerika Latin, Asia dan AIrika yang memiliki pendapatan per kapita yang
rendah serta bergantung sepenuhnya kepada ekspor satu jenis komoditi untuk
memperoleh devisa (Ioreign exchange).
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Kedua, memiliki asumsi yang sama bahwa adanya kekuatan (dorongan)
dari luar merupakan satu-satunya aktivtas ekonomi yang penting di dalam negara-
negara yang bergantung. Kekuatan luar ini termasuklah Perusahaan Multi
National (MNC`s) MNC, pasar komoditi internasional, bantuan luar negeri,
komunikasi dan berbagai bentuk lainnya yang oleh negara-negara maju digunakan
untuk kepentingan ekonomi mereka di luar negeri.
Ketiga, pengertian ketergantungan menunjukkan bahwa hubungan antara
negara yang mendominan dan yang bergantung adalah dinamis, karena interaksi
antara dua negara bukan hanya untuk saling menguatkan, tetapi juga untuk
meningkatkan pola/corak yang tidak merata dalam pembagian ekonomi. Seperti
dinyatakan di atas, bahwa teori ketergantungan pertama kali dikemukakan oleh
Prebisch dan dikemukakan kembali oleh ahli teori Marxis, Andre Gunder Frank
dan diperlunak oleh Immanuel Wallerstein melalui teori sistem dunia. Teori
ketergantungan menjadi popular pada 1960-an dan 1970-an sebagai kritik
terhadap ahli teori pembangunan popular yang dilihat gagal untuk menjelaskan isu
kemiskinan yang semakin meningkat di sebagian besar dunia
Perumusan Masalah
Dalam teori pasca ketergantungan ( perkembangan kekinian) ada beberapa teori
yang dibahas dalam makalah ini yaitu , Teori Liberal dan juga Teori Artikulasi
oleh Bill Warren. Maka di bab dua akan dibahas mengenai kedua teori tersebut.
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Teori Pasca Ketergantungan
Seperti diuraikan sebelumnya, kritik terhadap ketergantungan teori datang
baik dari kubu teori-teori liberal maupun dari teori-teori marxis. Berikut
merupakan dua teori yang akan dibahas yaitu, Teori liberal, dan Teori Artikulasi
dari Bill Warren.
A. Teori Liberal
Teori liberal pada dasarnya tidak banyak dipengaruhi oleh teori
ketergantungan, teori liberal teteap berjalan seperti sebelumnya yakni mengukuti
asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kritik terhadap teori liberal pada umumnya berkisar pada ketajaman
deIinisi dari teori ketergantungan. DeIinisi yang ada dianggap terlalu kabur, sulit
dijadikan sesuatu yang operasional. Tanpa kejelasan dan ketajaman konsep
konsep dasarnya, teori ketergantungan lebih merupakan sebuah retorika belaka.
Agar konsep ketergantungan dapat di pakai untuk menyusun teori, maka ada dua
kriteria yang harus dipenuhinya, yaitu:
a. Gejala ketergantungan ini harus hanya ada di negara negara yang
ekonominya mengalami ketergantungan dan tidak di negara yang tidak
tergantung dengan negara lain.
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


b. Gejala ini mempengaruhi perkembangan dan pola pembangunan di negara
negara yang tergantung.
Dari penelitiannya terhadap aspek ekonomi dan sosiopolitik dari gejala
ketergantungan , Lall melihan bahwa gejala ini juga terdapat di Negara-negara
yang dianggap tidak tergantung. Misalnya tentang dominasi modal asing. Dalam
kal ini, kanada dan Belgia akan lebih tergantung daripada India atau Pakistan.
Tetapi sulit sekali memasukkan Kanada dan Belgia ke dalam kelompok Negara-
negara yang tergantung, karena tingkat kemakmurannya yang tinggi. Baik
dominasi maupun ketergantungan merupakan gejala yang umum yang ada di
Negara-negara pusat maupun pinggiran.
Teori liberal pada dasarnya tidak banyak dipengaruhi oleh teori
ketergantungan. Teori liberal tetap berjalan seperti sebelumnya, yakni mengikuti
asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi. Teori yang dianut oleh para ahli ekonomi ini
lebih mengembangkan diri pada keterampilan teknisnya, yakni bagaimana
membuat table input-output yang baik, bagaimana mengukur keterkaitan diantara
berbagai sector ekonomi dan sebagainya. Tentu saja bukan tidak berguna. Tetapi,
yang kurang dipersoalkan adalah bagaimana Iaktor politik bisa dimasukkan ke
dalam model mereka.

TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


B. Teori Artikulasi
Munculnya teori ini dikarenakan ketidakpuasan terhadap teori
ketergantungan karena pada dasarnya pembangunan dan industrialisasi memang
terjadi di negara-negara terbelakang. Mula pertama dikembangkan oleh
antropolog Perancis, seperti Claude Meillassoux dan Pierre Phillippe Rey. Teori
ini melihat persoalan keterbelakangan dalam lingkungan proses produksi, artinya
keterbelakangan di negara-negara Dunia Ketiga harus dilihat sebagai kegagalan
dari kapitalisme untuk berIungsi secara murni, sebagai akibat dari adanya cara
produksi lain di negara-negara tersebut.
Teori Artikulasi bertitik tolak dari konsep Formasi Sosial. Dalam
marxisme dikenal konsep cara produksi (mode oI production), misalnya cara
produksi Ieodal, cara produksi kapitalis, dan cara produksi sosialsi, yang
ketiganya memiliki perbedaan. Misal dalam kapitalisme terdapat pasar bebas,
akumulasi modal yang cepat dan sebagainya. Namun, kenyataan yang
sesungguhnya dalam masyarakat tidak hitam putih seperti itu.
Adanya cara peralihan seperti dari cara produksi Ieodal ke kapitalis bukan
terjadi pada hitungan hari, tetapi memakan waktu yang lama dan pada waktu
peralihan yang lama inilah terjadi percampuran dari dua atau lebih cara produksi.
Oleh karena itu, gejala di mana beberapa cara produksi ada bersama disebut
dengan Iormasi sosial. Jika teori ketergantungan melihat bahwa kapitalisme yang
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


menggejala di negara-negara pinggiran berlainan dengan kapitalisme yang
menggejala di negara-negara pusat, maka teori artikulasi berpendapat bahwa
kapitalisme di negara-negara pinggiran tidak dapat berkembang karena
artikulasinya, atau kombinasi unsur-unsurnya tidak eIisien. Dengan kata lain,
kegagalan dari kapitalisme di negara-negara pinggiran bukan karena yang
berkembang di sana adalah kapitalisme yang berbeda, tetapi karena koeksistensi
cara produksi kapitalisme dengan cara produksi lainnya (kemungkinan) saling
menghambat.
Teori Artikulasi bertitik tolak dari konsep Iormasi sosial. Dalam Marxisme
dikenal konsep cara produksi. Masing-masing cara produksi mempunyai ciri yang
berlainan dengan cara produksi lainnya. Namun dalam kenyataannya di dalam
masyarakat selalu terdapat lebih dari satu cara produksi secara bersama-sama.
Inilah yang disebut Iormasi sosial, yaitu gejala dimana beberapa cara berproduksi
ada bersama.
Dalam Teori Artikulasi kapitalisme di negara-negara pinggiran tidak bisa
berkembang karena artikulasinya atau kombinasi unsur-unsurnya tidak eIisien.
Ada banyak unsur penghambatnya. Bagi Teori Artikulasi kegagalan dari
kapitalisme di negara-negara pinggiran bukan karena yang berkembang di sana
adalah kapitalisme yang berbeda, tetapi karena koeksistensi cara produksi
kapitalisme dengan cara produksi lainnya bersiIat saling menghambat.
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Teori Artikulasi disebut juga sebagai teori yang memakai pendekatan cara
produksi. Pada teori ini, persoalan keterbelakangan dilihat dalam lingkungan
proses produksi. Bagi teori artikulasi, keterbelakangan di Negara-negara
duniaketiga harus di dilihat sebagai kegagalan dari kapitalisme untuk berIungsi
secara murni. Sebagai akibat dari adanya cara produksi lain di Negara-negara
tersebut.
C. Bill Warren
Warren membantah inti teori ketergantungan, yakni bahwa perkembangan
kapitalisme di Negara-negara pusat dan pinggiran berbeda. Kapitalisme di Negara
manapun sama. Oleh karena itu, tesis warren cenderung menjadi a-historis dan
dekat dengan teori para ahli ilmu social liberal. Inti dari kritik Warren adalah
bahwa dalam kenyataannya, negara-negara yang tergantung menunjukkan
kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dan proses industrialisasinya. Bahkan
kemajuan ini menunjukkan bahwa negara-negara yang tergantung ini sedang
mengarah pada pembangunan yang mandiri.
Berlawanan dengan pandangan kaum Marxis, bukti-bukti empiris
menunjukkan bahwa prospek bagi sebuah pembangunan kapitalis yang berhasil di
negara-negara berkembang ternyata baik. Pembangunan yang berhasil di negara-
negara Asia Timur dan Tenggara dianggap sebagai salah satu bukti bahwa
kapitalisme memang masih bugar, masih terus bisa mengembangkan dirinya.
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Warren menunjukkan data-data yang memperlihatkannya bahwa setelah perang
dunia kedua, anggapan akan adanya keterbelakangan di Negara-negara pinggiran
hanya merupakan ilusi belaka.
Ada enam pokok yang dibahasnya, yakni ;
1. Masalah PNB perkapita
2. Masalah kesenjangan social
3. Masalah marginalisasi, dimana orang jadi tersingkir dari lapangan
kerjanya
4. Masalah produksi yang diarahkan pada barang-barang mewah, dan bukan
barang pada kebutuhan pokok
5. Masalah industrialisasi
6. Masalah kapitalisme.
Dari data statistic yang dikumpulkannya, warren membuktikan bahwa apa
yang diramalkan oleh teori ketergantungan ternyata tidak benar. Oleh karena itu,
dia menyimpulkan :
'Jadi, berlawanan dengan pendapat umum yang ada, dunia ketiga tidak
mengalami kemandekan secara relative maupunabsolut setelah perang dunia ke
dua, sebaliknya, kemajuan yang berarti dalam hal kemakmuran material dan
pembangunan kekuatan produksi telah tercapai, dengan kecepatan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan keadaan sebelum perang. Kenyataan ini juga
berlawanan dengan pandangan kaum marxis yang menyatakan bahwa
pembangunan nasional yang mengikuti jalan kapitalis bisa terjadi di dunia ketiga.

TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


Bagi Warren, tidak bisa dicegah lagi bahwa kapitalisme akan berkembang
dan menggejala di semua Negara di dunia ini. Baru setelah kapitalisme
berkembang sampai mencapai titik jenuhnya, perubahan ke sosialisme
dimungkinkan. Karena itu, memaksakan perubahan ke sosialisme sekarang juga
merupakan hal yang sia-sia, karena pada saat ini perkembangan kapitalisme belum
mencapai titik jenuhnya. Karena itu, perkembanngan kapitalisme di Negara-
negara pinggiran masih dimungkinkan. Pembangunan yang berhasil di Negara-
negara Asia Timur ( Korea Selatan, Taiwan, Hongkong dan Singapura) dianggap
sebagai salah satu bukti bahwa kapitalisme memang masihh bugar, masih terus
bisa mengembangkan dirinya.
D. Immanuel Wallerstein: Teori Sistem Dunia
Teori ini berpendapat bahwa dulu didunia terdapat sistem sistem kecil
atau sistem mini dalam bentuk kerajaan atau bentuk pemerintahan lainnya.
Kemudian terjadi penggabungan-penggabungan, baik melalui penaklukan secara
militer maupun secara sukarela. Sebuah kerajaan besar kemudian muncul.
Meskipun tidak sampai menguasai seluruh dunia, tetapi karena besarnya yang luar
biasa dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan yang ada sebelumnya, kerajaan ini
disebut sebagai kerajaan dunia atau world empire.
Kerajaan dunia ini mengendalikan kawasannya melalui sebuah sistem
politik yang dipusatkan. Perkembangan teknologi perhubungan dan
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


perkembangan di bidang lain kemudian memunculkan sistem perekonomian dunia
yang menyatu. Dengan kata lain, sistem perekonomian dunia adalah satu-satunya
sistem dunia yang ada. Sistem dunia inilah yang sekarang ada sebagai kekuatan
yang menggerakkan negara-negara di dunia. Sistem dunia yang ada sekarang
adalah kapitalisme global.
K$IMPULAN
Teori liberal pada dasarnya tidak banyak dipengaruhi oleh teori
ketergantungan, teori liberal teteap berjalan seperti sebelumnya yakni mengukuti
asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi. Kritik terhadap teori liberal pada umumnya
berkisar pada ketajaman deIinisi dari teori ketergantungan. DeIinisi yang ada
dianggap terlalu kabur, sulit dijadikan sesuatu yang operasional. Tanpa kejelasan
dan ketajaman konsep konsep dasarnya, teori ketergantungan lebih merupakan
sebuah retorika belaka.
Teori liberal pada dasarnya tidak banyak dipengaruhi oleh teori
ketergantungan. Teori liberal tetap berjalan seperti sebelumnya, yakni mengikuti
asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi. Teori yang dianut oleh para ahli ekonomi ini
lebih mengembangkan diri pada keterampilan teknisnya, yakni bagaimana
membuat table input-output yang baik, bagaimana mengukur keterkaitan diantara
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


berbagai sector ekonomi dan sebagainya. Tentu saja bukan tidak berguna. Tetapi,
yang kurang dipersoalkan adalah bagaimana Iaktor politik bisa dimasukkan ke
dalam model mereka. Teori Artikulasi bertitik tolak dari konsep Formasi Sosial.
Dalam marxisme dikenal konsep cara produksi (mode oI production), misalnya
cara produksi Ieodal, cara produksi kapitalis, dan cara produksi sosialsi, yang
ketiganya memiliki perbedaan. Misal dalam kapitalisme terdapat pasar bebas,
akumulasi modal yang cepat dan sebagainya. Namun, kenyataan yang
sesungguhnya dalam masyarakat tidak hitam putih seperti itu. Adanya cara
peralihan seperti dari cara produksi Ieodal ke kapitalis bukan terjadi pada hitungan
hari, tetapi memakan waktu yang lama dan pada waktu peralihan yang lama inilah
terjadi percampuran dari dua atau lebih cara produksi. Oleh karena itu, gejala di
mana beberapa cara produksi ada bersama disebut dengan Iormasi sosial.
Teori Artikulasi disebut juga sebagai teori yang memakai pendekatan cara
produksi. Pada teori ini, persoalan keterbelakangan dilihat dalam lingkungan
proses produksi. Bagi teori artikulasi, keterbelakangan di Negara-negara
duniaketiga harus di dilihat sebagai kegagalan dari kapitalisme untuk berIungsi
secara murni. Sebagai akibat dari adanya cara produksi lain di Negara-negara
tersebut.
Warren membantah inti teori ketergantungan, yakni bahwa perkembangan
kapitalisme di Negara-negara pusat dan pinggiran berbeda. Kapitalisme di negara
manapun sama. Oleh karena itu, tesis warren cenderung menjadi a-historis dan
TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


dekat dengan teori para ahli ilmu social liberal. Inti dari kritik Warren adalah
bahwa dalam kenyataannya, negara-negara yang tergantung menunjukkan
kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dan proses industrialisasinya. Bahkan
kemajuan ini menunjukkan bahwa negara-negara yang tergantung ini sedang
mengarah pada pembangunan yang mandiri.











TEJRI PEMBANGUNAN


`lIZ.`.I. 1U1UU+8. II.!!.


AF%AR PU$%AKA
Budiman, ArieI. 1995. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta ; PT Gramedia
Pustaka Utama, anggota IKAPI.
Ndraha, Talizuduhu. 1999. Pengantar Teori Pembangunan Sumber Daya
Manusia. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta :
Rineka Cipta.

Putra, Fadilah. 2001. Paradigma Kritis dalam Studi Kebifakan Publik. Surabaya :
Pustaka Pelajar.
Ripley, Ronald B and Grace Franklin. 1986. Policy Implementation Bereaucracy.
Chicago : Dorsey Press.