Tumbuhan lumut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Tumbuhan lumut dengan sporofit muda Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, "lumut"). Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya. Dalam bahasa sehari-hari, istilah "lumut" dapat merujuk pada beberapa divisio. Klasifikasi lama pun menggabungkan pula lumut hati dan lumut tanduk ke dalam Bryophyta, sehingga di dalam Bryophyta terangkum lumut tanduk, lumut hati, dan lumut sejati (Musci). Namun, perkembangan dalam taksonomi tumbuhan menunjukkan bahwa penggabungan ini parafiletik, sehingga diputuskan untuk memisahkan lumut hati dan lumut tanduk ke luar dari Bryophyta. Di dunia terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia[1]. Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat memiliki "taman lumut" yang mengoleksi berbagai tumbuhan lumut dan lumut hati dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia.

Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Dengan demikian.Pergiliran keturunan Pergiliran keturunan tumbuhan lumut Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium . terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

mengurangi bahaya banjir. dan sebagai penyerap polutan. mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai tumbuhan pada umumnya. Untuk kegunaan lain dari Pakis. cari "Pakis" beralih ke halaman ini. lihat Pakis (disambiguasi). ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons).masak akan melepaskan spora. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis. Peran tumbuhan lumut dalam ekosistem Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen. ? Tumbuhan paku (Pteridophyta) Polystichum setiferum Klasifikasi ilmiah . Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi. Manfaat tumbuhan lumut Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. dan mampu menyerap air pada musim kemara Tumbuhan paku Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

Alih-alih biji.Kerajaan: Plantae Divisi: Psilotopsida Equisetopsida Marattiopsida Polypodiopsida Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: Tumbuhan paku Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. Pteridophyta atau Filicophyta). kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Daur hidup (metagenesis) . epifit. biasanya tidak bercabang). mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. hidrofit. sama seperti lumut dan fungi. Total spesies yang diketahui hampir 10. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. ada yang berupa pohon (paku pohon. kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. Sering dijumpai tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain. mengapung di air. Pteridophyta Kelas Morfologi Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam. tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya.

Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium.Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan. tidak berdaun. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio. organ penghasil ovum atau sel telur). yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium. tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya). tidak berbatang. Klasifikasi . mirip lumut hati. yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau.

Selain paku sejati (kelas Filicinae). sedangkan pakupakuan serta tumbuhan berbiji berada pada kelompok lain. berdasarkan klasifikasi baru ini. rane dan paku kawat (Lycopodiinae). yang layak dikatakan sebagai anggota divisio tumbuhan paku (Pteridophyta). dan tumbuhan lumut. Divisio: Pteridophyta dengan empat kelas monofiletik:     Psilotopsida.Paku laut. Helminthostachyaceae) Bangsa Psilotales Suku Psilotaceae (termasuk Tmesipteridaceae) Kelas Equisetopsida [=Sphenopsida] Bangsa Equisetales Suku Equisetaceae Kelas Marattiopsida Bangsa Marattiales . kecuali lumut hati. Equisetopsida Marattiopsida Polypodiopsida (=Pteridopsida. Pteridophyta mencakup semua kormofita berspora. Secara tradisional. serta Isoetes (Isoetinae). Lycophyta (rane. termasuk di dalamnya paku ekor kuda (Equisetinae). dan Isoetes) merupakan tumbuhan berpembuluh yang pertama kali terpisah dari yang lain. Psilotum (Psilotinae). Dengan demikian. Smith et al. Dari hasil revisi ini juga terlihat bahwa sejumlah paku-pakuan yang dulu dianggap sebagai paku primitif (seperti Psilotum) ternyata lebih dekat berkerabat dengan paku tunjuk langit (Helminthostachys). Berdasarkan klasifikasi terbaru ini. Berikut adalah klasifikasi lengkap menurut Smith et al. tumbuhan paku dapat dikelompokkan sebagai berikut. (2006)[1] mengajukan revisi yang cukup kuat berdasarkan data morfologi dan molekular. Sampai sekarang pun ilmu yang mempelajari kelompok-kelompok ini disebut pteridologi dan ahlinya disebut pteridolog. Divisio: Lycophyta dengan satu kelas: Lycopsida. (2006): Kelas Psilotopsida Bangsa Ophioglossales Suku Ophioglossaceae (termasuk Botrychiaceae. lumut tanduk. paku kawat. sementara paku ekor kuda (Equisetum') sama dekatnya dengan paku sejati terhadap Marattia. Selanjutnya terlihat bahwa semua kormofita berspora yang tersisa tergabung dalam satu kelompok besar. Filicopsida) Divisi terakhir ini mencakup semua tumbuhan yang biasa dikenal sebagai paku sejati atau paku benar. Tumbuhan paku adaptif untuk tempat-tempat marginal. mencakup Ophioglossales.

Anopteraceae. Peranemataceae) Suku Lomariopsidaceae (termasuk Nephrolepidaceae Suku Tectariaceae Suku Oleandraceae Suku Davalliaceae . Taenitidaceae. Monachosoraceae. Cryptogrammaceae. Cheilanthaceae. Lonchitidaceae) Suku Saccolomataceae Suku Dennstaedtiaceae (termasuk Hypolepidaceae. Stromatopteridaceae) Suku Dipteridaceae (termasuk Cheiropleuriaceae) Suku Matoniaceae Bangsa Schizaeales Suku Lygodiaceae Suku Anemiaceae (termasuk Mohriaceae) Suku Schizaeaceae Bangsa Salviniales (paku air) Suku Marsileaceae (termasuk Pilulariaceae) Suku Salviniaceae (termasuk Azollaceae) Bangsa Cyatheales (paku pohon) Suku Thyrsopteridaceae Suku Loxomataceae Suku Culcitaceae Suku Plagiogyriaceae Suku Cibotiaceae Suku Cyatheaceae (termasuk Alsophilaceae. Pteridiaceae) Suku Pteridaceae (termasuk Acrostichaceae. Adiantaceae. Elaphoglossaceae. Actiniopteridaceae. Danaeaceae. Sinopteridaceae.Suku Marattiaceae (termasuk Angiopteridaceae. Christenseniaceae. Platyzomataceae. Cystopteridaceae) Suku Blechnaceae (termasuk Stenochlaenaceae) Suku Onocleaceae Suku Dryopteridaceae (termasuk Aspidiaceae. Hemionitidaceae. Pteridopsida] Bangsa Osmundales Suku Osmundaceae Bangsa Hymenophyllales Suku Hymenophyllaceae (termasuk Trichomanaceae) Bangsa Gleicheniales Suku Gleicheniaceae (termasuk Dicranopteridaceae. Antrophyaceae. Bolbitidaceae. Vittariaceae) Suku Aspleniaceae Suku Thelypteridaceae Suku Woodsiaceae (termasuk Athyriaceae. Hypodematiaceae. Ceratopteridaceae. Negripteridaceae. Hymenophyllopsidaceae) Suku Dicksoniaceae (termasuk Lophosoriaceae) Suku Metaxyaceae Bangsa Polypodiales Suku Lindsaeaceae (termasuk Cystodiaceae. Parkeriaceae. Kaulfussiaceae) Kelas Polypodiopsida [=Filicopsida.

Suku Polypodiaceae (termasuk Drynariaceae. Grammitidaceae. Platyceriaceae. Loxogrammaceae. Gymnogrammitidaceae. Pleurisoriopsidaceae) .