Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keberhasilan suatu organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi mencerminkan keseluruhan toleransinya terhadap seluruh kumpulan variabel lingkungan yang dihadapi organisme tersebut Artinya bahwa setiap organisme harus mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungannya. Adaptasi tersebut berupa respon morfologi, fisiologis dan tingkah laku. Pada lingkungan perairan, faktor fisik, kimiawi dan biologis berperan dalam pengaturan homeostatis yang diperlukan. bagi pertumbuhan dan reproduksi biota perairan (Tunas. 2005;16). Suhu merupakan faktor penting dalam ekosistem perairan (Ewusie. 1990; 180). Kenaikan suhu air dapat akan menimbulkan kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu (Kanisius. 1992; 22). Menurut Soetjipta (1993; 71), air memiliki beberapa sifat termal yang unik, sehingga perubahan suhu dalam air berjalan lebih lambat dari pada udara. Selanjutnya Soetjipta menambahkan bahwa walaupun suhu kurang mudah berubah di dalam air daripada di udara, namun suhu merupakan faktor pembatas utama. Oleh karena itu, mahluk akuatik sering memiliki toleransi yang sempit. Ikan merupakan hewan ektotermik yang berarti tidak menghasilkan panas tubuh, sehingga suhu tubuhnya tergantung atau menyesuaikan suhu lingkungan sekelilingnya (Hoole et al, dalam Tunas. 2005; 16). Sebagai hewan air, ikan memiliki beberapa mekanisme fisiologis yang tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ-organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan (Yushinta. 2004: 14). Secara kesuluruhan ikan lebih toleran terhadap perubahan suhu air, beberapa species mampu hidup pada suhu air mencapai 29◦C, sedangkan jenis lain dapat hidup pada suhu air yang sangat dingin, akan tetapi kisaran toleransi individual terhadap suhu umumnya terbatas (Sukiya. 2005; 9). Ikan yang hidup di dalam air yang mempunyai suhu relatif tinggi akan mengalami kenaikan kecepatan respirasi (Kanisius. 1992; 23). Hal tersebut dapat diamati dari perubahan gerakan operculum ikan. Kisaran toleransi suhu antara species ikan satu dengan lainnya berbeda, misalnya pada ikan salmonid suhu terendah yang dapat menyebabkan kematian berada tepat diatas titik beku, sedangkan suhu tinggi dapat menyebabkan gangguan fisiologis ikan (Tunas. 2005; 16-17). Telah diketahui diatas bahwa suhu merupakan faktor abiotik yang paling berpengaruh pada lingkungan perairan, maka perlu diketahui bagaimana

1

Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata

suhu mempengaruhi aktifitas biologis species ikan tertentu, salah satunya adalah pada ikan impun/Lebistes (Poecilia reticulata).

1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada praktikum kali ini adalah: 1. Bagaimana preferensi suhu pada ikan impun/Lebistes (Poecilia reticulata) juvenile, jantan dan gravit terhadap suhu air yang berbeda-beda ? 2. Bagaimana respon tingkah laku ikan impun/Lebistes (Poecilia reticulata)juvenile, jantan dan gravit akibat perubahan suhu air ?

1.3 Batasan Masalah Untuk mendapatkan hasil praktikum yang optimal, dibutuhkan batasan-batasan masalah yang harus diperhatikan, diantaranya : 1. Ikan Lebistes yang digunakan adalah ikan jantan, juvenile, dan ikan betina yang sedang bertelur (gravit) masing-masing sebanyak 20 ekor 2. Suhu yang digunakan adalah 20 ºC, 24 ºC, 26 ºC, 28 ºC, dan 30 ºC.

1.4 Tujuan Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah: 1. Mengetahui preferensi suhu pada ikan impun/Lebistes (Poecilia reticulata) juvenile, jantan dan gravit terhadap suhu air yang berbeda-beda. 2. Mengetahui respon tingkah laku ikan impun/Lebistes (Poecilia reticulata) juvenile, jantan dan gravit akibat perubahan suhu air.

2

2005. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein.16. Hal ini 3 . artinya suhu tubuh sangat tergantung atas suhu lingkungan (Sukiya. 33). ketinggian tempat. 1992. Suhu merupakan faktor yang sangat menentukan aktivitas enzim di dalam tubuh organisme. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolisme. sehingga suhu tubuhnya tergantung atau menyesuaikan suhu lingkungan sekelilingnya. 2005. adaptasi morfologis. Demikian juga jika suhu tubuh turun sangat ekstrim bahkan di bawah kisaran toleransinya akan menyebabkan aktivitas enzim sangat rendah. Dibandingkan dengan lingkungan daratan. 18). sebagai komponen utama penyusun enzim akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi dalam melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. 58).000 di seluruh dunia (Fujaya.Ada beberapa jenis adaptasi yakni. Secara keseluruhan ikan lebih toleran terhadap perubahan suhu air. adaptasi fisiologis dan adaptasi tingkah laku.1999 dalam Dhamadi.2005. Ini bahwa setiap organisme mempunyai sifat adaptasi untuk hidup pada berbagai macam keadaan lingkungan (Djamal. Selanjutnya Sukiya menambahkan bahwa beberapa ikan mempunyai perilaku istimewa seperti ikan Glodok yang dapat berjalan di atas daratan dan memanjat pohon. lama paparan terhadap matahari dan kedalaman badan air (Tunas. 2. lingkungan perairan mempunyai variasi suhu yang relatif sempit. Pisces (Ikan) merupakan superkelas dari subfilum Vertebrata yang memiliki keanekaragaman sangat besar (Sukiya.2 Pengaruh Suhu Air terhadap Ekosistem Perairan Salah satu faktor fisik lingkungan perairan adalah suhu. seperti vertebrata poikiloterm lain suhu tubuhnya bersifat ektotermik. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah species lebih dari 27.9-10). Permukaan air peka terhadap perubahan suhu dan perubahan suhu dipengaruhi oleh letak geografis. 2009). Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) atau hewan ektoterm yang tidak menghasilkan panas tubuh.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata BAB II ADAPTASI FISIOLOGI IKAN TERHADAP TEMPERATUR 2.1 Adaptasi Organisme Ikan Adaptasi diartikan merupakan kemampuan individu untuk mengatasi keadaan lingkungan dan menggunakan sumber-sumber alam lebih banyak untuk mempertahankan hidupnya dalam relung yang diduduki.

18). 2005. Kecepatan reaksi kimia meningkat c.16-17). 2005) menunjukkan bahwa suhu perairan sangat 4 . sebagai contoh bahwa pada air tawar (salinitas 0%) peningkatan suhu dari 25ºC menjadi 300 ºC menyebabkan penurunan kelarutan oksigen dari 8. Sehingga pada umumnya ikan lebih menyukai suhu yang relatif hangat untuk proses fisiologis dalam tubuhnya ataupun inkubasi telur maksimal untuk yang gravit (Tunas. 2005. serta meningkatkan toksisitas logam berat.6 mg/liter. ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati. (1996 dalam Tunas. Suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status kesehatan untuk jangka panjang. tetapi meningkatkan solubilitas senyawasenyawa toksik seperti polutan minyak mentah dan pestisida. Selanjutnya menurut Munro (1978 dalam Tunas 2005.16). sedangkan suhu rendah mengakibatkan ikan menjadi rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun (Tunas. Peningkatan suhu air dapat menyebabkan penurunan kelarutan gas-gas. 22-23): a. 2005. kurus.4 menjadi 7. 2005. Ikan memiliki derajat toleransi terhadap suhu dengan kisaran tertentu yang sangat berperan bagi pertumbuhan. Selain itu. dan tingkah laku abnormal. d. konversi pakan dan resistensi terhadap penyakit (Tunas. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui. inkubasi telur. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi.3 Pengaruh Suhu Air terhadap Respon Fisiologis dan Tingkah Laku Ikan Poecilia Berdasarkan Preferensi Suhu. Misalnya stres yang ditandai tubuh lemah. Selanjutnya ada sumber yang menambahkan bahwa ikan akan mengalami stres manakala terpapar pada suhu di luar kisaran yang dapat ditoleransi. Kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu. tetapi suhu rendah menyebabkan stres pernafasan pada ikan berupa penurunan laju respirasi dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. 2.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata karena air sebagai penutup permukaan bumi memiliki peran peredam panas dari pancaran matahari.2005) Kenaikan suhu air akan dapat menimbulkan beberapa akibat sebagai berikut (Kanisius. b.16-17). Sehubungan dengan itu maka kisaran toleransi hewan-hewan akuatik seperti ikan pada umumnya relatif sempit dibandingkan dengan hewan-hewan daratan. berjenis-jenis ikan dan hewan invertebrate yang hidup di perairan pada umumnya kurang tahan terhadap suhu tinggi (Agus Dharmawan. Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun. Penelitian oleh Kuz’mina et al.

dimana ikan jantan memiliki preferensi suhu yang lebih rendah (24. Para peneliti menjelaskan bahwa hormon androgen pada jantan bisa diinduksi pada suhu yang lebih rendah. 2010).1°C).5°C) dibandingkan ikan betina (28.31 ºC sedangkan ikan jantan memiliki preferensi suhu 25 ºC . Ditunjukkan bahwa aktivitas enzim pencernaan karbohidrase sangat dipengaruhi oleh suhu. adapun aktivitas amilase tertinggi dijumpai pada musim gugur (Hofer. preferensi suhu merupakan salah satu respon terpenting karena organisme harus memilih suhu yang sesuai untuk proses fisiologi mereka sendiri.2°C) dan juvenile (28. aktivitas protease tertinggi dijumpai pada musim panas. kematangan seksual dan produksi hormon steroid pada Poecilia reticulate merupakan faktor utama yang mempengaruhi preferensi suhu ikan tersebut. Baker etal. 5 . 1964. 2005. Hal tersebut karena suhu letal bisa memberikan gambaran lengkap mengenai respon hewan tersebut yang bisa dijadikan index ekologi selama hewan itu bisa menemukan suhu letal di habitatnya seperti ketika hewan tersebut bisa mengatasi fluktuasi suhu dalam batas toleransinya. 1979a . Berdasarkan Johansen dan Cross (1980). 1998). Dalam kajian perikanan. Ikan betina memiliki preferensi suhu sekitar 28 ºC . oleh karena itu preferensi suhu ikan jantan lebih rendah daripada ikan betina dan juvenile (Hernández-Rodríguez. ikan Lebistes (Poecilia) betina memiliki preferensi suhu lebih tinggi daripada ikan Lebistes jantan.. 1979b dalam Tunas. 1970).26 ºC (Hernández-Rodríguez.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata berpengaruh terhadap laju metabolisme dan proses-proses biologis ikan. Pada umumnya. Hal ini memiliki keterkaitan dan hubungan dengan perkembangan seksual dan thermoregulasi dari ikan Lebistes itu sendiri (Hagen. 18). Ikan Lebistes (Poecilia) memiliki preferensi suhu yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Fry (1967) menyebutkan bahwa suhu lethal merupakan hal penting untuk analisis respon fisiologi dari hewan poikiloterm seperti ikan.

Air sumur 3. Aerator 9. Saringan 8. dan jantansebanyak 20 ekor 2. Kamera digital 13. Bunsen 5. Korekapi 4. Kaki tiga 6. IkanPoecilia reticulatagravit.2 Alat dan Bahan Alat 1. Baskom 7. Esbatu 6 . Lap Bahan 1.30 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Ekologi Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Palang 10.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata BAB III METODE 3. Alattulis 12. juvenile.1 Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum pengaruh lingkungan terhadap ikan kali ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 16 September 2011 pukul 09. Thermometer 3. 3. Kompartemen 2. Beker glass 11.

Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata 3. Kemudian setiap 5 menit sekali dilakukan pengamatan pergerakan ikan. Masing-masing 20 ikan Poecilia Masing-masing 20 grafit ikan Poecilia reticulata dari tiap golongan reticulata diaklimatisasi pada suhu 3 diaklimatisasi pada 3 suhu berbeda. suhu berbeda. sedangkan di ujung satunya lagi letakan bunsen Setelah suhu pada kompartemen stabil. dan jumlah ikan pada setiap bagian kompartemen. dan jantan dipilih Kompartemen ditandai menjadi 5 bagian. Pada setiap bagian kompartemen diletakan satu termometer. gravit. Pada ujung bawah kompartemen Suhu Rendah 15 – 200C Suhu Kontrol 23 – 250C Suhu Tinggi 28 – 300C diletakan es. kemudian ikan dimasukan ke dalam bagian tengah kompartemen. juvenile. 7 .3 Cara Kerja Tahap Persiapan Ikan Diaklimatisasi Kompartemen Dikondisikan Sebanyak 60 ekor Poecilia reticulata Sebanyak 60 ikan grafit ikan Poecilia reticulata dipilih. kemudian diisi dengan air.

2 Jumlah Ikan Poecilia reticulata JuvenileSetelah Aklimatisasi di Suhu Tinggi Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 20 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 0 0 0 1 0 0 24 0 0 1 1 1 1 26 1 2 2 2 2 2 28 8 9 4 7 6 7 30 11 9 13 9 11 10 8 .1 Jumlah Ikan Poecilia reticulata JuvenileSetelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 24 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 3 2 0 3 1 2 27 4 1 4 3 4 3 28 0 3 7 3 4 3 29 5 6 3 4 5 5 30 8 8 6 7 6 7 Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Berdasarkan hasil praktikum diperoleh bahwa setiap golongan ikan yang telah diberi perlakuan memberikan reaksi yang berbeda terhadap keadaan suhu. Data ditampilkan dalam bentuk tabel pengamatan berikut ini. a.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4. Poecilia reticulata Juvenile Tabel 4.

Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Tabel 4.3 Jumlah Ikan Poecilia reticulata Juvenile Setelah Aklimatisasi di Suhu Rendah Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 22 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 2 2 0 2 1 2 24 12 8 4 5 3 6 26 3 4 3 6 5 4 28 0 2 2 0 0 1 30 3 4 11 7 11 7 b.4 Jumlah Ikan Poecilia reticulata Gravit Setelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 22 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 0 1 0 0 0 0 24 0 0 1 0 0 0 26 3 2 2 1 2 2 28 5 7 8 2 4 5 30 12 10 9 17 14 13 Tabel 4. Poecilia reticulata Gravit Tabel 4.5 Jumlah Ikan Poecilia reticulata GravitSetelah Aklimatisasi di Suhu TinggiPada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 10 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 6 18 8 8 12 10 20 2 2 0 6 0 2 25 2 0 4 0 1 2 28 0 0 0 6 7 3 30 10 0 8 0 0 3 9 .

8 Jumlah Ikan Poecilia reticulata JantanSetelah Aklimatisasi diSuhu Tinggi Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 19 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 10 0 14 0 10 7 24 4 1 3 10 6 5 25 2 9 1 8 4 5 27 4 6 0 2 0 2 30 0 4 2 0 0 1 10 .6 Jumlah Ikan Poecilia reticulata GravitSetelah Aklimatisasi di Suhu Rendah Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 20 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 1 2 1 1 1 1 25 3 3 2 3 3 3 26 3 4 5 5 4 4 28 6 6 8 7 8 7 30 7 5 4 4 4 5 c. Poecilia reticulata Jantan Tabel 4.7 Jumlah Ikan Poecilia reticulata JantanSetelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 24 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 3 2 0 3 1 2 27 4 1 4 3 4 3 28 0 3 7 3 4 3 29 5 6 3 7 5 5 31 8 8 6 7 6 7 Tabel 4.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Tabel 4.

16.755x . Berikut hasil analisis statistikanya.9 Jumlah Ikan Poecilia reticulata JantanSetelah Aklimatisasi diSuhu Rendah Pada Setiap Kenaikan Suhu Suhu (oC) Waktu (menit) 20 5 10 15 20 25 Rata – rata jumlah ikan 1 1 1 0 0 1 24 2 3 2 3 1 2 25 4 8 7 2 12 6 26 7 6 6 10 5 7 30 6 2 4 5 2 4 4.841 11 .2 Analisis Statistika Dalam praktikum ini digunakan analisis regresi linier untuk mengetahui pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat. a.83 R² = 0.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Tabel 4. Juvenile kontrol y = 0.

1 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Juvenile Setelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol b.94 R² = 0.755x .21.16.83 R² = 0.841 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4. Juvenile Suhu Tinggi y = 1.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 10 20 Suhu (oC) 30 40 y = 0.013x .821 12 .

Juvenil Suhu Rendah y = 0.25x .21.0135x .2.94 R² = 0.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 12 10 8 6 Jumlah ikan 4 2 0 0 -2 -4 5 10 15 20 25 30 35 y = 1.8218 y = 1.21.096 13 .5 R² = 0.821 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Suhu (oC) Grafik 4.2 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Juvenile Setelah Aklimatisasi di Suhu Tinggi c.013x .946 R² = 0.

3 R² = 0.3 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Juvenile Setelah Aklimatisasi di Suhu Rendah d.36.814 14 .2.5 R² = 0.0962 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4. Gravit Kontrol y = 1.55x .Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 5 10 15 Suhu 20 (oC) 25 30 35 y = 0.25x .

4.36.8144 Grafik 4.55x . Gravit Suhu Tinggi y = 20.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 14 12 10 8 Jumlah Ikan 6 Jumlah ikan 4 2 0 0 -2 -4 Suhu (0C) 10 20 30 40 Linear (Jumlah ikan) y = 1.0.4 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Gravit Setelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol e.3 R² = 0.93 15 .64 x R² = 0.

93 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4.172 R² = 0. Gravit Suhu Rendah y = 0.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 12 10 8 Jumlah ikan 6 4 2 0 0 5 10 15 Suhu 20 (oC) 25 30 35 y = 20.9.4 .0.5 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Gravit Setelah Aklimatisasi di Suhu Tinggi f.64 x R² = 0.740 16 .510x .

709x .70 R² = 0.9.1725 R² = 0.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 10 20 Suhu (oC) 30 40 y = 0.15.6 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Gravit Setelah Aklimatisasi di Suhu Rendah g.7403 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4.5106x . Jantan Kontrol y = 0.841 17 .

15.709x . Jantan Suhu Tinggi y = -0.911 18 .7 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Jantan Setelah Aklimatisasi di Suhu Kontrol h.709 R² = 0.575x + 18.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 10 20 Suhu (oC) 30 40 y = 0.8419 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4.39 R² = 0.

859 19 .8 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Jantan Setelah Aklimatisasi di Suhu Tinggi i.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 10 20 Suhu (oC) 30 40 y = -0.9116 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4.5758x + 18.394 R² = 0.21 R² = 0.10. Jantan Suhu Rendah y = 0.573x .

755x .10.94 Besarnya suhu tinggi mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) =1.755.013). 20 . artinya jika semakin lama ikan dalam suhu kontrol maka ikan akan tumbuh baik.21. Y = 0. Jantan suhu tinggi. Jantan kontrol. Y = 1. rendah dan panas lebih menyukai suhu yang tinggi berkisar 28°C – 30°C .25).5732x .16. Y = 0. c.83 Besarnya suhu pada kondisi kontrol mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) =0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan Lebistesjuvenileyang diadaptasikan pada suhu kontrol.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Preferensi Suhu 9 8 7 6 Jumlah ikan 5 4 3 2 1 0 0 10 20 Suhu (oC) 30 40 y = 0. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu rendah maka ikan tumbuh baik.3 Pembahasan Berdasarkan hasil uji statistik pada ikan Lebistes juvenile diperoleh nilai a dan bdalampersamaansebagai berikut: a.9 Preferensi Suhu Ikan Poecilia reticulata Jantan Setelah Aklimatisasi di Suhu Rendah 4. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu tinggi maka ikan akan tumbuh baik. Jantan suhu rendah.25x . b.013x .2.8599 Jumlah ikan Linear (Jumlah ikan) Grafik 4.5 Besarnya suhu rendah mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) = 0.217 R² = 0.

510x . Jantan kontrol. Y = 20. Hal ini menunjukkan bahwa ikan Lebistes gravit lebih menyukai/optimal pada suhu tinggi.172 Besarnya suhu rendah mempunyai pengaruh negatif (koefisien regresi (b) = 0.55x . artinya jika semakin lama ikan dalam suhu rendah maka ikan akan semakin tidak nyaman (tidak tumbuh baik). Artinya tidak selamanya kenaikan suhu memberikan pengaruh positif. Gravit suhu rendah.39 Besarnya suhu tinggi mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) = -0.36. Sedangkan pada suhu rendah dan kontrol terdapat keganjilan dimana nilai a bernilai negatif. Jantan suhu rendah.10. Jantan suhu tinggi.9.709x . Hal-hal tersebut tentunya memiliki batasan-batasan tertentu sehingga bersifat tidak bersifat terus-menerus. Y = -0.575x + 18. Gravit suhu tinggi.3 Besarnya suhu pada kondisi kontrol mempunyai pengaruh negatif (koefisien regresi (b) = 1.64 x Besarnya suhu tinggi mempunyai pengaruh positif (koefisien regresi (b) = .55 .21 21 .573x . sedangkan pada suhu rendah dan kontrol bernilai negatif. Y = 0.575). b. Gravit kontrol.15. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu tinggi maka ikan akan tumbuh baik.0. Namun berdasarkan persamaan regresi dimana pada suhu tinggi bernilai positif. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu kontrol maka ikan akan semakin tidak nyaman (tidak tumbuh baik).0.4 .Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Untukhasil uji statistik pada ikan Lebistes gravit diperoleh nilai a dan bdalampersamaansebagai berikut: a.510). c. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu tinggi maka ikan akan tumbuh baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan Lebistes gravit yang diadaptasikan pada suhu kontrol dan panas lebih menyukai suhu yang rendah berkisar 26°C – 30°C berbeda dengan ikan yang diadaptasi di suhu tinggi lebih menyukai suhu yang rendah 20°C. Y = 0.709. e.70 Besarnya suhu pada kondisi kontrol mempunyai pengaruh negatif (koefisien regresi (b) =0. f. Y = 1.64). Berdasarkan hasil uji statistik pada ikan Lebistes jantan diperoleh nilai a dan bdalampersamaansebagai berikut: d. artinya jika semakin lama ikan dalam suhu kontrol maka ikan akan semakin tidak nyaman (tidak tumbuh baik). Y = 0.

artinya jika semakin lama ikan dalam suhu rendah maka ikan akan semakin tidak nyaman (tidak tumbuh baik).1°C).2°C) dan juvenile (28. 2005) menunjukkan bahwa suhu perairan sangat berpengaruh terhadap laju metabolisme dan proses-proses biologis ikan. 2005. sedangkan suhu rendah mengakibatkan ikan menjadi rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun (Tunas. Ditunjukkan bahwa aktivitas enzim pencernaan karbohidrase sangat dipengaruhi oleh suhu. 2005. 1964.Namun terdapat perbedaan hasil yang diperoleh dalam praktikum ini dimana gravit yang di aklimatisasi di suhu tinggi lebih memilih pada suhu lebih rendah. Suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status kesehatan untuk jangka panjang.31 ºC sedangkan ikan jantan memiliki preferensi suhu 25 ºC .5°C) dibandingkan ikan betina (28. 1970). Baker etal. Ikan Lebistes (Poecilia) memiliki preferensi suhu yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. ikan Lebistes (Poecilia) betina memiliki preferensi suhu lebih tinggi daripada ikan Lebistes jantan. Misalnya stres yang ditandai tubuh lemah. dimana ikan jantan memiliki preferensi suhu yang lebih rendah (24.24°C. 18).16-17). Para peneliti 22 . 2005. aktivitas protease tertinggi dijumpai pada musim panas.16-17). Sehingga pada umumnya ikan lebih menyukai suhu yang relatif hangat untuk proses fisiologis dalam tubuhnya ataupun inkubasi telur maksimal untuk yang gravit (Tunas. Pada umumnya. adapun aktivitas amilase tertinggi dijumpai pada musim gugur (Hofer. 1979a . tetapi suhu rendah menyebabkan stres pernafasan pada ikan berupa penurunan laju respirasi dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. (1996 dalam Tunas. kurus.573). 1998). 1979b dalam Tunas. Hal ini memiliki keterkaitan dan hubungan dengan perkembangan seksual dan thermoregulasi dari ikan Lebistes itu sendiri (Hagen..26 ºC (Hernández-Rodríguez. Ikan akan mengalami stres manakala terpapar pada suhu di luar kisaran yang dapat ditoleransi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan Lebistes jantan yang diadaptasikan pada suhu kontrol dan panas lebih menyukai suhu yang rendah berkisar 28°C – 30°C berbeda dengan ikan yang diadaptasi di suhu tinggi lebih menyukai suhu yanglebih rendah 19 .Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata Besarnya suhu rendah mempunyai pengaruh negatif (koefisien regresi (b) = 0. dan tingkah laku abnormal. Penelitian oleh Kuz’mina et al. Ikan betina memiliki preferensi suhu sekitar 28 ºC . kematangan seksual dan produksi hormon steroid pada Poecilia reticulate jantan merupakan faktor utama yang mempengaruhi preferensi suhu ikan tersebut. Berdasarkan Johansen dan Cross (1980). Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi.

Ikan Poecilia reticulate yang diaklimatisasi di suhu tinggi dan rendah memiliki preferensi suhu lingkungan yang lebih rendah. 23 . 2010).Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata menjelaskan bahwa hormon androgen pada jantan bisa diinduksi pada suhu yang lebih rendah. oleh karena itu preferensi suhu ikan jantan lebih rendah daripada ikan betina dan juvenile (Hernández-Rodríguez. Perbedaan hasil perlakuan dari praktikum ini dengan sumber yang diperoleh dapat disebabkan faktor lain. Sebab ikan Poecilia reticulate ini sangat sensitive terhadap pergerakan dan suara. Sedangkan ikan Poecilia reticulate jantan yang diaklimatisasi di suhu control lebih memilih lebih memilih lingkungan dengan suhu yang tinggi. diantaranya suasana laboratorium yang tidak kondusif seperti ribut dan banyaknya pergerakan.

1 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum diperoleh bahwa ikan Poecilia reticulate juvenile dan gravit memiliki preferensi suhu lingkungan yang lebih hangat. Sedangkan ikan Poecilia reticulate jantan yang diaklimatisasi di suhu control lebih memilih lebih memilih lingkungan dengansuhu yang tinggi.Namun terdapat pengecualian dimana gravit yang telah diaklimatisasikan di suhu tinggi lebih memilih lingkungan dengan suhu yang rendah.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 24 . Sebab ikan Poecilia reticulate inisangat sensitive terhadap pergerakan dan suara. Ikan Poecilia reticulate yang diaklimatisasi di suhu tinggi dan rendah memiliki preferensi suhu lingkungan yang lebih rendah.2 Saran Dalam melakukan praktikum ini perlu diperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil praktikum. Hal-hal yang menyebabkan hasil praktikum ini tidak sesuai dengan teori apat disebabkan oleh tidak kondusifnya keadaan laboratorium. seperti kondisi laboratorium yang tidak kondusif seperti ribut dan banyaknya pergerakan. 5.

Zoologi Umum. 1990.Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi. Nawangsari. Yogjakarta. Am. Jakarta : Penerbit P. 1984.. Aquat.T Rineka Cipta Hernández-Rodríguez. Bandung : Penerbit Institut Teknologi Bandung Fujaya. tolerance and resistance responses of Poecilia sphenops Valenciennes. L.Agus. Res. Jakarta : Penerbit Erlangga Soetjipta. 2005. Mónica. Zoer’aini. Fisiologi Ikan.2005.Biologi Laut. Sukiya. Arthama Wayan.T Bumi Aksara Ewusie. Pengantar Ekologi Tropika. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. Yogjakarta : Penerbit Universitas Gadjah Mada 25 . 1980. Kanisius. Dalam Research article Lat.1846 (Pisces: Poeciliidae) to thermal fluctuations. 2010 427 DOI: 10.: Penerbit Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sugiri.Preferensi Suhu Pada Ikan Poecilia reticulata DAFTAR PUSTAKA Darmawan. Jakarta : Penerbit P.1992.Polusi Air dan Udara.3856/vol38-issue3-fulltext-7halaman 434. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang Djamal. Patologi Ikan Toloestei. Yogjakarta : Penerbit : Kanisius Koesbiono. 2005. 1992. 1993. 2004. Preference.Ekologi Hewan. Dasar-dasar Ekologi Hewan. Malang : Penerbit Universitas Negeri Malang Tunas. Fernando Bückle-Ramirez. Yushinta.(2010). 38(3): 427437. Biologi Vertebrata. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful