Anda di halaman 1dari 11

MANHAJ GOLONGAN

YANG SELAMAT

Disadur dengan beberapa ringkasan


dari kitab Manhaj Al-Firqatun Naajiah
(Jalan Golongan Yang Selamat)
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat ialah golongan yang
setia mengikuti manhaj Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam dalam hidupnya, serta manhaj
para Shahabat sesudahnya.

Rasulullah Shallallahu‘Alaihi wasallam bersabda :


“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian
tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh)
kepadanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak
akan bercerai berai sehingga keduanya
menghantarku ke telaga (Surga).”

(Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Shahihul


Jami’)

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk)
kepada Kalamullah dan Rasul-Nya tatkala terjadi
perselisihan dan pertentangan diantara mereka,
sebagai realisasi firman Allah Ta’ala:
“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an)
dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.” (An-Nisa’ : 59)
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya)
tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu
hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam
hati mereka terhadap putusan yang kamu
berikan, dan mereka menerima dengan
sepenuhnya.” (An-Nisa’ : 65)

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat tidak mendahulukan
perkataan seseorang atas Kalamullah dan Rasul-
Nya,
realisasi dari firman Allah Ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (AlHujurat:1)
Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu berkata :
“Aku khawatir akan jatuh batu dari langit
(mereka akan binasa). Aku katakan, ”Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, sedang
mereka (membantah) dengan mengatakan, “Abu
Bakar dan Umar berkata.” (HR. Ahmad dan Ibnu
Abdil Barr)

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat senantiasa
menjaga kemurnian tauhid.
(Silahkan baca buku yang sangat bagus
tentang masalah Tauhid dengan judul
“Kitab Tauhid” karya Syaikh Muhammad
At-Tamimi, yang mengupas tentang
keagungan kedudukan Tauhid serta
menerangkan berbagai macam syirik
yang sangat berbahaya,ed).

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat senang menghidupkan
sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam, baik dalam ibadah, perilaku dan dalam
segenap hidupnya, karena itu mereka menjadi
orang-orang asing di tengah kaumnya,
Nabi Shallallahu‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Islam pada permulaannya adalah
asing dan akan kembali menjadi asing seperti
pada permulaannya. Maka keuntungan besar
bagi orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan,
“Dan keuntungan besar bagi orang-orang yang
asing. Yaitu orang-orang yang (tetap) berbuat
baik ketika manusia sudah rusak.” (Al-Albani
berkata,”Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Amr
Ad-Dani dengan sanad Shahih.”)

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat tidak berpegang kecuali
kepada Kalamullah dan Kalam Rasul-Nya yang
ma’sum, yang berbicara dengan tidak mengikuti
hawa nafsu. Adapun manusia selainnya,
betapapun tinggi derajatnya, terkadang ia
melakukan kesalahan,
sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam :
“Setiap bani adam (pernah) melakukan
kesalahan, dan sebaik-baik orang yang
melakukan kesalahan adalah mereka yang
bertaubat.” (Hadits Hasan riwayat Imam Ahmad)
Imam Malik Rahimahullah berkata,”Tak seorang
pun sesudah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
melainkan ucapannya diambil atau ditinggalkan
(ditolak) kecuali Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam.”

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat menghormati
para imam mujtahidin, tidak fanatik
terhadap salah seorang diantara mereka.
Golongan Yang Selamat mengambil fiqih
(pemahaman hukum-hukum Islam) dari
Al-Qur’an, hadits-hadits yang shahih, dan
pendapat-pendapat imam mujtahidin
yang sejalan dengan hadits shahih.
(Lihat perkataan para Imam Madzhab
pada muqaddimah kitab Sifat Shalat
Nabi, karya Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani, yang mereka
bersepakat agar meninggalkan perkataan
mereka bila tidak sesuai dengan hadits
shahih, ed.)
Manhaj Golongan Yang Selamat
Golongan Yang Selamat menyeru kepada yang
ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
Mereka melarang segala jalan bid’ah (perkara
yang diada-adakan dalam agama) dan sekte-
sekte yang menghancurkan dan memecah belah
ummat. Baik bid’ah dalam hal agama maupun
dalam hal sunnah Rasul dan para shahabatnya.

Golongan Yang Selamat mengajak seluruh


ummat Islam agar berpegang teguh kepada
sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
dan para shahabatnya, sehingga mereka
mendapatkan pertolongan dan masuk surga atas
anugerah Allah Subhanahu wata’ala dan syafa’at
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam –dengan
izin Allah-.

Manhaj Golongan Yang Selamat


Golongan Yang Selamat mengajak seluruh
ummat Islam berjihad di jalan Allah Azza wajalla.
Jihad adalah wajib bagi setiap muslim sesuai
dengan kekuatan dan kemampuannya.
Jihad dapat dilakukan dengan :
1. Jihad dengan lisan dan tulisan

2. Jihad dengan harta

3. Jihad dengan jiwa


Dalam hubungannya dengan ketiga perincian
jihad diatas, Rasulullah Shallallahu ‘Alihi wa
Sallam mengisyaratkan dalam sabdanya :
“Perangilah orang-orang musyrik itu dengan
harta, jiwa dan lisanmu.”
(HR Abu Dawud, hadits Shahih).

Manhaj Golongan Yang Selamat


MENEBAR ILMU
dan tegakkan sunnah

Manhaj Golongan Yang Selamat