Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teori graf merupakan salah satu bidang matematika, yang diperkenalkan
pertama kali oleh ahli matematika asal Swiss, Leonardo Euler pada tahun 1736. Ide
besarnya muncul sebagai upaya menyelesaikan masalah jembatan K o nisberg. Dari
permasalahan itu, akhirnya Euler mengembangkan beberapa konsep mengenai
Teori graf.
Salah satu topik menarik dalam teori graf adalah eksentris digraf pada graf,
ED (G), yang diperkenalkan pertama kali oleh Fred Buckley (Boland, J.,1999).
Misalkan G adalah graf dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G).
Jarak dari u ke v di G, dinotasikan d(u,v), adalah panjang lintasan terpendek
dari u ke v. Jika tidak ada lintasan titik u dan v, maka d(u,v) = ∞. Eksentrisitas titik v
dalam graf G, dinotasikan e(v), adalah jarak terjauh (maksimal lintasan terpendek)
dari v ke setiap titik di G. Titik u adalah titik eksentrik dari v jika jarak dari u ke v
sama dengan eksentrisitas dari v atau d(u, v) = e(v).
Eksentris digraf pada graf, ED (G), didefinisikan sebagai graf yang
mempunyai himpunan titik yang sama dengan G, V(ED (G)) = V(G), dimana arc (sisi
yang mempunyai arah) menghubungkan titik u ke v, jika v adalah titik eksentrik
dari u. Contoh graf dan eksentrik digrafnya diberikan pada gambar 1.1.
Buckley menyimpulkan bahwa hampir setiap graf G, eksentrik digrafnya
adalah ED (G) = ( G )*, dimana ( G )* adalah komplemen dari G yang setiap sisinya
diganti dengan arc simetrik.

1
3

v1 v2 v1 v2

v5 v5
v6 v6

v3 v4 v3 v4

G ED(G)
Gambar 1.1 graf dan eksentrik digrafnya

Boland (1999) memperkenalkan eksentris digraf pada digraf, ED (D). Teori


ini terinspirasi dari penelitian yang dilakukan oleh Buckley. Tetapi graf yang dikaji
adalah graf berarah (digraf) dengan himpunan titik dan arc. Titik u menyatakan arc
yang dapat dicapai dari v dalam digraf D jika terdapat lintasan berarah dari v ke u.
Eksentrisitas titik v dalam digraf D, dinotasikan e(v), adalah jarak dari v ke
titik terjauh dari v. Eksentris digraf pada digraf, ED (D), didefinisikan sebagai graf
yang mempunyai himpunan titik yang sama dengan G, V(ED (G)) = V(G), dimana
arc menghubungkan titik v ke u, jika dan hanya jika u adalah titik eksentrik dari v.

1.2 Masalah
Permasalahan yang kita bahas dalam skripsi ini adalah eksentrik digraf pada
kelas-kelas graf, khususnya graf path (lintasan), graf cycle (sikel) dan graf complete
(lengkap).

1.3 Batasan Masalah


Pada skripsi ini graf yang dikaji adalah graf sederhana dan graf hingga.
Dimana graf sederhana adalah graf yang tidak memuat loop dan sisi rangkap
(multiple edges). Loop adalah sisi yang menghubungkan suatu titik dengan dirinya

sendiri. Jika terdapat lebih dari satu sisi yang menghubungkan dua titik, maka sisi-sisi
tersebut dinamakan sisi rangkap. Sedangkan graf hingga didefinisikan sebagai graf
3

yang mempunyai order terbatas. Order didefinisikan sebagai banyaknya titik yang ada
dalam graf.

1.4 Tujuan
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan eksentrik digraf dari graf
lintasan, graf sikel dan graf lengkap.

1.5 Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dapat menentukan
maksimal lintasan terpendek dari suatu titik ke titik yang lain. Hal ini dapat
diaplikasikan dalam sistem saluran air PDAM, sistem aliran listrik PLN dan
sebagainya.
B A B II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Graf dan Digraf


Graf tak berarah (Undirected Graph) G didefinisikan sebagai pasangan
himpunan (V(G), E(G)) dimana V(G) adalah himpunan tak kosong dari
elemen-elemen yang disebut titik (vertex) dan E(G) adalah himpunan (mungkin
kosong) dari pasangan tak terurut (u,v) dari titik titik u,v di V yang disebut sisi (edge).
Selanjutnya sisi e = (u,v) dalam graf G akan ditulis dengan e = uv dan graf tak
berarah G akan disebut dengan graf G saja. Sebagai contoh graf G diberikan pada
Gambar 2.1.

v1 v4

e5 e4
e1 v5 e3
e6
v2 e2 v3

Gambar 2.1 Graf G dengan 5 titik dan 6 sisi

Graf G pada Gambar 2.1 adalah graf dengan himpunan titik V(G) = {v1, v2, v3, v4, v5}
dan himpunan sisi E(G) = {e1, e2, e3, e4, e5, e6} yaitu pasangan tak terurut dari {v1 v2,
v2v3, v3 v4, v4 v5, v5v1, v5v2}.
Digraf (Graf berarah/ Directed Graph) D adalah pasangan himpunan
(V(D), A(D)) dimana V(D) adalah himpunan tak kosong dari elemen-elemen yang
disebut titik (vertex) dan A(D) adalah himpunan dari pasangan terurut (uv), yang
mempunyai arah dari u ke v, dari titik-titik u,v di V yang disebut arc. Arc yang
menghubungkan titik u ke titik v dan titik v ke titik u dinamakan arc simetrik, yang

dinotasikan dengan a = uv . Contoh digraf D diberikan pada Gambar 2.2, dengan


4
5

himpunan titik V(D) = {v1, v2, v3, v4, v5} dan himpunan arc A(D) = {a1, a 2 , a3, a4,

a5, a 6 } yaitu pasangan terurut dari {v1v2, v 2v 3 , v3v4, v4v5, v1v5, v5v 2 }.

v1 v4

a5 a4
a1 v5 a3
a6

v2 a2 v3

Gambar 2.2 Digraf D dengan 5 titik dan 6 sisi

2.2 Definisi dan Notasi


Order n dari graf G adalah banyaknya titik yang ada di G yaitu n. Graf yang
mempunyai order terbatas dinamakan graf hingga. Sebagai contoh Gambar 2.3
adalah graf order 4.

v1 v2

v4 v3

Gambar 2.3 Graf G order 4

Dalam suatu graf G, apabila suatu titik v dihubungkan dengan dirinya sendiri
atau e = vv, maka sisi e dinamakan loop. Jika terdapat lebih dari satu sisi yang
menghubungkan dua titik, maka sisi-sisi tersebut dinamakan sisi rangkap (multiple
edges). Graf yang tidak memuat loop dan sisi rangkap dinamakan graf sederhana
(simple graf). Pada skripsi ini, graf yang dikaji adalah graf sederhana dan graf hingga.
6

Contoh graf yang memuat loop dan sisi rangkap diberikan pada Gambar 2.4, dimana
e2 dan e4 adalah loop, sedangkan sisi e6 e7 adalah sisi rangkap.

v1 v2 e2
e1
e6
e7 e8 e3

e5
v4 v3
e4

Gambar 2.4 Graf dengan loop dan sisi rangkap

Jika dua titik v1 dan v2 di graf G dihubungkan oleh suatu sisi e, maka titik v1
dan v2 dikatakan adjacent (tetangga) dan sisi e insiden dengan kedua titik yang
dihubungkan.

v1 e1 v2

e4 e5 e2

v4 e3 v3

Gambar 2.5 Graf untuk mengilustrasikan adjacent dan insiden

Pada Gambar 2.5, titik-titik yang adjacent adalah v1 dan v2, v2 dan v3, v3 dan v4, v4 dan
v1, v1 dan v3, sedangkan sisi e1 insiden dengan v1 dan v2, e2 insiden dengan v2 dan v3, e3
insiden dengan v3 dan v4, e4 insiden dengan v4 dan v1, dan e5 insiden dengan v1 dan v3.
Derajat (degree) dari titik v adalah jumlah sisi yang berinsiden dengan titik v,
dinotasikan dengan deg (v). Misalkan pada gambar 2.5, deg (v1) = deg (v3) = 3 dan
deg (v2) = deg (v4) = 2. Jika setiap titik dalam suatu graf G mempunyai derajat yang
sama, maka graf tersebut dinamakan graf reguler.
7

Sebuah jalan (walk) W pada graf G adalah barisan berhingga yang diawali dan
diakhiri dengan titik, yaitu:
W = v0, e1, v1, e2, v2, e3, . . ., vn-1, en, vn (n ≥ 0)
dimana suku-sukunya bergantian antara titik dan sisi, sedemikian hingga (vi,vi+I)
adalah sisi di G, untuk 1≤ i ≤ n-1. Jalan dikatakan tertutup jika v0 = vn dan terbuka
jika v0 ≠ vn. Suatu jalan yang barisan titik-titiknya tidak ada pengulangan dinamakan
lintasan (path), tetapi jika yang berbeda adalah sisi-sisinya, maka jalan tersebut
disebut jejak (trail). Sikel (cycle) didefinisikan sebagai jalan tertutup dengan barisan
titik yang berbeda. Dengan kata lain, sikel adalah suatu lintasan yang tertutup.

v1 e1 v2
e2

e5 e6 v3
e7
e3
v5 e4 v4

Gambar 2.6 Graf untuk mengilustrasikan jalan

Barisan v1, e1, v2, e7, v4, e6, v1, e5, v5, e4, v4, e3, v3 dari Gambar 2.6 adalah jalan,
barisan v1, e1, v2, e2, v3, e3, v4, e4, v5 adalah lintasan, barisan v1, e1, v2, e7, v4, e6, v1, e5,
v5, e4, v4, e3, v3 adalah jejak dan barisan v1, e1, v2, e2, v3, e3, v4, e4, v5, e5, v1 adalah
sikel.

2.3 Graf Terhubung dan Komplemen Graf


Graf H dikatakan subgraf dari graf G jika setiap titik di H adalah titik di G
dan setiap sisi di H adalah sisi di G. Dengan kata lain V(H) ⊆ V(G) dan E(H) ⊆ E(G).
Pada Gambar 2.7, G1 adalah subgraf dari G tetapi G2 bukan subgraf dari G karena ada
sisi v2 v3 di G2 yang bukan merupakan elemen dari E(G).
8

G: v1 G1: v1 G2: v1

v4 v2 v4 v2 v4 v2

v3 v3 v3

Gambar 2.7 Graf dan subgraf

Jika setiap pasang titik di graf G ada lintasannya, maka G dinamakan


terhubung (connected). Komponen dari graf adalah subgraf terhubung maksimal
dari G. Jadi, setiap graf terhubung hanya mempunyai satu komponen. Sedangkan
untuk graf tak terhubung, memiliki sedikitnya dua komponen. Gambar 2.8 adalah
contoh untuk graf terhubung dan graf tak terhubung.

(a) (b)

Gambar 2.8 Graf terhubung dan graf tak terhubung

Misalkan ada dua graf G1 dan G2, dimana himpunan titik V(G1) dan himpunan
titik V(G2) saling asing, begitu juga himpunan sisi E(G1) dan himpunan sisi E(G2).
Gabungan dari G1 dan G2 dinotasikan dengan G1 ∪ G2, adalah graf dengan himpunan
titik V(G1 ∪ G2) = V(G1) ∪ V(G2) dan himpunan sisi E(G1 ∪ G2) = E(G1) ∪ E(G2).
9

Sebagai contoh graf gabungan diberikan pada Gambar 2.9.

v1
v1
G1:
v3 v2 G : G1 ∪ G2 v3 v2
v4 v5
G2: v1 v2

Gambar 2.9 Gabungan graf

Komplemen dari Graf G, dinotasikan dengan G , adalah graf dengan


himpunan titik yang sama dengan himpunan titik di G, dengan kata lain
V(G) = V( G ), dan titik u,v di G adalah adjacent jika dan hanya jika titik u,v di G
tidak adjacent. Contoh graf dan komplemennya dapat dilihat pada Gambar 2.10.

v2 v2

v1 v1
v3 v3

v5 v4 v5 v4

G G
G
Gambar 2.10 Graf dan komplemennya G

2.4 Kelas-kelas Graf


Graf terbagi dalam beberapa kelas. Pada skripsi ini, kelas graf yang kita kaji
adalah graf path (lintasan), graf cycle (sikel) dan graf complete (lengkap).
10

2.4.1 Graf Path (lintasan)


Graf path (lintasan) ialah graf yang terdiri dari satu lintasan. Graf lintasan
dengan n titik, dinotasikan dengan Pn. Beberapa contoh dari graf lintasan, diberikan
pada Gambar 2.11.

P1 :
v1

P2 : v1 v2

P3 :
v1 v2 v3

Gambar 2.11 Graf lintasan

2.4.2 Graf cycle (sikel)


Graf cycle (sikel) ialah graf yang terdiri dari satu sikel. Graf sikel dengan n
titik, dinotasikan dengan Cn. Pada graf sikel, jumlah titiknya minimal 3. Gambar 2.12
adalah contoh dari graf sikel.

v1
v1 v2

v5 v2

v3 v2 v4 v3 v4 v3

C3 C4 C5

Gambar 2.12 Graf sikel


11

2.4.3 Graf Complete (lengkap)


Graf complete (lengkap) didefinisikan sebagai graf dimana setiap dua titik
berbeda di G dihubungkan dengan sisi. Graf lengkap dengan n titik dinotasikan
dengan Kn. Beberapa contoh dari graf lengkap, diberikan pada Gambar 2.13.

v1
v1 v1 v2

v5 v2

v3 v2 v4 v3 v4 v3

K3 K4 K5

Gambar 2.13 Graf lengkap

2.4.4 Graf n - partit


Graf n- partit didefinisikan sebagai graf dimana himpunan titik V(G) dapat
dipisah menjadi n himpunan titik, yaitu V1(G), V2(G), …, Vn(G). Sisi-sisi pada graf
n-partit terhubung dari titik-titik pada Vi(G) ke titik-titik pada himpunan titik selain
Vi(G) atau Vi (G ) , dimana Vi (G ) adalah komplemen dari Vi(G). Untuk n = 2,
dinamakan graf bipartit. Jika V1 = k dan V2 = l, maka graf bipartit tersebut
dinotasikan dengan Bk,l. Sedangkan untuk n = 3, dinamakan graf tripatit, yang
dinotasikan dengan Tk,l,m. Contoh graf bipartit dan graf tripartit dapat dilihat pada
Gambar 2.14
12

V1 v1 v2 v3 v1 v2 v3
V1

V 2 v4
v5

V3
V2 v4 v5 v6 v7 v8

B3,2 T3,2,3

Gambar 2.14 Graf bipartit dan graf tripartit

2.5 Eksentrisitas
Jarak (distance) antara titik u dan v di graf G, dinotasikan dengan d(u,v)
adalah panjang lintasan terpendek dari u ke v di G. Jika tidak ada lintasan dari titik u
ke v, maka d(u,v) = ∞.

v1 v2 v3

v5 v4 v6 v7

Gambar 2.15 Graf untuk mengilustrasikan jarak

Pada Gambar 2.15, d(v1, v3) = d(v1, v4) = 2, d(v2, v6) = ∞.


Untuk masalah lintasan terpendek, kita akan bahas mengenai algoritma BFS
(Breadth First Search) Moore. Ini berarti bahwa didalam setiap langkah, algoritma itu
mengunjungi semua titik yang adjacent dari titik yang dicapai pada langkah tersebut.
Algoritma BFS Moore untuk lintasan terpendek, dimana semua sisi mempunyai
panjang 1, adalah:
[G = (V(G), E(G), u, v]
1. Mengambil salah satu titik, misal u, dan diberi label 0
13

2. Semua titik yang adjacent dengan u diberi label 1


3. Semua titik yang adjacent dengan 1 diberi label 2 dan demikian seterusnya
sampai titik yang dimaksud, misal v, sudah berlabel
4. Selanjutnya penelusuran langkah mundur menghasilkan lintasan terpendek, yaitu
k (= label titik v), k – 1, k – 2, ..., 0.
Eksentrisitas titik v di graf G, dinotasikan e(v), adalah jarak terjauh
(maksimal lintasan terpendek) dari v ke setiap titik di G, dengan kata lain:
e(v) = max { d(v, u)  u ∈ V(G)}.
Titik v adalah titik eksentrik dari u jika jarak dari v ke u sama dengan eksentrisitas
dari u atau d(v, u) = e(u). Radius pada graf G, dinotasikan dengan rad(G), adalah
eksentrisitas minimum dari G. Sedangkan diameter pada graf G, dinotasikan dengan
diam (G), didefinisikan sebagai eksentrisitas maksimum dari G. Sebuah titik pada G,
dinamakan titik sentral jika eksentrisitasnya adalah sama dengan rad (G), dengan kata
lain e(u) = rad (G). Center dari graf G adalah subgraf pada G yang terbentuk dari titik
sentral yang saling dihubungkan.

v1 v2 v3

v6 v5 v4

Gambar 2.16 Graf untuk mengilustrasikan eksentrisitas

Dari graf G pada Gambar 2.16:


e(v1) = 3 dengan titik eksentrik v4;
e(v2) = 2 dengan titik eksentrik v4 dan v5;
e(v3) = 2 dengan titik eksentrik v1 dan v6;
e(v4) = 3 dengan titik eksentrik v1;
14

e(v5) = 2 dengan titik eksentrik v1 dan v2;


e(v6) = 2 dengan titik eksentrik v3 dan v4.
Setelah titik eksentrik dari setiap titik v di G didapatkan, maka antara titik v
dengan titik eksentriknya dihubungkan oleh arc. Graf yang dihasilkan dinamakan
eksentrik digraf dari graf G, ED(G), yang didefinisikan sebagai graf yang
mempunyai himpunan titik yang sama dengan G atau V(ED(G)) = V(G) dimana arc
menghubungkan titik u ke v, jika v adalah titik eksentrik dari u. Contoh graf dengan
eksentrik digrafnya diberikan pada gambar 2.17. Eksentrik digraf dari graf lintasan,
graf sikel dan graf lengkap akan dibahas secara lengkap pada BAB III.

v1 v2 v3
v1 v2 v3

v6 v5 v4
v6 v5 v4

G ED(G)

Gambar 2.17 Graf G dan eksentrik digrafnya


15

B A B III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, akan kita bahas mengenai eksentrik digraf pada graf lintasan,
graf sikel dan graf lengkap. Diasumsikan bahwa pada graf lintasan, graf sikel dan graf
lengkap, jarak antara dua titik berbeda yang adjacent adalah 1.
3.1 Eksentrik Digraf pada Graf Lintasan
Misalkan graf lintasan Pn dengan himpunan titik
V(Pn) = {v1, v2, v3, ..., vn}
dan himpunan sisi
E(Pn) = {e1, e2, e3, ..., en-1}
dimana
ei = vivi+1 untuk setiap i = 1, 2, ..., n.
Eksentrisitas titik v pada graf lintasan Pn untuk n ganjil adalah sebagai berikut:
e(v1) = e(vn) = n - 1
e(v2) = e(vn-1) = n – 2


n +1
e( vn+1) = e(v ) n-
n-
= 1n - ,
2 2 2
maka
n +1
e(vi) = n – i untuk i = 1, 2, …,
2
dan
n+3 n+5
e(vi) = i – 1 untuk i = , , …, n
2 2
Jadi dapat disimpulkan bahwa eksentrisitas titik e(vi) pada graf lintasan Pn untuk n ganjil
adalah:

 n +1
n − i untuk i = 1, 2, ...,
2
e(vi) = 
n+3 n+5
i −1 untuk i = , , ..., n
î 2 2
Setelah nilai eksentrisitas e(vi) diperoleh, maka kita dapat menentukan titik eksentriknya
dengan mudah, yaitu:
16

 n +1
 vn untuk i = 1, 2, ...,
titik eksentrik dari v i =  2
n +1 n + 3
 v1 untuk i = , , ..., n
î 2 2
Graf Pn dengan n ganjil mempunyai center berupa titik, yaitu titik v , sehingga
n+1 titik eksentriknya
2
ada 2 yaitu titik v1 dan titik vn, dimana jarak antara v ke v1 adalah sama dengan jarak antara v ke
n+1
2
vn. Sehingga akan ada arc dari v ke vn dan dari v ke v1 yang akan kita notasikan secara
n+1 n+1
berturut-turut dengan a dan 
2. 2

n+1 n+1 n+1


2 Eksentrik digraf pada graf lintasan ED(Pn) dengan n ganjil adalah digraf
2 dengan
2 himpunan

titik V(ED(Pn)) = {v1, v2, v3, ..., vn} dan himpunan arc A(ED(Pn)) = {a1, a2, a3, ..., an,  },
dimana:
n+1
2 n +1
vivn untuk i = 1, 2, 3, ...,
2
ai =
n +3 n +5
viv1 untuk i = , , ..., n
2 2
dan
n +1

i = viv1 untuk i = .
2
Jadi banyaknya arc pada ED(Pn) untuk n ganjil adalah n + 1. Dengan demikian, eksentrik digraf pada
graf lintasan ED(Pn) untuk n ganjil adalah digraf tripartit T1, , , dengan himpunan titik V1 = {v
}, V2 = {v1, v2, …, v } dan V3 = {v ,v , …, vn}. Contoh eksentrik digraf dari graf Pn untuk n
n-1 n-1 n+1 n-1 n+3 n+5
ganjil2 diberikan
2 pada Gambar 3.1. 2 2 2 2

v1 V 2

v2
v1 v3
v1 v2 v3 v2
V1
v3 V3
P3 ED (P3) = T1, 1, 1
17

v1 v2 v3 v4 v5

P5
V2
v1 v2

v1 v5 v3
v2 v3 v4

V1
v5 v4
V3
ED (P5) = T1, 2, 2

v1 v2 v3 v4 v5 v6 v7
a3
P7

V2
v1 v2 v3

v2 v6 V1
v4
v1 v7 v4
v3 v5
V3
v7 v6 v5

ED (P7) = T1, 3, 3

Gambar 3.1 Graf P3, P5, P7 dan eksentrik digrafnya


Dengan cara serupa seperti pada n ganjil, maka eksentrisitas titik v pada graf lintasan Pn
dengan n genap dapat dijelaskan sebagai berikut:
e(v1) = e(vn) = n - 1
e(v2) = e(vn-1) = n – 2


n
e(v )n= e(v )n=+2n - .
2 2 2
Sehingga eksentrisitas titik e(vi) pada graf lintasan Pn untuk n genap adalah:
18

 n
n − i untuk i = 1, 2, ...,
2
,
e(vi) = 
n+2 n+4
i −1 untuk i = , , ..., n.
î 2 2

 n
vn untuk i = 1, 2, ..., ,
Dengan demikian titik eksentrik dari vi =  2
n+2 n+4
v1 untuk i = , , ..., n.
î 2 2

Untuk n genap, eksentrik digraf pada graf lintasan ED(Pn) adalah digraf dengan
himpunan titik V(ED(Pn)) = {v1, v2, v3, ..., vn} dan himpunan arc A(Pn) = {a1, a2, a3, ..., an}, dimana:
n
vivn i = 1, 2, 3, ...,
2
ai =
n+2 n+4
viv1 i= , , ..., n
2 2
Jadi banyaknya arc pada ED(Pn) untuk n genap adalah n. Dengan demikian untuk n genap, maka
eksentrik digraf pada graf lintasan ED(Pn) adalah digraf bipartit B , , dengan himpunan titik V1 = {v1,
n n
v2, …, v }dan V2 = {v ,v 2 2
, …, vn}. Gambar 3.2 adalah contoh eksentrik digraf pada graf Pn untuk
n n+2 n+2
n genap. 2 2 2

v1 V 1

v1 v2 v1 v2

v2 V2
P2 ED (P2) = B1, 1

V1
v1 v2

v1 v2 v3 v4 v1 v2 v3 v4
v3 v4
V2
P4 ED (P4) = B2, 2
19

v1 v2 v3 v4 v5 v6

P6

V1
v1 v2
v3

v1 v6
v2 v3 v4 v5
v4 v5
V2 v6

ED (P6) = B3, 3

Gambar 3.2 Graf P2, P4, P6 dan eksentrik digrafnya


3.2 Eksentrik Digraf pada Graf Sikel
Misalkan graf sikel Cn mempunyai himpunan titik
V(Cn) = {v1, v2, v3, ..., vn}
dan himpunan sisi
E(Cn) = {e1, e2, e3, ..., en}
dimana

vivi + 1 i = 1, 2, ..., n − 1
ei = 
î viv1 i=n
Eksentrisitas titik e(vi) pada graf sikel Cn adalah sama untuk setiap titiknya, yaitu e(v1) =
e(v2) = …= e(vn). Hal ini disebabkan karena jarak terjauh (maksimal lintasan terpendek) dari setiap
n −1 n
titiknya adalah sama, yaitu untuk n ganjil dan untuk n genap. Jadi eksentrisitas titik e(vi)
2 2
pada graf sikel Cn untuk setiap i = 1, 2, ..., n adalah:

 n
 jika n genap
e(vi) =  2

n −1
jika n ganjil
î 2
Dengan demikian, untuk n ganjil:
20

n −1
v i + n - 1 dan vi + n + 1 i = 1, 2, ..., ,
2 2 2
n +1
vn dan v1 i= ,
titik eksentrik dari vi = 2

n+3 n+5
v i - n - 1 dan v i - n + 1 i= , , ..., n.
2 2 2 2

Eksentrik digraf pada graf sikel, ED(Cn), untuk n ganjil, adalah digraf dengan
himpunan titik V(ED(Cn)) = {v1, v2, v3, ..., vn} dan himpunan arc A(ED(Cn)) = {a1, a2, ..., an, 
1, 
2,

..., 
n }, dimana:

 n +1
v vi i + n 2- 1 untuk i = 1, 2, ...,
ai =  2
n+3 n+5
v vi i - n + 1 untuk i = , , ..., n
î 2 2 2
dan

 n −1
 v vi i + n +2 1 untuk i = 1, 2, ...,
2
i=
n +1 n + 3


v vi i - n - 1 untuk i = , , ..., n
î 2 2 2

Jadi jumlah arc dalam ED(Cn) untuk n ganjil adalah dua kali jumlah titiknya, yaitu 2n.
Dengan demikian, untuk n ganjil eksentrik digraf pada graf sikel ED(Cn) adalah digraf
n −1
sikel Cn dengan jarak setiap arcnya , dimana arcnya adalah arc simetrik. Contoh eksentrik
2
digraf dari graf Cn dengan n ganjil diberikan pada Gambar 3.3.

v1 v1

v3 v2 v3 v2
C3
ED(C3) = C3
21

v1 v1 v1

v5 v2 v5 v2 v4 v3

v4 v3 v4 v3 v2 v5
C5
v1 v1 ED(C5) = C5 v1

v7 v2 v7 v2 v5 v4

v6 v3 v6 v3 v2 v7

v5 v4 v5 v4 v6 v3

C7
ED(C7) = C7

Gambar 3.3 Graf C3, C5, C7 dan eksentrik digrafnya

Selanjutnya, dengan cara yang sama seperti pada n ganjil, maka titik eksentrik dari graf Cn
dengan n genap adalah sebagai berikut:

 n
v i+n
untuk i = 1, 2, ...,
titik eksentrik dari vi =  2 2
n+2 n+4
v i-n untuk i = , , ..., n
î 2 2 2

Eksentrik digraf dari graf sikel, ED(Cn), untuk n genap, adalah digraf dengan
himpunan titik V(ED(Cn)) = {v1, v2, v3, ..., vn} dan himpunan arc A(ED(Cn)) = {a1, a2, a3, ..., an},
dimana:

 n
 v vi i + n2 untuk i = 1, 2, ..., ,
ai =  2
n+2 n+4
 vv i- n untuk i = , , ..., n.
î i
2 2 2
22

Jadi jumlah arc dalam ED(Cn) untuk n genap adalah n, dimana ai dapat digambarkan sebagai lintasan
n
dengan dua titik yang berjarak .
2
n
Sehingga eksentrik digraf dari graf sikel dengan n genap ED(Cn) adalah gabungan
2
n
2
digraf lintasan dengan dua titik, yang dinotasikan dengan  P 2 , dimana setiap arcnya adalah
i =1

simetrik. Contoh eksentrik digraf pada graf Cn dengan n genap diberikan pada Gambar 3.4.

v1 v2 v1 v2 v1 v2

v4 v3 v4 v3 v3 v4

C4
ED(C4) = 2 P2

v1 v2 v1 v2 v2
v1 v3

v3 v6 v3
v6

v5 v4 v5 v4 v4 v5 v6

C6
ED(C6) = 3 P2

v1 v2 v1 v2
v2 v3
v1 v4
v8 v3 v8 v3

v7 v4 v7
v4
v5 v8
v6 v6 v7
v5 v6 v5
C8
ED(C8) = 4 P2
23

Gambar 3.4 Graf C4, C6, C8 dan eksentrik digrafnya

3.3 Eksentrik Digraf pada Graf Lengkap


Misalkan graf lengkap Kn mempunyai himpunan titik
V(Kn) = {v1, v2, v3, ..., vn}
dan himpunan sisi
E(Kn) = { vivj | i ≠ j, i< j dan i, j = 1, 2, …, n }

1
dimana jumlah sisinya adalah n(n – 1).
2
Dari definisi graf lengkap, maka dapat disimpulkan bahwa eksentrisitas titik e(vi) pada
setiap graf lengkap Kn adalah sama pada setiap titiknya, yaitu 1. Sehingga titik eksentrik dari vi untuk
setiap i = 1, 2, …, n adalah semua titik dalam Kn kecuali dirinya sendiri atau vi, dimana vi adalah
komplemen dari vi.
Jadi eksentrik digraf dari graf lengkap ED(Kn) adalah graf dengan himpunan titik V(ED
(Kn)) = {v1, v2, v3, ..., vn} dan himpunan arc

A(ED (Kn)) = { vivj | i ≠ j dan i, j = 1, 2, …, n }

Dimana vivj adalah arc yang terhubung dari titik vi ke titik vj dan dari titik vj ke titik vi. Jadi
banyaknya arc pada ED(Kn) adalah n(n – 1).

Sehingga eksentrik digraf dari graf lengkap ED (Kn) adalah digraf lengkap Kn yang setiap
arcnya simetrik. Contoh eksentrik digraf dari graf lengkap Kn diberikan pada Gambar 3.5.

v1 v2 v1 v2

v4 v3 v4 v3
K4 ED(K4)
24

v1 v1

v5 v2 v5 v2

v4 v3 v4 v3

K5 ED(K5)

Gambar 3.5 Graf K4, K5 dan eksentrik digrafnya


B A B IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang dapat
diambil mengenai eksentrik digraf pada graf lintasan, graf sikel dan graf lengkap
adalah sebagai berikut:
1. Eksentrik digraf pada graf lintasan ED(Pn) dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Untuk jumlah titik n ganjil, eksentrik digraf pada graf lintasan ED(Pn) adalah digraf

tripartit T1, , dengan himpunan titik V1 = {v }, V2 = {v1, v2, …, v } dan V3 = {v ,v ,


n-1 n-1 n+1
2 2 2
…, vn}.
n-1 n+3 n+5
b. Untuk jumlah
2 titik n genap,
2 eksentrik
2 digraf pada graf lintasan ED(Pn) adalah digraf bipartit B

, dengan himpunan titik V1 = {v1, v2, …, v }dan V2 = {v , v , …, vn}.


n n n n+2
2 2 2 2
2. Eksentrik digraf pada graf sikel ED(Cn) dibedakan menjadi dua, yaitu:
n+4
a. Untuk
2 jumlah titik n ganjil, eksentrik digraf pada graf sikel ED(Cn) adalah digraf sikel Cn
n −1
yang setiap arcnya adalah arc simetrik yang berjarak .
2
b. Untuk jumlah titik n genap, eksentrik digraf pada graf sikel ED(Cn) adalah gabungan
n
2
n
digraf lintasan dengan 2 titik  P 2 , dimana arcnya adalah arc simetrik.
2 i =1

3. Eksentrik digraf dari graf lengkap ED(Kn) adalah digraf lengkap Kn yang setiap
arcnya adalah simetrik.

4.2 Saran
Penelitian mengenai eksentrik digraf masih dapat dikembangkan pada graf-
graf yang lain, misalnya pada graf berbobot, baik yang berarah maupun yang tidak
berarah.

27